wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pertanyaan Lembar Kerja cGMP dan Validasi

Total questions: 34

Worksheet time: 17mins

Name
Class
Date
1.

Manakah pendekatan paling tepat untuk mengurangi risiko kontaminasi silang pada jalur produksi produk sterile menurut prinsip CPOB?

a)

Menjadwalkan pembersihan harian tanpa memandang produk yang diproses

b)

Menggunakan alur produk berdasarkan risiko kontaminan dan zonasi tekanan udara serta pembersihan validasi antar produk

c)

Mengandalkan filter HEPA saja tanpa zonasi proses

d)

Mempercepat proses produksi agar kontak antar batch minim

2.

Saat memetakan (mapping) temperatur pada gudang penyimpanan bahan baku, parameter manakah yang paling penting untuk menentukan titik pengambilan data?

a)

Titik dekat pintu masuk gudang, pintu keluar gudang karena kontak dengan udara luar

b)

Titik representatif di semua zona, dekat dinding, tengah ruangan, dan dekat lantai

c)

Satu titik di tengah gudang cukup jika gudangnya kecil

d)

Titik yang dekat staf operasional bekerja untuk pemastian suhu operator sesuai yang diinginkan

3.

Dalam konteks cGMP, apa alasan utama menetapkan spesifikasi bangunan (layout dan finishing) untuk area produksi?

a)

Untuk memaksimalkan estetika fasilitas dan mengedepankan industrial 4.0

b)

Untuk meminimalkan celah, sudut sulit dibersihkan, dan mengendalikan alur orang dan bahan sehingga menurunkan risiko kontaminasi

c)

Agar memudahkan pemasukan alat berat sesuai prosedur pemasukan mesin dan kualifikasi FAT

d)

Supaya inspector, auditor, dan managemen menyukai fasilitas terbaru dan terkini

4.

Validasi material kemasan paling efektif menilai aspek apa terkait stabilitas produk akhir?

a)

Ketahanan mekanik terhadap benturan

b)

Kemampuan material melindungi produk terhadap kelembapan dan cahaya

c)

Warna dan penampilan kemasan sesuai dengan standar warna

d)

Harga dan pemasok material serta potongan harga material demi efisiensi

5.

Dalam In-Process Control (IPC) selama granulasi basah, parameter apa yang paling cepat memberikan informasi kritis tentang konsistensi proses?

a)

Waktu shift operator dan jeda antar shift untuk pemastian continuity production

b)

Moisture content granul dan ukuran partikel granul

c)

Warna batch dan pengaturan dokumentasi sesuai dengan aspek CPOB

d)

Tekstur granul akhir serta terjaminnya ketidakcampuran antar bahan (mix up)

6.

Ketika memverifikasi metode analisis yang sudah divalidasi di laboratorium eksternal, langkah manakah yang esensial?

a)

Mengandalkan sertifikat dari lab eksternal karena laboratorium telah terakreditasi

b)

Melakukan perbandingan hasil (cross-validation) terhadap metode referensi

c)

Menyetujui hasil bila nilai %RSD tercetak pada laporan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan analis

d)

Menggunakan hasil batch produksi dengan/ tanpa proses random sampling

7.

Mana yang benar terkait frekuensi kalibrasi instrumen pengukuran kritis?

a)

Kalibrasi dilakukan semata berdasarkan interval waktu tetap yang ditentukan di SOP

b)

Frekuensi kalibrasi ditetapkan berdasarkan risiko, hasil trending dan ketidakpastian pengukuran

c)

Kalibrasi saat instrumen rusak untuk memastikan tercapainya kebenaran absolut dalam pengukuran sebelum dilakukan perbaikan

d)

Kalibrasi dilakukan setiap hari untuk semua alat sebagai upaya pencegahan aktif

8.

Saat melakukan kualifikasi HVAC untuk area produksi obat cair non-steril, parameter mana yang harus menjadi fokus utama?

a)

Suhu ruangan, pemastian pintu produk tertutup, warna dinding cerah, dan ada sudut melengkung di setiap ruangan untuk mempermudah pembersihan

b)

Aliran udara, pertukaran udara per jam, tekanan relatif antar area, dan efisiensi filtrasi partikel

c)

Warna cat ducting dan exhaust fan serta katup membuka dan menutup

d)

Tingkat kebisingan fan filter untuk HEPA Filter sebagai deteksi integritas filter

9.

Kualifikasi mesin (IQ/OQ/PQ) bertujuan untuk memastikan apa?

a)

Mesin tampak baru dan selalu terlihat baru

b)

Mesin dipasang sesuai spesifikasi, beroperasi, dan menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi dalam kondisi produksi riil

c)

Operator nyaman menggunakannya dan mengurangi waktu diam (down time) proses produksi

d)

Mesin hemat listrik dan pengurangan biaya utilitas

10.

Pelatihan personel harus dievaluasi terutama melalui:

a)

Kehadiran di kelas pelatihan saja

b)

Evaluasi kompetensi praktis dan bukti kemampuan menerapkan prosedur di lapangan

c)

Sertifikat pelatihan dan ucapan terima kasih dari manajemen

d)

Lama pengalaman kerja tertulis di CV dan Linkedin

11.

Konsep utama validasi proses adalah:

a)

Menguji satu batch untuk semua kondisi dan melakukan pengujian untuk setiap tablet yang diproduksi dan distabilitas

b)

Membuktikan dengan dokumen bahwa proses secara konsisten menghasilkan produk sesuai spesifikasi

c)

Validasi mesin utama agar pemastian bottle neck tetap berjalan sesuai procedural

d)

Hanya memeriksa hasil akhir produk tanpa penerapan Quality by Design

12.

Dalam validasi pembersihan, parameter seleksi untuk menentukan acceptance limit residu obat aktif harus didasarkan pada:

a)

Kemungkinan bau residu pada mesin yang sulit dibersihkan

b)

Toxicological safety limit yang relevan, dosis lintas produk, dan risiko alergi/karakteristik farmakologi

c)

Warna bekas pada peralatan dan perubahan warna mesin

d)

Harga bahan pembersih dan kemampuan adsorpsi dari pembersih

13.

Ruang lingkup paling sesuai dari PPIC (Production Planning & Inventory Control) mencakup manakah dari berikut?

a)

Penyusunan jadwal kerja operator, koordinasi operator, pemastian bahwa produksi berjalan sesuai Prosedur Tetap

b)

Perencanaan produksi, pengendalian persediaan bahan baku, pengaturan jadwal batch, dan pengelolaan kebutuhan produksi agar memenuhi permintaan dan regulasi

c)

Pembelian bahan baku, penawaran untuk tujuan akhir menurunkan harga pokok produksi

d)

Pengiriman produk jadi serta mapping proses penyimpanan pada Gudang produk jadi untuk memastikan kualitas produk jadi terjaga sesuai CPOB

14.

Dalam rantai pasok farmasi, titik manakah yang paling berisiko mempengaruhi integritas produk terkait suhu?

a)

Gudang penyimpanan bahan baku

b)

Pengiriman (transportasi cold chain)

c)

Pabrik produksi

d)

Toko retail

15.

Penentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh PPIC berkaitan erat dengan:

a)

Margin keuntungan perusahaan, keinginan penurunan harga oleh manajemen dengan cara mass production

b)

Kepatuhan regulatori, strategi pemasaran, biaya produksi, dan kebijakan pemerintah terkait harga obat

c)

Warna kemasan, bahan material sesuai dengan harga yang ditetapkan sebelumnya

d)

Lokasi Gudang dan kedekatan dengan distributor untuk mempermudah distribus

16.

Hubungan operasional yang sehat antara PPIC dan departemen QA sebaiknya meliputi:

a)

Komunikasi satu arah dari PPIC ke QA

b)

Koordinasi review bersama untuk mencegah masalah kualitas

c)

QA memutuskan jadwal produksi sendiri

d)

Tidak berinteraksi kecuali problem terjadi

17.

Dalam complaint handling, langkah pertama yang benar adalah:

a)

Mengembalikan produk tanpa investigasi untuk mempercepat penukaran ganti produk ke konsumen

b)

Mencatat dan melakukan triase risiko untuk menentukan tingkat urgensi dan potensi dampak kesehatan pasien

c)

Menghubungi pemasok langsung dan pelimpahan kesalahan pada pemasok

d)

Membakar batch record terkait dan lepas tanggung jawab atas produk yang dikomplain

18.

CAPA (Corrective and Preventive Action) yang efektif harus berawal dari:

a)

Tindakan sementara untuk meredam komplain pada media massa

b)

Identifikasi akar penyebab, implementasi tindakan korektif, penetapan tindakan pencegahan, dan evaluasi efektivitas

c)

Hukuman kepada operator (Surat peringatan) untuk memastikan disiplin dari operator terhadap prosedur tetap perusahaan

d)

Semata mengganti produk yang dikomplain kepada konsumen yang melakukan komplain

19.

Dalam mengklasifikasikan defect sebagai 'critical', indikator utama yang dipertimbangkan adalah:

a)

Pengaruh kosmetik pada produk yang berakibat stigma negative perusahaan

b)

Defect penyebab bahaya langsung pada keselamatan pasien

c)

Waktu proses bertambah dan down time meningkat sehingga efisiensi menurun drastis

d)

Kenaikan biaya kecil pada harga pokok produksi dan terganggunya produk jadi

20.

Laporan komplain yang baik harus memuat:

a)

Tulis nama pengadu

b)

Deskripsi kejadian, data batch, investigasi akar penyebab, tindakan yang diambil, dan evaluasi risiko terhadap pasien

c)

Foto produk tanpa konteks

d)

Rekomendasi pemasaran

21.

Recall produk paling mungkin dipicu oleh:

a)

Keluhan pelanggan yang tidak diverifikasi

b)

Bukti defect yang mempengaruhi kualitas, keselamatan, atau efektivitas produk dan tidak dapat dikendalikan di pasar

c)

Perubahan strategi penjualan

d)

Habisnya masa promosi

22.

Pharmacovigilance bertujuan utama untuk:

a)

Mengawasi penjualan produk dan mengevaluasi sales marketing untuk meningkatkan penjualan produk

b)

Mendeteksi, menilai, memahami, dan mencegah efek samping obat untuk melindungi pasien

c)

Mengatur harga obat, mengawasi proses distribusi produksi

d)

Menjadwalkan produksi, mengatur distribusi, rantai pasok produk

23.

Pada tahap meeting new product, keputusan go/no-go paling baik didasarkan pada:

a)

Voting manajemen tanpa data lapangan

b)

Hasil survei market, feasibility teknis, analisis risiko

c)

Proposal pemasok dan diskon material yang menarik hingga penurunan HPP

d)

Keinginan dan intuisi bisnis tajam direktur

24.

Uji kelayakan teknis (technical feasibility) untuk produk baru harus menilai:

a)

Aspek formulasi dan kemampuan mesin laboratorium dalam validasi metode analisa

b)

Ketersediaan peralatan, kemampuan proses skala-up, kesesuaian fasilitas, dan kebutuhan validasi

c)

Pemasaran dan Market Feasibility Study berdasar survei riil dari pasar

d)

Biaya bahan baku, biaya marketing, biaya utilitas, biaya pembelian mesin

25.

Saat mempersiapkan skala laboratorium menuju pilot scale, faktor kritis yang harus dibuktikan adalah:

a)

Tingkat kecerahan/ lux lampu UV laboratorium

b)

Konsistensi parameter proses yang mempengaruhi kualitas produk saat skala berubah

c)

Nomor batch lama dan pengaturan nomor batch

d)

Harga material dan peralatan pilot plant untuk financial feasibility study

26.

Untuk studi stabilitas sesuai pedoman ASEAN, mengapa konsentrasi degradasi dan parameter fisik diamati pada beberapa kondisi suhu/kelembapan?

a)

Supaya banyak data saja

b)

Karena produk dapat menunjukkan profil degradasi berbeda pada kondisi stres yang meniru penyimpanan di berbagai iklim

c)

Agar dapat memperpanjang masa simpan tanpa dasar

d)

Hanya untuk keperluan sertifikat

27.

Dalam evaluasi final tablet, uji dissolusi sering dipilih karena:

a)

Hanya instrument tersedia

b)

Dissolution berkorelasi dengan bioavailabilitas dan adalah indikator perilaku pelepasan obat dari sediaan padat

c)

Itu adalah persyaratan kosmetik

d)

Agar batch cepat lulus

28.

Perbedaan utama antara powder free-flowing dan cohesive dalam konteks pemrosesan adalah:

a)

Hanya tampilan estetika

b)

Karakter aliran; cohesive lebih cenderung menggumpal sehingga memerlukan strategi pengaliran seperti pengalir atau parameter pemrosesan berbeda

c)

Cohesive lebih ringan

d)

Free-flowing mengandung lebih banyak air

29.

Dalam direct compression, pemilihan excipient pengisi (filler) sangat dipengaruhi oleh:

a)

Harga saja

b)

Kompresibilitas, aliran, interaksi dengan API, dan stabilitas selama pemrosesan

c)

Warna yang dihasilkan

d)

Kemampuan larut di air

30.

Teknik geometric dilution terutama digunakan untuk:

a)

Mengurangi biaya bahan selama trial dan optimasi sebelum validasi produk

b)

Mendapatkan homogenitas saat mencampurkan bahan sedikit (API) dengan jumlah besar excipient secara bertahap

c)

Menambah ukuran partikel agar mudah terlihat mata

d)

Meningkatkan titik lebur agar mudah peleburan antar material

31.

Pada granulasi basah dengan high-shear mixer, parameter mana yang menjadi Critical Process Parameter (CPP) utama?

a)

Waktu istirahat operator

b)

Rate penambahan binder, energi pengadukan (speed), dan endpoint konsistensi basah granule

c)

Warna akhir campuran sebagai penanda merah karmin telah merata

d)

Kualifikasi dan spesifikasi binder machine

32.

Saat melakukan pengeringan granul, mengapa pemilihan metode drying (oven tray vs fluid bed) berdampak pada kualitas granul?

a)

Hanya efisiensi pengeringan berbeda

b)

Karena transfer panas dan massa berbeda mempengaruhi ukuran partikel, porositas, dan distribusi kadar air

c)

Oven lebih modern

d)

Fluid bed selalu lebih murah

33.

Evaluasi angle of repose memberi informasi tentang:

a)

Kandungan air

b)

Kecenderungan aliran powder

c)

Daya larut

d)

Kandungan partikel besar

34.

Moisture content pada granul mempengaruhi:

a)

Hanya warna granul

b)

Stabilitas fisik dan kemampuan kompresi

c)

Hanya waktu pengemasan/ blistering

d)

Jumlah mesin yang diperlukan