NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsRAHASIA_UASKESOS_2026
Total questions: 75
Worksheet time: 56mins
Name
Class
Date
1.
Tujuan utama tatalaksana stroke akut menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/394/2019 tentang PNPK Tata Laksana Stroke adalah …
a)
A. Mengurangi tekanan darah setinggi mungkin
b)
B. Mempercepat rehabilitasi motorik
c)
C. Menurunkan mortalitas dan morbiditas dengan intervensi cepat dan tepat
d)
D. Menghentikan seluruh pengobatan pasien
e)
E. Mencegah pasien untuk kembali beraktivitas
2.
Penentuan diagnosis stroke akut harus dilakukan dengan pemeriksaan pencitraan, yang menjadi pilihan pertama adalah …
a)
A. MRI
b)
B. CT Scan kepala
c)
C. PET Scan
d)
D. Angiografi serebral
e)
E. USG Doppler
3.
Waktu emas (golden period) untuk pemberian trombolisis intravena dengan rt-PA (alteplase) pada stroke iskemik akut adalah …
a)
A. 1 jam sejak onset
b)
B. 3 jam sejak onset
c)
C. 4,5 jam sejak onset
d)
D. 6 jam sejak onset
e)
E. 12 jam sejak onset
4.
Kriteria eksklusi absolut pemberian alteplase pada stroke iskemik akut adalah …
a)
A. Usia > 75 tahun
b)
B. Riwayat hipertensi
c)
C. Gula darah > 150 mg/dL
d)
D. Perdarahan intrakranial pada CT Scan
e)
E. Riwayat diabetes melitus
5.
Terapi reperfusi stroke iskemik akut meliputi …
a)
A. Antiplatelet dan neuroprotektan
b)
B. Trombolisis intravena dan/atau trombektomi mekanik
c)
C. Pemberian obat antihipertensi rutin
d)
D. Pemberian cairan sebanyak-banyaknya
e)
E. Terapi okupasi
6.
Penatalaksanaan tekanan darah pada stroke iskemik akut yang tidak mendapat trombolisis adalah …
a)
A. Tekanan darah diturunkan hingga < 120/80 mmHg
b)
B. Tekanan darah tidak perlu diukur
c)
C. Tekanan darah diturunkan bila > 220/120 mmHg
d)
D. Tekanan darah harus selalu < 140/90 mmHg
e)
E. Tekanan darah harus dipertahankan setinggi mungkin
7.
Pada stroke hemoragik, terapi utama yang harus segera dilakukan adalah …
a)
A. Reperfusi intravena
b)
B. Penghentian perdarahan dan kontrol tekanan darah
c)
C. Trombolisis mekanik
d)
D. Pemberian antiplatelet dosis tinggi
e)
E. Terapi cairan hipotonik
8.
Target tekanan darah awal pada pasien stroke hemoragik adalah …
a)
A. < 220/120 mmHg
b)
B. < 180/105 mmHg
c)
C. < 140/90 mmHg
d)
D. 100/70 mmHg
e)
E. Tidak ada target tekanan darah
9.
Pencegahan sekunder stroke iskemik terutama dilakukan dengan …
a)
A. Antiplatelet atau antikoagulan sesuai indikasi
b)
B. Rehabilitasi fisioterapi
c)
C. Pemberian cairan intravena
d)
D. Operasi kraniotomi rutin
e)
E. Suplementasi vitamin
10.
Pencegahan sekunder stroke hemoragik terutama difokuskan pada …
a)
A. Penggunaan trombolitik
b)
B. Kontrol tekanan darah
c)
C. Pemberian kortikosteroid
d)
D. Operasi vaskular rutin
e)
E. Pemberian nootropik
11.
Rehabilitasi pada pasien stroke dimulai
a)
A. Setelah pasien pulang dari rumah sakit
b)
B. Setelah kondisi pasien stabil secara medis
c)
C. 1 tahun setelah serangan stroke
d)
D. Hanya jika pasien masih muda
e)
E. Tidak diperlukan rehabilitasi
12.
Tujuan utama rehabilitasi stroke adalah …
a)
A. Menurunkan tekanan darah pasien
b)
B. Mengembalikan fungsi maksimal dan meningkatkan kemandirian
c)
C. Mengurangi kebutuhan obat
d)
D. Menyembuhkan stroke sepenuhnya
e)
E. Menghindari rawat inap ulang
13.
Skrining disfagia pada pasien stroke perlu dilakukan karena …
a)
A. Disfagia tidak berhubungan dengan komplikasi
b)
B. Untuk mencegah aspirasi dan pneumonia
c)
C. Untuk mempercepat proses rehabilitasi motorik
d)
D. Agar pasien lebih mudah diberi obat
e)
E. Untuk menentukan lokasi stroke
14.
Manajemen komplikasi stroke yang penting antara lain adalah …
a)
A. Mengabaikan hiperglikemia
b)
B. Pencegahan kejang, infeksi, dan tromboemboli vena
c)
C. Memberikan antikoagulan rutin pada semua pasien
d)
D. Menghentikan pemberian nutrisi
e)
E. Tidak perlu pemantauan jangka panjang
15.
Indikasi hemikraniektomi dekompresif pada stroke adalah …
a)
A. Stroke hemoragik ringan
b)
B. Stroke iskemik dengan edema serebri masif dan herniasi
c)
C. Semua kasus stroke akut
d)
D. Stroke iskemik ringan dengan defisit minimal
e)
E. Stroke berulang ringan
16.
Manajemen gizi pada pasien stroke adalah …
a)
A. Tidak perlu diperhatikan
b)
B. Memastikan kebutuhan nutrisi adekuat dengan mempertimbangkan disfagia
c)
C. Menghentikan pemberian cairan dan makanan
d)
D. Memberikan diet tinggi lemak jenuh
e)
E. Mengandalkan suplementasi vitamin saja
17.
Dalam pelayanan stroke komprehensif sesuai PNPK, rumah sakit diharapkan memiliki …
a)
A. Hanya ruang ICU umum
b)
B. Stroke Unit atau sistem pelayanan terpadu stroke
c)
C. Ruang rawat inap biasa
d)
D. Poliklinik umum tanpa fasilitas khusus
e)
E. Apotek dengan obat generik
18.
Stroke didefinisikan dalam PNPK sebagai …
a)
A. Gangguan fungsi otak akibat cedera kepala
b)
B. Gangguan fungsi otak fokal atau global karena gangguan peredaran darah
c)
C. Gangguan mental akibat stres kronis
d)
D. Gangguan fungsi otot akibat kerusakan saraf perifer
e)
E. Penyakit degeneratif pada otak
19.
Identifikasi cepat stroke di lapangan dapat menggunakan metode …
a)
A. ABC
b)
B. CPR
c)
C. FAST (Face, Arm, Speech, Time)
d)
D. APGAR
e)
E. MMSE
20.
Pasien stroke akut sebaiknya dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan …
a)
A. ICU umum tanpa dokter saraf
b)
B. Laboratorium lengkap
c)
C. Stroke Unit dengan tim multidisiplin
d)
D. Hanya fasilitas CT Scan
e)
E. Apotek besar
21.
Tujuan pemeriksaan CT Scan non-kontras pada stroke adalah …
a)
A. Menentukan status kognitif pasien
b)
B. Membedakan stroke iskemik dan hemoragik
c)
C. Mengukur kadar gula darah
d)
D. Menentukan riwayat penyakit pasien
e)
E. Mengetahui usia pasien
22.
Terapi oksigen pada stroke akut diberikan apabila …
a)
A. Saturasi oksigen < 94%
b)
B. Semua pasien stroke
c)
C. Pasien tidak sadar
d)
D. Tekanan darah tinggi
e)
E. Pasien mengalami kejang
23.
Salah satu kontraindikasi relatif pemberian trombolisis adalah …
a)
A. Riwayat perdarahan intrakranial
b)
B. Stroke hemoragik akut
c)
C. Tekanan darah > 185/110 mmHg yang tidak terkontrol
d)
D. CT Scan menunjukkan perdarahan
e)
E. Pasien hamil
24.
Pada pasien stroke hemoragik karena hipertensi, target utama terapi adalah …
a)
A. Menurunkan kadar kolesterol
b)
B. Mengontrol tekanan darah
c)
C. Memberikan trombolisis
d)
D. Memberikan terapi insulin
e)
E. Melakukan angiografi serebral rutin
25.
Salah satu faktor risiko yang paling penting dalam pencegahan primer dan sekunder stroke adalah …
a)
A. Kadar vitamin D
b)
B. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
c)
C. Alergi makanan
d)
D. Hipotiroid
e)
E. Kurang tidur
26.
Manajemen kejang pasca stroke menurut PNPK adalah …
a)
A. Semua pasien stroke harus mendapat antiepileptik
b)
B. Antiepileptik diberikan bila terjadi kejang
c)
C. Antiepileptik diberikan sebagai profilaksis rutin
d)
D. Tidak diperlukan terapi apapun
e)
E. Semua pasien diberi benzodiazepin rutin
27.
Salah satu intervensi non-farmakologis penting dalam pencegahan sekunder stroke adalah …
a)
A. Berhenti merokok dan modifikasi gaya hidup
b)
B. Terapi insulin
c)
C. Menghindari makanan pedas
d)
D. Pemberian vitamin dosis tinggi
e)
E. Pemberian cairan intravena rutin
28.
Program rehabilitasi stroke sebaiknya melibatkan …
a)
A. Hanya dokter saraf
b)
B. Tim multidisiplin (dokter, perawat, fisioterapis, terapis wicara, okupasi)
c)
C. Hanya keluarga pasien
d)
D. Hanya psikolog
e)
E. Apoteker saja
29.
Gejala paling sering pada stroke adalah …
a)
A. Nyeri perut mendadak
b)
B. Lemah separuh badan (hemiparesis)
c)
C. Nyeri lutut kronis
d)
D. Penurunan berat badan
e)
E. Sesak napas saat malam
30.
Faktor risiko utama stroke yang paling sering ditemukan adalah …
a)
A. Hipertensi
b)
B. Alergi makanan
c)
C. Flu berulang
d)
D. Kekurangan vitamin D
e)
E. Insomnia
31.
Faktor risiko prenatal yang paling berpengaruh terhadap gangguan perkembangan otak janin adalah …
a)
a. Trauma kepala pada anak
b)
b. Infeksi TORCH pada ibu hamil
c)
c. Pola asuh tidak konsisten
d)
d. Asupan gula berlebih pada anak
e)
e. Kurang tidur pada anak
32.
Kekurangan asam folat pada ibu hamil dapat menyebabkan …
a)
a. Skoliosis
b)
b. Cerebral palsy
c)
c. Neural tube defect
d)
d. Microcephaly akibat infeksi virus
e)
e. Retardasi mental karena hipotiroid
33.
Faktor risiko perinatal yang dapat memengaruhi kesehatan otak bayi adalah ...
a)
a. Kekurangan yodium ibu
b)
b. Asfiksia neonatorum
c)
c. Infeksi rubella
d)
d. Pola makan tidak teratur
e)
e. Kurang stimulasi
34.
Faktor postnatal yang dapat menimbulkan keterlambatan perkembangan motorik adalah …
a)
a. Kekurangan asam folat
b)
b. Kejang demam berulang
c)
c. Diabetes gestasional
d)
d. Hipertensi kehamilan
e)
e. Placenta previa
35.
Hipertensi dalam kehamilan berisiko menyebabkan …
a)
a. Bayi lahir besar
b)
b. Restriksi pertumbuhan intrauterin (IUGR)
c)
c. Polidipsia pada neonatus
d)
d. Bayi prematur dengan BBLN
e)
e. Peningkatan IQ
36.
Infeksi Zika virus pada ibu hamil sering dikaitkan dengan …
a)
a. Hidrosefalus
b)
b. Microcephaly
c)
c. Epilepsi
d)
d. Autism spectrum disorder
e)
e. Skoliosis
37.
Kekurangan yodium dalam kehamilan dapat menimbulkan …
a)
a. Spina bifida
b)
b. Kretinisme
c)
c. Down syndrome
d)
d. Fetal alcohol syndrome
e)
e. Hydrocephalus
38.
Bayi yang lahir dengan prematuritas berisiko mengalami …
a)
a. Skoliosis
b)
b. Perdarahan intraventrikular
c)
c. Thalasemia
d)
d. Retinitis pigmentosa
e)
e. Fenilketonuria
39.
Faktor risiko prenatal yang memengaruhi pertumbuhan otak adalah, kecuali …
a)
a. Hipertensi
b)
b. Diabetes gestasional
c)
c. Infeksi TORCH
d)
d. ASI eksklusif
e)
e. Kekurangan asam folat
40.
Alkohol pada masa kehamilan menyebabkan …
a)
a. Down syndrome
b)
b. Fetal alcohol syndrome
c)
c. Cerebral palsy
d)
d. Hydrocephalus
e)
e. Autism spectrum disorder
41.
Riwayat persalinan lama dengan gawat janin dapat menimbulkan …
a)
a. Alergi makanan
b)
b. Asfiksia
c)
c. Autism
d)
d. Skoliosis
e)
e. ADHD
42.
Anemia berat pada ibu hamil meningkatkan risiko …
a)
a. Bayi besar
b)
b. Gangguan kognitif pada anak
c)
c. Fetal macrosomia
d)
d. Postpartum hemorrhage
e)
e. Osteogenesis imperfecta
43.
Faktor risiko postnatal yang berdampak pada otak bayi adalah …
a)
a. Infeksi meningitis
b)
b. Preeklamsia
c)
c. Infeksi TORCH
d)
d. Diabetes gestasional
e)
e. Kurang folat
44.
Bayi dengan BBLR berisiko mengalami …
a)
a. Skoliosis
b)
b. Keterlambatan perkembangan kognitif
c)
c. ADHD akibat genetik
d)
d. Infeksi TORCH
e)
e. Fetal alcohol syndrome
45.
Kekurangan vitamin D pada masa neonatal meningkatkan risiko …
a)
a. Rickets
b)
b. Neural tube defect
c)
c. Hydrocephalus
d)
d. Spina bifida
e)
e. Cerebral palsy
46.
Gangguan perkembangan motorik yang disebabkan kerusakan otak non-progresif sejak awal kehidupan adalah …
a)
a. Autism
b)
b. ADHD
c)
c. Cerebral palsy
d)
d. Down syndrome
e)
e. Epilepsi
47.
Down syndrome terjadi akibat …
a)
a. Mutasi gen tunggal
b)
b. Trisomi 21
c)
c. Infeksi virus
d)
d. Defisiensi asam folat
e)
e. Defisiensi yodium
48.
Anak dengan autisme biasanya menunjukkan …
a)
a. Gangguan interaksi sosial dan komunikasi
b)
b. Tremor saat berjalan
c)
c. Hipotonus generalisata
d)
d. Skoliosis
e)
e. Disartria
49.
Epilepsi pada anak dapat menimbulkan dampak …
a)
a. Gangguan konsentrasi dan belajar
b)
b. Skoliosis
c)
c. Fetal alcohol syndrome
d)
d. Osteogenesis imperfecta
e)
e. Rickets
50.
Penyakit metabolik bawaan yang memengaruhi perkembangan otak adalah …
a)
a. Thalasemia
b)
b. Fenilketonuria (PKU)
c)
c. Diabetes melitus
d)
d. Skoliosis
e)
e. Epilepsi
51.
Anak dengan ADHD menunjukkan gejala …
a)
a. Hiperaktif, impulsif, sulit konsentrasi
b)
b. Gangguan bahasa
c)
c. Hipotonia
d)
d. Tremor
e)
e. Disartria
52.
Hidrosefalus ditandai dengan …
a)
a. Pembesaran kepala akibat akumulasi cairan serebrospinal
b)
b. Kelainan kromosom
c)
c. Gangguan perilaku
d)
d. Kekakuan otot
e)
e. Hipotonus
53.
Cerebral palsy tipe spastik ditandai dengan …
a)
a. Tremor
b)
b. Peningkatan tonus otot
c)
c. Hilang kesadaran
d)
d. Hipotonus
e)
e. Skoliosis
54.
Gangguan neurologis yang ditandai dengan hambatan perkembangan bahasa adalah …
a)
a. Epilepsi
b)
b. Autism spectrum disorder
c)
c. Down syndrome
d)
d. Skoliosis
e)
e. Spina bifida
55.
Anak dengan retardasi mental akibat hipotiroid kongenital dapat dicegah dengan …
a)
a. Vitamin A
b)
b. Suplementasi yodium
c)
c. Vitamin D
d)
d. Besi
e)
e. Asam folat
56.
Risiko cerebral palsy meningkat pada bayi …
a)
a. Postterm
b)
b. Premature dan BBLR
c)
c. Aterm dengan berat normal
d)
d. Lahir SC elektif
e)
e. Usia kehamilan 42 minggu
57.
Autism spectrum disorder biasanya terdeteksi pada usia …
a)
a. < 3 tahun
b)
b. < 6 bulan
c)
c. 5–7 tahun
d)
d. 10 tahun
e)
e. Remaja
58.
Gejala khas microcephaly adalah …
a)
a. Lingkar kepala lebih kecil dari normal
b)
b. Tremor
c)
c. Skoliosis
d)
d. Gangguan bicara saja
e)
e. Hiperaktif
59.
Faktor risiko utama retardasi mental bawaan adalah …
a)
a. Trauma kepala
b)
b. Gangguan genetik dan defisiensi yodium
c)
c. Pola asuh tidak baik
d)
d. Kurang stimulasi
e)
e. Pola tidur tidak teratur
60.
Gangguan neurologis akibat hipoksia otak saat lahir adalah …
a)
a. Cerebral palsy
b)
b. Skoliosis
c)
c. Autism
d)
d. Down syndrome
e)
e. ADHD
61.
Zat gizi paling penting untuk perkembangan mielinisasi otak adalah …
a)
a. Vitamin A
b)
b. Asam lemak esensial (DHA, AA)
c)
c. Vitamin D
d)
d. Zat besi
e)
e. Yodium
62.
Nutrisi yang berperan dalam fungsi kognitif dan pencegahan anemia adalah …
a)
a. Vitamin A
b)
b. Vitamin D
c)
c. Zat besi
d)
d. Vitamin C
e)
e. Kalsium
63.
Zat gizi mikro yang memengaruhi fungsi kognitif karena terlibat dalam pembentukan hormon tiroid adalah …
a)
a. Kalsium
b)
b. Yodium
c)
c. Vitamin A
d)
d. Magnesium
e)
e. Vitamin K
64.
Stimulasi yang paling sesuai untuk bayi usia 0–3 bulan adalah …
a)
a. Membaca cerita panjang
b)
b. Kontak mata dan suara ibu
c)
c. Menulis angka
d)
d. Belajar berhitung
e)
e. Bermain puzzle
65.
Stimulasi untuk anak usia 1 tahun adalah …
a)
a. Membaca novel
b)
b. Melatih berjalan sambil memegang mainan
c)
c. Menulis huruf
d)
d. Bermain catur
e)
e. Membuat kalimat
66.
Pemberian ASI eksklusif minimal 6 bulan penting untuk …
a)
a. Mencegah rabies
b)
b. Perkembangan otak dan imunitas optimal
c)
c. Mengurangi alergi debu
d)
d. Meningkatkan berat badan saja
e)
e. Membuat anak cepat tinggi
67.
Nutrisi penting pada 1000 HPK untuk perkembangan otak adalah, kecuali …
a)
a. Vitamin K
b)
b. DHA
c)
c. Yodium
d)
d. Zat besi
e)
e. Asam folat
68.
Anak usia 2 tahun sebaiknya mendapat stimulasi berupa …
a)
a. Menulis angka 1–10
b)
b. Permainan peran sederhana
c)
c. Membaca novel
d)
d. Berhitung perkalian
e)
e. Membaca koran
69.
Defisiensi zat besi pada anak usia dini berhubungan dengan …
a)
a. Skoliosis
b)
b. Penurunan fungsi kognitif
c)
c. Autism
d)
d. ADHD
e)
e. Down syndrome
70.
Anak usia 4–5 tahun dapat distimulasi dengan …
a)
a. Menggambar, mewarnai, bercerita
b)
b. Membaca jurnal ilmiah
c)
c. Bermain komputer
d)
d. Menulis skripsi
e)
e. Bermain gitar elektrik
71.
Peran bidan dalam upaya promotif untuk kesehatan otak janin adalah …
a)
a. Edukasi gizi seimbang pada ibu hamil
b)
b. Pemberian obat epilepsi
c)
c. Terapi okupasi
d)
d. Fisioterapi
e)
e. Operasi caesar
72.
Strategi preventif bidan dalam mencegah gangguan neurologis janin adalah …
a)
a. Imunisasi rubella pada wanita usia subur
b)
b. Terapi wicara
c)
c. CT scan rutin
d)
d. Pemberian transfusi
e)
e. Fisioterapi
73.
Asuhan kebidanan dalam kehamilan trimester pertama untuk mencegah gangguan otak janin adalah …
a)
a. Suplementasi asam folat
b)
b. Vitamin K
c)
c. Vitamin E dosis tinggi
d)
d. Obat antihipertensi
e)
e. Obat antiinflamasi
74.
Bidan berperan dalam deteksi dini risiko preeklamsia melalui …
a)
a. Pemeriksaan tekanan darah dan proteinuria
b)
b. Pemeriksaan rontgen
c)
c. Pemeriksaan CT scan
d)
d. Tes Mantoux
e)
e. Pemeriksaan audiometri
75.
Peran bidan dalam promosi kesehatan masyarakat untuk pencegahan gangguan otak anak adalah …
a)
a. Pemberian obat kejang
b)
b. Penyuluhan 1000 HPK di posyandu
c)
c. Fisioterapi anak
d)
d. Operasi caesar massal
e)
e. Terapi wicara
Reset
