Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Membangun GenAksi dari Keluarga Jujur, Keluarga Bahagia

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Mengapa keluarga dianggap sebagai unit paling strategis dalam membangun budaya antikorupsi di Indonesia?

a)

Karena keluarga merupakan institusi formal negara

b)

Karena keluarga menjadi tempat pertama penegakan hukum

c)

Karena keluarga menjadi tempat pertama pembentukan nilai dan karakter

d)

Karena keluarga mudah dikontrol oleh pemerintah

2.

Apa kesamaan antara fenomena “benalu” dan korupsi menurut buku ini?

a)

Keduanya menguntungkan pohon induk

b)

Keduanya berkembang cepat tanpa terlihat

c)

Keduanya tidak bisa diberantas

d)

Keduanya hanya tumbuh pada bagian atas pohon

3.

Faktor utama yang menyebabkan masyarakat kurang terlibat melawan korupsi adalah …

a)

Kurangnya pemahaman mendalam tentang mekanisme korupsi

b)

Tidak adanya undang-undang antikorupsi

c)

Semua warga mendukung korupsi

d)

Kurangnya aparat hukum

4.

Bagaimana pengaruh pola asuh yang permisif terhadap pembentukan karakter anak menurut konsep keayahbundaan dalam buku ini?

a)

Membuat anak lebih disiplin

b)

Membentuk kemandirian yang tinggi

c)

Melemahkan kontrol moral anak

d)

Meningkatkan rasa tanggung jawab

5.

Dalam konteks keluarga antikorupsi, apa hubungan antara kejujuran dan religiusitas?

a)

Tidak berhubungan

b)

Religiusitas adalah sumber kejujuran

c)

Kejujuran lebih penting dari religiusitas

d)

Religiusitas justru menyebabkan fanatisme

6.

Mengapa sistem pendidikan yang gagal dianggap sebagai akar munculnya generasi korup?

a)

Karena tidak mengajarkan kompetisi

b)

Karena menekankan nilai tanpa kemampuan

c)

Karena mencetak orang cerdas tanpa karakter

d)

Karena tidak meluluskan siswa tepat waktu

7.

Apa yang dapat disimpulkan dari hasil baseline study KPK di Yogyakarta dan Solo?

a)

Keluarga tidak berperan dalam membentuk perilaku anak

b)

Nilai kejujuran tidak penting di keluarga

c)

Orang tua menyadari pentingnya religiusitas, tapi belum menghubungkannya dengan pencegahan korupsi

d)

Keluarga menolak semua bentuk pendidikan karakter

8.

Apa kesamaan pola antara korupsi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang dijelaskan dalam buku ini?

a)

Semua bermula dari kebutuhan masyarakat

b)

Semua memperlihatkan lemahnya sistem dan nilai integritas

9.

Mengapa keluarga dengan pola komunikasi yang buruk rentan menumbuhkan perilaku tidak jujur?

a)

Karena anak tidak bisa bicara jujur tanpa dihukum

b)

Karena keluarga terlalu terbuka

c)

Karena terlalu banyak aturan

d)

Karena anak dibiarkan bebas berpendapat

10.

Apa makna kalimat “memotong satu batang benalu tidak menjadikannya mati”?

a)

Korupsi dapat dihapus hanya dengan menangkap satu orang

b)

Korupsi akan terus hidup jika akar budayanya tidak dicabut

c)

Korupsi berhenti setelah pelaku dipenjara

d)

Penegakan hukum sudah cukup

11.

Evaluasilah pernyataan berikut: “Korupsi hanya urusan pejabat, tidak menyentuh rakyat kecil.”

a)

Benar, karena pejabat yang memiliki kuasa

b)

Salah, karena korupsi berdampak pada seluruh aspek kehidupan rakyat

c)

Benar sebagian, karena rakyat tidak terlibat langsung

d)

Tidak relevan karena rakyat tidak peduli

12.

Apakah strategi edukasi sekunder GenAksi efektif tanpa edukasi primer keluarga?

a)

Ya, karena masyarakat bisa berubah tanpa keluarga

b)

Tidak, karena nilai utama terbentuk pertama kali di rumah

c)

Ya, jika media berperan kuat

d)

Tidak relevan karena semua sama

13.

Bagaimana Anda menilai hubungan antara kemiskinan dan korupsi “by need”?

a)

Tidak ada hubungan

b)

Ada hubungan sebab kemiskinan mendorong perilaku menyimpang

c)

Kemiskinan adalah akibat korupsi, bukan penyebabnya

d)

Tidak bisa dinilai

14.

Mengapa kampanye publik antikorupsi perlu menyesuaikan dengan budaya lokal?

a)

Agar pesan terasa dekat dan mudah diterima masyarakat

b)

Agar terlihat lebih unik dan menarik

c)

Karena budaya lokal lebih penting dari hukum nasional

d)

Agar memudahkan promosi media

15.

Jika sebuah keluarga menolak uang sogokan meski dalam kesulitan ekonomi, hal itu menunjukkan …

a)

Keluarga konservatif

b)

Keluarga berintegritas

c)

Keluarga anti-pemerintah

d)

Keluarga apatis

16.

Bagaimana Anda mengevaluasi peran religiusitas yang hanya normatif dalam mencegah korupsi?

a)

Efektif karena simbol agama cukup kuat

b)

Tidak efektif karena tanpa implementasi moral

c)

Tidak perlu karena semua orang sudah beragama

d)

Cukup untuk mencegah korupsi

17.

Apa konsekuensi jika pendidikan karakter tidak dilibatkan dalam kurikulum nasional?

a)

Tidak ada dampak signifikan

b)

Anak lebih fokus pada akademik

c)

Generasi berpotensi cerdas tapi tidak bermoral

d)

Sekolah menjadi lebih efisien

18.

Mengapa korupsi disebut pemiskinan terstruktur terhadap rakyat?

a)

Karena hanya dilakukan di lembaga keuangan

b)

Karena hasil korupsi langsung diambil dari rakyat

c)

Karena korupsi menghancurkan sistem ekonomi yang menopang kesejahteraan

d)

Karena korupsi tidak berdampak pada rakyat

19.

Jika pemerintah hanya fokus pada penindakan tanpa pencegahan, maka …

a)

Korupsi akan berhenti cepat

b)

Budaya korupsi tetap tumbuh subur

c)

Masyarakat akan menjadi apatis

d)

Hukum akan menjadi kuat

20.

Menurut konsep GenAksi, apa indikator keberhasilan gerakan sosial antikorupsi?

a)

Banyaknya pelaku korupsi ditangkap

b)

Berkurangnya korupsi karena perubahan perilaku sosial

c)

Banyaknya media yang meliput

d)

Besarnya dana kampanye

21.

Jika Anda diminta merancang kegiatan “Rumahku Antikorupsi”, apa ide utama yang harus diutamakan?

a)

Menegur anak jika salah

b)

Mengajarkan kejujuran melalui kebiasaan sehari-hari

c)

Menyuruh anak hafal undang-undang

d)

Menonton berita korupsi

22.

Kegiatan seperti apa yang paling tepat untuk menanamkan nilai integritas di sekolah dasar?

a)

Ceramah agama setiap minggu

b)

Simulasi kejujuran melalui permainan dan peran

c)

Ujian hafalan nilai moral

d)

Menonton film dokumenter korupsi

23.

Bagaimana cara kreatif orangtua memantau penggunaan uang saku anak agar tidak menumbuhkan perilaku koruptif?

a)

Menanyakan tiap pengeluaran dengan nada curiga

b)

Menetapkan sistem catatan harian keuangan anak

c)

Memberikan uang berlebih agar tidak kekurangan

d)

Tidak perlu diawasi

24.

Jika Anda menjadi kepala sekolah, program apa yang paling relevan untuk mendukung gerakan GenAksi?

a)

Kompetisi akademik

b)

Program “Sekolah Jujur Tanpa Pungli”

c)

Penambahan jam pelajaran

d)

Kegiatan remedial

25.

Dalam kampanye publik, slogan apa yang paling mencerminkan pesan buku ini?

a)

A. “Korupsi itu biasa, asal kecil”

b)

B. “Mulai dari diri, mulai dari keluarga”

c)

C. “Tunggu KPK bertindak”

d)

D. “Semua orang pasti tergoda”

26.

Apa langkah kreatif yang bisa dilakukan keluarga untuk membentuk “bank inspirasi” di lingkungan rumah?

a)

Mengumpulkan kisah nyata perilaku jujur dan berbagi dengan tetangga

b)

Membuat catatan dosa orang lain

c)

Mengkritik pejabat di media sosial

d)

Menghafal pidato KPK

27.

Bagaimana keluarga bisa mengintegrasikan nilai antikorupsi ke dalam kegiatan ibadah?

a)

Dengan menilai amal orang lain

b)

Dengan menjadikan ibadah sebagai refleksi integritas dan tanggung jawab sosial

c)

Dengan memperbanyak simbol keagamaan

d)

Dengan membandingkan pahala

28.

Jika Anda diminta mendesain modul pelatihan keayahbundaan antikorupsi, fokus utama yang harus diajarkan adalah …

a)

Cara mengatur keuangan keluarga

b)

Pola komunikasi dan keteladanan moral orangtua

c)

Strategi menanamkan rasa takut

d)

Aturan hukum korupsi

29.

Salah satu cara kreatif mengajarkan anak tentang bahaya korupsi adalah …

a)

Membacakan kisah “benalu dan pohon” untuk menggambarkan dampak korupsi

b)

Menonton sidang koruptor

c)

Menyuruh anak membaca undang-undang

d)

Menyalahkan pejabat di depan anak

30.

Jika Anda diminta menciptakan slogan keluarga antikorupsi berdasarkan semangat buku ini, manakah yang paling sesuai?

a)

A. “Jujur Itu Mahal, Tapi Layak Diperjuangkan”

b)

B. “Lebih Baik Korup Daripada Miskin”

c)

C. “Diam Lebih Aman Daripada Melawan”

d)

D. “Keluarga Sukses Adalah Keluarga Kaya”