wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kisi-Kisi IKK

Total questions: 44

Worksheet time: 24mins

Name
Class
Date
1.

Sebutkan struktur anatomi penting pada orofaring berikut ini:

a)

Tonsila Palatina, Tonsil Lingualis, Basis Lidah, Lateral Band, Nodulus limfatikus posterior, Otot Faring

b)

Tulang Hyoid, Epiglotis, Kartilago Krikoid, Otot Masseter, Glandula Parotis, Sinus Maksilaris

c)

Tonsila Palatina, Tonsil Faringeal, Otot Sternokleidomastoideus, Glandula Submandibularis, Tulang Mandibula, Sinus Frontalis

d)

Basis Lidah, Tonsil Faringeal, Otot Orbicularis Oris, Glandula Sublingualis, Tulang Palatina, Sinus Sphenoidalis

2.

Di manakah lokasi jaringan limfoid tonsilar tuba?

a)

Di nasofaring, tepat di sekitar muara tuba eustachius

b)

Di orofaring, dekat uvula

c)

Di laring, dekat epiglotis

d)

Di rongga hidung

3.

Anggota cincin Waldeyer yang bukan termasuk adalah:

a)

Adenoid

b)

Lateral faringeal band

c)

Tonsil palatina

d)

Tonsil lingualis

e)

Tonsil tubal

4.

Sebutkan area penyempitan esophagus utama!

a)

Sfingter krikofaringeal (atas), persilangan aorta (tengah), bronkus kiri, diafragma (bawah)

b)

Sfingter pilorus (atas), duodenum (tengah), jejunum, ileum(bawah)

c)

Sfingter esofagus bawah, pankreas (atas), hati (tengah), limpa (bawah)

d)

Sfingter pylorus, kolon asendens, kolon desendens, rektum

5.

Gejala kegawatdaruratan pada tonsillitis difteri meliputi:

a)

Pseudomembran pada nasal, faring, laring, palatum mudah berdarah

b)

Tonsil membengkak

c)

Bull neck

d)

Demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba di hari pertama sakit.

e)

Timbulnya bercak-bercak putih kecil (eksudat) pada kedua tonsil.

6.

Lokasi awal terbentuknya keganasan nasofaring adalah...

a)

Fossa Rosenmüller

b)

Meatus media

c)

Sinus frontal

d)

Kavum nasi

7.

Tuliskan satu gejala utama keganasan nasofaring yang berhubungan dengan telinga!

a)

otalgia, telinga tersumbat

b)

tinnitus, vertigo

c)

gangguan pendengaran sensorineural

d)

sekret telinga berwarna hijau

8.

Tuliskan satu gejala utama keganasan nasofaring yang berhubungan dengan hidung!

a)

otalgia, telinga tersumbat

b)

tinnitus, vertigo

c)

epistaksis, sumbatan, ingus berdarah

d)

sekret berwarna hijau

9.

Tuliskan satu gejala utama keganasan nasofaring yang berhubungan dengan saraf!

a)

otalgia, telinga tersumbat

b)

paresis N.III - XII

c)

epistaksis, sumbatan, ingus berdarah

d)

sekret berwarna hijau

10.

Tuliskan satu gejala utama keganasan nasofaring yang berhubungan dengan metastasis!

a)

otalgia, telinga tersumbat

b)

paresis N.III - XII

c)

epistaksis, sumbatan, ingus berdarah

d)

KGB leher, tulang, paru, hati

11.

Fase menelan yang membentuk bolus disebut...

a)

Fase oral

b)

Fase faringeal

c)

Fase esofageal

d)

Fase nasal

12.

Ke mana bermuara sinus maksilaris?

a)

meatus media

b)

meatus superior /reses sfenoetmoidalis

c)

meatus inferior

d)

meatus nasi communis

13.

Ke mana bermuara sinus frontalis?

a)

meatus media

b)

meatus superior /reses sfenoetmoidalis

c)

meatus inferior

d)

meatus nasi communis

14.

Ke mana bermuara sinus sfenoidalis?

a)

meatus media

b)

meatus superior /reses sfenoetmoidalis

c)

meatus inferior

d)

meatus nasi communis

15.

Gejala sinusitis dentogen yang utama adalah...

a)

ingus purulen, bau busuk, unilateral

b)

demam tinggi, batuk kering, bilateral

c)

nyeri telinga, gangguan pendengaran, bilateral

d)

mata merah, penglihatan kabur, unilateral

16.

komplikasi sinusitis dentogen yang utama adalah...

a)

ingus purulen, bau busuk, unilateral

b)

demam tinggi, batuk kering, bilateral

c)

menyebar ke orbita --> gangguan penglihatan

d)

mata merah, penglihatan kabur, unilateral

17.

jelaskan mengenai atresia koana kongenital

a)

ingus purulen, bau busuk, unilateral

b)

koana rusak, terjadi demam tinggi, batuk kering, bilateral

c)

menyebar ke orbita --> gangguan penglihatan

d)

koana tertutup, sehingga sulit bernapas

18.

infeksi gigi molar --> sinusitis maksliaris

a)

akar gigi mplar atas dekat dasar sinus maksila --> infeksi apikal mudah menembus tulang tipis

b)

infeksi --> inflamasi sinus maksila --> sinusitis dentogen

c)

bila meluas --> orbita --> komplikasi kebutaan

d)

gigi atas tembus sinus --> sinusitis --> orbit --> buta

e)

Infeksi periapikal molar pertama atas menembus dasar sinus maksila

19.

Sebutkan fungsi utama dari tuba eustachius

a)

Ventilasi, drainase, proteksi

b)

Sebagai alat pendengaran utama.

c)

Sebagai alat keseimbangan tubuh.

d)

Sebagai organ penerima rangsang suara (reseptor auditori).

20.

Apa tujuan utama ventilasi tuba eustachius?

a)

Menyamakan tekanan di membran timpani.

b)

Meningkatkan produksi cairan telinga.

c)

Mengurangi sensitivitas pendengaran.

d)

Memperkuat tulang telinga tengah.

e)

berkaitan dengan perubahan ketinggian (fungsi pengeluaran dan pemasukan udara)

21.

anatomi tuba eusthacius

a)

mneghubungkan telinga tengah (cavum timpani) dengan nasovaring

b)

panjang normal 3-4 cm pada orang dewasa

c)

2/3 medial: pars kortilaginea (fibrokartilago)

d)

1/3 lateral: pars ossea (tulang)

e)

dekat sfigter krikofaringeal dan aorta

22.

otot pembuka utama tuba eusthacius

a)

M tensor palatini

b)

m masseter

c)

M. tensor tympani

d)

M. buccinator

23.

Jalur penyebaran infeksi dari gigi ke telinga tengah dapat menyebabkan sinusitis dentogen.

a)

Benar

b)

Salah

24.

Pada pemeriksaan otoskopi, tanda gangguan fungsi ventilasi tuba meliputi:

a)

Hilangnya refleks/pantulan cahaya

b)

Retraksi membran timpani

c)

Pembuluh darah tampak jelas

d)

kadang disertai dengan sekret (otore purulen) atau granulasi bila ganas

e)

perfor membran timpani --> bila infeksi lanjut

25.

Perforasi membran timpani terjadi bila infeksi lanjut.

a)

Benar

b)

Salah

26.

Fungsi utama otot pembuka tuba eustachius (M. tensor veli palatini) adalah membuka tuba saat ________.

a)

menelan/mengunyah

b)

berbicara

c)

bernafas

d)

batuk

27.

tanda khas retraksi mt

a)

menonjolnya manubrium mallei, warna keabu abuan kusan, cone of light hilang

b)

Membran timpani tampak menonjol ke arah luar (bulging).

c)

Warna membran timpani merah dan edema seperti pada otitis media akut

d)

Membran timpani bergerak bebas saat dilakukan tes insuflasi (pneumatik otoskopi).

28.

Stadium: Oklusi Tuba Gejala utama: ________ Isilah bagian yang kosong dengan gejala utama yang sesuai.

a)

Pendengaran ↓, otalgia ringan, MT retraksi.

b)

Tinnitus berat, vertigo, nistagmus.

c)

Demam tinggi, otorrhea purulen, perforasi MT.

d)

Nyeri hebat, pembengkakan mastoid, abses subperiosteal.

29.

Stadium: hiperemi Gejala utama: ________ Isilah bagian yang kosong dengan gejala utama yang sesuai.

a)

Pendengaran ↓, otalgia ringan, MT retraksi.

b)

Tinnitus berat, vertigo, nistagmus.

c)

Demam tinggi, otorrhea purulen, perforasi MT.

d)

nyeri, rasa penuh, demam, MT merah dan menebal, reflek cahaya hilang.

30.

Stadium: Eksudasi Gejala utama: ________ Isilah bagian yang kosong dengan gejala utama yang sesuai.

a)

Demam ↑, nyeri hebat, pendengaran ↓, pada bayi bisa muntah/kejang.

b)

Batuk kering, sesak napas, dan nyeri dada.

c)

Ruam kulit, gatal, dan pembengkakan.

d)

Mual, muntah, dan diare.

31.

Apa yang terjadi pada stadium supurasi (perforasi)?

a)

Otore berkurang

b)

Otore purulen, nyeri ↓, pendengaran makin ↓

c)

Demam ↑

d)

MT retraksi

32.

Stadium: Resolusi Gejala utama: ________ Isilah bagian yang kosong dengan gejala utama yang sesuai.

a)

Otore berkurang, pendengaran membaik, perforasi kecil menutup.

b)

Otore bertambah, pendengaran menurun, perforasi membesar.

c)

Demam tinggi, nyeri hebat, otore purulen.

d)

Tinnitus, vertigo, otore berdarah.

33.

urutan stadium dan gejala otitis media akut

a)

Oklusi tuba → Hiperemi → Eksudasi → Supurasi → Resolusi

b)

Hiperemi → Oklusi tuba → Supurasi → Eksudasi → Resolusi

c)

Eksudasi → Hiperemi → Resolusi → Supurasi → Oklusi tuba

d)

Supurasi → Oklusi tuba → Hiperemi → Resolusi → Eksudasi

34.

Gejala khas: penurunan pendengaran, rasa penuh, tanpa nyeri

Pemeriksaan otoskopi: MT retraksi, cariandi belakang MT, tidak ada otore

Apa diagnosis yang sesuai dengan gejala dan pemeriksaan di atas?

a)

Otitis media serosa

b)

Otitis media kronis

c)

Otitis media akut

d)

Barotrauma

35.

Gejala khas: otore kronis, perfor menetap, bisa kolesteatoma

Pemeriksaan otoskopi: perfor sentral/marginal , sekret mukopurulen

Apa diagnosis yang sesuai dengan gejala dan pemeriksaan di atas?

a)

Otitis media serosa

b)

Otitis media kronis

c)

Otitis media akut

d)

Barotrauma

36.

Gejala khas: Nyeri, demam, gangguan dengar, otore bila perforasi Pemeriksaan otoskopi: MT merah, menebal, refleks cahaya hilang, kadang menonjol Apa diagnosis yang sesuai dengan gejala dan pemeriksaan di atas?

a)

Otitis media serosa

b)

Otitis media kronis

c)

Otitis media akut

d)

Barotrauma

37.

Apa gejala khas otitis media serosa?

a)

Nyeri hebat

b)

Pendengaran ↓, rasa penuh, tanpa nyeri

c)

Otore purulen

d)

Demam tinggi

38.

Apa pemeriksaan otoskopi pada otitis media kronis?

a)

MT merah dan menebal

b)

Perforasi sentral/marginal, sekret mukopurulen

c)

MT retraksi

d)

Tidak ada otore

39.

Kolesteatoma adalah ... dan perannya dalam otitis media kronis adalah ...

a)

massa jaringan abnormal yang dapat merusak tulang di telinga tengah dan memperburuk otitis media kronis

b)

cairan yang menumpuk di telinga tengah dan menyebabkan infeksi ringan

c)

pertumbuhan tulang baru di telinga tengah yang melindungi dari infeksi

d)

radang ringan pada saluran telinga luar tanpa efek pada otitis media kronis

40.

kolesteatoma terjadi pada

(a)  

41.

fungsi refleks nasal (bersin/salivasi)

a)

rongga hidung dan sinus

b)

n.olfaktorius (N.I)

c)

kavum nasi dan sinus

d)

reseptor nasal dan saraf sensorik

42.

fungsi respirasi

a)

rongga hidung dan sinus

b)

n.olfaktorius (N.I)

c)

kavum nasi dan sinus

d)

reseptor nasal dan saraf sensorik

43.

fungsi penciuman

a)

rongga hidung dan sinus

b)

n.olfaktorius (N.I)

c)

kavum nasi dan sinus

d)

reseptor nasal dan saraf sensorik

44.

fungsi fonasi / resonansi

a)

rongga hidung dan sinus

b)

n.olfaktorius (N.I)

c)

kavum nasi dan sinus

d)

reseptor nasal dan saraf sensorik