Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS USUL FIKIH OPEN BOOK

Total questions: 71

Worksheet time: 36mins

Name
Class
Date
1.

Secara bahasa, kata fiqh berarti ...

a)

Peraturan

b)

Pemahaman

c)

Kebiasaan

d)

Hukum

2.

Kata uṣūl adalah bentuk jamak dari kata ...

a)

Fiqh

b)

Aṣl

c)

Dalil

d)

Kaidah

3.

Contoh dari aṣl al-shajarah adalah ...

a)

Cabang pohon

b)

Buah pohon

c)

Akar pohon

d)

Daun pohon

4.

Ayat Al-Qur’an yang memberi perumpamaan tentang pohon yang baik terdapat dalam surat ...

a)

Al-Baqarah

b)

Ali Imran

c)

Ibrahim

d)

Taha

5.

Ilmu yang pertama kali menghimpun ushul fiqh sebagai disiplin tersendiri adalah karya ...

a)

Imam Malik

b)

Imam Abu Hanifah

c)

Imam Syafi’i

d)

Imam Ahmad

6.

Secara istilah, fiqh berarti ...

a)

Mengetahui hukum-hukum syar'i amaliah berdasarkan dalil terperinci

b)

Menghafal hukum-hukum syar'i tanpa dalil

c)

Mengetahui hukum akidah dari Al-Qur'an

d)

Mengetahui hukum akal dan kebiasaan

7.

Kata ma‘rifah dalam definisi fiqh mencakup ...

a)

Ilmu yang pasti saja

b)

Dugaan lemah saja

c)

Ilmu pasti dan dugaan kuat

d)

Hafalan semata

8.

Hukum-hukum yang dikecualikan dari fiqh adalah hukum ...

a)

Syar‘i

b)

Amaliah

c)

Akal dan kebiasaan

d)

Praktis

9.

Perkara akidah seperti tauhid dan mengenal sifat Allah tidak termasuk fiqh karena ...

a)

Bersifat teoritis

b)

Tidak bersifat amaliah

c)

Tidak memiliki dalil

10.

Faedah utama mempelajari ushul fiqh adalah ...

a)

Menghafal kitab klasik

b)

Mengetahui sejarah ulama

c)

Mampu mengeluarkan hukum syar'i dari dalilnya dengan benar

d)

Mengajarkan bahasa Arab

11.

Dalam definisi ushul fiqh, “dalil-dalil yang bersifat global” maksudnya adalah ...

a)

Dalil yang belum ditafsirkan

b)

Kaidah umum yang digunakan untuk memahami dalil

c)

Ayat-ayat yang berulang dalam Al-Qur’an

d)

Hukum yang belum jelas

12.

Contoh kaidah umum dalam ushul fiqh adalah ...

a)

Larangan menunjukkan keharaman

b)

Zakat wajib bagi orang kaya

c)

Salat lima waktu wajib

d)

Riba haram

13.

“Cara mengambil manfaat dari dalil” dalam ushul fiqh mencakup pembahasan tentang ...

a)

Nasikh dan mansukh, umum dan khusus

b)

Rukun dan syarat sah

c)

Akidah dan tauhid

d)

Adab dan akhlak

14.

Orang yang mengambil manfaat dari dalil-dalil fikih disebut ...

a)

Mujtahid

b)

Mufti

c)

Murid

d)

Mutakallim

15.

Mengapa ushul fiqh dianggap ilmu yang agung dan mulia?

a)

Karena hanya dipelajari oleh ulama

b)

Karena mengajarkan hafalan dalil

c)

Karena menjadi dasar istinbat hukum yang benar

d)

Karena termasuk bagian dari akidah

16.

Secara bahasa, kata al-aḥkām berarti ...

a)

Perintah dan larangan

b)

Keputusan atau ketetapan

c)

Hukum-hukum syariat

d)

Tuntutan dan pilihan

17.

Yang dimaksud dengan khitāb al-syar‘ dalam definisi hukum adalah ...

a)

Ijtihad para ulama

b)

Akal manusia

c)

Al-Qur’an dan Sunnah

d)

Kaidah-kaidah bahasa Arab

18.

Hukum taklifi terdiri dari berapa macam?

a)

Tiga

b)

Empat

c)

Lima

d)

Enam

19.

Hukum yang diperintahkan syariat dengan sifat mengikat, seperti salat lima waktu, disebut ...

a)

Mandub

b)

Wajib

c)

Mubah

d)

Makruh

20.

Perbuatan yang boleh dilakukan atau ditinggalkan tanpa pahala dan dosa disebut ...

a)

Makruh

b)

Wajib

21.

Dalam ushul fiqh, hukum wadh'i adalah ...

a)

Segala hal yang menetapkan status hukum suatu perbuatan

b)

Hukum yang berisi perintah dan larangan

c)

Hukum yang hanya berlaku bagi akidah

d)

Ketentuan hukum berdasarkan ijtihad

22.

“Talab” dalam konteks ushul fiqh mencakup dua bentuk, yaitu ...

a)

Wajib dan makruh

b)

Tuntutan untuk melakukan dan tuntutan untuk meninggalkan

c)

Sah dan fasid

d)

Perintah dan pilihan

23.

Ibadah yang membebaskan tanggungan (dzimmah) dan menggugurkan tuntutan kewajiban disebut ...

a)

Ibadah sunnah

b)

Ibadah sah

c)

Ibadah batal

d)

Ibadah fasid

24.

Perbedaan antara fāsid dan bāṭil dalam konteks akad nikah adalah ...

a)

Fāsid diperselisihkan keabsahannya, sedangkan bāṭil disepakati batal

b)

Fāsid lebih berat hukumnya daripada bāṭil

c)

Bāṭil masih bisa diperbaiki, sedangkan fāsid tidak bisa

d)

Keduanya sama dan tidak memiliki perbedaan

25.

Prinsip al-wasā’il lahā ḥukm al-maqāṣid berarti ...

a)

Sarana mengikuti hukum tujuan

b)

Tujuan mengikuti hukum sarana

c)

Hukum hanya berlaku untuk sarana

d)

Hukum hanya berlaku untuk tujuan

26.

Secara umum, ilmu berarti ...

a)

Hafalan terhadap dalil

b)

Memahami sesuatu sebagaimana adanya dengan pemahaman yang pasti

c)

Pengetahuan yang didasarkan pada dugaan

d)

Kemampuan berbicara dengan logis

27.

Kebodohan sederhana (jahl basit) adalah ...

a)

Tidak memahami sesuatu sama sekali

b)

Memahami sesuatu dengan pemahaman yang keliru

c)

Memahami sesuatu dengan dugaan kuat

d)

Ragu antara dua kemungkinan

28.

Contoh kebodohan kompleks (jahl murakkab) adalah ...

a)

Tidak tahu kapan Perang Badar terjadi

b)

Menjawab Perang Badar terjadi pada tahun ketiga Hijriah padahal salah

c)

Mengetahui Perang Badar terjadi pada tahun kedua Hijriah

d)

Tidak yakin antara tahun kedua atau ketiga Hijriah

29.

Ilmu darūri adalah ...

a)

Ilmu yang diperoleh dengan penelitian

b)

Ilmu yang membutuhkan penalaran

c)

Ilmu yang pasti diketahui tanpa penelitian

d)

Ilmu yang tidak dapat dibuktikan

30.

Ilmu naẓarī dapat diperoleh melalui ...

a)

Hafalan dan insting

b)

Penelitian dan penalaran

c)

Pengalaman indrawi saja

d)

Warisan dari guru

31.

“Mengetahui sesuatu dengan pemahaman yang tidak pasti, di mana masih ada kemungkinan kenyataannya berbeda” disebut ...

a)

Ilmu

b)

Wahm

c)

Ẓann

d)

Syakk

32.

Bila seseorang memiliki dua kemungkinan pemahaman yang sama kuat terhadap sesuatu, maka itu disebut ...

a)

Ẓann

b)

Syakk

c)

Wahm

d)

Jahl basīṭ

33.

Dalam hierarki pemahaman, posisi wahm berada pada tingkat ...

a)

Di atas Ẓann karena lebih kuat

b)

Di bawah Ẓann karena lebih lemah

34.

“Mengetahui sesuatu dengan pemahaman yang bertentangan dengan kenyataannya” termasuk jenis ...

a)

Ilmu

b)

Jahl basit

c)

Jahl murakkab

d)

Syakk

35.

Pernyataan “Mengetahui bahwa keseluruhan lebih besar dari sebagian” termasuk contoh ...

a)

Ilmu darūri

b)

Ilmu naẓarī

c)

Ẓann

d)

Syakk

36.

Secara istilah, kalām adalah ...

a)

Setiap lafaz yang diucapkan tanpa makna

b)

Lafaz yang memberikan faedah dan memiliki makna sempurna

c)

Lafaz yang hanya terdiri dari satu huruf

d)

Kalimat yang tidak bisa dipahami

37.

Bagian terkecil dari kalām disebut ...

(a)  

38.

C. Sama kuat dengan Syakk D. Setara dengan Ilmu

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

39.

Huruf fa’ (فَ) yang menunjukkan urutan kejadian dan kedekatan waktu disebut ...

a)

Fa’ sababiyyah

b)

Fa’ ‘athhiyyah

c)

Fa’ tamalluk

d)

Fa’ wujûb

40.

Kalimat “Muhammad adalah Rasul Allah” termasuk contoh ...

a)

Isim dan fi’il

b)

Dua isim yang membentuk kalam

c)

Dua fi’il yang membentuk kalam

d)

Huruf dan fi’il

41.

Hakikat syar‘i adalah ...

a)

Makna yang digunakan sesuai kebiasaan masyarakat

b)

Makna yang digunakan sesuai penetapan syariat

c)

Makna yang digunakan sesuai asal bahasa

d)

Makna yang digunakan secara kiasan

42.

Kalimat yang tidak bisa disifati dengan benar atau dusta disebut ...

a)

Khabar

b)

Insya’

c)

Hakikat

d)

Majaz

43.

Jika suatu lafaz digunakan tidak sesuai makna asalnya, namun memiliki hubungan makna tertentu, maka disebut ...

a)

Hakikat

b)

Majaz

c)

Isti‘ārah

d)

Isnad

44.

Contoh majaz ‘aqli adalah ...

a)

Singa menyerang musuh.

b)

Kami menggembala hujan.

c)

Hujan menumbuhkan rumput.

d)

Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.

45.

Kalimat “Dan tanyalah kampung itu” termasuk contoh ...

a)

Majaz mursal karena keserupaan

b)

Majaz ‘aqli karena penyandaran

c)

Majaz karena penghapusan

d)

Hakikat lughawiyyah

46.

Menurut sebagian ulama seperti Ibnu Taimiyyah dan Ibnu al-Qayyim, tentang keberadaan majaz dalam Al-Qur’an, mereka berpendapat bahwa ...

a)

Majaz hanya ada dalam bahasa Arab, tidak dalam Al-Qur’an

b)

Tidak ada majaz dalam Al-Qur’an maupun selainnya

c)

Semua ayat Al-Qur’an mengandung majaz

d)

Majaz wajib ada dalam setiap penafsiran

47.

Mengapa “isyarat” tidak termasuk dalam kategori al-amr menurut definisi para ulama ushul fikih?

a)

Karena tidak mengandung makna perintah sama sekali

b)

Karena tidak termasuk ucapan yang menunjukkan permintaan

c)

Karena hanya berupa tanda tanpa lafaz yang menunjukkan otoritas

d)

Karena menunjukkan larangan, bukan perintah

48.

Kalimat perintah yang datang setelah larangan — seperti firman Allah “Apabila kamu telah bertahallul, maka berburu (lah)” — menunjukkan makna …

a)

Kewajiban

b)

Anjuran

c)

Kebolehan (ibahah)

d)

Ancaman (tahdid)

49.

Berdasarkan kaidah “Sarana memiliki hukum yang sama dengan tujuannya,” maka hukum membeli pakaian untuk menutup aurat adalah …

a)

Sunnah

b)

Wajib

c)

Mubah

d)

Makruh

50.

Perintah syariat yang disebut secara mutlak tanpa qarinah (indikasi tambahan) menunjukkan …

a)

Anjuran untuk dilakukan bila sempat

b)

Kebolehan untuk dilakukan atau ditinggalkan

c)

Kewajiban yang harus segera dilaksanakan

d)

Perbuatan yang disunnahkan dengan pilihan waktu

51.

Perintah yang bermakna tahdid (ancaman), seperti dalam ayat “Berbuatlah sesuka kalian, sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kalian kerjakan,” menunjukkan bahwa ...

a)

Allah memberikan pilihan bebas kepada manusia

b)

Perintah tersebut bermakna sindiran keras, bukan izin

c)

Perintah itu hanya berlaku bagi orang beriman

d)

Perintah tersebut menunjukkan anjuran beramal saleh

52.

Apa yang dimaksud dengan An-Nahyu dalam ushul fikih?

a)

Permintaan untuk melakukan perbuatan

b)

Permintaan untuk meninggalkan perbuatan

c)

Permintaan untuk mengulang perbuatan

d)

Permintaan untuk memperbanyak perbuatan

53.

Bentuk lafaz khusus yang digunakan untuk menunjukkan An-Nahyu adalah ...

a)

Fi’il amr

b)

Fi’il madhi

c)

Fi’il mudhari’ disertai “lā” nāhiyah

d)

Ism fa’il

54.

Larangan secara mutlak menunjukkan hukum ...

a)

Makruh

b)

Sunnah

c)

Haram dan batal

d)

Mubah

55.

Siapa yang termasuk dalam cakupan perintah dan larangan dalam syariat Islam?

a)

Semua manusia tanpa kecuali

b)

Anak kecil dan orang gila

c)

Mukallaf, yaitu orang balig dan berakal

d)

Orang-orang kafir saja

56.

Apa yang termasuk penghalang taklif menurut hadis Nabi ﷺ “Sesungguhnya Allah memaafkan umatku dari kesalahan, kelupaan, dan apa yang dipaksa mereka melakukannya”?

a)

Marah, benci, ragu

b)

Jahil, lupa, dan dipaksa

c)

Sakit, sibuk, dan tidur

d)

Miskin, bodoh, dan malas

57.

Jika larangan kembali kepada dzat perbuatan atau syaratnya, maka hukum amal tersebut adalah ...

a)

Sah dan berpahala

b)

Batal dan berdosa

c)

Sah tetapi makruh

d)

Haram namun sah

58.

Contoh larangan yang kembali kepada perkara luar dalam ibadah adalah ...

a)

Larangan berpuasa di hari Id

b)

Larangan memakai pakaian sutra untuk menutup aurat dalam salat

c)

Larangan laki-laki memakai sorban dari sutra saat salat

d)

Larangan menjual janin hewan dalam kandungan

59.

Apabila seseorang menjual sesuatu dengan penipuan (ghisy), maka jual belinya ...

a)

Batal, karena larangan mengenai syarat jual beli

b)

Tetap sah, namun pelakunya berdosa

60.

Mengapa larangan Nabi ﷺ "Janganlah memegang kemaluan dengan tangan kanan saat buang air" dianggap bermakna makruh bukan haram?

a)

Karena larangan itu tidak berasal dari Allah

b)

Karena larangan tersebut hanya bersifat kebiasaan

c)

Karena tujuannya menjaga kehormatan tangan kanan

d)

Karena tidak ada ancaman dalam hadis tersebut

61.

Bagaimana hukum orang kafir terkait perintah dan larangan syariat Islam?

a)

Tidak terkena taklif sama sekali

b)

Hanya diperintah untuk beriman saja

c)

Terkena taklif, tapi amalnya tidak sah selama kafir

d)

Tidak perlu mengganti amal setelah masuk Islam

62.

Apa pengertian Al-‘Aam secara istilah?

a)

Kata yang digunakan untuk satu individu tertentu

b)

Kata yang digunakan untuk sebagian individu

c)

Kata yang digunakan untuk mencakup seluruh individu tanpa pengecualian

d)

Kata yang hanya menunjukkan jenis tertentu

63.

Lafaz kullu (كُلُّ) termasuk dalam kategori apa?

a)

Isim ma’rifah

b)

Isim nakirah

64.

Dalam ayat: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran” (QS. Al-Qamar: 49), kata “segala sesuatu” menunjukkan contoh dari:

a)

Isim istifham

b)

Shighat umum kullu كُلُّ

c)

Isim ma’rifah ‘ahdiyyah

d)

Isim nakirah

65.

Siapakah yang termasuk dalam cakupan hukum lafaz umum?

a)

Semua mukallaf tanpa pengecualian كُلُّ

b)

Hanya orang Islam

c)

Hanya orang Arab

d)

Hanya ulama

66.

Apa hukum beramal dengan lafaz umum?

a)

Tidak wajib diamalkan

b)

Wajib diamalkan selama tidak ada dalil pengkhususannya كُلُّ

c)

Hanya berlaku bagi sahabat

d)

Hanya berlaku di zaman Nabi ﷺ

67.

Apa yang dimaksud dengan “ال” istighraqiyyah?

a)

“Al” yang menunjukkan sesuatu yang telah diketahui sebelumnya

b)

“Al” yang menunjukkan jenis atau golongan

c)

“Al” yang mencakup seluruh individu dari jenis yang disebut كُلُّ

d)

“Al” yang hanya menunjukkan sebagian kecil dari suatu kelompok

68.

Dalam ayat: “Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keadaan lemah” (QS. An-Nisa: 28), “الإنسان” menunjukkan:

a)

A. “Al” ‘ahdiyyah

b)

B. “Al” istighraqiyyah كُلُّ

69.

Jika suatu lafaz umum turun karena sebab khusus, maka hukumnya adalah:

a)

Hanya berlaku untuk sebab khusus itu saja

b)

Tidak berlaku sama sekali

c)

Tetap berlaku secara umum sampai ada dalil yang mengkhususkan

d)

Tidak boleh diamalkan sebelum ada nas baru

70.

Dalam kalimat “الرِّجَالُ خَيْرٌ مِنَ النِّسَاءِ” (Laki-laki lebih baik dari perempuan), “ال” di sini bermakna:

a)

Istighraqiyyah

b)

Jinsiyyah

c)

‘Ahadiyyah

d)

Nakirah

71.

Dalam ayat: “Dan Kami telah mengutus kepada Fir‘aun seorang rasul”, kata ar-rasul (الرَّسُولَ) bermakna khusus karena menggunakan “ال”:

a)

Istighraqiyyah

b)

Jinsiyyah

c)

‘Ahadiyyah

d)

Ta‘rifiyyah