wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ME - UNDIP

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Materi menyebut rasio kebutuhan lahan untuk pembangkit surya sebagai ilustrasi masalah saat ini. Jika 1 hektare setara dengan 5 GW, implikasi kebijakan apa yang paling tepat untuk perencanaan menuju 100 GW? Gunakan penalaran biaya-manfaat dan keterbatasan lahan yang disebutkan.

a)

Memperluas proyek surya skala lahan tanpa batas karena biaya rendah

b)

Mengurangi target 100 GW karena rasio lahan terlalu tidak realistis

c)

Mengutamakan solusi yang mengurangi tekanan lahan, seperti integrasi di atap/kapal, sambil menyiapkan insentif agar industri mendukung

d)

Menunda seluruh proyek sampai studi komprehensif seluruh wilayah selesai

2.

Studi kasus panel surya pada kapal digunakan sebagai bukti penerimaan publik dan keberhasilan uji coba. Manfaat strategis apa yang ditegaskan studi kasus ini dalam konteks mencapai 100 GW?

a)

Membuktikan bahwa biaya teknologi surya selalu lebih tinggi dari pembangkit fosil

b)

Memberi pembenaran bahwa integrasi surya pada platform non-lahan dapat mengurangi risiko, menekan biaya, dan memperluas penerapan

c)

Menunjukkan bahwa penelitian akademik tidak diperlukan untuk implementasi

d)

Mengarahkan fokus untuk menghentikan semua proyek percontohan karena sudah ada bukti

3.

[Gunakan grafik batang yang ditampilkan] Berdasarkan grafik target dan realisasi bauran energi terbarukan Indonesia, manakah pernyataan yang tepat mengenai pola sejak 2017 hingga 2024?

a)

Target selalu lebih rendah daripada realisasi setiap tahun.

b)

Target selalu lebih tinggi daripada realisasi, dengan gap berulang sekitar 4–5 persen poin.

c)

Realisasi melampaui target hanya pada 2023 dan 2024.

d)

Selisih target–realisasi menurun tajam dari 10 persen poin menjadi 1 persen poin.

4.

[Rujuk pada bagan potensi] Sumber energi mana yang disebut sebagai dominan dalam potensi energi terbarukan Indonesia dan membantu menjelaskan total potensi >1.000 GW?

a)

Panas bumi dan biomassa, masing-masing >400 GW.

b)

Surya dan angin, dengan surya sekitar 500–600 GW dan angin sekitar 400–500 GW.

c)

Air dan biomassa, total mendekati 1.000–1.250 GW.

d)

Air dan panas bumi, keduanya berkisar 500–600 GW.

5.

[Gunakan poin penjelasan di sisi kanan] Jika hanya 1% dari potensi energi terbarukan Indonesia dikonversi, implikasi kebijakan apa yang paling rasional untuk menutup gap jangka pendek antara target dan realisasi?

a)

Fokus pada menaikkan target lebih ambisius karena masalah utama adalah ambisi yang rendah.

b)

Memperbaiki eksekusi investasi dan menata insentif yang sederhana, pasti, serta pasar yang lebih efisien untuk mengakomodir peningkatan EBT.

c)

Mengurangi pengembangan surya dan angin karena kontribusinya kecil terhadap potensi total.

d)

Menunggu teknologi baru sebelum melakukan perubahan kebijakan karena potensi belum terbukti.

6.

[D0K 1] Mengacu pada diagram batang rata-rata penambahan kapasitas energi terbarukan tahunan 2014–2023, negara mana yang memiliki penambahan terkecil dan berapa besarannya? Gunakan visual yang menampilkan China, India, Jepang, Vietnam, Korea Selatan, dan Indonesia.

a)

Korea Selatan, 3,2 GW/tahun

b)

Vietnam, 3,3 GW/tahun

c)

Indonesia, 0,5 GW/tahun

d)

Jepang, 8,1 GW/tahun

7.

Perhatikan diagram bauran kapasitas pembangkit listrik 2024 vs 2034 (RUPTL 2025–2034). Target 2034 menunjukkan total kapasitas 144,8 GW, dengan 63,4 GW berasal dari EBT (+storage). Pernyataan mana yang paling tepat mengenai perubahan bauran ini?

a)

Bauran EBT menurun karena kapasitas fosil naik menjadi 100 GW pada 2034.

b)

Bauran EBT naik sekitar 2,5 kali dari 10,5 GW pada 2024 menjadi 63,4 GW pada 2034.

c)

Total kapasitas pembangkit 2034 lebih kecil daripada 2024 karena proyek RE dihentikan.

d)

RUPTL menargetkan EBT hanya sebagai pelengkap sehingga porsi EBT turun ke 10%.

8.

Mengacu pada bagan kapasitas berdasarkan pengelola, RUPTL 2025–2034 menargetkan sekitar 71% kapasitas baru dibangun oleh IPP. Implikasi kebijakan apa yang paling konsisten dengan data ini?

a)

Memberikan insentif yang jelas dan efektif untuk menarik investasi IPP di proyek RE.

b)

Mengutamakan pendanaan hanya dari PLN agar koordinasi lebih sederhana.

c)

Menunda semua proyek IPP sampai kapasitas fosil menurun signifikan.

d)

Menghapuskan skema insentif karena pangsa IPP sudah besar pada 2024.

9.

Mengacu pada kotak penjelasan 'Sinyal Harga yang Terdistorsi', faktor mana yang paling tepat menjelaskan mengapa harga listrik tidak mencerminkan kondisi pasar?

a)

Pelarangan investasi IPP yang menurunkan suplai listrik nasional

b)

DMO batubara sekitar US$70/ton dan pembatasan tarif energi terbarukan melalui price cap Perpres 112/2022

c)

Kenaikan tajam permintaan konsumen akibat program elektrifikasi transportasi

d)

Ketergantungan penuh pada pembangkit swasta yang bebas menentukan harga

10.

[DOK 1] Berdasarkan grafik garis kapasitas EBT menurut jenis, sumber energi mana yang menunjukkan pertumbuhan paling cepat hingga 2024 dan diberi anotasi "Solar PV 8.3× growth" pada diagram?

a)

Panas bumi (geothermal)

b)

Tenaga surya (solar PV)

c)

Bioenergi

d)

Pembangkit arus laut

11.

[DOK 2] Mengacu pada diagram batang per jenis EBT, pasangan data yang paling tepat untuk tenaga air adalah:

a)

Kapasitas terpasang 7 GW dan potensi 95 GW

b)

Kapasitas terpasang 3 GW dan potensi 24 GW

c)

Kapasitas terpasang 0.2 GW dan potensi 155 GW

d)

Kapasitas terpasang 4 GW dan potensi 96 GW

12.

[DOK 3] Jika Indonesia ingin memaksimalkan pemanfaatan EBT yang paling underutilized menurut diagram, strategi mana yang paling selaras dengan data dan catatan di gambar?

a)

Mengalihkan fokus dari surya ke panas bumi karena potensi panas bumi tercatat terbesar.

b)

Memprioritaskan ekspansi surya karena potensi 3,286 GW jauh melebihi kapasitas terpasang 0.9 GW dan teknologi globalnya sudah matang.

c)

Menunda investasi surya sampai biaya modul naik agar proyek lebih bernilai.

d)

Memusatkan investasi pada arus laut karena kapasitas terpasang saat ini tertinggi.

13.

Mengacu pada panel ‘ASEAN’, negara mana yang memiliki RE capacity CAGR tertinggi sekaligus pangsa RE menengah (sekitar 45–60%), ditampilkan dengan gelembung terbesar dibanding negara ASEAN lain?

a)

Vietnam

b)

Singapura

c)

Kamboja

d)

Laos

14.

Berdasarkan kedua grafik, pernyataan manakah yang paling tepat mengenai posisi Indonesia?

a)

Indonesia memiliki pangsa RE dan laju pertumbuhan tertinggi di ASEAN.

b)

Indonesia memiliki kapasitas besar namun laju pertumbuhan RE rendah dibanding banyak negara lain.

c)

Indonesia berada di atas China dan India dalam skala industri dan pertumbuhan RE.

d)

Indonesia menunjukkan CAGR RE >20% meski pangsa RE masih kecil.

15.

[Ingatkan] Berdasarkan matriks perbandingan, negara mana yang menerapkan competitive auctions (reverse auctions) sebagai mekanisme utama untuk proyek surya/angin dan juga menyediakan skema subsidi Viability Gap Funding (VGF) untuk teknologi/ lokasi tertentu?

a)

Indonesia

b)

Vietnam

c)

India

d)

UK

16.

[Konsep] Dalam matriks, basis tarif listrik di Indonesia dijelaskan sebagai pembelian listrik dengan harga patokan tertinggi untuk berbagai tipe PLT (mis. PLTA, PLTP, PLTS, PLTBm). Implikasi kebijakan mana yang paling mungkin muncul dari pengaturan ini dibandingkan sistem kontrak-for-difference (CfD)?

a)

Harga proyek cenderung ditetapkan di kisaran plafon sehingga kompetisi harga terbatas

b)

Pengembang harus menawar biaya levelized real-time sehingga risiko pendapatan lebih rendah

c)

Pembayaran berbasis selisih antara strike price dan market price sehingga volatilitas pasar ditransfer ke pemerintah

d)

Tarif otomatis mengakomodasi biaya transmisi dan rugi-rugi jaringan dalam pembayaran energi

17.

[Penalaran] Seorang investor ingin menghindari persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang kaku untuk proyek surya skala utilitas. Berdasarkan matriks, yurisdiksi mana yang paling sesuai dan apa alasannya?

a)

UK, karena tidak menerapkan skema TKDN yang kaku dan proyek besar mengikuti lelang CfD dengan kewajiban Supply Chain Plan

b)

China, karena produsen turbin angin hanya dianjurkan, bukan diwajibkan, menggunakan LCR 40–70%

c)

India, karena kebijakan 'Make in India' tidak berlaku untuk panel/komponen PV

d)

Vietnam, karena menekankan TKDN PV dan memberikan pengecualian untuk proyek grid-integration

18.

[Ingatkan] Dalam matriks, siapa badan pengatur utama sektor ketenagalistrikan di China pada aspek generation, transmission, distribution, dan power sales?

a)

PLN sebagai perusahaan terintegrasi vertikal

b)

National Energy Administration (NEA) & National Development and Reform Commission (NDRC)

c)

Ministry of Power & Central Electricity Authority

d)

Department for Energy Security and Net Zero (DESNZ)

19.

[Konsep] Menurut matriks, bagaimana tren kapasitas terpasang renewables di UK pada 2024 dan faktor apa yang mendorong perubahan bauran listrik?

a)

Meningkat cepat; didorong pembukaan pembangkit batu bara baru

b)

Menurun; karena penutupan pembangkit batu bara dan peningkatan gas peaker

c)

Stagnan; karena ketergantungan PLTA besar

d)

Menurun; karena pengurangan subsidi FiT jangka panjang

20.

[DOK 1] Dalam Perpres 112/2022, mekanisme penetapan harga listrik energi terbarukan mencakup dua pendekatan utama. Manakah kombinasi yang tepat?

a)

Tarif feed-in dan net metering

b)

Tarif batas atas (ceiling price/HPT) dan harga berdasarkan kesepakatan (priced based on agreement)

c)

Harga patokan tunggal dan subsidi operasional tetap

d)

Tarif berbasis biaya marjinal dan lelang kapasitas

21.

[DOK 2] Perpres 112/2022 membedakan mekanisme pengadaan untuk pembangkit RE. Dalam konteks ini, kapan penunjukan langsung lebih relevan dibanding pemilihan langsung? Pilih jawaban yang paling tepat berdasarkan peran pengembang.

a)

Ketika proyek dikembangkan sepenuhnya oleh badan usaha sehingga PLN dapat menunjuk pengembang secara langsung

b)

Ketika sebagian atau seluruh proyek dikembangkan pemerintah pusat/daerah sehingga harus melalui tender kompetitif

c)

Ketika proyek hanya membutuhkan izin lingkungan tanpa negosiasi harga

d)

Ketika pembiayaan proyek berasal dari dana hibah internasional sehingga tidak diperlukan proses evaluasi

22.

[DOK 3] Sebuah proyek pembangkit RE menimbulkan kenaikan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) PLN. Berdasarkan ketentuan kompensasi dalam Perpres 112/2022, strategi apa yang paling tepat diusulkan manajemen PLN untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan?

a)

Menaikkan tarif listrik pelanggan secara sepihak untuk menutup selisih biaya

b)

Menunda pembelian listrik dari proyek RE hingga BPP kembali normal

c)

Mengajukan kompensasi atas seluruh biaya yang telah dikeluarkan dan memastikan pembayarannya mengikuti peraturan perundang‑undangan yang berlaku

d)

Mengalihkan seluruh portofolio pembangkit ke energi fosil yang lebih murah

23.

Berdasarkan perbandingan praktik terbaik, kebijakan Vietnam terkait insentif fiskal untuk sektor prioritas EBT yang paling tepat adalah…

a)

Penghapusan seluruh pajak impor bahan baku selama 15 tahun tanpa syarat

b)

CIT preferensial tetap untuk semua kawasan industri tanpa batas waktu

c)

Tax holiday pembebasan 4 tahun dilanjutkan diskon 50% selama 9 tahun

d)

Hanya memberikan tax allowance 10% selama 3 tahun

24.

Di Vietnam, bea masuk atas impor barang modal/aset tetap dan bahan baku yang tidak diproduksi domestik diberlakukan bagaimana pada masa awal investasi?

a)

Bea masuk 0% untuk barang modal/aset tetap; bahan baku 0% hingga 5 tahun sejak operasi komersial dimulai

b)

Bea masuk 10% untuk barang modal; bahan baku 5% permanen

c)

Bea masuk 0% hanya untuk bahan baku; barang modal tetap tarif umum

d)

Pembebasan bea masuk berlaku 1 tahun untuk semua komponen tanpa pengecualian

25.

Kebijakan Vietnam untuk proyek atau ekspansi manufaktur terkait sewa lahan paling akurat adalah…

a)

Pembebasan sewa lahan maksimal 3 tahun, tanpa perpanjangan

b)

Pembebasan sewa lahan sampai 3 tahun masa konstruksi, dapat diperpanjang 3 tahun setelahnya untuk sektor berintensif energi bersih

c)

Diskon sewa lahan 50% selama 10 tahun untuk semua sektor

d)

Tidak ada insentif sewa lahan untuk sektor energi terbarukan

26.

Manakah pernyataan yang sesuai dengan kebijakan Vietnam terkait PLTS sejak 2021?

a)

Mengembalikan Feed-in Tariff (FiT) penuh untuk PLTS atap

b)

Berpindah ke skema price bracket/ceiling price dan membuka penjualan kelebihan produksi untuk self-consumption

c)

Melarang skema DPPA antara RE Genco dan konsumen listrik besar

d)

Mewajibkan kontrak jangka panjang tunggal tanpa CfD

27.

Berdasarkan skenario Jalur Utilitas melalui PLN untuk pemanfaatan 100 GW PLTS, faktor mana yang paling menggambarkan bottleneck utama pada tahap perencanaan kapasitas menurut RUPTL 2025–2034?

a)

Slot kapasitas PLTS dalam RUPTL dibatasi sekitar 17,1 GW sehingga perlu Green Super Grid untuk menyerap VRE

b)

Ketentuan TKDN sudah sepenuhnya terpenuhi sehingga impor komponen tidak diperlukan

c)

Negosiasi PPA bebas dari batas tarif sehingga bankability tidak terpengaruh

d)

Wheeling domestik on-grid sudah berjalan luas tanpa kebutuhan lisensi tambahan

28.

Berdasarkan skenario PLTS Atap/Captive, kebijakan mana yang secara eksplisit disebut menghapus net‑metering dan mengganti kelebihan energi dengan pengurangan tagihan?

a)

Permen ESDM 2/2024 (Pasal 13) untuk PLTS on‑grid terhubung PLN

b)

Regulasi interkoneksi Offgrid + BESS oleh Kementerian Perdagangan

c)

Peraturan pembiayaan Capex/B2B oleh lembaga perbankan

d)

Ketentuan EPC, Commissioning, COD, dan O&M oleh kontraktor EPC

29.

Berdasarkan perbandingan kebijakan terkini, negara mana yang secara eksplisit menargetkan 500 GW energi non-fosil pada 2030 dengan tender berkelanjutan dari SECI/NTPC?

a)

Indonesia

b)

Brasil

c)

India

d)

Meksiko

30.

Harga listrik surya yang menjadi rekor pada tender GUVNL (2020) di India adalah yang mana?

a)

≈₹1,99/kWh (≈US$ 0,0269/kWh), termasuk salah satu yang terendah di dunia

b)

BRL 118/MWh pada 2018, hasil penurunan dari batas tarif BRL 312/MWh

c)

US$ 0,10–0,16/kWh mengikuti BPP cap (Permen ESDM 12/2017)

d)

US$ 0,06 ke ≈0,038/kWh sebagai tarif eceran listrik rumah tangga