NEW
Font size
WorksheetsElbow Fisio
Total questions: 20
Worksheet time: 15mins
Pada evaluasi Fase IV, jika kekuatan otot siku pasien hanya mencapai 75% dari sisi yang tidak dioperasi, rekomendasi fisioterapi yang paling tepat adalah
Mengizinkan kembali ke olahraga, tetapi membatasi waktu bermain
Meningkatkan program penguatan maksimal dan daya tahan sebelum Return to Sport.
Mengubah program menjadi fokus pada ROM
Menghentikan semua latihan resistensi untuk menghindari cedera.
Tujuan akhir dari rehabilitasi Fase IV adalah
Pasien merasakan nyeri <1/10 saat beraktivitas.
Kembalinya pasien ke tingkat aktivitas atau olahraga sebelumnya dengan fungsi optimal
LGS siku mencapai 150o fleksi
Memastikan tidak ada masalah pada lutut donor graft.
Program Return to Throwing (RTT) harus dimulai dengan
Melempar sekuat tenaga pada jarak maksimal
Melempar dengan intensitas rendah dan jarak pendek.
Latihan beban berat sebelum melempar.
Latihan pitching penuh
Kapan latihan Closed Kinetic Chain (CKC) seperti push-up atau weight-bearing di lengan dianggap aman untuk dimulai pasca-OATS Elbow?
Segera setelah brace dilepas (Minggu 6).
Setelah defisit ekstensi hilang
Setelah graft diyakini menyatu penuh (4 bulan atau lebih)
Bersamaan dengan latihan isotonik ringan
Indikator bahwa pasien siap untuk memulai latihan Return to Sport (Fase IV) adalah
Pasien sudah dapat mengangkat beban >10 kg
LGS sudah mendekati atau penuh, dan kekuatan MMT mencapai >4/5
Pasien tidak lagi memerlukan fisioterapi
Hanya jika rasa nyeri sudah hilang total selama 3 bulan
Pada Fase III, pasien diizinkan untuk memulai aktivitas berikut kecuali
Mengangkat benda ringan (misalnya, 1 kg).
Mengemudi (jika siku dioperasinya adalah sisi non-dominan)
Latihan Closed Kinetic Chain (CKC) seperti push-up di lantai.
Menggunakan theraband untuk wrist curl.
Latihan penguatan isotonik pada Fase III sebaiknya dimulai dengan fokus pada
Beban maksimal (low repetition).
Beban rendah (high repetition) untuk membangun daya tahan.
Gerakan isokinetik kecepatan tinggi
Latihan eksplosif (power
Jika pasien pada Fase III memiliki defisit ekstensi 5o (tidak bisa lurus sempurna), intervensi yang paling tepat untuk mengatasi kekakuan kapsular adalah
Latihan push-up di lantai
Mobilisasi jaringan lunak/jaringan parut dan self-stretching yang lembut.
Latihan isometrik ekstensor siku maksimal
Latihan plyometrik
Kriteria utama transisi dari Fase II ke Fase III adalah:
Pasien bebas nyeri
Persetujuan dokter bedah dan dimulainya pelepasan brace.
LGS siku sudah kembali penuh
Kekuatan MMT mencapai 5/5
Latihan penguatan yang diizinkan pada Fase II adalah
Isotonik ringan ( <1 kg)
Isometrik yang progresif
Isokinetik
Plyometrik
Pada Fase II, jika pasien memiliki keterbatasan gerak, hal berikut yang harus diprioritaskan untuk pemulihan adalah
Ekstensi penuh
Kisaran gerak fungsional (30o hingga 130o)
Kekuatan otot Fleksor siku
Weight-bearing ringan.
Seorang terapis ingin meningkatkan LGS fleksi siku pasien dari 100o menjadi 110o pada minggu ke-5. Teknik yang paling tepat dan aman digunakan adalah
Peregangan pasif statis maksimum selama 30 detik.
Active-Assisted Range of Motion (AAROM) yang lambat dan terkontrol.
Kontraksi isometrik maksimal diikuti peregangan cepat
Mobilisasi sendi Grade V (manipulasi).
Latihan ROM siku pada Fase II sering diinstruksikan untuk dilakukan dengan lengan bawah dalam posisi pronasi atau netral. Hal ini bertujuan untuk
Meningkatkan kekuatan otot supinator
Membuat posisi pasien lebih ergonomis
Mengurangi tegangan pada kompleks ligamentum kolateral lateral (LCL).
Memudahkan pasien mencapai ekstensi penuh.
Alat yang paling penting digunakan untuk memastikan LGS siku pasien bergerak dalam batas aman yang ditentukan protokol (misalnya 30o hingga 100o) adalah
Goniometer
Static Splint.
Hinged Elbow Brace
Alat terapi pasif berkelanjutan (CPM)
Selain siku, keluhan nyeri pada area tubuh berikut yang WAJIB dikaji pada fase awal pasca-operasi OATS adalah
Leher servika
Sendi bahu kontralateral
Pergelangan kaki
Lutut (Area Donor Graft)
Mengapa pemeriksaan MMT pada fleksor dan ekstensor siku dihindari selama Fase I?
Karena otot-otot tersebut melemah drastis setelah operasi.
Karena pengukuran tidak mungkin dilakukan saat pasien menggunakan splint.
Karena kontraksi otot dapat menghasilkan tegangan pada graft yang sedang menyatu
Karena fokusnya adalah pada sendi proksimal dan distal.
Tujuan utama fisioterapi pada Fase I adalah
Mencapai 50% LGS normal
Memulai penguatan isotonik ringan.
Mengontrol nyeri dan edema, serta melindungi integritas graft osteokondral
Mengajarkan teknik self-stretching pada kapsul siku.
Jika pasien diimobilisasi dengan splint pada Fase I, posisi siku yang paling umum digunakan adalah
Ekstensi penuh (0o) untuk meregangkan kapsul posterior
Fleksi 90o dengan lengan bawah netral.
Fleksi 130o dengan lengan bawah supinasi penuh
Posisi yang memungkinkan pasien nyaman menggerakkan bahu.
Pada Fase I rehabilitasi post-OATS Elbow, intervensi berikut yang DILARANG MUTLAK karena dapat merusak graft adalah
Latihan isometrik ringan pada biceps
Penggunaan cryotherapy untuk mengurangi nyeri
Latihan Active Range of Motion (AROM) fleksi dan ekstensi siku.
Latihan AROM pada pergelangan tangan dan jari
Untuk atlet yang akan kembali ke olahraga melempar/memukul (misalnya pitcher, spiker voli), jenis latihan yang paling penting dalam Fase IV adalah
Peregangan statis yang sangat intens.
Latihan isometrik maksimal
Latihan Plyometric dan latihan power spesifik olahraga
Latihan hanya menggunakan beban tubuh
