wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Anemia Remaja

Total questions: 13

Worksheet time: 7mins

Name
Class
Date
1.

Seorang siswi SMA berusia 16 tahun merasa cepat lelah, pusing, dan sulit konsentrasi di kelas. Pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin rendah. Berdasarkan data brief, kondisi ini paling mungkin disebabkan oleh:

a)

Konsumsi makanan tinggi protein

b)

Pola makan kurang zat besi dan minim edukasi gizi

c)

Aktivitas fisik berlebih dan stres akademik

d)

Konsumsi air putih berlebih dan olahraga ekstrem

e)

Efek hormonal akibat masa pubertas

2.

Seorang pembuat kebijakan daerah ingin menurunkan prevalensi anemia remaja putri dari 32% menjadi di bawah 20% dalam lima tahun. Berdasarkan rekomendasi kebijakan, strategi paling efektif yang harus dilakukan adalah:

a)

Meningkatkan jumlah rumah sakit dan layanan gizi

b)

Melatih guru mata pelajaran biologi untuk menyuluh anemia

c)

Menyediakan akses digital dan kampanye edukatif berbasis TTD

d)

Menyediakan sarapan gratis di sekolah

e)

Menurunkan harga suplemen zat besi di pasaran

3.

Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi anemia tertinggi terjadi pada kelompok usia:

a)

Balita usia 1–5 tahun

b)

Remaja putri usia 15–24 tahun

c)

Dewasa usia 25–45 tahun

d)

Ibu menyusui

e)

Lansia di atas 60 tahun

4.

Dalam rangka pelaksanaan program nasional TTD, pemerintah ingin meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet di kalangan siswi sekolah. Tantangan utama dalam pelaksanaan ini adalah:

a)

Tidak tersedianya tablet di apotek

b)

Tidak ada program edukasi untuk orang tua

c)

Kurangnya pemahaman siswa tentang manfaat TTD dan ketakutan efek samping

d)

Harga tablet yang terlalu mahal

e)

Masalah logistik pengiriman dari luar negeri

5.

Seorang kepala sekolah ingin mendukung program pencegahan anemia di sekolahnya. Berdasarkan policy brief, bentuk dukungan paling strategis adalah:

a)

Menyediakan jus buah dan makanan manis di kantin

b)

Melarang kegiatan olahraga agar energi siswa tidak terkuras

c)

Mengintegrasikan edukasi anemia ke dalam kegiatan rutin sekolah dan menyediakan TTD

d)

Memberi hadiah kepada siswi yang tidak anemia

e)

Mengizinkan siswi pulang lebih awal jika merasa pusing

6.

Dalam diagram prevalensi anemia remaja 2007–2018, terlihat adanya peningkatan prevalensi. Apa implikasi utama dari tren ini?

a)

Anemia hanya menjadi masalah gizi di masa kecil

b)

Kebijakan pemerintah sudah cukup efektif

c)

Diperlukan program intervensi baru dan edukasi masif pada remaja

d)

Remaja saat ini lebih sehat secara umum

e)

Angka tersebut sudah tidak relevan karena data lama

7.

Dalam konteks edukasi remaja, pendekatan apa yang paling sesuai dengan rekomendasi brief?

a)

Menyediakan buku teks gizi di perpustakaan

b)

Ceramah dari guru sekali setahun

c)

Edukasi multimedia dan pelibatan remaja sebagai duta gizi

d)

Tes darah massal tiap semester

e)

Seminar umum bagi orang tua siswa

8.

Jika seorang peneliti ingin mengkaji dampak anemia terhadap kualitas generasi mendatang, indikator yang paling tepat digunakan adalah:

a)

Tingkat kehadiran sekolah dan minat baca

b)

Kecukupan tidur malam dan aktivitas fisik

c)

Kapasitas intelektual, produktivitas, dan performa belajar

d)

Jumlah kelas yang tersedia

e)

Ketahanan fisik saat olahraga

9.

Pemerintah ingin mengukur keberhasilan program TTD di sekolah. Indikator keberhasilan paling tepat antara lain:

a)

Jumlah brosur yang dibagikan

b)

Banyaknya guru yang ikut pelatihan

c)

Penurunan prevalensi anemia dan peningkatan konsumsi TTD

d)

Total tablet yang dibeli pemerintah

e)

Rasa tablet yang disukai siswa

10.

Dalam ringkasan eksekutif disebutkan bahwa anemia tidak hanya berdampak pada tubuh, tapi juga:

a)

Meningkatkan risiko kanker serviks

b)

Menurunkan harga diri dan kecemasan sosial

c)

Mengurangi fungsi kognitif dan intelektual

d)

Menimbulkan infeksi kronis

e)

Mengubah hormon dan siklus ovulasi

11.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 1 November 2022, tercatat 325 kasus GGAPA pada anak di Indonesia dengan distribusi usia: <1 tahun (75 kasus), 1-5 tahun (169 kasus), 6-10 tahun (42 kasus), dan 11-18 tahun (39 kasus). Dari total kasus tersebut, 178 anak meninggal dunia (tingkat kematian 54,8%). Seorang dokter puskesmas ingin menganalisis faktor risiko berdasarkan distribusi kasus tersebut. Kelompok usia yang memiliki risiko tertinggi dan memerlukan perhatian khusus dalam program deteksi dini adalah:

a)

Kelompok usia <1 tahun karena sistem imun belum matang

b)

Kelompok usia 1-5 tahun karena memiliki jumlah kasus terbanyak

c)

Kelompok usia 6-10 tahun karena masa sekolah aktif

d)

Kelompok usia 11-18 tahun karena masa pubertas

e)

Semua kelompok usia memiliki risiko yang sama

12.

Seorang dokter di puskesmas terpencil menemukan 3 kasus anak dengan gejala oliguria, mual, dan lemah dalam waktu 2 minggu. Berdasarkan sistem pelaporan terintegrasi yang direkomendasikan dalam kebijakan, dan mengingat perlunya koordinasi antara puskesmas, klinik, rumah sakit, Dinas Kesehatan, serta BPOM untuk deteksi pola gejala serupa. Tindakan surveillance yang harus dilakukan segera adalah..

a)

Menunggu hingga ada 10 kasus baru untuk konfirmasi outbreak

b)

Melaporkan ke Dinas Kesehatan dan melakukan investigasi epidemiologi segera

c)

Memberikan terapi simptomatik tanpa melaporkan ke atasan

d)

Merujuk semua kasus ke rumah sakit terdekat tanpa koordinasi

e)

Melakukan pemeriksaan laboratorium lokal saja tanpa pelaporan

13.

Dalam rangka implementasi kebijakan deteksi dini penyakit ginjal pada anak, sebuah puskesmas merencanakan program komprehensif. Berdasarkan masalah yang dihadapi meliputi: gangguan tumbuh kembang, kurangnya pengetahuan orang tua, keterbatasan alat diagnostik, gagal ginjal akut, dan kurangnya tenaga medis. Rekomendasi kebijakan mencakup pengembangan sistem pelaporan, layanan terpadu, edukasi publik, dan peningkatan kapasitas. Strategi implementasi yang paling efektif untuk mengatasi multiple challenges tersebut adalah:

a)

Fokus hanya pada peningkatan alat diagnostik karena paling mendesak

b)

Mengembangkan program terintegrasi dengan pendekatan multi-sektoral dan bertahap

c)

Memberikan pelatihan kepada orang tua saja tanpa melibatkan tenaga kesehatan

d)

Menunggu penambahan tenaga medis sebelum memulai program lainnya

e)

Implementasi semua program secara bersamaan dalam waktu singkat