NEW
Font size
WorksheetsTHT 2.2
Total questions: 49
Worksheet time: 25mins
Seorang anak laki-laki 7 tahun dibawa ibunya ke praktik dokter umum dengan keluhan pilek sejak 3 hari yang lalu. Ingus banyak dan encer. Pilek disertai hidung tersumbat dan kadang-kadang bersin. Pasien juga mengalami demam tapi tidak terlalu tinggi. Tidak dijumpai riwayat keluarga alergi. Pasien belum ada diberi obat apapun. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior didapatkan kavum nasi sempit, konka inferior edema, hiperemis dan sekret serous (+). Apakah diagnosis yang paling tepat?
Rhinitis akut
Rhinitis medikamentosa
Rhinitis kronik
Rhinitis atrofik
Rhinitis vasomotor
An. Veronika berusia 10 tahun datang ke Puskesmas diantar orang tuanya dengan keluhan bersin-bersin dan pilek sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai hidung yang tersumbat. Keluhan tersebut hilang timbul dan sudah terjadi sejak 3 bulan yang lalu. Orang tuanya juga mengatakan bahwa anaknya sering agak sulit tidur dan merasa tidak nyaman setiap harinya. Tidak diketahui riwayat alergi pada pasien, namun ayah pasien menderita asma, dan ibu pasien memiliki riwayat alergi seafood. Pemeriksaan tanda vital: Nadi: 90/mn RR: 22x/m suhu 37C. Pemeriksaan fisik ditemukan garis melintang pada hidung dan dermografisme warna hitam dibawah mata. Rinoskopi anterior ditemukan tampak konka inferior pucat, edema, dan sekret serous. Diagnosis pasien tersebut adalah...
Rhinitis intermiten ringan
Rhinitis alergi persisten ringan
Rhinitis alergi intermiten sedang berat
Rhinitis alergi persisten sedang berat
Rhinitis akut
Seorang laki laki berusia 27 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 tahun yang lalu. Keluhan disertai bersin-bersin, pilek dan hidung terasa gatal. Berdasarkan anamnesis diketahui pasien saat ini bekerja pada sebuah pabrik pembuatan perabot kayu. Pasien juga sering gatal-gatal pada kulit bila makan udang. Pemeriksaan fisik hidung didapatkan konka livid, udem dan sekret serous. Hasil skin prick tes positif. Apakah terapi yang tepat untuk kasus diatas?
Antipiretik
Antihistamin
Analgetik
Antibiotika
Antiviral
Seorang perempuan hamil berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan hidung tersumbat bergantian terutama pagi hari sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan tidak disertai bersin ataupun gatal pada mata. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior tampak gambaran konka inferior membesar dan berwarna merah gelap dengan sekret serosa. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Rinitis kronik
Rinitis akut
Rinitis alergi
Rinitis atrofi
Rinitis vasomotor
Tn. Juno usia 32 tahun datang ke tempat praktek dokter umum dengan keluhan hidung tersumbat selama 1 tahun terakhir. Keluhan hidung tersumbat dirasakan berat di sebelah kanan kiri. Pasien memiliki riwayat bersin-bersin dan keluar sekret hidung berwarna putih. Keluhan membaik jika menghirup minyak kayu putih. Riwayat alergi disangkal, riwayat alergi keluarga juga disangkal. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 72 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36.8C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konka hipertrofi, edema, berwarna merah gelap dan terdapat sekret seromukosa. Hasil pemeriksaan penunjang yang diharapkan adalah...
Skin prick test positif kuat
Leukosit meningkat
Eosinophilia bermakna
IgE total normal
Kadar eosinofil meningkat
Tn. Suri, usia 27 tahun datang ke Poli THT dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu terakhir. Dari anamnesis, diketahui pasien sering mengalami hidung tersumbat bergantian dan mengeluarkan sekret encer berwarna jernih bila pasien kelelahan saat bekerja atau saat terpapar asap rokok. Tanda vital didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 90 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36,7C. Dari pemeriksaan rinoskopi anterior didapatkan konka inferior hipertrofi bilateral, berwarna merah gelap dan sekret pada meatus inferior. Apakah terapi yang tepat untuk keluhan yang dialami pasien?
Dekongestan
Steroid oral
NSAID
Steroid oral dosis kecil
Antibiotik oral
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dibawa ke puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai bersin-bersin dan demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi 90 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit dan suhu 38C. Pemeriksaan hidung didapatkan mukosa konka hiperemis, edema serta sekret serous. Apakah terapi yang paling tepat?
Antibiotik dan dekongestan
Antipiretik dan analgetik
Antibiotik dan analgetik
Antipiretik dan dekongestan
Antiviral dan dekongestan
Nn. Helen, usia 45 tahun, datang ke RS dengan keluhan hidung tersumbat sejak 3 bulan yang lalu. Pasien mengatakan sulit bernafas terutama saat malam hari. Pasien mengatakan sudah menggunakan obat hidung selama 6 bulan terakhir. Namun, obat tersebut menurunkan kinerja bekerja sejak 1 bulan terakhir dan malah justru semakin parah. Tanda vital TD 130/80mmHg, HR 89kali/mt, RR 22kali/mt, suhu 36.8C. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior, didapatkan konka edema, hiperemsi dan hipertrofi dengan sekret yang kental dan kavum nasi yang sempit. Apakah diagnosis yang sesuai untuk pasien saat ini?
Rhinitis vasomotor
Rhinitis medikamentosa
Rhinitis alergika
Sinusitis akut
Rhinosinusitis
Ny. Laurence, usia 30 tahun, datang ke RS dengan keluhan hidung tersumbat sejak 3 bulan yang lalu. Pasien sering sesak nafas pada malam hari sehingga tidurnya menjadi terganggu. Pasien sudah beberapa bulan ini menggunakan obat semprot hidung, namun satu minggu ini keluhan tidak membaik. Tanda vital: TD 130/80mmHg, HR 89kali/mt, RR 22kali/mt, suhu 36.8C. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior, didapatkan konka edema, hiperemis dengan sekret yang kental dan kavum nasi yang sempit. Terapi yang tepat diberikan adalah...
Antibiotik oral
Vasokonstriktor oral
Dekongestan intranasal
Dekongestan oral
Kortikosteroid intranasal
Nn. Alice usia 20 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan penciuman sejak 3 bulan yang lalu. Kakak pasien selalu mencium bau yang tidak enak jika berada di dekat pasien tapi pasien selalu menyangkal. Demam (-). Pemeriksaan tanda vital: TD 120/80mmHg, 80x/m RR: 22x/m suhu 37C. Status lokalis didapatkan cavum nasi tampak longgar disertai krusta kehitaman pada vestibulum. Apa diagnosis yang tepat?
Sinusitis maksilaris
Polip nasal
Ca nasofaring
Angiofibroma
Rhinitis atrofi
Seorang laki-laki berusia 23 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat disertai sekret hidung, hilang timbul sejak 2 bulan terakhir. Pasien juga mengeluhkan bersin-bersin. Tidak ada riwayat alergi dan kebiasaan merokok. Pasien sudah memiliki 3 anak dan menggunakan kondom spermisidal oral sejak 2 bulan terakhir. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, pemeriksaan rinoskopi anterior didapatkan edema konka nasalis disertai sekret serosa. Apakah tatalaksana non farmakologis yang paling tepat?
Anjuran untuk menghindari alergen spesifik
Anjuran untuk menghindari stimulan non spesifik
Konsultasi untuk penggantian jenis kontrasepsi
Kauterisasi konka menggunakan larutan AgNO3 25%
Anjuran untuk mandi air hangat
Ny. Dara, usia 35 tahun datang ke RS dengan keluhan pilek sejak 2 minggu yang lalu. Hidung tersumbat dan dirasakan nyeri pada wajah. Tenggorok terasa berlendir(+). Demam dan kadang disertai batuk. Pemeriksaan tanda vital TD 110/70 mmHg, nadi 90 x/m, RR 20 x/m, suhu 38C. Status lokalis : didapatkan konka hiperemis, sekret mukopurulen di meatus media dan nyeri ketok wajah. Diagnosis pada pasien ini?
Faringitis akut
Rhinitis kronik
Rhinitis akut
Rhinosinusitis akut
Rhinitis alergi
Nn Stefania, usia 25 tahun datang ke RS dengan keluhan pilek sejak 6 bulan yang lalu. Keluhan ini disertai buntu pada hidung. Awalnya lendir berwarna putih encer kemudian 1 bulan terakhir menjadi kental dan berbau busuk. Pasien memiliki riwayat bersin yang sering batik pilek dengan sekret yg bening sejak usia 5 tahun. Pada pemeriksaan tanda vital TD: 120/80mmHg, HR 89kali/mt, RR 20 x/m, suhu 38.1C. Rinoskopi anterior didapatkan sekret purulen pada meatus nasi kanan. Rinoskopi Anterior di dapatkan sekret purulen pada meatus nasi kanan. Penyebab tersering adalah ...
Haemophilus influenzae
Streptococcus pneumoniae
Pseudomonas aeruginosa
Moraxella catarrhalis
Corynebacterium difteri
Tn. Lico, usia 42 tahun, datang ke Poliklinik THT dengan keluhan keluar lendir hijau berbau dari hidung sejak 3 hari. Pasien juga merasa nyeri pada dahi, terutama saat sujud atau menunduk. Pada pemeriksaan, didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 70 kali/mt, RR 20 kali/mt, suhu 37,8C dengan nyeri ketok glabela positif. Apakah pemeriksaan awal yang paling tepat pada pasien ini?
Foto rontgen sinus paranasal
Bo Schendel
CT-scan sinus paranasal
MRI sinus paranasal
Kultur sekret hidung
Ny. Lora 35 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri pada pangkal hidung sejak satu minggu ini. Keluhan diawali keluar ingus berbau. Keluhan disertai hidung tersumbat dan demam. Pemeriksaan tanda vital TD: 120/80mmHg, HR 89kali/mt, RR 22kali/mt, suhu 38.1C. Status lokalis didapatkan dijumpai sekret mukopurulen, nyeri tekan kantus, regurgitasi pus dari meatus media. Diagnosis yang paling tepat adalah...
Sinusitis frontalis akut
Sinusitis ethmoidalis akut
Sinusitis maksillaris akut
Sinusitis ethmoidalis akut berat
Sinusitis sphenoidalis akut
Tn Carmark berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan keluar cairan dari hidung yang berbau sejak 6 bulan yang lalu. Cairan kental berwarna kuning kehijauan dan berbau busuk. Pasien juga mengeluh nyeri pada daerah pipi terutama jika posisi kepala menunduk. Pasien memiliki riwayat bersin dan pilek jika terkena debu. Tanda vital TD 120/80mmHg, HR 89kali/mt, RR 22kali/mt, suhu 37.9C. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior didapatkan mukosa edema (+) dan sekret mukopurulen didapat pada konka inferior. Pada pemeriksaan rinoskopi posterior dijumpai sekret kekuningan, post nasal drip (+). Apakah diagnosis kasus tersebut?
Rhinitis ozena
Rhinosinusitis frontalis kronis
Rhinosinusitis maksilaris odontogen
Rhinosinusitis maksilaris akut
Rhinosinusitis maksilaris kronis
An. Matt, usia 15 tahun, datang ke RS dengan keluhan demam sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai batuk dan pilek. Pasien juga mengeluhkan sekret yg purulen dan berbau. Pasien memiliki riwayat sering batuk pilek dengan sekret yg bening sejak usia 5 tahun. Pada pemeriksaan di dapatkan HR 80 kali/mt, RR 20 kali/mt, T 38C, nyeri serta kemerahan pada pipi kanan, pada Rinoskopi Anterior di dapatkan sekret purulen pada meatus nasi kanan. Penyebab tersering adalah ...
Haemophilus influenzae
Streptococcus pneumoniae
Pseudomonas aeruginosa
Moraxella catarrhalis
Corynebacterium difteri
Tn. Bisma, usia 36 tahun, datang ke RS dengan keluhan nyeri area pipi sejak 5 bulan yang lalu. Keluhan sering kambuh kambuhan. Nyeri semakin berat sejak satu minggu ini. Keluhan pilek (+), ingus kental dan bau. Pemeriksaan tanda vital TD: 120/80mmHg, HR 89kali/mt, RR 22kali/mt, suhu 38.1C. Status lokalis didapatkan post nasal drip (+), nyeri tekan sinus maksila (+) dan transluminasi (-). Antibiotik yang tepat diberikan pada pasien ini adalah...
Penisilin
Makrolid
Quinolon
Tetrasiklin
Sefalosporin
Ny. Lucia usia 61 tahun datang ke UGD RS diantar oleh anaknya dengan keluhan keluar darah dari kedua lubang hidung. Darah merah segar dengan volume sekitar 300 cc, keluhan baru pertama kali dirasakan. Pasien merasakan ada cairan mengalir dari hidung ke tenggorokan. Keluhan muncul tiba-tiba. Tidak ada riwayat trauma. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan terkontrol. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis, TD 110/70 mmHg, N 84 x/m, RR 20 x/m, suhu afebris. Status generalisata tidak ada kelainan. pemeriksaan penunjang dalam batas normal. Pembuluh darah yang terlibat pada kasus tersebut adalah...
Arteri Ethmoidalis Anterior
Pleksus Kiesselbach
Arteri Faringeal Ascendens
Arteri Sphenopalatina
Arteri Palatina Mayor
An. Vincent usia 15 tahun, dibawa orangtuanya ke IGD setelah mengalami mimisan saat sedang bermain kejar-kejaran dengan temannya. Diketahui hidung pasien menabrak pintu mobil saat berlari. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, TD 110/70 mmHg, nadi 84 x/mn, RR 20 x/m, suhu afebris. Status generalisata tidak ada kelainan. Pada rinoskopi anterior didapatkan konka hiperemis dan terdapat darah mengalir di rongga hidung, tidak tampak asal perdarahan. Rinoskopi posterior tidak didapat posisi nasal drip. Tatalaksana yang tepat adalah...
Kaustik dengan AgNO3 25%
Tekan hidung dari luar 10 – 15 menit
Pasien diminta duduk tegak dengan posisi kepala sedikit membungkuk ke depan
Tampon anterior dengan dilumasi vaselin
Tampon Bellocq 3 x 24 jam
Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan mimisan dari hidung kiri dan kanan sejak 4 jam yang lalu. Darah yang keluar sebanyak ±1/2 gelas air mineral kemasan. Perdarahan sudah coba dihentikan dengan cara ditekan namun tidak berhasil. Riwayat mimisan sejak kecil dan dapat berhenti sendiri. Terakhir kali mimisan 1 jam lalu namun tidak sebanyak ini. Riwayat menderita AML dan dirawat di RS 1 bulan yang lalu. Apakah penatalaksanaan yang dapat diberikan?
Pemasangan tampon Boorazf
Menekan area hidung 20 menit
Kompres hangat
Elevasi kepala 30o
Pemasangan tampon Bellocq
Nn. Lea usia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat. Keluhan dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan disertai dengan ingus yang purulen. Terkadang pasien juga merasa pusing. Pasien sering bernapas melalui mulut untuk memperingan keluhan. Pasien memiliki riwayat sering kontrol ke dokter karena sering mengalami bersin dan mengeluarkan cairan bening, hilang timbul, dan mengganggu aktivitas. Diketahui ayah pasien memiliki riwayat alergi seafood. Tanda vital didapatkan tekanan darah 110/ 70 mmHg, nadi 72 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36.7C. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior terlihat massa hiperkerat berwarna pucat yang berasal dari meatus media yang mudah digerakkan. Diagnosis yang paling mungkin adalah...
Rhinitis alergi
Angiofibroma nasofaring juvenile
Rhinitis atrofi
Corpus alienum nasal
Polip nasal
Ny. Kayla, usia 36 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa bernapas apabila tidur miring sejak satu minggu ini. Keluhan juga disertai sering bersin pagi hari apabila cuaca dingin ataupun terkena debu. Pemeriksaan tanda vital: TD 120/80mmHg, HR 89 kali/mt, RR 22 kali/mt, suhu 38.1C. Status lokalis didapatkan benjolan berwarna putih keabuan, bertangkai, bisa digerakkan, tidak nyeri, tidak mengecil dengan epinefrin. Tatalaksana paling tepat pada kasus ini?
Kortikosteroid intranasal jangka pendek
Polipektomi endoskopik
Dekongestan oral
Antihistamin oral
Antibiotik oral
Tn. Rudy berusia 37 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa mengganjal di tenggorokan sejak 7 hari yang lalu. Keluhan ini sebenarnya telah dialami sejak 6 bulan yang lalu namun hilang timbul. Keluhan disertai nyeri tenggorok, demam, dan batuk pilek. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, pernapasan 20 x/menit, nadi 86 x/menit suhu 37,8C. Pemeriksaan mulut didapatkan tonsil T3-T3 hiperemis, detritus, kripta melebar, dan terdapat halitosis. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien ini?
Tonsilitis kronik
Tonsilitis akut
Tonsilitis septik
Tonsilitis difteri
Tonsilitis kronis eksaserbasi akut
Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun diantar ke puskesmas dengan keluhan nyeri menelan sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai demam dan batuk pilek. Pemeriksaan menunjukan suhu 38C, tonsil T3-T3, detritus positif. Palatum mole dan arcus anterior tampak hiperemis. Apakah pemeriksaan yang tepat dilakukan untuk menentukan penyebab?
Foto Waters
Foto toraks
Swab tonsil
Foto Schuller
Mikrobiologi sputum
An. Duncan, 6 tahun, dibawa ibunya ke RS dengan nyeri pada tenggorok sejak 5 hari dan demam. Tanda vital: HR 90 kali/menit, RR 22 kali/menit, suhu 38,7 °C. Pemeriksaan fisik: tonsil T3/T2, membran putih kotor mudah berdarah, disfoni, dan benjolan pada leher. Etiologi kasus ini adalah
Haemophilus influenzae
Streptococcus beta haemolyticus grup A
Corynebacterium minutissimum
Candida albicans
Corynebacterium diphtheriae
An. Laura, 7 tahun, demam 2 hari dengan batuk dan nyeri tenggorok. Tanda vital: nadi 90 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 37,9 °C. Pemeriksaan faring T2/T2 dengan membran putih mudah berdarah dan pembesaran KGB servikal. Jenis organisme penyebab keluhan ini adalah
Basil gram negatif
Koksobasil gram negatif
Basil gram positif
Kokus gram positif
Kokus gram negatif
Perempuan 25 tahun datang ke puskesmas demam 2 hari, nyeri menelan, disertai nyeri telinga. Tanda vital: TD 110/80 mmHg, nadi 86 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, suhu 38,5 °C. Rongga hidung tampak sembab dan hiperemis, faring dan tonsil hiperemis. Penyebab yang paling mungkin adalah
Virus
Imunodefisiensi
Bakteri
Alergi
Jamur
Laki-laki 16 tahun ke puskesmas dengan demam 2 hari dan sakit tenggorok; didahului batuk pilek dan pusing. Tanda vital dalam batas normal. Faring dan tonsil hiperemis. Tatalaksana yang tepat adalah
Istirahat, diet TKTP, analgetik, dekongestan
Diet TKTP, antibiotik, analgetik, dekongestan
Istirahat, diet TKTP, analgetik, antibiotik
Istirahat, antibiotik, analgetik, dekongestan
Istirahat, diet TKTP, antibiotik, dekongestan
Laki-laki berusia 20 tahun datang ke klinik dengan nyeri menelan dan demam 5 hari, suara serak tanpa batuk. Suhu 37,8 °C; faring dan tonsil hiperemis dengan eksudat; limfadenopati leher anterior bilateral nyeri tekan. Terapi yang paling tepat adalah
Parasetamol dan vitamin C
Parasetamol dan antibiotik
Vitamin C dan echinacea
Antibiotik dan vitamin C
Parasetamol dan echinacea
Perempuan 10 tahun dibawa ke IGD dengan sulit menelan, bau mulut, dan demam tinggi. Tanda vital: TD 110/70 mmHg, nadi 98 x/menit, frekuensi napas 24 x/menit, suhu 39,5 °C. Ditemukan strawberry tongue, tonsil hiperemis T2/T2 tertutup detritus keabuan, faring hiperemis. Antibiotik yang paling tepat adalah
Siprofloksasin
Sefadroksil
Metronidazol
Azitromisin
Penisilin G
Laki-laki 8 tahun dengan keluhan nyeri menelan hilang timbul sejak 2 tahun; lebih dari 5 kali per tahun. Tonsil T3/T3, tidak hiperemis; kripta melebar dengan detritus. Tatalaksana yang tepat adalah
Antrostomi
Polipektomi
Septoplasti
Tonsilektomi
Adenoidektomi
Anak 10 tahun demam, batuk pilek, dan nyeri tenggorok. Pemeriksaan fisis: faring hiperemis, tonsil T2B/T2B. Pilihan antibiotik yang tepat adalah
Metronidazol
Kloramfenikol
Kuinolon
Sefalosporin
Penisilin
An. Korine, 5 tahun, demam tinggi 2 hari disertai nyeri menelan. Tanda vital: HR 130 x/menit, RR 28 x/menit, suhu 38,5 °C. Didapatkan retraksi substernal, napas cuping hidung, dan selaput putih keabu-abuan menutupi tonsil, palatum, hingga faring. Pewarnaan Gram usap tenggorok menunjukkan batang Gram positif tidak berspora. Tatalaksana yang tepat adalah
Tirah baring dan suportif saja
Parasetamol dan siprofloksasin
Parasetamol, antitoksin difteri (ADS), dan penisilin
ADS dan kortikosteroid
Eritromisin dan vaksin TDaP
Perempuan 6 tahun dengan demam tinggi 1 hari, nyeri menelan. Tanda vital: nadi 100 x/menit, napas 18 x/menit, suhu 38,6 °C. Faring hiperemis; tonsil T1/T1, kripta tidak melebar, tanpa detritus; kelenjar leher difus di submandibula. Terapi farmakologi yang paling tepat adalah
Mukolitik
Antipiretik
Antibiotik
Kortikosteroid
Analgetik
Laki-laki 32 tahun, demam 3 hari; 1 minggu lalu batuk pilek, dahak masih ada bernoda hijau terutama malam hari. Faring hiperemis; pasien tidak merokok dan tidak ada penyakit terdahulu. Pengobatan yang tepat adalah
Gliseril guaiakolat + eritromisin + parasetamol
Kodein + salbutamol + parasetamol
Gliseril guaiakolat + pseudoefedrin + parasetamol
Dekstrometorfan + pseudoefedrin + parasetamol
Dekstrometorfan + salbutamol + eritromisin
Laki-laki 24 tahun ke puskesmas demam, badan dan tenggorok bengkak. Tanda vital: TD 120/80 mmHg, nadi 90 x/menit, napas 20 x/menit, suhu 38,5 °C. Faring hiperemis, tonsil T3/T3, leukosit 15.000/mm³. Terapi yang tepat adalah
Nasal dekongestan
Analgetik
Antibiotik
Antipiretik
Obat kumur
Laki-laki 7 tahun ke poliklinik RS dengan demam 2 hari, nyeri menelan, batuk, pilek, dan sakit kepala. Suhu 38 °C; pembesaran kelenjar limfe leher; faring hiperemis; tonsil dalam batas normal. Penatalaksanaan yang tepat adalah
Metronidazol 3 × 250 mg
Kloramfenikol 3 × 250 mg
Ambroksol 3 × 30 mg
Amoksisilin 3 × 250 mg
Parasetamol 3 × 200 mg
Laki-laki 20 tahun ke klinik dengan suara serak 2 hari, didahului batuk pilek, tanpa nyeri tenggorok bermakna. Diagnosis yang tepat adalah
Tonsilitis kronik
Bronkitis akut
Laringitis akut
Laringitis kronik
Tn. Dolpin, 50 tahun, mengeluhkan suara serak 2 minggu; disertai batuk dan penurunan berat badan drastis 10 kg dalam 2 minggu. Vital sign: TD 110/80 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 22 x/menit, T 37,8 °C. Laringoskopi indirek menunjukkan laring dan pita suara hiperemis dengan tampilan mucosa bitten appearance pada pita suara. Diagnosis pasien adalah
Laringitis akut
Laringitis TB
Laringitis luetika
Laringitis kronis
Karsinoma in situ
Laki-laki 17 tahun ke UGD dengan nyeri tenggorok 5 hari, suara serak, demam, dan batuk; keluhan serupa berulang dalam 1 tahun terakhir. Pemeriksaan rongga hidung, faring, dan tonsil normal. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat adalah
Oesofagoskopi
Radiologi toraks
Bronkoskopi
Laringoskopi indirek
Endoskopi hidung
Ny. Romalia, 30 tahun, suara parau 3 hari, nyeri tenggorok dan kadang batuk; pekerjaannya penyanyi. Tidak merokok dan tidak konsumsi alkohol. Vital sign: TD 110/80 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 22 x/menit, T 37 °C. Laringoskopi indirek menemukan benjolan putih kecil, simetris, bilateral, tidak bertangkai, tanpa tanda radang pada pita suara. Diagnosis paling mungkin adalah
Laringitis kronis
Karsinoma laring
Polip laring
Epiglotitis
Vocal nodules
Ny. Nolin, 32 tahun, datang dengan sesak napas sejak malam, nyeri menelan, dan pembengkakan dasar mulut. Riwayat sakit gigi 5 tahun. Vital sign: TD 130/80 mmHg, nadi 70 x/menit, RR 30 x/menit, suhu 38,1 °C. Terdapat trismus 2 jari; pembengkakan ekstraoral bilateral keras pada rahang bawah; lidah terangkat. Diagnosis yang tepat adalah
Angina Ludwig
Abses submandibula
Abses Quinsy
Abses retrofaring
Abses parafaring
Tn. Bobby, 37 tahun, sulit membuka mulut 3 hari disertai sulit menelan; ada riwayat infeksi gigi. Tanda vital: TD 140/90 mmHg, nadi 90 x/menit, RR 26 x/menit, T 38,5 °C. Regio submandibular bengkak, kulit tegang, hiperemis dan berfluktuasi. Kemungkinan diagnosis pasien ini adalah
Angina Ludwig
Abses submandibula
Abses peritonsil
Abses retrofaring
Abses parafaring
Tn. Jorse, 27 tahun, sulit menelan 5 hari, demam tinggi; belakangan berbicara tidak jelas. Riwayat tonsilitis. Vital sign: TD 110/70 mmHg, HR 90 x/menit, RR 23 x/menit, T 38,1 °C. Pemeriksaan: tonsil T3/T2 hiperemis dengan sedikit detritus, edema palatum mole; fluktuasi (+); uvula terdorong ke kiri. Diagnosis yang tepat adalah
Tonsilitis bakterial akut
Tonsilitis kronik eksaserbasi akut
Abses submandibula
Abses Quinsy
Abses parafaring
Tn. Jorse, 27 tahun, nyeri tenggorok memberat 5 hari, demam tinggi, pembengkakan leher, uvula edema sehingga sulit dievaluasi. Vital sign: TD 110/70 mmHg, HR 90 x/menit, RR 23 x/menit, T 38,1 °C. Diagnosis yang tepat adalah
Angina Ludwig
Abses submandibula
Abses retrofaring
Abses parafaring
Abses peritonsil
An. Ayunda, 12 tahun, nyeri menelan dan sensasi mengganjal 5 hari, disertai demam. Tanda vital: TD 110/70 mmHg, HR 89 x/menit, RR 22 x/menit, suhu 39,0 °C. Tonsil T1/T3 hiperemis; uvula terdorong ke kanan. Tatalaksana yang tepat adalah
Insisi dan drainase
Kortikosteroid oral
Tonsilektomi
Antipiretik dan analgetik
Obat kumur antiseptik
Tn. Gulman, 56 tahun, batuk dan sesak 3 bulan, demam ringan malam hari, keringat malam, serta suara serak 1 bulan. Perokok berat. Pada laringoskopi indirek tampak massa pada pita suara. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis adalah
CT-scan
MRI
Skull X-ray
Serologi
Biopsi
An. Tama, 16 tahun, mimisan dari hidung kanan; sering kambuh sejak satu tahun. Tanda vital: TD 110/70 mmHg, HR 89 x/menit, RR 22 x/menit, suhu 36,8 °C. Pemeriksaan: massa keabuan pada kavum nasi kanan yang mudah berdarah; rinoskopi posterior menunjukkan massa kemerahan di nasofaring. Kemungkinan diagnosis adalah
Epistaksis anterior
Epistaksis posterior
Angiofibroma juvenil
Karsinoma nasofaring
Polip nasi
