Font size
WorksheetsFDDS QUIZ
Total questions: 47
Worksheet time: 16mins
Bacalah pernyataan berikut: "Gastroretentive Drug Delivery System (GRDDS) merupakan pendekatan untuk memperpanjang waktu tinggal obat dalam lambung sehingga memungkinkan pelepasan obat di tempat yang spesifik pada saluran cerna atas untuk efek lokal maupun sistemik." Manakah yang paling tepat menggambarkan tujuan utama GRDDS?
Mempercepat transit obat melalui usus untuk mengurangi paparan lambung
Memperpanjang retensi obat di lambung agar pelepasan terarah pada saluran cerna atas
Meningkatkan kelarutan obat di hati untuk efek hepatik langsung
Mengurangi paparan sistemik dengan menahan obat di rongga mulut
GRDDS dirancang untuk memberikan efek lokal dan sistemik melalui strategi retensi di lambung. Manakah skenario yang paling konsisten dengan prinsip tersebut?
Tablet yang mengapung di cairan lambung untuk memperpanjang waktu tinggal sebelum melepaskan obat di duodenum
Kapsul yang larut cepat di rongga mulut untuk menghindari absorpsi usus halus
Sediaan suppositoria rektal yang menargetkan kolon untuk efek lokal
Injeksi intravena yang melewati saluran cerna untuk onset tercepat
Perhatikan pernyataan berikut tentang Floating Drug Delivery System (FDDS). Manakah yang paling tepat menggambarkan prinsip dasarnya?
Sistem penghantaran obat yang tenggelam agar cepat melewati lambung
Sistem dengan densitas kecil sehingga dapat mengapung di cairan lambung
Sistem yang meningkatkan kecepatan pengosongan lambung agar obat cepat terserap
Sistem yang dirancang untuk disuntikkan langsung ke plasma darah
Dalam FDDS, obat dilepaskan perlahan pada kecepatan yang dapat ditentukan. Dampak langsung dari mekanisme ini terhadap konsentrasi obat dalam plasma adalah apa?
Meningkatkan fluktuasi konsentrasi obat dalam plasma
Menghilangkan kebutuhan pemantauan kadar obat
Pengurangan fluktuasi konsentrasi obat dalam plasma
Meningkatkan puncak konsentrasi secara tiba-tiba
Pernyataan berikut terkait efek FDDS terhadap waktu tinggal di lambung (gastric residence time/GRT). Pilih semua yang benar.
FDDS meningkatkan GRT karena sistem mengapung 3–4 jam di lambung
FDDS menurunkan GRT karena densitasnya tinggi
Peningkatan GRT membantu mempertahankan pelepasan obat terkontrol
GRT tidak dipengaruhi oleh sifat mengapung sistem
Fungsi bahan lemak inert dengan Bj < 1 dalam formulasi FDDS adalah…
Mengurangi sifat hidrofilik
Meningkatkan keterapungan
Meningkatkan kecepatan disintegrasi
Bersifat dapat dimakan (edible)
Bahan effervescent yang tercantum untuk meningkatkan kerapungan sistem FDDS meliputi…
NaHCO3
Asam sitrat
Asam tartrat
diNatrium glisin karbonat
Sitroglisin
Bahan pengisi yang meningkatkan kecepatan pelepasan (5%–60%) menurut daftar adalah…
Laktosa dan manitol
Dikalsium fosfat dan talk
Magnesium stearat dan beeswax
HPMC dan Na CMC
Bahan yang memperlambat kecepatan pelepasan (5%–60%) pada FDDS adalah…
Dikalsium fosfat, talk, magnesium stearat
Laktosa, manitol, agar
NaHCO3, asam sitrat, asam tartrat
Metil selulosa, HPMC
Bahan untuk meningkatkan keterapungan (di atas 80%) pada FDDS menurut materi adalah…
Metil selulosa
Pektin
Gelucires 43/01
Akasia
Kategori 'Bahan densitas rendah' pada FDDS dicontohkan oleh…
Serbuk busa polypropilen (Accurel MP 1000)
Beeswax (cera)
Veegum
Kitosan
Pilih kombinasi fungsi–contoh bahan yang tepat.
Effervescent — NaHCO3 dan asam sitrat
Pengisi cepat lepas — laktosa dan manitol
Pelambat pelepasan — dikalsium fosfat dan magnesium stearat
Peningkat apung — metil selulosa
Dalam klasifikasi Floating Drug Delivery Systems (FDDS), terdapat dua kategori utama berdasarkan mekanisme keterapungan. Manakah pasangan kategori yang benar?
Sistem non-effervescent dan sistem difusi osmotik
Sistem non-effervescent dan sistem effervescent (gas generating systems)
Sistem bioadhesif dan sistem pelepasan cepat
Sistem osmotik terkontrol dan sistem pelepasan tertunda
Pernyataan berikut menjelaskan pendekatan umum pada sistem non-effervescent dalam FDDS. Pilih semua yang benar.
Formulasi dilakukan dengan mencampurkan obat dengan pembentuk gel hidrokoloid
Mengandalkan reaksi pembentukan gas untuk meningkatkan daya apung
Menggunakan polisakarida dan polimer pembentuk matriks seperti polikarbonat, poliakrilat, polimetakrilat, dan polistiren
Tidak memerlukan polimer karena floating hanya bergantung pada densitas obat murni
Sistem non-effervescent dalam FDDS dibagi menjadi beberapa sub-tipe. Manakah daftar sub-tipe yang sesuai?
Sistem Barier Gel Koloid; Sistem Kompartment Mikropori; Butiran Alginat (Alginate Beads); Mikrosfer Berongga (Microbaloons)
Sistem Osmotik; Sistem Bioadhesif; Sistem Pelepasan Cepat; Sistem Targeted
Sistem Effervescent; Sistem Penukar Ion; Sistem Mucoadhesive; Sistem Nanopartikel
Sistem Disintegrasi Cepat; Sistem Lapisan Enterik; Sistem Pelepasan Berkala; Sistem Penempelan
Tujuan penggunaan polimer pembentuk matriks pada sistem non-effervescent FDDS adalah untuk...
menciptakan reaksi kimia pembentuk gas yang meningkatkan tekanan internal
membentuk gel hidrokoloid yang menahan obat dalam matriks apung
menyebabkan disintegrasi tablet secara cepat di lambung
menetralkan asam lambung untuk memperpanjang waktu tinggal
Pada Sistem Barier Gel Koloid, sediaan obat oral setelah kontak dengan cairan lambung akan mengembang (berhidrasi). Konsekuensi utama dari proses ini adalah bahwa obat dilepaskan secara perlahan melalui difusi terkontrol melintasi penghalang gelatin sambil mempertahankan bentuk dan densitasnya kurang dari 1 sehingga dapat mengapung. Manakah yang paling tepat menggambarkan mekanisme pelepasannya?
Obat segera larut seluruhnya dan mengendap di dasar lambung
Obat berdifusi perlahan dari matriks gel terhidrasi yang bertindak sebagai reservoir pelepasan terkendali
Obat dilepaskan hanya ketika kapsul pecah akibat gerak peristaltik
Obat diserap aktif melalui dinding kapsul tanpa peran gel
Sistem Barier Gel Koloid memanfaatkan udara yang terperangkap dalam polimer yang mengembang. Apa implikasi farmasetis paling langsung dari fenomena ini terhadap posisi sediaan di lambung?
Sediaan tenggelam sehingga meningkatkan tekanan osmotik
Sediaan mengapung sehingga memperpanjang waktu tinggal gastrik
Sediaan menempel pada dinding usus halus
Sediaan terfragmentasi menjadi partikel nano
Pernyataan berikut berkaitan dengan komponen dan peran matriks pada Sistem Barier Gel Koloid. Pilih semua yang benar.
Matriks hidrokoid berfungsi sebagai reservoir untuk pelepasan obat terkendali (SR)
Struktur gel membantu mempertahankan integritas bentuk sediaan saat berada di cairan lambung
Densitas sistem ditingkatkan agar lebih besar dari 1 untuk mencegah pengapungan
Penghalang gelatin mengatur laju difusi obat ke lingkungan lambung
Gambaran skematik menunjukkan kapsul hidrokoid setelah pemberian, terpapar cairan lambung, lalu terbentuk gel dan obat dilepas dari kapsul yang bergel. Berdasarkan skema tersebut, urutan peristiwa yang benar adalah: administrasi → hidrasi di cairan lambung → pembentukan gel → difusi obat keluar. Manakah pernyataan yang paling konsisten dengan skema ini?
Obat dilepas sebelum terjadi hidrasi matriks
Pembentukan gel mendahului kontak dengan cairan lambung
Difusi obat terjadi setelah kapsul menjadi gel dan bertindak sebagai penghalang
Kapsul tidak berubah bentuk dan tidak memerlukan air untuk melepaskan obat
Sistem Barier Gel Koloid mengombinasikan selulosa tipe hidrokoid dengan matriks pembentuk gel yang sangat larut. Tujuan utama kombinasi ini dalam konteks FDDS adalah:
Mempercepat disolusi agar obat segera mencapai usus halus
Memperpanjang gastric residence time (GRT) dan memaksimalkan jumlah obat yang mencapai tapak absorbsinya sebagai larutan
Mengurangi viskositas gel untuk memudahkan penekanan tablet
Meningkatkan permeasi transdermal melalui mukosa lambung
Manakah kombinasi bahan yang paling merepresentasikan polimer dan pembentuk matriks pada Sistem Barier Gel Koloid menurut materi?
Hidroksipropil selulosa, hidroksetil selulosa, dan HPMC sebagai hidrokoid
Polimer pembentuk matriks seperti policarbofil dan poliakrilat
Bahan termoplastik non-hidrat seperti polietilen murni sebagai agen utama pengapungan
Bahan tambahan seperti polistiren, agar, karagenan, dan asam alginat sebagai komponen matriks
Contoh sediaan dagang yang menerapkan konsep Sistem Barier Gel Koloid untuk memperpanjang waktu tinggal gastrik adalah:
Madopar LP yang dipasarkan sejak 1980-an
Omeprazole DR yang dipasarkan 2000-an
Metformin IR yang dipasarkan 1990-an
Nitrofurantoin macrocrystals 1970-an
Sistem Kompartment Mikropori pada FDDS terutama didasarkan pada prinsip apa?
Enkapsulasi reservoir obat dalam kompartmen mikropori dengan pori pada dinding atas dan bawah
Penggunaan reaksi effervescent untuk menghasilkan gas CO2
Pengikatan obat pada matriks larut cepat tanpa dinding
Pelepasan osmotik melalui lubang yang dibor laser
Fungsi dinding di sekeliling kompartmen reservoir obat pada Sistem Kompartment Mikropori adalah…
Meningkatkan kelarutan obat tidak larut dengan reaksi kimia
Menutup penuh agar mencegah kontak langsung permukaan lambung dengan obat tak terlarut
Mempercepat pengosongan lambung melalui gesekan mekanis
Menghasilkan gas untuk membantu daya apung
Mengapa sistem ini dapat mengapung di lambung?
Adanya ruang hampa di reservoir obat
Floatation chamber berisi udara terperangkap yang membuat densitas sistem lebih rendah dari isi lambung
Dinding mikropori melepaskan oksigen aktif
Kompartmen menyerap cairan hingga menggembung seperti gel
Pernyataan mana yang benar mengenai peran dinding mikropori dalam pelepasan obat?
Memiliki pori pada dinding atas dan bawah yang memungkinkan masuknya cairan lambung
Berfungsi sebagai penghalang total agar cairan lambung tidak masuk
Memungkinkan obat larut keluar bersama cairan untuk transport lanjut ke usus
Menghasilkan CO2 untuk mendorong obat keluar
Urutan peristiwa yang tepat setelah sediaan mencapai lambung adalah…
Cairan lambung melarutkan obat, udara keluar dari floatation chamber, sistem tenggelam
Udara terperangkap di floatation chamber menyebabkan sistem mengapung; cairan masuk celah, melarutkan obat, lalu obat larut dibawa ke usus untuk diabsorpsi
Obat dilepaskan utuh ke lambung tanpa pelarutan; sistem mengapung karena CO2
Dinding mikropori larut seluruhnya lalu obat dihantarkan secara difusi pasif tanpa air
Komponen mana yang secara langsung terkait dengan retensi gastrointestinal melalui mekanisme apung pada sistem ini?
Drug reservoir sebagai sumber udara
Microporous wall sebagai kantong udara
Floatation chamber sebagai ruang udara terperangkap
Permukaan lambung sebagai penahan mekanis
Proses awal pembuatan butiran alginat floating melibatkan pembentukan tetesan bulat dengan diameter sekitar 2,5 mm. Tetesan ini dibuat dengan cara apa?
Meneteskan larutan Natrium Alginat ke dalam larutan encer Kalsium Klorida
Mencampur kering natrium alginat dengan serbuk kalsium karbonat
Mengekstrusi gel alginat ke udara panas 60°C
Mengatomisasi larutan alginat ke ruang hampa
Urutan langkah setelah tetesan alginat terbentuk hingga menjadi sistem floating yang berpori adalah mana yang paling tepat?
Pisahkan tetesan, bekukan cepat pada nitrogen cair, beku-kering pada −40°C selama 24 jam, terbentuk sistem pori
Bekukan pada freezer biasa, kering-anginkan, kemudian masak pada 60°C, terbentuk pori
Keringkan langsung dalam oven 40°C, lalu rendam etanol, terbentuk pori
Endapkan dengan alkohol, kemudian spray-dry, terbentuk pori
Dibandingkan dengan non-floating beads, bagaimana karakteristik waktu tinggal butiran alginat floating dalam lambung?
Lebih panjang dari 5 jam dengan onset pengosongan lambung sekitar 1 jam
Lebih pendek dari 1 jam karena pori mudah runtuh
Setara dengan non-floating beads, sekitar 1 jam total
Tidak terpengaruh oleh kondisi lambung dan konstan 12 jam
Manakah pernyataan yang benar tentang mekanisme terbentuknya pori pada butiran alginat floating hasil beku-kering?
Proses beku-kering pada −40°C selama 24 jam menyebabkan pembentukan sistem pori yang menjaga daya apung
Pori terbentuk saat alginat bereaksi dengan karbon dioksida membentuk gas
Pori hanya muncul jika ditambahkan surfaktan PVA 0,75%
Pori berasal dari penguapan cepat etanol dalam droplet o/w
Pada teknik emulsi difusi pelarut untuk membuat mikrosfer berongga, pelarut campuran yang digunakan untuk melarutkan obat dan polimer enterik akrilik (mis. Eudragit) adalah apa?
Campuran etanol dan diklorometana
Campuran air dan gliserol
Campuran etil asetat dan air
Campuran metanol dan aseton
Dalam pembentukan emulsi untuk mikrobalon, fase air mengandung PVA 0,75%. Apa fungsi tahap pengadukan terus-menerus pada suhu dijaga 40°C?
Membentuk emulsi minyak-dalam-air dan mendukung difusi pelarut serta pembentukan mikrosfer
Mengendapkan polimer langsung sebagai serbuk padat
Mengaktifkan reaksi kimia antara PVA dan Eudragit menghasilkan gel silang
Menetralkan pH untuk mencegah presipitasi polimer
Setelah terbentuk, bagaimana perlakuan pemurnian mikrosfer berongga sebelum digunakan?
Disaring, dicuci, dan dikeringkan sebelum dianalisis atau digunakan
Disentrifugasi lalu disimpan basah dalam etanol
Dipanaskan pada 80°C untuk menguapkan semua pelarut lalu langsung dikapsulkan
Didinginkan pada −20°C selama 24 jam tanpa filtrasi
Pada tahap difusi dan evaporasi pelarut, mana pernyataan yang paling akurat?
Etanol berdifusi cepat dari droplet ke fase air sehingga menurunkan kelarutan polimer dalam droplet
Diklorometana berdifusi lebih cepat daripada etanol karena lebih polar
Eudragit larut baik dalam fase air sehingga mempercepat pengerasan
Pelarut tidak memengaruhi kelarutan polimer di dalam droplet
Apa konsekuensi dari penurunan kelarutan polimer dalam droplet selama proses pembuatan mikrobalon?
Polimer mengendap cepat di permukaan droplet membentuk cangkang seperti film
Droplet menghilang karena polimer sepenuhnya larut
Terbentuk partikel solid penuh tanpa rongga
Obat terlarut berdifusi keluar seluruhnya ke fase air
Perilaku terapung mikrobalon dalam media disolusi asam dipengaruhi oleh apa menurut materi?
Adanya cangkang polimer yang terbentuk dari presipitasi di permukaan
Kehadiran media yang mengandung surfaktan
Kelarutan Eudragit yang tinggi dalam diklorometana
Pengadukan terus-menerus pada 40°C selama seluruh uji disolusi
Pada sistem FDDS tipe effervescent, pasangan bahan yang umum digunakan sebagai agen pembangkit gas adalah…
Natrium bikarbonat (NaHCO3) dan asam sitrat/ asam tartrat
Magnesium stearat dan polietilen glikol
Talc dan kalsium karbonat
Povidon dan natrium klorida
Pernyataan yang BENAR mengenai mekanisme kerja sistem effervescent floating dosage forms adalah…
Cairan lambung menembus matriks polimer dan bereaksi dengan agen effervescent menghasilkan CO2
Gas CO2 terperangkap dalam lapisan gel polimer hidrokoid yang mengembang
Pembentukan gas menyebabkan sediaan terapung dan tertahan di lambung
Gas CO2 diserap sepenuhnya oleh mukosa lambung sehingga tablet tenggelam
Dalam formulasi effervescent FDDS, peran lapisan gel polimer adalah terutama untuk…
Meningkatkan rasa obat pahit melalui pemanis
Mempertahankan keterapungan dan melepaskan obat secara terkendali
Mengurangi viskositas cairan lambung
Menurunkan pH lambung untuk mempercepat disolusi
Rasio yang dianjurkan antara asam sitrat dan NaHCO3 dalam sistem effervescent menurut materi adalah…
1.5 : 1
0.76 : 1
1 : 2
0.25 : 1
Komponen matriks polimer yang disebutkan untuk sistem effervescent meliputi…
Metilselulosa
Polisakarida seperti kitosan
Polietilen glikol 400
Gelatin hewani
Struktur tablet effervescent bilayer/tipe unit ganda yang mengapung digambarkan sebagai…
Inti pil SR dikelilingi dua lapisan: lapisan terdalam effervescent (NaHCO3 + asam tartrat) dan lapisan terluar membran mengembang
Tablet berlapis tunggal yang seluruhnya terdiri dari polimer hidrofilik tanpa inti
Kapsul keras yang diisi granul gas dan ditutup membran osmotik
Sistem osmotic pump dengan satu lubang pelepas gas
Komponen yang secara spesifik berada pada lapisan terdalam tablet effervescent tipe bilayer adalah…
Polimer membran mengembang untuk kontrol difusi
Campuran NaHCO3 dan asam tartrat sebagai lapisan effervescent
Bahan pelicin dan pewarna untuk melapisi inti
Zat pengikat tidak larut untuk memperkuat tablet
Tujuan utama pembentukan gas dalam sistem FDDS effervescent adalah…
Meningkatkan bioavailabilitas melalui pengasaman lambung akut
Menciptakan kerapatan rendah sehingga sediaan terapung di cairan lambung
Mengurangi degradasi obat oleh enzim usus halus
Mempercepat disintegrasi agar obat segera habis
