wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KUIS EKOLINGUISTIK

Total questions: 30

Worksheet time: 7mins

Name
Class
Date
1.

Dalam kerangka awal Haugen (1972), konsep ecology of language menekankan hubungan antara bahasa dan lingkungannya. Dalam perkembangan menuju ekolinguistik sistemik, Halliday (1990) memperluas konsep ini dengan menyoroti:

a)

Keterbatasan sumber daya bahasa dalam masyarakat bilingual

b)

Hubungan timbal balik antara struktur sosial dan variasi fonologis

c)

Peran bahasa dalam membentuk dan mereproduksi sistem perilaku ekologis manusia

d)

Ketergantungan linguistik pada determinisme biologis

2.

Menurut Haugen, ekologi bahasa dapat dilihat dari relasi antara bahasa dan its environment. Dalam interpretasi fungsional menurut Hasan (1999), “lingkungan” tersebut tidak hanya mencakup konteks sosial, tetapi juga:

a)

Struktur sintaktis yang menandai hierarki fungsi klausa

b)

Jaringan makna yang terbentuk melalui sistem register dan genre

c)

Perubahan leksikal yang mengikuti evolusi budaya

d)

Relasi semantik antara aktor dan proses material

3.

Halliday (1990) mengajukan gagasan bahwa krisis ekologi global merupakan “krisis makna.” Dalam perspektif LSF, krisis tersebut dapat dipahami sebagai:

a)

Ketidakseimbangan antara metafungsi ideasional dan interpersonal

b)

Ketidaksadaran manusia terhadap konstruksi wacana yang mereproduksi eksploitasi alam

c)

Keterbatasan sistem transitivitas dalam merepresentasikan realitas ekologis

d)

Pergeseran pola kohesi yang menurunkan kohesi sosial

4.

Dalam kerangka ekolinguistik SFL, analisis transitivitas membantu menyingkap bagaimana bahasa menggambarkan relasi manusia–lingkungan. Pernyataan yang paling tepat adalah:

a)

Proses mental merepresentasikan interaksi ekologis secara paling objektif

b)

Proses material menunjukkan tindakan manusia yang berimplikasi terhadap lingkungan

c)

Proses eksistensial hanya berfungsi mengabstraksikan ide ekologis tanpa representasi nyata

d)

Proses relasional tidak relevan dalam analisis wacana lingkungan

5.

Menurut Halliday, sistem metafungsi berperan dalam pembentukan kesadaran ekologis karena:

a)

Setiap metafungsi bekerja secara terpisah dalam wacana lingkungan

b)

Metafungsi tekstual berfungsi menggantikan peran makna interpersonal

c)

Bahasa memungkinkan pembingkaian realitas ekologis melalui tiga jalur makna yang saling terkait

d)

Hanya metafungsi ideasional yang dapat mewakili representasi lingkungan secara akurat

6.

stilah ecology of language pertama kali diperkenalkan oleh Einar Haugen (1972) untuk menjelaskan:

a)

Hubungan antara variasi bahasa dan perubahan iklim

b)

Interaksi antara bahasa dengan lingkungan sosial dan ekologis tempatnya digunakan

c)

Perubahan struktur gramatikal akibat kontak budaya

d)

Pengaruh biologi terhadap sistem fonologi

7.

Menurut Halliday (1990), bahasa memiliki peran penting dalam krisis lingkungan global karena:

a)

Bahasa netral terhadap tindakan manusia

b)

Struktur gramatikal dapat menentukan perilaku ekologis

c)

Bahasa digunakan untuk menormalisasi pola konsumsi yang tidak berkelanjutan

d)

Bahasa sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor biologis

8.

Dalam perspektif ekolinguistik, istilah stories we live by (Stibbe, 2015) mengacu pada:

a)

Kisah imajiner tentang alam yang tidak berdampak sosial

b)

Narasi budaya yang membentuk cara manusia memandang dan memperlakukan lingkungan

c)

Cerita rakyat yang menjadi sumber etimologi ekoleksikon

d)

Cerita ilmiah tentang evolusi linguistik

9.

Dalam wacana ekolinguistik, pergeseran dari antropocentris ke ecocentris menunjukkan:

a)

Pergeseran fokus dari manusia sebagai pusat makna ke alam sebagai entitas bermakna

b)

Penolakan terhadap penggunaan bahasa manusia dalam konteks ekologis

c)

Dominasi analisis gramatikal atas analisis semantik

d)

Perubahan fokus dari sistem sosial ke sistem biologis

10.

Dalam analisis ekolinguistik-SFL terhadap klausa “Hutan ditebang manusia untuk kepentingan industri”, aspek yang paling relevan untuk dibahas adalah:

a)

Tema interpersonal dan metafungsi tekstual

b)

Pilihan transitivitas dan penghapusan tanggung jawab agen

c)

Kohesi leksikal dan kolokasi semantik

d)

Struktur argumen dan peran klausa subordinat

11.

Dalam teori SFL, ketiga metafungsi utama menurut Halliday adalah:

a)

Ideational, textual, referential

b)

Ideational, interpersonal, textual

c)

Experiential, pragmatic, textual

d)

Logical, interpersonal, grammatical

12.

Metafungsi ideational berhubungan langsung dengan:

a)

Hubungan penutur dan pendengar

b)

Representasi pengalaman dunia luar dan batin

c)

Struktur kohesi dalam teks

d)

Pilihan tema dalam klausa

13.

Metafungsi interpersonal dapat dikaji melalui sistem:

a)

Transitivity dan nominalization

b)

Mood dan modality

c)

Theme dan rheme

d)

Cohesion dan coherence

14.

Dalam analisis metafungsi ideational, elemen utama yang dikaji adalah:

a)

Tema dan rema

b)

Subjek dan predikat

c)

Proses, partisipan, dan sirkumstans

d)

Mood, modality, dan residue

15.

Istilah systemic dalam SFL merujuk pada:

a)

Hubungan sebab-akibat antar-klausa

b)

Jaringan pilihan makna dalam bahasa

c)

Struktur kalimat yang mengikuti pola tetap

d)

Hubungan morfologis antar-leksem

16.

Dalam SFL, konteks dibedakan menjadi dua tingkatan, yaitu:

a)

Register dan genre

b)

Field dan tenor

c)

Situational context dan cultural context

d)

Pragmatic context dan semantic context

17.

Dalam context of situation, komponen field, tenor, dan mode masing-masing merujuk pada:

a)

Topik, pelaku, dan gaya komunikasi

b)

Aktivitas, hubungan sosial, dan medium

c)

Tema, proses, dan pelengkap

d)

Agen, pasien, dan modus

18.

Analisis SFL sering dimulai dari metafungsi karena:

a)

Setiap klausa memiliki makna tunggal

b)

Metafungsi menunjukkan lapisan struktur morfologis

c)

Ketiga metafungsi memperlihatkan hubungan antara bentuk dan makna sosial

d)

Metafungsi memisahkan unsur sintaksis dari semantik

19.

SFL memiliki nilai penting bagi analisis ekolinguistik karena:

a)

Memusatkan perhatian pada bunyi dan struktur fonologis bahasa

b)

Memisahkan bentuk bahasa dari ideologi sosial

c)

Menyediakan kerangka untuk menyingkap makna ekologis dalam pilihan gramatikal

d)

Membatasi analisis pada tataran semantik literal

20.

Dalam Systemic Functional Linguistics, “subject” tidak selalu bermakna sama, karena setiap metafungsi memiliki versinya sendiri. Pernyataan ini berarti bahwa:

a)

Subjek hanya berfungsi sebagai pelaku tindakan

b)

Subjek bisa memiliki fungsi interpersonal, ideational, atau tekstual

c)

Subjek selalu sama dengan tema

d)

Subjek ditentukan oleh urutan kata dalam klausa

21.

Dalam klausa “Hutan harus dijaga manusia”, kata “hutan” berfungsi sebagai:

a)

Subjek logis

b)

Subjek gramatikal

c)

Subjek tematik

d)

Kedua B dan C benar

22.

Dalam klausa “Manusia menebang hutan setiap tahun”, manusia merupakan:

a)

Subjek gramatikal dan logis

b)

Subjek tematik saja

c)

Subjek gramatikal tetapi bukan logis

d)

Bukan subjek sama sekali

23.

Subjek tematik berperan penting dalam metafungsi tekstual karena:

a)

Menunjukkan siapa pelaku tindakan

b)

Menyampaikan titik awal atau fokus pesan dalam klausa

c)

Menentukan modalitas klausa

d)

Mengatur hubungan interpersonal

24.

Jika suatu klausa berbentuk pasif seperti “Sungai dibersihkan oleh relawan”, maka:

a)

Subjek logis = sungai

b)

Subjek gramatikal = sungai, subjek logis = relawan

c)

Subjek gramatikal dan logis sama

d)

Tidak ada subjek tematik

25.

Dalam analisis wacana ekolinguistik, struktur pasif seperti “Hutan ditebang secara besar-besaran” dianggap penting karena:

a)

Menunjukkan subjek logis manusia secara eksplisit

b)

Menyembunyikan agen manusia melalui penghapusan subjek logis

c)

Menguatkan peran tema interpersonal

d)

Mengganti proses material menjadi relasional

26.

Dalam klausa “Penduduk merasakan perubahan iklim yang ekstrem,” partisipan penduduk berfungsi sebagai:

a)

Senser dalam proses mental

b)

Actor dalam proses material

c)

Token dalam proses relasional

d)

Carrier dalam proses atributif

27.

Klausa “Hutan adalah paru-paru dunia” termasuk proses:

a)

Relasional atributif

b)

Relasional identifikatif

c)

Eksistensial

d)

Mental afektif

28.

Dalam klausa “Akan ada perubahan besar di hutan jika penebangan terus dilakukan,” proses yang muncul adalah:

a)

Relasional identifikatif

b)

Eksistensial

c)

Material

d)

Mental

29.

Dalam klausa “Anak-anak mempelajari pentingnya menjaga hutan,” jenis proses yang muncul adalah:

a)

Verbal

b)

Mental

c)

Material

d)

Perilaku

30.

Klausa “Masyarakat termenung menyaksikan hutan yang gundul,” menunjukkan adanya:

a)

Proses mental

b)

Proses perilaku

c)

Proses verbal

d)

Proses material