NEW
Font size
WorksheetsSOAL MID KIMIA ORGANIK STIKES MNIS
Total questions: 50
Worksheet time: 38mins
Keistimewaan utama atom karbon dalam membentuk berbagai senyawa organik adalah:
Mampu membentuk ikatan hidrogen yang kuat
Memiliki ukuran atom paling kecil di golongan IVA
Dapat membentuk empat ikatan kovalen yang kuat dan stabil
Bersifat elektropositif dan mudah terionisasi
Lebih reaktif dibandingkan unsur non-logam lainnya
Konfigurasi elektron karbon dalam keadaan dasar adalah:
1s² 2s² 2p²
1s² 2s² 2p⁶
1s² 2s¹ 2p³
1s² 2s¹ 2p⁴
1s² 2s² 3p²
Karbon mampu membentuk senyawa rantai panjang karena:
Mampu membentuk ikatan logam
Stabil terhadap oksidasi
Dapat membentuk ikatan rangkap dua dan tiga
Mempunyai afinitas elektron tinggi
Sangat mudah terionisasi dalam pelarut polar
Ikatan karbon-karbon (C-C) bersifat sangat penting karena:
Lebih kuat dari ikatan ionik
Tidak dapat terputus dalam reaksi kimia
Memungkinkan terbentuknya kerangka utama molekul organik
Dapat diubah menjadi ikatan logam
Hanya terbentuk pada suhu tinggi
Karbon membentuk hibridisasi sp³ dalam senyawa:
Etena (C₂H₄)
Asetilena (C₂H₂)
Metana (CH₄)
Benzena (C₆H₆)
Karbon monoksida (CO)
Salah satu penyebab karbon dapat membentuk banyak senyawa adalah:
Kecenderungan membentuk ion karbonium
Ukurannya besar sehingga mudah bereaksi
Kemampuan membentuk ikatan kovalen multipel dan stabil
Sifat reduktifnya yang tinggi
Stabil dalam bentuk bebas di alam
Struktur hibridisasi sp² pada karbon dapat ditemukan dalam molekul:
Asetilena
Etena
Metana
Etilena glikol
Etilamina
Keunikan karbon dalam kimia organik tidak termasuk:
Dapat membentuk ikatan rantai terbuka dan tertutup
Dapat berikatan dengan banyak unsur selain karbon
Dapat berikatan logam dalam senyawa organologam
Selalu membentuk senyawa ionik
Dapat membentuk isomer struktural dan stereoisomer
Alasan karbon membentuk berbagai jenis isomer adalah:
Karbon memiliki afinitas elektron tinggi
Dapat membentuk gugus fungsi yang berbeda
Dapat membentuk ikatan rangkap dan struktur cincin
Stabil terhadap reaksi substitusi
Mampu membentuk ikatan ionik dengan unsur logam
Karbon tidak mudah melepaskan elektron untuk membentuk ion karena:
Memiliki keelektronegatifan rendah
Memiliki jari-jari atom yang besar
Energi ionisasi pertama dan kedua cukup besar
Stabil dalam keadaan ionik
Tidak stabil dalam bentuk kovalen
Jenis ikatan yang terbentuk antara dua atom karbon dalam molekul etena adalah:
Ikatan tunggal sigma
Dua ikatan sigma
Satu ikatan sigma dan satu ikatan pi
Dua ikatan pi
Satu ikatan sigma dan dua ikatan pi
Ikatan pi (π) dalam senyawa organik terbentuk dari:
Tumpang tindih orbital s-s
Tumpang tindih orbital s-p secara langsung
Tumpang tindih lateral orbital p-p
Ikatan antar inti atom
Penurunan tingkat energi orbital s
Senyawa organik dengan hibridisasi sp memiliki karakteristik berikut, kecuali:
Geometri linear
Sudut ikatan 180°
Dua orbital p bebas
Tiga ikatan sigma
Dua ikatan pi
Senyawa benzena memiliki ikatan:
Enam ikatan tunggal C-C biasa
Tiga ikatan rangkap tetap
Ikatan tunggal dan rangkap bergantian yang bersifat resonansi
Enam ikatan pi bebas
Ikatan logam antara karbon
Ikatan sigma dalam senyawa organik umumnya terbentuk oleh:
Tumpang tindih orbital p-p lateral
Tumpang tindih orbital p-p frontal
Interaksi elektrostatik
Gaya dispersi London
Gaya tarik Van der Waals
Jumlah maksimum ikatan yang dapat dibentuk oleh satu atom karbon dalam keadaan stabil adalah:
2
3
4
5
6
Ikatan rangkap dua antara karbon dalam senyawa organik mengandung:
Dua ikatan sigma
Dua ikatan pi
Satu ikatan sigma dan dua pi
Satu ikatan sigma dan satu pi
Hanya ikatan pi
Sifat ikatan pi dibandingkan dengan ikatan sigma adalah:
Lebih kuat dan fleksibel
Lebih kuat dan kaku
Lebih lemah dan lebih reaktif
Lebih stabil secara termal
Tidak memengaruhi reaktivitas senyawa
Resonansi dalam senyawa organik menunjukkan:
Perpindahan atom dalam struktur
Adanya perubahan bilangan oksidasi
Delokalisasi elektron dalam ikatan pi
Rotasi bebas ikatan tunggal
Pembentukan senyawa ionik
Dalam senyawa alkena, rotasi bebas di sekitar ikatan rangkap dua tidak terjadi karena:
Bentuk molekulnya planar
Adanya ikatan sigma yang kuat
Ikatan pi akan rusak saat rotasi
Ikatan lebih panjang dari ikatan tunggal
Tidak terdapat orbital hibridisasi
Dalam mekanika kuantum, fungsi gelombang (ψ) menggambarkan:
Massa atom dalam keadaan tereksitasi
Jumlah energi kinetik suatu elektron
Probabilitas absolut keberadaan elektron
Karakteristik ikatan kovalen
Informasi lengkap mengenai keadaan elektron dalam atom
Orbital molekul terbentuk dari kombinasi:
Inti atom dan elektron valensi
Orbit elektron dan orbital inti
Orbital atom melalui interferensi konstruktif dan destruktif
Hibridisasi p dan d
Orbit elektron dan rotasi nuklir
Prinsip eksklusi Pauli menyatakan bahwa:
Elektron harus menempati orbital terendah terlebih dahulu
Dua elektron dalam satu atom tidak boleh memiliki keempat bilangan kuantum yang sama
Elektron tidak bisa berada dalam orbital s
Elektron selalu mengorbit dalam arah berlawanan
Orbital dengan energi yang sama akan diisi berpasangan sejak awal
Dalam konteks ikatan kimia, orbital hibrid sp² memiliki sudut ikatan sekitar:
90°
109,5°
120°
180°
150°
Dalam pendekatan orbital molekul, ikatan σ biasanya terbentuk dari:
Tumpang tindih lateral dua orbital p
Tumpang tindih frontal dua orbital s atau p
Ikatan antara dua inti atom
Interaksi orbital d dan f
Delokalisasi seluruh orbital atom
Hasil interferensi destruktif antara dua orbital atom menghasilkan:
Orbital hibrid sp
Ikatan kovalen yang kuat
Orbital molekul antibonding
Ikatan ionik
Orbit radikal bebas
Bilangan kuantum azimut (l) menentukan:
Energi total orbital
Jarak elektron dari inti
Bentuk orbital
Arah spin elektron
Arah momentum angular
Dalam pendekatan mekanika kuantum, keberadaan nodal plane pada orbital p menunjukkan bahwa:
Tidak ada peluang menemukan elektron pada bidang tersebut
Elektron pasti berada di bidang tersebut
Elektron selalu bergerak melewati nodal plane
Energi orbital p lebih rendah dari orbital s
Spin elektron akan berubah saat melintasi nodal plane
Orbital antibonding biasanya ditandai dengan simbol:
π
σ
σ*
ψ
π⁺
Dalam sistem aromatik seperti benzena, delokalisasi elektron dapat dijelaskan secara kuantum melalui:
Model orbital titik
Tumpang tindih orbital s antar atom
Pembentukan orbital molekul π yang delokalisasi
Ikatan ion antar cincin karbon
Interaksi gaya Van der Waals
Titik didih senyawa organik terutama dipengaruhi oleh:
Massa atom
Jenis ikatan ionik
Gaya antarmolekul seperti ikatan hidrogen dan dipol-dipol
Warna dan bentuk molekul
Jumlah isotop dalam senyawa
Kelarutan senyawa organik dalam air paling tinggi ditunjukkan oleh senyawa yang:
Nonpolar dan berat molekul tinggi
Mengandung gugus nonpolar besar
Mengandung gugus hidroksil (-OH) atau amino (-NH₂)
Terdiri dari rantai karbon panjang
Mengandung cincin aromatik saja
Senyawa yang memiliki gugus fungsi karboksilat akan bersifat:
Basa kuat
Netral di pH fisiologis
Lebih mudah larut dalam pelarut nonpolar
Asam lemah dan mudah terionisasi dalam air
Tidak larut dalam air
Sifat polaritas senyawa organik paling memengaruhi:
Titik leleh
Warna spektrum UV
Kelarutan dalam pelarut tertentu
Kerapatan molekul
Reaktivitas terhadap basa
Perbedaan utama senyawa hidrokarbon jenuh dan tak jenuh secara fisika adalah:
Senyawa jenuh lebih berwarna
Senyawa tak jenuh tidak larut dalam pelarut organik
Senyawa tak jenuh cenderung memiliki titik didih lebih rendah
Senyawa jenuh selalu cair
Senyawa tak jenuh bersifat aromatik
Gugus fungsi berikut yang dapat membentuk ikatan hidrogen antarmolekul adalah:
Eter
Amina primer
Alkena
Aldehid
Klorida alkil
Pengaruh substituen elektronegatif (seperti –Cl atau –NO₂), pada senyawa aromatik terhadap keasaman gugus -COOH adalah:
Menurunkan keasaman
Meningkatkan keasaman dengan menarik elektron
Tidak memengaruhi keasaman
Mengubah gugus -COOH menjadi gugus basa
Menurunkan kelarutan dalam air
Di antara senyawa berikut, manakah yang paling mudah menguap?
Asam asetat
Etanol
Dietil eter
Air
Fenol
Senyawa organik yang menunjukkan absorbansi kuat pada panjang gelombang UV biasanya memiliki:
Gugus alkil jenuh
Sistem konjugasi ikatan rangkap
Ikatan ionik yang kuat
Rantai karbon lurus panjang
Gugus fungsional nonpolar
Meningkatnya panjang rantai alkil pada alkohol akan menyebabkan:
Meningkatkan kelarutan dalam air
Menurunkan titik didih
Meningkatkan sifat polar
Menurunkan kelarutan dalam air
Menurunkan gaya Van der Waals
Di antara senyawa berikut, manakah yang paling mungkin mengalami reaksi dehidrasi intramolekul membentuk alkena di bawah kondisi asam dan pemanasan?
Eter
Alkohol primer
Alkohol sekunder
Aldehid
Amina tersier
Gugus fungsi yang tidak dapat mengalami reaksi hidrolisis langsung tanpa bantuan katalis adalah:
Ester
Amida
Asam karboksilat
Asetal
Lakton
Reaksi antara asam karboksilat dan alkohol dalam kondisi asam menghasilkan senyawa:
Amina
Aldehid
Ester
Keton
Amida
Senyawa yang mengandung gugus karbonil dan bersifat reduktif dalam uji Tollens adalah:
Keton
Alkohol tersier
Aldehid
Ester
Amida
Dalam struktur eter, reaktivitas kimia relatif rendah karena:
Ikatan C-O terlalu lemah
Eter selalu polar non-reaktif
Tidak ada proton asam yang tersedia untuk ionisasi
Eter membentuk ikatan ion
Eter mudah teroksidasi
Amina sekunder dapat dibedakan dari amina primer menggunakan reagen:
Fehling
Litmus
Hinsberg
HCl encer
HNO₃ pekat
Gugus fungsi yang menunjukkan resonansi antara atom karbon, oksigen, dan nitrogen adalah:
Amina
Alkohol
Amida
Eter
Ester
Senyawa karbonil yang dapat mengalami reaksi adisi nukleofilik tanpa perlu aktivasi tambahan adalah:
Ester
Keton
Amida
Aldehid
Asam karboksilat
Manakah pernyataan yang benar mengenai perbedaan reaktivitas antara aldehid dan keton dalam reaksi adisi nukleofilik?
Keton lebih reaktif karena karbonilnya lebih elektrofilik
Aldehid lebih reaktif karena hambatan steriknya lebih kecil
Keton tidak bereaksi kecuali dalam larutan asam
Aldehid tidak dapat membentuk hemiasetal
Reaktivitas keduanya sama karena memiliki gugus karbonil
Senyawa berikut paling sedikit bersifat basa di antara pilihan berikut:
Amina primer
Amina sekunder
Amina tersier
Amida
Amonia
