wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

semifinal OFK 2025

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien ALL dengan kemoterapi fase induksi Vinkristin, Deksametason dan L-Asparaginase mengalami muntah dan nyeri perut saat kemoterapi. Kemungkinan pasien beresiko tinggi mengalami:

a)

Trombositopenia

b)

Hiperkalemia

c)

Tumor lisis sindrome

d)

Anemia aplastik

2.

Tn X, 42 tahun, 162 cm, 65 kg, datang di IGD dengan kolik renal. Pasien mengeluh nyeri pinggang yang hebat. Mengaku tidak ada riwayat penyakit. Selama ini sehat-sehat saja. Hasil observasi perawat: Temperatur 35,6 C, TD 70/50 mmHg. Nadi 119 x/menit. Hasil lab Leukosit 24.000/mm3. Na 139 meq/L; K 3,2 meq/L, PCT: 3,6: Cr 4,7 mg/dl, BUN 59 mg/dl. Didukung hasil cito USG dan anamnesa, dokter mendiagnosa sebagai pielonefritis ec batu multiple. Segera dilakukan cito operasi. Antibiotik yang disarankan

a)

Meropenem

b)

Amikasin

c)

Kombinasi meropenem amikasin

d)

Sefalosporin generasi III

3.

Tn X, 42 tahun, 162 cm, 65 kg, datang di IGD dengan kolik renal. Pasien mengeluh nyeri pinggang yang hebat. Mengaku tidak ada riwayat penyakit. Selama ini sehat-sehat saja. Hasil observasi perawat: Temperatur 35,6 C, TD 70/50 mmHg. Nadi 119 x/menit. Hasil lab Leukosit 24.000/mm3. Na 139 meq/L; K 3,2 meq/L, PCT: 3,6: Cr 4,7 mg/dl, BUN 59 mg/dl. Didukung hasil cito USG dan anamnesa, dokter mendiagnosa sebagai pielonefritis ec batu multiple. Segera dilakukan cito operasi. Informasi yang perlu dikumpulkan sebelum merekomendasikan antibiotik terapi adalah (mengingat nilai creatinin pada kasus diatas)

a)

Riwayat penggunaan antibiotika

b)

Riwayat rawat inap di RS lain

c)

Riwayat operasi

d)

Riwayat terinfeksi MDRO

4.

Tn X, 42 tahun, 162 cm, 65 kg, datang di IGD dengan kolik renal. Pasien mengeluh nyeri pinggang yang hebat. Mengaku tidak ada riwayat penyakit. Selama ini sehat-sehat saja. Hasil observasi perawat: Temperatur 35,6 C, TD 70/50 mmHg. Nadi 119 x/menit. Hasil lab Leukosit 24.000/mm3. Na 139 meq/L; K 3,2 meq/L, PCT: 3,6: Cr 4,7 mg/dl, BUN 59 mg/dl. Didukung hasil cito USG dan anamnesa, dokter mendiagnosa sebagai pielonefritis ec batu multiple. Segera dilakukan cito operasi. Shock diatas terjadi oleh karena

a)

Kehilangan darah

b)

Kehilangan cairan

c)

Sepsis berat

d)

Sepsis ringan

5.

Tn X, 42 tahun, 162 cm, 65 kg, datang di IGD dengan kolik renal. Pasien mengeluh nyeri pinggang yang hebat. Mengaku tidak ada riwayat penyakit. Selama ini sehat-sehat saja. Hasil observasi perawat: Temperatur 35,6 C, TD 70/50 mmHg. Nadi 119 x/menit. Hasil lab Leukosit 24.000/mm3. Na 139 meq/L; K 3,2 meq/L, PCT: 3,6: Cr 4,7 mg/dl, BUN 59 mg/dl. Didukung hasil cito USG dan anamnesa, dokter mendiagnosa sebagai pielonefritis ec batu multiple. Segera dilakukan cito operasi. Terapi yang harus segera masuk adalah

a)

Cairan kristaloid

b)

Antibiotika

c)

Analgesik

d)

Ibuprofen

6.

Tn X, 42 tahun, 162 cm, 65 kg, datang di IGD dengan kolik renal. Pasien mengeluh nyeri pinggang yang hebat. Mengaku tidak ada riwayat penyakit. Selama ini sehat-sehat saja. Hasil observasi perawat: Temperatur 35,6 C, TD 70/50 mmHg. Nadi 119 x/menit. Hasil lab Leukosit 24.000/mm3. Na 139 meq/L; K 3,2 meq/L, PCT: 3,6: Cr 4,7 mg/dl, BUN 59 mg/dl. Didukung hasil cito USG dan anamnesa, dokter mendiagnosa sebagai pielonefritis ec batu multiple. Segera dilakukan cito operasi. Antibiotik profilaksis pembedahan yang dapat disarankan

a)

Ceftriakson

b)

Cefo-sulbactam

c)

Cefazolin

d)

Tidak perlu

7.

Seorang muda 27 tahun dengan diagnosis Classic Hodgkin Limfoma mendapatkan regimentasi ABVD. Terjadi kekosongan Vinblastin sehingga diganti Vincristin . Berdapa dosisnya jika BSA 1,52?

a)

2,12 mg

b)

2,28 mg

c)

2 mg

d)

2,2 mg

8.

Seorang bayi baru lahir (usia 10 hari, BB 3 kg) didiagnosis pneumonia neonatal dengan tanda demam dan sesak nafas. Dokter meresepkan Ampisilin dan Gentamisin sebagai terapi antibiotik empiris namun bayi menunjukkan reaksi alergi terhadap Ampisilin. Rekomendasi farmasi untuk antibiotik alternatif yang tepat dan aman pada neonatus adalah

a)

Eritromisin

b)

Klindamisin

c)

Sefotaksim

d)

Vankomisin

9.

Tn D 63 tahun BB 55 kg TB 160 cm. MRS tanggal 17 Juli 2025 dengan sesak berat disertai batuk berdahak. Dari hasil penelusuran rekam medis pasien memiliki riwayat hipertensi dengan riwayat obat Lisinopril 1x 10 mg dan Amlodipin 1x10 mg. Berikut hasil lab dan observasi TD 150/100 mmHg, RR 24-27 bpm, temperatur 37,7, WBC 8900/mm3. Hb 8,9 g/dl, Na 128 meq/L; K 3,2 meq/L; Albumin 2,6 mg/dl; Cr 2,2 mg/dl; BUN 32 mg/dl. SGOT 42 U, SGPT 23 U. TCM (+) , BTA (+). GDS 248 mg/dl. DPJP mendiagnosa sebagai TB paru. Terapi hiperglikemi pada kasus diatas

a)

OAD

b)

Rapid acting insulin

c)

Long acting insulin

d)

Kombinas rapid acting-long acting insulin

10.

Tn D 63 tahun BB 55 kg TB 160 cm. MRS tanggal 17 Juli 2025 dengan sesak berat disertai batuk berdahak. Dari hasil penelusuran rekam medis pasien memiliki riwayat hipertensi dengan riwayat obat Lisinopril 1x 10 mg dan Amlodipin 1x10 mg. Berikut hasil lab dan observasi TD 150/100 mmHg, RR 24-27 bpm, temperatur 37,7, WBC 8900/mm3. Hb 8,9 g/dl, Na 128 meq/L; K 3,2 meq/L; Albumin 2,6 mg/dl; Cr 2,2 mg/dl; BUN 32 mg/dl. SGOT 42 U, SGPT 23 U. TCM (+) , BTA (+). GDS 248 mg/dl. DPJP mendiagnosa sebagai TB paru. Kondisi lain yang perlu diperbaiki pada kasus diatas adalah

a)

Hiponatremia

b)

Hipokalemia

c)

Hipoalbumin

d)

Anemia

11.

Tn D 63 tahun BB 55 kg TB 160 cm. MRS tanggal 17 Juli 2025 dengan sesak berat disertai batuk berdahak. Dari hasil penelusuran rekam medis pasien memiliki riwayat hipertensi dengan riwayat obat Lisinopril 1x 10 mg dan Amlodipin 1x10 mg. Berikut hasil lab dan observasi TD 150/100 mmHg, RR 24-27 bpm, temperatur 37,7, WBC 8900/mm3. Hb 8,9 g/dl, Na 128 meq/L; K 3,2 meq/L; Albumin 2,6 mg/dl; Cr 2,2 mg/dl; BUN 32 mg/dl. SGOT 42 U, SGPT 23 U. TCM (+) , BTA (+). GDS 248 mg/dl. DPJP mendiagnosa sebagai TB paru. Peningkatan creatinin serum diatas disebabkan

a)

AKI

b)

Perburukan CKD

c)

Belum tentu perburukan fungsi ginjal

d)

Dehidrasi

12.

Tn D 63 tahun BB 55 kg TB 160 cm. MRS tanggal 17 Juli 2025 dengan sesak berat disertai batuk berdahak. Dari hasil penelusuran rekam medis pasien memiliki riwayat hipertensi dengan riwayat obat Lisinopril 1x 10 mg dan Amlodipin 1x10 mg. Berikut hasil lab dan observasi TD 150/100 mmHg, RR 24-27 bpm, temperatur 37,7, WBC 8900/mm3. Hb 8,9 g/dl, Na 128 meq/L; K 3,2 meq/L; Albumin 2,6 mg/dl; Cr 2,2 mg/dl; BUN 32 mg/dl. SGOT 42 U, SGPT 23 U. TCM (+) , BTA (+). GDS 248 mg/dl. DPJP mendiagnosa sebagai TB paru. Regimen terapi TBC pada pasien diatas adalah

a)

RHZE

b)

RH Streptomisin

c)

ZE Streptomisin

d)

Etambutol Streptomisin

13.

Tn B (45 tahun) dengan diagnosa Skizofrenia stabil menggunakan Olanzapin 15 mg/hari selama 3 tahun. BB naik 15 kg, HbA1C 6,8%, Kolesterol LDL 160 mg/dl. Dokter ingin mengganti ke antipsikotik generasi kedua lainnya dengan profil metabolik lebih baik. Apa parameter pemantauan utama setelah penggantian obat?

a)

Parameter sindrom metabolik (GDP, LDL, BB)

b)

Terjadinya kekambuhan gejala psikiatrik

c)

Efek samping ekstrapiramidal

d)

Peningkatan tekanan darah

14.

Ocreotide diminta cito ke farmasi dari IGD untuk perdarahan gastrointestinal. Obat ini merupakan lanjutan dengan terpasangnya infus ocreotide dari rumah sakit perujuk. Sempat terhenti 20 menit pada saat serah terima pasien karena habis. Maka apoteker akan

a)

Segera menyerahkan ke perawat IGD

b)

Menyampaikan ke dokter untuk dilakukan bolus ulang sebelum melanjutkan dosis rumatan

c)

Obat disiapkan farmasi sehingga perawat tinggal memberikan karena cito

d)

Memastikan rute pemberian

15.

Seorang ibu datang dengan anak usia 3 tahun, berat badan 14 kg ke satelit farmasi. Anaknya mendapat obat parasetamol sirup. Obat yang tersedia adalah Parasetamol 160 mg/5 ml. Hitung dosis yang sesuai untuk anak tersebut.

a)

setara 6,5 ml (pembuatan 6-7 ml)

b)

setara 5 ml (1 sendok obat)

c)

setara 10 ml

d)

setara 3,75 ml (pembulatan 5 ml)

16.

Berdasarkan hasil EKG normal dan serum creatinin dalam batas normal, maka urutan pemberian untuk regimen ABVD pada HL adalah

a)

Adriamisin, Vinblastin, Bleomisin, Dacarbazin

b)

Bleomisin, Adriamisin, Vinblastin, Dacarbazin

c)

Vinblastin, Adriamisin, Bleomisin, Dacarbazin

d)

Dacarbazin, Adriamisin, Bleomisin, Viblastin

17.

Seorang anak usia 6 tahun datang ke klinik dengan gejala demam, pilek, batuk selama 3 hari. Diagnosa dokter adalah ISPA yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan diresepkan amoksisilin dosis terbagi 2-3 dosis 20-40 mg/kg/bb/hari. Apa tanda bahaya yang harus diwaspadai orang tua pada anak dengan ISPA yang memerlukan rujukan segera?

a)

hidung tersumbat

b)

batuk kering ringan

c)

sesak nafas dan nafas cepat

d)

hidung meler

18.

Post craniotomi karena CKD masuk ICU dengan peningkatan TIK, telah terpasang Nicardipin 10 mg/NS 50 ml 6 ml/jam untuk target sistol 150 mmHg. Dalam monitor TD 150/95 mmHg dengan HR 112x/menit. Maka yang diusulkan

a)

Meningkatkan kecepatan Nicardipin menjadi 6 ml/jam

b)

Observasi 30 menit untuk menaikkan nicardipin

c)

Mengganti nicardipine dengan diltiazem injeksi

d)

Mengganti nicardipin dengan Amlodipin 10 mg dan Candesartan 16 mg

19.

Seorang anak laki-laki usia 3 tahun (bb 12 kg) datang dengan keluhan demam dan nyeri saat berkemih. Dokter meresepkan Sefadroksil sirup 125 mg/5 ml dengan dosis 25 mg/kgbb/hari terbagi 2 dosis selama 7 hari. Berat badan anak 12 kg dan ternyata pasien mempunyai alergi penisilin. Apa antibiotik alternatif yang paling tepat untuk ISK pada pasien ini?

a)

Amoksisilin

b)

Sulfametoksazol - Trimetoprim (SMT)

c)

Eritromisin

d)

Gentamisin

20.

Mahasiswa datang ke IGD dengan kejang, BMI 18 dengan albumin 2,5. Dalam asesmen dia merasa minum obat rutin seperti biasa 3x100 mg hanya 6 bulan terakhir. Diet buat dan sayur. Kemungkinan kejang karena

a)

Hipoalbumin karena fenitoin terikat protein tinggi

b)

Diet sayur yang mempengaruhi metabolisme protein

c)

Free fraction fenitoin tinggi sehingga dosis diatas lazim

d)

Ada faktor aktivitas yang mempengaruhi kejang