wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

THT 2.2

Total questions: 49

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Seorang anak laki-laki 7 tahun dibawa ibunya ke praktik dokter umum dengan keluhan pilek sejak 3 hari yang lalu. Ingus banyak dan encer. Pilek disertai hidung tersumbat dan kadang-kadang bersin. Pasien juga mengalami demam tapi tidak terlalu tinggi. Tidak dijumpai riwayat keluarga alergi. Pasien belum ada diberi obat apapun. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior didapatkan kavum nasi sempit, konka inferior edema, hiperemis dan sekret serous (+). Apakah diagnosis yang paling tepat?

a)

Rhinitis akut

b)

Rhinitis medikamentosa

c)

Rhinitis kronik

d)

Rhinitis atrofik

e)

Rhinitis vasomotor

2.

An. Veronika berusia 10 tahun datang ke Puskesmas diantar orang tuanya dengan keluhan bersin-bersin dan pilek sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai hidung yang tersumbat. Keluhan tersebut hilang timbul dan sudah terjadi sejak 3 bulan yang lalu. Orang tuanya juga mengatakan bahwa anaknya sering agak sulit tidur dan merasa tidak nyaman setiap harinya. Tidak diketahui riwayat alergi pada pasien, namun ayah pasien menderita asma, dan ibu pasien memiliki riwayat alergi seafood. Pemeriksaan tanda vital: Nadi: 90/mn RR: 22x/m suhu 37C. Pemeriksaan fisik ditemukan garis melintang pada hidung dan dermografisme warna hitam dibawah mata. Rinoskopi anterior ditemukan tampak konka inferior pucat, edema, dan sekret serous. Diagnosis pasien tersebut adalah...

a)

Rhinitis intermiten ringan

b)

Rhinitis alergi persisten ringan

c)

Rhinitis alergi intermiten sedang berat

d)

Rhinitis alergi persisten sedang berat

e)

Rhinitis akut

3.

Seorang laki laki berusia 27 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 tahun yang lalu. Keluhan disertai bersin-bersin, pilek dan hidung terasa gatal. Berdasarkan anamnesis diketahui pasien saat ini bekerja pada sebuah pabrik pembuatan perabot kayu. Pasien juga sering gatal-gatal pada kulit bila makan udang. Pemeriksaan fisik hidung didapatkan konka livid, udem dan sekret serous. Hasil skin prick tes positif. Apakah terapi yang tepat untuk kasus diatas?

a)

Antipiretik

b)

Antihistamin

c)

Analgetik

d)

Antibiotika

e)

Antiviral

4.

Seorang perempuan hamil berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan hidung tersumbat bergantian terutama pagi hari sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan tidak disertai bersin ataupun gatal pada mata. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior tampak gambaran konka inferior membesar dan berwarna merah gelap dengan sekret serosa. Apakah diagnosis yang paling mungkin?

a)

Rinitis kronik

b)

Rinitis akut

c)

Rinitis alergi

d)

Rinitis atrofi

e)

Rinitis vasomotor

5.

Tn. Juno usia 32 tahun datang ke tempat praktek dokter umum dengan keluhan hidung tersumbat selama 1 tahun terakhir. Keluhan hidung tersumbat dirasakan berat di sebelah kanan kiri. Pasien memiliki riwayat bersin-bersin dan keluar sekret hidung berwarna putih. Keluhan membaik jika menghirup minyak kayu putih. Riwayat alergi disangkal, riwayat alergi keluarga juga disangkal. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 72 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36.8C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konka hipertrofi, edema, berwarna merah gelap dan terdapat sekret seromukosa. Hasil pemeriksaan penunjang yang diharapkan adalah...

a)

Skin prick test positif kuat

b)

Leukosit meningkat

c)

Eosinophilia bermakna

d)

IgE total normal

e)

Kadar eosinofil meningkat

6.

Tn. Suri, usia 27 tahun datang ke Poli THT dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu terakhir. Dari anamnesis, diketahui pasien sering mengalami hidung tersumbat bergantian dan mengeluarkan sekret encer berwarna jernih bila pasien kelelahan saat bekerja atau saat terpapar asap rokok. Tanda vital didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 90 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36,7C. Dari pemeriksaan rinoskopi anterior didapatkan konka inferior hipertrofi bilateral, berwarna merah gelap dan sekret pada meatus inferior. Apakah terapi yang tepat untuk keluhan yang dialami pasien?

a)

Dekongestan

b)

Steroid oral

c)

NSAID

d)

Steroid oral dosis kecil

e)

Antibiotik oral

7.

Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dibawa ke puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai bersin-bersin dan demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi 90 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit dan suhu 38C. Pemeriksaan hidung didapatkan mukosa konka hiperemis, edema serta sekret serous. Apakah terapi yang paling tepat?

a)

Antibiotik dan dekongestan

b)

Antipiretik dan analgetik

c)

Antibiotik dan analgetik

d)

Antipiretik dan dekongestan

e)

Antiviral dan dekongestan

8.

Nn. Helen, usia 45 tahun, datang ke RS dengan keluhan hidung tersumbat sejak 3 bulan yang lalu. Pasien mengatakan sulit bernafas terutama saat malam hari. Pasien mengatakan sudah menggunakan obat hidung selama 6 bulan terakhir. Namun, obat tersebut menurunkan kinerja bekerja sejak 1 bulan terakhir dan malah justru semakin parah. Tanda vital TD 130/80mmHg, HR 89kali/mt, RR 22kali/mt, suhu 36.8C. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior, didapatkan konka edema, hiperemsi dan hipertrofi dengan sekret yang kental dan kavum nasi yang sempit. Apakah diagnosis yang sesuai untuk pasien saat ini?

a)

Rhinitis vasomotor

b)

Rhinitis medikamentosa

c)

Rhinitis alergika

d)

Sinusitis akut

e)

Rhinosinusitis

9.

Ny. Laurence, usia 30 tahun, datang ke RS dengan keluhan hidung tersumbat sejak 3 bulan yang lalu. Pasien sering sesak nafas pada malam hari sehingga tidurnya menjadi terganggu. Pasien sudah beberapa bulan ini menggunakan obat semprot hidung, namun satu minggu ini keluhan tidak membaik. Tanda vital: TD 130/80mmHg, HR 89kali/mt, RR 22kali/mt, suhu 36.8C. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior, didapatkan konka edema, hiperemis dengan sekret yang kental dan kavum nasi yang sempit. Terapi yang tepat diberikan adalah...

a)

Antibiotik oral

b)

Vasokonstriktor oral

c)

Dekongestan intranasal

d)

Dekongestan oral

e)

Kortikosteroid intranasal

10.

Nn. Alice usia 20 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan penciuman sejak 3 bulan yang lalu. Kakak pasien selalu mencium bau yang tidak enak jika berada di dekat pasien tapi pasien selalu menyangkal. Demam (-). Pemeriksaan tanda vital: TD 120/80mmHg, 80x/m RR: 22x/m suhu 37C. Status lokalis didapatkan cavum nasi tampak longgar disertai krusta kehitaman pada vestibulum. Apa diagnosis yang tepat?

a)

Sinusitis maksilaris

b)

Polip nasal

c)

Ca nasofaring

d)

Angiofibroma

e)

Rhinitis atrofi

11.

Seorang laki-laki berusia 23 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat disertai sekret hidung, hilang timbul sejak 2 bulan terakhir. Pasien juga mengeluhkan bersin-bersin. Tidak ada riwayat alergi dan kebiasaan merokok. Pasien sudah memiliki 3 anak dan menggunakan kondom spermisidal oral sejak 2 bulan terakhir. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, pemeriksaan rinoskopi anterior didapatkan edema konka nasalis disertai sekret serosa. Apakah tatalaksana non farmakologis yang paling tepat?

a)

Anjuran untuk menghindari alergen spesifik

b)

Anjuran untuk menghindari stimulan non spesifik

c)

Konsultasi untuk penggantian jenis kontrasepsi

d)

Kauterisasi konka menggunakan larutan AgNO3 25%

e)

Anjuran untuk mandi air hangat

12.

Ny. Dara, usia 35 tahun datang ke RS dengan keluhan pilek sejak 2 minggu yang lalu. Hidung tersumbat dan dirasakan nyeri pada wajah. Tenggorok terasa berlendir(+). Demam dan kadang disertai batuk. Pemeriksaan tanda vital TD 110/70 mmHg, nadi 90 x/m, RR 20 x/m, suhu 38C. Status lokalis : didapatkan konka hiperemis, sekret mukopurulen di meatus media dan nyeri ketok wajah. Diagnosis pada pasien ini?

a)

Faringitis akut

b)

Rhinitis kronik

c)

Rhinitis akut

d)

Rhinosinusitis akut

e)

Rhinitis alergi

13.

Nn Stefania, usia 25 tahun datang ke RS dengan keluhan pilek sejak 6 bulan yang lalu. Keluhan ini disertai buntu pada hidung. Awalnya lendir berwarna putih encer kemudian 1 bulan terakhir menjadi kental dan berbau busuk. Pasien memiliki riwayat bersin yang sering batik pilek dengan sekret yg bening sejak usia 5 tahun. Pada pemeriksaan tanda vital TD: 120/80mmHg, HR 89kali/mt, RR 20 x/m, suhu 38.1C. Rinoskopi anterior didapatkan sekret purulen pada meatus nasi kanan. Rinoskopi Anterior di dapatkan sekret purulen pada meatus nasi kanan. Penyebab tersering adalah ...

a)

Haemophilus influenzae

b)

Streptococcus pneumoniae

c)

Pseudomonas aeruginosa

d)

Moraxella catarrhalis

e)

Corynebacterium difteri

14.

Tn. Lico, usia 42 tahun, datang ke Poliklinik THT dengan keluhan keluar lendir hijau berbau dari hidung sejak 3 hari. Pasien juga merasa nyeri pada dahi, terutama saat sujud atau menunduk. Pada pemeriksaan, didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 70 kali/mt, RR 20 kali/mt, suhu 37,8C dengan nyeri ketok glabela positif. Apakah pemeriksaan awal yang paling tepat pada pasien ini?

a)

Foto rontgen sinus paranasal

b)

Bo Schendel

c)

CT-scan sinus paranasal

d)

MRI sinus paranasal

e)

Kultur sekret hidung

15.

Ny. Lora 35 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri pada pangkal hidung sejak satu minggu ini. Keluhan diawali keluar ingus berbau. Keluhan disertai hidung tersumbat dan demam. Pemeriksaan tanda vital TD: 120/80mmHg, HR 89kali/mt, RR 22kali/mt, suhu 38.1C. Status lokalis didapatkan dijumpai sekret mukopurulen, nyeri tekan kantus, regurgitasi pus dari meatus media. Diagnosis yang paling tepat adalah...

a)

Sinusitis frontalis akut

b)

Sinusitis ethmoidalis akut

c)

Sinusitis maksillaris akut

d)

Sinusitis ethmoidalis akut berat

e)

Sinusitis sphenoidalis akut

16.

Tn Carmark berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan keluar cairan dari hidung yang berbau sejak 6 bulan yang lalu. Cairan kental berwarna kuning kehijauan dan berbau busuk. Pasien juga mengeluh nyeri pada daerah pipi terutama jika posisi kepala menunduk. Pasien memiliki riwayat bersin dan pilek jika terkena debu. Tanda vital TD 120/80mmHg, HR 89kali/mt, RR 22kali/mt, suhu 37.9C. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior didapatkan mukosa edema (+) dan sekret mukopurulen didapat pada konka inferior. Pada pemeriksaan rinoskopi posterior dijumpai sekret kekuningan, post nasal drip (+). Apakah diagnosis kasus tersebut?

a)

Rhinitis ozena

b)

Rhinosinusitis frontalis kronis

c)

Rhinosinusitis maksilaris odontogen

d)

Rhinosinusitis maksilaris akut

e)

Rhinosinusitis maksilaris kronis

17.

An. Matt, usia 15 tahun, datang ke RS dengan keluhan demam sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai batuk dan pilek. Pasien juga mengeluhkan sekret yg purulen dan berbau. Pasien memiliki riwayat sering batuk pilek dengan sekret yg bening sejak usia 5 tahun. Pada pemeriksaan di dapatkan HR 80 kali/mt, RR 20 kali/mt, T 38C, nyeri serta kemerahan pada pipi kanan, pada Rinoskopi Anterior di dapatkan sekret purulen pada meatus nasi kanan. Penyebab tersering adalah ...

a)

Haemophilus influenzae

b)

Streptococcus pneumoniae

c)

Pseudomonas aeruginosa

d)

Moraxella catarrhalis

e)

Corynebacterium difteri

18.

Tn. Bisma, usia 36 tahun, datang ke RS dengan keluhan nyeri area pipi sejak 5 bulan yang lalu. Keluhan sering kambuh kambuhan. Nyeri semakin berat sejak satu minggu ini. Keluhan pilek (+), ingus kental dan bau. Pemeriksaan tanda vital TD: 120/80mmHg, HR 89kali/mt, RR 22kali/mt, suhu 38.1C. Status lokalis didapatkan post nasal drip (+), nyeri tekan sinus maksila (+) dan transluminasi (-). Antibiotik yang tepat diberikan pada pasien ini adalah...

a)

Penisilin

b)

Makrolid

c)

Quinolon

d)

Tetrasiklin

e)

Sefalosporin

19.

Ny. Lucia usia 61 tahun datang ke UGD RS diantar oleh anaknya dengan keluhan keluar darah dari kedua lubang hidung. Darah merah segar dengan volume sekitar 300 cc, keluhan baru pertama kali dirasakan. Pasien merasakan ada cairan mengalir dari hidung ke tenggorokan. Keluhan muncul tiba-tiba. Tidak ada riwayat trauma. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan terkontrol. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis, TD 110/70 mmHg, N 84 x/m, RR 20 x/m, suhu afebris. Status generalisata tidak ada kelainan. pemeriksaan penunjang dalam batas normal. Pembuluh darah yang terlibat pada kasus tersebut adalah...

a)

Arteri Ethmoidalis Anterior

b)

Pleksus Kiesselbach

c)

Arteri Faringeal Ascendens

d)

Arteri Sphenopalatina

e)

Arteri Palatina Mayor

20.

An. Vincent usia 15 tahun, dibawa orangtuanya ke IGD setelah mengalami mimisan saat sedang bermain kejar-kejaran dengan temannya. Diketahui hidung pasien menabrak pintu mobil saat berlari. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, TD 110/70 mmHg, nadi 84 x/mn, RR 20 x/m, suhu afebris. Status generalisata tidak ada kelainan. Pada rinoskopi anterior didapatkan konka hiperemis dan terdapat darah mengalir di rongga hidung, tidak tampak asal perdarahan. Rinoskopi posterior tidak didapat posisi nasal drip. Tatalaksana yang tepat adalah...

a)

Kaustik dengan AgNO3 25%

b)

Tekan hidung dari luar 10 – 15 menit

c)

Pasien diminta duduk tegak dengan posisi kepala sedikit membungkuk ke depan

d)

Tampon anterior dengan dilumasi vaselin

e)

Tampon Bellocq 3 x 24 jam

21.

Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan mimisan dari hidung kiri dan kanan sejak 4 jam yang lalu. Darah yang keluar sebanyak ±1/2 gelas air mineral kemasan. Perdarahan sudah coba dihentikan dengan cara ditekan namun tidak berhasil. Riwayat mimisan sejak kecil dan dapat berhenti sendiri. Terakhir kali mimisan 1 jam lalu namun tidak sebanyak ini. Riwayat menderita AML dan dirawat di RS 1 bulan yang lalu. Apakah penatalaksanaan yang dapat diberikan?

a)

Pemasangan tampon Boorazf

b)

Menekan area hidung 20 menit

c)

Kompres hangat

d)

Elevasi kepala 30o

e)

Pemasangan tampon Bellocq

22.

Nn. Lea usia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat. Keluhan dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan disertai dengan ingus yang purulen. Terkadang pasien juga merasa pusing. Pasien sering bernapas melalui mulut untuk memperingan keluhan. Pasien memiliki riwayat sering kontrol ke dokter karena sering mengalami bersin dan mengeluarkan cairan bening, hilang timbul, dan mengganggu aktivitas. Diketahui ayah pasien memiliki riwayat alergi seafood. Tanda vital didapatkan tekanan darah 110/ 70 mmHg, nadi 72 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36.7C. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior terlihat massa hiperkerat berwarna pucat yang berasal dari meatus media yang mudah digerakkan. Diagnosis yang paling mungkin adalah...

a)

Rhinitis alergi

b)

Angiofibroma nasofaring juvenile

c)

Rhinitis atrofi

d)

Corpus alienum nasal

e)

Polip nasal

23.

Ny. Kayla, usia 36 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa bernapas apabila tidur miring sejak satu minggu ini. Keluhan juga disertai sering bersin pagi hari apabila cuaca dingin ataupun terkena debu. Pemeriksaan tanda vital: TD 120/80mmHg, HR 89 kali/mt, RR 22 kali/mt, suhu 38.1C. Status lokalis didapatkan benjolan berwarna putih keabuan, bertangkai, bisa digerakkan, tidak nyeri, tidak mengecil dengan epinefrin. Tatalaksana paling tepat pada kasus ini?

a)

Kortikosteroid intranasal jangka pendek

b)

Polipektomi endoskopik

c)

Dekongestan oral

d)

Antihistamin oral

e)

Antibiotik oral

24.

Tn. Rudy berusia 37 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa mengganjal di tenggorokan sejak 7 hari yang lalu. Keluhan ini sebenarnya telah dialami sejak 6 bulan yang lalu namun hilang timbul. Keluhan disertai nyeri tenggorok, demam, dan batuk pilek. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, pernapasan 20 x/menit, nadi 86 x/menit suhu 37,8C. Pemeriksaan mulut didapatkan tonsil T3-T3 hiperemis, detritus, kripta melebar, dan terdapat halitosis. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

Tonsilitis kronik

b)

Tonsilitis akut

c)

Tonsilitis septik

d)

Tonsilitis difteri

e)

Tonsilitis kronis eksaserbasi akut

25.

Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun diantar ke puskesmas dengan keluhan nyeri menelan sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai demam dan batuk pilek. Pemeriksaan menunjukan suhu 38C, tonsil T3-T3, detritus positif. Palatum mole dan arcus anterior tampak hiperemis. Apakah pemeriksaan yang tepat dilakukan untuk menentukan penyebab?

a)

Foto Waters

b)

Foto toraks

c)

Swab tonsil

d)

Foto Schuller

e)

Mikrobiologi sputum

26.

An. Duncan, 6 tahun, dibawa ibunya ke RS dengan nyeri pada tenggorok sejak 5 hari dan demam. Tanda vital: HR 90 kali/menit, RR 22 kali/menit, suhu 38,7 °C. Pemeriksaan fisik: tonsil T3/T2, membran putih kotor mudah berdarah, disfoni, dan benjolan pada leher. Etiologi kasus ini adalah

a)

Haemophilus influenzae

b)

Streptococcus beta haemolyticus grup A

c)

Corynebacterium minutissimum

d)

Candida albicans

e)

Corynebacterium diphtheriae

27.

An. Laura, 7 tahun, demam 2 hari dengan batuk dan nyeri tenggorok. Tanda vital: nadi 90 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 37,9 °C. Pemeriksaan faring T2/T2 dengan membran putih mudah berdarah dan pembesaran KGB servikal. Jenis organisme penyebab keluhan ini adalah

a)

Basil gram negatif

b)

Koksobasil gram negatif

c)

Basil gram positif

d)

Kokus gram positif

e)

Kokus gram negatif

28.

Perempuan 25 tahun datang ke puskesmas demam 2 hari, nyeri menelan, disertai nyeri telinga. Tanda vital: TD 110/80 mmHg, nadi 86 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 38,5 °C. Rongga hidung tampak sembab dan hiperemis, faring dan tonsil hiperemis. Penyebab yang paling mungkin adalah

a)

Virus

b)

Imunodefisiensi

c)

Bakteri

d)

Alergi

e)

Jamur

29.

Laki-laki 16 tahun ke puskesmas dengan demam 2 hari dan sakit tenggorok; didahului batuk pilek dan pusing. Tanda vital dalam batas normal. Faring dan tonsil hiperemis. Tatalaksana yang tepat adalah

a)

Istirahat, diet TKTP, analgetik, dekongestan

b)

Diet TKTP, antibiotik, analgetik, dekongestan

c)

Istirahat, diet TKTP, analgetik, antibiotik

d)

Istirahat, antibiotik, analgetik, dekongestan

e)

Istirahat, diet TKTP, antibiotik, dekongestan

30.

Laki-laki berusia 20 tahun datang ke klinik dengan nyeri menelan dan demam 5 hari, suara serak tanpa batuk. Suhu 37,8 °C; faring dan tonsil hiperemis dengan eksudat; limfadenopati leher anterior bilateral nyeri tekan. Terapi yang paling tepat adalah

a)

Parasetamol dan vitamin C

b)

Parasetamol dan antibiotik

c)

Vitamin C dan echinacea

d)

Antibiotik dan vitamin C

e)

Parasetamol dan echinacea

31.

Perempuan 10 tahun dibawa ke IGD dengan sulit menelan, bau mulut, dan demam tinggi. Tanda vital: TD 110/70 mmHg, nadi 98 x/menit, frekuensi napas 24 x/menit, suhu 39,5 °C. Ditemukan strawberry tongue, tonsil hiperemis T2/T2 tertutup detritus keabuan, faring hiperemis. Antibiotik yang paling tepat adalah

a)

Siprofloksasin

b)

Sefadroksil

c)

Metronidazol

d)

Azitromisin

e)

Penisilin G

32.

Laki-laki 8 tahun dengan keluhan nyeri menelan hilang timbul sejak 2 tahun; lebih dari 5 kali per tahun. Tonsil T3/T3, tidak hiperemis; kripta melebar dengan detritus. Tatalaksana yang tepat adalah

a)

Antrostomi

b)

Polipektomi

c)

Septoplasti

d)

Tonsilektomi

e)

Adenoidektomi

33.

Anak 10 tahun demam, batuk pilek, dan nyeri tenggorok. Pemeriksaan fisis: faring hiperemis, tonsil T2B/T2B. Pilihan antibiotik yang tepat adalah

a)

Metronidazol

b)

Kloramfenikol

c)

Kuinolon

d)

Sefalosporin

e)

Penisilin

34.

An. Korine, 5 tahun, demam tinggi 2 hari disertai nyeri menelan. Tanda vital: HR 130 x/menit, RR 28 x/menit, suhu 38,5 °C. Didapatkan retraksi substernal, napas cuping hidung, dan selaput putih keabu-abuan menutupi tonsil, palatum, hingga faring. Pewarnaan Gram usap tenggorok menunjukkan batang Gram positif tidak berspora. Tatalaksana yang tepat adalah

a)

Tirah baring dan suportif saja

b)

Parasetamol dan siprofloksasin

c)

Parasetamol, antitoksin difteri (ADS), dan penisilin

d)

ADS dan kortikosteroid

e)

Eritromisin dan vaksin TDaP

35.

Perempuan 6 tahun dengan demam tinggi 1 hari, nyeri menelan. Tanda vital: nadi 100 x/menit, napas 18 x/menit, suhu 38,6 °C. Faring hiperemis; tonsil T1/T1, kripta tidak melebar, tanpa detritus; kelenjar leher difus di submandibula. Terapi farmakologi yang paling tepat adalah

a)

Mukolitik

b)

Antipiretik

c)

Antibiotik

d)

Kortikosteroid

e)

Analgetik

36.

Laki-laki 32 tahun, demam 3 hari; 1 minggu lalu batuk pilek, dahak masih ada bernoda hijau terutama malam hari. Faring hiperemis; pasien tidak merokok dan tidak ada penyakit terdahulu. Pengobatan yang tepat adalah

a)

Gliseril guaiakolat + eritromisin + parasetamol

b)

Kodein + salbutamol + parasetamol

c)

Gliseril guaiakolat + pseudoefedrin + parasetamol

d)

Dekstrometorfan + pseudoefedrin + parasetamol

e)

Dekstrometorfan + salbutamol + eritromisin

37.

Laki-laki 24 tahun ke puskesmas demam, badan dan tenggorok bengkak. Tanda vital: TD 120/80 mmHg, nadi 90 x/menit, napas 20 x/menit, suhu 38,5 °C. Faring hiperemis, tonsil T3/T3, leukosit 15.000/mm³. Terapi yang tepat adalah

a)

Nasal dekongestan

b)

Analgetik

c)

Antibiotik

d)

Antipiretik

e)

Obat kumur

38.

Laki-laki 7 tahun ke poliklinik RS dengan demam 2 hari, nyeri menelan, batuk, pilek, dan sakit kepala. Suhu 38 °C; pembesaran kelenjar limfe leher; faring hiperemis; tonsil dalam batas normal. Penatalaksanaan yang tepat adalah

a)

Metronidazol 3 × 250 mg

b)

Kloramfenikol 3 × 250 mg

c)

Ambroksol 3 × 30 mg

d)

Amoksisilin 3 × 250 mg

e)

Parasetamol 3 × 200 mg

39.

Laki-laki 20 tahun ke klinik dengan suara serak 2 hari, didahului batuk pilek, tanpa nyeri tenggorok bermakna. Diagnosis yang tepat adalah

a)

Tonsilitis kronik

b)

Bronkitis akut

c)

Laringitis akut

d)

Laringitis kronik

40.

Tn. Dolpin, 50 tahun, mengeluhkan suara serak 2 minggu; disertai batuk dan penurunan berat badan drastis 10 kg dalam 2 minggu. Vital sign: TD 110/80 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 22 x/menit, T 37,8 °C. Laringoskopi indirek menunjukkan laring dan pita suara hiperemis dengan tampilan mucosa bitten appearance pada pita suara. Diagnosis pasien adalah

a)

Laringitis akut

b)

Laringitis TB

c)

Laringitis luetika

d)

Laringitis kronis

e)

Karsinoma in situ

41.

Laki-laki 17 tahun ke UGD dengan nyeri tenggorok 5 hari, suara serak, demam, dan batuk; keluhan serupa berulang dalam 1 tahun terakhir. Pemeriksaan rongga hidung, faring, dan tonsil normal. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat adalah

a)

Oesofagoskopi

b)

Radiologi toraks

c)

Bronkoskopi

d)

Laringoskopi indirek

e)

Endoskopi hidung

42.

Ny. Romalia, 30 tahun, suara parau 3 hari, nyeri tenggorok dan kadang batuk; pekerjaannya penyanyi. Tidak merokok dan tidak konsumsi alkohol. Vital sign: TD 110/80 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 22 x/menit, T 37 °C. Laringoskopi indirek menemukan benjolan putih kecil, simetris, bilateral, tidak bertangkai, tanpa tanda radang pada pita suara. Diagnosis paling mungkin adalah

a)

Laringitis kronis

b)

Karsinoma laring

c)

Polip laring

d)

Epiglotitis

e)

Vocal nodules

43.

Ny. Nolin, 32 tahun, datang dengan sesak napas sejak malam, nyeri menelan, dan pembengkakan dasar mulut. Riwayat sakit gigi 5 tahun. Vital sign: TD 130/80 mmHg, nadi 70 x/menit, RR 30 x/menit, suhu 38,1 °C. Terdapat trismus 2 jari; pembengkakan ekstraoral bilateral keras pada rahang bawah; lidah terangkat. Diagnosis yang tepat adalah

a)

Angina Ludwig

b)

Abses submandibula

c)

Abses Quinsy

d)

Abses retrofaring

e)

Abses parafaring

44.

Tn. Bobby, 37 tahun, sulit membuka mulut 3 hari disertai sulit menelan; ada riwayat infeksi gigi. Tanda vital: TD 140/90 mmHg, nadi 90 x/menit, RR 26 x/menit, T 38,5 °C. Regio submandibular bengkak, kulit tegang, hiperemis dan berfluktuasi. Kemungkinan diagnosis pasien ini adalah

a)

Angina Ludwig

b)

Abses submandibula

c)

Abses peritonsil

d)

Abses retrofaring

e)

Abses parafaring

45.

Tn. Jorse, 27 tahun, sulit menelan 5 hari, demam tinggi; belakangan berbicara tidak jelas. Riwayat tonsilitis. Vital sign: TD 110/70 mmHg, HR 90 x/menit, RR 23 x/menit, T 38,1 °C. Pemeriksaan: tonsil T3/T2 hiperemis dengan sedikit detritus, edema palatum mole; fluktuasi (+); uvula terdorong ke kiri. Diagnosis yang tepat adalah

a)

Tonsilitis bakterial akut

b)

Tonsilitis kronik eksaserbasi akut

c)

Abses submandibula

d)

Abses Quinsy

e)

Abses parafaring

46.

Tn. Jorse, 27 tahun, nyeri tenggorok memberat 5 hari, demam tinggi, pembengkakan leher, uvula edema sehingga sulit dievaluasi. Vital sign: TD 110/70 mmHg, HR 90 x/menit, RR 23 x/menit, T 38,1 °C. Diagnosis yang tepat adalah

a)

Angina Ludwig

b)

Abses submandibula

c)

Abses retrofaring

d)

Abses parafaring

e)

Abses peritonsil

47.

An. Ayunda, 12 tahun, nyeri menelan dan sensasi mengganjal 5 hari, disertai demam. Tanda vital: TD 110/70 mmHg, HR 89 x/menit, RR 22 x/menit, suhu 39,0 °C. Tonsil T1/T3 hiperemis; uvula terdorong ke kanan. Tatalaksana yang tepat adalah

a)

Insisi dan drainase

b)

Kortikosteroid oral

c)

Tonsilektomi

d)

Antipiretik dan analgetik

e)

Obat kumur antiseptik

48.

Tn. Gulman, 56 tahun, batuk dan sesak 3 bulan, demam ringan malam hari, keringat malam, serta suara serak 1 bulan. Perokok berat. Pada laringoskopi indirek tampak massa pada pita suara. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis adalah

a)

CT-scan

b)

MRI

c)

Skull X-ray

d)

Serologi

e)

Biopsi

49.

An. Tama, 16 tahun, mimisan dari hidung kanan; sering kambuh sejak satu tahun. Tanda vital: TD 110/70 mmHg, HR 89 x/menit, RR 22 x/menit, suhu 36,8 °C. Pemeriksaan: massa keabuan pada kavum nasi kanan yang mudah berdarah; rinoskopi posterior menunjukkan massa kemerahan di nasofaring. Kemungkinan diagnosis adalah

a)

Epistaksis anterior

b)

Epistaksis posterior

c)

Angiofibroma juvenil

d)

Karsinoma nasofaring

e)

Polip nasi