NEW
Font size
WorksheetsPretest Postes IHT SMK Wisata Harmas 2025
Total questions: 33
Worksheet time: 17mins
Salah satu ciri pembelajaran mendalam adalah pembelajaran yang menghubungkan materi dengan konteks kehidupan nyata siswa. Prinsip ini disebut dengan prinsip:
Bermakna
Berorientasi Hasil
Berkesadaran
Mengembirakan
Seorang guru memulai pelajaran dengan mengajak siswa merenung tentang dampak limbah plastik terhadap lingkungan sekitar. Tindakan ini mencerminkan prinsip pembelajaran mendalam:
Menghibur
Kolaboratif
Berkesadaran
Tematik
Berikut ini yang TIDAK termasuk tujuan dari penerapan pembelajaran mendalam adalah:
Meningkatkan kesadaran kritis siswa terhadap lingkungan
Memberi pengalaman belajar yang kontekstual
Menyampaikan materi sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat
Membangun rasa ingin tahu dan semangat belajar siswa
Guru mengajak siswa belajar tentang konservasi air dengan mengamati lingkungan sekolah dan membuat solusi sederhana. Pendekatan ini mencerminkan pembelajaran yang:
Mendalam dan kontekstual
Berorientasi nilai
Berbasis hafalan
Seragam dan kaku
Dalam pendekatan Understanding by Design, tahap pertama yang harus dilakukan guru adalah:
Menentukan aktivitas pembelajaran
Menentukan bukti pencapaian (assessment)
Merancang asesmen formatif
Menetapkan tujuan akhir (understanding)
Pendekatan Understanding by Design (UbD) disebut juga dengan istilah:
Pembelajaran berbasis kompetensi
Perencanaan pembelajaran berdiferensiasi
Pembelajaran tematik integratif
Perencanaan berbasis hasil akhir (backward design)
Berikut ini yang merupakan tahap kedua dalam model Understanding by Design (UbD) adalah:
Menentukan kegiatan belajar dan pengajaran
Menetapkan tujuan akhir (understanding)
Menentukan bukti pencapaian (assessment)
Menyusun aktivitas pembelajaran
Salah satu tujuan utama pendekatan Understanding by Design (UbD) adalah:
Menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan minat dan gaya belajar siswa
Menghargai dan memanfaatkan latar belakang budaya siswa dalam proses pembelajaran
Membantu guru mengajar sesuai gaya mengajarnya
Mendorong siswa untuk memiliki pemahaman yang mendalam dam transfer pengetahuan
Prinsip utama dari pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) adalah:
Mengajarkan materi sesuai urutan kurikulum nasional
Menyusun soal-soal latihan berbasis ujian akhir
Mengelompokkan siswa berdasarkan usia dan kelas
Mengajar siswa sesuai dengan tingkat kemampuan belajarnya saat ini
Langkah pertama dalam implementasi Teaching at the Right Level (TaRL) adalah:
Menyusun modul tambahan dari buku pelajaran
Melakukan asesmen diagnostik untuk mengukur tingkat kemampuan dasar
Membagi siswa berdasarkan abjad nama
Menentukan nilai akhir semester siswa
Dalam Teaching at the Right Level (TaRL), keberhasilan program lebih diukur berdasarkan:
Persentase siswa yang lulus ujian sekolah
Kedisiplinan dan kehadiran siswa
Kemampuan siswa untuk mengikuti pelajaran sesuai kelasnya
Kemajuan nyata dalam kemampuan dasar seperti membaca dan berhitung
Tujuan utama dari Culturally Responsive Teaching (CRT) adalah:
Menyesuaikan gaya belajar siswa dengan teknologi terbaru
Memberi hukuman bagi siswa yang tidak memahami budaya lokal
Mengintegrasikan latar belakang budaya siswa dalam proses pembelajaran
Menghindari diskusi yang berkaitan dengan budaya dalam kelas
Dalam pembelajaran yang Culturally Responsive Teaching (CRT), peran guru adalah:
Menyampaikan materi tanpa memandang keberagaman
Menyesuaikan pengajaran dengan norma sekolah saja
Menyediakan lingkungan belajar yang netral dan tidak berpihak
Mengenali dan menghargai identitas budaya setiap siswa dalam praktik pembelajaran
Contoh praktik Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam kelas adalah:
Menugaskan siswa untuk menceritakan pengalaman atau cerita dari budaya mereka
Menggunakan buku teks yang seragam untuk semua siswa
Menghindari membahas budaya agar tidak menimbulkan konflik
Memberikan tugas rumah tanpa mempertimbangkan konteks sosial siswa
Salah satu dampak positif dari penerapan pembelajaran Culturally Responsive Teaching (CRT) adalah:
Meningkatnya penggunaan teknologi di kelas
Siswa merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk belajar
Guru lebih mudah menyelesaikan administrasi pembelajaran
Kegiatan belajar menjadi lebih kaku dan terstruktur
Guru yang menerapkan Culturally Responsive Teaching (CRT) akan:
Menyamaratakan semua siswa agar lebih mudah dalam mengajar
Mendorong siswa untuk meninggalkan budaya asalnya demi budaya sekolah
Mengintegrasikan cerita rakyat, bahasa daerah, dan nilai lokal dalam pembelajaran
Menghindari pengaruh budaya luar terhadap proses pembelajaran
Tujuan utama dari diferensiasi pembelajaran adalah:
Menyeragamkan kemampuan siswa agar sesuai dengan standar kelas
Menciptakan rasa aman, memiliki, dan dihargai bagi semua siswa
Memastikan semua siswa dapat belajar secara optimal meskipun memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda
Meningkatkan nilai siswa dengan cara memperbanyak latihan
Dalam diferensiasi proses, guru perlu mempertimbangkan:
Cara siswa mengakses dan memahami materi
Jumlah kehadiran siswa
Standar nilai minimal
Banyaknya soal ujian yang dikerjakan siswa
Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL) mengembangkan lima kompetensi utama, salah satunya adalah:
Kecerdasan logis
Kesadaran diri
Kecepatan membaca
Kemampuan fisik
Contoh dari penerapan kompetensi kesadaran sosial di sekolah adalah:
Siswa mengatur jadwal belajar pribadi
Siswa membantu teman yang kesulitan tanpa diminta
Siswa menetapkan target nilai untuk ujian
Siswa menyusun rencana belajar mandiri
Salah satu tujuan dari pendekatan Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL) dalam pendidikan adalah:
Meningkatkan nilai akademik tanpa mempertimbangkan aspek sosial
Mengembangkan kemampuan berpikir kritis semata
Membangun keterampilan sosial dan emosional siswa secara seimbang dengan prestasi akademik
Mempersingkat waktu belajar agar lebih efisien
Tujuan utama dari Pembelajaran Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL) adalah:
Meningkatkan kecepatan dalam menyelesaikan soal akademik
Membantu siswa meraih peringkat kelas tertinggi
Mengembangkan keterampilan mengenali dan mengelola emosi, berempati, dan menjalin hubungan positif
Menghafal teori kepribadian dan psikologi secara detail
Prinsip utama dari experiential learning adalah:
Siswa menghafal materi sebanyak-banyaknya
Guru menjadi pusat seluruh kegiatan belajar
Siswa belajar melalui pengalaman langsung dan refleksi
Pembelajaran dilakukan secara daring sepenuhnya
Seorang guru IPA mengajak siswa mengolah sampah organik menjadi kompos. Setelah itu, siswa mendiskusikan apa yang mereka pelajari dan menuliskan kesimpulan. Kegiatan ini merupakan contoh dari:
Pembelajaran pasif
Experiential Learning
Drill and Practice
Ceramah interaktif
Konsep school well-being merujuk pada:
Kesehatan fisik siswa saja
Tingkat keberhasilan akademik guru
Kondisi menyeluruh yang mendukung kesehatan mental, emosional, sosial, dan fisik warga sekolah
Kecepatan siswa dalam menyelesaikan ujian
Cara sekolah dapat meningkatkan school well-being siswa adalah melalui:
Menambah tugas rumah agar siswa terbiasa disiplin
Meningkatkan kompetisi antarkelas
Menyediakan layanan konseling dan membangun relasi positif di lingkungan sekolah
Mewajibkan siswa mengikuti semua ekstrakurikuler
Guru yang mampu menjadi teladan akan berdampak pada:
Meningkatnya rasa takut siswa terhadap guru
Terbentuknya budaya belajar yang penuh tekanan
Tumbuhnya karakter positif dan sikap disiplin dalam diri siswa
Rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran
Tujuan utama dari pendidikan nilai adalah:
Menjadikan siswa patuh tanpa berpikir kritis
Menanamkan nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan siswa
Membantu siswa menghafal peraturan sekolah
Mengutamakan pencapaian nilai akademik
Kompetensi pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap fase perkembangan disebut ...
Capaian Pembelajaran (CP)
Tujuan Pembelajaran (TP)
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
Deskripsi tentang apa yang ingin dicapai peserta didik setelah mengikuti pembelajaran disebut ...
Capaian Pembelajaran (CP)
Tujuan Pembelajaran (TP)
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
Rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis, berfungsi sebagai panduan untuk mencapai Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) disebut ...
Capaian Pembelajaran (CP)
Tujuan Pembelajaran (TP)
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
Kriteria yang digunakan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran, berfungsi sebagai refleksi bagi guru dalam menilai proses pembelajaran dan tingkat penguasaan kompetensi siswa disebut ...
Capaian Pembelajaran (CP)
Tujuan Pembelajaran (TP)
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
Rencana pembelajaran yang lebih detail dan komprehensif, yang mencakup tujuan pembelajaran, materi, metode, dan penilaian disebut ...
Capaian Pembelajaran (CP)
Daftar Nilai
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Modul Ajar
