NEW
Font size
WorksheetsLATIHAN SOAL UKOM MASA ANTARA & KB
Total questions: 27
Worksheet time: 14mins
Seorang wanita berumur 21 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan tidak menstruasi selama 4 bulan. Hasil anamnesis: sebelumnya menstruasi tidak teratur, sering mengalami dismenorhea, ibu telah menikah selama 1 tahun, belum pernah hamil, suami baru saja kembali dari tugas luar daerah selama 4 bulan, berhubungan seksual terakhir 4 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 140/90 mmHg, N 88 x/menit, P 20 x/menit, S 36,8°C, test urine HCG (+), tidak terdengar DJJ dan tidak teraba ballotemen atau bagian janin. Rencana asuhan apakah yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
Melakukan pengkajian data lanjutan dengan ibu secara terpisah
Menyampaikan hasil pemeriksaan hanya pada ibu
Menggali harapan pasangan terhadap perencanaan kehamilan
Menenangkan pasangan tentang kemungkinan komplikasi selain kehamilan
Melakukan kolaborasi untuk pemeriksaan penunjang USG
Seorang bidan di desa, untuk memudahkan pencapaian target pelayanan kontrasepsi, kemudian menugaskan kader-kader KB untuk memberikan konseling pada PUS yang belum memakai alat kontrasepsi. Termasuk dalam fungsi pengorganisasian apakah bidan tersebut?
Planning
Leading
Staffing
Organizing
Controlling
Seorang wanita berusia 30 tahun, P2A0 datang ke Bidan Praktik Mandiri bersama suami, mengatakan ingin menggunakan KB IUD. Apakah kontraindikasi dari penggunaan alat kontrasepsi tersebut?
Penderita penyakit trofoblas yang ganas
Penderita penyakit tiroid
Penderita hipertensi
Penderita diabetes
Penderita kanker payudara
Seorang perempuan akseptor KB pil mengalami muntah setelah 2 jam mengonsumsinya. Apa tindakan yang harus dilakukan perempuan tersebut?
Segera minum pil yang lain
Minum pil pada hari berikutnya
Minum 2 pil sehari
Tes kehamilan
Tidak melakukan hubungan seksual sampai siklus haid berikutnya
Seorang wanita berusia 42 tahun P6A1 anak terkecil berusia 2 bulan datang ke PMB untuk konsultasi KB. Ibu memiliki riwayat DM, persalinan terakhir SC dengan indikasi eklampsia. Hasil pemeriksaan 170/110 mmHg, P 80 x/m. Tujuan ber-KB pada klien tersebut adalah?
Memiliki riwayat obstetri yang buruk
Mengatur jarak kehamilan
Kehamilan berisiko tinggi
Terlalu banyak anak
Usia ibu di atas 40 tahun
Seorang perempuan umur 26 tahun, P1A0, nifas 4 minggu, datang ke Puskesmas untuk berkonsultasi KB. Hasil anamnesis: ibu dilarang ber-KB oleh suaminya. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, P 16 x/menit. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Menghargai keputusan suaminya
Melibatkan suami dalam proses konseling kontrasepsi
Memberikan ibu konseling berbagai metode kontrasepsi
Mendorong ibu memutuskan sendiri hak reproduksinya
Membantu ibu merahasiakan kontrasepsi yang akan dipakai
Seorang perempuan umur 25 tahun P1A0, datang ke RS untuk menjadi akseptor KB. Hasil anamnesis: ingin menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang, saat ini haid hari ke - 5, tidak mempunyai riwayat penyakit jantung, diabetes dan hipertensi. Ibu memilih metode kontrasepsi AKBK. Pada saat pemasangan 1 batang AKBK, batang tersebut keluar sebagian. Tindakan apakah yang paling tepat sesuai kasus tersebut?
Ganti KB dengan metode lainnya
Cabut AKBK dan beri antibiotik
Cabut semua batang AKBK pasang yang baru
Evaluasi adanya infeksi
Ganti batang yang ekspulsi dengan yang baru
Seorang perempuan, umur 27 tahun, datang ke RS untuk memakai kontrasepsi. Hasil anamnesis: melahirkan 6 bulan yang lalu, anak pertama, belum pernah haid, HIV (+), sedang pengobatan TB 6 bulan dan ARV, menyusui eksklusif. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/100 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, S 36,7oC. Alat kontrasepsi apa yang paling tepat pada kasus tersebut?
Pil progestin
AKDR
Suntik kombinasi
AKBK
Suntik progestin
Seorang perempuan umur 29 tahun P2A0 datang ke BPM untuk konsultasi KB. Hasil anamnesis: suaminya baru diketahui terinfeksi virus HIV. Ibu tetap ingin bersama suaminya dan menyatakan tidak ingin punya anak lagi. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 78 x/menit, P 20 x/menit, S 36,7oC, tidak ada kelainan pada genitalia. Jenis kontrasepsi apa yang paling tepat pada kasus tersebut?
AKDR
Kondom
Pil kombinasi
Kontrasepsi mantap
Suntik progestin
Seorang perempuan, umur 35 tahun datang ke PMB ingin memakai kontrasepsi untuk mengatur jarak kehamilan yang tidak mengganggu ASI. Hasil anamnesis: melahirkan anak pertama 6 bulan yang lalu, memberikan ASI eksklusif dan belum pernah haid. Hasil pemeriksaan KU baik, TD 170/100 mmHg, N 90 x/menit, P 24 x/menit, S 36,70C. Alat kontrasepsi apa yang paling tepat pada kasus tersebut?
Suntik kombinasi
AKDR
Pil kombinasi
Suntik DMPA
AKBK
Seorang perempuan, umur 30 tahun datang ke PMB dengan keluhan mengalami spotting sejak 4 bulan terakhir. Hasil anamnesis: akseptor KB Indoplant sejak 7 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, S 37oC, P 20 x/menit. Apa pengobatan yang tepat pada kasus tersebut?
Ibuprofen 3x1000 mg selama 5 hari
Pil kombinasi selama 1 siklus
Etinilestadio 100 mg
Estrogen equin konjugasi 1,75 untuk 14-21 hari
Suntik progestin selama 3 bulan
Seorang perempuan umur 23 tahun, P1A0 datang ke PMB, untuk menggunakan KB IUD. Hasil anamnesis persalinan 6 bulan yang lalu, belum mendapatkan haid, sudah melakukan hubungan seksual, riwayat infeksi radang panggul. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/70 mmHg, N 88 x/menit, S 37,3°C, P 24 x/menit, hasil pemeriksaan bimanual terdapat nyeri goyang adnexa kanan dan kiri. Apakah konseling yang paling tepat untuk kasus tersebut?
Membilas vagina secara teratur
Tidak melakukan senggama selama siklus haid
Pemasangan IUD setelah dinyatakan bebas infeksi
Kemungkinan resiko infeksi saluran reproduksi kecil
Anatomi uterus tidak retrofleksi
Seorang perempuan umur 39 tahun P2A0 datang ke PMB dengan keluhan lupa minum pil KB selama 2 hari berturut- turut. Hasil anamnesis haid: terakhir 2 minggu yang lalu, tadi malam melakukan hubungan seksual, cemas bila terjadi kehamilan. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/70 mmHg. N 88 x/menit, S 37.3°C, P P 24 x/menit. Bidan kemudian memberikan 0,75 levonogestrel sebagai kontrasepsi darurat. Bagaimanakah anjuran waktu pemakaian kontrasepsi darurat yang paling tepat untuk kasus tersebut?
Dalam waktu 3 hari pasca senggama, dosis tunggal
Dalam waktu 7 hari pasca senggama 2x4 tab dosis kedua 12 jam kemudian
Dalam waktu 3 hari pasca senggama, dosis kedua 6 jam kemudian
Dalam waktu 3 hari pasca senggama, 1x2 tab
Dalam waktu 3 hari pasca senggama, 2x1 tab dosis kedua 12 jam kemudian
Seorang perempuan berusia 45 tahun, P3A0, datang ke RS atau rujukan dari BPM, mengeluh mengalami keputihan, terasa gatal, dan berbau busuk. Ibu mengatakan merasa nyeri pada bagian pinggang dan sakit ketika berhubungan seksual. Hasil TTV dalam batas normal. Kemudian dilakukan pemeriksaan menggunakan cairan asam yang dioleskan pada bagian leher rahim. Pemeriksaan yang dilakukan pada perempuan tersebut adalah...
Pap smear
Pemeriksaan IVA
Biopsi
Kolposkopi
Pemeriksaan panggul
Seorang wanita berusia 25 tahun, P1A0 datang ke Puskesmas ingin mengganti kontrasepsi dengan kontrasepsi suntik 3 bulan. Sebelumnya ibu menggunakan kondom, tidak sedang menyusui dan saat ini sedang menstruasi hari ke-2. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/70 mmHg, N 80xmenit, R 19x/menit, S 36,8 °C, dan tidak terdapat varises. Kapan ibu boleh menggunakan kontrasepsi tersebut...
Saat ini
Setelah selesai menstruasi
Hari ke-8 sampai ke-10 siklus menstruasi tanpa kontrasepsi lain
Hari ke-14 siklus menstruasi tanpa kontrasepsi lain
Pada siklus menstruasi berikutnya
Seorang wanita berusia 28 tahun, P2A0, baru saja melakukan pemasangan implan di Puskesmas dan setelah dilakukan observasi 15 menit baru diperbolehkan pulang. Sebelum pulang, bidan harus memberikan KIE perawatan di rumah. Konseling yang tepat diberikan bidan sesuai kasus diatas adalah...
Plester dapat langsung dibuka setelah sampai rumah
Luka insisi dapat langsung terkena air setelah pemasangan
Daerah luka insisi dijaga agar kering dan bersih minimal selama 48 jam setelah pemasangan.
Terdapat tanda demam, daerah luka kemerahan, dan mengeluarkan cairan nanah merupakan hal yang wajar setelah pemasangan implan
Klien dapat langsung bekerja setelah 30 hari pemasangan
Seorang perempuan, usia 35 tahun,P2A0 akseptor KB pil, datang ke BPM dengan keluhan lupa minum pil selama 2 hari berturut-turut. Ibu mengatakan tadi malam melakukan hubungan seksual dengan suaminya dan khawatir akan hamil. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/80 mmHg, N 84x/menit, R 20x/menit, S 36,8 °C. Tindakan yang paling tepat dilakukan pada kasus diatas adalah...
Melakukan tes kehamilan
Memberikan suntikan KB 3 bulan
Menganjurkan untuk segera minum pil sebanyak hari yang ditinggalkan
Memberikan kontrasepsi darurat
Memberikan konseling
Seorang perempuan berusia 32 tahun, P2A1, datang ke RS untuk konsultasi kontrasepsi. Hasil anamnesis: melahirkan 3 bulan yang lalu, menyusui eksklusif, dan tidak memiliki riwayat penyakit serius. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 75 x/menit, P 18 x/menit, S 36,5 °C. Metode kontrasepsi apa yang paling tepat untuk ibu tersebut?
Suntik kombinasi
Suntik progestin
AKDR
Implan
Pil kombinasi
Seorang wanita berusia 29 tahun, P1A0, datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri saat berhubungan seksual. Hasil anamnesis: sudah menikah selama 2 tahun, tidak ada riwayat penyakit menular seksual. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, S 36,8 °C, terdapat nyeri tekan pada perut bagian bawah. Tindakan apa yang paling tepat untuk kasus ini?
Melakukan pemeriksaan panggul
Melakukan USG abdomen
Memberikan konseling tentang kesehatan reproduksi
Memberikan obat pereda nyeri
Merujuk ke spesialis kandungan
Seorang perempuan berusia 40 tahun, P3A2, datang ke RS untuk pemeriksaan rutin. Hasil anamnesis: tidak ada keluhan, tetapi ingin tahu tentang metode kontrasepsi yang aman untuk usianya. Hasil pemeriksaan: TD 130/85 mmHg, N 78 x/menit, S 36,9 °C. Jenis kontrasepsi apa yang paling tepat untuk ibu tersebut?
Suntik progestin
Pil kombinasi
AKDR
Kontrasepsi mantap
Implan
Seorang wanita berusia 29 tahun, P1A0, datang ke Puskesmas untuk mengganti metode kontrasepsi. Hasil anamnesis: sebelumnya menggunakan pil KB, tidak sedang menyusui, dan saat ini sedang menstruasi. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, R 20 x/menit, S 36,8 °C. Kapan ibu boleh menggunakan kontrasepsi baru tersebut?
Hari ke-8 sampai ke-10 siklus menstruasi tanpa kontrasepsi lain
Pada siklus menstruasi berikutnya
Setelah selesai menstruasi
Hari ke-14 siklus menstruasi tanpa kontrasepsi lain
Saat ini
Seorang perempuan berusia 30 tahun, P2A0, datang ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya. Ibu mengeluh mengalami keputihan yang banyak dan berbau. Bidan melakukan pemeriksaan dengan mengoleskan larutan asam asetat pada serviks, lalu terlihat bercak putih pada area tersebut. Pemeriksaan yang dilakukan bidan bertujuan untuk mendeteksi dini…
Infeksi vagina
Kanker serviks
Kanker Ovarium
Endometritis
Mioma uteri
Seorang perempuan usia 28 tahun, P1A0, datang ke BPM dengan keluhan menstruasi tidak teratur sejak 4 bulan terakhir. Ibu ingin mengetahui kondisi kesehatannya dan meminta pemeriksaan untuk mendeteksi dini kanker leher rahim. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel sel dari serviks menggunakan spatula dan dikirim ke laboratorium. Pemeriksaan tersebut adalah…
Inspeksi visual dengan asam asetat
koloskopi
Pap smear
Biopsi serviks
Pemeriksaan CA-125
Seorang perempuan berusia 35 tahun, P2A0, datang ke klinik dengan keluhan nyeri panggul kronis dan keputihan berulang. Dokter melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan alat pembesar khusus untuk melihat permukaan serviks secara detail setelah pemeriksaan IVA positif. Pemeriksaan yang dilakukan disebut…
Pemeriksaan panggul
Biopsi serviks
koloskopi
Pap smear
USG transvaginal
Seorang perempuan usia 40 tahun, P3A0, datang ke puskesmas untuk skrining kanker serviks. Ibu tidak mengeluh keluhan berarti. Bidan menjelaskan akan melakukan pemeriksaan sederhana menggunakan larutan asam asetat 3-5% yang hasilnya dapat diketahui segera. Pemeriksaan ini bertujuan untuk…
Menentukan ukuran mioma uteri
Mendeteksi dini kanker serviks
Menilai ketebalan endometrium
Menentukan posisi uterus
Menentukan adanya kista ovarium
Seorang perempuan usia 32 tahun, P2A0, datang ke BPM mengeluh nyeri saat berhubungan seksual dan keputihan berbau. Setelah dilakukan pemeriksaan IVA, hasilnya positif. Tindakan selanjutnya yang tepat untuk menegakkan diagnosis adalah…
Pap smear
USG transvaginal
Biopsi serviks
Pemeriksaan panggul
Kuretase
Seorang wanita berusia 26 tahun, P1A0, datang ke PMB dengan keluhan tidak menstruasi selama 3 bulan. Hasil anamnesis: sudah menikah selama 2 tahun, tidak ada riwayat penyakit serius. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 78 x/menit, S 36,8 °C, test urine HCG (-). Rencana asuhan apakah yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
Memberikan pil kontrasepsi untuk mengatur siklus
Melakukan pemeriksaan darah lengkap
Memberikan konseling tentang kesehatan reproduksi
Melakukan pemeriksaan lanjutan untuk penyebab amenore
Menganjurkan untuk menunggu siklus menstruasi berikutnya
