Font size
WorksheetsTES MABA
Total questions: 73
Worksheet time: 39mins
Apa makna kata "اسْتِحْسَان" dalam konteks fiqh Islam?
Kewajiban mengikuti dalil yang kuat
Metode penetapan hukum berdasarkan pertimbangan kemaslahatan yang lebih baik
Larangan menggunakan akal dalam memahami syariat
Kewajiban mengikuti pendapat ulama terdahulu
Manakah yang merupakan fi'il mudhari' dari kata "كَتَبَ"?
مَكْتُوب
كَاتِب
يَكْتُبُ
كِتَاب
Apa fungsi "لَامُ الْأَمْر" dalam kalimat "لِيُكْرِمْكَ اللهُ"?
Menunjukkan sebab akibat
Menunjukkan perintah atau doa
Menunjukkan pengandaian
Menunjukkan larangan
Dalam ilmu balaghah, apa yang dimaksud dengan "الْكِنَايَة"?
Perumpamaan langsung antara dua hal
Penggunaan kata yang bermakna berlawanan
Ungkapan yang tidak menunjukkan makna yang dimaksud secara langsung
Pengulangan kata untuk penekanan
Manakah bentuk jamak yang benar dari kata "رَجُل" (laki-laki)?
رُجُول
رِجَال
أَرْجُل
رَجَائِل
Apa yang dimaksud dengan "إِعْرَابُ الْمَحَلّ" dalam nahwu?
I'rab kata yang dapat berubah bentuknya
I'rab kata yang tidak dapat berubah bentuknya tetapi memiliki kedudukan dalam kalimat
I'rab khusus untuk kata kerja
I'rab khusus untuk kata sifat
Dalam ayat "وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ", apa kedudukan i'rab kata "رَحْمَةً"?
Maf'ul bih
Hal
Tamyiz
Maf'ul li ajlih
Manakah yang termasuk "الْأَسْمَاءُ الْخَمْسَة" (lima nama khusus)?
أَخ، أَب، حَم، فُو، ذُو
هَذَا، ذَلِكَ، الَّذِي، الَّتِي، مَنْ
أَنَا، أَنْتَ، هُوَ، هِيَ، نَحْنُ
مَا، مَنْ، مَتَى، أَيْنَ، كَيْفَ
Apa perbedaan antara "مَفْعُولٌ مُطْلَق" dan "مَفْعُولٌ لَهُ"?
Maf'ul mutlaq menunjukkan cara, maf'ul lahu menunjukkan tujuan
Maf'ul mutlaq menunjukkan tempat, maf'ul lahu menunjukkan waktu
Maf'ul mutlaq menunjukkan tujuan, maf'ul lahu menunjukkan cara
Maf'ul mutlaq menunjukkan jumlah, maf'ul lahu menunjukkan alasan/tujuan
Dalam ilmu sharaf, apa yang dimaksud dengan "الْإِبْدَال"?
Penggantian satu huruf dengan huruf lain karena aturan tertentu
Penambahan huruf di awal kata
Penghapusan huruf di tengah kata
Pemindahan posisi huruf dalam kata
Which of the following sentences demonstrates the correct use of the subjunctive mood?
I wish I was able to attend the meeting yesterday
If I was you, I would reconsider the decision
It is imperative that he arrive on time for the presentation
I would rather you don't mention this to anyone
Select the sentence with the correct usage of "whom":
Who did you give the documents to?
The person who I spoke with was very helpful
To whom did you address the complaint?
Who do you think will be promoted?
Which word best completes this sentence: "The committee's decision was _____ by the board of directors"?
ratified
rectified
justified
clarified
Identify the sentence with a dangling modifier:
Walking through the park, the flowers looked beautiful
Having finished the report, I submitted it to my supervisor
While reading the book, I took detailed notes
After completing the assignment, the student felt relieved
Which of the following uses the past perfect subjunctive correctly?
If I would have known, I would have come earlier
If I had known, I would have come earlier
If I have known, I would come earlier
If I knew, I would have come earlier
What is the meaning of the idiom "to throw down the gauntlet"?
To surrender completely
To issue a challenge
To work very hard
To waste an opportunity
Which sentence correctly uses parallel structure?
The proposal was innovative, comprehensive, and it saved costs
She enjoys reading, writing, and to paint in her spare time
The manager is responsible for planning, organizing, and coordinating
He spoke with confidence, clarity, and was persuasive
Select the word that is closest in meaning to "perspicacious":
Stubborn
Perceptive
Talkative
Generous
Which sentence contains a split infinitive that should be avoided in formal writing?
I want to carefully consider all options before deciding
She decided to completely renovate the old building
We need to seriously discuss this matter
All of the above contain split infinitives
In the sentence "Neither the CEO nor the board members were present," what is the grammatical error?
"Neither...nor" should be "either...or"
The verb should be "was" to agree with "CEO"
"Board members" should be singular
There is no error in this sentence
Arti kata "Ahlussunnah Wal Jamaah" adalah...
Pengikut Al-Quran dan tradisi
Pengikut sunnah dan jamaah
Ahli sunnah dan komunitas
Kelompok sunnah dan persatuan
Golongan hadis dan masyarakat
Dalam akidah Aswaja, jumlah sifat wajib bagi Allah SWT adalah...
13 sifat
20 sifat
25 sifat
30 sifat
99 sifat
Tokoh yang dianggap sebagai pendiri madzhab akidah Asy'ariyah dalam Aswaja adalah...
Imam Abu Hanifa
Imam Malik
Abu al-Hasan al-Asy'ari
Imam Syafi'i
Abu Mansur al-Maturidi
Dalam fiqih, Aswaja mengikuti empat madzhab. Yang bukan termasuk madzhab empat adalah...
Hanafi
Maliki
Syafi'i
Hanbali
Zahiri
Dalam tasawuf, Aswaja mengikuti aliran...
Tasawuf falsafi
Tasawuf akhlaki/sunni
Tasawuf ittihadi
Tasawuf hululi
Tasawuf wahdatul wujud
Prinsip "tawassuth" dalam Aswaja berarti...
Berlebihan dalam beragama
Moderat dan seimbang
Ekstrem dalam keyakinan
Keras dalam berdakwah
Liberal dalam pemahaman
Dalam memahami ayat-ayat mutasyabihat, Aswaja menggunakan prinsip...
Takwil secara bebas
Tafsir literal semata
Tafwidh (menyerahkan kepada Allah)
Interpretasi rasional murni
Pengingkaran makna zahir
Organisasi keagamaan di Indonesia yang menganut paham Aswaja adalah...
Muhammadiyah
Nahdlatul Ulama (NU)
Persis
Al-Irsyad
Hizbut Tahrir
Dalam pandangan Aswaja, Al-Quran adalah...
Makhluk Allah
Qadim seperti Allah
Kalam Allah yang ghairu makhluk
Ciptaan malaikat
Hasil inspirasi Nabi
Sikap Aswaja terhadap sahabat Nabi SAW adalah...
Mengkritik semua sahabat
Hanya memuliakan sahabat tertentu
Mencela Abu Bakar dan Umar
Memuliakan dan menghormati semua sahabat
Netral terhadap semua sahabat
Dinasti Abbasiyah mendirikan pusat ilmu pengetahuan terkenal di Baghdad yang disebut...
Al-Azhar
Baitul Hikmah
Dar al-Ulum
Jami'ah al-Qarawiyyin
Nizamiyah
Tokoh Muslim yang dijuluki "Bapak Kedokteran Modern" karena karyanya "Al-Qanun fi al-Tibb" adalah...
Al-Razi
Ibn Sina (Avicenna)
Al-Kindi
Ibn Rushd (Averroes)
Al-Biruni
Masjid Cordoba yang terkenal dengan arsitektur lengkung bertingkatnya dibangun pada masa kekuasaan...
Dinasti Umayyah di Damaskus
Dinasti Abbasiyah
Dinasti Fatimiyah
Dinasti Umayyah di Andalusia
Dinasti Ayyubiyah
Universitas Al-Azhar di Kairo didirikan pada masa kekuasaan dinasti...
Abbasiyah
Umayyah
Fatimiyah
Mamluk
Ayyubiyah
Karya sastra "Seribu Satu Malam" (Arabian Nights) berkembang pesat pada masa...
Dinasti Umayyah
Dinasti Abbasiyah
Dinasti Fatimiyah
Dinasti Safawi
Dinasti Mamluk
Ilmuwan Muslim yang pertama kali menghitung keliling bumi dengan akurat adalah...
Al-Kindi
Al-Battani
Al-Biruni
Ibn Khaldun
Al-Idrisi
Konsep "Asabiyyah" (solidaritas kelompok) dalam sosiologi dikembangkan oleh...
Al-Ghazali
Ibn Khaldun
Al-Farabi
Ibn Taimiyah
Al-Mawardi
Kompleks Taj Mahal di India dibangun sebagai simbol kemegahan arsitektur Islam pada masa...
Kesultanan Delhi
Kekaisaran Mughal
Kesultanan Deccan
Kekaisaran Maratha
Kesultanan Mysore
Sistem angka Arab (0-9) yang digunakan hingga sekarang sebenarnya diadaptasi dari sistem angka...
Yunani
Romawi
India
Persia
Cina
Pusat pembelajaran Islam tertua di dunia yang masih beroperasi hingga kini adalah...
Al-Azhar di Kairo
Universitas Al-Qarawiyyin di Fez
Nizamiyah di Baghdad
Dar al-Ulum di Kairo
Universitas Cordoba
Dalam ilmu Al-Qur'an, ayat-ayat yang turun di Madinah umumnya memiliki karakteristik yang berbeda dengan ayat-ayat Makkiyyah. Salah satu ciri khas ayat Madaniyyah adalah:
Lebih fokus pada tauhid dan akhirat
Menggunakan panggilan "Ya ayyuhan nas" (wahai manusia)
Berisi ketentuan hukum dan muamalah yang detail
Lebih pendek dan bersifat spiritual
Menggunakan bahasa yang lebih puitis
Konsep "Asbab an-Nuzul" (sebab turunnya ayat) sangat penting dalam memahami Al-Qur'an. Fungsi utama mengetahui asbab an-nuzul adalah:
Menentukan urutan kronologis turunnya ayat
Membantu memahami konteks dan makna ayat dengan lebih tepat
Membedakan ayat Makkiyyah dan Madaniyyah
si utama mengetahui asbab an-nuzul adalah:
Menentukan urutan kronologis turunnya ayat
Membantu memahami konteks dan makna ayat dengan lebih tepat
Membedakan ayat Makkiyyah dan Madaniyyah
Mengetahui siapa yang pertama kali mendengar ayat tersebut
Menentukan ayat mana yang sudah tidak berlaku (mansukh)
Dalam pembagian ayat Al-Qur'an berdasarkan kejelasan makna (wuduh al-dilalah), ayat yang maknanya jelas dan tidak memerlukan penjelasan tambahan disebut:
Muhkam
Mutasyabih
Mujmal
Mubayyan
Zahir
Salah satu keistimewaan Al-Qur'an yang membedakannya dari kitab suci lainnya adalah terjaganya kemurnian teks. Bukti historis yang menunjukkan hal ini adalah:
Adanya berbagai qiraat yang berbeda-beda
Ditemukannya manuskrip kuno yang identik dengan mushaf saat ini
Semua sahabat hafal Al-Qur'an secara sempurna
Al-Qur'an ditulis langsung oleh Nabi Muhammad SAW
Tidak ada perbedaan pendapat ulama tentang isi Al-Qur'an
Dalam klasifikasi hadits berdasarkan kualitas sanad, hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit, sanadnya bersambung, tetapi ada kejanggalan (syadz) disebut:
Hadits sahih
Hadits hasan
Hadits dhaif
Hadits munkar
Hadits maudhu'
Imam Bukhari dalam menyusun kitab Sahih-nya menggunakan metode seleksi yang sangat ketat. Kriteria utama yang digunakan Imam Bukhari untuk menerima suatu hadits adalah:
Hadits harus diriwayatkan oleh minimal 5 orang sahabat
Perawi harus pernah bertemu dan berguru langsung (liqa')
Hadits harus sudah terkenal di kalangan tabi'in
Sanad harus sampai kepada Nabi melalui Sahabat senior
Hadits tidak boleh bertentangan dengan akal sehat
Dalam pembagian hadits berdasarkan jumlah perawi, hadits yang diriwayatkan oleh banyak perawi di setiap tingkatan sanad sehingga mustahil mereka bersepakat untuk berdusta disebut:
Hadits ahad
Hadits masyhur
Hadits mutawatir
Hadits gharib
Hadits aziz
Istilah "al-jarh wa at-ta'dil" dalam ilmu hadits merujuk pada:
Metode pengumpulan dan kodifikasi hadits
Cara menentukan tingkatan kualitas hadits
Ilmu yang membahas kritik dan pujian terhadap perawi hadits
Teknik menghafal dan meriwayatkan hadits
Cara membedakan hadits sahih dan dhaif
Hubungan antara Al-Qur'an dan Hadits dalam ajaran Islam dapat dijelaskan sebagai berikut:
Hadits adalah pengganti Al-Qur'an untuk masa setelah Nabi wafat
Al-Qur'an adalah sumber utama, Hadits berfungsi sebagai penjelas dan perinci
Keduanya setara dan dapat saling menggantikan dalam penetapan hukum
Al-Qur'an untuk ibadah, Hadits untuk muamalah
Hadits hanya berlaku untuk masa Nabi, Al-Qur'an berlaku sepanjang masa
Dalam metodologi istinbath hukum (penggalian hukum), ketika terdapat ayat Al-Qur'an yang bersifat umum (am) dan hadits yang bersifat khusus (khas) tentang masalah yang sama, maka:
Hadits ditolak karena bertentangan dengan Al-Qur'an
Al-Qur'an ditakwil agar sesuai dengan hadits
Hadits berfungsi mentakhsis (mengkhususkan) ayat yang umum
Keduanya diabaikan dan dicari dalil lain
Dipilih yang lebih mudah untuk diamalkan
Dalam pembahasan sifat-sifat Allah, terdapat perdebatan teologis antara Asy'ariyyah dan Maturidiyyah mengenai konsep "takwin" (penciptaan). Perbedaan mendasar antara kedua aliran ini adalah:
Asy'ariyyah menganggap takwin sebagai sifat zat, sedangkan Maturidiyyah menganggapnya sebagai sifat fi'li
Maturidiyyah menolak konsep takwin, sedangkan Asy'ariyyah menerimanya sebagai sifat wajib
Asy'ariyyah menganggap takwin sebagai sifat fi'li, sedangkan Maturidiyyah menganggapnya sebagai sifat zat yang ke-8
Keduanya sepakat bahwa takwin adalah sifat nafsiyyah yang tidak terpisahkan dari zat Allah
Perdebatan hanya bersifat semantik tanpa implikasi teologis yang signifikan
Konsep "qadha dan qadar" dalam pemahaman Ahlus Sunnah wal Jamaah menghadapi kritik filosofis tentang free will vs determinism. Solusi teologis yang paling komprehensif untuk paradoks ini menurut Al-Ghazali dalam "Al-Iqtishad fi al-I'tiqad" adalah:
Kasb (acquisisi) manusia terjadi pada level kedua setelah khalq Allah pada level pertama
Iradat Allah bersifat universal, sedangkan iradat manusia bersifat partikular dalam kerangka yang sudah ditetapkan
Manusia bebas dalam hal-hal kecil (juz'iyyat) tetapi terikat dalam hal-hal besar (kulliyyat)
Qadar Allah mencakup semua kemungkinan, manusia memilih satu kemungkinan dengan hidayah Allah
Predestinasi dan free will bekerja pada dimensi waktu yang berbeda (azali vs temporal)
Dalam eskatologi Islam, konsep "al-A'raf" sebagai tempat transisi antara surga dan neraka menimbulkan perdebatan teologis. Menurut pendapat yang rajih dari ulama salaf dan khalaf, penghuni A'raf adalah:
Orang-orang yang amal baik dan buruknya berimbang, menunggu keputusan akhir Allah
Para syuhada yang belum mendapat izin masuk surga karena masih menunggu keluarga mereka
Anak-anak mukmin yang meninggal sebelum baligh dan tidak memiliki dosa maupun amal saleh
Para nabi dan rasul yang menjadi saksi atas umat mereka sebelum masuk surga tertinggi
Orang-orang mukmin yang melakukan dosa besar tetapi tidak sempat bertaubat
Konsep "wahdat al-wujud" yang dipopulerkan oleh Ibn Arabi sering disalahpahami sebagai panteisme. Perbedaan mendasar antara wahdat al-wujud dalam tasawuf Islam dengan panteisme filosofis adalah:
Wahdat al-wujud mengakui transenden Allah, sedangkan panteisme menyamakan Allah dengan alam
Panteisme menolak eksistensi alam, sedangkan wahdat al-wujud mengakui realitas alam sebagai tajalli
Wahdat al-wujud bersifat eksoterik, sedangkan panteisme bersifat esoterik
Keduanya identik, perbedaan hanya pada terminologi dan konteks kultural
Wahdat al-wujud menolak dualitas, sedangkan panteisme tetap mempertahankan dualitas
Dalam etika bisnis Islam, seorang entrepreneur Muslim menghadapi dilema: ia dapat memperoleh kontrak menguntungkan dengan memberikan "facilitation fee" (suap halus) kepada pejabat, yang merupakan praktik umum di industrinya. Dari perspektif maqashid syariah dan akhlak Islam, tindakan yang paling tep
menguntungkan dengan memberikan "facilitation fee" (suap halus) kepada pejabat, yang merupakan praktik umum di industrinya. Dari perspektif maqashid syariah dan akhlak Islam, tindakan yang paling tepat adalah:
Memberikan facilitation fee karena dharurat bisnis dan semua pesaing melakukannya
Menolak memberikan facilitation fee meskipun kehilangan kontrak, karena melanggar prinsip keadilan
Memberikan fee tetapi dengan niat sedekah, bukan suap, untuk membedakan secara moral
Melaporkan praktik tersebut ke otoritas yang berwenang sambil mencari alternatif bisnis lain
Memberikan fee dengan syarat transparansi penggunaan untuk kepentingan publik
Dalam konteks media sosial dan era digital, seorang dai kondang memiliki jutaan follower tetapi secara pribadi memiliki masalah akhlak serius (korupsi, perselingkuhan). Namun konten dakwahnya bermanfaat bagi banyak orang. Sikap yang paling tepat menurut prinsip akhlak Islam adalah:
Tetap mengikuti konten dakwahnya karena memisahkan antara pesan dan messenger
Unfollow dan memboikot karena kredibilitas dai sangat penting dalam Islam
Mengambil manfaat dari konten positifnya sambil tidak menjadikannya teladan personal
Menasihatinya secara pribadi terlebih dahulu sebelum mengambil sikap publik
Melakukan counter-narrative dengan menyebarkan konten dakwah yang lebih kredibel
Seorang dokter Muslim bertugas di daerah terpencil dimana ia menjadi satu-satunya tenaga medis. Suatu hari datang dua pasien kritis bersamaan: seorang anak kecil dengan peluang hidup 70% dan seorang penjahat yang diburu polisi dengan peluang hidup 30%. Dokter hanya bisa menangani satu pasien karena keterbatasan fasilitas. Prinsip akhlak Islam yang harus menjadi prioritas utama adalah:
Mengutamakan anak karena lebih innocent dan memiliki peluang hidup lebih besar
Mengutamakan berdasarkan urutan kedatangan sesuai prinsip keadilan procedural
Mengutamakan yang peluang hidupnya lebih besar untuk maksimalisasi keselamatan jiwa
Membiarkan takdir Allah menentukan dengan tidak memilih sama sekali
Menangani keduanya secara bergantian meskipun berisiko gagal menyelamatkan keduanya
Dalam diskusi tentang pluralisme agama, seorang intelektual Muslim ditanya apakah semua agama pada dasarnya sama dan menuju tuhan yang sama. Jawaban yang paling mencerminkan akhlak Islam yang baik sekaligus menjaga kemurnian aqidah adalah:
"Ya, semua agama mengajarkan kebaikan dan menuju Tuhan yang sama dengan cara berbeda"
"Tidak, Islam adalah satu-satunya jalan yang benar, agama lain sesat dan harus ditinggalkan"
"Islam mengajarkan kebenaran yang final, tetapi kami menghormati hak orang lain untuk berkeyakinan"
"Semua agama samawi memiliki akar yang sama, hanya interpretasi yang berbeda"
"Pertanyaan itu tidak relevan, yang penting adalah akhlak dan perbuatan baik"
Seorang karyawan Muslim bekerja di perusahaan multinasional yang mengharuskannya untuk mempresentasikan strategi marketing produk halal dengan cara yang menyesatkan (tidak transparan tentang kandungan, harga markup berlebihan, target market yang vulnerable). Dari perspektif akhlak profesional Islam, tindakan yang paling tepat adalah:
Melaksanakan tugas karena tanggung jawab profesional kepada perusahaan
Menolak tugas dan siap menghadapi konsekuensi karir demi menjaga integritas
Melaksanakan tugas sambil memberikan disclaimer personal untuk mengurangi tanggung jawab moral
Melakukan internal advocacy untuk mengubah strategi sambil mencari alternatif komp
Dalam era artificial intelligence dan teknologi digital, muncul pertanyaan etis tentang penggunaan AI untuk membuat konten dakwah yang seolah-olah dibuat oleh ustadz terkenal (deepfake) demi menyebarkan pesan positif kepada generasi muda. Dari perspektive akhlak Islam tentang kejujuran dan maslahah, tindakan ini:
Dibolehkan karena tujuannya baik (menyebarkan dakwah) dan tidak merugikan siapa pun
Haram karena mengandung unsur penipuan meskipun untuk tujuan baik
Boleh jika mendapat izin dari ustadz yang bersangkutan atau ahli warisnya
Dibolehkan dalam kondisi darurat dakwah, seperti daerah yang sulit dijangkau dai
Makruh karena berpotensi menimbulkan fitnah tetapi tidak secara eksplisit dilarang
Seorang musafir yang melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya (jarak ±800 km) untuk keperluan bisnis selama 3 hari. Pada hari kedua, ia berniat menetap di Surabaya karena mendapat tawaran kerja. Status hukm shalat qashar-nya menurut pendapat yang rajih dalam mazhab Syafi'i adalah:
Tetap qashar hingga kembali ke Jakarta karena niat awal musafir
Wajib itmam (sempurna) sejak berniat menetap di Surabaya
Boleh memilih antara qashar atau itmam selama di Surabaya
Qashar hanya berlaku pada hari pertama dan kedua saja
Itmam hanya untuk shalat Jumat, selainnya tetap qashar
Dalam masalah zakat fitrah, seseorang yang memiliki 7 orang tanggungan (istri dan 6 anak) serta memiliki harta senilai 200 gram emas tetapi seluruhnya dalam bentuk utang piutang yang belum dapat ditagih, maka kewajiban zakat fitrahnya adalah:
Wajib membayar zakat fitrah untuk 8 orang (diri sendiri + 7 tanggungan)
Tidak wajib karena harta dalam bentuk piutang yang tidak dapat ditagih
Wajib membayar hanya untuk diri sendiri karena harta tidak likuid
Wajib membayar untuk semua tanggungan tetapi boleh dicicil
Wajib membayar setengah dari kewajiban normal karena kondisi khusus
Seorang dokter Muslim bekerja di rumah sakit yang mengharuskan jadwal jaga 36 jam berturut-turut tanpa bisa keluar rumah sakit. Dalam periode tersebut terdapat waktu shalat Jumat. Hukum shalat Jumat baginya menurut kajian fiqh kontemporer adalah:
Wajib shalat Jumat karena tidak ada udzur yang mu'tabar (diakui syara')
Boleh meninggalkan shalat Jumat dan diganti shalat Zhuhur karena darurat profesi
Wajib meminta izin atasan untuk keluar sebentar melaksanakan shalat Jumat
Boleh mengqadha shalat Jumat setelah selesai jaga
Wajib shalat Jumat di dalam rumah sakit jika memungkinkan
Menurut jumhur ulama, yang harus dilakukannya adalah:
Tahallul dengan cara mencukur rambut dan membayar dam
Tetap dalam keadaan ihram hingga sembuh meskipun melewati waktu haji
Melakukan tahallul dengan dam dan mengqadha haji di tahun berikutnya
Boleh tahallul tanpa dam karena kondisi darurat
Mengirim perwakilan untuk melanjutkan ibadah hajinya
Sebuah bank syariah menawarkan pembiayaan rumah dengan skema murabahah. Bank membeli rumah seharga 500 juta, kemudian menjualnya kepada nasabah seharga 700 juta dengan cicilan 10 tahun. Setelah 3 tahun, nasabah ingin melunasi sisa cicilan. Menurut fatwa DSN-MUI, bank:
Wajib memberikan diskon proporsional atas sisa cicilan yang belum jatuh tempo
Boleh tidak memberikan diskon karena akad sudah disepakati di awal
Boleh memberikan diskon (ibra') sebagai kebijakan internal bank
Wajib menghitung ulang margin keuntungan sesuai jangka waktu aktual
Boleh mengenakan penalty karena melanggar jangka waktu akad
Seorang pedagang online menjual produk dengan sistem pre-order dimana pembeli membayar di muka, barang akan dikirim 30 hari kemudian setelah pedagang mengimpor dari luar negeri. Dalam fiqh muamalah, akad yang tepat untuk transaksi ini adalah:
Bay' al-salam karena barang belum ada dan pembayaran di muka
Bay' al-istishna' karena barang dibuat/disiapkan sesuai pesanan
Bay' al-murabahah karena ada margin keuntungan yang jelas
Ijarah karena ada unsur penyediaan jasa pengadaan barang
Bay' al-muajjal karena penyerahan barang ditunda
Seorang investor Muslim ingin berinvestasi di saham perusahaan teknologi yang 90% bisnisnya halal, namun memiliki pendapatan 10% dari iklan minuman beralkohol. Menurut resolusi AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions), status investasi ini adalah:
Haram mutlak karena ada unsur haram meskipun kecil
Halal karena mayoritas bisnis halal dan haram tidak dominan
Halal dengan syarat pendapatan haram dimurnikan (tazkiyah)
Makruh karena ada syubhat dalam sebagian kecil pendapatan
Mubah karena investor tidak terlibat langsung dalam kegiatan haram
Dalam akad mudharabah, seorang shahib al-mal (pemilik modal) memberikan dana 100 juta kepada mudharib (pengelola) dengan nisbah bagi hasil 60:40. Setelah 6 bulan, usaha mengalami kerugian 20 juta. Menurut kaidah fiqh mudharabah, pembagian kerugian adalah:
Kerugian ditanggung bersama sesuai nisbah 60:40
Kerugian ditanggung penuh oleh shahib al-mal, mudharib kehilangan jerih payah
Kerugian ditanggung penuh oleh mudharib karena sebagai pengelola
Kerugian dibagi rata 50:50 terlepas dari nisbah yang disepakati
Akad batal karena mengalami kerugian
Tentukan angka selanjutnya dari deret: 2, 6, 12, 20, 30, ...
40
42
44
46
48
Tentukan angka yang hilang: 1, 4, 9, 16, ?, 36, 49
20
24
25
28
30
Tentukan angka selanjutnya: 3, 7, 15, 31, 63, ...
125
127
129
131
133
