Worksheets1. Pengayaan Ukom Hematologi
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Petugas ATLM menerima surat pengantar dari dokter, meminta melakukan pemeriksaan laboratorium pada pasien anak yang diagnosis sementara oleh dokter adalah Thalasemia. Hasil pemeriksaan laboratorium sudah diperoleh dan diserahkan kepada keluarga pasien untuk dibawa kembali kepada dokter. Keluarga menanyakan kepada petugas ATLM bagaimana hasil pemeriksaan yang diperoleh terhadap kondisi anaknya. Bagaimanakah komunikasi yang dilakukan oleh ATLM pada kasus tersebut?
A.“Maaf Pak, saya tidak tahu kesimpulan hasilnya”
B.“Bapak silahkan nanti bertanya langsung kepada
dokter”
C.“Baik Bapak akan saya jelaskan hasil dari
pemeriksaannya”
D.“Bapak silahkan bawa hasil pemeriksaan ini ke dokter, disana Bapak bisa tahu hasilnya”
E.“Mohon maaf Pak, saya tidak berhak untuk
menyampaikan hasil, nanti dokter yang akan
menjelaskan”
Seorang pria usia 45 tahun menjalani terapi anemia hemolitik. Dokter meminta pemeriksaan retikulosit untuk memantau respons sumsum tulang terhadap anemia. Pemeriksaan dilakukan dengan pewarnaan supravital menggunakan biru brilliant cresyl. Hasil menunjukkan retikulosit 6% (nilai normal 0,5–1,5%). Pasien baru saja mendapat transfusi darah seminggu sebelumnya. Peningkatan retikulosit pada pasien ini menunjukkan bahwa:
A. Pasien mengalami kegagalan sumsum tulang
B. Pasien tidak memberikan respons terhadap transfusi
C. Sumsum tulang pasien aktif memproduksi eritrosit baru
D. Terjadi kesalahan dalam proses pewarnaan supravital
E. Pasien mengalami defisiensi zat besi berat
Seorang wanita usia 28 tahun mengeluh mudah lelah dan sering pusing. Pemeriksaan darah menunjukkan Hb 9 g/dL, MCV 70 fL, dan MCH 24 pg. Untuk menegakkan diagnosis lebih lanjut, dokter meminta pemeriksaan feritin serum. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar feritin 8 ng/mL (nilai normal wanita: 12–150 ng/mL). Hasil pemeriksaan feritin tersebut paling mendukung diagnosis:
A. Anemia hemolitik
B. Anemia defisiensi besi
C. Anemia megaloblastik
D. Anemia penyakit kronis
E. Talasemia minor
Seorang anak laki-laki usia 12 tahun datang ke laboratorium dengan keluhan demam tinggi. Hasil hematology analyzer menunjukkan leukosit 20.000/µL. Untuk memastikan, petugas membuat apusan darah tepi dan melakukan hitung jenis manual. Hasilnya: neutrofil 85%, limfosit 10%, monosit 5%. Interpretasi hasil pemeriksaan tersebut paling sesuai dengan kondisi:
A. Infeksi virus akut
B. Infeksi bakteri akut
C. Leukemia limfositik kronis
D. Anemia aplastik
E. Reaksi alergi
Seorang pasien laki-laki usia 40 tahun datang untuk pemeriksaan kesehatan rutin. Hasil laboratorium menunjukkan Hb 12 g/dL, hematokrit 60%, dan jumlah eritrosit 6 juta/µL. Petugas melakukan pemeriksaan hematokrit dengan metode mikrohematokrit. Nilai hematokrit yang tinggi ini tidak sesuai dengan kadar Hb pasien. Hasil hematokrit tinggi palsu paling mungkin disebabkan oleh:
A. Pemakaian tabung kapiler dengan volume darah kurang
B. Pemakaian antikoagulan berlebihan
C. Sentifugasi tidak optimal sehingga plasma masih bercampur
D. Penggunaan tabung kapiler yang tidak ditutup rapat
E. Adanya trapped plasma dalam kolom eritrosit
Seorang pasien laki-laki usia 50 tahun datang untuk pemeriksaan Hb rutin. Petugas mengambil sampel darah dengan tabung EDTA. Sampel kemudian dibiarkan di meja laboratorium selama 8 jam sebelum dilakukan pemeriksaan Hb dengan metode sianmethemoglobin. Hasil Hb tercatat 6 g/dL, jauh lebih rendah dari kondisi klinis pasien yang masih tampak sehat.Kesalahan pra-analitik yang menyebabkan hasil Hb rendah palsu adalah:
A. Penggunaan antikoagulan EDTA
B. Penyimpanan sampel terlalu lama pada suhu ruang
C. Penggunaan tabung heparin
D. Pemipetan sampel berlebihan
E. Sampel darah bercampur lipemia
Seorang anak usia 6 tahun dirujuk ke laboratorium karena mimisan berulang. Hasil pemeriksaan hematology analyzer menunjukkan trombosit 90.000/µL. Untuk konfirmasi, petugas melakukan hitung trombosit manual menggunakan kamar hitung. Saat menghitung, petugas tidak menghomogenkan sampel dengan benar sebelum dipipet ke kamar hitung. Kesalahan teknis ini dapat menyebabkan hasil pemeriksaan trombosit menjadi:
A. Terlihat lebih tinggi dari nilai sebenarnya
B. Terlihat lebih rendah dari nilai sebenarnya
C. Sama dengan nilai sebenarnya
D. Tidak terbaca karena pembekuan
E. Normal meskipun sebenarnya abnormal
Seorang bayi laki-laki usia 5 hari mengalami ikterus berat. Dokter mencurigai defisiensi G6PD dan meminta pemeriksaan aktivitas enzim tersebut. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan dengan metode spektrofotometri. Hasil menunjukkan aktivitas enzim sangat rendah dibandingkan nilai rujukan. Riwayat keluarga menunjukkan kasus serupa pada kakek dari pihak ibu. Pola pewarisan defisiensi G6PD pada kasus ini adalah:
A. Autosomal dominan
B. Autosomal resesif
C. X-linked dominan
D. X-linked resesif
E. Mitochondrial
Seorang ATLM sedang membaca sediaan apus darah tepi
dengan pewarnaan Brilliant Cressyl Blue (BCB) 1%
menggunakan mikroskop pada perbesaran 1000x. ATLM
tersebut menemukan gambaran sel eritrosit dengan
granula berwarna biru Sel apakah yang ditemukan oleh
ATLM tersebut?
A.Stomatosit
B.Eliptosit
C.Retikulosit
D.Sickle cell
E.Schistosit
Seorang ATLM sedang mengerjakan pemeriksaan hitung
jumlah leukosit. Sampel darah diisap dengan pipet
lekosit sampai tanda 0,5 bersihkan bagian luar pipet
tersebut dari darah dengan tissue, lalu isaplah
larutan pengencer sampai tanda 11. Peganglah pipet
lekosit tersebut sedemikian rupa hingga kedua ujung
pipet terletak diantara ibu jari dan telunjuk kanan.
Homogenkan 3 menit. Apakah tujuan menghomogenkan
selama 3 menit?
A.Semua eritrosit lisis
B.Semua trombosit lisis
C.Semua eritrosit berinti lisis
D.Tidak terjadi penumpukan sel lekosit saat diamati
E.Sel lekosit mudah menyerap zat warna larutan turk
Petugas ATLM melakukan pemeriksaan laboratorium pada
pasien yang datang ke unit gawat darurat dengan
keluhan sesak nafas berat, dengan tanda dan gejala
umum anemia, diagnosis sementara dokter adalah
Thalasemia. Pemeriksaan laboratorium yang diminta
adalah Hgb A2 dan Hgb F secara kuantitatif. Metode
apakah yang paling baik untuk tes pada kasus tersebut?
A.ELISA
B.Electrophoresis
C.Alkali denaturation
D.Direct chromatic spectrophotometry
E.High-performance liquid chromatography
Seorang TLM menerima sampel darah dari pasien anak
berusia 1 tahun. Saat pengambilan didapat sampel darah
1 ml untuk pemeriksaan Hb, lekosit, eritrosit, Diff.
Count. Saat melakukan pemipetan dengan pipet thoma
eritrosit hanya sampai tanda 0,4. Apakah langkah yang
harus dilakukan ?
A.Pengambilan sampel ulang
B.Mengoreksi dengan pemeriksaan Hb
C.Mengoreksi dengan pemeriksaan Diff. count
D.Tidak melakukan pemeriksaan eritrosit
E.Melakukan pemeriksaan dengan merubah factor
pengenceran
Pasien pria usia 57 tahun dengan gejala klinis keluhan
panas tinggi, muka pucat, lesu nyeri tulang, sering
mengkonsumsi obat imunosupresan dan kebiasaan merokok.
Dugaan awal dokter adalah leukimia, untuk
memastikannya ia menyarankan pemeriksaan hitung jumlah
sel leukosit. Hasil pemeriksaan hitung sel leukosit
yang mendukung dugaan dokter pada kasus tersebut
adalah?
A.5000 sel/μl
B.5000-8000 sel/μl
C.8000-10000 sel/μl
D.10000 sel/μl
E. 10000 sel/ul
Seorang ATLM sedang melakukan pemeriksaan Hb dengan
cara membandingkan warna hematin asam yang terbentuk
dari reaksi HCL 0,1 N dengan membandingkan pada alat
standart hemoglobinometer serta mempunyai kesalahan
kerja yang tinggi Apa prinsip kerja yang digunakan
untuk pemeriksaan tersebut?
A.Autoanalyzer hematologi
B.Cyanmethemoglobin
C.CuSO4
D.Sahli
E.Tallquist
Hasil pemeriksaan hematologi rutin seorang pasien
menunjukkan kadar Hb yang sangat rendah. Hasil ini
memerupakan salah satu indikator terjadinya anemia.
Untuk mengerjakan pemeriksaan tersebut, dokter meminta
TLM melakukan pemeriksaan Hb dengan menggunakan metode
gold standart. Apa metode yang digunakan untuk
pemeriksaan tersebut?
A.Autoanalyzer hematologi
B.Cyanmethemoglobin
C.CuSO4
D.Sahli
E.Tallquist
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan hitung jumlah
eritosit menggunakan hemositometer. Mula-mula darah
dipipet sampai tanda 0,5 selanjutnya larutan Turk
dipipet sampai tanda 11, lalu dicampu sampai homogen.
Apa tahap selanjutnya yang harus dilakukan ?
A.Diteteskan langsung pada kamar hitung
B.Dibuang 3-5 tetes sebelum dimasukkan ke kamar hitung
C.Didiamkan 5- 10 menit
D.Diamati dengan mikroskop
E.Diinkubasi selama 30 menit
Seorang ATLM diminta melakukan pemeriksaan darah rutin
PT dan aPTT, kemudian dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan tersebut. Untuk pemeriksaan darah rutin ATLM telah menyiapkan tabung vakum yang telah
berisi antikoagulan EDTA. Apakah jenis antikoagulan
yang terdapat dalam tabung vakum untuk pemeriksaan
hemostasis dan berapakah perbandingan antara
antikoagulan dan darah?
A.Natrium sitrat 3,2 % perbandingan 1:4
B.Natrium sitrat 3,2 % perbandingan 1:1
C.Natrium sitrat 3,2 % perbandingan 9:1
D.Natrium sitrat 3,2 % perbandingan 4:1
E.Natrium sitrat 3,2 % perbandingan 1:9
Tn. Ardi usia 50 tahun datang ke laboratorium dengan
membawa surat permintaan dokter untuk dilakukan
pemeriksaan hemostasis, hasil konfirmasi terhadap Tn.
Ardi dikeahui 3 hari sebelumnya mengkonsumsi obat yang
mengandung aspirin Apakah pemeriksaan yang dapat
dipengaruhi oleh obat tersebut ?
A.Clotting time
B.Bleeding time
C.Retraksi bekuan
D.Prothrombin time
E.Activated Partial Thromboplastine Time
Seorang ATLM sedang membaca sediaan hapusan darah
tepi. dengan mikroskop. Terlihat sel leukosit dengan
inti yang terpisah membentuk lobus-lobus. Granula sel
ini bereaksi dengan zat warna yang bersifat asam dan
basa. Sel ini juga berperan dalam respon imun dengan mekanisme ADCC Apakah jenis sel leukosit yang sesuai dengan gambaran diatas ?
A.Basofil
B.Monosit
C.Eosinofil
D.Neutrofil
E.Limfosit
Pada pemeriksaan mikroskopis sediaan apus darah tepi
seorang pasien yang terinfeksi cacing, seorang ATLM
menemukan sel dengan granula yang bereaksi dengan zat
warna yang bersifat asam. Ukuran granula sama besar
dan sel ini sering ditemukan dengan inti yang berlobus
dua. Apakah jenis sel yang sesuai dengan kasus
tersebut?
A.Basofil
B.Monosit
C.Eosinofil
D.Neutrofil
E.Limfosit
