wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) KMB I OKT 25

Total questions: 83

Worksheet time: 47mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien laki-laki 55 tahun datang dengan keluhan nyeri dada menjalar ke lengan kiri, keringat dingin, dan mual. Hasil EKG menunjukkan ST elevasi pada Lead II,III ,AVF TD ,130 / 90 mmHg ,Skala nyeri 6 – 7 , Diagnosis yang paling tepat adalah:

a)

Angina stabil

b)

Infark miokard akut

c)

Gagal jantung

d)

Perikarditis

2.

Seorang wanita 60 tahun mengalami sesak saat aktivitas ringan, bengkak di tungkai, dan cepat lelah. Pemeriksaan menunjukkan adanya retensi cairan. edema tungkai ,muka tampak sembab TD 170 / 100 mmHg Kondisi ini disebut:

a)

Infark miokard

b)

Gagal jantung kongestif

c)

Angina pektoris

d)

Hipotensi

3.

Seorang pasien dengan tekanan darah 180/100 mmHg mengeluh sakit kepala dan penglihatan kabur. Diagnosis yang tepat adalah:

a)

Hipotensi

b)

Hipertensi

c)

Aritmia

d)

Syok kardiogenik

4.

Pria 45 tahun, perokok berat, mengeluh nyeri tungkai saat berjalan jauh yang hilang setelah istirahat. Kondisi ini menunjukkan:

a)

Stroke

b)

Penyakit arteri perifer

c)

Emboli paru

d)

Gagal ginjal

5.

Wanita 72 tahun mengalami denyut jantung tidak teratur. EKG menunjukkan fibrilasi atrium. Komplikasi yang paling berbahaya adalah:

a)

Stroke iskemik

b)

Hipotensi

c)

Hipoglikemia

d)

Gagal ginjal

6.

Pasien wanita 48 tahun mengeluh dada terasa berat saat aktivitas, hilang setelah istirahat. Diagnosis paling sesuai:

a)

Angina stabil

b)

Infark miokard

c)

Hipertensi

d)

Perikarditis

7.

Pria gemuk, perokok berat, sering makan makanan berlemak, jarang olahraga. Faktor risiko utama penyakit jantung adalah:

a)

Obesitas, merokok, diet tinggi lemak

b)

Kurang tidur

c)

Riwayat alergi

d)

Usia muda

8.

Pasien dengan diabetes tidak terkontrol datang dengan nyeri dada mendadak. Faktor risiko terbesarnya adalah:

a)

Diabetes melitus

b)

Kurang tidur

c)

Konsumsi garam

d)

Aktivitas berlebihan

9.

Pasien 65 tahun mengeluh sesak saat berbaring hingga harus duduk untuk bernapas. Gejala ini disebut:

a)

Bradikardia

b)

Ortopnea

c)

Sinkop

d)

Hipotensi

10.

Pasien gagal jantung mendapat terapi diuretik. Tujuan utamanya adalah:

a)

Mengurangi kelebihan cairan tubuh

b)

Meningkatkan tekanan darah

c)

Menurunkan kadar gula darah

d)

Mengurangi nyeri dada

11.

Pasien pasca serangan jantung diberikan aspirin. Tujuannya adalah:

a)

Mengencerkan darah dan mencegah trombus

b)

Menurunkan gula darah

c)

Mengurangi kolesterol

d)

Menurunkan denyut jantung

12.

Pria 70 tahun tiba-tiba tidak bisa bicara, wajah mencong, dan lemah separuh badan. Diagnosis:

a)

Stroke iskemik

b)

Epilepsi

c)

Asma

d)

Infark miokard

13.

Wanita 50 tahun mengalami nyeri dada setelah stres emosional. Dicurigai spasme arteri koroner. Diagnosis:

a)

Angina Prinzmetal

b)

Gagal jantung

c)

Aritmia

d)

Infark miokard

14.

Faktor risiko tidak dapat diubah penyakit jantung adalah:

a)

Usia

b)

Obesitas

c)

Merokok

d)

Hiperkolesterolemia

15.

Pasien datang dengan denyut jantung 160x/menit, pusing, dan hampir pingsan. Kondisi ini disebut:

a)

Takikardia

b)

Bradikardia

c)

Sinkop

d)

Hipotensi

16.

Pria 55 tahun dengan bengkak tungkai, asites, hepatomegali. Kondisi ini adalah tanda:

a)

Gagal jantung kanan

b)

Gagal jantung kiri

c)

Stroke

d)

Infark miokard

17.

Pasien dengan hipertensi lama tidak terkontrol mengalami gagal ginjal. Hal ini merupakan:

a)

Komplikasi hipertensi

b)

Efek samping obat

c)

Aritmia

d)

Hipotensi

18.

Pasien dengan tekanan darah 90/60 mmHg, nadi cepat, kulit dingin, kesadaran menurun. Kondisi ini:

a)

Syok kardiogenik

b)

Hipotensi ringan

c)

Stroke

d)

Angina

19.

Pria obesitas mengalami nyeri dada mendadak setelah olahraga berat. Diagnosis yang perlu dicurigai:

a)

Infark miokard

b)

Tuberkulosis

c)

Bronkitis

d)

Hipotensi

20.

Pasien hipertensi diberi obat captopril. Mekanisme utamanya:

a)

Menurunkan resistensi vaskular

b)

Meningkatkan denyut jantung

c)

Mengencerkan darah

d)

Menurunkan kadar gula

21.

Pemeriksaan laboratorium penting untuk pasien penyakit jantung koroner adalah:

a)

Kolesterol total dan LDL

b)

Hemoglobin

c)

Fungsi hati

d)

Gula urine

22.

Wanita 65 tahun nyeri dada saat berjalan cepat. Pemeriksaan treadmill digunakan untuk:

a)

Diagnosis angina stabil

b)

Menilai gula darah

c)

Diagnosis asma

d)

Menilai fungsi ginjal

23.

Pasien dengan riwayat stroke iskemik diberikan antikoagulan. Tujuannya adalah:

4 lines
24.

Tanda khas gagal jantung kiri adalah:

a)

Sesak napas dan batuk berbusa

b)

Edema tungkai

c)

Nyeri dada menjalar

d)

Pusing

25.

Pemeriksaan penunjang penting untuk mendeteksi kelainan jantung:

a)

EKG dan ekokardiografi

b)

CT scan otak

c)

Foto rontgen gigi

d)

Tes mantoux

26.

Pasien 35 tahun batuk >2 minggu, dahak kadang darah, keringat malam. Diagnosis:

a)

Tuberkulosis paru

b)

Asma

c)

Bronkitis

d)

Pneumonia

27.

27. Pria 25 tahun sesak, mengi, riwayat alergi debu. Diagnosis:

a)

Asma bronkial

b)

Pneumonia

c)

Emfisema

d)

TB paru

28.

Pria 40 tahun perokok berat, batuk berdahak kronis pagi hari. Diagnosis:

a)

Bronkitis kronis

b)

TB paru

c)

Asma

d)

Pneumotoraks

29.

Gejala pneumonia adalah:

a)

Batuk berdahak, demam, sesak

b)

Nyeri dada menjalar

c)

Bengkak tungkai

d)

Tidak ada gejala

30.

Pria 60 tahun perokok, batuk kronis, hemoptisis, berat badan turun. Diagnosis:

a)

Kanker paru

b)

Bronkitis

31.

Pemeriksaan utama untuk TB paru:

a)

Foto toraks dan pemeriksaan dahak BTA

b)

Spirometri

c)

CT scan kepala

d)

Mantoux saja

32.

Pasien asma dengan serangan akut. Terapi utama:

a)

Bronkodilator inhalasi

b)

Antikoagulan

c)

Antasida

d)

Antibiotik

33.

Pasien PPOK dengan dada "barrel chest", sesak, dan ronki. Diagnosis:

a)

Emfisema paru

b)

Asma

c)

Pneumonia

d)

Bronkitis akut

34.

Pasien TB minimal harus berobat selama:

a)

6 bulan

b)

2 minggu

c)

3 bulan

d)

12 bulan

35.

Pasien batuk berdahak setelah kehujanan, demam, ronki. Diagnosis:

a)

Bronkitis akut

b)

TB paru

c)

Asma

d)

Fibrosis paru

36.

Pasien asma harus menghindari:

a)

Debu, asap, udara dingin

b)

Air putih

c)

Buah

d)

Susu

37.

Pengobatan pneumonia berat biasanya dengan:

a)

Antibiotik

b)

Antihipertensi

c)

Antasida

d)

Antikoagulan

38.

Pasien PPOK lanjut biasanya membutuhkan:

a)

Oksigen jangka panjang

b)

Aspirin

c)

Vitamin

39.

Penyakit pernapasan erat kaitannya dengan merokok:

a)

PPOK dan kanker paru

b)

TB paru

c)

Pneumonia

d)

Asma

40.

Pasien TB yang tidak patuh minum obat berisiko:

a)

Resistensi obat (MDR-TB)

b)

Stroke

c)

Hipotensi

d)

Gagal ginjal

41.

Pasien dengan trauma dada, sesak mendadak, trakea deviasi. Diagnosis:

a)

Pneumotoraks

b)

Asma

c)

TB paru

d)

Emfisema

42.

Efek samping khas rifampisin:

a)

Urin merah jingga

b)

Hipoglikemia

c)

Rambut rontok

d)

Hipotensi

43.

Gejala khas kanker paru:

a)

Batuk kronis, hemoptisis, sesak

b)

Nyeri ulu hati

c)

Edema tungkai

d)

Pusing

44.

Hasil BTA (+) pada sputum menunjukkan:

a)

Pasien menularkan TB

b)

Pasien bebas TB

c)

Hanya alergi

d)

Asma

45.

Pria dengan riwayat TB lama datang dengan batuk darah dan sesak. Diagnosis:

a)

Bronkiektasis

b)

Asma

c)

Gagal jantung

d)

Hipertensi

46.

Faktor risiko terbesar pneumonia aspirasi adalah:

a)

Pasien stroke dengan disfagia

b)

Anak sehat

c)

Orang muda

47.

Pemeriksaan spirometri digunakan untuk:

a)

Menilai fungsi paru

b)

Menilai fungsi ginjal

c)

Menilai kadar gula

d)

Menilai fungsi hati

48.

Pasien PPOK datang sesak kronis. Edukasi terpenting:

a)

Berhenti merokok

b)

Makan manis

c)

Minum susu

d)

Istirahat total

49.

Pasien TB resisten obat memerlukan pengobatan selama:

a)

18–24 bulan

b)

6 bulan

c)

2 minggu

d)

3 bulan

50.

Komplikasi pneumonia berat dengan oksigen rendah:

a)

A. ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome)

b)

B. Stroke

c)

C. Gagal ginjal

d)

D. Hipotensi ringan

51.

Seorang perawat diminta mengambil sampel darah vena untuk pemeriksaan laboratorium. Lokasi yang paling sering digunakan adalah:

a)

Vena femoralis

b)

Vena jugularis

c)

Vena median cubiti

d)

Vena dorsalis pedis

52.

Pada pengambilan darah vena, pemasangan torniket dilakukan dengan tujuan:

a)

Mengurangi rasa nyeri

b)

Memperbesar dan memudahkan palpasi vena

c)

Menekan arteri agar tidak ikut tertusuk

d)

Mencegah darah keluar setelah ditusuk

53.

Seorang perawat melakukan venipuncture, tetapi tidak keluar darah ke dalam tabung. Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Menarik jarum sedikit ke belakang atau mengubah posisi jarum

b)

Menusuk vena lebih dalam

c)

Mengganti lengan pasien

d)

Menekan vena dengan kuat

54.

Pada saat mengambil darah arteri untuk pemeriksaan analisa gas darah (AGD), lokasi yang paling sering digunakan adalah:

a)

Arteri femoralis

b)

Arteri radialis

c)

Arteri brakialis

d)

Arteri karotis

55.

Sebelum melakukan pungsi arteri radialis, perawat wajib melakukan Allen’s test dengan tujuan:

a)

Memastikan vena cukup besar untuk ditusuk

b)

Menilai adanya kolateral dari arteri ulnaris

c)

Mengukur tekanan darah pasien

d)

Mengetahui adanya infeksi pada kulit

56.

Perbedaan utama teknik pengambilan darah vena dan arteri adalah:

a)

Darah vena lebih gelap dan tekanannya lebih rendah

b)

Darah arteri lebih gelap dan tekanannya lebih rendah

c)

Darah vena lebih terang dan tekanannya lebih tinggi

d)

Tidak ada perbedaan warna dan tekanan

57.

Pada pengambilan darah arteri, setelah jarum ditarik, perawat harus menekan bekas tusukan minimal selama:

a)

30 detik

b)

1 menit

c)

5 menit

d)

15 menit

58.

Tabung atau spuit untuk pengambilan darah arteri pada pemeriksaan gas darah sebaiknya berisi:

a)

EDTA

b)

Heparin

c)

Sitrat

d)

Fluorida

59.

Komplikasi yang paling sering terjadi setelah pengambilan darah vena adalah:

a)

Hematoma

b)

Aritmia

c)

Emboli udara

d)

Hipotensi

60.

Seorang perawat baru selesai mengambil darah arteri pada pasien. Tindakan dokumentasi yang benar adalah:

a)

Menuliskan jumlah darah yang keluar saja

b)

Mencatat waktu, lokasi pengambilan, kondisi pasien, dan hasil Allen’s test

c)

Hanya menuliskan nama pasien

d)

Tidak perlu dokumentasi jika prosedur berhasil

61.

Seorang perawat akan melakukan perekaman EKG pada pasien. Tujuan utama pemeriksaan EKG adalah:

a)

Menilai fungsi paru-paru

b)

Mengetahui kadar oksigen darah

c)

Mendeteksi aktivitas listrik jantung

d)

Mengukur tekanan darah pasien

62.

Sebelum melakukan perekaman EKG, perawat harus memastikan kulit pasien dalam keadaan:

a)

Basah agar elektroda mudah menempel

b)

Berminyak untuk mencegah iritasi

c)

Bersih dan kering agar konduksi listrik baik

d)

Diberi lotion untuk mencegah nyeri

63.

Posisi pasien yang benar saat dilakukan perekaman EKG standar adalah:

a)

Duduk tegak di kursi

b)

Berdiri tegak dengan kedua tangan ke samping

c)

Berbaring terlentang dengan posisi rileks

d)

Duduk bersandar dengan tangan di atas kepala

64.

Elektroda EKG yang dipasang pada ekstremitas kanan atas (RA) diletakkan pada:

a)

Lengan kanan bagian distal

b)

Bahu kanan

c)

Pergelangan tangan kanan

d)

Dada kanan

65.

Setelah perekaman EKG selesai, langkah terakhir yang harus dilakukan perawat adalah:

a)

Melepas elektroda tanpa mematikan mesin

b)

Mendokumentasikan hasil EKG

c)

Menyimpan hasil EKG di laci tanpa identitas

d)

Membersihkan mesin saja tanpa memperhatikan pasien

66.

Seorang pasien laki-laki 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas. Tanda-tanda vital: TD: 150/90 mmHg, Nadi: 110 x/menit, RR: 28 x/menit, Suhu: 36,8 °C, Saturasi O₂: 88% Sebagai perawat, pemeriksaan awal untuk menilai kecukupan oksigenasi pasien adalah:

a)

Memeriksa bunyi jantung dengan stetoskop

b)

Mengukur saturasi oksigen dengan pulse oximeter

c)

Mengukur lingkar lengan atas pasien

d)

Mengukur suhu tubuh dengan termometer

67.

Seorang pasien perempuan 63 tahun dirawat di ruang perawatan dengan keluhan nyeri dada kiri. Tanda-tanda vital: TD: 90/60 mmHg, Nadi: 124 x/menit, lemah, RR: 30 x/menit, Suhu: 37,1 °C, Saturasi O₂: 92%. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

a)

Syok kardiogenik

b)

Infark miokard tanpa komplikasi

c)

Pneumonia ringan

d)

Asma bronkial

68.

Tindakan prioritas perawat untuk memeriksa status sirkulasi pasien adalah:

4 lines
69.

Seorang pasien laki-laki 40 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas. Tanda-tanda vital: TD: 80/50 mmHg, Nadi: 140 x/menit, lemah, RR: 32 x/menit, Suhu: 36,0 °C, Saturasi O₂: 85%. Perawat segera melakukan pemeriksaan sirkulasi dan oksigenasi. Temuan yang menunjukkan adanya gangguan sirkulasi adalah:

a)

CRT lebih dari 3 detik, kulit pucat dan dingin

b)

Saturasi O₂ menurun 85%

c)

Suhu tubuh 36,0 °C

d)

Tekanan darah 80/50 mmHg tanpa perubahan CRT

70.

Seorang pasien laki-laki 60 tahun dirawat di ruang perawatan dengan keluhan berdebar dan pusing. Tanda-tanda vital: TD: 100/70 mmHg, Nadi: 140 x/menit, tidak teratur, RR: 22 x/menit, Suhu: 36,9 °C, Saturasi O₂: 95%. Prosedur pemeriksaan yang paling tepat untuk menilai perubahan irama jantung pada pasien ini adalah:

a)

Mengukur tekanan darah secara manual

b)

Melakukan perekaman EKG 12 lead

c)

Mengukur saturasi O₂ dengan pulse oximeter

d)

Menilai pengisian kapiler (CRT)

71.

Seorang pasien perempuan 45 tahun mengeluh sesak napas tiba-tiba. Tanda-tanda vital: TD: 130/85 mmHg, Nadi: 96 x/menit, regular, RR: 32 x/menit, Suhu: 37,2 °C, Saturasi O₂: 89%. Tindakan pemeriksaan pertama yang perlu dilakukan perawat untuk menilai perubahan irama napas adalah:

a)

Menilai pola napas dan frekuensi dengan observasi dada pasien

b)

Mengukur suhu tubuh pasien

c)

Memeriksa bunyi jantung dengan stetoskop

d)

Mengukur lingkar lengan atas pasien

72.

Seorang pasien laki-laki 70 tahun dengan riwayat penyakit jantung datang dengan keluhan nyeri dada dan sesak. Tanda-tanda vital: TD: 85/60 mmHg, Nadi: 48 x/menit, tidak teratur, RR: 28 x/menit, Suhu: 36,7 °C, Saturasi O₂: 90%. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bradikardi dengan irama tidak teratur. Pemeriksaan tambahan yang harus segera dilakukan untuk memastikan kondisi jantung pasien adalah:

a)

Pemeriksaan EKG

b)

Pemeriksaan urine lengkap

73.

Seorang pasien laki-laki 58 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas. Tanda-tanda vital: TD: 140/90 mmHg, Nadi: 110 x/menit, RR: 30 x/menit, Suhu: 37,5 °C, Saturasi O₂: 86%. Kesadaran: Compos mentis. Perawat mendengar bunyi napas tambahan berupa wheezing. Tindakan yang tepat dilakukan perawat adalah:

a)

Memberikan posisi semi-Fowler dan memantau saturasi O₂

b)

Membiarkan pasien berbaring telentang agar rileks

c)

Menunda pemeriksaan hingga pasien tenang

d)

Hanya mendokumentasikan tanpa intervensi

74.

Seorang pasien perempuan 67 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan lemas. Tanda-tanda vital: TD: 90/60 mmHg, Nadi: 52 x/menit, RR: 22 x/menit, Suhu: 36,8 °C. Kesadaran: Apatis. Pada auskultasi, perawat menemukan adanya bunyi jantung tambahan (S3). Tindakan yang harus dilakukan perawat adalah:

a)

Melaporkan segera ke dokter dan memantau tanda-tanda vital

b)

Membiarkan pasien istirahat tanpa tindak lanjut

c)

Mengukur lingkar lengan atas pasien

d)

Menurunkan posisi kepala tempat tidur

75.

Seorang pasien laki-laki 45 tahun pasca operasi abdomen mengeluh nyeri dada dan sesak. Tanda-tanda vital: TD: 100/70 mmHg, Nadi: 124 x/menit, RR: 34 x/menit, Suhu: 37,1 °C, Saturasi O₂: 89%. Kesadaran: Somnolen. Perawat mendengar bunyi napas crackles pada kedua basal paru. Tindakan prioritas perawat adalah:

a)

Memberikan oksigen sesuai program dan memposisikan pasien semi-Fowler

b)

Memberikan cairan minum yang banyak

c)

Membiarkan pasien tidur agar lebih rileks

d)

Menutup jendela ruangan agar lebih hangat

76.

Seorang pasien laki-laki 56 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak. Tanda-tanda vital: TD: 130/80 mmHg, Nadi: 108 x/menit, RR: 32 x/menit, Suhu: 37,3 °C, Saturasi O₂: 85%. Suara napas: wheezing. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

a)

Asma eksaserbasi akut

b)

Pneumonia bakterial

c)

Infark miokard akut

d)

Gagal ginjal akut

77.

Tindakan perawat yang tepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen pasien adalah:

a)

Memberikan oksigen dengan simple mask 6–10 L/menit

b)

Memberikan oksigen dengan nasal kanul 1–2 L/menit

c)

Membiarkan pasien bernapas spontan tanpa alat bantu

d)

Memasang non-rebreathing mask 15 L/menit

78.

Seorang pasien perempuan 40 tahun dirawat dengan keluhan batuk berdahak dan sesak ringan. Tanda-tanda vital: TD: 120/70 mmHg, Nadi: 96 x/menit, RR: 28 x/menit, Suhu: 38,1°C, Saturasi O₂: 89%, Suara napas: crackles halus di basal paru. Tindakan perawat yang tepat adalah:

a)

Memberikan oksigen dengan simple mask 5–8 L/menit

b)

Memberikan oksigen dengan nasal kanul 1 L/menit

c)

Memberikan kompres hangat saja tanpa oksigen

d)

Memberikan posisi Trendelenburg untuk memperbaiki napas

79.

Seorang pasien laki-laki 45 tahun dengan riwayat bronkiektasis datang ke ruang rawat dengan keluhan batuk berdahak kental. Mengeluh sesak nafas sejak 2 hari yang lalu, RR 35 x/menit. Suara napas: ronki kasar di lapang paru bawah. Tindakan yang tepat dilakukan perawat dalam prosedur postural drainage adalah:

a)

Memposisikan pasien dengan kepala lebih rendah dari dada untuk membantu pengeluaran sekret

b)

Memposisikan pasien telentang lurus tanpa perubahan posisi

c)

Memberikan posisi semi-Fowler saja tanpa mobilisasi

d)

Memberikan minum air hangat tanpa dilakukan perubahan posisi

80.

Seorang pasien laki-laki 55 tahun dengan riwayat PPOK dirawat di ruang perawatan intensif. Pasien tampak sesak dengan penggunaan alat bantu napas. Suara napas: wheezing dan ronki halus. Tanda vital: TD 135/85 mmHg, Nadi 110 x/menit, RR 32 x/menit, Saturasi O₂ 86%. Tindakan perawat yang paling tepat terkait pemeriksaan AGD adalah:

a)

Mengambil sampel darah arteri, biasanya dari arteri radialis

b)

Mengambil sampel darah vena untuk diperiksa AGD

c)

Hanya mengukur saturasi O₂ dengan pulse oximeter

d)

Memberikan nebulizer tanpa pemeriksaan lanjutan

81.

Seorang pasien perempuan 40 tahun pasca operasi abdomen mengalami napas cepat dan dangkal. Suara napas: crackles di kedua basal paru. Tanda vital: TD 100/70 mmHg, Nadi 120 x/menit, RR 30 x/menit, Saturasi O2 84%. Perawat sudah mendapat hasil AGD dengan nilai PaO2 rendah dan PaCO2 meningkat. Langkah yang tepat dilakukan perawat adalah:

a)

Melaporkan hasil AGD segera ke dokter dan memberikan oksigen sesuai instruksi

b)

Menunggu 1 jam sebelum melaporkan hasil AGD

c)

Mengganti pemeriksaan AGD dengan foto toraks

d)

Membiarkan pasien tidur tanpa intervensi

82.

Seorang pasien laki-laki 50 tahun dengan trakeostomi mengeluh sesak napas. Suara napas: ronki kasar terdengar dari kanul trakeostomi. Tanda vital: TD 130/80 mmHg, Nadi 110 x/menit, RR 30 x/menit, Saturasi O2 86%. Tindakan perawat yang paling tepat adalah:

a)

Melakukan suction trakeostomi untuk membersihkan jalan napas

b)

Membiarkan pasien agar beristirahat

c)

Memberikan obat oral penurun dahak terlebih dahulu

d)

Mengganti kanul tanpa prosedur steril

83.

Seorang pasien perempuan 62 tahun dengan trakeostomi mengalami peningkatan sekret kental. Suara napas: wheezing dan napas berbunyi gurgling di area trakeostomi. Tanda vital: TD 120/75 mmHg, Nadi 100 x/menit, RR 28 x/menit, Saturasi O2 88%. Tindakan perawat yang sesuai prosedur perawatan trakeostomi adalah:

a)

Membersihkan area sekitar stoma dengan teknik aseptik dan mengganti balutan

b)

Membiarkan sekret keluar sendiri tanpa tindakan

c)

Menutup kanul trakeostomi agar pasien bernapas lewat hidung

d)

Hanya memberikan posisi miring tanpa membersihkan kanul