Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Filsafat Ilmu PJJ HKI

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang menjadi kritik utama Islam terhadap epistemologi ilmu modern?

a)

Ilmu modern terlalu mengandalkan data empiris dan eksperimen laboratorium.

b)

Ilmu modern mengabaikan wahyu sebagai sumber pengetahuan yang valid.

c)

Ilmu modern hanya fokus pada sains terapan.

d)

Ilmu modern tidak menggunakan metode kuantitatif.

2.

Mengapa ilmu modern dianggap sekuler dalam pandangan Islam?

a)

Karena ilmuwan modern mayoritas berasal dari Eropa (Barat) yang non-Muslim.

b)

Karena ilmu modern memisahkan fakta empiris dari nilai-nilai ketuhanan.

c)

Karena ilmu modern hanya diajarkan di universitas umum dan sekuler.

d)

Karena ilmu modern menolak semua bentuk agama.

3.

Apa kelemahan paradigma reduksionisme dalam ilmu modern menurut perspektif Islam?

a)

Mengabaikan kompleksitas realitas yang sebenarnya multidimensi.

b)

Terlalu bergantung pada matematika dalam menjelaskan fenomena.

c)

Tidak pernah menghasilkan penemuan yang bermanfaat.

d)

Hanya mempelajari benda mati, bukan makhluk hidup.

4.

Bagaimana Islam memandang klaim objektivitas mutlak dalam ilmu modern?

a)

Sebagai sesuatu yang mustahil karena manusia memiliki subjektivitas.

b)

Sebagai standar ideal yang harus dicapai semua ilmuwan dalam penelitian ilmiah.

c)

Sebagai bukti keunggulan metode ilmiah modern.

d)

Sebagai penghalang kemajuan teknologi.

5.

Mengapa konsep "nilai bebas nilai" (value-free) dalam ilmu modern bermasalah secara Islami?

a)

Karena ilmu harus selalu mendukung kepentingan politik.

b)

Karena ilmu tidak mungkin netral, selalu ada pengaruh worldview.

c)

Karena ilmuwan Muslim dilarang mengkritik pemerintah.

d)

Karena nilai-nilai agama hanya relevan di masjid, bukan laboratorium.

6.

Apa yang hilang dalam ilmu modern akibat dikotomi fakta-nilai?

a)

Akurasi perhitungan ilmiah.

b)

Dimensi moral dan teleologis dari pengetahuan.

c)

Kesempatan untuk mempublikasikan penelitian.

d)

Minat mahasiswa terhadap sains.

7.

Mengapa Islam menolak positivisme sebagai satu-satunya metode ilmu?

a)

Karena positivisme terlalu sulit dipelajari.

b)

Karena tidak semua kebenaran dapat diverifikasi secara empiris.

c)

Karena positivisme hanya digunakan di bidang fisika.

d)

Karena Islam lebih mendukung metode deduktif saja.

8.

Bagaimana Islam memandang relativisme dalam ilmu sosial modern?

a)

Sebagai ancaman terhadap kebenaran universal yang bersumber dari wahyu.

b)

Sebagai kemajuan pemikiran yang harus diadopsi.

c)

Sebagai masalah kecil yang tidak perlu diperdebatkan.

d)

Sebagai metode untuk mempromosikan kesetaraan gender dalam kajian waris dan imamah.

9.

Apa kelemahan ilmu modern dalam memahami konsep "hakikat" menurut Islam?

a)

Terlalu fokus pada eksperimen mahal.

b)

Mengabaikan dimensi metafisik dan spiritual realitas.

c)

Hanya mempelajari fenomena alam dan realita (empiris).

d)

Tidak pernah menggunakan statistik.

10.

Mengapa Islam mengkritik ilmu modern yang mengabaikan teleologi (tujuan penciptaan)?

a)

Karena ilmu menjadi tidak bermakna tanpa memahami tujuan ilahiah.

b)

Karena teleologi menghambat kemajuan teknologi.

c)

Karena ilmuwan Muslim tidak tertarik pada filsafat.

d)

Karena Al-Qur'an melarang mempelajari sebab-akibat.

11.

Apa kelemahan utama pendekatan antroposentris dalam ilmu modern?

a)

Manusia dianggap sebagai pusat alam semesta, mengabaikan hakikat ketuhanan.

b)

Pendekatan ini terlalu abstrak untuk dipahami dan diterapkan dalam kajian ilmiah.

c)

Tidak ada alat laboratorium yang mendukung pendekatan ini.

d)

Pendekatan ini hanya digunakan di bidang seni.

12.

Mengapa Islam menolak pandangan materialisme dalam ilmu modern?

a)

Karena materialisme bertentangan dengan konsep kepemilikan pribadi.

b)

Karena materialisme menafikan keberadaan ruh dan alam gaib.

c)

Karena materialisme tidak menghasilkan uang.

d)

Karena materialisme hanya dianut oleh ilmuwan kuno.

13.

Apa kelebihan integrasi naqli (wahyu) dan aqli (akal) dalam epistemologi Islam dibanding ilmu modern?

a)

Mempercepat proses industrialisasi di komunitas masyarakat muslim.

b)

Memberikan kerangka pengetahuan yang lebih holistik dan seimbang.

c)

Membuat penelitian lebih murah.

d)

Menghilangkan kebutuhan akan metode ilmiah.

14.

Mengapa Islam mengkritik ilmu modern yang mengklaim kebenaran absolut?

a)

Karena kebenaran absolut hanya milik Allah, sains bersifat dinamis.

b)

Karena klaim absolut menghambat kreativitas.

c)

Karena ilmu modern tidak pernah mencapai kemajuan.

d)

Karena Al-Qur'an melarang penggunaan logika.

15.

Bagaimana solusi Islam terhadap keterbatasan ilmu modern?

a)

Menolak seluruh temuan ilmu modern dan kembali ke tradisi abad pertengahan.

b)

Mengintegrasikan wahyu, akal, dan empiris dalam kerangka tauhid.

c)

Hanya mempelajari ilmu agama dan meninggalkan sains.

d)

Menerima semua teori Barat tanpa filter.

16.

Mengapa positivisme dianggap gagal dalam menyelesaikan kasus perceraian secara manusiawi?

a)

Karena hanya fokus pada prosedur hukum

b)

Karena melibatkan tokoh agama dalam mediasi

c)

Karena mengutamakan nilai-nilai spiritual

d)

Karena menolak kepastian hukum

17.

Contoh kritik hukum Islam terhadap positivisme dalam hukum keluarga adalah...

a)

Legalisasi pernikahan sesama jenis

b)

Penekanan pada mediasi keluarga sebelum perceraian

c)

Penggunaan hukum adat untuk menyelesaikan sengketa

d)

Penghormatan terhadap keragaman keyakinan

18.

Apa dampak dari pemisahan hukum dan moral dalam positivisme terhadap hukum keluarga?

a)

Meningkatkan harmoni keluarga

b)

Mengabaikan nilai-nilai keadilan

c)

Memperkuat ikatan spiritual

d)

Menghasilkan kepastian hukum yang absolut

19.

Mengapa positivisme dikritik dalam konteks hak asuh anak?

a)

Karena selalu memprioritaskan kesejahteraan emosional anak

b)

Karena memberikan hak otomatis

c)

Karena melibatkan keluarga besar dalam pengambilan keputusan

d)

Karena mengindahkan nilai-nilai agama

20.

Kritik terhadap positivisme dalam hukum keluarga mencakup...

a)

Kurangnya kepastian hukum

b)

Pengabaian terhadap peran negara

c)

Terlalu mengandalkan nilai-nilai spiritual

d)

Ketidakmampuan beradaptasi dengan perubahan zaman

21.

Apa yang dimaksud dengan "reduksi keluarga menjadi hubungan hukum" dalam kritik terhadap positivisme?

a)

Keluarga dilihat sebagai ikatan emosional dan spiritual

b)

Keluarga hanya diatur oleh aturan prosedural

c)

Keluarga dianggap sebagai lembaga agama

d)

Keluarga bebas dari intervensi hukum

22.

Manakah contoh Circular Reasoning?

a)

"Dia pintar karena nilai-nilainya bagus dan IPKnya tinggi."

b)

"Agama X benar karena kitabnya mengatakan demikian."

c)

"Kebijakan ini adil karena pemerintah menyatakannya adil."

d)

"Semua orang membeli ini, jadi barang ini pasti berkualitas."

23.

Manakah contoh False Dilemma?

a)

"Kamu harus memilih: kuliah atau hidup dalam kemiskinan."

b)

"Produk ini populer, jadi pasti bagus."

c)

"Dia jujur karena tidak pernah berbohong sekalipun dalam hidupnya."

d)

"Setelah memakai gelang ini, hidup saya membaik."

24.

Contoh Appeal to Authority adalah:

a)

"Profesor Y mengatakan teori ini benar, jadi pasti benar."

b)

"Kamu salah karena tidak pernah merasakan kuliah di kampus ternama."

c)

"Kita harus mengurangi plastik, bukan melarang untuk menggunakannya."

d)

"Ini salah karena bertentangan dengan tradisi."

25.

Bandwagon Fallacy mengacu pada:

a)

Klaim kebenaran berdasarkan popularitas.

b)

Kesimpulan tanpa bukti valid yang memadai.

c)

Menyerang karakter lawan bicara.

d)

Mengubah argumen lawan dengan mengintrepretasikan

26.

False Cause adalah ketika seseorang:

a)

Menganggap korelasi sebagai sebab-akibat.

b)

Mengulang premis-premis sebagai kesimpulan.

c)

Membuat generalisasi argument dengan terburu-buru.

d)

Menggunakan otoritas tanpa bukti.

27.

"Kamu tidak bisa kritik pemerintah karena kamu bukan politisi." Termasuk fallacy apa?

a)

Ad Hominem

b)

Straw Man

c)

False Dilemma

d)

Circular Reasoning

28.

Contoh isu hukum keluarga yang memerlukan interpretasi progresif adalah...

a)

Pembagian warisan sesuai ketentuan tetap

b)

Pernikahan beda agama dan hak asuh anak

c)

Penggunaan bahasa Arab dalam teks hukum

d)

Penerapan hukum waris tanpa modifikasi

29.

Dalam hukum Islam, kaidah ushul fiqh seperti "am" (umum) dan "khas" (khusus) digunakan untuk...

a)

Menghilangkan ambiguitas bahasa

b)

Menetapkan makna literal teks tanpa pengecualian

c)

Menentukan cakupan penerapan suatu ayat

d)

Mengabaikan konteks historis

30.

Pendekatan literal dalam menafsirkan hukum keluarga Islam cenderung...

a)

Fleksibel terhadap perubahan sosial

b)

Mempertahankan makna harfiah teks

c)

Mengutamakan konteks modern

d)

Mengabaikan otoritas teks sumber

31.

Kelebihan pendekatan kontekstual adalah...

a)

Mempertahankan konsistensi hukum tanpa perubahan

b)

Responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern

c)

Mengabaikan nilai-nilai syariah

d)

Bersifat kaku dan statis

32.

Prinsip maqasid al-shariah dalam penafsiran hukum bertujuan untuk...

a)

Mempertahankan makna teks secara kaku

b)

Mencapai keadilan dan kemaslahatan

c)

Mengabaikan konteks historis

d)

Menolak penggunaan qiyas

33.

Kritik terhadap bahasa gender dalam teks hukum keluarga Islam adalah...

a)

Kurang inklusif terhadap peran perempuan

b)

Terlalu fleksibel terhadap perubahan sosial

c)

Mengabaikan makna literal

d)

Tidak bersumber pada Al-Qur'an

34.

Hukum identitas (A = A) dalam logika formal relevan dengan Hukum Keluarga Islam karena:

a)

Mengharuskan perubahan definisi nikah sesuai zaman.

b)

Menegaskan konsistensi konsep seperti "mahram" yang tetap.

c)

Memvalidasi semua pendapat ulama fiqih tanpa kriteria tetap.

d)

Merekonstruksi pemahaman prinsip syariah dalam penetapan hukum.

35.

Azas ketidaksesuaian (A = B, B ≠ C, maka A ≠ C) dapat diterapkan untuk menyimpulkan:

a)

Jika nikah sah (A) = perjanjian kuat (B), dan perjanjian kuat (B) ≠ jual-beli (C), maka nikah sah (A) ≠ jual-beli (C).

b)

Semua pernikahan adalah jual-beli.

c)

Mahar tidak ada kaitannya dengan akad.

d)

Wali harus berasal dari pihak pembeli.

36.

Hukum cukup alasan (law of sufficient reason) menuntut bahwa perubahan hukum waris harus:

a)

Dilakukan tanpa penafsiran ayat waris.

b)

Memiliki alasan syar'i yang jelas.

c)

Mengikuti adat dalam ketentuan waris.

d)

Menghilangkan ketentuan Al-Qur'an.

37.

Contoh logika informal dalam Hukum Keluarga Islam adalah:

a)

Menggunakan logika matematika untuk menghitung mahar nikah.

b)

Menganalisis argumen ulama tentang poligami dalam bahasa alami.

c)

Memberikan hak asuh anak di bawah 5 tahun pasca perceraian kepada ayahnya.

d)

Mengabaikan analogi (qiyas) dalam fiqih.

38.

Aturan "definisi tidak boleh negatif" dilanggar dalam pernyataan:

a)

"Wali bukanlah orang yang tidak berakal."

b)

"Nikah sah adalah akad yang memenuhi rukun dan syarat."

c)

"Mahar wajib diberikan oleh mempelai laki-laki."

d)

"Iddah adalah masa tunggu setelah perceraian."

39.

Proposisi analitik dalam Hukum Keluarga Islam contohnya adalah:

a)

Perceraian menyebabkan kesedihan.

b)

Wali mujbir adalah wali yang berhak memaksa nikah.

c)

Hadhanah adalah hak asuh anak.

d)

Poligami diperbolehkan dengan syarat adil.

40.

Proposisi sintetik yang memerlukan verifikasi empirik dalam Hukum Keluarga Islam adalah:

a)

Akad nikah harus disaksikan dua orang saksi.

b)

Mahar emas lebih bernilai daripada mahar uang.

c)

Talak satu dapat dirujuk tanpa akad baru.

d)

Warisan anak laki-laki dua kali lipat anak perempuan.

41.

Proposisi kategorik universal negatif (E) dalam Hukum Keluarga Islam adalah:

a)

Semua pernikahan tanpa wali tidak sah.

b)

Sebagian talak diucapkan dalam keadaan emosi.

c)

Tidak ada pernikahan yang sah tanpa saksi.

d)

Hadhanah diberikan kepada ibu jika anak masih kecil.

42.

Proposisi hipotetik dengan hubungan keharusan dalam Hukum Keluarga Islam contohnya:

a)

Jika suami mentalak istri, maka istri harus menjalani iddah.

b)

Jika mahar dibayar tunai, pernikahan lebih bahagia.

c)

Jika wali menolak, calon mempelai boleh mencari wali lain.

d)

Jika keluarga harmonis, anak-anak akan pintar.

43.

Teori konsensus dalam hukum keluarga Islam dapat dilihat dalam proses...

a)

Mufakat Ulama terkait suatu masalah

b)

Pembuktian empiris kasus perceraian

c)

Penyusunan teori hukum keluarga Islam

d)

Penafsiran tunggal oleh seorang ahli

44.

Contoh penerapan teori kebenaran semantik Tarskian dalam hukum Islam adalah...

a)

Menolak semua interpretasi yang tidak praktis

b)

Mengutamakan pendapat mayoritas masyarakat

c)

Menguji kebenaran hadis melalui kontektualisasi makna berdasarkan zaman sekarang

d)

Menilai makna 'keadilan' dalam Al-Qur'an berdasarkan konteks linguistik

45.

Kelemahan teori kebenaran koherensi adalah...

a)

Tidak dapat menjamin kesesuaian dengan fakta empiris

b)

Terlalu mengandalkan manfaat praktis yang terkadang subjektif

c)

Bergantung pada kesepakatan subjektif

d)

Mengabaikan makna Bahasa yang terkadang mengalami pergeseran makna

46.

Teori korespondensi cocok digunakan dalam hukum keluarga Islam untuk...

a)

Membuktikan kasus pernikahan melalui saksi dan dokumen

b)

Menentukan hukum permasalahan keluarga Islam berdasarkan kesepakatan ulama

c)

Menilai kebenaran berdasarkan kegunaan sosial

d)

Membangun sistem hukum yang logis

47.

Pragmatisme dalam konteks hukum Islam mungkin dikritik karena...

a)

Mengabaikan kebenaran absolut dari teks suci

b)

Terlalu kaku dalam menerapkan logika dalam pemaknaan suatu ayat atau hadis

c)

Mengandalkan kesepakatan ulama dalam pemaknaan suatu ayat atau hadis

d)

Tidak mempertimbangkan konsistensi internal

48.

Teori konsensus dalam mahkamah syar'iyah terlihat ketika...

a)

Hakim memutuskan berdasarkan kesepakatan majelis

b)

Membandingkan fakta empiris dengan dalil Al-Qur'an

c)

Mengutamakan kepraktisan dan kemanfaatan hukum Islam

d)

Menafsirkan teks secara independen

49.

Teori semantik Tarskian bermanfaat untuk...

a)

Memahami makna 'nusyuz' dalam Al-Qur'an secara linguistik

b)

Menentukan kebenaran berdasarkan manfaat bagi khalayak umum

c)

Mengandalkan kesepakatan ulama abad pertengahan

d)

Menolak semua interpretasi modern terkait redaksi dalam Al-Qur'an

50.

Manakah pernyataan yang sesuai dengan teori koherensi?

a)

Hukum waris Islam benar karena sesuai dengan matematika pembagian.

b)

Hukum waris Islam benar dan harus diterapkan karena bermanfaat untuk masyarakat.

c)

Hukum waris Islam benar karena disepakati oleh mayoritas ulama.

d)

Hukum waris Islam benar dan harus diterapkan karena sesuai dengan realitas sosial.