wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Protein 2

Total questions: 29

Worksheet time: 12mins

Name
Class
Date
1.

Pada proses presipitasi protein menggunakan ammonium sulfat, fenomena “salting out” terjadi karena....

a)

Ion garam menstabilkan muatan protein

b)

Ion garam memutuskan ikatan peptida

c)

Ion garam menarik molekul air dari protein

d)

Ion garam meningkatkan polaritas protein

2.

Garam anorganik yang paling sering digunakan untuk presipitasi protein adalah....

a)

K₂HPO₄

b)

(NH₄)₂SO₄

c)

NaCl

d)

MgSO₄

3.

Dalam penambahan ammonium sulfat secara bertahap, tahap pertama disebut salting in karena....

a)

A. Protein menjadi kurang larut

b)

B. Ion garam menetralkan muatan protein

c)

C. Ion garam menambah kelarutan protein

d)

D. Protein terdenaturasi oleh garam

4.

Tujuan utama penggunaan ammonium sulfat pada presipitasi protein adalah....

a)

Menurunkan suhu larutan

b)

Mengendapkan protein tanpa merusak struktur

c)

Mengubah struktur primer protein

d)

Mengoksidasi gugus tiol

5.

Mekanisme utama presipitasi dengan garam anorganik melibatkan....

a)

Dehidrasi molekul protein

b)

Oksidasi gugus –SH

c)

Pembentukan kompleks logam

d)

Penambahan gugus polar baru

6.

Pada proses pemurnian protein, mengapa ammonium sulfat lebih dipilih dibanding natrium klorida?

a)

Karena NaCl bersifat basa kuat

b)

Karena (NH4)2SO4 lebih mudah mengikat air

c)

Karena NaCl mengoksidasi protein

d)

Karena NaCl bersifat tidak larut

7.

Presipitasi dengan garam anorganik tidak menyebabkan denaturasi karena....

a)

Tidak melibatkan reaksi kimia pada gugus aktif protein

b)

Membentuk ikatan kovalen baru

c)

Mengubah pH larutan menjadi ekstrem

d)

Menghasilkan radikal bebas

8.

Dalam percobaan presipitasi oleh garam, indikator keberhasilan pengendapan adalah....

a)

Warna larutan berubah menjadi ungu

b)

Terbentuknya endapan putih keruh

c)

pH meningkat secara drastis

d)

Terjadi pelepasan gas

9.

Setelah pengendapan dengan (NH4)2SO4, filtrat diuji dengan pereaksi Biuret. Tujuannya adalah....

a)

Menentukan pH filtrat

b)

Mengetahui sisa protein yang tidak terendap

c)

Mengukur kadar garam

d)

Menghilangkan sisa amonium

10.

Mekanisme utama presipitasi oleh logam berat adalah....

a)

Denaturasi akibat perubahan suhu

b)

Netralisasi muatan protein oleh ion logam

c)

Penguraian ikatan peptida

d)

Oksidasi gugus amida

11.

Ion logam berat yang paling sering digunakan dalam uji ini adalah....

a)

Ca2+

b)

Zn2+

c)

Na+

d)

Mg2+

12.

Gugus protein yang paling reaktif terhadap ion logam berat adalah....

a)

–CH3

b)

–SH dan –COO–

c)

–OH dan –NH2

d)

–C=O dan –CN

13.

Reaksi antara ion Zn2+ dengan protein menghasilkan....

a)

Pembentukan kompleks ionik netral yang mengendap

b)

Hidrolisis protein

c)

Reaksi redoks menghasilkan gas

14.

Penambahan berlebih ZnSO₄ setelah endapan terbentuk dapat menyebabkan....

a)

Endapan semakin banyak

b)

Endapan larut kembali

c)

Protein berubah warna

d)

pH meningkat

15.

Presipitasi oleh logam berat dapat diartikan sebagai bentuk....

a)

Koagulasi permanen protein

b)

Denaturasi reversibel

c)

Hidrolisis peptida

d)

Ionisasi gugus amida

16.

Dalam tubuh manusia, interaksi logam berat dengan protein dapat menyebabkan....

a)

Aktivasi enzim

b)

Hilangnya fungsi enzim

c)

Sintesis protein meningkat

d)

Pembentukan asam amino baru

17.

Reaksi pengendapan oleh logam berat sering digunakan untuk....

a)

Menyuling protein

b)

Menguji daya reaksi logam terhadap protein

c)

Menentukan titik isoelektrik

d)

Mengukur kadar lemak

18.

Ion logam berat dapat mengendapkan protein karena....

a)

Menghidrolisis ikatan peptida

b)

Menetralisir muatan dan menurunkan kelarutan

c)

Menambah muatan negatif protein

19.

Dalam uji presipitasi logam berat, alasan penambahan ZnSO₄ setetes demi setetes adalah....

a)

Untuk menjaga kestabilan suhu

b)

Agar endapan terbentuk secara terkontrol dan merata

c)

Untuk mencegah hidrolisis logam

d)

Agar pH tetap konstan

20.

Koagulasi protein adalah proses....

a)

Pembentukan kembali ikatan peptida

b)

Perubahan struktur sekunder dan tersier menjadi agregat padat

c)

Penguraian asam amino menjadi amonia

d)

Penggantian gugus –COOH oleh –NH₂

21.

Suhu kritis yang umumnya menyebabkan koagulasi protein adalah....

a)

25°C

b)

45°C

c)

60°C atau lebih

d)

37°C

22.

Pada pH isoelektrik, kelarutan protein menurun karena....

a)

Muatan total protein = 0

b)

Muatan protein menjadi negatif semua

c)

Muatan protein menjadi positif semua

d)

Gugus polar bertambah

23.

Dalam percobaan koagulasi, penggunaan asam asetat bertujuan untuk....

a)

Menurunkan pH agar mendekati titik isoelektrik

b)

Menurunkan suhu

c)

Menambah ion logam

d)

Meningkatkan kelarutan protein

24.

Hasil positif koagulasi protein ditunjukkan oleh....

a)

Warna ungu pada larutan

b)

Larutan menjadi transparan

c)

Terbentuknya gumpalan putih keruh

d)

Larutan berbau amonia

25.

Mekanisme molekuler koagulasi protein akibat pemanasan adalah....

a)

Putusnya ikatan peptida

b)

Putusnya ikatan hidrogen dan disulfida

c)

Pembentukan ikatan kovalen baru

d)

Reaksi antara protein dan oksigen

26.

Pada proses koagulasi, struktur protein yang tidak berubah adalah....

a)

Sekunder

b)

Tersier

c)

Kuartener

d)

Primer

27.

Faktor utama yang mempengaruhi laju koagulasi protein adalah....

a)

Suhu dan pH

b)

Konsentrasi karbohidrat

c)

Jenis pelarut organik

d)

Intensitas cahaya

28.

Salah satu contoh koagulasi protein yang bersifat irreversible adalah....

a)

Larutan gelatin yang mendingin

b)

Putih telur yang dipanaskan

29.

Prinsip utama dari uji koagulasi protein adalah....

a)

Penurunan aktivitas katalitik

b)

Perubahan kelarutan akibat kerusakan struktur tiga dimensi

c)

Oksidasi gugus amida

d)

Pembentukan warna melalui kompleks ion