Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

utss fff

Total questions: 100

Worksheet time: 42mins

Name
Class
Date
1.
Lembaga hisbah pada masa awal Islam berperan sebagai pengawas kepatuhan terhadap prinsip syariah.
a)
Benar
b)
Salah
2.
Salah satu dasar hukum audit syariah adalah Surah Al-Hujurat ayat 6 yang menekankan sikap teliti dalam menerima informasi.
a)
Benar
b)
Salah
3.
Audit syariah pertama kali dikenal pada masa Khulafaur Rasyidin.
a)
Benar
b)
Salah
4.
Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) di Indonesia diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
a)
Benar
b)
Salah
5.
Prosedur audit seperti inspeksi, konfirmasi, dan penelusuran juga digunakan dalam audit syariah.
a)
Benar
b)
Salah
6.
Audit syariah modern muncul kembali seiring lahirnya perbankan Islam pada tahun 1960-an.
a)
Benar
b)
Salah
7.
Objektivitas dalam kode etik akuntan syariah berarti bebas dari konflik kepentingan dan memastikan legitimasi syariah.
a)
Benar
b)
Salah
8.
Etika profesi akuntan syariah menuntut akuntabilitas vertikal kepada Allah SWT sebelum akuntabilitas horizontal kepada publik.
a)
Benar
b)
Salah
9.
Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) yang dikeluarkan oleh IAI merupakan salah satu bentuk sertifikasi auditor syariah.
a)
Benar
b)
Salah
10.
Tantangan utama sertifikasi auditor syariah di Indonesia adalah keterbatasan SDM yang menguasai akuntansi dan prinsip syariah.
a)
Benar
b)
Salah
11.
Audit syariah di Indonesia sepenuhnya mengikuti standar AAOIFI tanpa ada perbedaan dengan regulasi nasional.
a)
Benar
b)
Salah
12.
Dewan Pengawas Syariah (DPS) wajib ada dalam audit konvensional.
a)
Benar
b)
Salah
13.
Audit eksternal dalam lembaga keuangan syariah dilakukan secara rutin setiap bulan.
a)
Benar
b)
Salah
14.
Filosofi audit syariah menekankan bahwa pertanggungjawaban hanya kepada manusia, bukan kepada Allah SWT.
a)
Benar
b)
Salah
15.
Opini audit syariah berisi tentang kewajaran laporan keuangan tanpa menyebut kepatuhan syariah.
a)
Benar
b)
Salah
16.
Maqashid Syariah tidak relevan dalam penerapan etika profesi akuntan karena bersifat teoritis, bukan praktis.
a)
Benar
b)
Salah
17.
Prinsip perilaku profesional dalam kode etik akuntan syariah hanya menekankan kepatuhan pada hukum positif negara.
a)
Benar
b)
Salah
18.
Sertifikasi auditor syariah di Indonesia dapat diterbitkan oleh lembaga yang tidak memiliki lisensi BNSP.
a)
Benar
b)
Salah
19.
Sertifikat auditor syariah berlaku seumur hidup tanpa perlu perpanjangan.
a)
Benar
b)
Salah
20.
Regulasi audit syariah di Indonesia bersifat bottom-up, sedangkan Malaysia cenderung top-down.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
21.
AAOIFI dan IFSB adalah lembaga internasional yang mengeluarkan standar audit syariah.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
22.
Audit tenure yang terlalu panjang dapat menurunkan independensi auditor.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
23.
Malaysia memiliki kerangka regulasi audit syariah yang lebih komprehensif dibanding Indonesia.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
24.
Fragmentasi regulasi di Indonesia menyebabkan variasi praktik audit antar lembaga keuangan syariah.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
25.
Penerapan Good Corporate Governance (GCG) berperan penting dalam meningkatkan kualitas audit syariah.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
26.
Semua bank syariah di Malaysia telah memiliki divisi audit internal independen yang terkoordinasi dengan komite syariah.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
27.
Upaya penguatan kompetensi auditor syariah harus mencakup pendidikan, sertifikasi, pelatihan, dan regulasi.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
28.
Harmonisasi standar audit syariah nasional dengan standar internasional diperlukan agar hasil audit diakui global.
a)
Setuju
b)
Tidak Setuju
29.
Pemanfaatan teknologi digital dalam audit syariah harus diselaraskan dengan maqashid syariah agar tidak sekadar efisiensi.
a)
Setuju
b)
Tidak Setuju
30.
Audit syariah di Indonesia sudah memiliki standar nasional yang baku dan terintegrasi.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
31.
Semua negara Asia Tenggara telah mewajibkan penerapan Shariah Governance Framework secara penuh.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
32.
Audit syariah hanya menilai kewajaran laporan keuangan, bukan kepatuhan terhadap prinsip syariah.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
33.
Kompetensi auditor syariah cukup sebatas penguasaan akuntansi dan audit konvensional.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
34.
Spesialisasi industri auditor tidak berpengaruh terhadap kualitas audit syariah.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
35.
Audit syariah tidak memerlukan pemahaman maqashid syariah karena fokus pada aspek teknis.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
36.
Audit syariah di Indonesia sudah bebas dari isu independensi Dewan Pengawas Syariah (DPS).
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
37.
Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) di Indonesia sudah sepenuhnya mencakup aspek audit kepatuhan syariah.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
38.
Profesionalisme auditor syariah hanya ditunjukkan melalui kepatuhan terhadap kode etik umum profesi.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
39.
Auditor syariah tidak perlu mengikuti pendidikan berkelanjutan karena standar audit jarang berubah.
a)
Sesuai
b)
Tidak Sesuai
40.
Audit syariah di Indonesia sudah sepenuhnya mengadopsi standar AAOIFI tanpa ada perbedaan dengan PSAK Syariah.
a)
Setuju
b)
Tidak Setuju
41.
Peran Dewan Pengawas Syariah (DPS) hanya sebatas memberikan fatwa, bukan terlibat dalam proses audit.
a)
Setuju
b)
Tidak Setuju
42.
Audit syariah memiliki cakupan yang lebih sempit dibanding audit konvensional karena fokus pada kepatuhan syariah saja.
a)
Setuju
b)
Tidak Setuju
43.
Regulasi OJK dan BI sudah cukup untuk menjamin keseragaman praktik audit syariah di Indonesia.
a)
Setuju
b)
Tidak Setuju
44.
Audit syariah lahir semata-mata karena perkembangan bisnis modern, bukan karena ajaran Islam.
a)
Setuju
b)
Tidak Setuju
45.
Pemanfaatan teknologi seperti AI dan blockchain tidak relevan untuk audit syariah karena sifatnya berbasis nilai spiritual.
a)
Setuju
b)
Tidak Setuju
46.
Audit syariah merupakan bentuk pertanggungjawaban profesional semata, bukan pertanggungjawaban kepada Allah SWT.
a)
Setuju
b)
Tidak Setuju
47.
Audit syariah di Indonesia sudah bebas dari isu independensi DPS.
a)
Setuju
b)
Tidak Setuju
48.
Budaya organisasi yang berlandaskan nilai syariah tidak memengaruhi efektivitas audit syariah.
a)
Setuju
b)
Tidak Setuju
49.
Audit syariah dapat berjalan efektif meskipun lembaga keuangan syariah menjadikannya sekadar formalitas.
a)
Setuju
b)
Tidak Setuju
50.
Audit syariah tidak memerlukan prosedur teknis seperti inspeksi dan konfirmasi karena fokus pada aspek syariah.
a)
Setuju
b)
Tidak Setuju
51.
Jika DPS tidak ada dalam struktur bank syariah, maka…
a)
Audit tetap sah karena DPS opsional
b)
Bank melanggar prinsip tata kelola syariah
c)
Hanya memengaruhi opini auditor eksternal
d)
Tidak berdampak pada kepatuhan syariah
52.
Surah Al-Hujurat ayat 6 relevan dengan audit syariah karena…
a)
Menekankan kehati-hatian dalam memeriksa informasi
b)
Mengatur distribusi zakat secara detail
c)
Mengharuskan penggunaan teknologi audit
d)
Menghapus kewajiban pengawasan
53.
Opini “tidak shariah compliance” berarti…
a)
Laporan keuangan wajar tetapi tidak sesuai syariah
b)
Ada pelanggaran prinsip syariah dalam aktivitas
c)
Auditor tidak independen dalam proses audit
d)
Produk sesuai fatwa DSN-MUI
54.
Tantangan terbesar audit syariah di Indonesia adalah…
a)
Banyaknya auditor bersertifikat SAS
b)
Harmonisasi standar AAOIFI dengan regulasi lokal
c)
Tidak adanya regulasi OJK terkait audit
d)
Kelebihan SDM fikih muamalah
55.
Filosofi audit syariah diperlukan karena…
a)
Mempercepat prosedur audit
b)
Memberikan dasar nilai dan solusi atas masalah audit
c)
Mengurangi biaya audit secara signifikan
d)
Menggantikan prosedur teknis audit
56.
Jika transaksi mengandung unsur riba, maka…
a)
Tetap lolos audit syariah jika tercatat
b)
Harus diungkapkan tanpa koreksi
c)
Melanggar prinsip syariah dan memengaruhi opini
d)
Tidak memengaruhi opini auditor
57.
Perbedaan mendasar audit syariah dan konvensional adalah…
a)
Audit syariah tidak memerlukan bukti fisik
b)
Audit konvensional fokus pada kepatuhan syariah
c)
Audit syariah menilai aspek keuangan dan syariah
d)
Audit konvensional lebih spiritual
58.
AAOIFI berperan dalam audit syariah untuk…
a)
Mengatur pajak internasional
b)
Menetapkan standar akuntansi dan audit syariah global
c)
Menghapus regulasi nasional
d)
Mengatur rotasi auditor syariah
59.
Jika auditor melanggar kode etik AAOIFI, maka…
a)
Audit tetap sah karena kode etik opsional
b)
Opini audit menjadi tidak valid secara profesional
c)
Laporan keuangan lebih transparan
d)
Tidak ada dampak signifikan
60.
Audit eksternal dilakukan oleh…
a)
Auditor internal LKS
b)
Auditor independen di luar perusahaan
c)
DPS yang mengeluarkan fatwa
d)
HRD perusahaan
61.
Praktik akuntansi kreatif berbahaya karena…
a)
Meningkatkan transparansi laporan keuangan
b)
Menurunkan kualitas informasi dan kredibilitas
c)
Memperkuat kepercayaan investor jangka panjang
d)
Mempercepat proses audit
62.
Sistem bagi hasil dalam bank syariah…
a)
Sesuai prinsip syariah dan maqashid
b)
Melanggar aturan audit syariah
c)
Termasuk riba dalam praktiknya
d)
Menghilangkan kebutuhan audit
63.
Prosedur inspeksi dan konfirmasi digunakan untuk…
a)
Mempercepat rotasi auditor
b)
Memastikan bukti akurat dan valid sesuai standar
c)
Mengurangi jumlah DPS dalam struktur
d)
Menghapus opini auditor
64.
Audit syariah modern muncul kembali karena…
a)
Lahirnya perbankan Islam tahun 1960-an
b)
Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah
c)
Adanya IFRS sebagai standar global
d)
Hilangnya praktik hisbah di era modern
65.
Dalam praktik Indonesia, standar yang paling realistis dijadikan rujukan utama untuk audit syariah adalah…
a)
AAOIFI yang sudah diadopsi penuh tanpa penyesuaian
b)
PSAK Syariah & fatwa DSN‑MUI, dengan AAOIFI belum sepenuhnya diadopsi
c)
IFRS plus kode etik IFAC tanpa rujukan syariah
d)
Standar internal bank masing‑masing
66.
Peran Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang paling tepat secara kelembagaan…
a)
Hanya memberi fatwa, tidak menyentuh pengawasan
b)
Memberi otoritas/dukungan syariah dan terlibat dalam pengawasan/kepatuhan
c)
Bertindak sebagai auditor eksternal independen
d)
Diangkat eksklusif oleh regulator tanpa potensi konflik
67.
Tinjauan syariah menurut kerangka AAOIFI paling akurat dipahami sebagai…
a)
Uji kepatuhan syariah atas seluruh aktivitas lembaga
b)
Audit eksternal atas kewajaran semata
c)
Pemeriksaan insidental atas satu produk
d)
Pernyataan kewajaran laporan keuangan
68.
Jika opini menyatakan “tidak shariah compliance”, implikasi utamanya ialah…
a)
Laporan tetap wajar sepenuhnya
b)
Ada pelanggaran prinsip syariah pada aktivitas/produk
c)
Auditor pasti tidak independen
d)
Semua produk telah sesuai fatwa DSN‑MUI
69.
Prosedur paling tepat untuk menguji validitas ayat jurnal terhadap dokumen sumber adalah…
a)
Konfirmasi (untuk pihak ketiga)
b)
Observasi (mengamati proses)
c)
Vouching (menelusuri ke dokumen pendukung)
d)
Tracing (naik dari dokumen ke buku besar)
70.
CAATs/teknologi audit dalam audit syariah idealnya…
a)
Menggantikan seluruh prosedur manual
b)
Dipakai saat catatan elektronik untuk membantu prosedur
c)
Dihindari karena tidak syariah
d)
Hanya relevan bagi audit konvensional
71.
Munculnya audit syariah modern global terutama dipicu oleh…
a)
Runtuhnya Khilafah (awal abad 20)
b)
Lahirnya perbankan Islam era 1960‑an
c)
Adopsi penuh IFRS
d)
Hilangnya lembaga hisbah
72.
Fokus opini audit konvensional vs syariah yang paling tepat…
a)
Keduanya hanya bicara “wajar”
b)
Konvensional: kewajaran; Syariah: status kepatuhan (shariah compliance)
c)
Syariah tidak menerbitkan opini
d)
Konvensional menilai kepatuhan syariah
73.
Regulasi audit syariah di Indonesia bersifat…
a)
Top-down seperti Malaysia
b)
Bottom-up, muncul dari kebutuhan industri
c)
Sepenuhnya mengikuti AAOIFI
d)
Tidak diatur oleh OJK
74.
Faktor utama variasi praktik audit syariah antar lembaga di Indonesia adalah…
a)
Harmonisasi penuh dengan AAOIFI
b)
Fragmentasi regulasi di berbagai lembaga
c)
Ketiadaan DPS
d)
Adopsi IFRS
75.
Audit syariah berbeda dari audit konvensional karena…
a)
Fokus pada kewajaran laporan keuangan saja
b)
Memastikan kepatuhan syariah dan maqashid
c)
Mengabaikan prosedur teknis
d)
Tidak memerlukan opini
76.
Negara yang memiliki kerangka Shariah Governance Framework lebih mapan adalah…
a)
Indonesia
b)
Malaysia
c)
Brunei tidak memiliki SGF
d)
Semua negara sama
77.
Audit tenure yang terlalu panjang dapat…
a)
Meningkatkan independensi auditor
b)
Menurunkan independensi auditor
c)
Tidak berpengaruh
d)
Menghapus kewajiban rotasi
78.
Spesialisasi industri auditor berpengaruh karena…
a)
Mengurangi kualitas audit
b)
Memperkuat pemahaman risiko sektor
c)
Tidak relevan untuk syariah
d)
Menghilangkan independensi
79.
Reputasi KAP yang tinggi biasanya…
a)
Tidak memengaruhi kepercayaan publik
b)
Menjadi sinyal positif bagi stakeholders
c)
Mengurangi objektivitas
d)
Hanya berlaku untuk KAP kecil
80.
Kompetensi auditor syariah mencakup…
a)
Akuntansi saja
b)
Akuntansi + audit konvensional
c)
Akuntansi + fikih muamalah + maqashid
d)
Fikih saja
81.
Penerapan GCG dalam audit syariah bertujuan…
a)
Mengurangi transparansi
b)
Memperkuat akuntabilitas dan independensi
c)
Menghapus DPS
d)
Mengurangi pengawasan
82.
Regulasi audit syariah di Malaysia bersifat…
a)
Bottom-up
b)
Top-down
c)
Tidak diatur
d)
Sukarela
83.
Salah satu indikator GCG adalah…
a)
Ukuran DPS dan komite audit
b)
Jumlah nasabah
c)
Tingkat laba bersih
d)
Jumlah cabang
84.
Audit syariah di Indonesia sudah sepenuhnya mengadopsi AAOIFI.
a)
Benar
b)
Salah
c)
Sebagian
d)
Tidak ada standar
85.
Divisi audit internal independen yang terkoordinasi dengan komite syariah banyak ditemukan di…
a)
Indonesia
b)
Malaysia
c)
Brunei tidak memiliki
d)
Semua negara sama
86.
Tantangan terbesar audit syariah di Indonesia adalah…
a)
Kelebihan auditor bersertifikat
b)
Ketiadaan standar baku dan kompetensi terbatas
c)
Tidak adanya DPS
d)
Regulasi internasional terlalu ketat
87.
Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) di Indonesia saat ini…
a)
Sepenuhnya mencakup audit kepatuhan syariah
b)
Lebih fokus pada akuntansi daripada audit syariah
c)
Tidak relevan untuk auditor syariah
d)
Menghapus kebutuhan pelatihan berkelanjutan
88.
Akuntabilitas vertikal dalam etika syariah berarti…
a)
Tanggung jawab kepada regulator
b)
Tanggung jawab kepada Allah sebelum publik
c)
Hanya kepada klien
d)
Tidak ada perbedaan dengan konvensional
89.
Prinsip kompetensi profesional menurut syariah mencakup…
a)
Keahlian teknis saja
b)
Keahlian teknis + sikap ihsan (melakukan pekerjaan sebaik mungkin)
c)
Mengabaikan pelatihan berkelanjutan
d)
Fokus pada opini wajar tanpa syariah
90.
Prinsip perilaku yang didorong keimanan mengharuskan…
a)
Auditor bekerja demi ridha Allah, bukan kepentingan pribadi
b)
Auditor mengutamakan keuntungan
c)
Auditor bebas dari aturan syariah
d)
Auditor hanya mematuhi standar internasional
91.
Prinsip legitimasi dalam kode etik syariah berarti…
a)
Semua transaksi harus sah menurut hukum syariah dan peraturan negara
b)
Hanya sah menurut hukum negara
c)
Tidak relevan dalam audit syariah
d)
Mengutamakan kepentingan manajemen
92.
Tujuan penerapan kode etik berbasis syariah adalah…
a)
Meningkatkan laba perusahaan
b)
Menjaga keadilan, transparansi, dan kemaslahatan sesuai maqashid syariah
c)
Menghapus kewajiban pelaporan
d)
Mengurangi akuntabilitas
93.
Proses sertifikasi auditor syariah mencakup…
a)
Registrasi dan penerbitan sertifikat saja
b)
Registrasi, verifikasi, pelatihan, uji kompetensi, penerbitan sertifikat
c)
Uji kompetensi tanpa verifikasi
d)
Hanya wawancara
94.
Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) dikeluarkan oleh…
a)
IAPI
b)
IAI
c)
AAOIFI
d)
DSN-MUI
95.
Sertifikat auditor syariah berlaku…
a)
Seumur hidup
b)
Umumnya 3–5 tahun dan harus diperpanjang
c)
Hanya 1 tahun
d)
Tanpa batas waktu dan tanpa perpanjangan
96.
Tantangan utama sertifikasi auditor syariah di Indonesia adalah…
a)
Kelebihan SDM kompeten
b)
Keterbatasan SDM yang menguasai akuntansi dan syariah
c)
Regulasi internasional terlalu ketat
d)
Tidak adanya lembaga sertifikasi
97.
Sertifikasi internasional seperti CIPA dan CSAA diterbitkan oleh…
a)
IAI
b)
AAOIFI
c)
OJK
d)
LSP-TA
98.
Auditor syariah yang tersertifikasi wajib…
a)
Menghindari pelatihan lanjutan
b)
Mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL)
c)
Tidak perlu memperbarui kompetensi
d)
Hanya mematuhi PSAK konvensional
99.
Manfaat utama sertifikasi auditor syariah bagi lembaga keuangan adalah…
a)
Mengurangi transparansi
b)
Meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan publik
c)
Menghapus kewajiban audit
d)
Mengurangi pengawasan regulator
100.
Sertifikasi auditor syariah menekankan kompetensi…
a)
Teknis audit saja
b)
Teknis audit + pemahaman fiqh muamalah + etika Islam
c)
Hanya fiqh muamalah
d)
Hanya PSAK konvensional