NEW
Font size
Worksheets28 Agustus 2025
Total questions: 48
Worksheet time: 24mins
Pada tahun 2023, Kementerian Agama RI mengumumkan bahwa kuota haji Indonesia kembali normal setelah pandemi COVID-19. Ribuan jamaah dari berbagai daerah bersiap untuk berangkat. Salah satunya adalah Pak Hasan, seorang pedagang sederhana dari Jawa Tengah. Ia sudah 10 tahun menabung sedikit demi sedikit agar bisa berangkat haji bersama istrinya. Setelah terkumpul, ia mendapat undangan resmi untuk berangkat ke tanah suci.
Namun, beberapa temannya menyarankan agar Pak Hasan menunda keberangkatan karena ia masih memiliki cicilan rumah. Pak Hasan pun ragu, meskipun tubuhnya sehat dan biaya haji sudah terpenuhi.
Berdasarkan kisah di atas, sikap yang paling tepat bagi Pak Hasan adalah…
Menunda keberangkatan karena masih ada tanggungan cicilan rumah
Segera melaksanakan haji karena sudah memenuhi syarat istitha‘ah
Membatalkan keberangkatan dan menggunakan uangnya untuk usaha
Menyerahkan kursi hajinya kepada orang lain yang lebih muda
Setiap musim haji, jutaan muslim dari seluruh dunia datang ke Mekah dengan berbagai latar belakang. Ada yang datang dari Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika. Mereka memiliki bahasa, budaya, dan warna kulit yang berbeda. Namun ketika mengenakan ihram, semuanya tampak sama, tanpa perbedaan pangkat maupun jabatan. Seorang pejabat tinggi bisa berjalan berdampingan dengan seorang buruh tani, seorang profesor duduk di samping seorang nelayan. Semua menundukkan hati di hadapan Allah Swt.
Dari narasi di atas, makna sosial yang dapat dipetik dari ibadah haji adalah…
Haji mengajarkan manusia bahwa semua sama di hadapan Allah
Haji hanya untuk orang kaya yang mampu menabung
Haji menjadi sarana membedakan status sosial jamaah
Haji membuat umat Islam lebih tinggi derajatnya daripada agama lain
Umrah sering disebut dengan "haji kecil". Berbeda dengan haji, umrah bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Misalnya, pada bulan Ramadan, jamaah umrah mendapat pahala berlipat ganda. Seorang mahasiswa bernama Dina berkesempatan berangkat umrah bersama keluarganya. Mereka memulai dengan ihram di miqat, melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, lalu mengakhiri dengan tahallul. Dina merasa bahagia karena telah menyempurnakan ibadah umrah dengan baik.
Berdasarkan cerita di atas, rukun umrah yang tidak boleh ditinggalkan adalah…
Ihram, thawaf, sa’i, tahallul
Ihram, mabit di Muzdalifah, sa’i, tahallul
Ihram, melempar jumrah, thawaf, tahallul
Ihram, thawaf wada‘, sa’i, tahallul
Pak Ali sedang melaksanakan rangkaian ibadah haji. Pada tanggal 9 Zulhijjah, ia bersama jutaan jamaah lainnya berkumpul di Padang Arafah. Mereka berdoa, berzikir, membaca talbiyah, serta memohon ampunan Allah dengan penuh khusyuk. Nabi Muhammad Saw. bersabda: "Haji itu adalah wukuf di Arafah." (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).
Berdasarkan hadis tersebut, dapat disimpulkan bahwa…
Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang harus dilakukan
Wukuf di Arafah boleh diganti dengan thawaf di Ka’bah
Wukuf di Arafah hukumnya sunnah muakkad
Wukuf di Arafah hanya khusus bagi jamaah laki-laki
Ibadah haji dan umrah bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga membentuk karakter muslim. Jamaah harus sabar menunggu antrian, disiplin mengikuti aturan, serta peduli terhadap sesama jamaah yang berbeda bangsa dan budaya. Misalnya, seorang jamaah dari Indonesia membantu jamaah dari Afrika yang tersesat di jalan menuju Masjidil Haram. Peristiwa kecil ini menunjukkan betapa ibadah haji dan umrah melatih nilai kepedulian sosial.
Nilai karakter yang ditanamkan dari pelaksanaan haji dan umrah adalah…
Sabar, disiplin, dan peduli sosial
Cepat marah, egois, dan individualis
Sombong, merasa paling suci, dan tinggi hati
Menutup diri dari jamaah lain agar lebih khusyuk
Pak Rahman wafat pada malam hari di rumahnya. Keluarga segera memberitahukan tetangga untuk membantu mengurus jenazahnya. Para tetangga datang bergotong royong, ada yang menyiapkan air untuk memandikan, ada yang menyiapkan kain kafan, dan ada pula yang menggali kubur.
Berdasarkan kisah tersebut, hukum mengurus jenazah seorang muslim adalah…
Sunnah muakkad bagi keluarga terdekat
Fardu kifayah bagi kaum muslimin di sekitarnya
Wajib bagi anak laki-laki almarhum
Sunnah bagi siapa saja yang mampu
Suatu hari, Pak Ahmad meninggal dunia di rumahnya. Kabar duka ini segera menyebar ke tetangga sekitar. Warga pun datang bergotong royong membantu keluarga almarhum. Ada yang menyiapkan air untuk memandikan, ada yang menyiapkan kain kafan, ada pula yang memanggil ustaz untuk memimpin doa. Menurut ajaran Islam, mengurus jenazah seorang muslim mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga memakamkan merupakan kewajiban bersama.
Pertanyaan: Apa hukum mengurus jenazah seorang muslim seperti yang dilakukan warga pada kisah di atas?
Sunnah muakkad bagi keluarga terdekat
Fardu kifayah bagi kaum muslimin di sekitarnya
Wajib bagi anak laki-laki almarhum
Sunnah bagi siapa saja yang mampu
Ketika jenazah dimandikan, beberapa hal diperhatikan oleh para pengurus. Aurat jenazah ditutup, lalu jenazah dimandikan dengan air yang suci dan mensucikan. Minimal sekali siraman, tetapi sunnahnya dengan bilangan ganjil, misalnya tiga kali atau lima kali. Pada siraman terakhir, air dicampur dengan kapur barus. Tujuan pemberian kapur barus ini agar jenazah beraroma harum dan untuk menjaga kondisi jenazah agar tetap baik.
Pertanyaan: Mengapa air yang bercampur kapur barus digunakan pada siraman terakhir jenazah?
Agar jenazah harum dan tubuhnya tetap segar
Agar keluarga lebih mudah mengenali jenazah
Agar proses pengkafanan menjadi lebih singkat
Agar mempermudah jenazah dimasukkan ke liang lahat
Setelah dimandikan, jenazah kemudian dikafani. Jenazah laki-laki dikafani dengan tiga lapis kain putih yang menutupi seluruh tubuhnya, tanpa baju dan celana. Sedangkan jenazah perempuan dikafani dengan lima lapis kain, yaitu kain basahan, baju kurung, kerudung, dan dua lapis kain penutup tubuh. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Islam menjaga kehormatan jenazah sesuai jenis kelaminnya.
Pertanyaan: Apa perbedaan paling mencolok antara kafan laki-laki dan perempuan?
Jumlah lapis kain kafan yang digunakan
Warna kain kafan yang digunakan
Jenis kain yang digunakan
Tata cara melipat kafan
Pak Ridwan sedang melaksanakan salat Isya berjamaah. Pada rakaat terakhir, ia lupa duduk tasyahud awal. Setelah salam, seorang jamaah mengingatkan bahwa ia telah meninggalkan salah satu sunnah ab‘adh. Untuk mengganti kekurangan tersebut, imam kemudian melakukan dua kali sujud sebelum salam. Sujud ini dinamakan sujud sahwi.
Pertanyaan: Apa tujuan utama dari sujud sahwi yang dilakukan imam dalam kisah di atas?
Menghapus semua dosa kecil yang dilakukan dalam salat
Menutupi kekurangan karena lupa atau ragu dalam salat
Mengganti rakaat yang tertinggal dalam salat
Sebagai tanda syukur atas terselesaikannya salat
Suatu hari, Ustaz Budi sedang mengajar murid-muridnya membaca Al-Qur’an. Ketika sampai pada surah As-Sajdah ayat 15, ia membaca ayat sajdah dengan suara lantang. Murid-murid pun langsung melakukan sujud tilawah setelah mendengar ayat tersebut. Sujud tilawah dilakukan satu kali dengan niat, takbir, sujud, membaca doa, kemudian bangkit kembali tanpa salam.
Pertanyaan: Kapan seseorang dianjurkan melakukan sujud tilawah?
Saat mendengar atau membaca ayat sajdah dalam Al-Qur’an
Saat mengulang-ulang bacaan basmalah
Saat menyelesaikan satu juz Al-Qur’a
Saat mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadan
Fajar melaksanakan salat Dzuhur. Pada rakaat ketiga, ia ragu apakah sudah membaca doa qunut atau belum. Karena ragu, ia tetap melanjutkan salatnya sampai selesai. Sebelum salam, Fajar melakukan dua kali sujud sahwi. Dengan demikian, salatnya menjadi sah dan sempurna kembali.
Pertanyaan: Dari kisah di atas, apa sebab Fajar harus melakukan sujud sahwi?
Karena ia sengaja meninggalkan rukun salat
Karena ia ragu dalam salat, sehingga perlu menutupi kekurangan
Karena ia membaca doa qunut dengan bacaan yang salah
Karena ia meninggalkan bacaan doa iftitah
Nisa sedang tadarus Al-Qur’an di rumah. Saat membaca surah An-Najm ayat 62, ia berhenti sejenak, kemudian melakukan sujud tilawah. Sujud tilawah dilakukan hanya sekali dengan tata cara seperti sujud dalam salat. Setelah itu, ia kembali melanjutkan bacaannya.
Pertanyaan: Apa hukum sujud tilawah yang dilakukan Nisa tersebut?
Sunnah muakkad, dianjurkan bagi yang membaca atau mendengarnya
Wajib dilakukan setiap selesai membaca Al-Qur’an
Fardu ain bagi setiap muslim setiap hari
Tidak ada hukum tertentu karena hanya budaya umat Islam
Dalam praktik salat berjamaah, terkadang imam lupa menambah satu rakaat sehingga jamaah menjadi bingung. Untuk menyempurnakan salat, imam melakukan sujud sahwi. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memberi kemudahan kepada umatnya agar salat tetap sah meskipun ada kekurangan karena lupa.
Pertanyaan: Hikmah yang dapat dipetik dari adanya syariat sujud sahwi adalah…
Islam mengajarkan kesempurnaan tanpa ada kelalaian
Islam memberi kemudahan agar ibadah tetap sah walau ada kekhilafan
Islam mewajibkan semua muslim hafal Al-Qur’an
Islam hanya menekankan salat wajib tanpa ibadah lain
Di sebuah kampung, seorang tokoh masyarakat yang disegani wafat. Warga segera memandikan, mengafani, lalu membawa jenazah ke masjid untuk disalatkan. Imam berdiri di depan jenazah, tepat sejajar dengan kepala jenazah karena almarhum adalah laki-laki. Jamaah pun mengikuti salat jenazah yang terdiri atas empat kali takbir, dengan posisi berdiri tanpa rukuk dan sujud.
Pertanyaan: Mengapa imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah saat mensalatkan jenazah laki-laki?
Karena posisi tersebut adalah sunnah Rasulullah Saw.
Karena kepala jenazah lebih dekat ke arah kiblat
Karena jenazah laki-laki harus dihormati dengan posisi khusus
Karena memudahkan jamaah untuk melihat jenazah
Pak Ahmad ikut menyalatkan jenazah di masjid. Saat takbir pertama, imam membaca doa al-Fatihah. Pada takbir kedua, imam membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Pada takbir ketiga, imam membaca doa khusus untuk jenazah. Lalu pada takbir keempat, imam membaca doa penutup sebelum salam.
Pertanyaan: Bacaan yang dibaca setelah takbir ketiga dalam salat jenazah adalah…
Membaca doa untuk kedua orang tua
Membaca doa untuk jenazah
Membaca doa qunut
Membaca tasbih
Dalam sebuah musibah, seorang anak kecil meninggal dunia. Jenazahnya pun disalatkan oleh jamaah di masjid. Pada takbir ketiga, imam membaca doa bukan memohonkan ampunan (karena anak belum berdosa), melainkan doa agar anak tersebut dijadikan tabungan pahala dan penolong bagi kedua orang tuanya di akhirat.
Pertanyaan: Mengapa doa salat jenazah anak kecil berbeda dengan doa untuk jenazah orang dewasa?
Karena anak kecil belum baligh dan tidak memiliki dosa
Karena anak kecil lebih dicintai oleh keluarganya
Karena anak kecil belum mampu beribadah dengan sempurna
Karena anak kecil harus disucikan lebih dahulu
Ketika seorang muslim wafat, seluruh kaum muslimin di sekitarnya dianjurkan untuk mensalatkan jenazahnya. Hukumnya adalah fardu kifayah. Artinya, jika sebagian orang sudah melaksanakan, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Namun jika tidak ada seorang pun yang melaksanakan, maka semua muslim di sekitarnya berdosa.
Pertanyaan: Apa hikmah dari kewajiban fardu kifayah dalam salat jenazah?
Agar setiap muslim mendapat pahala yang sama
Agar jenazah dihormati dan dimuliakan sesuai syariat
Agar keluarga tidak merasa ditinggalkan sendirian
Agar salat jenazah bisa dilakukan di masjid besar
Dalam perjalanan jauh, seorang jamaah merasa kehausan dan tidak menemukan air untuk berwudhu. Ia kemudian bertayamum dengan debu yang suci, lalu melaksanakan salat. Menurut Imam Syafi‘i, tayamum adalah salah satu bentuk rukhsah dalam bersuci.
Pertanyaan: Apa alasan diperbolehkannya tayamum dalam keadaan tertentu?
Karena Allah ingin memberi kemudahan dalam bersuci saat darurat
Karena wudhu hanya diwajibkan di masjid
Karena tayamum lebih utama daripada wudhu
Karena tayamum adalah pengganti mandi junub secara mutlak
Pak Hasan dalam perjalanan jauh naik kereta api. Waktu salat Zuhur hampir habis, sementara ia tidak sempat turun untuk salat di masjid. Menurut rukhsah yang dibolehkan Imam Syafi‘i, ia bisa menjamak salat Zuhur dengan Asar sekaligus, baik taqdim (Zuhur digabung dengan Asar di waktu Zuhur) atau ta’khir (Asar digabung dengan Zuhur di waktu Asar).
Pertanyaan: Apa hikmah dari rukhsah menjamak salat bagi musafir?
Supaya ibadah terasa ringan dan tidak memberatkan saat safar
Supaya musafir bisa salat lebih singkat dari biasanya
Supaya musafir tidak lupa melaksanakan salat
Supaya salat bisa dilakukan di sembarang waktu
Rukhsah adalah salah satu tanda rahmat Allah kepada umat Islam. Imam Syafi‘i menegaskan bahwa rukhsah tidak menghapus hukum asal (azimah), tetapi hanya berlaku sementara ketika ada kondisi khusus. Setelah kondisi hilang, maka hukum kembali pada azimah.
Pertanyaan: Apa perbedaan antara rukhsah dan azimah?
Rukhsah adalah keringanan dalam kondisi tertentu, sedangkan azimah adalah hukum asal yang berlaku umum
Rukhsah berlaku untuk semua keadaan, sedangkan azimah hanya untuk musafir
Rukhsah adalah hukum tetap, sedangkan azimah bisa ditinggalkan
Rukhsah lebih utama daripada azimah dalam setiap kondisi
﴿ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ٭ اللَّهُ الصَّمَدُ ٭ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴾ (Q.S. Al-Ikhlāṣ: 1–3)
Dalam ayat ini terdapat bacaan mīm mati bertemu dengan huruf yā’ pada kata لَمْ يَلِدْ dan mīm mati bertemu dengan huruf wāw pada kata وَلَمْ يُولَدْ. Hukum bacaan mīm mati yang bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah ini memiliki aturan khusus yang tidak boleh salah.
Pada “لَمْ يَلِدْ” dibaca ikhfa’ syafawi, sedangkan pada “وَلَمْ يُولَدْ” dibaca ikhfa’ syafawi juga
Pada “لَمْ يَلِدْ” dibaca izhar syafawi, sedangkan pada “وَلَمْ يُولَدْ” dibaca idgham mitslain
Pada “لَمْ يَلِدْ” dibaca izhar syafawi, sedangkan pada “وَلَمْ يُولَدْ” dibaca ikhfa’ syafawi
Pada “لَمْ يَلِدْ” dibaca ikhfa’ syafawi, sedangkan pada “وَلَمْ يُولَدْ” dibaca izhar syafawi
الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ (Q.S. Quraisy: 4)
Dalam ayat tersebut terdapat bacaan mīm mati bertemu dengan huruf jīm (مْ + ج) dan mīm mati bertemu dengan huruf khā’ (مْ + خ). Dalam ilmu tajwid, ketika mīm mati bertemu huruf hijaiyah tertentu, ada hukum bacaan yang harus diperhatikan, yaitu ikhfā’ syafawī, idghām mitslain, dan iẓhār syafawī.
Bagaimana hukum bacaan mīm mati pada kata مِّن جُوعٍ dan مِّنْ خَوْفٍ?
Pada “مِّن جُوعٍ” dibaca ikhfa’ syafawi, sedangkan pada “مِّنْ خَوْفٍ” dibaca izhar syafaw
Pada “مِّن جُوعٍ” dibaca idgham mitslain, sedangkan pada “مِّنْ خَوْفٍ” dibaca ikhfa’ syafawi
Pada “مِّن جُوعٍ” dibaca izhar syafawi, sedangkan pada “مِّنْ خَوْفٍ” dibaca ikhfa’ syafawi
Keduanya sama-sama dibaca izhar syafawi
Perhatikan ayat berikut:
﴿ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ٭ وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ ٭ ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدُ ﴾ (Q.S. Al-Burūj: 16–17)
Jika dalam bacaan Al-Qur’an terdapat mīm mati bertemu dengan huruf bā’, maka hukum bacaannya disebut ikhfa’ syafawī, yakni mīm mati dibaca samar dengan menutup bibir.
Bagaimana cara membaca mīm mati jika bertemu dengan huruf bā’?
Dibaca jelas tanpa dengung
Dibaca dengan dengung dan menyamarkan suara bibir
Dibaca panjang dua harakat
Dibaca dengan tasydid
Dalam ilmu tajwid, hukum bacaan mīm mati terbagi menjadi tiga, yaitu ikhfa’ syafawī, idghām mitslain, dan iẓhār syafawī.
Pertanyaan: Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai hukum bacaan mīm mati?
Ikhfa’ syafawī terjadi jika mīm mati bertemu dengan bā’
Idghām mitslain terjadi jika mīm mati bertemu dengan mīm
Iẓhār syafawī terjadi jika mīm mati bertemu dengan huruf selain mīm dan bā’
Semua pernyataan di atas benar
Dalam sejarah perkembangan ilmu bahasa Arab, terdapat kelompok ulama yang dikenal sebagai Bani Lughah. Mereka adalah para ahli bahasa yang meneliti, mengumpulkan, dan merumuskan kaidah bahasa Arab berdasarkan syair-syair Arab klasik, Al-Qur’an, dan perkataan Arab badui. Peran mereka sangat penting karena berusaha menjaga kemurnian bahasa Arab dari kesalahan bacaan, terutama setelah Islam menyebar ke luar Jazirah Arab.
Apa tujuan utama Bani Lughah dalam merumuskan kaidah bahasa Arab?
Agar masyarakat bisa memperkaya kosa kata bahasa asing
Agar terjaga kemurnian bahasa Arab dari kesalahan dalam membaca Al-Qur’an dan hadis
Agar bahasa Arab bisa bercampur dengan bahasa non-Arab
Agar mempermudah penerjemahan syair-syair Yunani ke dalam bahasa Arab
Setelah wafatnya Rasulullah saw., banyak orang non-Arab masuk Islam. Mereka sering melakukan kesalahan dalam membaca Al-Qur’an dan bahasa sehari-hari. Kondisi ini mendorong lahirnya dua aliran besar dalam ilmu bahasa, yaitu Madrasah Bashrah dan Madrasah Kufah, yang sama-sama berperan dalam pembentukan kaidah nahwu.
Mengapa munculnya Madrasah Bashrah dan Kufah dianggap sebagai bagian dari perkembangan Bani Lughah?
Karena keduanya sama-sama melahirkan ulama ahli tafsir
Karena keduanya mengembangkan ilmu nahwu dan sharaf yang berasal dari kajian Bani Lughah
Karena keduanya bersaing dalam mengembangkan seni kaligrafi
Karena keduanya merupakan pusat penyebaran hadis Nabi
Salah satu tokoh penting dalam Bani Lughah adalah Abu al-Aswad ad-Du’ali, yang dikenal sebagai perintis ilmu nahwu. Ia diberi tugas oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a. untuk menyusun kaidah bahasa agar masyarakat tidak keliru membaca Al-Qur’an. Berkat jasanya, tanda-tanda harakat (fathah, kasrah, dhammah) mulai digunakan untuk menjaga bacaan.
Apa peran terbesar Abu al-Aswad ad-Du’ali dalam sejarah Bani Lughah?
Menyusun kaidah sharaf yang pertama
Merumuskan kaidah nahwu awal untuk menjaga bacaan Al-Qur’an
Mengajarkan seni sastra Arab klasik
Menyusun kamus bahasa Arab modern
Bani Lughah tidak hanya mempelajari tata bahasa, tetapi juga mengumpulkan syair-syair Arab kuno yang dianggap sebagai contoh penggunaan bahasa yang fasih. Para penyair badui menjadi rujukan utama karena bahasa mereka masih murni, tidak terkontaminasi dengan bahasa asing.
Pertanyaan: Mengapa syair-syair badui dijadikan rujukan oleh Bani Lughah?
Karena syair badui berisi kisah-kisah mitos yang menarik
Karena bahasa badui dianggap masih murni dan asli
Karena syair badui ditulis dengan kaligrafi indah
Karena syair badui mudah diterjemahkan ke bahasa lain
Pada masa selanjutnya, karya-karya Bani Lughah berkembang menjadi disiplin ilmu yang lebih luas, seperti penyusunan kamus-kamus bahasa Arab klasik (mu’jam). Salah satu kamus terkenal adalah Kitab al-‘Ayn karya al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi, yang dianggap sebagai kamus pertama dalam bahasa Arab.
Pertanyaan: Apa kontribusi terbesar al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi dalam tradisi Bani Lughah?
Menulis syair Arab klasik pertama
Menyusun kamus pertama bahasa Arab, yaitu Kitab al-‘Ayn
Menjadi pendiri Madrasah Kufah
Menerjemahkan kitab Yunani ke bahasa Arab
Dalam ajaran Islam, iman kepada malaikat merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap muslim. Malaikat adalah makhluk gaib yang diciptakan Allah dari cahaya, tidak pernah membangkang, dan selalu taat pada perintah-Nya. Setiap malaikat memiliki tugas masing-masing, seperti malaikat Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul.
Apa tugas utama malaikat Jibril a.s.?
Meniup sangkakala di hari kiamat
Menyampaikan wahyu kepada nabi dan rasul
Mencatat amal baik manusia
Menjaga pintu surga
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia selalu diawasi oleh dua malaikat yang mencatat segala amal perbuatannya, baik yang baik maupun yang buruk. Kedua malaikat tersebut disebut malaikat Raqib dan Atid. Kehadiran mereka mengingatkan manusia agar selalu berhati-hati dalam bertindak karena semua amal akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
Apa tugas malaikat Raqib dan Atid?
Menjaga manusia dari gangguan setan
Mencatat amal baik dan buruk manusia
Menyampaikan wahyu kepada para nabi
Membawa roh manusia setelah meninggal dunia
Malaikat Izrail sering dikenal dengan sebutan Malakul Maut. Tugasnya adalah mencabut nyawa setiap makhluk hidup sesuai dengan ketentuan Allah Swt. Tidak ada seorang pun yang dapat menunda atau mempercepat kematian, karena semuanya telah ditetapkan dalam takdir Allah.
Apa tugas utama malaikat Izrail?
Membagikan rezeki kepada manusia
Mencabut nyawa setiap makhluk hidup
Menjaga manusia di dunia
Mengajarkan ilmu kepada para nabi
Tauhid merupakan ajaran pokok dalam Islam yang berarti mengesakan Allah Swt. Seorang muslim wajib meyakini bahwa hanya Allah-lah Tuhan yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk penerapan tauhid adalah beribadah hanya kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, serta meyakini bahwa segala nikmat dan rezeki datang dari Allah.
Apa pengertian tauhid dalam Islam?
Meyakini bahwa Allah itu banyak dan bersekutu
Meyakini bahwa hanya Allah Tuhan yang Esa
Menyembah Allah dan berhala secara bersamaan
Meyakini bahwa manusia bisa menjadi Tuhan
Dalam Al-Qur’an surah Al-Ikhlas ayat 1-4, Allah menegaskan tentang keesaan-Nya: “Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” Ayat ini menolak segala bentuk kesyirikan, termasuk keyakinan bahwa Allah punya anak atau menyerupai makhluk.
Berdasarkan Surah Al-Ikhlas, apa yang ditekankan dalam ajaran tauhid?
Allah memiliki banyak sekutu
Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan
Allah memiliki kesamaan dengan makhluk-Nya
Allah membutuhkan makhluk untuk disembah
Salah satu lawan dari tauhid adalah syirik, yaitu menyekutukan Allah dengan sesuatu selain-Nya. Syirik merupakan dosa besar yang tidak akan diampuni jika pelakunya tidak bertaubat. Bentuk syirik misalnya berdoa kepada selain Allah, mempercayai benda sebagai pemberi rezeki, atau menyembah makhluk ciptaan Allah.
Apa hukum syirik dalam Islam?
Dosa kecil yang mudah diampuni
Dosa besar yang tidak diampuni jika tidak bertaubat
Perbuatan mubah jika niatnya baik
Sunnah karena mengikuti adat istiadat
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang yang memiliki keimanan tauhid yang kuat akan selalu merasa dekat dengan Allah. Ia akan berdoa hanya kepada Allah ketika menghadapi kesulitan, bersyukur atas nikmat, dan bersabar dalam cobaan. Tauhid juga menumbuhkan rasa tawakal, yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha.
Apa dampak positif dari menerapkan tauhid dalam kehidupan?
Menjadikan manusia selalu bergantung pada sesama
Membuat manusia tidak perlu berusaha lag
Menumbuhkan rasa tawakal dan syukur kepada Allah
Menyebabkan manusia sombong dan angkuh
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi), Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Zat Yang Maha Hidup dan berdiri sendiri, tidak mengantuk dan tidak tidur, serta menguasai langit dan bumi. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memiliki kekuasaan mutlak dan tidak bergantung pada makhluk ciptaan-Nya.
Apa makna utama dari Ayat Kursi dalam kaitannya dengan iman kepada Allah?
Allah membutuhkan manusia agar tetap berkuasa
Allah Maha Kuasa atas langit dan bumi tanpa bergantung kepada siapa pun
Allah mengantuk dan butuh tidur seperti manusia
Allah menyerahkan sebagian kekuasaan-Nya kepada makhluk
Iman kepada Allah tidak cukup hanya diyakini di dalam hati, tetapi juga harus tercermin dalam sikap sehari-hari. Misalnya, seorang pelajar yang beriman kepada Allah akan rajin belajar karena yakin bahwa Allah menyukai orang yang berusaha. Ia juga tidak mencontek saat ujian, karena yakin bahwa Allah Maha Melihat setiap perbuatannya.
Bagaimana penerapan iman kepada Allah dalam kehidupan seorang pelajar?
Mencontek saat ujian agar mendapatkan nilai bagus
Rajin belajar dan jujur karena Allah Maha Mengetahui
Malas belajar karena semua sudah takdir Allah
Berdoa tanpa usaha agar mendapat nilai baik
Dalam syariat Islam, haji memiliki beberapa macam berdasarkan tata cara pelaksanaannya, yaitu Haji Ifrad, Haji Tamattu’, dan Haji Qiran. Haji Ifrad adalah melaksanakan ibadah haji saja tanpa umrah dalam bulan haji. Haji Tamattu’ adalah melaksanakan umrah terlebih dahulu pada bulan haji, lalu melaksanakan ibadah haji pada tahun yang sama. Sedangkan Haji Qiran adalah melaksanakan haji dan umrah sekaligus dengan satu niat dan satu ihram.
Apa perbedaan utama antara Haji Ifrad, Haji Tamattu’, dan Haji Qiran?
Haji Ifrad hanya melaksanakan umrah, Haji Tamattu’ melaksanakan haji saja, dan Haji Qiran melaksanakan keduanya terpisah
Haji Ifrad hanya melaksanakan haji, Haji Tamattu’ melaksanakan umrah dulu lalu haji, dan Haji Qiran melaksanakan haji dan umrah sekaligus
Haji Ifrad melaksanakan haji dengan niat umrah, Haji Tamattu’ hanya melaksanakan haji, dan Haji Qiran hanya umrah
Haji Ifrad dan Tamattu’ sama saja, sedangkan Qiran berbeda sendiri
Seorang jamaah haji dari Indonesia memilih untuk melaksanakan Haji Tamattu’. Ia tiba di Makkah pada awal bulan Syawal, kemudian melaksanakan umrah terlebih dahulu dengan niat ihram dari miqat, melakukan thawaf, sa’i, dan tahallul. Setelah itu, ia menunggu sampai tanggal 8 Dzulhijjah untuk melaksanakan ibadah haji.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, jenis haji apa yang dilaksanakan jamaah tersebut?
Haji Ifrad
Haji Tamattu’
Haji Qiran
Haji Tawasul
Haji Qiran biasanya dipilih oleh jamaah yang datang dari jauh dan ingin menggabungkan niat haji dan umrah sekaligus. Dengan demikian, ia cukup sekali ihram dan melaksanakan semua rangkaian ibadah haji serta umrah dalam satu rangkaian ibadah. Namun, jamaah yang melaksanakan haji tamattu’ maupun qiran diwajibkan membayar dam (denda) berupa menyembelih hewan.
Mengapa jamaah haji tamattu’ dan qiran diwajibkan membayar dam?
Karena melaksanakan dua ibadah dalam bulan haji
Karena mereka melakukan pelanggaran ihram
Karena tidak melaksanakan rukun haji
Karena meninggalkan wukuf di Arafah
Haji Ifrad biasanya dilakukan oleh jamaah yang sudah lama tinggal di Makkah atau dekat dengan tanah suci. Mereka hanya berniat haji tanpa melaksanakan umrah dalam musim haji tersebut. Karena hanya melaksanakan satu ibadah, maka jamaah haji ifrad tidak diwajibkan membayar dam.
Pertanyaan: Apa keistimewaan dari haji ifrad dibandingkan tamattu’ dan qiran?
Tidak diwajibkan membayar dam
Melaksanakan haji dan umrah sekaligus
Mendapat pahala dua kali lipat
Tidak perlu melaksanakan wukuf
Seorang jamaah haji asal Turki melaksanakan haji dengan cara berniat ihram haji dan umrah sekaligus di miqat. Ia tidak melepas ihramnya sampai selesai melaksanakan keduanya. Selama rangkaian ibadah, ia melaksanakan thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah, dan tahallul.
Jenis haji apa yang dilaksanakan oleh jamaah tersebut?
Haji Ifrad
Haji Tamattu’
Haji Qiran
Haji Sunnah
Ahmad sering belajar dengan rajin setiap malam, namun ketika ujian tiba ia tetap merasa cemas. Ia yakin bahwa hasil ujian yang ia dapatkan sudah ditentukan oleh Allah Swt., tetapi ia juga sadar bahwa Allah memerintahkan manusia untuk berusaha. Dalam hal ini Ahmad memahami bahwa segala sesuatu sudah berada dalam qadar Allah, tetapi manusia tetap memiliki kewajiban berikhtiar.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, apa yang dimaksud dengan qadar?
Ketentuan Allah Swt. yang berlaku sejak dahulu kala
Ketentuan Allah Swt. yang berlaku sesuai ikhtiar manusia
Ketentuan Allah Swt. yang pasti terjadi sesuai kehendak-Nya
Takdir yang hanya terjadi pada hari kiamat
Seseorang ditimpa musibah berupa sakit yang panjang. Ia kemudian bersabar, berdoa, berobat ke dokter, dan tetap berprasangka baik kepada Allah Swt. Sikap orang tersebut menunjukkan pemahaman bahwa qada dan qadar bukan berarti menyerah tanpa usaha, tetapi menerima ketentuan Allah dengan ikhlas sambil tetap berusaha mencari jalan keluar.
Sikap yang tepat dalam menghadapi qada dan qadar adalah …
Menyerah sepenuhnya karena semua sudah ditentukan
Berusaha, berdoa, dan bersabar menerima ketentuan Allah
Tidak perlu berusaha karena hasil sudah pasti
Menolak semua yang sudah ditakdirkan Allah
Allah Swt. berfirman dalam Q.S. al-Hadid/57:22:
﴿ مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ﴾
Artinya: "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya."
Ayat di atas menjelaskan tentang …
Semua musibah terjadi karena kelalaian manusia
Musibah hanya terjadi di akhir zaman
Segala sesuatu sudah ditetapkan Allah dalam Lauh Mahfuzh
Takdir hanya berlaku bagi orang beriman
Hasan ingin menjadi dokter. Ia belajar sungguh-sungguh, rajin berdoa, dan menjaga kesehatan agar bisa mencapai cita-citanya. Sikap Hasan mencerminkan keyakinan bahwa Allah memberi kebebasan kepada manusia untuk berusaha, meskipun hasil akhirnya tetap berada di tangan Allah Swt.
Dalam kasus Hasan, hubungan antara ikhtiar dan qadar adalah …
Ikhtiar manusia tidak ada pengaruhnya terhadap qadar
Ikhtiar manusia menentukan hasil sesuai kemauan sendiri
Ikhtiar manusia adalah bagian dari takdir Allah
Ikhtiar manusia selalu mengubah qadar Allah
