wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Albumin dan Hipoalbuminemia

Total questions: 61

Worksheet time: 31mins

Name
Class
Date
1.

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan: Protein total = 5,0 g/dL Albumin = 2,0 g/dL Hitung globulin.

a)

1,0 g/dL

b)

2,5 g/dL

c)

3,0 g/dL

d)

4,0 g/dL

e)

7,0 g/dL

2.

Pasien dengan albumin 1,8 g/dL menunjukkan pembengkakan pada kaki. Penyebab edema adalah:

a)

Tekanan osmotik plasma meningkat

b)

Tekanan osmotik plasma menurun

c)

Hemoglobin meningkat

d)

Natrium meningkat

e)

Eritrosit pecah

3.

Albumin diproduksi di organ:

a)

Ginjal

b)

Hati

c)

Limpa

d)

Pankreas

e)

Usus

4.

Fungsi utama albumin dalam darah adalah:

a)

Mengangkut oksigen

b)

Menjaga tekanan osmotik koloid

c)

Mengangkut CO₂

d)

Pembekuan darah

e)

Menetralkan racun

5.

Kondisi yang dapat menyebabkan hipoalbuminemia adalah:

a)

Sindrom nefrotik

b)

Hipertensi

c)

Diabetes insipidus

d)

Hiperkalsemia

6.

Albumin rendah dapat menyebabkan:

a)

Hipertensi

b)

Edema

c)

Bradikardi

d)

Trombosis

e)

Polycythemia

7.

Pemeriksaan albumin metode BCG dibaca pada panjang gelombang:

a)

400–420 nm

b)

450–480 nm

c)

500–520 nm

d)

600–630 nm

e)

700–750 nm

8.

Pada pemeriksaan albumin, hemolisis harus dihindari karena:

a)

Hasil albumin akan terlalu rendah

b)

Hemoglobin dapat meningkatkan absorbansi (false high)

c)

Sampel menjadi asam

d)

Sampel menjadi basa

e)

Albumin terurai

9.

Protein total diperiksa menggunakan metode:

a)

Nessler

b)

BCG

c)

Biuret

d)

Molisch

10.

Reagen utama metode Biuret mengandung:

a)

NaCl

b)

CuSO₄

c)

HCl

d)

AgNO₃

e)

KI

11.

Panjang gelombang pembacaan metode Biuret:

a)

200–220 nm

b)

280 nm

c)

450 nm

d)

540–560 nm

e)

700 nm

12.

Globulin tidak diperiksa langsung, tetapi dihitung menggunakan rumus:

a)

Protein total × albumin

b)

Albumin – protein total

c)

Protein total – albumin

d)

Albumin ÷ protein total

e)

Albumin × globulin

13.

Nilai normal protein total:

a)

2–4 g/dL

b)

4–6 g/dL

c)

6–8,3 g/dL

d)

8–10 g/dL

e)

>10 g/dL

14.

Nilai normal albumin dewasa:

a)

1–2 g/dL

b)

2,5–3,0 g/dL

c)

3,5–5,0 g/dL

d)

5–7 g/dL

e)

>7 g/dL

15.

Nilai normal globulin:

a)

1,0–2,0 g/dL

b)

2,0–3,5 g/dL

c)

4,0–6,0 g/dL

d)

6,0–8,0 g/dL

e)

>8 g/dL

16.

Rasio A/G normal adalah:

a)

0,1–0,5

b)

0,5–1,0

c)

1,0–2,2

d)

2,3–5,0

e)

>5

17.

A/G < 1 menandakan:

a)

Globulin rendah

b)

Albumin lebih rendah dari globulin

c)

Albumin meningkat

d)

Albumin stabil

e)

Tidak ada masalah

18.

Peningkatan globulin dapat terjadi pada:

a)

Dehidrasi

b)

Infeksi kronis

c)

Keracunan logam

19.

γ-globulin berfungsi sebagai:

a)

Enzim pencernaan

b)

Zat pembeku

c)

Antibodi

d)

Hormon

e)

Energi cadangan

20.

Kekurangan albumin akibat sindrom nefrotik disebabkan oleh:

a)

Penurunan produksi hati

b)

Hilangnya albumin lewat urin

c)

Degradasi albumin di pankreas

d)

Pembentukan antibodi berlebih

e)

Hiperfungsi adrenal

21.

Sampel yang digunakan untuk pemeriksaan protein total adalah:

a)

Plasma

b)

Serum

c)

Urin

d)

CSF

e)

Saliva

22.

Sampel ikterik dapat mengganggu pembacaan karena:

a)

Bilirubin dapat menyerap cahaya reaksi

b)

Albumin meningkat

c)

Globulin menurun

d)

Volume cairan meningkat

e)

Protein mengendap

23.

Sampel lipemik menyebabkan hasil tidak stabil karena:

a)

Partikel lemak menghamburkan cahaya

b)

Albumin mengendap

c)

Globulin terurai

d)

Cu2+ mengikat lipid

e)

PH berubah

24.

Campuran reaksi Biuret tidak boleh dikocok kuat karena:

a)

Menghasilkan endapan

b)

Menimbulkan buih yang mengganggu absorbansi

c)

Merusak reagen

d)

Mengencerkan larutan

e)

Mengubah pH

25.

Albumin meningkat terutama pada:

a)

Dehidrasi

b)

Sirosis

c)

Lupus

d)

Infeksi TB

e)

Kanker hati

26.

Seorang pasien malnutrisi memiliki: Protein total = 4,8 g/dL Albumin = 2,0 g/dL Globulin = ?

a)

1,5 g/dL

b)

2,0 g/dL

c)

2,8 g/dL

d)

4,0 g/dL

e)

6,0 g/dL

27.

A/G ratio pasien: Isilah rasio A/G pasien berdasarkan data di atas.

a)

0,71

b)

1,20

c)

0,95

d)

1,50

28.

Interpretasi A/G = 0,7 adalah:

a)

Normal

b)

Dehidrasi

c)

Infeksi kronis / penyakit hati

d)

Hipervitaminosis

e)

Hipoglikemia

29.

Seorang pasien dengan hasil laboratorium: Protein total = 9,0 g/dL, Albumin = 3,6 g/dL. Rasio A/G menunjukkan 3,6/(9,0–3,6) = ? Apa kemungkinan interpretasinya?

a)

A/G ≈ 0,8 → infeksi kronis

b)

A/G ≈ 1,5 → normal

c)

A/G ≈ 1,0 → sirosis

d)

A/G ≈ 0,4 → multiple myeloma

e)

A/G ≈ 3,0 → globulin rendah, kemungkinan defisiensi imun

30.

Pada pemeriksaan Biuret, reagen tampak berubah warna (kehijauan). Tindakan yang benar:

a)

Gunakan tetap, karena tidak berpengaruh

b)

Buang reagen dan buat ulang reagen segar

c)

Tambahkan lebih banyak sampel

d)

Panaskan reagen sebelum dipakai

e)

Tambah NaOH untuk menetralkan

31.

Sebuah laboratorium menggunakan kontrol kualitas namun nilai kontrol abnormal. Langkah yang tepat adalah:

a)

Laporkan hasil pasien apa adanya

b)

Ulangi pemeriksaan kontrol dan sampel setelah perbaikan

c)

Abaikan kontrol jika hanya satu nilai pasien penting

32.

32. Sampel serum untuk pemeriksaan protein total menunjukkan lipemia berat. Pengaruh paling mungkin pada hasil spektrofotometri Biuret adalah:

a)

Membuat hasil lebih rendah (false low) karena hamburan cahaya

b)

Tidak berpengaruh

c)

Membuat hasil lebih tinggi (false high) karena lipid bereaksi dengan Cu2+

d)

Mengubah pH larutan sehingga warna hilang

e)

Menurunkan absorbansi karena pengendapan protein

33.

Seorang pasien: Protein total 6,2 g/dL; Albumin 2,0 g/dL. Hitung globulin dan jelaskan kemungkinan klinis singkat.

a)

Globulin 4,2 g/dL → kemungkinan infeksi kronis/produksi imun meningkat

b)

Globulin 2,0 g/dL → malnutrisi

c)

Globulin 8,2 g/dL → multiple myeloma

d)

Globulin 3,0 g/dL → normal

e)

Globulin 6,2 g/dL → dehidrasi

34.

Metode BCG untuk albumin sensitif terhadap interferensi. Manakah yang paling mungkin menyebabkan hasil albumin palsu rendah?

a)

Dehidrasi pasien

b)

Hemolisis ringan

c)

Penggunaan plasma EDTA

d)

Lipemia sedang

e)

Reagen BCG baru

35.

Perhitungan: Sampel A dititrasi standar dan memberikan hasil: Protein total = 7,2 g/dL; Albumin = 4,0 g/dL. Rasio A/G = ? Pilih jawaban mendekati.

a)

0,4

b)

0,8

c)

1,0

d)

1,33

36.

Pada sirosis lanjut, pola protein sering:

a)

Albumin tinggi dan globulin rendah

b)

Albumin rendah dan globulin tinggi → A/G < 1

c)

Semua protein turun

d)

Hanya albumin naik

e)

Tidak ada perubahan

37.

Seorang pasien mengalami dehidrasi berat. Perubahan yang paling mungkin pada pemeriksaan protein total dan albumin:

a)

Keduanya rendah karena kehilangan lewat urin

b)

Protein total dan albumin nampak meningkat sementara (hemokonsentrasi)

c)

Albumin turun drastis, protein total normal

d)

Globulin hilang, albumin tetap

e)

Tidak ada pengaruh

38.

Ketika membuat kurva standar metode Biuret, titik nol (blank) seharusnya berisi:

a)

Air suling saja

b)

Reagen Biuret + air suling (tanpa sampel)

c)

Sampel tanpa reagen

d)

Kontrol abnormal

e)

Albumin standar 5 g/dL

39.

Hasil: Protein total = 5,0 g/dL, Albumin = 4,5 g/dL. Interpretasi paling tepat:

a)

Globulin = 0,5 g/dL (sangat rendah) → kemungkinan defisiensi imun atau kesalahan lab

b)

Globulin = 9,5 g/dL → infeksi kronis

c)

Rasio A/G ≈ 0,9 → normal

d)

Ini pola tipikal sindrom nefrotik

e)

Menunjukkan multiple myeloma

40.

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan: Protein total 6,5 g/dL, Albumin 3,2 g/dL. Pasien tidak memiliki gejala. Nilai globulin = ? Pilih jawaban benar.

a)

2,3 g/dL

b)

3,2 g/dL

c)

9,7 g/dL

d)

0,3 g/dL

e)

6,5 g/dL

41.

Pada multiple myeloma (kanker sel plasma) pola protein yang khas adalah:

a)

Penurunan γ-globulin

b)

Peningkatan protein total dan pita monoklonal pada elektroforesis → peningkatan globulin spesifik

c)

Albumin sangat tinggi

d)

A/G > 3 selalu

e)

Semua protein turun

42.

Jika instrumen spektrofotometer menunjukkan drift (nilai baseline berubah sedikit setiap sampel), penyebab paling mungkin dan tindakan awal adalah:

a)

Sampel hemolisis → abaikan

b)

Lampu spektrofotometer mulai lemah → lakukan blanko ulang dan kalibrasi/minta servis

c)

Reagen baru → pakai saja

d)

Tambah volume sampel untuk kompensasi

e)

Ubah panjang gelombang sembarang

43.

Seorang pasien TB kronis: Protein total = 8,0 g/dL; Albumin = 3,0 g/dL. Perkiraan globulin dan interpretasi singkat.

a)

Globulin 5,0 g/dL → reaksi imun kronis (ditandai peningkatan globulin)

b)

Globulin 3,0 g/dL → normal

c)

Globulin 11,0 g/dL → gagal ginjal

d)

Globulin 0,5 g/dL → malnutrisi

e)

Globulin 2,0 g/dL → dehidrasi

44.

Dalam prosedur Biuret, fungsi Na-K-tartrat adalah:

a)

Menetralkan pH

b)

Mencegah pengendapan Cu(OH)2 dan menjaga Cu2+ larut/reaktif

c)

Bertindak sebagai indikator warna

d)

Mengikat protein

e)

Mengoksidasi protein

45.

Seorang pasien mendapat hasil: Protein total normal, Albumin tinggi, Globulin rendah → A/G > 2. Penyebab yang mungkin adalah:

a)

Infeksi kronis

b)

Dehidrasi atau penurunan produksi globulin (mis. defisiensi imun)

c)

Sirosis hati

d)

Multiple myeloma

e)

Sindrom nefrotik

46.

Hitung A/G ratio: Protein total 7,8 g/dL; Albumin 4,2 g/dL. Pilih jawaban yang benar.

a)

A/G = 0,7

b)

A/G = 1,5

c)

A/G = 2,1

d)

A/G = 3,2

e)

A/G = 4,2

47.

Dalam QA/QC laboratorium, dua kontrol disarankan: kontrol normal dan kontrol abnormal. Alasan utama adalah:

a)

Menghemat reagen

b)

Memastikan akurasi di seluruh rentang klinis (nilai rendah & tinggi)

c)

Agar teknisi tidak bosan

d)

Untuk menggantikan kalibrasi rutin

e)

Karena prosedur menetapkan hal itu tanpa alasan ilmiah

48.

Pasien dengan luka bakar luas sering menunjukkan albumin rendah. Mekanisme utamanya adalah:

a)

Peningkatan sintesis albumin oleh hati

b)

Kehilangan albumin lewat eksudat luka dan peningkatan kebutuhan protein → hipoalbuminemia

c)

Produksi antibodi menghilangkan albumin

d)

Hiperkalsemia mengikat albumin

e)

Edema menambah albumin serum

49.

Perhitungan praktis: Jika larutan standar albumin 5,0 g/dL digunakan untuk kalibrasi dan absorbansi sampel menunjukkan konsentrasi protein total setara 6,6 g/dL, albumin diukur 3,6 g/dL. Berapakah globulin dan interpretasi singkat?

a)

Globulin 3,0 g/dL → normal

b)

Globulin 10,2 g/dL → multiple myeloma

c)

Globulin 2,0 g/dL → rendah

d)

Globulin 0,3 g/dL → error

e)

Globulin 6,6 g/dL → dehidrasi

50.

Seorang teknisi memperhatikan bahwa kuve kotor mengganggu hasil spektrofotometer. Pengaruh paling mungkin dan tindakan korektif adalah:

a)

Tidak ada pengaruh → lanjutkan pengukuran

b)

Nilai absorbansi tidak akurat (bias) → bersihkan kuve, ulangi blanko dan pengukuran

c)

Hanya warna berubah → abaikan

d)

Menambah rekagen memperbaiki hasil → langsung lakukan

e)

Ganti metode pengujian menjadi metode lain

51.

Seorang pasien mengeluh mudah lelah, kulit kering, rambut rontok, dan bertambah berat badan meskipun nafsu makan rendah. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSH meningkat, FT4 menurun. Kondisi ini menunjukkan:

a)

Hipertiroidisme primer

b)

Hipotiroidisme primer

c)

Hipertiroidisme sekunder

d)

Hipotiroidisme sekunder

e)

Tirotoksikosis akut

52.

Pada hipertiroidisme primer, hasil pemeriksaan hormon yang sesuai adalah:

a)

TSH tinggi, T4 rendah

b)

TSH rendah, T4 tinggi

c)

TSH dan T4 sama-sama rendah

d)

TSH dan T4 sama-sama tinggi

e)

TSH normal, T4 rendah

53.

Seorang pasien dengan mata melotot (exophthalmos), denyut nadi cepat, dan penurunan berat badan. Penyakit yang paling mungkin adalah:

a)

Hipotiroidisme

b)

Goiter sederhana

c)

Graves Disease

d)

Hashimoto

e)

Penyakit Addison

54.

Hormon tiroid disintesis dari mineral:

a)

Kalsium

b)

Yodium

c)

Besi

d)

Magnesium

e)

Selenium

55.

Pemeriksaan laboratorium yang paling tepat untuk mendeteksi disfungsi tiroid paling awal adalah:

a)

T4 total

b)

FT4

c)

T3

d)

TSH

e)

tiroglobulin

56.

Pasien menunjukkan hasil: TSH rendah, FT4 normal, FT3 meningkat. Hal ini menunjukkan pola:

a)

Hipotiroidisme ringan

b)

Tirotoksikosis T3 (T3-toxicosis)

c)

Hashimoto

d)

Mixedema

e)

Cretinism

57.

Pembesaran kelenjar tiroid tanpa disertai perubahan kadar hormon disebut:

a)

Goiter eutiroid

b)

Goiter toksik

c)

Crisis tiroid

d)

Hipertiroidisme subklinis

e)

Nodul tiroid ganas

58.

Pasien dengan riwayat tinggal di daerah pegunungan mengalami pembesaran tiroid. Penyebab paling mungkin adalah:

a)

Kekurangan yodium dalam makanan

b)

Konsumsi suplemen tiroid berlebih

c)

Hipertiroidisme autoimun

d)

Infeksi bakteri kronis

e)

Tumor tiroid ganas

59.

Pada hipotiroidisme, metabolisme basal tubuh akan:

a)

Meningkat tajam

b)

Tidak berubah

c)

Menurun

d)

Berfluktuasi naik-turun

e)

Hanya berubah jika berolahraga

60.

Bayi yang lahir dengan hipotiroidisme kongenital yang tidak ditangani akan mengalami:

a)

Keterlambatan perkembangan mental dan fisik

b)

Pertumbuhan yang sangat cepat

c)

Kecerdasan di atas rata-rata

d)

Peningkatan metabolisme

61.

Pilih salah satu dari berikut ini yang merupakan penyakit dengan pertumbuhan dan kecerdasan terhambat:

a)

Graves Disease

b)

Cretinism (pertumbuhan dan kecerdasan terhambat)

c)

Akromegali

d)

Rakhitis

e)

Osteoporosis