WorksheetsPenggolongan obat RPL Farkkep 2025
Total questions: 24
Worksheet time: 12mins
Seorang perawat memberikan obat batuk kepada anak usia 3 tahun yang sulit menelan tablet. Obat tersebut berupa larutan kental berwarna merah dengan rasa manis. Sediaan apakah yang paling mungkin diberikan?
Eliksir
Sirup
Suspensi
Lotion
Obat cair mengandung partikel padat tidak larut dan harus dikocok sebelum diberikan. Tidak boleh untuk injeksi intravena. Ini adalah:
Suspensi
Eliksir
Emulsi
Gargarisma
Sediaan untuk kulit dengan kandungan >50% serbuk, sulit meleleh pada suhu tubuh, dan memberi perlindungan tinggi. Ini adalah:
Krim
Pasta
Gel
Salep
Sediaan topikal yang jernih, mudah terdispersi, mudah dicuci, dan tidak meninggalkan bekas adalah:
Salep
Pasta
Gel
Krim
Sediaan topikal dengan kandungan air ≥60%, mudah dioleskan, tetapi mudah rusak bila suhu tinggi adalah:
Krim
Salep
Gel
pasta
Obat dengan cangkang yang menutupi bahan obat berbau tidak enak, tidak boleh dibuka atau dibagi. Ini adalah:
Tablet salut enterik
Kapsul
Serbuk tak terbagi
Tablet kunyah
Anak 2 tahun dengan asma mendapat terapi inhalasi yang mengubah obat cair menjadi aerosol. Alat yang digunakan adalah:
MDI
DPI
Nebulizer
Spacer
Sediaan topikal setengah padat yang berminyak, melekat baik, dan memberikan perlindungan adalah:
Krim
Salep
Lotion
Gel
Pasien diabetes tipe 2 mendapat obat yang meningkatkan sensitivitas insulin pada jaringan perifer. Obat tersebut termasuk golongan:
A. Antidiabetik
B. Kortikosteroid
C. Antikolinergik
D. Antikonvulsan
Seorang pasien mengalami demam 38.5°C. Dokter meresepkan obat yang bekerja menurunkan suhu tubuh melalui pusat pengatur suhu di hipotalamus. Obat tersebut termasuk:
Antipiretik
Analgesik
Antibiotik
Soft mist inhaler
Seorang pasien epilepsi diberikan obat yang menurunkan aktivitas listrik neuron berlebih di otak. Obat ini diklasifikasikan sebagai:
Antiaritmia
Antikonvulsan
Antidepresan
Analgesik
Seorang pasien alergi diberikan obat yang menghambat pelepasan histamin dari sel mast. Obat ini termasuk dalam kelompok:
Antihistamin
Antidiare
Antikoagulan
Antimuskarinik
Pasien asma akut datang dengan sesak napas. Dokter memberikan obat yang bekerja melebarkan bronkus melalui stimulasi reseptor beta-2. Obat ini adalah:
Bronkodilator
Antitrombotik
Sedatif
Antiseptik
Pasien tukak lambung diberi obat yang menghambat sekresi asam lambung dengan memblok pompa proton. Obat tersebut tergolong:
Antasida
PPI (Proton Pump Inhibitor)
Laksatif
Antiemetik
Seorang pasien muntah hebat diberikan obat yang menghambat reseptor dopamin pada pusat muntah. Obat ini adalah:
Antiemetik
Antispasmodik
Antidiuretik
Antipiretik
Pasien dengan kadar kolesterol tinggi diberikan obat yang bekerja menghambat enzim HMG-CoA reduktase. Golongan obat ini adalah:
Fibrat
Statin
Resin
Antiplatelet
Seorang pasien dengan gangguan psikotik mendapat obat yang memblok reseptor dopamin di otak. Obat tersebut termasuk:
Antidepresan
Antipsikotik
Anxiolitik
Antikonvulsan
Perawat memberikan obat yang mencegah pembentukan bekuan darah dengan menghambat faktor pembekuan. Obat ini termasuk:
Antiplatelet
Antikoagulan
Trombolitik
Analgesik
Pasien dengan konstipasi diberikan obat yang meningkatkan motilitas usus. Penggolongan obat ini adalah:
Antidiare
Laksatif
Antispasmodik
Antiemetik
Mahasiswa praktik di ruangan menemukan obat dengan tanda lingkaran biru. Preseptor menjelaskan bahwa obat tersebut termasuk obat yang masih memerlukan peringatan penggunaan tetapi dapat dibeli tanpa resep. Obat ini termasuk:
Obat bebas
Obat bebas terbatas
Obat keras
Narkotika golongan II
Dalam pengkajian, seorang pasien menunjukkan obat antibiotik amoksisilin yang ia beli tanpa resep. Perawat menegaskan bahwa obat ini tidak boleh dibeli bebas karena amoksisilin tergolong:
Obat bebas
Obat bebas terbatas
Obat keras (daftar G)
Obat tradisional
Dalam pendidikan pasien, perawat menjelaskan bahwa obat yang ditandai huruf “K” dalam lingkaran merah hanya bisa digunakan dengan resep dokter karena termasuk obat dengan risiko efek samping tinggi. Obat tersebut adalah:
Obat keras
Obat bebas
Obat tradisional
Obat komplementer
Pasien lansia membawa obat flu yang ia beli tanpa resep dan memiliki tanda “P No. 1” pada kemasan. Perawat menjelaskan bahwa obat tersebut termasuk:
Obat bebas terbatas
Obat keras
Obat generik
Obat resep
Pasien gagal jantung mendapatkan digoksin yang memiliki indeks terapi sempit. Perawat menjelaskan bahwa obat ini hanya boleh diberikan dengan pemantauan ketat karena dikategorikan sebagai:
Obat bebas terbatas
Obat keras (daftar G)
Obat herbal
Obat bebas
