wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

FDDS QUIZ

Total questions: 47

Worksheet time: 16mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah pernyataan berikut: "Gastroretentive Drug Delivery System (GRDDS) merupakan pendekatan untuk memperpanjang waktu tinggal obat dalam lambung sehingga memungkinkan pelepasan obat di tempat yang spesifik pada saluran cerna atas untuk efek lokal maupun sistemik." Manakah yang paling tepat menggambarkan tujuan utama GRDDS?

a)

Mempercepat transit obat melalui usus untuk mengurangi paparan lambung

b)

Memperpanjang retensi obat di lambung agar pelepasan terarah pada saluran cerna atas

c)

Meningkatkan kelarutan obat di hati untuk efek hepatik langsung

d)

Mengurangi paparan sistemik dengan menahan obat di rongga mulut

2.

GRDDS dirancang untuk memberikan efek lokal dan sistemik melalui strategi retensi di lambung. Manakah skenario yang paling konsisten dengan prinsip tersebut?

a)

Tablet yang mengapung di cairan lambung untuk memperpanjang waktu tinggal sebelum melepaskan obat di duodenum

b)

Kapsul yang larut cepat di rongga mulut untuk menghindari absorpsi usus halus

c)

Sediaan suppositoria rektal yang menargetkan kolon untuk efek lokal

d)

Injeksi intravena yang melewati saluran cerna untuk onset tercepat

3.

Perhatikan pernyataan berikut tentang Floating Drug Delivery System (FDDS). Manakah yang paling tepat menggambarkan prinsip dasarnya?

a)

Sistem penghantaran obat yang tenggelam agar cepat melewati lambung

b)

Sistem dengan densitas kecil sehingga dapat mengapung di cairan lambung

c)

Sistem yang meningkatkan kecepatan pengosongan lambung agar obat cepat terserap

d)

Sistem yang dirancang untuk disuntikkan langsung ke plasma darah

4.

Dalam FDDS, obat dilepaskan perlahan pada kecepatan yang dapat ditentukan. Dampak langsung dari mekanisme ini terhadap konsentrasi obat dalam plasma adalah apa?

a)

Meningkatkan fluktuasi konsentrasi obat dalam plasma

b)

Menghilangkan kebutuhan pemantauan kadar obat

c)

Pengurangan fluktuasi konsentrasi obat dalam plasma

d)

Meningkatkan puncak konsentrasi secara tiba-tiba

5.

Pernyataan berikut terkait efek FDDS terhadap waktu tinggal di lambung (gastric residence time/GRT). Pilih semua yang benar.

a)

FDDS meningkatkan GRT karena sistem mengapung 3–4 jam di lambung

b)

FDDS menurunkan GRT karena densitasnya tinggi

c)

Peningkatan GRT membantu mempertahankan pelepasan obat terkontrol

d)

GRT tidak dipengaruhi oleh sifat mengapung sistem

6.

Fungsi bahan lemak inert dengan Bj < 1 dalam formulasi FDDS adalah…

a)

Mengurangi sifat hidrofilik

b)

Meningkatkan keterapungan

c)

Meningkatkan kecepatan disintegrasi

d)

Bersifat dapat dimakan (edible)

7.

Bahan effervescent yang tercantum untuk meningkatkan kerapungan sistem FDDS meliputi…

a)

NaHCO3

b)

Asam sitrat

c)

Asam tartrat

d)

diNatrium glisin karbonat

e)

Sitroglisin

8.

Bahan pengisi yang meningkatkan kecepatan pelepasan (5%–60%) menurut daftar adalah…

a)

Laktosa dan manitol

b)

Dikalsium fosfat dan talk

c)

Magnesium stearat dan beeswax

d)

HPMC dan Na CMC

9.

Bahan yang memperlambat kecepatan pelepasan (5%–60%) pada FDDS adalah…

a)

Dikalsium fosfat, talk, magnesium stearat

b)

Laktosa, manitol, agar

c)

NaHCO3, asam sitrat, asam tartrat

d)

Metil selulosa, HPMC

10.

Bahan untuk meningkatkan keterapungan (di atas 80%) pada FDDS menurut materi adalah…

a)

Metil selulosa

b)

Pektin

c)

Gelucires 43/01

d)

Akasia

11.

Kategori 'Bahan densitas rendah' pada FDDS dicontohkan oleh…

a)

Serbuk busa polypropilen (Accurel MP 1000)

b)

Beeswax (cera)

c)

Veegum

d)

Kitosan

12.

Pilih kombinasi fungsi–contoh bahan yang tepat.

a)

Effervescent — NaHCO3 dan asam sitrat

b)

Pengisi cepat lepas — laktosa dan manitol

c)

Pelambat pelepasan — dikalsium fosfat dan magnesium stearat

d)

Peningkat apung — metil selulosa

13.

Dalam klasifikasi Floating Drug Delivery Systems (FDDS), terdapat dua kategori utama berdasarkan mekanisme keterapungan. Manakah pasangan kategori yang benar?

a)

Sistem non-effervescent dan sistem difusi osmotik

b)

Sistem non-effervescent dan sistem effervescent (gas generating systems)

c)

Sistem bioadhesif dan sistem pelepasan cepat

d)

Sistem osmotik terkontrol dan sistem pelepasan tertunda

14.

Pernyataan berikut menjelaskan pendekatan umum pada sistem non-effervescent dalam FDDS. Pilih semua yang benar.

a)

Formulasi dilakukan dengan mencampurkan obat dengan pembentuk gel hidrokoloid

b)

Mengandalkan reaksi pembentukan gas untuk meningkatkan daya apung

c)

Menggunakan polisakarida dan polimer pembentuk matriks seperti polikarbonat, poliakrilat, polimetakrilat, dan polistiren

d)

Tidak memerlukan polimer karena floating hanya bergantung pada densitas obat murni

15.

Sistem non-effervescent dalam FDDS dibagi menjadi beberapa sub-tipe. Manakah daftar sub-tipe yang sesuai?

a)

Sistem Barier Gel Koloid; Sistem Kompartment Mikropori; Butiran Alginat (Alginate Beads); Mikrosfer Berongga (Microbaloons)

b)

Sistem Osmotik; Sistem Bioadhesif; Sistem Pelepasan Cepat; Sistem Targeted

c)

Sistem Effervescent; Sistem Penukar Ion; Sistem Mucoadhesive; Sistem Nanopartikel

d)

Sistem Disintegrasi Cepat; Sistem Lapisan Enterik; Sistem Pelepasan Berkala; Sistem Penempelan

16.

Tujuan penggunaan polimer pembentuk matriks pada sistem non-effervescent FDDS adalah untuk...

a)

menciptakan reaksi kimia pembentuk gas yang meningkatkan tekanan internal

b)

membentuk gel hidrokoloid yang menahan obat dalam matriks apung

c)

menyebabkan disintegrasi tablet secara cepat di lambung

d)

menetralkan asam lambung untuk memperpanjang waktu tinggal

17.

Pada Sistem Barier Gel Koloid, sediaan obat oral setelah kontak dengan cairan lambung akan mengembang (berhidrasi). Konsekuensi utama dari proses ini adalah bahwa obat dilepaskan secara perlahan melalui difusi terkontrol melintasi penghalang gelatin sambil mempertahankan bentuk dan densitasnya kurang dari 1 sehingga dapat mengapung. Manakah yang paling tepat menggambarkan mekanisme pelepasannya?

a)

Obat segera larut seluruhnya dan mengendap di dasar lambung

b)

Obat berdifusi perlahan dari matriks gel terhidrasi yang bertindak sebagai reservoir pelepasan terkendali

c)

Obat dilepaskan hanya ketika kapsul pecah akibat gerak peristaltik

d)

Obat diserap aktif melalui dinding kapsul tanpa peran gel

18.

Sistem Barier Gel Koloid memanfaatkan udara yang terperangkap dalam polimer yang mengembang. Apa implikasi farmasetis paling langsung dari fenomena ini terhadap posisi sediaan di lambung?

a)

Sediaan tenggelam sehingga meningkatkan tekanan osmotik

b)

Sediaan mengapung sehingga memperpanjang waktu tinggal gastrik

c)

Sediaan menempel pada dinding usus halus

d)

Sediaan terfragmentasi menjadi partikel nano

19.

Pernyataan berikut berkaitan dengan komponen dan peran matriks pada Sistem Barier Gel Koloid. Pilih semua yang benar.

a)

Matriks hidrokoid berfungsi sebagai reservoir untuk pelepasan obat terkendali (SR)

b)

Struktur gel membantu mempertahankan integritas bentuk sediaan saat berada di cairan lambung

c)

Densitas sistem ditingkatkan agar lebih besar dari 1 untuk mencegah pengapungan

d)

Penghalang gelatin mengatur laju difusi obat ke lingkungan lambung

20.

Gambaran skematik menunjukkan kapsul hidrokoid setelah pemberian, terpapar cairan lambung, lalu terbentuk gel dan obat dilepas dari kapsul yang bergel. Berdasarkan skema tersebut, urutan peristiwa yang benar adalah: administrasi → hidrasi di cairan lambung → pembentukan gel → difusi obat keluar. Manakah pernyataan yang paling konsisten dengan skema ini?

a)

Obat dilepas sebelum terjadi hidrasi matriks

b)

Pembentukan gel mendahului kontak dengan cairan lambung

c)

Difusi obat terjadi setelah kapsul menjadi gel dan bertindak sebagai penghalang

d)

Kapsul tidak berubah bentuk dan tidak memerlukan air untuk melepaskan obat

21.

Sistem Barier Gel Koloid mengombinasikan selulosa tipe hidrokoid dengan matriks pembentuk gel yang sangat larut. Tujuan utama kombinasi ini dalam konteks FDDS adalah:

a)

Mempercepat disolusi agar obat segera mencapai usus halus

b)

Memperpanjang gastric residence time (GRT) dan memaksimalkan jumlah obat yang mencapai tapak absorbsinya sebagai larutan

c)

Mengurangi viskositas gel untuk memudahkan penekanan tablet

d)

Meningkatkan permeasi transdermal melalui mukosa lambung

22.

Manakah kombinasi bahan yang paling merepresentasikan polimer dan pembentuk matriks pada Sistem Barier Gel Koloid menurut materi?

a)

Hidroksipropil selulosa, hidroksetil selulosa, dan HPMC sebagai hidrokoid

b)

Polimer pembentuk matriks seperti policarbofil dan poliakrilat

c)

Bahan termoplastik non-hidrat seperti polietilen murni sebagai agen utama pengapungan

d)

Bahan tambahan seperti polistiren, agar, karagenan, dan asam alginat sebagai komponen matriks

23.

Contoh sediaan dagang yang menerapkan konsep Sistem Barier Gel Koloid untuk memperpanjang waktu tinggal gastrik adalah:

a)

Madopar LP yang dipasarkan sejak 1980-an

b)

Omeprazole DR yang dipasarkan 2000-an

c)

Metformin IR yang dipasarkan 1990-an

d)

Nitrofurantoin macrocrystals 1970-an

24.

Sistem Kompartment Mikropori pada FDDS terutama didasarkan pada prinsip apa?

a)

Enkapsulasi reservoir obat dalam kompartmen mikropori dengan pori pada dinding atas dan bawah

b)

Penggunaan reaksi effervescent untuk menghasilkan gas CO2

c)

Pengikatan obat pada matriks larut cepat tanpa dinding

d)

Pelepasan osmotik melalui lubang yang dibor laser

25.

Fungsi dinding di sekeliling kompartmen reservoir obat pada Sistem Kompartment Mikropori adalah…

a)

Meningkatkan kelarutan obat tidak larut dengan reaksi kimia

b)

Menutup penuh agar mencegah kontak langsung permukaan lambung dengan obat tak terlarut

c)

Mempercepat pengosongan lambung melalui gesekan mekanis

d)

Menghasilkan gas untuk membantu daya apung

26.

Mengapa sistem ini dapat mengapung di lambung?

a)

Adanya ruang hampa di reservoir obat

b)

Floatation chamber berisi udara terperangkap yang membuat densitas sistem lebih rendah dari isi lambung

c)

Dinding mikropori melepaskan oksigen aktif

d)

Kompartmen menyerap cairan hingga menggembung seperti gel

27.

Pernyataan mana yang benar mengenai peran dinding mikropori dalam pelepasan obat?

a)

Memiliki pori pada dinding atas dan bawah yang memungkinkan masuknya cairan lambung

b)

Berfungsi sebagai penghalang total agar cairan lambung tidak masuk

c)

Memungkinkan obat larut keluar bersama cairan untuk transport lanjut ke usus

d)

Menghasilkan CO2 untuk mendorong obat keluar

28.

Urutan peristiwa yang tepat setelah sediaan mencapai lambung adalah…

a)

Cairan lambung melarutkan obat, udara keluar dari floatation chamber, sistem tenggelam

b)

Udara terperangkap di floatation chamber menyebabkan sistem mengapung; cairan masuk celah, melarutkan obat, lalu obat larut dibawa ke usus untuk diabsorpsi

c)

Obat dilepaskan utuh ke lambung tanpa pelarutan; sistem mengapung karena CO2

d)

Dinding mikropori larut seluruhnya lalu obat dihantarkan secara difusi pasif tanpa air

29.

Komponen mana yang secara langsung terkait dengan retensi gastrointestinal melalui mekanisme apung pada sistem ini?

a)

Drug reservoir sebagai sumber udara

b)

Microporous wall sebagai kantong udara

c)

Floatation chamber sebagai ruang udara terperangkap

d)

Permukaan lambung sebagai penahan mekanis

30.

Proses awal pembuatan butiran alginat floating melibatkan pembentukan tetesan bulat dengan diameter sekitar 2,5 mm. Tetesan ini dibuat dengan cara apa?

a)

Meneteskan larutan Natrium Alginat ke dalam larutan encer Kalsium Klorida

b)

Mencampur kering natrium alginat dengan serbuk kalsium karbonat

c)

Mengekstrusi gel alginat ke udara panas 60°C

d)

Mengatomisasi larutan alginat ke ruang hampa

31.

Urutan langkah setelah tetesan alginat terbentuk hingga menjadi sistem floating yang berpori adalah mana yang paling tepat?

a)

Pisahkan tetesan, bekukan cepat pada nitrogen cair, beku-kering pada −40°C selama 24 jam, terbentuk sistem pori

b)

Bekukan pada freezer biasa, kering-anginkan, kemudian masak pada 60°C, terbentuk pori

c)

Keringkan langsung dalam oven 40°C, lalu rendam etanol, terbentuk pori

d)

Endapkan dengan alkohol, kemudian spray-dry, terbentuk pori

32.

Dibandingkan dengan non-floating beads, bagaimana karakteristik waktu tinggal butiran alginat floating dalam lambung?

a)

Lebih panjang dari 5 jam dengan onset pengosongan lambung sekitar 1 jam

b)

Lebih pendek dari 1 jam karena pori mudah runtuh

c)

Setara dengan non-floating beads, sekitar 1 jam total

d)

Tidak terpengaruh oleh kondisi lambung dan konstan 12 jam

33.

Manakah pernyataan yang benar tentang mekanisme terbentuknya pori pada butiran alginat floating hasil beku-kering?

a)

Proses beku-kering pada −40°C selama 24 jam menyebabkan pembentukan sistem pori yang menjaga daya apung

b)

Pori terbentuk saat alginat bereaksi dengan karbon dioksida membentuk gas

c)

Pori hanya muncul jika ditambahkan surfaktan PVA 0,75%

d)

Pori berasal dari penguapan cepat etanol dalam droplet o/w

34.

Pada teknik emulsi difusi pelarut untuk membuat mikrosfer berongga, pelarut campuran yang digunakan untuk melarutkan obat dan polimer enterik akrilik (mis. Eudragit) adalah apa?

a)

Campuran etanol dan diklorometana

b)

Campuran air dan gliserol

c)

Campuran etil asetat dan air

d)

Campuran metanol dan aseton

35.

Dalam pembentukan emulsi untuk mikrobalon, fase air mengandung PVA 0,75%. Apa fungsi tahap pengadukan terus-menerus pada suhu dijaga 40°C?

a)

Membentuk emulsi minyak-dalam-air dan mendukung difusi pelarut serta pembentukan mikrosfer

b)

Mengendapkan polimer langsung sebagai serbuk padat

c)

Mengaktifkan reaksi kimia antara PVA dan Eudragit menghasilkan gel silang

d)

Menetralkan pH untuk mencegah presipitasi polimer

36.

Setelah terbentuk, bagaimana perlakuan pemurnian mikrosfer berongga sebelum digunakan?

a)

Disaring, dicuci, dan dikeringkan sebelum dianalisis atau digunakan

b)

Disentrifugasi lalu disimpan basah dalam etanol

c)

Dipanaskan pada 80°C untuk menguapkan semua pelarut lalu langsung dikapsulkan

d)

Didinginkan pada −20°C selama 24 jam tanpa filtrasi

37.

Pada tahap difusi dan evaporasi pelarut, mana pernyataan yang paling akurat?

a)

Etanol berdifusi cepat dari droplet ke fase air sehingga menurunkan kelarutan polimer dalam droplet

b)

Diklorometana berdifusi lebih cepat daripada etanol karena lebih polar

c)

Eudragit larut baik dalam fase air sehingga mempercepat pengerasan

d)

Pelarut tidak memengaruhi kelarutan polimer di dalam droplet

38.

Apa konsekuensi dari penurunan kelarutan polimer dalam droplet selama proses pembuatan mikrobalon?

a)

Polimer mengendap cepat di permukaan droplet membentuk cangkang seperti film

b)

Droplet menghilang karena polimer sepenuhnya larut

c)

Terbentuk partikel solid penuh tanpa rongga

d)

Obat terlarut berdifusi keluar seluruhnya ke fase air

39.

Perilaku terapung mikrobalon dalam media disolusi asam dipengaruhi oleh apa menurut materi?

a)

Adanya cangkang polimer yang terbentuk dari presipitasi di permukaan

b)

Kehadiran media yang mengandung surfaktan

c)

Kelarutan Eudragit yang tinggi dalam diklorometana

d)

Pengadukan terus-menerus pada 40°C selama seluruh uji disolusi

40.

Pada sistem FDDS tipe effervescent, pasangan bahan yang umum digunakan sebagai agen pembangkit gas adalah…

a)

Natrium bikarbonat (NaHCO3) dan asam sitrat/ asam tartrat

b)

Magnesium stearat dan polietilen glikol

c)

Talc dan kalsium karbonat

d)

Povidon dan natrium klorida

41.

Pernyataan yang BENAR mengenai mekanisme kerja sistem effervescent floating dosage forms adalah…

a)

Cairan lambung menembus matriks polimer dan bereaksi dengan agen effervescent menghasilkan CO2

b)

Gas CO2 terperangkap dalam lapisan gel polimer hidrokoid yang mengembang

c)

Pembentukan gas menyebabkan sediaan terapung dan tertahan di lambung

d)

Gas CO2 diserap sepenuhnya oleh mukosa lambung sehingga tablet tenggelam

42.

Dalam formulasi effervescent FDDS, peran lapisan gel polimer adalah terutama untuk…

a)

Meningkatkan rasa obat pahit melalui pemanis

b)

Mempertahankan keterapungan dan melepaskan obat secara terkendali

c)

Mengurangi viskositas cairan lambung

d)

Menurunkan pH lambung untuk mempercepat disolusi

43.

Rasio yang dianjurkan antara asam sitrat dan NaHCO3 dalam sistem effervescent menurut materi adalah…

a)

1.5 : 1

b)

0.76 : 1

c)

1 : 2

d)

0.25 : 1

44.

Komponen matriks polimer yang disebutkan untuk sistem effervescent meliputi…

a)

Metilselulosa

b)

Polisakarida seperti kitosan

c)

Polietilen glikol 400

d)

Gelatin hewani

45.

Struktur tablet effervescent bilayer/tipe unit ganda yang mengapung digambarkan sebagai…

a)

Inti pil SR dikelilingi dua lapisan: lapisan terdalam effervescent (NaHCO3 + asam tartrat) dan lapisan terluar membran mengembang

b)

Tablet berlapis tunggal yang seluruhnya terdiri dari polimer hidrofilik tanpa inti

c)

Kapsul keras yang diisi granul gas dan ditutup membran osmotik

d)

Sistem osmotic pump dengan satu lubang pelepas gas

46.

Komponen yang secara spesifik berada pada lapisan terdalam tablet effervescent tipe bilayer adalah…

a)

Polimer membran mengembang untuk kontrol difusi

b)

Campuran NaHCO3 dan asam tartrat sebagai lapisan effervescent

c)

Bahan pelicin dan pewarna untuk melapisi inti

d)

Zat pengikat tidak larut untuk memperkuat tablet

47.

Tujuan utama pembentukan gas dalam sistem FDDS effervescent adalah…

a)

Meningkatkan bioavailabilitas melalui pengasaman lambung akut

b)

Menciptakan kerapatan rendah sehingga sediaan terapung di cairan lambung

c)

Mengurangi degradasi obat oleh enzim usus halus

d)

Mempercepat disintegrasi agar obat segera habis