wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Manajemen 8.2 Mengelola Konflik

Total questions: 93

Worksheet time: 47mins

Name
Class
Date
1.

Mengapa konflik yang sehat dalam organisasi dianggap dapat meningkatkan produktivitas?

a)

Karena konflik sehat mendorong kreativitas dan pemecahan masalah

b)

Karena konflik sehat menyebabkan ketidaksetujuan yang berlebihan

c)

Karena konflik sehat membuat anggota organisasi saling bersaing tanpa aturan

d)

Karena konflik sehat mengurangi komunikasi antar anggota

2.

Menurut pandangan baru, bagaimana seharusnya konflik dalam organisasi dikelola?

a)

Konflik harus dihindari sepenuhnya

b)

Konflik harus dibiarkan tanpa pengelolaan

c)

Konflik harus dianggap sebagai sesuatu yang harus dikelola

d)

Konflik harus diabaikan oleh manajemen

3.

Apa dampak dari tidak adanya konflik dalam organisasi menurut teks?

a)

Meningkatkan kreativitas

b)

Mematikan kreativitas

c)

Meningkatkan prestasi

d)

Meningkatkan komunikasi

4.

Bagaimana hubungan antara tingkat konflik dan kinerja organisasi berdasarkan gambar yang disajikan?

a)

Kinerja organisasi selalu meningkat seiring meningkatnya konflik

b)

Kinerja organisasi tertinggi terjadi pada tingkat konflik optimal

c)

Kinerja organisasi tertinggi terjadi saat tidak ada konflik

d)

Kinerja organisasi tidak dipengaruhi oleh tingkat konflik

5.

Apa yang terjadi pada kinerja organisasi jika tingkat konflik dalam organisasi terlalu rendah?

a)

Kinerja organisasi cenderung lebih rendah

b)

Kinerja organisasi akan meningkat pesat

c)

Organisasi akan selalu berkembang

d)

Konflik antar anggota organisasi akan hilang

6.

Mengapa konflik yang terlalu besar dalam organisasi dapat menurunkan kinerja organisasi?

a)

Karena konflik besar menguras energi dan sumber daya organisasi

b)

Karena konflik besar meningkatkan kreativitas anggota

c)

Karena konflik besar memperkuat kerjasama tim

d)

Karena konflik besar mempercepat pengambilan keputusan

7.

Bagaimana peran manajer dalam mengelola konflik agar konflik menjadi ‘sumber daya’ organisasi?

a)

Menjaga tingkat konflik pada level optimal

b)

Menghilangkan semua konflik dalam organisasi

c)

Membiarkan konflik berkembang tanpa pengawasan

d)

Mengabaikan pendapat anggota organisasi

8.

Berdasarkan cakupan dalam organisasi, konflik dapat dikategorikan ke dalam beberapa tipe. Manakah di bawah ini yang bukan tipe konflik menurut teks?

a)

Konflik interpersonal

b)

Konflik intragroup

c)

Konflik intergenerasi

d)

Konflik interorganisasional

9.

Konflik interpersonal dalam organisasi biasanya muncul karena...

a)

Perbedaan pandangan atau pendapat antarindividu

b)

Persaingan antar organisasi

c)

Perbedaan visi perusahaan dengan pemerintah

d)

Konflik antara kelompok dalam organisasi

10.

Seorang manajer ingin strategi pemasaran yang lebih agresif, sedangkan manajer lain ingin strategi yang lebih konservatif. Jenis konflik apakah yang terjadi?

a)

Konflik interpersonal

b)

Konflik intragroup

c)

Konflik intergroup

d)

Konflik interorganisasional

11.

Bagaimana konflik interpersonal dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi?

a)

Dapat memperlambat atau membatasi efektivitas pengambilan keputusan

b)

Selalu mempercepat pengambilan keputusan

c)

Tidak berpengaruh sama sekali

d)

Membuat semua keputusan diambil secara individual

12.

Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh konflik intragroup?

a)

Satu manajer ingin iklan yang lebih besar, sementara manajer lain ingin iklan dikurangi.

b)

Departemen pemasaran ingin menambah anggaran promosi, sementara departemen keuangan ingin mengurangi anggaran.

c)

Perusahaan berkonflik dengan LSM mengenai isu lingkungan.

d)

Kelompok pertama memberikan beban kerja terlalu besar kepada kelompok kedua.

13.

Apa perbedaan utama antara konflik intergroup dan konflik interorganisasional?

a)

Konflik intergroup terjadi antar departemen dalam satu organisasi, sedangkan konflik interorganisasional terjadi antara organisasi yang berbeda.

b)

Konflik intergroup terjadi dalam satu kelompok, sedangkan konflik interorganisasional terjadi dalam satu departemen.

c)

Konflik intergroup terjadi antara individu, sedangkan konflik interorganisasional terjadi antara tim.

d)

Konflik intergroup terjadi antara organisasi dan pemerintah, sedangkan konflik interorganisasional terjadi antara organisasi dan pelanggan.

14.

Bagaimana ketergantungan sequential dapat meningkatkan potensi konflik dalam organisasi?

a)

Jika kelompok pertama memberikan beban kerja terlalu besar kepada kelompok kedua, maka potensi konflik meningkat.

b)

Jika semua kelompok bekerja secara independen tanpa saling bergantung.

c)

Jika setiap kelompok saling bertukar tugas secara acak.

d)

Jika kelompok kedua selalu memulai pekerjaan sebelum kelompok pertama selesai.

15.

Jelaskan alasan mengapa departemen pemasaran dan keuangan dapat mengalami konflik intergroup saat terjadi resesi ekonomi.

a)

Karena departemen pemasaran ingin menambah anggaran promosi, sedangkan departemen keuangan ingin melakukan pengetatan anggaran.

b)

Karena kedua departemen memiliki tujuan yang sama dalam promosi.

c)

Karena departemen pemasaran ingin mengurangi anggaran promosi.

d)

Karena departemen keuangan ingin meningkatkan anggaran promosi.

16.

Mengapa perbedaan tujuan antar departemen dalam organisasi dapat menyebabkan konflik?

a)

Karena setiap departemen memiliki tujuan yang sama

b)

Karena sistem evaluasi dan kompensasi yang seragam

c)

Karena tujuan departemen tidak selalu konsisten satu sama lain

d)

Karena semua departemen selalu setuju dalam pengambilan keputusan

17.

Bagaimana peluncuran produk yang bervariasi dapat menimbulkan konflik antara departemen keuangan dan pemasaran?

a)

Karena peluncuran produk yang bervariasi memerlukan lebih sedikit dana perusahaan

b)

Karena peluncuran produk yang bervariasi memerlukan lebih banyak dana perusahaan

c)

Karena peluncuran produk yang bervariasi tidak mempengaruhi dana perusahaan

d)

Karena peluncuran produk yang bervariasi selalu didukung oleh semua departemen

18.

Jelaskan bagaimana keterbatasan sumber daya dapat memicu persaingan dalam organisasi.

a)

Sumber daya yang terbatas membuat semua bagian organisasi bekerja sama tanpa persaingan

b)

Sumber daya yang terbatas menyebabkan bagian-bagian organisasi bersaing untuk mendapatkannya

c)

Sumber daya yang terbatas tidak berpengaruh pada hubungan antar bagian organisasi

d)

Sumber daya yang terbatas selalu cukup untuk semua bagian organisasi

19.

Seorang manajer junior dan manajer senior memiliki pandangan berbeda tentang pentingnya mempelajari sejarah organisasi. Bagaimana dinamika interpersonal ini dapat menyebabkan konflik?

a)

Karena keduanya selalu sepakat dalam segala hal

b)

Karena perbedaan motivasi dan pandangan dapat menimbulkan ketidaksukaan satu sama lain

c)

Karena manajer junior selalu lebih berpengalaman daripada manajer senior

d)

Karena sejarah organisasi tidak pernah menjadi sumber konflik

20.

Apa yang dimaksud dengan wewenang yang overlap dalam konteks konflik organisasi?

a)

Dua atau lebih pihak merasa memiliki hak untuk mengelola sesuatu sehingga memunculkan pertentangan.

b)

Satu pihak memiliki hak penuh atas pengelolaan tanpa pertentangan.

c)

Tidak ada pihak yang merasa memiliki hak untuk mengelola sesuatu.

d)

Semua pihak sepakat dalam pengelolaan tanpa konflik.

21.

Mengapa konflik antarputra raja sering terjadi pada zaman dulu menurut penjelasan tentang wewenang yang overlap?

a)

Karena putra raja merasa memiliki hak untuk mewarisi kerajaan sebelum mahkota ditunjuk.

b)

Karena semua putra raja sudah sepakat mengenai pewaris tahta.

c)

Karena tidak ada persaingan di antara putra raja.

d)

Karena mahkota selalu ditunjuk secara adil.

22.

Salah satu penyebab konflik dalam organisasi adalah perbedaan status. Bagaimana perbedaan status dapat menimbulkan konflik?

a)

Status manajer lebih tinggi dibandingkan karyawan, tetapi senioritas dimiliki oleh bawahan.

b)

Status manajer dan karyawan selalu sama.

c)

Status manajer lebih rendah daripada karyawan.

d)

Status tidak pernah mempengaruhi konflik dalam organisasi.

23.

Bagaimana cara seorang manajer dapat mendorong konflik yang sehat dalam organisasi?

a)

Mengadakan kompetisi atau persaingan, menawarkan bonus, atau menggunakan stimulus lain.

b)

Mengabaikan konflik yang terjadi.

c)

Melarang adanya persaingan di organisasi.

d)

Tidak memberikan penghargaan kepada karyawan.

24.

Mengapa mendatangkan orang luar dapat meningkatkan konflik dalam organisasi?

a)

Karena orang luar memiliki kebiasaan yang berbeda dari kebiasaan yang ada dalam organisasi saat ini.

b)

Karena orang luar selalu setuju dengan kebiasaan organisasi.

c)

Karena orang luar tidak pernah mempengaruhi konflik.

d)

Karena orang luar tidak memiliki pengalaman.

25.

Perubahan prosedur yang sudah mapan dalam organisasi dapat mendorong konflik karena:

a)

Dapat menimbulkan ketidaksetujuan atau penolakan dari anggota organisasi.

b)

Selalu diterima tanpa masalah oleh semua anggota.

c)

Tidak pernah mempengaruhi konflik dalam organisasi.

d)

Membuat semua anggota organisasi setuju.

26.

Bagaimana restrukturisasi organisasi dapat mempengaruhi terjadinya konflik dalam perusahaan?

a)

Dengan menciptakan periode ketidakpastian dan penyesuaian

b)

Dengan meningkatkan motivasi karyawan secara langsung

c)

Dengan mengurangi komunikasi antar departemen

d)

Dengan memperkuat struktur organisasi tanpa perubahan

27.

Mengapa mengubah jaringan informasi dalam organisasi dapat mendorong konflik?

a)

Karena bawahan akan mempertanyakan evaluasi secara kritis

b)

Karena semua anggota jaringan akan setuju dengan perubahan

c)

Karena informasi yang diberikan selalu diterima secara pasif

d)

Karena jaringan informasi tidak mempengaruhi konflik

28.

Strategi apa yang dapat digunakan manajer untuk mengurangi konflik terkait sumber daya yang diperebutkan?

a)

Menambah sumber daya yang diperebutkan

b)

Mengurangi jumlah karyawan

c)

Membatasi komunikasi antar departemen

d)

Meningkatkan persaingan internal

29.

Bagaimana manajer dapat mengurangi konflik dengan mengganti tujuan-tujuan dalam organisasi?

a)

Dengan menetapkan tujuan yang lebih tinggi dan diterima oleh pihak bertentangan

b)

Dengan mengabaikan tujuan-tujuan yang ada

c)

Dengan menetapkan tujuan yang tidak jelas

d)

Dengan mempertahankan tujuan lama tanpa perubahan

30.

Jelaskan bagaimana memasukkan “musuh” ke dalam organisasi dapat menjadi strategi untuk mengurangi konflik.

a)

Dengan menyatukan pihak-pihak yang bertentangan agar lebih efisien

b)

Dengan meningkatkan persaingan antar karyawan

c)

Dengan mengurangi efisiensi organisasi

d)

Dengan menambah beban kerja tanpa solusi

31.

Manakah dari berikut ini yang merupakan ciri utama dari pendekatan dominasi dalam mengatasi konflik?

a)

Menghindari konflik agar tidak terjadi

b)

Menekan konflik agar tidak tampak di permukaan

c)

Mencari solusi yang menguntungkan semua pihak

d)

Mengutamakan komunikasi terbuka

32.

Seorang manajer mengambil keputusan tertentu dan memaksa pihak-pihak terkait untuk menerima keputusan tersebut. Pendekatan apa yang digunakan manajer dalam mengatasi konflik?

a)

Penekanan (forcing)

b)

Penengahan (smoothing)

c)

Penghindaran (avoidance)

d)

Aturan mayoritas (majority rules)

33.

Jika seorang manajer berusaha meminimalkan lingkup dan pentingnya pertentangan serta berbicara kepada salah satu pihak untuk mengalah, pendekatan apa yang digunakan?

a)

Penekanan (forcing)

b)

Penengahan (smoothing)

c)

Penghindaran (avoidance)

d)

Aturan mayoritas (majority rules)

34.

Bagaimana pendekatan penghindaran (avoidance) dapat menimbulkan ketidakpuasan dalam penyelesaian konflik?

a)

Karena manajer mengambil keputusan sepihak

b)

Karena manajer menunda penanganan konflik hingga informasi cukup

c)

Karena manajer memaksa pihak yang kalah untuk menyerah

d)

Karena manajer menggunakan pemungutan suara

35.

Dalam penyelesaian konflik dengan aturan mayoritas (majority rules), apa yang dapat terjadi jika pihak yang kalah merasa tidak puas?

a)

Konflik dapat terselesaikan dengan adil

b)

Konflik dapat muncul kembali karena ketidakpuasan

c)

Semua pihak menerima hasil dengan baik

d)

Konflik dihindari sepenuhnya

36.

Jelaskan mengapa penengahan (smoothing) dapat menjadi pendekatan yang efektif jika manajer memiliki argumentasi yang kuat.

a)

Karena manajer dapat memaksa pihak lain untuk menerima keputusan

b)

Karena manajer dapat menunda penanganan konflik

c)

Karena manajer dapat meyakinkan pihak yang kalah untuk menerima hasil dengan diplomatis

d)

Karena manajer dapat menggunakan pemungutan suara untuk menyelesaikan konflik

37.

Mengapa akomodasi bukan merupakan solusi yang efektif dalam menyelesaikan konflik di organisasi?

a)

Karena akomodasi dapat menimbulkan dendam dari pihak yang dikalahkan

b)

Karena akomodasi selalu menghasilkan kerja sama yang baik

c)

Karena akomodasi meningkatkan kekuatan tawar-menawar kedua pihak

d)

Karena akomodasi menghilangkan tujuan organisasi

38.

Apa kelemahan utama dari kompetisi dalam penyelesaian konflik di perusahaan?

a)

Kompetisi selalu menghasilkan solusi optimal

b)

Kompetisi dapat berakibat negatif karena pihak hanya fokus pada tujuannya sendiri

c)

Kompetisi membuat semua pihak bekerja sama

d)

Kompetisi menghilangkan kebutuhan akan aturan organisasi

39.

Kompromi dalam konflik antara dua pihak yang bertentangan dapat menjadi solusi karena:

a)

Kompromi memungkinkan kedua pihak menerima sebagian keinginan dan memberikan toleransi

b)

Kompromi membuat salah satu pihak menang sepenuhnya

c)

Kompromi mengharuskan semua pihak untuk menyerah

d)

Kompromi menghilangkan kebutuhan untuk bernegosiasi

40.

Salah satu bentuk kompromi adalah arbitrasi. Apa yang dimaksud dengan arbitrasi dalam penyelesaian konflik?

a)

Pihak-pihak yang bertentangan menyerahkan masalahnya ke pihak ketiga untuk menyelesaikan

b)

Pihak-pihak yang bertentangan dipisahkan sampai sepakat

c)

Konflik diselesaikan dengan cara acak

d)

Aturan organisasi diabaikan

41.

Bagaimana cara pemecahan konflik secara random (by chance) dilakukan menurut uraian kompromi?

a)

Dengan melempar uang logam untuk menentukan pihak yang menang

b)

Dengan melakukan negosiasi panjang

c)

Dengan menyerahkan masalah ke pihak ketiga

d)

Dengan mengikuti aturan organisasi

42.

Mengapa hasil kompromi dalam organisasi sering kali cenderung suboptimal?

a)

Karena kompromi tidak memfokuskan pada tujuan pribadi saja

b)

Karena kompromi melibatkan toleransi dan tidak ada pihak yang benar-benar puas

c)

Karena kompromi selalu menghasilkan solusi terbaik

d)

Karena kompromi menghilangkan kebutuhan akan aturan

43.

Apa yang dimaksud dengan kompensasi (bribing) dalam penyelesaian konflik?

a)

Satu pihak menerima kompensasi untuk mengalah.

b)

Kedua pihak saling bertukar informasi.

c)

Semua pihak mencapai konsensus.

d)

Satu pihak memaksakan pendapatnya.

44.

Dalam pendekatan integratif, apa tujuan utama dari diskusi bebas dan pertukaran informasi antara pihak yang terlibat konflik?

a)

Mendapatkan pemecahan masalah yang optimal dan integral.

b)

Menyelesaikan konflik dengan cara memaksakan pendapat.

c)

Menghindari diskusi yang terlalu lama.

d)

Menentukan pihak yang kalah dan menang.

45.

Salah satu jenis pemecahan integratif adalah konsensus. Apa yang biasanya ditawarkan oleh konsensus dibandingkan dengan pemecahan individual?

a)

Pemecahan yang lebih baik.

b)

Pemecahan yang lebih cepat.

c)

Pemecahan yang lebih sederhana.

d)

Pemecahan yang lebih menguntungkan satu pihak.

46.

Mengapa manajer harus berhati-hati terhadap konsensus yang terlalu awal dalam penyelesaian konflik?

a)

Karena pihak yang terlibat mungkin hanya ingin diskusi selesai lebih cepat, bukan mencari alternatif terbaik.

b)

Karena konsensus selalu menghasilkan solusi yang buruk.

c)

Karena konsensus tidak pernah digunakan dalam organisasi.

d)

Karena konsensus hanya menguntungkan satu pihak.

47.

Bagaimana pendekatan konfrontasi digunakan dalam penyelesaian konflik menurut teks?

a)

Pihak-pihak yang bertentangan dihadapkan dan saling menyatakan pendapat secara langsung satu sama lain.

b)

Pihak-pihak saling menghindari diskusi.

c)

Pihak-pihak menerima keputusan tanpa diskusi.

d)

Pihak-pihak memilih untuk tidak menyelesaikan konflik.

48.

Jelaskan bagaimana penetapan tujuan yang lebih tinggi dapat meningkatkan kohesivitas organisasi dalam pendekatan integratif!

a)

Dengan menetapkan tujuan bersama, pihak-pihak yang sebelumnya bersaing dapat bekerja sama untuk mencapai hasil yang lebih besar.

b)

Dengan menetapkan tujuan individu, setiap pihak fokus pada kepentingan sendiri.

c)

Dengan menghindari tujuan bersama, konflik tetap terjadi.

d)

Dengan membiarkan pihak-pihak bersaing tanpa tujuan bersama.

49.

Apa tujuan utama dari strategi penanganan konflik yang dikembangkan dalam organisasi menurut teks?

a)

Untuk memaksimalkan kemungkinan pihak yang berkonflik bersedia bekerja sama

b)

Untuk memperbesar konflik di organisasi

c)

Untuk menghindari komunikasi antar anggota organisasi

d)

Untuk mempercepat rotasi pekerjaan

50.

Salah satu cara strategi penanganan konflik yang berfokus pada individu adalah:

a)

Meningkatkan kesadaran mengenai sumber konflik

b)

Mengurangi jumlah anggota organisasi

c)

Menambah jam kerja karyawan

d)

Menghilangkan keberagaman dalam organisasi

51.

Mengapa perbedaan istilah teknis keuangan antara manajer keuangan dan manajer pemasaran dapat menimbulkan konflik dalam organisasi?

a)

Karena istilah tersebut tidak mudah dipahami oleh semua pihak

b)

Karena istilah tersebut selalu sama di setiap departemen

c)

Karena istilah tersebut hanya digunakan oleh manajer pemasaran

d)

Karena istilah tersebut tidak berhubungan dengan konflik

52.

Bagaimana keberagaman (diversity) dapat memunculkan potensi konflik dalam organisasi?

a)

Perbedaan gaya komunikasi dan cara berbicara dapat menimbulkan kesalahpahaman

b)

Semua anggota organisasi selalu setuju satu sama lain

c)

Keberagaman membuat organisasi menjadi monoton

d)

Keberagaman menghilangkan potensi konflik sepenuhnya

53.

Langkah yang tepat untuk menghindari kesalahpahaman akibat perbedaan istilah atau gaya manajemen dalam organisasi adalah:

a)

Melakukan konfirmasi atau menyamakan persepsi sebelum menyimpulkan sesuatu

b)

Mengabaikan perbedaan istilah dan gaya manajemen

c)

Menghindari komunikasi dengan anggota lain

d)

Mengurangi jumlah anggota organisasi

54.

Mengapa keterampilan keberagaman penting bagi manajer dalam organisasi yang memiliki anggota dari latar belakang berbeda?

a)

Agar manajer dapat menghindari semua konflik tanpa usaha

b)

Agar manajer dapat lebih sensitif dan memahami perbedaan sehingga potensi konflik dapat dikurangi

c)

Agar manajer dapat memaksakan budaya sendiri kepada anggota lain

d)

Agar manajer dapat mengabaikan pendapat anggota lain

55.

Bagaimana rotasi pekerjaan dapat membantu mengurangi sumber konflik dalam organisasi?

a)

Dengan membuat anggota organisasi lebih sibuk sehingga tidak sempat berkonflik

b)

Dengan memberikan pengalaman dan sudut pandang baru sehingga anggota dapat lebih berempati terhadap kondisi rekan kerja

c)

Dengan memaksa anggota untuk bekerja di tempat yang tidak mereka sukai

d)

Dengan mengurangi jumlah anggota organisasi

56.

Seorang manajer Indonesia yang belajar budaya Amerika Serikat dapat memahami perilaku manajer Amerika Serikat. Apa manfaat utama dari proses ini?

a)

Meningkatkan sensitivitas terhadap budaya lokal dan keberagaman

b)

Mengurangi kebutuhan untuk berkomunikasi dengan rekan kerja

c)

Memperkuat stereotip budaya asing

d)

Menghindari interaksi dengan masyarakat setempat

57.

Setelah melakukan rotasi pekerjaan ke hutan Kalimantan, manajer Jakarta menyadari kondisi lapangan yang berat. Apa dampak strategis dari pengalaman ini terhadap manajer tersebut?

a)

Manajer menjadi lebih empati sehingga dapat mengurangi kritik dan konflik

b)

Manajer menjadi lebih sering mengkritik keterlambatan

c)

Manajer mengabaikan kondisi lapangan

d)

Manajer menuntut perubahan tanpa memahami situasi

58.

Strategi penanganan konflik yang memfokuskan pada level organisasi dapat dilakukan dengan cara berikut, kecuali:

a)

Mengubah struktur organisasi

b)

Mengubah struktur budaya

c)

Mengubah sumber konflik

d)

Mengubah tujuan individu

59.

Mengapa konflik sering terjadi antar departemen dalam struktur organisasi yang berdasarkan fungsi perusahaan?

a)

Karena setiap departemen memiliki tujuan yang sama

b)

Karena departemen saling meminta dana dan sumber daya yang lebih banyak

c)

Karena semua departemen selalu setuju dalam pengambilan keputusan

d)

Karena struktur organisasi tidak pernah berubah

60.

Bagaimana cara mengatasi konflik antar departemen yang terjadi akibat struktur organisasi yang lama sudah tidak optimal?

a)

Mengelompokkan departemen berdasarkan produk

b)

Membiarkan konflik berjalan tanpa penanganan

c)

Mengurangi jumlah departemen

d)

Menambah dana tanpa mengubah struktur

61.

Salah satu cara untuk mengurangi konflik budaya dalam organisasi hasil merger adalah:

a)

Membiarkan karyawan membawa budaya lama

b)

Mendesain nilai-nilai dan simbol baru untuk organisasi

c)

Mengelompokkan karyawan berdasarkan asal bank

d)

Menghindari rekrutmen tenaga baru

62.

Mengapa pembentukan tim kerja yang terdiri atas manajer lokal dan manajer asing dapat membantu mengurangi konflik budaya dalam organisasi?

a)

Karena tim kerja tersebut dapat menggabungkan berbagai perspektif budaya

b)

Karena tim kerja hanya berfokus pada budaya lokal

c)

Karena tim kerja tidak memerlukan komunikasi antar anggota

d)

Karena tim kerja mengabaikan perbedaan budaya

63.

Bagaimana organisasi dapat mengurangi konflik yang disebabkan oleh overlap wewenang dalam organisasi?

a)

Dengan mendefinisikan job description yang jelas

b)

Dengan menambah jumlah manajer

c)

Dengan mengurangi komunikasi antar anggota

d)

Dengan mengabaikan konflik yang terjadi

64.

Mengapa negosiasi dianggap sebagai salah satu cara untuk memecahkan konflik dalam organisasi?

a)

Karena negosiasi memungkinkan pihak-pihak yang berkonflik menemukan alternatif solusi

b)

Karena negosiasi selalu menghasilkan keputusan yang sama

c)

Karena negosiasi hanya dilakukan oleh satu pihak saja

d)

Karena negosiasi tidak membutuhkan komunikasi

65.

Peran arbitrase dalam proses negosiasi untuk mengelola konflik di organisasi adalah sebagai:

a)

Penentu kebijakan organisasi

b)

Mediator pihak-pihak yang berkonflik

c)

Pihak yang berkonflik

d)

Pengamat tanpa intervensi

66.

Sebuah organisasi mengalami konflik karena seorang bawahan memiliki dua orang atasan. Strategi apa yang dapat digunakan untuk mengurangi konflik tersebut?

a)

Merumuskan kembali struktur organisasi dan rantai komando

b)

Menambah jumlah bawahan

c)

Mengurangi jumlah tugas bawahan

d)

Mengabaikan peran atasan

67.

Manakah dari berikut ini yang merupakan salah satu karakteristik situasi negosiasi menurut teks?

a)

Selalu ada aturan baku yang harus diikuti oleh pihak yang bernegosiasi.

b)

Konflik kepentingan hanya terjadi antara satu pihak saja.

c)

Pihak-pihak yang berkepentingan memilih untuk mencari kesepakatan dibandingkan dengan ‘perang’ terbuka.

d)

Semua pihak pasti memiliki keinginan yang sama.

68.

Mengapa temperamen tinggi (emosional) dari pihak yang bernegosiasi dapat mempengaruhi keberhasilan negosiasi?

a)

Karena temperamen tinggi membuat negosiasi lebih cepat selesai.

b)

Karena temperamen tinggi meningkatkan kemungkinan keberhasilan negosiasi.

c)

Karena temperamen tinggi justru membuat keberhasilan negosiasi semakin kecil.

d)

Karena temperamen tinggi tidak berpengaruh pada hasil negosiasi.

69.

Salah satu peranan manajer menurut Mintzberg dalam proses negosiasi adalah sebagai...

a)

arbitrator

b)

negosiator

c)

mediator

d)

fasilitator

70.

Apa perbedaan utama antara negosiasi distributif dan negosiasi integratif menurut penjelasan pada teks?

a)

Negosiasi distributif berfokus pada pembagian hasil tetap, sedangkan negosiasi integratif berfokus pada pencarian solusi bersama.

b)

Negosiasi distributif selalu menghasilkan konflik, sedangkan negosiasi integratif tidak pernah ada konflik.

c)

Negosiasi distributif dilakukan oleh pemerintah, sedangkan negosiasi integratif oleh perusahaan.

d)

Negosiasi distributif hanya terjadi di lingkungan sosial, sedangkan negosiasi integratif di lingkungan kerja.

71.

Dalam negosiasi distributif, mengapa pihak-pihak yang berkonflik berusaha memaksimumkan kepentingannya dan meminimumkan kepentingan pihak lain?

a)

Karena hasil yang diperoleh bersifat tetap dan terbatas.

b)

Karena hasil negosiasi selalu berubah-ubah.

c)

Karena semua pihak ingin bekerja sama.

d)

Karena tidak ada konflik kepentingan.

72.

Apa perbedaan utama antara negosiasi distributif dan negosiasi integratif?

a)

Negosiasi distributif berfokus pada win-win situation, sedangkan negosiasi integratif berfokus pada win-lose situation.

b)

Negosiasi distributif berfokus pada win-lose situation, sedangkan negosiasi integratif berfokus pada win-win situation.

c)

Negosiasi distributif selalu menghasilkan kompromi, sedangkan negosiasi integratif tidak.

d)

Negosiasi distributif hanya terjadi dalam organisasi besar, sedangkan negosiasi integratif dalam organisasi kecil.

73.

Mengapa suasana negosiasi integratif cenderung lebih kondusif dan komunikatif dibandingkan negosiasi distributif?

a)

Karena pihak-pihak yang berkonflik tidak ingin bekerja sama.

b)

Karena hasil yang diperoleh hanya menguntungkan satu pihak.

c)

Karena pihak-pihak yang berkonflik bersedia bekerja sama untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

d)

Karena negosiasi integratif selalu dilakukan secara tertutup.

74.

Salah satu strategi untuk mendorong negosiasi integratif adalah menekankan tujuan yang lebih besar (superordinate goals). Apa manfaat dari strategi ini?

a)

Membuat pihak-pihak fokus pada kemenangan individu.

b)

Meningkatkan kemungkinan kompromi tanpa kolaborasi.

c)

Membantu pihak-pihak berkonflik untuk bekerja sama demi tujuan bersama.

d)

Mengurangi komunikasi antara pihak-pihak yang bernegosiasi.

75.

Bagaimana seorang manajer dapat menjaga stabilitas proses negosiasi ketika dimensi distributif lebih dominan?

a)

Dengan mengabaikan kebutuhan pihak lain.

b)

Dengan memperbesar dimensi distributif dan mengurangi kolaborasi.

c)

Dengan tetap memperhatikan stabilitas proses negosiasi agar negosiasi dapat berjalan sampai selesai.

d)

Dengan menghentikan negosiasi sebelum mencapai kesepakatan.

76.

Mengapa penting bagi manajer untuk memfokuskan pada tujuan besar dalam proses negosiasi di perusahaan?

a)

A. Agar tujuan perusahaan dapat tercapai dan membawa tujuan masing-masing departemen

b)

B. Agar setiap departemen dapat bekerja secara mandiri tanpa koordinasi

c)

C. Agar konflik antar manajer semakin meningkat

d)

D. Agar perusahaan tidak perlu memikirkan kesejahteraan karyawan

77.

Bagaimana solusi yang dapat ditawarkan jika serikat kerja menginginkan kenaikan gaji sementara manajemen ingin efisiensi biaya?

a)

A. Memberikan gaji tetap dan meningkatkan bonus dari keuntungan perusahaan

b)

B. Mengurangi jumlah karyawan secara drastis

c)

C. Menunda pembayaran gaji hingga perusahaan untung besar

d)

D. Mengabaikan permintaan serikat kerja sepenuhnya

78.

Apa dampak jika pihak-pihak yang berkonflik hanya memfokuskan pada masalah atau sumber konflik tanpa mencari solusi?

a)

A. Hasil yang diperoleh akan kurang produktif

b)

B. Konflik akan langsung selesai

c)

C. Semua pihak akan merasa puas

d)

D. Negosiasi akan berjalan lebih cepat

79.

Dalam negosiasi, mengapa penting untuk memfokuskan pada tujuan bersama?

a)

A. Karena tujuan bersama dapat menyatukan kepentingan pihak-pihak yang berkonflik

b)

B. Karena tujuan bersama membuat negosiasi menjadi tidak relevan

c)

C. Karena tujuan bersama hanya menguntungkan satu pihak saja

d)

D. Karena tujuan bersama menyebabkan lebih banyak konflik

80.

Negosiasi integratif dapat terjadi dalam proses negosiasi jika...

a)

kepentingan bersama bisa dirumuskan oleh pihak-pihak yang bernegosiasi

b)

setiap pihak hanya memikirkan keuntungan pribadi

c)

tidak ada komunikasi antara pihak-pihak yang bernegosiasi

d)

semua pihak mengabaikan tujuan perusahaan

81.

Apa perbedaan utama antara negosiasi distributif dan negosiasi integratif dalam pengelolaan konflik?

a)

Negosiasi distributif berfokus pada pembagian kekayaan, sedangkan negosiasi integratif berfokus pada pemecahan masalah bersama.

b)

Negosiasi distributif selalu menghasilkan solusi menang-menang, sedangkan negosiasi integratif menghasilkan solusi menang-kalah.

c)

Negosiasi distributif hanya digunakan dalam organisasi besar, sedangkan negosiasi integratif digunakan dalam kelompok kecil.

d)

Negosiasi distributif tidak membutuhkan komunikasi, sedangkan negosiasi integratif membutuhkan komunikasi intensif.

82.

Dalam kasus dua sahabat yang mengelola hotel, jika Anda diminta sebagai mediator, strategi negosiasi apa yang paling tepat untuk menjaga hubungan baik antara Pak Ali dan Pak Yudhi?

a)

Menggunakan pendekatan integratif agar kedua pihak merasa mendapatkan solusi yang adil.

b)

Memaksa salah satu pihak untuk menyerahkan seluruh saham kepada pihak lain.

c)

Mengabaikan keinginan salah satu pihak demi efisiensi perusahaan.

d)

Membiarkan konflik berjalan tanpa intervensi mediator.

83.

Mengapa penting bagi manajer untuk menjaga kestabilan proses negosiasi dengan mengubah-ubah tipe negosiasi yang digunakan?

a)

Agar proses negosiasi tetap berjalan efektif dan sesuai dengan situasi konflik yang dihadapi.

b)

Supaya manajer dapat menghindari semua bentuk komunikasi.

c)

Agar salah satu pihak selalu menang dalam negosiasi.

d)

Supaya konflik tidak pernah terselesaikan.

84.

Jelaskan bagaimana konflik dapat digunakan untuk mendorong prestasi organisasi menurut pandangan baru dalam pengelolaan konflik.

a)

Konflik digunakan sebagai dorongan untuk meningkatkan kinerja dan inovasi dalam organisasi.

b)

Konflik selalu menyebabkan penurunan produktivitas dan harus dihindari.

c)

Konflik hanya relevan dalam organisasi kecil dan tidak berpengaruh pada organisasi besar.

d)

Konflik tidak pernah memberikan manfaat bagi organisasi.

85.

Pandangan baru mengenai konflik adalah ....

a)

harus dihilangkan karena bisa menghalangi tujuan organisasi

b)

ditingkatkan agar organisasi menjadi dinamis

c)

dikelola supaya diperoleh tingkatan yang optimal

d)

dibiarkan agar bisa berkembang secara alamiah

86.

Produksi lini perakitan merupakan sumber konflik yang diakibatkan adanya ....

a)

ketergantungan sequential

b)

ketergantungan pool

c)

perbedaan tujuan

d)

kompetisi sumber daya

87.

Meningkatkan kesadaran mengenai sumber konflik merupakan strategi mengelola konflik ....

a)

berfokus pada individu

b)

berfokus pada organisasi

c)

berfokus pada penugasan

d)

berfokus pada fungsional

88.

Departemen keuangan sering kali terlibat konflik dengan departemen pemasaran. Kemungkinan solusinya adalah ....

a)

membuat struktur organisasi berdasarkan fungsi perusahaan

b)

mendorong spesialisasi lebih lanjut kedua departemen tersebut

c)

membuat struktur organisasi berdasarkan produk

d)

membiarkan konflik tersebut

89.

Tipe negosiasi win-win solution disebut sebagai ....

a)

negosiasi distribusi

b)

negosiasi integratif

c)

negosiasi keseimbangan

d)

negosiasi alamiah

90.

Misalkan saya sedang bernegosiasi. Saya percaya bahwa kerja sama ini bersifat jangka pendek. Saya juga tidak begitu kenal pihak lawan. Negosiasi yang lebih sesuai adalah ….

a)

negosiasi distribusi

b)

negosiasi integratif

c)

negosiasi keseimbangan

d)

negosiasi alamiah

91.

Berdasarkan rumus tingkat penguasaan yang diberikan, jika seorang siswa menjawab 8 dari 10 soal dengan benar, berapakah tingkat penguasaan yang dicapai?

a)

80%

b)

70%

c)

90%

d)

60%

92.

Jika tingkat penguasaan seorang siswa adalah 75%, bagaimana kategori penguasaan menurut penjelasan pada modul?

a)

cukup

b)

baik sekali

c)

baik

d)

kurang

93.

Apa yang harus dilakukan siswa jika tingkat penguasaannya masih di bawah 80% menurut instruksi pada modul?

a)

Mengulang materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai

b)

Melanjutkan ke modul berikutnya tanpa revisi

c)

Mengabaikan hasil dan tetap lanjut

d)

Mengganti materi dengan topik baru