NEW
Font size
WorksheetsKuis Etika dan Diagnosa Medis
Total questions: 15
Worksheet time: 15mins
Perempuan, 56 tahun dirawat di ruang inap RS dengan diagnosa medis Ca. Mamae Dextra pasca mastektomi. Saat ini, Perawat melakukan perawatan luka, perawat lupa menutup sampiran sehingga pasien lain melihat tindakan yang dilakukan perawat. Apakah prinsip etik yang dilanggar oleh perawat pada kasus tersebut?
Justice
Fidelity
Autonomy
Beneficence
Confidentiality
Perempuan, 15 tahun dirawat di ruang ranap RS dengan diagnosa medis Adenokarsinoma rekti. Pasien sudah melakukan kemoterapi 1 minggu sebelum masuk RS. Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri di seluruh tubuh dengan skala nyeri 7-9 berdasarkan Visual Analog Scale (VAS), sulit tidur, tampak menangis dan gelisah, TD 135/80 mmHg, frekuensi nadi 77x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 390C. Terapi yang diberikan morfin intravena secara drip kontinyu. Terapi analgesik apakah yang telah diberikan pada kasus tersebut?
Asetaminofen
Analgesik non-opoid
Analgesik opoid kuat
Analgesik opoid lemah
Antiinflamasi nonstreoid
Perempuan, 55 tahun di rawat di ruang inap RS dengan diagnosa medis DM tipe 2. Hasil pengkajian : pasien mengeluh lemas, sering haus, sering mengantuk, sering BAK di malam hari, mudah lapar, dan mudah lelah, berat badan sering turun, TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 36,50C, GDS 400 mg/dl. Apakah diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Fatique
Defisit nutrisi
Hipoglikemia
Gangguan pola tidur
Ketidakstabilan kadar glukosa darah
Laki-laki, 60 tahun dirawat di ruang inap RS dengan diagnosa medis sirosis hati. Hasil pengkajian : pasien mengeluh muntah darah sebanyak 5 kali, bab warna hitam cair, perut membesar, terasa lemas, nafsu makan menurun dan penurunan berat badan, tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi nadi 110 x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 36.70C. Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat pada kasus tersebut?
Pemeriksaan feses
Pemeriksaan urinalisa
Pemeriksaan rontgen
Pemeriksaan endoscopy
Pemeriksaan kolonoscopy
Perempuan, 48 tahun dirawat di ruang Inap Penyakit Dalam dengan Pneumonia. Hasil pengkajian: pasien mengeluh sesak napas dan sulit mengeluarkan dahak, suara napas ronchi, irreguler, tampak menggunakan otot bantu pernapasan, tekanan darah 110/80 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit, frekuensi napas 26x/menit, suhu 37.0 C. Saat ini, Perawat melakukan tindakan melatih batuk efektif pada pasien. Perawat telah menyiapkan alat dan bahan tindakan, mencuci tangan dengan 6 langkah. Apakah tindakan selanjutnya yang dilakukan oleh perawat tersebut?
Mengatur posisi semi fowler/fowler
Mengidentifikasi kemampuan batuk pasien
Menganjurkan tarik napas dalam selama 4 detik
Melakukan kolaborasi pemberian mukolitik dan ekspektoran
Mengajarkan pasien batuk dengan kuat setelah tarik napas dalam yang ke-3
Laki-laki, 40 tahun dirawat di RS dengan meningitis mengeluh demam tinggi sejak 3 hari yang lalu. Hasil pengkajian, pasien mengatakan sering berkeringat pada malam hari dan batuk-batuk, tampak kulit kemerahan dan teraba panas, TD 130/90 mmHg, frekuendi nadi 88x/menit, frekuensi napas 22x/menit, suhu 39 C. Apakah masalah keperawatan yang utama pada kasus tersebut ?
Ansietas
Nyeri Akut
Hipertermia
Gangguan integritas kulit/jaringan
Bersihan jalan napas tidak efektif
Laki-laki, 48 tahun dirawat diruang inap RS dengan cedera kepala mengalami penurunan kesadaran. Hasil pengkajian: TD 90/60 mmHg, frekuensi nadi 110 x/m, frekuensi napas 24x/m, suhu 36,5 C, pasien membuka mata dengan rangsangan nyeri, respon motorik melokalisir nyeri, respon suara mengerang. Berapakah nilai GCS pada kasus tersebut ?
8
9
10
11
12
Perempuan, 52 tahun di rawat di ruang penyakit dalam dengan Pnemonia. Hasil pengkajian: pasien tampak sesak, napas irregular, suara napas ronchi, tampak menggunakan otot bantu napas, Tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 102 x/menit, frekuensi napas 27x/m, suhu 36,8 C. Saat ini, perawat melakukan tindakan nebulizer, perawat memasukkan obat ke dalam chamb nebulizer. Apakah tindakan selanjutnya yang tepat dilakukan oleh perawat tersebut?
Hubungkan selang ke mesin nebulizer atau sumber oksigen
Pasang masker menutupi hidung dan mulut pasien
Mulai melakukan inhalasi dengan menyalakan mesin nebulizer atau mengalirkan oksigen 6-8 L/menit
Anjurkan pasien untuk melakukan napas dalam saat inhalasi dilakukan
Monitor respon pasien dan bersihkan daerah mulut dan hidung pasien
Perempuan, 55 tahun di rawat di ruang inap RS dengan trauma medula spinalis mengeluh kedua kaki tidak bisa berjalan. Hasil pengkajian, pasien mengatakan nyeri dan cemas saat bergerak, tampak lemah, hanya berbaring ditempat tidur, terdapat paraplegia, inkontinensia urin. Apakah evaluasi keperawatan yang utama pada kasus tersebut?
Tingkat ansietas menurun
Perawatan diri meningkat
Toleransi aktivitas meningkat
Mobilitas fisik meningkat
Komtinensia urin membaik
Perempuan, 40 tahun dirawat di ruang inap RS mengeluh pusing berputar. Hasil pengkajian, pasien mengatakan pusing secara tiba-tiba disertai mual dan muntah, hilang keseimbangan, tidak mampu konsentrasi, telinga terasa berdenging, tampak pucat, TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 22x/menit, suhu 36,5 C. Apakah nervus cranialis yang terganggu pada kasus tersebut ?
Nervus I
Nervus II
Nervus VI
Nervus VIII
Nervus X
Laki-laki, 56 tahun dirawat di ruang inap RS dengan diagnosa kanker kolon. Pasien akan menjalani operasi kolostomi. Sebelum melakukan tindakan operasi, perawat memberikan penjelasan dan meminta persetujuan pasien. Apakah prinsip etik yang diterapkan oleh perawat tersebut?
Justice
Fidelity
Autonomy
Beneficence
Non-maleficence
Seorang perempuan, 47 tahun dirawat dengan keluhan luka di kaki tidak sembuh-sembuh. Pasien mengatakan terjadinya luka karena menggunting kuku. Riwayat diabetes melitus disangkal oleh pasien. Hasil pemeriksaan: Luka terlihat merah di area ibu jari kaki Kanan Dan mengeluarkan pus, tekanan darah 140/90 mmHg, frekuensi nadi 70x/menit, frekuensi napas 16x/menit, regular, nadi teraba kuat, suhu 37'5 C, ronkhi +, GDS 290 mg/dl. Apakah pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan pada kasus tersebut?
HbsAg
HbA1c
Antigen
Sputum
SGOT/SGPT
Seorang laki-laki, 59 tahun dirawat di RS dengan diagnosis gagal jantung. Pasien mengeluh Capek terutama saat melakukan aktivitas, pasien lemah dan pucat. Hasil pemeriksaan : Frekuensi Madi 60x/menit, Irama regular, nadi perifer teraba lemah, CRT > 3 detik, akral dingin, turgor kulit menurun. Pasien terpasang nasal Kabul 3 lpm, frekuensi napas 24x/menit, Irama regular, suara paru bronkovesikuler. Apakah diagnosis keperawatan Utama pada kasus tersebut?
Risiko perfusi miokard tidak efektif
Perfusi perifer tidak efektif
Pola napas tidak efektif
Intoleransi aktifitas
Hipovolemia
Seorang laki-laki, 61 tahun dirawat di RS dengan keluhan sesak jika beraktivitas, diagnosis gagal jantung Dan diabetes melitus tips 2. Hasil pemeriksaan: CRT >3 detik, frekuensi nadi 59x/menit, regular, nadi teraba lemah, akral dingin Dan pucat, turgor kulit menurun, frekuensi napas 16x/menit, irama regular, ronkhi +, sputum +, edema tungkai grade 1. Apakah rencana tindakan keperawatan prioritas pada jasus tersebut?
Manajemen Asam basa
Latihan batik efektif
Pemberian boat oral
Perawatan sirkulasi
Pemantaun cairan
Seorang perempuan, 37 tahun, diagnosis diabetes melitus tips 2, dirawat di RS akibat tidak sadarkan diri. Hasil pemeriksaan : Saat ini pasien mengatakan masih Lemas, frekuensi nadi 68x/menit, regular, frekuensi napas 16x/ menit, suhu 37C, GDS 230 mg/dl. Perawat memberikan injeksi insulin sesuai terapi yang dibetikan. Setelah memprsiapkan alat Dan Bahan, perawat mulai membersihkan area penyuntikan. Apakah langkah selanjutnya yang harus dilakukan perawat tersebut?
Menggenggam Dan mencubit sekeliling area penyuntikan
Memegang spuit dengan tangan dominan
Menusukkan jarum dengan cepat
Memilih area penyuntikan
Melakukan aspirasi
