NEW
Font size
Worksheets2. Respirasi
Total questions: 79
Worksheet time: 40mins
Pemeriksaan Sputum BTA digunakan untuk mendeteksi keberadaan:
Virus penyebab flu
Mycobacterium tuberculosis
Parasit penyebab infeksi paru
Jamur penyebab infeksi paru
Bakteri penyebab pneumonia
Seorang laki-laki berusia 31 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak dialami sejak 3 minggu yang lalu disertai dengan penurunan berat badan. Hasil pemeriksaan dahak dengan pewarnaan tahan asam ditemukan adanya Basil Tahan Asam. Hasil tes cepat molekuler terdeteksi adanya gen Mycobacterium tuberculosis, dengan rifampisin sensitif. Berat badan pasien saat ini 51 kg. Dokter akan menuliskan resep obat anti tuberkulosis untuk 1 bulan dengan sediaan kombinasi dosis tetap. Bagaimana aturan penulisan resep pada pemberian obat antituberkulosis tersebut?
4KDT diberikan sebanyak 84 tablet dengan aturan pakai 1 dd 3 tablet
4KDT diberikan sebanyak 112 tablet dengan aturan pakai 1 dd 4 tablet
4KDT diberikan sebanyak 84 tablet dengan aturan pakai 2 dd 2 tablet
4KDT diberikan sebanyak 56 tablet dengan aturan pakai 2 dd 1 tablet
4KDT diberikan sebanyak 56 tablet dengan aturan pakai 1 dd 2 tablet
Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan demam dan nyeri menelan. Pada pemeriksaan fisik dan foto torak didapatkan tanda-tanda pneumonia. Riwayat kontak dengan saudaranya yang dinyatakan positif Covid 19 melalui pemeriksaan PCR nasofaring. Kriteria kasus pada pasien tersebut adalah:
Kasus Probable
Orang Tanpa Gejala
Kasus konfirmasi
Kasus Discarded
Kasus Suspek
Pelebaran ductus alveolaris bagian distal dari bronkus terminalis yang bersifat irreversible dengan disertai adanya kerusakan dinding alveolus, adalah tanda dari:
Emphysema
Asthma bronchialis
Bronchitis
Cystic fibrosis
TBC paru
Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 1 bulan, disertai keringat malam dan penurunan berat badan. Pasien memiliki riwayat terdiagnosa tuberkulosis (TB) 2 tahun yang lalu, namun hanya berobat selama 2 bulan karena sudah merasa membaik. Saat ini, pemeriksaan BTA 3x menunjukkan hasil +++ dan foto rontgen menunjukkan cavitas pada paru atas kanan. Uji penapisan yang dilakukan pada pasien ini adalah:
Foto rontgen thoraks
Uji Lawstein Janson
TB Lamp
Uji GenExpert
Periksa ulang BTA
Laki-laki 62 tahun sesak sejak 1 jam; batuk berdahak bertambah dan berwarna kehijauan sejak 2 hari; riwayat serupa 6 bulan lalu; perokok 3 bungkus/hari sejak usia 30 tahun. Tanda vital: TD 130/90, nadi 90, RR 35, T 38°C. PF: sela iga melebar, barrel chest. Lab: leukositosis. Tatalaksana yang diberikan:
Oksigen, antibiotik, epinefrin, bronkodilator
Bronkodilator, epinefrin, antibiotik
Oksigen, steroid, antibiotik
Oksigen, bronkodilator, steroid, antibiotik
Bronkodilator, steroid, antibiotik
Seorang pasien selesai mengonsumsi obat anti-tuberkulosis (OAT) terdiri dari rifampisin, isoniazid, pirazinamid, dan etambutol selama 2 bulan. Setelah itu, pasien dites MTB dan hasilnya masih positif. Apa langkah selanjutnya yang perlu dilakukan?
Lanjutkan OAT sampai bulan ke-3 dan lakukan tes sensitivitas
Lanjutkan terapi selama 6 bulan tanpa tes ulang
Ganti OAT lini ke-2
Ulangi pengobatan
Hentikan pengobatan karena terapi sudah cukup
Anak perempuan berusia 9 tahun mengeluhkan sesak napas sejak 2 jam lalu saat bermain boneka. Saat ini anak tampak gelisah dan duduk membungkuk. Keluhan ini sudah terjadi untuk kedua kalinya dalam 2 bulan terakhir. Tekanan darah 110/80 mmHg, denyut jantung 120, frekuensi pernapasan 40, sianosis (-), retraksi suprasternal (+), wheezing (+/-). Diagnosis yang tepat adalah:
Asma sedang
Asma berat
Status asmatikus
Asma persisten
Asma ringan
Seorang pasien yang mengonsumsi obat anti-tuberkulosis (OAT) mengeluhkan warna air urin yang kemerahan dan munculnya kesemutan di jari-jari. Obat mana yang paling mungkin menyebabkan efek samping tersebut?
Isoniazid dan Pirazinamid
Isoniazid dan Streptomisin
Rifampisin dan Pirazinamid
Rifampisin dan Etambutol
Isoniazid dan Rifampisin
Seorang laki-laki berusia 48 tahun datang ke puskesmas untuk control penyakit tuberkulosisnya. Pasien sudah mengkonsumsi OAT 3 bulan terakhir dengan teratur. Pasien menyampaikan bahwa 3 bulan terakhir berat badannya tetap tidak meningkat. Berat badan biasa sebelum menderita tuberkulosis 56 kg, dengan tinggi badan 165 cm. Berat badan sekarang adalah 48 kg. Apakah langkah yang bisa dilakukan oleh dokter untuk menilai kecukupan intake pasien ini dibanding kebutuhannya?
Melakukan pemeriksaan albumin
Melakukan dietary assessment
Melakukan penghitungan IMT
Melakukan pemeriksaan bio-impedance analysis (BIA)
Melakukan pemeriksaan hemoglobin
Seorang ibu, 25 tahun, mengeluh sering batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Kadang-kadang ibu merasa sesak jika batuk terus menerus. Makronutrien dapat mempengaruhi produksi CO2. Terdapat makronutrien yang paling besar memproduksi CO2. Apakah makronutrien tersebut?
Asam lemak
Lemak
Protein
Karbohidrat
Asam amino
Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke puskesmas dengan tujuan untuk melanjutkan pengobatan tuberkulosis fase intensif bulan ke 2. Pasien tersebut mengeluhkan mual dan muntah disertai dengan mata berwarna kuning. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan adanya peningkatan kadar enzim hati. Apa obat anti tuberkulosis yang dapat menimbulkan efek samping tersebut?
Rifampisin, isoniazid, etambutol
Rifampisin, isoniazid, pirazinamid, etambutol
Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid
Etambutol, isoniazid, pirazinamid
Rifampisin, etambutol, pirazinamid
Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas sejak 2 jam yang lalu. Pasien diketahui tertusuk panah saat sedang belajar memanah dengan temannya. Keluhan disertai nyeri dada. Pada pemeriksaan didapatkan kesadaran kompos mentis, tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 98x/menit, napas 32x/menit, suhu afebris. Pada pemeriksaan fisik didapatkan luka tusuk pada hemithorax dextra, perkusi hipersonor auskultasi bunyi vesikuler menurun. Apakah tatalaksana awal pada pasien tersebut?
Needle decompression
Balut kasa 3 sisi
Perikardiosentesis
Pemasangan WSD
Operasi rekonstruksi cito
Kontraindikasi dilakukannya perkusi thorax untuk mengetahui tinggi efusi pleura adalah ...
TB aktif
Bronchitis
Asthma
Atelektasis
Gangguan napas retriksi
Seorang anak perempuan usia 3 tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan batuk sejak 2 minggu. Batuk disertai suara melengking, anak sering batuk hingga anak sulit bernafas, kadang disertai muntah, pada saat batuk anak menarik nafas dengan cepat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan mata merah dan sianosis pada bibir, nadi 100x/menit, pernapasan 30x/menit, suhu 37°C, tidak didapatkan stridor, ronki atau wheezing. Riwayat imunisasi hanya DPT 1 kali. Apakah diagnosis pada pasien ini?
Bronkiolitis
Sindroma croup
Pneumonia
Pertusis
Bronkopneumonia
Seorang laki-laki berusia 29 tahun datang ke puskesmas dengan tujuan untuk melanjutkan pengobatan tuberkulosis fase intensif bulan pertama. Pasien tersebut mengeluhkan kram-kram hingga mati rasa disekitar mulut sejak 2 minggu yang lalu. Apa obat anti tuberkulosis yang dapat menimbulkan efek samping tersebut?
Pirazinamid
Rifampisin
Streptomisin
Etambutol
Isoniazid
Laki-laki 25 tahun, nyeri tenggorok 3 hari hingga sulit makan. Demam naik-turun 1 bulan, BB turun >10 kg. PF: TD 120/80, N 90, RR 20, T 38°C. Hidung normal, tonsil TI/TI, orofaring hiperemis dengan bercak putih dan edema. Diagnosis?
Tonsilofaringitis akut
Faringitis kronik eksaserbasi akut
Faringitis bakterial akut
Faringitis kandida
Tonsilofaringitis kronik eksaserbasi akut
Seorang laki-laki usia 40 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD dengan keluhan kesadaran menurun dialami sejak 1 jam lalu, sebelum tidak sadarkan diri pasien diketahui ada demam sejak 3 hari lalu dan disertai nyeri kepala hebat. Jika saudara sebagai dokter IGD, spesimen terbaik untuk diperiksa di laboratorium untuk menemukan bakteri penyebabnya adalah?
Aspirat bronkial
Bronchoalveolar lavage
Aspirat trakeal
Sputum suction
Cerebro spinal fluid
Seorang anak laki-laki 5 tahun 3 bulan datang ke puskesmas dengan keluhan demam dan batuk berdahak sejak 8 hari. Asupan makan berkurang sejak sakit karena kadang muntah bila makan atau minum. Dokter menyarankan untuk mengonsumsi margarin dan tauge. Apakah vitamin yang banyak terkandung dalam makanan tersebut?
Vitamin B6
Vitamin B1
Vitamin A
Vitamin E
Vitamin K
Dokter B yang bertugas di puskesmas ingin melakukan kajian 'epidemiologi penyakit tuberculosis' yang ada di wilayah kerjanya. Langkah awal yang harus dilakukan oleh dokter B adalah:
Mengumpulkan data penderita TB yang ada di wilayah kerja Puskesmas
Menginterpretasi laporan bulanan TB
Melakukan analisis terhadap data pasien TB 3 bulan terakhir
Mengelompokkan data penderita TB
Mengolah laporan bulanan TB
Seorang laki-laki berusia 68 tahun pergi ke puskesmas, mengeluh batuk dan dahak berdarah sejak 1 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh sesak napas sejak 2 minggu lalu disertai suara serak. Pasien mengaku merokok dua bungkus sehari selama 45 tahun dan minum alkohol sesekali. Baru-baru ini, ia mengalami kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan yang signifikan. Pemeriksaan fisik menunjukkan pucat, penurunan berat badan. Foto toraks menunjukkan massa di apeks paru kanan. Pemeriksaan histologis dari biopsi transbronkial ditunjukkan seperti gambar berikut.
Adenocarcinoma
Squamous cell carcinoma
Small cell carcinoma
Mesothelioma
Metastatic adenocarcinoma
Perempuan berusia 35 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan sesak yang dialami sejak 2 minggu, sesak dirasakan semakin lama semakin memberat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan fremitus vokal melemah di kanan, perkusi redup. Dokter kemudian melakukan tindakan thoracocentesis dan dikeluarkan cairan yang berwarna putih kekuningan dan berbau seperti nanah. Apakah diagnosis yang paling tepat pada pasien ini?
Empiema
Fibrothoraks
Pneumothorax
Hematothoraks
Hidropneumothoraks
Pria 62 tahun batuk dan sesak 2 hari; sputum kemerahan kental “jelly”, demam. PF: TD 100/60, nadi 92, RR 26, T 38,8°C; ronki basah halus hemitoraks dekstra. Etiologi paling mungkin:
Streptococcus pneumoniae
Pneumocystis jirovecii
Klebsiella pneumoniae
Haemophilus influenzae
Pseudomonas aeruginosa
Seorang wanita berusia 69 tahun datang ke poli RS dengan keluhan demam dan sesak napas yang dirasakan sejak 4 hari yang lalu. Demam dirasakan terus-menerus, disertai batuk berdahak berwarna kekuningan. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit DM, hipertensi, atau masalah jantung. Keadaan umum pasien tampak sakit sedang dengan kesadaran composmentis. Tanda vital menunjukkan TD 135/85 mmHg, HR 108 x/menit, RR 24x/menit, SpO2 98%, dan T 39°C. Pada pemeriksaan paru ditemukan ronki basah kasar pada lapang paru kanan pada S/C 7-8. Hasil foto X-ray toraks menunjukkan gambaran air bronchogram dan infiltrat pada bagian basal paru kanan. Berapa skor CURB-65 pasien dan tatalaksana kondisi pasien tersebut?
2, rawat inap tanpa antibiotik
4, rawat inap intensif di ICU
3, rawat inap dengan ceftriaxone
1, rawat jalan dengan amoxicillin
5, rawat jalan dengan amoxicillin
Bayi usia 9 bulan datang dengan ibunya, keluhan demam 2 minggu, tidak disertai batuk, pilek, atau diare. Bayi tampak kurus, BB sulit naik sejak 3 bulan. ASI (+), MPASI (+), formula (–). Ayah TB (+) sedang OAT, bayi belum imunisasi BCG. PF normal. Antropometri: BB/TB 60%, BB/U 50%. Uji tuberkulin: indurasi 12 mm. Tatalaksana tepat?
Profilaksis INH
Terapi OAT
Uji tuberkulin
Observasi 2 minggu
Imunisasi BCG + profilaksis INH
Seorang wanita usia 54 tahun datang dengan keluhan sesak napas yang memberat sejak 4 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan gagal jantung sejak 3 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan perkusi redup pada area ICS 4-6 hemithorax dextra. Dokter menduga terdapat akumulasi cairan pada dada kanan pasien. Apa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk membedakan jenis cairan pada pasien?
Mantoux Test
Gen Expert Test
Rivalta Test
Esbach Test
Nonne Pandy Test
Laki-laki 55 tahun sesak memberat; riwayat perokok berat. PF: barrel chest, perkusi hipersonor, wheezing bilateral. Hasil spirometri yang diharapkan:
FEV1 +, FVC normal, FEV1/FVC post-BD <70%
FEV1 +, FVC +, FEV1/FVC post-BD <70%
FEV1 +, FVC +, FEV1/FVC post-BD >70%
FEV1 +, FVC normal, FEV1/FVC post-BD >70%
FEV1 +, FVC +, FEV1/FVC post-BD <70%
Pria 52 tahun sesak terutama saat berbaring, nyeri dada saat napas; badan bengkak. PF: TD 120/80, nadi 96, RR 28, T 37,7°C; perkusi dada redup. Lab: hiperkolesterolemia, hipoalbuminemia, proteinuria +3. Pemeriksaan penunjang untuk membedakan jenis cairan pleura:
Tes endapan
Tes Rivalta
Kultur virus
D-dimer
Kultur bakteri
Seorang laki-laki usia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak lebih dari 2 minggu disertai demam dan keringat dingin terutama malam hari. Pasien mengatakan dada terasa penuh dan agak sedikit sesak. Keluhan ini baru pertama kali dirasakan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/90 mmHg, nadi 90x/menit, suhu 37,2°C, pernapasan 22x/menit, ronki kasar pada apes paru bilateral. Pada pemeriksaan BTA didapatkan SP +/+. Apakah tatalaksana yang tepat untuk pasien ini?
2RHZES + 4R3H3
2RHZE + 4RH
2RHZES + 1RHZE + 5R3H3E3
2RHZE + 4R3H3 + Kortikosteroid
2RHZE + 4R3H3
Seorang laki-laki berusia 68 tahun datang ke poli dengan keluhan sering batuk dan sesak napas yang dirasakan sejak 3 bulan lalu. Batuk berdahak berwarna putih hingga kuning kental. Sesak dirasakan hanya saat beraktivitas dengan intensitas sedang. Keluhan demam, penurunan berat badan, dan keringat malam disangkal. Pasien memiliki riwayat merokok 1,5 bungkus/hari selama 50 tahun. Riwayat DM disangkal, hipertensi diakui namun jarang berobat. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 150/90, HR 89, RR 28, SpO2 95%, dan suhu 36,5°C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan sela iga melebar, perkusi hipersonor, serta wheezing dan ronki pada kedua lapang paru. Manakah hasil pemeriksaan berikut yang mendukung diagnosis pasien?
Gambaran infiltrat pada x-ray thoraks
Gambaran tram-track sign pada CT-Scan
Pemeriksaan peak expiratory flow < 50%
Peningkatan FEV1 > 12% pasca tes bronkodilator
Pemeriksaan spirometri FEV1/FVC < 70% pasca tes bronkodilator
Ny. Mikasa, usia 68 tahun, dibawa ke IGD mengeluh sesak napas sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai demam tinggi dan batuk kuning kehijauan kental, demam naik turun yang dirasa selama 4 hari sebelumnya. Diketahui pasien tidak ada riwayat rawat inap atau tindakan di rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi 94 kali/menit, laju pernapasan 29 kali/menit, suhu 39°C. Dari pemeriksaan auskultasi ditemukan ronki pada right middle lobe, wheezing (-). Pemeriksaan x-ray thorax didapatkan gambaran konsolidasi di lobus medial paru kanan. Apakah diagnosis yang paling tepat pada pasien ini?
Hospital Acquired Pneumonia
Community Acquired Pneumonia, 1
Pneumonia Aspirasi
Community Acquired Pneumonia, 2
Abses paru
Dalam tes provokasi metakolin, penurunan nilai FEV1 sebesar ___ atau lebih setelah pemberian metakolin biasanya menunjukkan asma:
20%
10%
15%
5%
25%
Seorang laki-laki 67 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak sejak 3 hari terakhir. Keluhan ini disertai dengan batuk berdahak namun sulit dikeluarkan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan Tekanan darah 140/90mmHg, frekuensi napas 32 x/menit, denyut nadi 102x/menit dan temperatur 38,8 derajat celcius, dan saturasi oksigen 76%. Hasil pemeriksaan swab PCR SarsCoV2 terdeteksi positif. Hasil laboratorium ada lekositosis dan foto toraks ada infiltrat pada kedua hemitoraks. Riwayat vaksinasi Covid 19 1 kali. Apakah diagnosis pasien ini?
Kasus Covid 19 terkonfirmasi gejala ringan
Kasus Covid 19 terkonfirmasi gejala kritis
Kasus Covid 19 terkonfirmasi gejala mengancam jiwa
Kasus Covid 19 terkonfirmasi gejala berat
Kasus Covid 19 terkonfirmasi gejala sedang
Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke poliklinik rumah sakit dengan keluhan batuk di alami sejak 4 minggu yang lalu disertai dengan penurunan berat badan dan nafsu makan. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan adanya ronki pada bagian apeks paru. Hasil foto thoraks Posteroanterior menunjukkan adanya gambaran bercak berawan. Hasil pemeriksaan tes cepat molekuler dari sampel dahak terdeteksi Mycobacterium tuberculosis dengan rifampisin resisten tidak terdeteksi. Dokter meresepkan obat anti tuberkulosis untuk satu bulan. Setelah mengkonsumsi OAT tersebut pasien mengeluhkan air kemih berubah warna kemerahan.
Streptomisin
Pirazinamid
Etambutol
Rifampisin
Isoniazid
Seorang anak laki-laki usia 7 tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan bersin-bersin tiap pagi ataupun saat terpapar debu. Pasien diketahui mempunyai riwayat asma. Kondisi ini telah berlangsung selama 3 tahun dan bersifat hilang timbul. Pada pemeriksaan skin prick test didapatkan hasil positif. Apakah gambaran yang anda harapkan pada pemeriksaan rhinoskopi anterior?
Konka pucat, sekret encer
Konka pucat, sekret mukoid
Konka hiperemis, sekret purulent
Konka hiperemis, sekret encer
Konka hiperemis, sekret mukoid
Seorang laki-laki 30 tahun dibawa ke UGD dengan sesak napas hebat tiba-tiba dan memberat, pasien baru saja latihan tinju dan dipukul dadanya, tidak batuk dan tidak batuk darah, pemeriksaan fisik suara napas paru kanan tidak terdengar dengan auskultasi. Dada pasien terasa sangat nyeri. Apakah diagnosis pada pasien ini?
Kontusio thoraks non spesifik
Pneumothoraks ventil
Pneumothoraks terbuka
Fraktur costa
Pneumothoraks tertutup
Seorang perempuan usia 58 tahun datang ke RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 bulan yang lalu. Sesak semakin hari semakin berat. Keluhan batuk dan pilek hampir dirasakan setiap hari saat bekerja. Riwayat alergi dan asma disangkal. Pasien bekerja di tempat pengolahan kapuk sejak 8 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 90x/menit, napas 24x/menit, suhu 37°C. Apakah diagnosa yang tepat pada pasien ini?
Asbestosis
Silikosis
Antrakosis
Ca paru
Bisinosis
Seorang laki-laki berusia 38 tahun mengeluhkan batuk sejak 3 minggu yang lalu. Pasien mengatakan ia juga mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg dalam waktu 1 bulan. Pada pemeriksaan sputum BTA didapatkan hasil +/-. Kemudian pasien diobati dengan Isoniazid, Rifampisin, Pirazinamid, dan Etambutol. Obat yang digunakan untuk mengurangi efek samping neurologis dari pengobatan di atas adalah:
Asam amino
Asam Folat
Pyridoxine
Niasin
Cyanocobalamin
Pria 32 tahun TB paru (batuk >3 minggu, keringat malam, BB turun) sudah OAT 2 minggu; kini mual-muntah hebat, sklera ikterik; AST 1000 IU/L, ALT 500 IU/L. Tatalaksana yang tepat:
Ganti semua OAT dengan Curcuma
Lanjutkan semua OAT, rujuk spesialis paru
Lanjutkan OAT dan beri Curcuma
Lanjutkan etambutol dan streptomisin sementara, hentikan OAT hepatotoksik
Ganti ke regimen OAT kategori 2
Seorang anak perempuan usia 7 tahun datang dengan keluhan bengkak di leher sebelah kanan sejak 1 minggu yg lalu. Keluhan dirasakan semakin membesar disertai nyeri dan demam. Pasien mempunyai riwayat keluar cairan kental dan berbau dari telinga kanan 2 minggu yg lalu. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak dibelakang telinga menjalar sepanjang otot sternocleidomastoideus berwarna kemerahan dan nyeri. Pada pemeriksaan telinga kanan ditemukan cairan mukoik dan perforasi membran timpani sentral. Apakah diagnosis pasien ini?
Kista brankial
Abses Higroma
Abses submandibula
Abses Bezold
Kista Zigoma
Seorang pria berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas hampir setiap hari. Keluhan tersebut mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari, dan pasien hampir setiap hari menggunakan obat pelega napas. Diagnosis yang paling sesuai adalah:
Asma intermiten
Asma persisten berat
Asma persisten ringan
Asma persisten sedang
Asma akut berat
Seorang bayi prematur berusia 2 bulan dirawat di rumah sakit karena sesak napas dan saturasi oksigen rendah. Bayi ini memiliki riwayat penggunaan ventilator mekanik dalam jangka panjang setelah lahir. Pemeriksaan radiologi menunjukkan gambaran paru dengan perubahan fibrosis dan hiperinflasi. Berdasarkan biopsi paru, ditemukan kerusakan jaringan alveolus dengan penebalan septa. Histologi menunjukkan bahwa kondisi ini berhubungan dengan perubahan pada jenis sel alveolar tertentu dan struktur septal. Apa temuan histologis yang paling mungkin pada kasus ini?
Sel alveolar besar dan septal
Sel alveolar besar dan dust
Sel basal dan septa
Sel alveolar gepeng dan dust
Sel alveolar gepeng dan septal
Seorang wanita 50 tahun datang dengan keluhan mudah lelah jika berkegiatan, tetapi ingin melakukan olahraga rutin berupa senam aerobik kelompok di kompleks rumahnya. Bagaimanakah cara yang paling mudah dijelaskan untuk menentukan intensitas sedang latihan aerobik yang dilakukan?
VO2max
HR max
Uji jalan enam menit
Step test
Talk test
Perempuan 42 tahun sesak 2 jam, dada kanan tidak nyaman; demam & batuk berdahak 3 minggu, hanya minum amoksisilin 2 hari. TTV: TD 120/80, nadi 90, RR 30, T 38,1°C. SL: dinding dada asimetris, vokal fremitus ↑ kanan, perkusi hipersonor kanan. Gambaran foto toraks yang mungkin:
Batwing appearance
Fibrosis + trakea tertarik ke kanan
Hiperlusen avaskular paru kanan
Water-bottle sign
Air-fluid level
Seorang laki-laki 72 tahun datang ke UGD dengan sesak napas sejak 8 jam, berdahak. Riwayat 10 hari lalu operasi pembuluh darah tungkai kanan. PF: tampak sakit berat, TD 100/60 mmHg, nadi 120/menit, RR 32/menit, suhu normal. Foto toraks: Palla’s sign (+), Westermark sign (+), Hampton hump (+). Diagnosis paling mungkin adalah:
Emboli paru
DVT
Pneumothorax
Gagal jantung
Efusi pleura
Tipe kanker yang paling banyak ditemukan pada paru-paru adalah
Small cell Carcinoma
Leukemia
Adenocarcinoma
Large Cell Carcinoma
Squamous Cell Carcinoma (SCC)
Tuan AR berkunjung ke klinik dengan keluhan sesak napas, batuk, hidung tersumbat, dan demam. Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan sampel dahak. Hasilnya menunjukkan koloni kecil (titik pin) pada agar darah (BA) dan gram negatif coccobacil. Bakteri apa yang kemungkinan menyebabkan infeksi ini?
Streptococcus pneumoniae
Neisseria
Haemophilus influenzae
Bordetella Pertussis
M. tuberculosis
Seorang anak perempuan usia 2 tahun datang ke tempat praktek dokter diantar ibunya dengan keluhan batuk pilek sejak 5 hari yang lalu. Selain itu ibu merasa kesusahan saat akan membuang ingus anaknya, pasien juga mengeluh buntu pada hidung. Pada rinoskopi anterior didapatkan benjolan pada lubang hidung sebelah kanan dengan permukaan licin, pucat, mudah digerakkan, dan tidak nyeri. Apakah terapi polip medikamentosa pada kasus ini?
Antihistamin
Dekongestan
Antibiotik
Kortikosteroid
Bedah sinus endoskopi fungsional
Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke dokter praktek keluarga dengan riwayat perokok aktif sejak usia 33 tahun, tinggal di area industri, riwayat TB paru dan meminum obat selama 1 tahun terakhir, mengeluh batuk berdahak sulit dikeluarkan. Berwarna kehijauan kental. Apakah patofisiologi yang paling tepat kesulitan mengeluarkan dahak pada pasien di atas?
Batuk yang tidak efektif
Refl eks gastroesofageal yang berulang
Penambahan produksi mukus, struktur dan fungsi silia abnormal
Menurunnya refleks batuk
Refleks batuk yang abnormal
Seorang perempuan, 55 tahun, datang ke Poli RS dengan keluhan batuk berdahak berwarna hijau sejak 1 minggu, dahak tidak berbau. Sebelumnya batuk lama berdahak berwarna putih terutama pagi hari, tidak ada batuk darah. Demam sejak 1 minggu terus menerus, tidak ada keringat malam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ronki basah kasar basal paru kanan dan kiri, dari pemeriksaan foto toraks PA gambaran honeycomb appearance (sarang tawon) di paracardial kanan dan kiri. Diagnosis paling mungkin pada kasus ini
Bronkiektasis terinfeksi
PPOK eksaserbasi
Asma bronkial dalam serangan
Abses paru
Pneumonia
Seorang pria, 28 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas mendadak sejak 3 jam yang lalu. Pasien mengaku sebelumnya sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit paru-paru. Pada pemeriksaan fisik, hemitoraks kiri tampak tertinggal saat bernapas, fremitus taktil menurun di sisi kiri, dan tidak ada wheezing maupun ronki. Hasil pemeriksaan radiologi sebagai berikut: (Gambar radiologi dada)
Atelektasis
Efusi pleura
Emboli paru
Pneumotoraks
Pneumonia lobaris
Seorang laki-laki 45 thn datang ke klinik dokter dengan keluhan batuk. Ia membawa hasil foto toraks yang telah dilakukan sebelumnya saat cek up kantor, hanya saja hasil ekspertnya tercecer. Oleh dokter setelah melihat hasil foto toraksnya tampak sesuatu pada daerah apeks kanan, hanya saja tidak terlalu jelas karena tumpang tindih dengan costa pada daerah tersebut. Apakah pemeriksaan yang tepat dilakukan untuk memperjelas kondisi diatas?
Foto toraks RDL
Foto toraks AP
Foto Top Lordotik
Foto toraks PA
Foto toraks Oblik
Seorang laki-laki usia 20 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri tenggorok sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan demam, batuk, lender tenggorok dan sulit menelan karena sakit. Keluhan tidak disertai dengan perubahan suara maupun sesak napas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tonsil T1/T1 tidak hiperemis dan pada dinding posterior faring mukosa tampak hiperemis, sekret dan granula. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Abses peritonsil
Laringyitis akut
Trakeitis akut
Faringitis akut
Tonsilitis akut
Seorang pria berusia 18 tahun datang ke klinik alergi dengan keluhan hidung tersumbat yang sudah berlangsung selama 5 tahun. Setelah dilakukan pemeriksaan SPT, hasilnya positif +4 untuk tungau dan +4 untuk Aspergillus, sedangkan panel alergen lainnya negatif. Dua jam setelah pemeriksaan SPT, pasien mengeluh kepala terasa pusing, telapak tangan dingin, bibir membengkak, dan sesak napas. Apa kemungkinan diagnosis untuk kasus ini?
Reaksi neurogenik
Reaksi vasovagal
Reaksi pseudoanafilaktoid
Reaksi anafilaksis
Reaksi hipersensitivitas
Seorang pasien berusia 38 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan utama lupa, disertai dengan demam, batuk, dan gejala pernapasan. Pasien juga melaporkan baru saja melakukan perjalanan dari Timur Tengah beberapa minggu yang lalu. Pada pemeriksaan laboratorium, ditemukan adanya leukositosis. Berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil pemeriksaan tersebut, mikroorganisme penyebab yang paling mungkin adalah:
SARS-CoV-2
Respiratory Syncytial Virus (RSV)
Rhinovirus
MERS-CoV
Adenovirus
Seorang laki-laki, 57 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan utama batuk yang dialami selama 2 minggu. Batuk berdahak dan disertai dengan nyeri dada dan demam. Pasien sudah pernah datang berobat 1 minggu yang lalu dan diberi antibiotik namun tidak menunjukkan perbaikan. Saat ini pasien datang dengan keluhan yang masih sama. Pemeriksaan dahak dengan KOH menunjukkan adanya blastokonidia dengan isthmus yang lebar seperti pada gambar berikut ini. Apakah pathogen penyebab pada kasus tersebut?
Coccidioides immitis
Aspergillus fumigatus
Blastomyces dermatitidis
Paracoccidioides brasiliensis
Histoplasma capsulatum
Tn. Sharon, usia 62 tahun, datang ke RS mengeluhkan sesak napas. Keluhan disertai batuk berdahak. Sesak napas kumat-kumatan sejak 5 tahun yang lalu. Riwayat merokok (+) sejak 15 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan: TTV, TD: 120/70 mmHg, HR: 80 x/menit, RR: 24 x/menit, T: 36,7°C. Hb 11 gr/dl, leukosit 8.000/mm³. Pada pemeriksaan spirometri didapatkan FEV1 60%. Terapi yang tepat adalah:
SABA + Kortikosteroid oral
SABA + LABA + Glukokortikoid inhalasi
SABA + LABA + Glukokortikoid inhalasi + O₂
SABA + LABA
SABA + Antikolinergik + Kortikosteroid inhalasi
Seorang anak berusia 6 tahun datang diantar oleh ibunya dengan keluhan sesak sejak 4 hari yang lalu. Keluhan disertai demam tinggi, nyeri tenggorokan, dan air liur menetes (drooling). Pada pemeriksaan soft tissue leher didapatkan tanda "thumb sign". Diagnosis kasus ini adalah:
Croup
Trakeitis
Faringitis
Laringitis
Epiglottitis
Seorang tukang parkir didiagnosis dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan memiliki riwayat merokok selama 20 tahun. Faktor risiko utama yang paling mungkin terkait dengan kondisi PPOK yang dialaminya adalah:
Riwayat merokok jangka panjang
Pola makan tidak sehat
Riwayat penyakit paru dalam keluarga
Aktivitas fisik yang rendah
Pekerjaan di luar ruangan
Anak laki-laki 5 tahun batuk tak berhenti 3 hari; paroksismal hingga sianosis/muntah; perdarahan subkonjungtiva ODS; faring hiperemis, imunisasi tak jelas. Terapi?
Eritromisin 20–30 mg/kgBB selama 14 hari
Eritromisin 50–60 mg/kgBB selama 14 hari
Eritromisin 40–50 mg/kgBB selama 14 hari
Eritromisin 30–40 mg/kgBB selama 14 hari
Eritromisin 10–20 mg/kgBB selama 14 hari
Perempuan 55 tahun epistaksis masif bilateral, volume ±600 cc, mendadak, tanpa trauma. TD 160/90, nadi 90, suhu 36,5, RR 16. Tatalaksana tepat?
Menekan hidung 10–15 menit
Tampon anterior 2×24 jam
Ligasi arteri sfenopalatina
Tampon Bellocq 48–72 jam
Kaustik AgNO₃ 25–30%
Pria 28 tahun sesak 1 jam; demam 3 hari dengan batuk & hidung tersumbat. TTV: TD 120/80, nadi 95, T 37,5°C, RR 22, SpO₂ 99%. PF: rhonki -/-, wheezing -/-. Foto toraks normal. Diagnosis:
Pneumonia
Bronkitis akut
Asma bronkiale
Bronkitis kronis
TB paru
Seorang laki-laki 25 tahun masuk dengan gangguan kesadaran dan sebelumnya pasien merasa sesak napas setelah mendaki. Pasien diantar oleh teman-teman turun dari pendakian gunung. Pasien adalah salah satu anggota baru tim MAPALA di suatu universitas. Pemeriksaan fisik, tidak ada tanda sianosis, tidak ada riwayat trauma. TD 130mmHg, pernapasan 24x/menit. Pada kasus di atas, kemungkinan sesak napas yang terjadi pada pasien adalah akibat:
Rendahnya tekanan partial O2 di atas gunung
Terjadi aklimatisasi pada tubuh pasien
Meningkatnya H+ di dalam darah pasien
Menurunnya hemoglobin darah pasien
Tingginya kadar CO2 di atmosfer
Seorang pasien dengan gejala batuk lebih dari 3 minggu, demam, keringat pada malam hari. Pada Foto thoraks diperoleh gambaran cavitas di upper right lobe yang disertai dengan perselubungan, dan pada hasil pemeriksaan lab diperoleh hasil BTA positif. Berikut ini yang merupakan medium yang digunakan untuk isolasi M. TB
Tellurite agar
DNase agar
Lowenstein Jensen agar
Thioglycolate broth
Regan love agar
Seorang anak berusia 5 tahun 6 bulan diantar ibunya ke RS dengan keluhan nyeri pada tenggorokan sejak 5 hari yang lalu. Keluhan berupa suara serak dan demam. Pemeriksaan tanda vital didapatkan nadi 90 kali/menit, napas 22 kali/menit, suhu 38,7°C. Pemeriksaan fisik ditemukan anak tampak nyeri, disfonia, tonsil T3/T2 serta membran putih kotor dan mengalami perdarahan saat diangkat, tampak benjolan pada leher. Apakah etiologi pada kasus tersebut?
Candida albicans
Corynebacterium minutissimum
Haemophylus influenzae
Streptococcus beta haemolyticus grup A
Corynebacterium diphteriae
Seorang wanita berusia 28 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit tenggorokan yang parah, demam tinggi, dan kesulitan menelan yang semakin memburuk sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga melaporkan adanya pembengkakan di area leher dan merasa sangat kesulitan untuk membuka mulutnya. Pada pemeriksaan fisik, dokter menemukan tonsil yang bengkak, kemerahan, dan bernanah, serta pembengkakan pada sisi kiri tenggorokan. Selain itu, terdapat trismus (kesulitan membuka mulut) dan suara yang teredam. Berdasarkan gejala yang ada, dokter mencurigai pasien mengalami tonsilitis akut. Komplikasi yang paling sering terjadi pada tonsilitis akut pada pasien ini adalah:
Meningitis
Abses peritonsilar
Otitis media
Sepsis
Perforasi rongga mulut
Tn. J adalah seorang pegawai swasta berusia 45 tahun. Tn. J telah didiagnosis positif HIV. Saat ini datang dengan keluhan badan lemas, batuk yang telah berlangsung selama 2 minggu, dan berat badan yang menurun. Ternyata selain HIV, saat ini Tn. J didiagnosis menderita TBC. Rekomendasi nutrisi untuk pasien TBC yang benar di bawah adalah:
Banyak konsumsi sayuran
Kebutuhan lemak 10% dari energi total
Banyak mengonsumsi ikan, minyak ikan, dan bioflavonoid
Kebutuhan protein 30% dari energi total
Perbanyak konsumsi minyak kelapa
Seorang laki-laki usia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk 5 hari, demam, nyeri dada kanan bila menarik napas panjang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan bunyi napas bronkovesikuler sebelah kanan, perkusi redup paru kanan bawah. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien ini?
Spirometri
Analisa gas darah
Sputum BTA
Foto Thorax
Sputum TCM
Tuan AR berkunjung ke klinik dengan keluhan sesak napas/pneumoniae, batuk, hidung tersumbat dan demam, dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan sampel dahak, didapat hasil koloni (titik pin) kecil pada BA dan gram negatif coccobacil
M.tuberculosis
Neisseria
Bordetella Pertussis
Haemophilus influenzae
Streptococcus pneumoniae
Seorang bayi laki-laki berusia 4 bulan dibawa ibunya ke unit gawat darurat dengan keluhan sering sesak napas, terutama saat menangis. Suara tangisan terdengar nyaring, dan muka bayi tidak tampak membiru. Tidak ada demam atau batuk. Pada pemeriksaan, terdengar stridor dan ditemukan retraksi supraklavikular serta interkostal. Serangan sesak napas ini telah terjadi berulang kali selama seminggu. Dugaan utama adalah:
Laryngeal web
Epiglottitis
Papilloma laring/Laringomalasia
Laringitis akut
Papilloma laring
Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas yang dirasakan hampir setiap hari. Keluhan pasien sudah mengganggu tidur dan aktivitas pasien. Pasien hampir menggunakan pelega napas setiap hari. Apa diagnosis pasien diatas?
Asma persisten sedang
Asma persisten berat
Asma akut berat
Asma intermitten
Asma persisten ringan
Seorang laki-laki berusia 66 tahun datang ke igd dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari yang lalu. Tanda vital pasien tekanan darah 120/90 mmHg, nadi 100x/menit, frekuensi napas 30x/menit, suhu 36,8, SpO2 88%. Foto toraks pasien tampak perselubungan homogen pada seluruh hemithorax kanan dengan pendorongan mediastinum dan jantung ke kontralateral. Apakah tindakan tatalaksana yang sesuai untuk pasien diatas:
Pleurodesis
Biopsi pleura
Pungsi pleura
Pemasangan chest tube
Needle decompresi
Seorang laki-laki 32 tahun datang ke poliklinik untuk kontrol pengobatan TB paru. Saat ini pasien baru menyelesaikan pengobatan bulan kedua. Dokter kemudian memeriksakan BTA ulang dengan hasil BTA SP +/-. Apakah langkah yang harus dilakukan oleh dokter selanjutnya?
Ganti terapi OAT Kategori 2
Langsung lanjutkan terapi fase lanjutan
Rujuk ke spesialis paru-paru
Periksa resistensi kuman
Berikan regimen RHZE selama 1 bulan
Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke Poliklinik RS dengan keluhan demam sejak 3 hari terakhir. Keluhan ini disertai dengan batuk berdahak berwarna kuning. Sesak napas kadangkala dirasakan ketika batuk berkepanjangan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan Tekanan darah dalam batas normal, frekuensi napas 26 x/menit, denyut nadi 98 x/menit dan temperatur 38 derajat celcius. Hasil lab memperlihatkan leukositosis dan gambaran foto toraks seperti gambar di bawah ini. Apakah kriteria yang digunakan untuk menentukan derajat keparahan penyakit untuk pasien ini?
Visual analogic scale
CAT score
Early warning score
CURB-65 Score
SOFA score
Seorang bayi perempuan berusia 0 hari dengan sesak saat lahir. Bayi lahir pervaginam dengan usia kehamilan kurang bulan 32 minggu dan berat badan lahir 2000 gram. Pada pemeriksaan fisik didapatkan bayi tampak sianosis, tangis merintih, retraksi dinding dada (+), pernapasan cuping hidung (+). Denyut jantung pasien +/- 160x menit dan frekuensi napas 50x/menit. Dilakukan pemeriksaan foto torak sebagai berikut: Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus ini?
Meconium aspiration syndrome
Pulmonary interstitial emphysema
Transient Tachypneu of Newborn
Hyaline membrane disease
Neonatal Pneumonia
Tn. Vickel, usia 39 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sesak sejak 2 jam yang lalu. Keluhan ini juga disertai dengan demam dan batuk sejak 3 hari yang lalu. Pasien diketahui bekerja sebagai supir ambulans yang saat ini sibuk mengurusi jenazah pasien terkonfirmasi COVID-19. TTV didapatkan TD 110/70 mmHg, RR 26 kali/menit, suhu 37,9 C, dan SpO2 94%. Dokter tidak dapat melakukan pemeriksaan antigen dikarenakan reagen habis. Berdasarkan kasus di atas, maka pasien termasuk dalam kasus...
Suspek COVID-19
COVID-19 gejala berat
Probabel COVID-19
Konfirmasi COVID-19
Kontak erat COVID-19
Seorang laki-laki usia 49 tahun, datang ke Klinik Dokter Umum dengan keluhan batuk yang dialami selama 1 bulan, disertai demam 3 minggu dan keringat malam hari. Pasien juga merasa bahwa berat badannya menurun. Apakah nama pewarnaan untuk memeriksa kuman Mycobacterium tuberculosis?
Giemsa
Wright
MCG
Ziehl-Neelsen
MGG
Seorang pasien berusia 35 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan utama batuk berdahak, demam, dan nyeri dada yang sudah berlangsung selama 2 minggu. Pasien melaporkan baru saja melakukan perjalanan ke daerah kering dan berdebu di bagian selatan Amerika Serikat, yang merupakan daerah endemik penyakit tertentu. Pada pemeriksaan mikroskopis dahak, ditemukan arthroconidia. Berdasarkan temuan ini, mikroorganisme penyebab yang paling mungkin adalah:
Coccidioides immitis
Histoplasma capsulatum
Aspergillus fumigatus
Blastomyces dermatitidis
Cryptococcus neoformans
Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke UGD Rumah Sakit dengan keluhan sulit menelan sejak 4 hari yang lalu. Keluhan ini semakin hari dirasa semakin memberat. Keluhan disertai demam tinggi. Akhir-akhir ini, pasien menjadi tidak jelas saat berbicara, lebih sering terdengar menggumam. Pasien memiliki riwayat menderita tonsilitis 1 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 90x/menit, napas 20x/menit, dan suhu 38,1°C. Pemeriksaan didapatkan tonsil T3/T2, hiperemis, tampak sedikit detritus, edema palatum mole, fluktuasi (+), uvula terdorong ke sisi kiri.
Abses submandibula
Abses Quincy
Tonsilitis kronis eksaserbasi akut
Abses parafaring
Tonsilitis bacterial akut
