Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL PCK JENJANG SD 1-35

Total questions: 38

Worksheet time: 22mins

Name
Class
Date
1.

Guru menemukan bahwa sebagian siswa masih kesulitan membedakan fungsi Dewa Brahma dan Dewa Wisnu. Untuk memperkuat pemahaman, guru menyiapkan kartu bergambar (misalnya: gambar menanam pohon, membersihkan sungai, membangun rumah) dan meminta siswa mengelompokkan gambar sesuai fungsi Dewa yang tepat. Tujuan utama kegiatan tersebut adalah ...

a)

Menilai kemampuan seni siswa

b)

Melatih kemampuan berpikir kritis dan klasifikasi konsep

c)

Mengembangkan kemampuan membaca cerita

d)

Melatih keterampilan bercerita tentang Dewa

e)

Menilai hafalan siswa tentang nama Dewa

2.

Dalam pembelajaran materi Tri Kaya Parisudha di kelas IV SD Guru menemukan siswa sulit memahami perbedaan antara Manacika Parisudha (Pikiran yang baik) dan Wacika Parisudha (Ucapan yang baik). Langkah paling tepat yang dapat dilakukan untuk guru membantu siswa memahami konsep tersebut adalah…

a)

Menugaskan siswa menghafalkan definisi manacika dan wacika.

b)

Memberikan soal pilihan ganda untuk menguji pemahaman siswa.

c)

Memberikan contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan perbedaan antara pikiran dan ucapan.

d)

Membacakan sloka Weda yang berisi ajaran tentang Tri Kaya Parisudha

3.

Dalam pembelajaran tentang penerimaan tradisi dan budaya Hindu di sekolah dasar, seorang guru ingin menumbuhkan sikap menghargai tradisi yadnya yang masih dilaksanakan di masyarakat. Strategi pembelajaran yang paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut adalah …

a)

Menyuruh siswa menyalin pengertian dan jenis-jenis yadnya dari buku teks.

b)

Mengajak siswa menonton video upacara yadnya tanpa refleksi nilai.

c)

Mengadakan kunjungan belajar ke pura saat pelaksanaan yadnya dengan kegiatan refleksi setelahnya.

d)

Memberikan tugas menghafalkan mantra-mantra dalam upacara yadnya.

4.

Saat kegiatan pembelajaran tentang elemen acara keagamaan, berlangsung seorang guru menemukan bahwa sebagian siswa menertawakan tradisi yadnya dari daerah lain. Langkah yang paling tepat dilakukan guru untuk menanamkan sikap toleransi adalah …

a)

Memberi hukuman agar siswa tidak menertawakan tradisi daerah lain lagi.

b)

Mengabaikan perilaku tersebut karena bukan bagian dari materi pelajaran.

c)

Mengajak siswa tersebut berdiskusi dan menjelaskan pentingnya menghormati keragaman tradisi keagamaan.

d)

Mengganti materi pelajaran agar siswa tidak membahas tradisi daerah lain.

5.

Seorang guru akan melakukan penilaian kemampuan siswa dalam menyajikan hasil pengamatan secara tertulis. Urutan aspek-aspek yang perlu dinilai oleh guru tersebut adalah sebagai berikut ....

a)

Struktur kalimat, ekspresi, keberanian, isi laporan

b)

Ketepatan tema, presisi struktur, pembawaan

c)

Penampilan, sistematika tulisan, penggunaan bahasa

d)

Ketepatan struktur, penggunaan bahasa, sistematika tulisan

e)

Penggunaan bahasa, ketepatan struktur, kemampuan menanggapi

6.

Seorang guru Pendidikan Agama Hindu di kelas VI ingin mengajarkan materi tentang Śraddhā dan Bhakti. Guru ingin agar siswa tidak hanya memahami pengertian kedua nilai tersebut, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, guru menemukan bahwa sebagian siswa hanya menghafal pengertian Śraddhā dan Bhakti tanpa mampu meneladankannya dalam tindakan nyata. Langkah pembelajaran yang paling tepat berdasarkan prinsip Pedagogical Content Knowledge (PCK) untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah..?

a)

Memberi tugas tertulis agar siswa menyalin kembali pengertian Śraddhā dan Bhakti dengan benar sesuai buku teks.

b)

Menugaskan siswa membuat laporan tertulis tanpa pembahasan makna.

c)

Memberi tugas tertulis agar siswa menuliskan kembali pengertian Śraddhā dan Bhakti dengan bahasa sendiri dan contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

d)

Memberi tugas tertulis agar siswa menuliskan kembali pengertian Śraddhā dan Bhakti dengan bahasa sendiri tanpa contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

7.

Seorang guru Agama Hindu, Bapak Wayan, sedang mengajarkan konsep Tri Parartha kepada siswa kelas 4 SD. Saat menjelaskan Asih (kasih sayang), beberapa siswa terlihat bingung membedakan konsep Asih dengan rasa suka (seperti suka terhadap makanan atau mainan baru). Mereka kesulitan mengaitkan konsep Asih dengan perilaku sehari-hari. Dari strategi mengajar di bawah ini, manakah strategi yang PALING EFEKTIF digunakan Bapak Wayan untuk menjembatani pemahaman siswa SD mengenai konsep Asih agar dapat diaplikasikan dalam perilaku nyata di lingkungan sekolah?

a)

Meminta siswa menghafal definisi Asih dari buku paket dan memberikan sanksi bagi yang salah.

b)

Menjelaskan secara mendalam tentang tingkat-tingkat Asih dalam teks-teks lontar kuno.

c)

Menugaskan siswa membuat kliping tentang ajaran Punia dan Bhakti saja, mengabaikan kesulitan pada Asih.

d)

Mengajak siswa melakukan permainan peran (role-playing) yang menampilkan skenario sederhana, seperti berbagi bekal dengan teman yang lupa membawa, atau menolong teman yang terjatuh, lalu mendiskusikan bahwa tindakan itu adalah wujud Asih.

e)

Hanya menunjukkan gambar pura dan menjelaskan bahwa Asih adalah kewajiban yang harus dilakukan agar mendapat pahala di akhirat.

8.

Metode penilaian yang paling autentik dan efektif untuk mengukur sejauh mana setiap siswa telah menunjukkan sikap Gotong Royong selama pelaksanaan proyek mading adalah...

a)

Observasi langsung dengan rubrik penilaian sikap

b)

Tes pilihan ganda tentang gotong royong

c)

Penilaian diri tanpa bukti

d)

Ujian tertulis tentang teori gotong royong

9.

Observasi (Pengamatan) dengan menggunakan lembar ceklis dan catatan anekdot terstruktur. Penilaian Diri (Self-Assessment) dengan meminta siswa mengisi kuesioner seberapa aktif mereka berkontribusi dalam kelompok. Tes Tertulis dengan memberikan soal uraian tentang pentingnya Gotong Royong. Penilaian Antar Teman (Peer-Assessment) dengan meminta anggota kelompok saling menilai kontribusi masing-masing.

a)

A. Observasi (Pengamatan) dengan menggunakan lembar ceklis dan catatan anekdot terstruktur.

b)

B. Penilaian Diri (Self-Assessment) dengan meminta siswa mengisi kuesioner seberapa aktif mereka berkontribusi dalam kelompok.

c)

C. Tes Tertulis dengan memberikan soal uraian tentang pentingnya Gotong Royong.

d)

D. Penilaian Antar Teman (Peer-Assessment) dengan meminta anggota kelompok saling menilai kontribusi masing-masing.

10.

Saat diskusi kelompok, hanya beberapa siswa yang aktif, sementara yang lain diam saja. Apa strategi terbaik guru?

a)

Membiarkan saja karena yang penting tugas selesai.

b)

Meminta siswa pasif menyalin hasil kerja temannya.

c)

Memberikan peran khusus agar setiap siswa berkontribusi.

d)

Menegur keras siswa yang pasif.

e)

Membubarkan kelompok karena tidak kondusif.

11.

Bu mega menyadari bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep susila, khususnya dalam menganalisis konsep dari tri kaya parisudha. Sebagai upaya dalam mengatasi kesulitan ini, langkah apa yang paling efektif untuk di lakukan oleh bu mega?

a)

Mengulangi materi yang sama dengan metode ceramah

b)

Memberikan tugas tambahan sebanyak-banyaknya

c)

Menggunakan pendekatan pembelajaran kolaboratif

d)

Memberikan ujian singkat untuk evaluasi

e)

Mengabaikan kesulitan siswa dan melanjutkan materi selanjutnya

12.

Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada materi Tat Twam Asi, guru ingin meningkatkan motivasi belajar siswa yang tampak kurang bersemangat mengikuti pelajaran. Aktivitas pembelajaran yang paling sesuai dengan karakteristik tersebut adalah …

a)

Aktivitas pembelajaran yang interaktif dan melibatkan siswa secara langsung, seperti diskusi kelompok atau simulasi.

b)

Memberikan tugas individu tanpa diskusi.

c)

Menggunakan metode ceramah sepanjang pelajaran.

d)

Membiarkan siswa belajar mandiri tanpa arahan.

13.

Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada materi Tat Twam Asi, guru

ingin meningkatkan motivasi belajar siswa yang tampak kurang bersemangat

mengikuti pelajaran. Aktivitas pembelajaran yang paling sesuai dengan

karakteristik tersebut adalah ...

a)

Guru meminta siswa membaca teks kitab suci secara bergantian tanpa diskusi.

b)

Guru memberikan ceramah panjang tentang ajaran Tat Twam Asi agar siswa memahami maknanya.

c)

Guru mengajak siswa bermain peran yang menampilkan sikap saling menolong

sesuai ajaran Tat Twam Asi.

d)

Guru memberikan tugas individu menulis rangkuman dari bacaan tanpa penilaian.

14.

Dalam rangka kegiatan pembelajaran guru perlu memotivasi siswa untuk mengawali kegiatan pembelajaran di kelas salah satu indikator pencapaian kompetensi dasar di kelas 2 adalah menerima keberagaman karakteristik individu sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di sekolah. Aktivitas yang dapat dilakukan untuk membangkitkan motivasi siswa dapat berupa....

a)

Guru meminta siswa menyebutkan karakteristik masing-masing sehingga teman-teman dapat saling memahami.

b)

Guru menyampaikan manfaat mempelajari keberagaman di sekolah.

c)

Guru meminta siswa untuk mewarnai aneka gambar terkait keberagaman di sekolah.

d)

Menampilkan video berisi keberagaman yang ada di sekolah dan meminta siswa untuk menyebutkan beberapa keberagaman yang ada di video.

e)

Guru bertanya tentang apa saja keberagaman yang ada di sekolah.

15.

Ketika mengajarkan ajaran Karma Phala, seorang guru PAH seringkali hanya fokus pada pemberian hukuman kepada siswa yang melakukan kesalahan, tanpa memberikan umpan balik tentang potensi perbaikan dirinya. Pendekatan guru ini terlalu didominasi oleh teori belajar...

a)

Kognitivisme

b)

Konstruktivisme

c)

Behaviorisme

d)

Humanisme

16.

Seorang guru PAH menemukan bahwa instrumen tes yang ia gunakan untuk mengukur pemahaman konsep Moksa menghasilkan hasil yang tidak konsisten: siswa yang sama mendapat nilai berbeda secara signifikan pada dua kali tes yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen tersebut memiliki masalah pada aspek...

a)

Validitas

b)

Reliabilitas

c)

Objektivitas

d)

Daya beda

17.

Ada seorang siswa bertanya kepada anda, tentang makna dan tujuan hari raya Nyepi yang dilakukan di Bali. Menurut anda, manakah strategi pembelajaran yang paling efektif untuk menjawab pertanyaan tersebut secara mendalam?

a)

Memberikan penjelasan singkat tentang hari raya Nyepi dan langsung melanjutkan materi berikutnya.

b)

Meminta siswa untuk mencari sendiri informasi di internet.

c)

Menggunakan media visual seperti video atau gambar untuk menggambarkan suasana dan makna hari raya Nyepi, lalu mengajak siswa untuk berdiskusi kelompok.

d)

Membandingkan hari raya Nyepi dengan hari raya Besar di agama lainnya.

e)

Hanya menyebutkan bahwa hari raya Nyepi adalah hari untuk berdiam diri.

18.

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan, sekolah mengadakan lomba kebersihan antar kelas, ketua kelas 4 melihat beberapa temannya tidak mau terlibat dalam kegiatan tersebut. Tindakan apa yang paling mencerminkan karakter Gotong Royong Adalah

a)

Menyelesaikan semua persiapan sendiri agar kegiatan lancer.

b)

Ketua kelas 4 mengajak teman-temannya berdiskusi untuk membagi tugas secara adil dan saling membantu

c)

Membiarkan teman-temannya yenng tidak mau bekerja sama agar tidak terjadi keributan.

d)

Menegur temannya yang tidak mau terlibat dalam tugas secara keras

19.

Dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, seorang guru menjelaskan konsep Tri Kaya Parisudha dengan mengaitkannya pada perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari, seperti berkata sopan, berpikir positif, dan berbuat baik. Tindakan guru tersebut merupakan penerapan dari aspek Pedagogic Content Knowledge (PCK) yang menekankan pada...

a)

Penguasaan teori belajar modern

b)

Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik

c)

Integrasi antara pengetahuan materi dan strategi pembelajaran

d)

Penggunaan media teknologi dalam pembelajaran

20.

Bu Ayu mengajar di kelas III SD dengan materi Tri Hita Karana (tiga penyebab kesejahteraan: hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan alam). Siswa di kelasnya masih berada pada tahap berpikir konkret. Media dan kegiatan pembelajaran yang paling tepat untuk membantu siswa SD memahami konsep Tri Hita Karana secara konkret dan bermakna adalah...

a)

Memberikan lembar kerja yang berisi sloka-sloka dari Weda tentang konsep Tri Hita Karana.

b)

Menjelaskan menggunakan ceramah dan meminta siswa mencatat pengertiannya.

c)

Mengajak siswa membuat prakarya kolase dengan tiga bagian: gambar pura/sembahyang (Parhyangan), gambar gotong royong (Pawongan), dan gambar menanam pohon (Palemahan), lalu meminta mereka menceritakan maknanya.

d)

Memberikan tugas membuat ringkasan materi Tri Hita Karana dari buku paket.

e)

Menguji pemahaman siswa hanya melalui tes lisan tentang definisi setiap bagian.

21.

Seorang guru PAH menemukan bahwa instrumen tes yang ia gunakan untuk mengukur pemahaman konsep Moksa menghasilkan hasil yang tidak konsisten: siswa yang sama mendapat nilai berbeda secara signifikan pada dua kali tes yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen tes tersebut memiliki...

a)

reliabilitas yang rendah

b)

validitas yang tinggi

c)

objektivitas yang tinggi

d)

reliabilitas yang tinggi

22.

Berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen tersebut memiliki masalah pada aspek...

a)

Validitas

b)

Reliabilitas

c)

Objektivitas

d)

Daya beda

23.

Dalam pembelajaran materi Tri Kaya Parisudha di kelas IV SD, guru menemukan siswa sulit memahami perbedaan antara manacika parisudha (pikiran yang baik) dan wacika parisudha (ucapan yang baik). Langkah paling tepat yang dapat dilakukan guru untuk membantu siswa memahami konsep tersebut adalah …

a)

Menugaskan siswa menghafalkan definisi manacika dan wacika.

b)

Memberikan soal pilihan ganda untuk menguji pemahaman siswa.

c)

Memberikan contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan perbedaan antara pikiran dan ucapan.

d)

Membacakan sloka Weda yang berisi ajaran tentang Tri Kaya Parisudha.

24.

Dalam pembelajaran Catur Purusartha (empat tujuan hidup), guru memberikan tugas berupa kasus dilematis etika yang menuntut siswa untuk memilih antara Artha (kekayaan) atau Dharma (kebenaran). Tujuan utama penugasan kasus dilematis ini adalah untuk melatih kemampuan siswa dalam...

a)

Menghafal urutan Catur Purusartha.

b)

Mengevaluasi dan mengambil keputusan moral berdasarkan kriteria Dharma.

c)

Mengaplikasikan rumus matematika dalam konteks Artha.

d)

Membuat produk berupa proposal mencari kekayaan.

25.

Siswa sering melakukan kesalahan saat menulis Aksara Bali karena mereka terbiasa menulis dari kiri ke kanan (Bahasa Indonesia) dan sering lupa dengan aturan pangangge (tanda vokal). Jenis kesulitan ini termasuk dalam...

4 lines
26.

Seorang guru Hindu sedang mengajarkan materi kodifikasi Weda kepada peserta didik SMA. Guru ingin agar pembelajaran tidak hanya berfokus pada hafalan isi Weda, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta menumbuhkan sikap menghargai perkembangan ilmu pengetahuan modern. Sebagai calon guru profesional, bagaimana Anda merumuskan karakteristik proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik agar inspiratif dan relevan dengan perkembangan zaman?

a)

A. Guru menjelaskan isi Weda secara detail melalui ceramah, kemudian peserta didik mencatat dan menghafalkannya untuk ulangan.

b)

B. Guru memfasilitasi diskusi kelompok tentang relevansi ajaran dalam Weda dengan fenomena sosial dan perkembangan teknologi masa kini, lalu peserta didik mempresentasikan hasilnya.

c)

C. Guru memberikan ringkasan kodifikasi Weda kepada siswa, kemudian meminta mereka membuat pertanyaan pilihan ganda sebagai latihan ujian.

d)

D. Guru menugaskan peserta didik membaca buku teks agama Hindu tentang Weda, lalu menuliskan kembali isi teks sesuai yang dibaca tanpa diskusi lebih lanjut.

27.

Seorang guru ingin menjelaskan konsep Tri Murti kepada siswa kelas 3 SD agar mudah dipahami. Dari pilihan berikut, strategi manakah yang paling sesuai dengan pendekatan Pedagogical Content Knowledge?

a)

Menyuruh siswa menghafalkan nama-nama Dewa Trimurti beserta tugasnya.

b)

Menayangkan video animasi tentang Dewa Brahma, Wisnu, dan Siwa disertai tanya jawab reflektif.

c)

Membacakan kitab Weda bagian Samhita tanpa penjelasan tambahan.

d)

Memberikan lembar kerja untuk menulis ulang isi kitab Purana.

28.

Seorang guru Agama Hindu ingin mengajarkan konsep *Tri Kaya Parisudha* kepada siswa SD. Metode pembelajaran yang paling tepat untuk membantu siswa tidak hanya hafal, tetapi juga mampu menerapkan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari adalah...

a)

Diskusi kelompok tentang definisi dan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha.

b)

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) dengan tugas membuat jurnal refleksi harian dan studi kasus penerapan Tri Kaya Parisudha.

c)

Ceramah dan mencatat ringkasan materi.

d)

Penugasan mandiri untuk membuat poster ajaran Tri Kaya Parisudha

29.

Anda ingin mengajarkan tentang Tat Twam asi kepada siswa. Strategi pembelajaran yang paling efektif digunakan adalah....

a)

Ceramah tentang arti kalimat “Aku adalah engkau”

b)

Diskusi kelompok dengan studi kasus tentang saling menolong

c)

Menulis arti Tat Twam Asi di buku catatan

d)

Menghafalkan sloka saja tanpa penjelasan

30.

Sebagai guru agama Hindu, saya pernah mengajak siswa untuk memahami makna Tat Twam Asi tidak hanya sebagai teori, tetapi sebagai sikap hidup. Suatu hari, saya mengamati ada seorang siswa yang membantu temannya yang sedang sakit dengan meminjamkan catatan pelajaran dan mengantar tugasnya ke guru. Tindakan yang paling mencerminkan nilai Tat Twam Asi dalam kehidupan siswa di sekolah adalah…

a)

Membantu teman yang kesusahan karena merasa kasihan saja

b)

Memberikan bantuan kepada teman karena ingin dipuji guru

c)

Menolong teman dengan tulus karena menyadari bahwa penderitaan temannya adalah bagian dari dirinya juga

d)

Menyuruh teman lain untuk membantu agar tidak repot sendiri

e)

Menjauhi teman yang sedang dalam masalah agar tidak terbawa pengaruh

31.

Dalam skenario Discovery Learning materi ekosistem, siswa sedang melakukan tahap pengumpulan dan pengolahan data hasil observasi. Apa peran utama guru pada tahap ini sesuai prinsip PCK?

a)

Menjadi sumber informasi tunggal, menjawab semua pertanyaan siswa secara langsung.

b)

Meninggalkan kelas agar siswa bisa bekerja mandiri sepenuhnya.

c)

Langsung mengoreksi data yang salah yang ditemukan oleh siswa dan menggantinya dengan data yang benar.

d)

Memberikan bimbingan terarah, mengajukan pertanyaan pancingan, dan memastikan semua sumber belajar telah tersedia dan digunakan dengan benar.

32.

Dalam mengajarkan materi Tri Hita Karana, guru hendaknya menyusun aktivitas pembelajaran berbasis proyek yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SMK. Aktivitas yang paling sesuai adalah...

a)

Menghafal pengertian Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan

b)

Diskusi kelompok tentang pentingnya keseimbangan hidup

c)

Menonton dokumen pelestarian lingkungan

d)

Proyek kelompok membuat tanaman kecil di sekolah dengan nilai Tri Hita Karana

e)

Guru menjelaskan isi buku secara rinci melalui ceramah

33.

Sebelum memulai materi Upacara Manusa Yadnya (Upacara Daur Hidup), guru melakukan tes singkat untuk memastikan semua siswa telah menguasai materi prasyarat tentang konsep Samsara. Guru tersebut sedang melaksanakan asesmen jenis...

a)

Sumatif

b)

Formatif

c)

Kinerja

d)

Diagnostik

34.

Dalam pembelajaran materi Purana, seorang guru PPG menggunakan metode ceramah dengan membaca teks cerita Purana di depan kelas. Sebagian besar siswa terlihat pasif, beberapa mulai bosan, bahkan ada yang tidak memperhatikan. Supervisor kemudian meminta guru untuk melakukan supervisi klinis yang terstruktur agar pembelajaran menjadi berpusat pada peserta didik, menciptakan suasana belajar yang membahagiakan (mensejahterakan), serta sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Langkah model supervisi klinis yang paling tepat untuk membantu guru memperbaiki pembelajaran tersebut adalah…

a)

Supervisor hanya memberi kritik terhadap kelemahan guru tanpa melibatkan guru dalam refleksi diri.

b)

Supervisor menyarankan guru membuat rencana pembelajaran Purana dengan pendekatan kolaboratif, menggunakan media digital (video cerita Purana), serta mengajak siswa berdiskusi untuk menumbuhkan rasa senang dan keterlibatan aktif.

c)

Supervisor menekankan agar guru berfokus pada penyampaian materi sebanyak-banyaknya, karena tujuan utama adalah penguasaan konten, bukan pengalaman belajar siswa.

d)

Supervisor meminta guru memberikan lebih banyak soal hafalan, karena dianggap cara paling mudah mengukur pemahaman siswa tentang isi Purana.

e)

Supervisor menyarankan guru mengikuti kurikulum lama secara ketat tanpa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan siswa masa kini.

35.

Buk made sari menyadari bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran panca sraddha, khususnya dalam memahami konsep percaya dengan ada moksa. Sebagai upaya untuk mengatasi kesulitan ini, langkah apa yang paling efektif untuk dilakukan oleh buk made sari?

a)

Mengulang materi yang sama dengan metode ceramah

b)

Memberikan tugas tambahan

c)

Menggunakan pendekatan pembelajaran kolaboratif

d)

Memberikan ujian singkat untuk evaluasi

e)

Mengabaikan kesulitan siswa dan melanjutkan materi berikutnya.

36.

Tindakan yang paling tepat bagi ibu Ayu untuk mengatatasi miskonsepsi siswa tentang ajaran karma adalah….

a)

Memberikan tugas menghafal ayat Weda tentang Karma

b)

Memutar video animasi tentang kisah karma para dewa

c)

Menggunakan cerita sederhana tentang kehidupan sehari – hari yang menunjukkan keterkaitan antara niat, tindakan, dan akibat.

d)

Mengajak siswa berdiskusi tentang ajaran Karma dengan memberikan contoh – contoh nyata dalam kehidupan mereka

e)

Menjelaskan Kembali ajaran Karma menggunakan definisi Karma dalam kitab Weda

37.

Seorang guru akan mengajarkan materi Catur Guru pada siswa kelas 5 SD. Saat kegiatan berlangsung, sebagian siswa hanya bisa menyebut “guru di sekolah” dan belum memahami makna guru yang lain. Apa langkah pembelajaran yang paling tepat agar siswa memahami keempat jenis Catur Guru secara utuh?

a)

Menugaskan siswa menghafal isi Catur Guru dari buku teks.

b)

Memberikan penjelasan lisan secara cepat agar waktu tidak habis.

c)

Menggunakan gambar dan cerita kontekstual (orang tua, guru, pemimpin, dan Ida Sang Hyang Widhi) agar siswa dapat mengaitkan dengan pengalaman sehari-hari.

d)

Meminta siswa menulis ulang isi Catur Guru di buku catatan.

e)

Mengadakan ulangan harian agar siswa lebih serius belajar.

38.

Cara yang paling efektif dan kontekstual untuk mencapai tujuan pengamalan Kayika Parisudha (berpikir, berkata, dan berbuat suci) dalam situasi tersebut adalah...

a)

Meminta siswa berpasangan untuk membuat poster tentang Kayika Parisudha yang bertuliskan "Jagalah Kebersihan" dan mewarnainya, lalu menempel poster tersebut di dinding kelas.

b)

Melakukan kegiatan "Aksi Bersih Suci" yang melibatkan seluruh indra siswa: guru mengajak siswa mengamati kolong meja yang kotor (Manacika - niat/pikiran suci untuk membersihkan), membagi tugas dengan ucapan santun (Wacika - perkataan suci), dan bersama-sama membersihkan kelas dari lumpur dan sampah (Kayika - perbuatan suci).

c)

Mengadakan tes lisan tentang urutan tiga bagian Tri Kaya Parisudha (Manacika, Wacika, Kayika) untuk memastikan semua siswa hafal konsep dasarnya.

d)

Menggunakan video animasi yang menjelaskan tentang dampak buruk sampah terhadap lingkungan, kemudian menugaskan siswa untuk menulis janji di buku catatan untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi.

e)

Menghukum siswa yang kedapatan membuang sampah sembarangan dengan menyuruhnya membersihkan toilet sekolah sendirian, agar siswa lain memiliki rasa takut dan jera.