WorksheetsLATIHAN SOAL HIKAYAT X TKR 2
Total questions: 20
Worksheet time: 58mins
Hikayat adalah karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan ....
Yang bukan jawaban untuk pengertian hikayat di atas adalah ....
keluarga istana
kaum bangsawan
orang-orang ternama
orang suci di sekitar istana
masyarakat umum
Cerita Melayu Klasik yang menonjolkan unsur penceritaan berciri kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya disebut ....
dongeng
legenda
fabel
hikayat
sage
Bacalah kutipan hkayat berikut!
Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.
Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....
Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.
Seorang istri yang menunggu suaminya pulang.
Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.
Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.
Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.
Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.
Karakteristik teks hikayat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ....
bersifat tradisional
bersifat universal
kesaktian tokoh
kemustahilan
istana sentris
Hikayat seringkali bertema dan berlatar kerajaan yang disebut dengan istilah ...
(a)
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian.
Nilai yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah (a)
Seperti halnya cerita rakyat yang lain, teks hikayat juga tidak memiliki nama pengarang yang disebut dengan istilah (a)
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”
Watak permaisuri dalam kutipan tersebut adalah …
takut pada suami
keras hati
taat beribadah
suka berkhayal
tinggi hati
Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!
Awang : " Janganlah kamu berdua tamak dan serakah,aku pun juga lapar tetapi, jika ada nasi sepiring itu sudah cukup untukku.
(Kendi dan Buyung tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Awang)
Kendi : ( Dengan nada mengejek)" Apa? Dengan nasi sepiring katamu?mana boleh! Perut kita ini sangatlah lapar !"
Buyung : (Mengangguk tanda setuju dengan ucapan Kendi )
Amanat yang sesuai dengan cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
hendaknya mendengarkan nasihat teman untuk kebaikan
sebaiknya tidak terlalu cerewet kepada teman
hendaknya tolong-menolong dalam kesulitan
seharusnya teman yang mencemooh ditinggalkan saja
janganlah mendengarkan nasihat teman
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam penggalan teks hikayat tersebut adalah ….
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Apa bahasa yang digunakan dalam sebuah karya sastra hikayat?
Jawa
Sunda
Melayu
Inggris
Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah membuat rencana bahwa barang siapa yang berhasil untuk membunuh Buraksa itu akan dinikahkan bersama anak perempuannya yang memiliki paras elok. Sebanyak sembilan dari anak raja sudah ada di dalam negeri itu.
Ciri dominan yang terdapat di dalam kutipan teks hikayat di atas yaitu…..
anonim
kesaktian
istana sentris
kemustahilan
logis
3. Hal yang membuat teks hikayat tidak diketahui pengarangnya adalah karena teks hikayat ....
a. berupa cerita rekaan
b. bertujuan menghibur
c. merupakan cerita pelipur lara
d. diceritakan dari mulut ke mulut
e. hanya berkembang dilingkungan istana
Bacalah kutipan cerita hikayat di bawah ini!
Konon salah seorang raja India bernama Baridun memiliki seekor burung bernama Fanjah yang telah menetaskan seekor piyik. Burung Fanjah dan anaknya bisa berbicara dengan fasih sehingga membuat kagum sang raja. Sang raja memerintahkan supaya kedua ekor burung tersebut dipelihara di dekat istrinya, dan memerintahkannya supaya dia bisa menjaga mereka dengan baik.
Secara kebetulan, istri raja melahirkan seorang putra. Kelahiran putra raja ini juga sangat menyenangkan anak burung Fanjah sehingga anak burung Fanjah sangat menyayanginya.
Kemustahilan yang bisa ditemukan pada kutipan cerita hikayat tersebut adalah . . .
Seekor burung bernama Fanjah yang bisa bertelur piyik.
Anak burung yang dipelihara oleh seorang raja.
Burung yang bisa berbicara dengan fasih seperti manusia.
Raja yang mudah kagum akan sesuatu hal.
Seorang permaisuri yang menyukai burung Fanjah.
Bacalah kutipan teks hikayat berikut ini!
Tiba-tiba dadanya berdeburan kencang. Ternyata titik-titik hitam makin lama semakin terlihat jelas dan membesar. Dalam kabut pagi titik-titik hitam tampak bagai pulau-pulau kecil yang bergerak perlahan-lahan menuju pantai. Dan semakin lama jumpah titik-titik hitam itu semakin banyak.
Latar yang terdapat dalam kutipan teks hikayat tersebut adalah...
Pagi hari, pantai, menegangkan
Pagi hari, laut, mengharukan
Siang hari, dermaga, menegangkan
Siang hari, laut, mengharukan
Pagi hari, dermaga, mengharukan
Bacalah hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Berikut ciri-ciri hikayat kecuali ...
cerita bersifat istanasentris
disebarkan secara tertulis
cerita bersifat simbolis
bersifat magis
bersifat anonim
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.
Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ...
sosial
moral
budaya
agama
pendidikan
Bacalah teks hikayat ini dengan saksama!
Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus. Maka, beribu-ribu tikus tanah itu sepanjang jalan serta dengan besar-besarnya hampir bagai kucing adanya. Maka jikalau kita berjalan pada malam, dilanggarkannya, beberapa banyak orang jatuh, demikianlah besarnya. Maka pada suatu malam di rumah tempat kutinggal itu ada dipelihara beberapa kucing. Maka pada setengah malam kedengaran kucing mengiau-ngiau. Keluarlah kawanku dengan membawa damar, hendak pergi melihat apakah sebabnya kucing itu. Maka serta dilihatnya ada enam tujuh ekor tikus berkerumun menggigit kucing itu. Ada yang menggigit pipinya sehingga tiadalah boleh bergerak lagi kucing itu melainkan mengiau-ngiau saja.
Hikayat Abdulah
Isi yang diungkapkan dalam penggalan hikayat tersebut adalah …
Di pulau Singapura kucing dan tikus saling bermusuhan.
Di pulau Singapura kucing selalu mengalahkan tikus.
Kucing selalu dipermainkan tikus-tikus.
Di pulau Singapura terdapat banyak tikus.
Di mana pun tikus selalu memangsa kucing.
Bacalah hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ...
kekacauan penduduk akibat hasutan
ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
kekejaman raja terhadap rakyatnya
keadilan seorang raja kepada rakyatnya
