wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TO 1 SOAL PPG

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Dalam pembelajaran materi Tri Kaya Parisudha di kelas IV SD Guru menemukan siswa sulit memahami perbedaan antara Manacika Parisudha (Pikiran yang baik) dan Wacika Parisudha (Ucapan yang baik). Langkah paling tepat yang dapat dilakukan untuk guru membantu siswa memahami konsep tersebut adalah

a)

Menugaskan siswa menghafalkan definisi manacika dan wacika.

b)

Memberikan soal pilihan ganda untuk menguji pemahaman siswa.

c)

Memberikan contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan perbedaan antara pikiran dan ucapan.

d)

Membacakan sloka Weda yang berisi ajaran tentang Tri Kaya Parisudha.

e)

Menggunakan metode role-playing (bermain peran) di mana siswa mempraktikkan skenario yang menunjukkan kaitan dan perbedaan antara tindakan Manacika dan Wacika.

2.

Seorang guru Pendidikan Agama Hindu merancang pembelajaran tentang Nilai-Nilai Yajna dalam Kehidupan Modern, dengan alur sebagai berikut: (1) Ceramah tentang konsep Yajna (Korban Suci) dalam Weda. (2) Diskusi kelompok tentang contoh Yajña dalam ritual Hindu di Indonesia. (3) Praktik simbolis membuat canang sederhana di kelas. (4) Tugas individu menulis refleksi tentang makna Yajña dalam kehidupan sehari-hari. (5) Kuis online untuk menguji pemahaman konsep. Jika mayoritas peserta didik berada pada tahap perkembangan kognitif formal operasional di usia 15+ tahun, manakah kelemahan paling kritis dalam alur pembelajaran tersebut?

a)

Tidak ada aktivitas yang melibatkan diskusi kelompok.

b)

Kurangnya penekanan pada refleksi dan analisis kritis terhadap konsep Yajña.

c)

Terlalu banyak praktik simbolis tanpa penjelasan konsep.

d)

Tidak ada evaluasi pemahaman konsep melalui kuis online.

3.

Manakah kelemahan paling kritis dalam pembelajaran yang alurnya didominasi oleh ceramah dan kurang melibatkan siswa dalam eksplorasi mandiri?

a)

Ceramah terlalu mendominasi, kurang melibatkan siswa dalam eksplorasi mandiri.

b)

Diskusi kelompok seharusnya diganti dengan presentasi guru agar lebih terstruktur.

c)

Praktik membuat canang terlalu sederhana dan tidak relevan dengan konteks modern.

d)

Tugas refleksi sebaiknya dikerjakan berkelompok agar lebih interaktif.

4.

Dalam pembelajaran tentang Nilai-Nilai Yajna dalam Kehidupan Modern, jika mayoritas peserta didik berada pada tahap perkembangan kognitif formal operasional di usia 15+ tahun, manakah kelemahan paling kritis dalam alur pembelajaran berikut: ceramah, diskusi kelompok, praktik simbolis, tugas refleksi individu, dan kuis online?

a)

Ceramah terlalu mendominasi, kurang melibatkan siswa dalam eksplorasi mandiri.

b)

Diskusi kelompok seharusnya diganti dengan presentasi guru agar lebih terstruktur.

c)

Praktik membuat canang terlalu sederhana dan tidak relevan dengan konteks modern.

d)

Kuis online yang ditempatkan di akhir tidak relevan untuk mengukur pemahaman nilai-nilai spiritual, yang seharusnya diukur melalui refleksi mendalam dan proyek aplikasi.

5.

Seorang guru menuliskan tujuan pembelajaran, Peserta didik mampu memahami makna upacara Manusia Yadnya dalam kehidupan masyarakat Hindu. Dari tujuan tersebut, indikator yang paling sesuai adalah

a)

Menyebutkan contoh Manusa Yadnya dalam masyarakat

b)

Menyebutkan hari raya besar umat Hindu

c)

Menghafal nama-nama upacara dalam kitab Weda

d)

Menjelaskan urutan pelaksanaan upacara Ngaben

e)

Menganalisis dan menyimpulkan fungsi serta nilai-nilai filosofis dari upacara Manusa Yadnya bagi individu dan masyarakat.

6.

Saat kegiatan pembelajaran tentang elemen acara keagamaan, berlangsung seorang guru menemukan bahwa sebagian siswa menertawakan tradisi yadnya dari daerah lain. Langkah yang paling tepat dilakukan guru untuk menanamkan sikap toleransi adalah

a)

Memberi hukuman agar siswa tidak menertawakan tradisi daerah lain lagi.

b)

Mengabaikan perilaku tersebut karena bukan bagian dari materi pelajaran.

c)

Mengajak siswa tersebut berdiskusi dan menjelaskan pentingnya menghormati keragaman tradisi keagamaan.

d)

Meminta siswa untuk meminta maaf tanpa penjelasan lebih lanjut.

7.

Guru Agama Hindu akan mengajarkan materi Tri Kaya Parisudha kepada siswa kelas VII. Ia ingin siswa tidak hanya mengetahui pengertian, tetapi juga menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan. Strategi pembelajaran yang paling tepat adalah...

a)

Ceramah dan mencatat penjelasan guru

b)

Menugaskan siswa menghafal jenis-jenis Tri Kaya Parisudha

c)

Mengajak siswa tersebut berdiskusi dan menjelaskan pentingnya menghormati keragaman tradisi keagamaan.

d)

Memberi soal pilihan ganda untuk menguji pemahaman

8.

Dalam pembelajaran tentang Tri Hita Karana, guru menugaskan siswa untuk melakukan observasi di lingkungan sekolah guna mengidentifikasi contoh pelaksanaan Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan. Kompetensi abad 21 yang dikembangkan melalui kegiatan ini adalah...

a)

Kemampuan menghafal materi

b)

Kemampuan berkomunikasi dan kolaborasi

c)

Kemampuan menulis cepat

d)

Kemampuan menggambar

9.

Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh keterampilan abad 21 yang penting untuk dikembangkan di sekolah?

a)

Kolaborasi dan berpikir kritis

b)

Literasi digital

c)

Keterampilan menulis narasi

d)

Penguasaan teori teologis

10.

Dalam mengajarkan konsep Asih (kasih sayang) kepada siswa SD, strategi manakah yang PALING EFEKTIF agar siswa dapat mengaitkan konsep Asih dengan perilaku nyata di lingkungan sekolah?

a)

Meminta siswa menghafal definisi Asih dari buku paket dan memberikan sanksi bagi yang salah.

b)

Menjelaskan secara mendalam tentang tingkat-tingkat Asih dalam teks-teks lontar kuno.

c)

Menugaskan siswa membuat kliping tentang ajaran Punia dan Bhakti saja, mengabaikan kesulitan pada Asih.

d)

Mengajak siswa melakukan permainan peran (role-playing) yang menampilkan skenario sederhana, seperti berbagi bekal dengan teman yang lupa membawa, atau menolong teman yang terjatuh, lalu mendiskusikan bahwa tindakan itu adalah wujud Asih.

11.

Seorang guru Agama Hindu mengajarkan materi Panca Sradha kepada peserta didik kelas XI dengan menggunakan cerita rakyat dan kisah dalam kitab suci yang relevan, lalu mengajak peserta didik menyimpulkan makna Atman dalam kehidupan. Tindakan guru tersebut menunjukkan penguasaan aspek PCK, yaitu ...

a)

Pemilihan metode penilaian yang objektif dan terstandar

b)

Penguasaan terhadap karakteristik peserta didik saja

c)

Penguasaan strategi pembelajaran dan pemilihan representasi materi yang sesuai

d)

Penguasaan manajemen kelas dan kedisiplinan belajar

12.

Kompetensi yang harus dicapai siswa kelas VIII adalah: "Mempraktikkan sikap dan tata cara persembahyangan (Kramaning Sembah) yang benar sesuai dengan tradisi." Jenis penilaian utama dan instrumen yang paling tepat untuk mengukur kompetensi ini adalah ...

a)

Tes tertulis pilihan ganda mengenai mantra persembahyangan

b)

Penilaian Kinerja (Praktik) menggunakan ceklis atau skala penilaian (rating score) yang mencakup urutan langkah, sikap tubuh, dan kepantapan mengucapkan mantra (darsana).

c)

Penilaian portofolio mengenai sejarah persembahyangan

d)

Penilaian diri (self assessment) tentang pemahaman teori persembahyangan

13.

Metode penilaian yang paling autentik dan efektif untuk mengukur sejauh mana setiap siswa telah menunjukkan sikap Gotong Royong selama pelaksanaan proyek mading tersebut adalah ...

a)

Observasi (Pengamatan) dengan menggunakan lembar ceklis dan catatan anekdot terstruktur.

b)

Penilaian Diri (Self-Assessment) dengan meminta siswa mengisi kuesioner seberapa aktif mereka berkontribusi dalam kelompok.

c)

Tes Tertulis dengan memberikan soal uraian tentang pentingnya Gotong Royong.

d)

Penilaian Antar Teman (Peer-Assessment) dengan meminta anggota kelompok saling menilai kontribusi masing-masing.

14.

Guru akan mengajarkan materi panca Yadnya kepada siswa SMP. Agar siswa tidak hanya menghapal jenis-jenis Yadnya, strategi yang tepat berdasarkan prinsip PCK yaitu ...

a)

Menjelaskan definisi setiap Yadnya secara rinci

b)

Memberikan soal pilihan ganda tentang Yadnya

c)

Mengajak siswa membuat poster tentang Yadnya

d)

Membacakan buku teks tentang Yadnya di kelas

e)

Mengajak siswa mendiskusikan contoh praktik panca Yadnya di lingkungan sekitar mereka

15.

Seorang guru ingin menjelaskan konsep tri kaya parisudha kepada siswa kelas 7 dengan cara yang mudah untuk dipahami. Manakah pendekatan yang paling tepat untuk digunakan?

a)

Memberikan tugas havalan tentang tri kaya parisudha

b)

Menjelaskan makna setiap unsur dan memberikan contoh praktiknya dalam kehidupan sehari-hari

c)

Menugaskan siswa membuat makalah tentang tri kaya parisudha

d)

Menayangkan vidio dokumenter tentang pura dan upacara keagamaan

16.

Bu Mega menyadari bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep susila, khususnya dalam menganalisis konsep dari tri kaya parisudha. Sebagai upaya dalam mengatasi kesulitan ini, langkah apa yang paling efektif untuk dilakukan oleh Bu Mega?

a)

Mengulangi materi yang sama dengan metode ceramah

b)

Memberikan tugas tambahan sebanyak-banyaknya

c)

Menggunakan pendekatan pembelajaran kolaboratif

d)

Memberikan ujian singkat untuk evaluasi

17.

Dalam pembelajaran tentang konsep Tri Hita Karana, guru ingin agar siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Pendekatan pembelajaran yang paling tepat digunakan guru adalah?

a)

Ceramah konvensional tentang isi kitab suci

b)

Diskusi kelompok tentang makna Tri Hita Karana

c)

Praktik langsung menjaga kebersihan dan keharmonisan lingkungan sekolah

d)

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) dengan tugas membuat program aksi nyata untuk mengimplementasikan salah satu bagian THK di sekolah (misalnya, membuat jadwal piket berbasis Pawongan).

18.

Seorang guru IPA mendapati bahwa banyak siswanya memiliki miskonsepsi bahwa benda yang lebih berat selalu jatuh lebih cepat. Untuk mengatasi hal ini, ia merancang sebuah eksperimen sederhana menggunakan bola kertas dan batu dengan berat berbeda. Tindakan guru ini menunjukkan komponen penting PCK, yaitu...

a)

Pengetahuan tentang tujuan, sasaran, dan nilai pendidikan.

b)

Pengetahuan tentang karakteristik dan pemahaman siswa (Knowledge of Learners and their Characteristics).

c)

Praktik langsung menjaga kebersihan dan keharmonisan lingkungan sekolah.

d)

Pengetahuan tentang konteks pendidikan.

e)

Pengetahuan tentang strategi pengajaran yang spesifik untuk mengatasi miskonsepsi (Knowledge of Instructional Strategies for Content).

19.

Dalam rangka kegiatan pembelajaran guru perlu memotivasi siswa untuk mengawali kegiatan pembelajaran di kelas salah satu indikator pencapaian kompetensi dasar di kelas 2 adalah menerima keberagaman karakteristik individu sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di sekolah. Aktivitas yang dapat dilakukan untuk membangkitkan motivasi siswa dapat berupa...

a)

Guru meminta siswa menyebutkan karakteristik masing-masing sehingga teman-teman dapat saling memahami

b)

Guru meminta siswa untuk diam selama pelajaran berlangsung

c)

Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal tanpa diskusi

d)

Guru meminta siswa untuk duduk sesuai abjad nama

e)

Menampilkan video berisi keberagaman yang ada di sekolah dan meminta siswa untuk menyebutkan beberapa keberagaman yang ada di video.

 

20.

Guru menampilkan video berisi keberagaman yang ada di sekolah dan meminta siswa untuk menyebutkan beberapa keberagaman yang ada di video. Kegiatan ini termasuk dalam upaya:

a)

Guru menyampaikan manfaat mempelajari keberagaman di sekolah.

b)

Guru meminta siswa untuk mewarnai aneka gambar terkait keberagaman di sekolah.

c)

Menampilkan video berisi keberagaman yang ada di sekolah dan meminta siswa untuk menyebutkan beberapa keberagaman yang ada di video.

d)

Guru memfasilitasi kegiatan sharing pengalaman pribadi tentang keberagaman.

21.

Pak Budi ingin membuat materi Catur Marga menjadi relevan dan mudah dipahami oleh siswa yang memiliki gaya belajar beragam. Pendekatan manakah yang paling baik dilakukan oleh Pak Budi?

a)

Menugaskan siswa untuk menghafal nama dan arti dari keempat jalan dalam Catur Marga dari buku paket.

b)

Menayangkan video tentang kisah-kisah orang suci yang mengamalkan Catur Marga, kemudian meminta siswa berdiskusi tentang jalan mana yang paling mungkin mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar.

c)

Memberikan tes tertulis dengan soal pilihan ganda untuk menguji pengetahuan siswa tentang definisi masing-masing Marga.

d)

Menjelaskan secara rinci setiap bagian dari Catur Marga menggunakan metode ceramah selama dua jam pelajaran penuh.

22.

Dalam sebuah diskusi kelas, seorang siswa menyampaikan pendapatnya bahwa kesenian asing sebaiknya dilarang untuk ditayangkan di Indonesia, karena tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Menanggapi pendapat siswa yang semacam itu yang perlu disampaikan guru adalah?

a)

Kesenian asing tidak harus dilarang, karena ada nilai yang dapat memperkaya kesenian Indonesia.

b)

Sebagai suatu bangsa kita perlu saling menghargai, termasuk saling menghargai dalam berkesenian.

c)

Nilai seni adalah nilai yang universal yang dapat menjadi milik seluruh manusia dimanapun ia berada.

d)

Kesenian asing perlu kita hargai sebagai wujud penghargaan kita terhadap pemilik kesenian tersebut.

23.

Seorang guru PAH menemukan bahwa instrumen tes yang ia gunakan untuk mengukur pemahaman konsep Moksa menghasilkan hasil yang tidak konsisten: siswa yang sama mendapat nilai berbeda secara signifikan pada dua kali tes yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen tersebut memiliki masalah pada aspek...

a)

Reliabilitas

b)

Validitas

c)

Objektivitas

d)

Efektivitas

24.

Jawaban yang benar

a)

Validitas

b)

Reliabilitas

c)

Objektivitas

d)

Daya beda

e)

Daya ukur

25.

Saat mengajarkan materi tentang konsep Yajña (korban suci), seorang guru menemukan bahwa beberapa siswa menganggap konsep ini kuno dan sulit dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Sebagai guru yang memahami PCK, langkah apa yang paling tepat untuk mengatasi kesalahpahaman siswa ini?

a)

Mengabaikan keluhan siswa dan melanjutkan pelajaran sesuai rencana.

b)

Menghukum siswa yang tidak tertarik karena dianggap tidak menghormati ajaran agama.

c)

Mengaitkan konsep Yajña dengan contoh-contoh aktual dalam kehidupan modern, seperti gotong royong, kerja sukarela, atau persembahan yang tidak selalu bersifat ritual, dan melakukan diskusi untuk memperjelas maknanya.

d)

Mempercepat materi agar bisa pindah ke topik lain yang lebih disukai siswa.

e)

Mengubah konsep Yajña menjadi kegiatan proyek di mana siswa mendokumentasikan tindakan pengorbanan/pelayanan yang mereka lakukan (misalnya, belajar giat, membantu orang tua, atau kerja bakti) dan mengkategorikannya ke dalam jenis-jenis Yajña.

26.

Guru menjelaskan teori Brahmana dengan metode ceramah panjang tanpa menggunakan media atau contoh visual. Hasilnya, siswa terlihat bosan dan tidak memahami makna “Brahmana” dalam konteks sejarah. Kelemahan utama guru dalam menjelaskan teori Brahmana tersebut adalah:

a)

Kurang menguasai materi ajar

b)

Tidak menggunakan pendekatan berbasis kompetensi

c)

Tidak mengembangkan strategi pedagogis sesuai karakteristik siswa

d)

Terlalu banyak menggunakan media visual

27.

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan, sekolah mengadakan lomba kebersihan antar kelas, ketua kelas 4 melihat beberapa temannya tidak mau terlibat dalam kegiatan tersebut. Tindakan apa yang paling mencerminkan karakter Gotong Royong adalah:

a)

Menyelesaikan semua persiapan sendiri agar kegiatan lancar.

b)

Ketua kelas 4 mengajak teman-temannya berdiskusi untuk membagi tugas secara adil dan saling membantu

c)

Membiarkan teman-temannya yang tidak mau bekerja sama agar tidak terjadi keributan.

d)

Memarahi teman-teman yang tidak mau ikut serta dalam kegiatan

28.

Seorang temanmu merasa putus asa karena sering gagal dalam ujian dan berkata, “Mungkin ini sudah takdirku, hidupku tidak akan berubah.” Sebagai seorang siswa yang memahami konsep Punarbhawa, apa yang sebaiknya kamu lakukan?

a)

Menghibur teman dengan mengatakan bahwa kegagalan adalah bagian dari karma yang harus diterima apa adanya tanpa usaha lagi.

b)

Mengingatkan bahwa kegagalan adalah hasil karma masa lalu, tetapi dengan usaha (karmaphala baik) masa depan bisa berubah.

c)

Menyarankan untuk menyerah saja, karena semua sudah ditentukan oleh karma sebelumnya.

d)

Membandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih sukses agar ia termotivasi.

29.

Guru menggunakan metode role play (bermain peran) untuk mengajarkan nilai Satya dalam Panca Yama Brata. Siswa diminta memerankan situasi saat diminta berkata jujur. Hal ini menunjukkan...

a)

Pentingnya berpura-pura dalam kehidupan sehari-hari.

b)

Penerapan nilai kejujuran dalam kehidupan nyata melalui simulasi.

c)

Bahwa berbohong kadang diperlukan dalam situasi tertentu.

d)

Hanya teori yang penting tanpa perlu praktik.

e)

Guru memahami cara mengajarkan konten agar bermakna

30.

Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai guru yang mampu mengajarkan konten agar bermakna?

a)

Guru hanya paham isi ajaran Hindu

b)

Guru memahami cara mengajarkan konten agar bermakna

c)

Guru lebih mengutamakan hiburan daripada pembelajaran

d)

Guru tidak mampu menyampaikan konsep secara teoritis

31.

Media dan kegiatan pembelajaran yang paling tepat untuk membantu siswa SD memahami konsep Tri Hita Karana secara konkret dan bermakna adalah...

a)

Memberikan lembar kerja yang berisi sloka-sloka dari Weda tentang konsep Tri Hita Karana.

b)

Menjelaskan menggunakan ceramah dan meminta siswa mencatat pengertiannya.

c)

Mengajak siswa membuat prakarya kolase dengan tiga bagian: gambar pura/sembahyang (Parhyangan), gambar gotong royong (Pawongan), dan gambar menanam pohon (Palemahan), lalu meminta mereka menceritakan maknanya.

d)

Memberikan tugas membuat ringkasan materi Tri Hita Karana dari buku paket.

32.

Seorang guru agama Hindu ingin mengajarkan konsep panca yajna kepada siswa, namun siswa kesulitan memahami perbedaan antara jenis-jenis yajna dan bagaimana melakukannya. Pendekatan pedagogis apa yang paling efektif untuk membantu siswa memahami dan mempraktikkan konsep panca yajna secara kontekstual?

a)

Menghafalkan jenis yajna dan tugasnya

b)

Mengadakan simulasi upacara yajna sederhana di kelas

c)

Menjelaskan secara rinci filosofi dibalik setiap yajna melalui ceramah

d)

Meminta siswa membuat poster tentang panca yajna

33.

Pak Kadek mengajar PAHBP di kelas VII SMP. Materi yang diajarkan adalah Tri Hita Karana yang terdiri dari Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan. Apa kesulitan utama yang dihadapi siswa dalam memahami konsep Tri Hita Karana menurut pengamatan Pak Kadek?

a)

Siswa tidak bisa menghafal bagian-bagian Tri Hita Karana

b)

Siswa kesulitan memberikan contoh konkret penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari di luar ritual

c)

Siswa tidak tertarik dengan materi Tri Hita Karana

d)

Siswa hanya memahami konsep secara teori di Bali saja

e)

Mengadakan Proyek Komunitas Berbasis Tri Hita Karana (Project-Based Learning), di mana siswa: 1. Membuat laporan video tentang kegiatan gotong royong di lingkungan sekitar (Pawongan). 2. Menanam pohon di halaman sekolah (Palemahan). 3. Mengatur jadwal piket kebersihan Pura terdekat (Parahyangan).

34.

Salah satu cara yang efektif untuk membantu siswa memahami makna Tri Hita Karana adalah:

a)

Meminta siswa menghafal definisi Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan

b)

Mengajak siswa membuat prakarya kolase dengan tiga bagian dan menceritakan maknanya

c)

Memberikan ceramah panjang tentang Tri Hita Karana

d)

Memberikan tugas membaca buku tentang Tri Hita Karana

35.

Strategi pembelajaran dan media apa yang paling relevan dan efektif untuk diterapkan Pak Kadek agar nilai-nilai Tri Hita Karana terinternalisasi sebagai Budi Pekerti?

a)

Memberikan tugas membuat ringkasan materi Tri Hita Karana dari berbagai sumber buku dan meminta siswa menghafal bagian-bagiannya secara utuh.

b)

Menggunakan metode ceramah yang mendalam mengenai sejarah filosofi Tri Hita Karana dari kitab-kitab suci Hindu.

c)

Mengadakan Proyek Komunitas Berbasis Tri Hita Karana (Project-Based Learning), di mana siswa: 1. Membuat laporan video tentang kegiatan gotong royong di lingkungan sekitar (Pawongan). 2. Menanam pohon di halaman sekolah (Palemahan). 3. Mengatur jadwal piket kebersihan Pura terdekat (Parahyangan).

d)

Melakukan diskusi kelompok tentang definisi Tri Hita Karana, namun tanpa memberikan contoh aplikasi praktis di luar konteks Hindu Bali.

36.

Rumusan kriteria penilaian acuan patokan (PAK) yang paling tepat dan spesifik untuk mengukur keberhasilan peserta didik dalam mencapai Tujuan Pembelajaran (TP) "Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan minimal 15 istilah kunci dalam Catur Weda dan menghubungkan 3 di antaranya dengan konsep modern" adalah...

a)

Siswa dinyatakan berhasil jika skor total mereka berada di atas rata-rata kelas.

b)

Siswa dinyatakan berhasil jika mampu mengidentifikasi dan menjelaskan minimal 15 istilah kunci dalam Catur Weda serta menghubungkan 3 di antaranya dengan konsep modern.

c)

Siswa dinyatakan berhasil jika aktif dalam diskusi kelas mengenai Catur Weda.

d)

Siswa dinyatakan berhasil jika mengumpulkan tugas tepat waktu tanpa memperhatikan isi tugas.

37.

Di sebuah wilayah desa, para siswa Hindu melihat praktik gotong royong lintas umat beragama dalam bersama-sama membantu pelaksanaan upacara ibadah umat lain. Guru ingin mengaitkan peristiwa tersebut dengan pembelajaran implementasi moderasi beragama di lingkungan sekolah. Pengembangan materi ajar yang paling tepat adalah ...

a)

Menyuruh siswa menghafalkan definisi moderasi beragama

b)

Membahas praktik toleransi lintas umat sebagai contoh konkret moderasi

c)

Menugaskan makalah filsafat perbandingan agama

d)

Menggunakan metode ceramah satu arah tanpa diskusi

38.

Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, sekolah mengadakan lomba kebersihan antar kelas. Ketua kelas A melihat beberapa temannya enggan terlibat dalam persiapan kegiatan tersebut. Tindakan yang paling mencerminkan karakter gotong royong adalah ...

a)

Membiarkan teman-teman yang enggan tetap tidak terlibat

b)

Mengajak dan memotivasi teman-teman untuk bersama-sama ikut serta dalam persiapan

c)

Melaporkan teman-teman yang enggan kepada guru

d)

Mengerjakan semua persiapan sendiri tanpa melibatkan teman-teman

39.

Apa tindakan yang dilakukan oleh ketua kelas A untuk membagi tugas secara adil dan saling membantu?

a)

Ketua kelas A mengajak rekan-rekan berdiskusi untuk membagi tugas secara adil dan saling membantu

b)

Menyelesaikan semua persiapan sendiri agar kegiatan lancar

c)

Membiarkan teman lain tidak terlibat karena itu bukan kewajiban mereka

d)

Mengusahakan agar kegiatan dibatalkan karena tidak mendapatkan dukungan penuh dari teman

40.

Apa rumusan kriteria penilaian acuan patokan (PAK) yang paling tepat dan spesifik untuk mengukur keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran "Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan minimal 15 istilah kunci dalam Catur Weda dan menghubungkan 3 di antaranya dengan konsep modern"?

a)

Siswa dinyatakan berhasil jika skor total mereka berada di atas rata-rata kelas.

b)

Siswa dinyatakan berhasil jika mendapatkan nilai di atas 85% untuk aspek kreativitas desain Kamus Visual.

c)

Siswa dinyatakan berhasil jika mampu mengidentifikasi 15 istilah kunci Weda dengan minimal 80% ketepatan dan mampu membuat minimal 3 koneksi kontekstual antara istilah tersebut dengan konsep modern.

d)

Siswa dinyatakan berhasil jika mampu menjawab semua soal tanpa bantuan guru.