WorksheetsSoal Seleksi Guru Pembelajaran Mendalam
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Apa tujuan utama dari Pembelajaran Mendalam?
Meningkatkan skor ujian akhir
Memenuhi target kurikulum
Menyelesaikan silabus dengan cepat
Mendorong pemahaman bermakna dan keterampilan abad 21
Menghafal konsep-konsep ilmiah secara utuh
Karakteristik utama Pembelajaran Mendalam adalah, kecuali...
Kolaboratif
Reflektif
Berbasis proyek
Berpusat pada guru
Kontekstual
Pembelajaran Mendalam selaras dengan prinsip-prinsip berikut, kecuali:
Diferensiasi
Asesmen formatif
Transfer pengetahuan
Ceramah satu arah
Konstruktivisme
Salah satu indikator keberhasilan Pembelajaran Mendalam adalah:
Siswa mampu meniru contoh guru
Siswa mengerjakan soal Ujian Nasional
Siswa mampu menghubungkan konsep dengan konteks nyata
Siswa menghafal teori dengan cepat
Siswa mengerjakan LKS secara cepat
Perbedaan utama antara pembelajaran permukaan dan mendalam terletak pada:
Jumlah materi yang disampaikan
Durasi waktu belajar
Proses internalisasi dan refleksi peserta didik
Kecepatan menyelesaikan soal
Jenis media yang digunakan
Peran utama Guru dalam Pembelajaran Mendalam adalah:
Mengoreksi semua kesalahan peserta didik
Mengatur jadwal dengan ketat
Menjadi sumber utama informasi
Memandu proses berpikir kritis dan reflektif
Memberi tugas sebanyak mungkin
Guru yang efektif akan melakukan hal berikut, kecuali:
Memberikan ruang dialog
Menunjukkan rasa ingin tahu
Mendominasi diskusi
Mendorong pertanyaan terbuka
Menyediakan umpan balik formatif
Salah satu kompetensi penting Guru adalah:
Menghafal teori pembelajaran
Menulis laporan administrasi
Mampu memfasilitasi diskusi dan eksplorasi gagasan
Menyusun kisi-kisi soal Ujian Nasional
Menentukan ranking siswa
Guru Pembelajaran Mendalam sebaiknya lebih banyak:
Memberikan instruksi detail
Membiarkan siswa bekerja sendiri
Memfasilitasi proses berpikir dan kolaborasi
Menyuruh siswa mengerjakan modul secara mandiri
Menjelaskan seluruh materi dengan cepat
Dalam pembelajaran mendalam, Guru lebih berperan sebagai:
Pusat informasi
Motivator dan katalisator pembelajaran
Penilai utama
Pencatat hasil belajar
Penegak aturan
Pendekatan Project Based Learning mendukung Pembelajaran Mendalam karena:
Siswa hanya bekerja kelompok
Guru dapat memberikan nilai dengan mudah
Siswa terlibat aktif dan menghasilkan produk nyata
Materi disampaikan lebih ringkas
Waktu belajar jadi lebih pendek
Contoh aktivitas yang mencerminkan pembelajaran mendalam adalah:
Menyalin definisi dari buku
Menjawab pilihan ganda tanpa diskusi
Membuat proyek untuk mengatasi masalah lingkungan sekolah
Mengerjakan soal remedial
Mendengarkan penjelasan guru
Langkah penting dalam pembelajaran berbasis masalah adalah:
Menyediakan jawaban langsung
Menilai hafalan siswa
Mengarahkan siswa untuk meneliti dan mencari solusi
Memberikan tugas rumah
Menghindari pertanyaan terbuka
Pembelajaran Berbasis Inkuiri menekankan pada:
Penerapan rumus secara cepat
Eksplorasi mandiri dan pertanyaan kritis
Mengerjakan lembar kerja guru
Ceramah guru
Menyalin dari papan tulis
Langkah awal yang tepat dalam memulai pembelajaran mendalam adalah:
Menjelaskan semua kompetensi dasar
Menghafal definisi
Mengaitkan topik dengan pengalaman siswa
Langsung memberi kuis
Membagikan LKS
Asesmen formatif dalam Pembelajaran Mendalam digunakan untuk:
Menilai akhir pembelajaran
Menghukum siswa yang tidak aktif
Menyusun peringkat kelas
Memberikan umpan balik agar siswa bisa memperbaiki proses belajarnya
Menentukan nilai akhir
Contoh instrumen asesmen formatif adalah:
Ujian Nasional
Rapor Tengah Semester
Rubrik refleksi diri
Nilai akhir rapor
Sertifikat kelulusan
Refleksi dalam pembelajaran mendalam bertujuan untuk:
Menyelesaikan tugas akhir
Mengingat materi
Menganalisis dan menyadari proses belajar
Menentukan ranking
Memenuhi syarat kurikulum
Dalam pembelajaran mendalam, penilaian harus:
Berbasis hafalan
Mengandalkan ujian tertulis
Mengukur pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir
Fokus pada kecepatan siswa mengerjakan
Menghindari umpan balik
Salah satu cara untuk mendorong refleksi siswa adalah:
Memaksa siswa membuat ringkasan
Memberikan nilai rendah
Memberi pertanyaan terbuka dan jurnal refleksi
Memberi tugas tambahan
Menutup diskusi
Ciri khas Kurikulum Merdeka yang mendukung Pembelajaran Mendalam adalah:
Penyeragaman materi nasional
Penekanan pada konten dan hafalan
Fokus pada pembelajaran berbasis proyek dan minat murid
Ketergantungan pada buku teks
Ketentuan jumlah soal ujian
Elemen Profil Pelajar Pancasila yang paling erat dengan Pembelajaran Mendalam adalah:
Beriman dan bertakwa saja
Berkebhinekaan saja
Mandiri, kreatif, dan bernalar kritis
Mengikuti aturan
Hafal butir-butir Pancasila
Pembelajaran berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka bertujuan untuk:
Mengganti ujian
Menyederhanakan kurikulum
Mengembangkan kompetensi dan karakter murid
Mempermudah kerja guru
Menghemat waktu belajar
Guru dalam Kurikulum Merdeka perlu memahami:
Buku teks secara utuh
Konversi nilai akhir
Karakteristik dan kebutuhan belajar murid
Cara mempersingkat pembelajaran
Syarat kenaikan kelas
Dimensi "berpikir kritis" dalam Profil Pelajar Pancasila dapat dikembangkan melalui:
Diskusi, inkuiri, dan refleksi
Ceramah, mencatat, dan ujian
Ceramah interaktif saja
Hafalan soal dan drilling
Tugas-tugas rutin
Refleksi yang dilakukan Guru bertujuan untuk:
Menyalahkan proses pembelajaran
Mengoreksi murid
Meningkatkan kualitas praktik fasilitasi
Mencari kelemahan kurikulum
Menyusun laporan ke dinas
Salah satu bentuk refleksi Guru yang baik adalah:
"Materinya terlalu sulit."
"Saya sudah menjelaskan semuanya, siswa seharusnya paham."
"Strategi saya kurang cocok, saya akan coba pendekatan lain."
"Siswa memang tidak aktif, tidak bisa dibantu."
"Semua berjalan sesuai jadwal, tidak perlu perubahan."
Kolaborasi antar Guru penting karena:
Mempercepat penyusunan RPP
Memenuhi tugas administratif
Membantu pertukaran praktik baik dan saling belajar
Menghindari kesalahan teknis
Mengisi nilai lebih cepat
Contoh praktik kolaboratif yang relevan dalam fasilitasi adalah:
Menyerahkan semua tugas ke satu orang
Berbagi tugas tanpa komunikasi
Menyusun modul bersama berdasarkan pengalaman lapangan
Menyusun absensi kolektif
Mengumpulkan file portofolio
Guru perlu membangun komunitas belajar agar:
Semua mengikuti aturan
Pembelajaran sesuai jadwal
Tercipta ruang saling berbagi dan belajar bersama
Penilaian mudah dilakukan
Tidak ada yang tertinggal
Seorang murid kesulitan memahami konsep dan tidak aktif bertanya. Tindakan Guru sebaiknya:
Memberikan nilai rendah
Memberi tugas tambahan
Mengajak berdialog dan mencari tahu penyebabnya
Mengabaikan karena tidak aktif
Memanggil orang tuanya
Jika sebagian besar peserta didik mengalami kebingungan, Guru sebaiknya:
Melanjutkan sesi karena waktu terbatas
Meminta siswa mengulang materi sendiri
Melakukan asesmen formatif dan mengadaptasi pendekatan
Mengganti seluruh materi
Memberikan ujian dadakan
Dalam proses fasilitasi, Anda menemukan dinamika peserta yang pasif. Apa pendekatan yang sesuai?
Menambah tugas individu
Menekankan pada kecepatan penyelesaian
Membangun suasana aman untuk bertanya dan berdiskusi
Mengurangi waktu diskusi
Memberikan peringatan
Salah satu cara untuk memastikan keterlibatan peserta adalah:
Memberikan ceramah
Menyuruh mencatat semua isi diskusi
Menggunakan pertanyaan terbuka dan fasilitasi kelompok kecil
Memberikan soal objektif
Menilai secara langsung
Guru yang reflektif akan terus bertanya:
Apakah saya menyelesaikan materi?
Apakah saya sudah cukup berbicara?
Apa yang berhasil dan perlu ditingkatkan dari sesi ini?
Apakah peserta mencatat semua informasi?
Apakah sudah sesuai jadwal?
Sikap yang dibutuhkan Guru Pembelajaran Mendalam adalah:
Tegas dan dominan
Cepat dan efisien
Terbuka, kolaboratif, dan reflektif
Teguh pada modul
Mengutamakan instruksi
Untuk menjadi Guru yang baik, seseorang perlu memiliki kemampuan berikut, kecuali:
Menyusun soal HOTS
Menghafal materi pelatihan
Mendengarkan secara aktif
Membangun komunikasi dua arah
Menyusun pertanyaan reflektif
Kunci dari keberhasilan fasilitasi dalam Pembelajaran Mendalam terletak pada:
Penggunaan media interaktif
Kontrol waktu yang ketat
Keaktifan Guru
Proses yang bermakna dan pengalaman belajar peserta
Penuntasan administrasi
Mengapa penting memahami konteks peserta saat memfasilitasi pembelajaran?
Agar bisa menyederhanakan semua materi
Untuk menyesuaikan metode agar lebih relevan dan bermakna
Agar memudahkan pengumpulan tugas
Supaya semua peserta menyalin dengan cepat
Agar nilai bisa disesuaikan
Sebagai Guru, pendekatan terbaik saat menghadapi perbedaan pandangan dalam kelompok adalah:
Menetapkan keputusan sendiri
Menghindari diskusi
Mendorong dialog terbuka dengan saling menghargai
Menghentikan sesi diskusi
Mengarahkan semua untuk menyetujui satu pandangan
