Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Grand Final CoC

Total questions: 15

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pria berusia 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 1 tahun lalu. Sesak memberat jika pasien beraktivitas berat. Pasien sering terbangun saat tidur karena sesak dan tidur dengan 2 bantal. Riwayat hipertensi sejak 10 tahun lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90, HR 100, RR 22, T 36,7, SpO2 98. Tidak ditemukan tanda kongesti. Apakah tatalaksana yang tepat pada kasus tersebut?

a)

ACE inhibitor dan nitrat

b)

ACE inhibitor dan beta blocker

c)

Calcium channel blocker dan beta blocker

d)

Calcium channel blocker dan loop diuretic

e)

Nitrat dan loop diuretic

2.
  1. Seorang pria berusia 60 tahun datang ke IGD dengan keluhan berdebar-debar sejak 2 jam yang lalu, disertai mual, muntah, dan keringat dingin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 80/60, HR 178, RR 32, T 36. Pada pemeriksaan EKG didapatkan gambar sebagai berikut. Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien?

a)

Diltiazem 15 mg

b)

Vagal manuver

c)

ATP 10 mg

d)

Adenosine 6 mg

e)

Kardioversi 50 J

3.

Seorang anak perempuan berusia 2,5 tahun dibawa ke IGD karena penurunan kesadaran. Anak tidak mau makan apapun sejak 3 hari terakhir. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 80/60, HR 100, RR 24, T 36,2. Pada pemeriksaan fisik anak tampak apatis, sangat kurus, iga gambang (+), baggy pants (+), edema (-). Saat dilakukan pemeriksaan GDS 40 mg/dL. Tatalaksana yang tepat untuk pasien adalah?

a)

Berikan oralit 200 cc

b)

Berikan 50ml glukosa 10% atau 10% sukrosa (1 sdt gula + 50 ml air) per oral

c)

Berikan RL 30 cc/kg dalam 30 menit, lanjut 70cc/kg dalam 2,5 jam

d)

Berikan IV D10% 5 cc/kgbb lanjutkan dengan F75

e)

Berikan resomal 5 ml/kgbb tiap 30 menit dalam 2 jam pertama

4.

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan lenting-lenting panas pada sekitar mulut sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan serupa pernah dialami 1 tahun lalu. Pasien mengaku sering bertukar-tukar gelas minum di tempat kerja. Pasien belum menikah dan menyangkal riwayat berhubungan seksual. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 120/80, HR 90, RR 18, T 37. Pada regio oralis, terdapat lesi kulit vesikel dengan dasar eritema multiple. Apakah tatalaksana yang tepat untuk kasus tersebut?

a)

Asiklovir 5 x 200 mg selama 7 hari

b)

Asiklovir 5 x 400 mg selama 5 hari

c)

Asiklovir 3 x 400 mg selama 5 hari

d)

Asiklovir 4 x 200 mg selama 5 hari

e)

Asiklovir 4 x 200 mg selama 7 hari

5.
  1. Seorang wanita berusia 19 tahun dibawa ke UGD RS setelah mengalami kejang 1 kali dalam 1 jam terakhir. Saat kejang didapatkan mata mendelik ke atas, keempat ekstremitas kelojotan dengan pola yang teratur. Durasi kejang berlangsung kurang lebih 15 menit. Pasien memiliki riwayat kejang sebelumnya saat masih anak-anak tanpa didahului demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, kesadaran menurun, tekanan darah 110/70, HR 82, RR 18 dan T 37 . Tatalaksana yang tepat pada pasien setelah stabil adalah?

a)

Diazepam

b)

Phenobarbital

c)

Phenytoin

d)

Carbamazepine

e)

Asam Valproat

6.

Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ke IGD karena anak tampak lemas. Anak mengalami BAB cair dan mual muntah sejak kemarin, BAB cair kurang lebih 6 x dalam sehari. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 90/60, HR 120, RR 24, T 36,2. Pemeriksaan fisik didapatkan anak tampak sadar dan kehausan, terlihat sangat kurus, mata cowong (+), iga gambang (+), baggy pants(+), BB 10 kg. Pada pemeriksaan GDS 85 mg/dL.Tatalaksana yang tepat untuk pasien adalah?

a)

Berikan oralit 200 cc/ BAB cair

b)

Berikan resomal 50 ml tiap 30 menit dalam 2 jam pertama

c)

Berikan RL 300 cc dalam 30 menit, lanjut RL 700 cc dalam 2,5 jam

d)

Berikan oralit 750 cc dalam 3 jam pertama

e)

Berikan 50 ml glukosa 10% atau 10% sukrosa (1 sdt gula + 50 ml air) per oral

7.

Seorang wanita bernama Ny. R G2P1A0 berusia 30 tahun dengan usia kehamilan 32 minggu datang ke Puskesmas dengan keluhan keluar cairan bening dalam jumlah banyak dari jalan lahir sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai dengan perut terasa kencang-kencang. Pada pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan TD 100/70, HR 103,RR 24, dan T 36,6. Pada pemeriksaan obstetri didapatkan TFU 27 cm, leopold I teraba bulat dan kenyal, leopold II teraba keras memanjang seperti papan pada sisi kanan perut ibu, leopold III teraba bulat keras melenting, dan leopold IV sudah masuk panggul. His (+) 2x dalam 10 menit, DJJ 148, tali pusat tampak dari vagina. Apa tatalaksana awal yang harus dilakukan bagi pasien ini?

a)

Knee chest position

b)

Manuver Rubin

c)

Manuver McRoberts

d)

Kompresi manual

e)

Reduksi manual

8.
  1. Seorang pria berusia 52 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam tinggi, menggigil, nyeri pinggang kanan, dan nyeri berkemih selama 3 hari terakhir. Pasien memiliki Riwayat diabetes sejak 10 tahun yang lalu. Pemeriksaan tanda vital TD 130/85, HR 110, RR 21, T 39.2. Pemeriksaan fisik ditemukan nyeri ketok CVA(+/-). Hasil urinalisis menunjukkan leukosit 80/HPF, nitrit positif, dan bakteriuria signifikan. Kultur urin menunjukkan pertumbuhan E. coli (+). Apa pilihan tatalaksana yang tepat bagi pasien?

a)

Metronidazole 4x500mg 14 hari + Kotrimoksazol 2x960mg 7 hari

b)

Ceftriaxone 1x1gr IV 14 hari + Ciprofloxacin 2x500mg PO 7 hari

c)

Ciprofloxacin 2x500mg 7 hari

d)

Kotrimoksazol 2x960mg 7 hari

e)

Kotrimoksazol 2x480mg 7 hari

9.

Seorang pria berusia 50 tahun ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya dan segera dibawa ke IGD. Keluarganya mengatakan bahwa sejak pagi pasien tampak gelisah, berkeringat banyak, dan mengeluhkan nyeri otot. Pasien memiliki riwayat gangguan jiwa dan sebelumnya mendapatkan pengobatan, tetapi sudah beberapa bulan tidak kontrol karena merasa sudah sembuh. Beberapa jam sebelum ditemukan, pasien terlihat mengonsumsi sejumlah obat yang tersisa di rumahnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 160/95, HR 120, RR 30, T 39,2°C, dan ditemukan rigiditas otot yang signifikan. Apakah tatalaksana yang tepat untuk kondisi pasien?

a)

Paracetamol

b)

Bromokriptin

c)

Klorpromazin

d)

Haloperidol

e)

Diazepam

10.
  1. Pasien perempuan usia 30 tahun G2P0A1 UK 10 minggu dirujuk dari poliklinik kebidanan ke Penyakit Dalam ke karena mengeluh jantung sering berdebar- debar. Keluhan disertai sering berkeringat, tidak tahan di kondisi panas, dan tangan gemetaran. Pemeriksaan fisik didapatkan nodul difus pada area leher yang bergerak saat menelan tanpa disertai nyeri. Pemeriksaan laboratorium didapatkan TSH menurun dan FT4 meningkat. Apa tatalaksana yang paling tepat untuk pasien tersebut?

a)

Propanolol 3x10mg

b)

Metimazol 1x10 mg

c)

PTU 3x200 mg

d)

Dexamethason 3x0.5 mg

e)

PTU 3x500 mg

11.

Seorang wanita berusia 36 tahun P3A0 baru saja melahirkan pervaginam 2 jam yang lalu dan sekarang pasien mengalami perdarahan minimal disertai nyeri disekitar kemaluan. Bayi lahir lebih bulan dan berat lahir 3.200 gram. Pemeriksaan fisik didapatkan TTV TD 100/70, HR 101, RR 22, T 36,5. Kontraksi uterus adekuat, TFU 2 jari dibawah pusat. Plasenta lahir lengkap. Saat dilakukan eksplorasi jalan lahir pasien dinyatakan mengalami rupture perineum grade 2 Apa yang dimaksud dengan kondisi dari hal tersebut?

a)

Ruptur mengenai sfingter ani interna

b)

Ruptur hanya di mukosa vagina

c)

Ruptur hingga mukosa rektum

d)

Ruptur mengenai otot perineum

e)

Ruptur mengenai sfingter ani eksterna

12.

Seorang wanita usia 28 tahun G1P1A0 dengan usia kehamilan 39 minggu datang ke IGD karena sakit kepala seperti terikat. Pasien mengaku mengalami darah tinggi selama masa kehamilan. Pemeriksaan tanda-tanda vital menunjukkan TD 190/120, HR 80, RR 18, dan T 36,7. Pemeriksaan obstetri menunjukkan TFU 33 cm, DJJ 150, presentasi kepala. Dari pemeriksaan dalam didapatkan bahwa selaput ketuban (+), dilatasi serviks 3 cm, pemendekan 60%, konsistensi serviks lembek, posisi serviks posterior, dan station janin 0. Bishop skor 8. Apa tatalaksana yang tepat untuk pasien ini?

a)

Induksi persalinan dengan oksitosin

b)

Pematangan serviks dengan misoprostol

c)

Membrane sweeping

d)

Kompresi aorta abdominal

e)

Manual plasenta

13.

Pasien laki-laki berusia 42 tahun ke puskesmas karena diare sejak 3 hari lalu. BAB pasien mencapai 6 kali sehari, cair seperti air cucian beras disertai lendir namun tanpa darah. Pasien baru saja berlibur ke daerah pantai dan makan hidangan ikan mentah. Tanda vital pasien TD 100/90, HR 110 kuat angkat, RR 20, T 37.8. Pemeriksaan fisik didapatkan dehidrasi ringan. Dilakukan pemeriksaan Gram dari sampel feses didapatkan hasil sebagai berikut. Bagaimana tatalaksana pada kasus ini?

a)

Doksisiklin 2x100 mg selama 7 hari

b)

Tetrasiklin 4x500mg selama 3 hari

c)

Klaritromisin 2x500 mg selama 14 hari

d)

Azitromisin 2 gram SD

e)

Amoksisilin 3x500 mg selama 7 hari

14.

Seorang pria berusia 24 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mudah lelah dan demam sejak seminggu yang lalu. Pasien juga mengeluhkan pusing, gusi berdarah saat gosok gigi, dan muncul lebam-lebam di tungkai dan lengan. Pasien mengatakan bahwa sebulan yang lalu dirinya dirawat karena sakit demam tifoid. Pemeriksaan fisik TD 120/80, HR 78, RR 20, T 38,8, konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, hepatosplenomegali (-). Pemeriksaan lab Hb 8,1, MCV 85, MCH 29, leukosit 3.200, trombosit 59.000. Pemeriksaan biopsi sumsum tulang didapatkan gambaran hiposeluler. Apakah tatalaksana definitif yang tepat untuk pasien?

a)

Pemberian imunosupresan

b)

Transplantasi sumsung tulang

c)

Transfusi whole blood

d)

Transfusi PRC

e)

Rehidrasi kristaloid

15.
  1. Seorang anak usia 4 tahun diantar ibunya ke Poli THT dengan keluhan nyeri dan bengkak pada daun telinga kiri dialami sejak 2 hari lalu. Ibu pasien mengatakan ada lubang kecil di daerah telinga kiri yang muncul sejak lahir, kadang keluar cairan. Pemeriksaan fisis AS didapatkan edema (+), nyeri tekan (+), fluktuasi (+), fistel preaurikuler (+). Pemeriksaan otoskop AS liang telinga lapang, membran timpani intak. Tatalaksana yang tepat untuk pasien ini adalah?

a)

Observasi

b)

Antibiotik dan kompres rivanol

c)

Kultur sekret

d)

Insisi drainase dan antibiotik

e)

Kortikosteroid dan antibiotik