wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TRY OUT - MATERI ILMU USHUL FIQIH - PKU-MUI KAB. BEKASI 2025

Total questions: 100

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.
Ushul Fiqh secara terminologis berarti...
a)
Ilmu tentang hukum-hukum cabang
b)
Ilmu tentang dasar-dasar pengambilan hukum
c)
Ilmu tafsir Al-Qur’an
d)
Ilmu hadis hukum
e)
Ilmu ijtihad politik
2.
Hubungan antara Ushul Fiqh dan Fiqh adalah...
a)
Fiqh sebagai dasar Ushul
b)
Ushul sebagai metodologi fiqh
c)
Tidak berkaitan
d)
Fiqh menafsirkan Ushul
e)
Hubungan tafsir hadis
3.
Ruang lingkup Ushul Fiqh mencakup...
a)
Akhlak dan tasawuf
b)
Sumber hukum dan metode istinbath
c)
Ibadah dan muamalah
d)
Kalam dan tasawuf
e)
Tafsir dan hadis
4.
Tujuan utama mempelajari Ushul Fiqh adalah...
a)
Menjadi mujtahid
b)
Memahami ayat-ayat hukum
c)
Mengetahui cara istinbath hukum
d)
Menghafal dalil
e)
Mengkritik mazhab
5.
Tokoh yang pertama kali menyusun kitab sistematis Ushul Fiqh adalah...
a)
Imam Malik
b)
Imam Syafi‘i
c)
Abu Hanifah
d)
Ibn Hazm
e)
Al-Ghazali
6.
Perbedaan utama antara mazhab mutakallimin dan fuqaha dalam Ushul Fiqh adalah...
a)
Sumber hukum
b)
Pendekatan logika dan praktik
c)
Bahasa Arab
d)
Sejarah hukum
e)
Bidang ibadah
7.
Ijma’ didefinisikan sebagai...
a)
Kesepakatan individu ulama
b)
Kesepakatan mujtahid umat Islam setelah Nabi wafat
c)
Pendapat sahabat
d)
Fatwa qadi
e)
Musyawarah masyarakat
8.
Qiyas berarti...
a)
Perbandingan hukum terhadap adat
b)
Analogi hukum terhadap nash
c)
Pendapat tanpa dasar
d)
Perbedaan mazhab
e)
Kiasan bahasa
9.
Istihsan digunakan untuk...
a)
Menghapus nash
b)
Mengambil kemudahan hukum
c)
Menolak ijma’
d)
Menguatkan qiyas
e)
Membatasi sunnah
10.
Istishab digunakan ketika...
a)
Ada dua dalil bertentangan
b)
Tidak ada dalil baru yang mengubah hukum
c)
Ada ijma’ kuat
d)
Dalil mansukh
e)
Ijtihad ditutup
11.
Mashlahat mursalah digunakan bila...
a)
Tidak ada nash tapi ada kemaslahatan umum
b)
Ada dalil khusus
c)
Ditetapkan oleh sahabat
d)
Hanya untuk ibadah
e)
Untuk menolak hukum
12.
‘Urf diakui dalam hukum Islam jika...
a)
Bertentangan dengan nash
b)
Tidak bertentangan dengan syariah
c)
Berlaku di semua masyarakat
d)
Disetujui ulama modern
e)
Hanya adat Arab
13.
Saddudz dzara’i berarti...
a)
Menutup jalan menuju keharaman
b)
Membuka peluang maslahat
c)
Melindungi hak non-Muslim
d)
Membatasi ibadah
e)
Memperluas qiyas
14.
Qaul Shahabi berarti...
a)
Pendapat sahabat Nabi
b)
Pendapat tabi’in
c)
Fatwa qadi
d)
Qiyas ulama
e)
Hukum ijma’
15.
Syar’un man qablana adalah...
a)
Syariat umat terdahulu
b)
Adat jahiliyyah
c)
Fikih sahabat
d)
Kaidah bahasa
e)
Sunnah Nabi
16.
Al-Qur’an dan Sunnah disebut sumber hukum al-muttafaq ‘alaih karena...
a)
Disepakati semua ulama sebagai sumber utama hukum
b)
Tidak digunakan lagi
c)
Hanya untuk ibadah
d)
Digunakan oleh mazhab tertentu
e)
Hasil ijtihad
17.
Hubungan antara Al-Qur’an dan Sunnah dalam Ushul Fiqh adalah...
a)
Terpisah
b)
Saling menjelaskan
c)
Bertentangan
d)
Sama derajat
e)
Tidak terkait
18.
Dalam hierarki sumber hukum, ijma’ menempati posisi...
a)
Setelah qiyas
b)
Setelah Al-Qur’an dan Sunnah
c)
Setara dengan mashlahat
d)
Di bawah urf
e)
Tidak ada posisi tetap
19.
Penggunaan mashlahat mursalah pertama kali populer di kalangan...
a)
Hanafiyah
b)
Malikiyah
c)
Syafi’iyah
d)
Hanabilah
e)
Zhahiriyah
20.
Metode ijtihad melalui urf dan saddudz dzarai sering digunakan untuk...
a)
Menghalalkan muamalah baru
b)
Melarang perbuatan yang membawa mudarat
c)
Menghapus hukum lama
d)
Mengganti ijtihad sahabat
e)
Mengubah tafsir Al-Qur’an
21.
“Hakim” dalam istilah Ushul Fiqh berarti...
a)
Penguasa negara
b)
Allah sebagai penetap hukum
c)
Hakim pengadilan
d)
Mujtahid
e)
Ulama fatwa
22.
Hukum Taklifi adalah hukum yang...
a)
Menjelaskan sebab-sebab hukum
b)
Menunjukkan perintah atau larangan
c)
Menetapkan akibat hukum
d)
Menentukan keabsahan akad
e)
Menilai niat seseorang
23.
Contoh hukum taklifi “wajib” adalah...
a)
Makan sahur
b)
Zakat bagi orang kaya
c)
Shalat sunnah
d)
Menikah
e)
Tidur malam
24.
Hukum Wadh‘i berfungsi untuk...
a)
Menentukan sah-tidaknya suatu perbuatan
b)
Menentukan halal-haram
c)
Menunjukkan niat
d)
Mengatur kebiasaan
e)
Menghapus dalil
25.
Contoh hukum wadh‘i “sebab” adalah...
a)
Waktu dzuhur menjadi sebab wajibnya shalat dzuhur
b)
Niat saat shalat
c)
Suci dari hadas
d)
Mengetahui arah kiblat
e)
Membaca doa iftitah
26.
Mahkum ‘alaih adalah...
a)
Objek hukum
b)
Subjek hukum (mukallaf)
c)
Sumber hukum
d)
Tujuan hukum
e)
Dalil hukum
27.
Mahkum fih adalah...
a)
Perbuatan mukallaf yang diatur hukum
b)
Pelaku hukum
c)
Sumber hukum
d)
Waktu hukum
e)
Dalil yang mansukh
28.
‘Awaridh al-Ahliyyah berarti...
a)
Faktor penghalang kecakapan hukum
b)
Tingkat keimanan
c)
Jenis hukum wajib
d)
Sumber ijtihad
e)
Dalil hukum umum
29.
Contoh ‘awaridh al-ahliyyah ghayr samawiyyah adalah...
a)
Sakit jiwa
b)
Mabuk
c)
Gila
d)
Mati
e)
Anak kecil
30.
“Musytarak” dalam kaidah kebahasaan berarti...
a)
Lafaz dengan satu makna
b)
Lafaz dengan banyak makna
c)
Lafaz tanpa makna
d)
Lafaz yang dihapus
e)
Lafaz khusus
31.
“Muthlaq” berarti...
a)
Lafaz yang terikat syarat
b)
Lafaz umum tanpa batasan
c)
Lafaz yang terhapus
d)
Lafaz khusus
e)
Lafaz yang dilarang
32.
Contoh “Muqayyad” adalah...
a)
Membebaskan budak secara mutlak
b)
Membebaskan budak mukmin
c)
Bersedekah secara umum
d)
Menolong orang miskin
e)
Menikah dengan siapa pun
33.
“Amr” dalam kaidah kebahasaan menunjukkan...
a)
Larangan
b)
Perintah yang menunjukkan wajib
c)
Keinginan
d)
Pilihan
e)
Doa
34.
“Nahy” berarti...
a)
Perintah melakukan
b)
Larangan meninggalkan
c)
Larangan melakukan
d)
Perintah mengulang
e)
Kebolehan
35.
Lafaz ‘Aam berarti...
a)
Lafaz yang mencakup sebagian individu
b)
Lafaz yang mencakup seluruh individu
c)
Lafaz yang tidak jelas
d)
Lafaz yang dihapus
e)
Lafaz yang tidak berlaku
36.
Lafaz Khash berarti...
a)
Umum
b)
Khusus
c)
Tidak jelas
d)
Terbatas waktu
e)
Tidak mengikat
37.
“Haqiqat” dalam bahasa berarti...
a)
Makna asli yang ditetapkan syara’ atau bahasa
b)
Makna majazi
c)
Makna tambahan
d)
Makna kontradiktif
e)
Makna tersirat
38.
“Majaz” digunakan ketika...
a)
Makna lafaz digunakan tidak sesuai makna asal
b)
Makna sesuai kamus
c)
Makna literal
d)
Makna khusus
e)
Makna wajib
39.
“Sharih” berarti...
a)
Lafaz yang samar
b)
Lafaz yang jelas dan tegas
c)
Lafaz yang berulang
d)
Lafaz yang majaz
e)
Lafaz yang terhapus
40.
“Kinayah” digunakan untuk...
a)
Menyembunyikan makna dengan sindiran
b)
Menegaskan makna secara langsung
c)
Menolak makna
d)
Menghapus hukum
e)
Mengganti lafaz
41.
“Ad-Dilalah al-Wadhihah” berarti...
a)
Petunjuk makna yang samar
b)
Petunjuk makna yang jelas
c)
Petunjuk makna majaz
d)
Petunjuk hukum wadh‘i
e)
Petunjuk sebab hukum
42.
“Ghairu al-Wadhihah” dalam kaidah dilalah bermakna...
a)
Jelas
b)
Tidak jelas
c)
Terhapus
d)
Umum
e)
Khusus
43.
“Ibarah an-Nash” menunjukkan makna...
a)
Makna tersirat
b)
Makna tersurat dari lafaz
c)
Makna kiasan
d)
Makna majaz
e)
Makna tambahan
44.
“Isyarah an-Nash” digunakan untuk memahami...
a)
Makna tersurat
b)
Makna yang dipahami dari isyarat
c)
Makna majaz
d)
Makna tambahan
e)
Makna tidak sahih
45.
“Iqtidha an-Nash” berarti...
a)
Makna tambahan di luar konteks
b)
Makna yang diambil karena tuntutan teks
c)
Makna yang dihapus
d)
Makna khusus
e)
Makna literal
46.
Mantuq adalah...
a)
Makna tersurat
b)
Makna tersirat
c)
Makna majaz
d)
Makna umum
e)
Makna qiyas
47.
Mafhum adalah...
a)
Makna tersurat
b)
Makna tersirat di balik teks
c)
Makna yang tidak berlaku
d)
Makna hukum qiyas
e)
Makna mansukh
48.
Maqashid Syariah secara umum bertujuan untuk...
a)
Meningkatkan ekonomi umat
b)
Menjaga kemaslahatan manusia
c)
Menegakkan kekuasaan
d)
Menghapus mazhab
e)
Mengganti hukum lama
49.
Lima prinsip utama dalam Maqashid Syariah disebut...
a)
Dharuriyat
b)
Hajiyat
c)
Tahsinat
d)
Khash
e)
Mustahsinat
50.
Contoh Maslahah Dharuriyah adalah...
a)
Mengatur lalu lintas
b)
Larangan mencuri
c)
Kebolehan bertani
d)
Menikah
e)
Menghias rumah
51.
Contoh Maslahah Hajiyah adalah...
a)
Shalat lima waktu
b)
Keringanan dalam safar
c)
Puasa wajib
d)
Zakat
e)
Larangan zina
52.
Contoh Maslahah Tahsiniyah adalah...
a)
Menutup aurat
b)
Menegakkan shalat
c)
Menghindari riba
d)
Qisas
e)
Wudhu
53.
Nasakh berarti...
a)
Penguatan hukum
b)
Penghapusan hukum lama dengan hukum baru
c)
Penambahan hukum baru
d)
Pengurangan hukum
e)
Penegasan hukum
54.
Salah satu syarat nasakh adalah...
a)
Dalil baru lebih lemah
b)
Dalil baru datang lebih dahulu
c)
Dalil baru datang setelah dalil lama
d)
Dalil tidak terkait
e)
Dalil bersifat umum
55.
At-Ta‘arudh berarti...
a)
Pertentangan antar dalil
b)
Kesamaan dalil
c)
Penghapusan dalil
d)
Perintah umum
e)
Penegasan hukum
56.
At-Tarjih berarti...
a)
Menghapus dalil
b)
Menguatkan salah satu dalil
c)
Menolak semua dalil
d)
Mengubah makna
e)
Menambah dalil
57.
Ijtihad berarti...
a)
Meniru pendapat ulama
b)
Menggunakan kemampuan maksimal untuk istinbath hukum
c)
Mengikuti tradisi
d)
Mengajukan fatwa
e)
Mengubah hukum
58.
Taqlid berarti...
a)
Mengikuti pendapat ulama tanpa dalil
b)
Meneliti dalil
c)
Membuat hukum baru
d)
Menghapus dalil
e)
Menguatkan qiyas
59.
Ittiba berarti...
a)
Mengikuti ulama dengan memahami dalilnya
b)
Menolak fatwa
c)
Menentang mazhab
d)
Mengikuti kebiasaan
e)
Menghapus hukum
60.
Fatwa adalah...
a)
Hukum yang tetap
b)
Pendapat hukum syar‘i dari mufti untuk kasus tertentu
c)
Qiyas umum
d)
Dalil qat‘i
e)
Tafsir
61.
Eksistensi Ushul Fiqh adalah...
a)
Tidak penting
b)
Sebagai dasar bagi seluruh cabang hukum Islam
c)
Hanya untuk fuqaha klasik
d)
Tidak relevan kini
e)
Sekadar teori
62.
Kritik terhadap Ushul Fiqh klasik biasanya karena...
a)
Kurang rasional
b)
Terlalu tekstual
c)
Tidak ilmiah
d)
Terlalu banyak maqashid
e)
Tidak jelas dalil
63.
Ushul Fiqh kontemporer berkembang karena...
a)
Perubahan sosial dan teknologi
b)
Tradisi klasik
c)
Keterpaksaan
d)
Perbedaan mazhab
e)
Pengaruh luar Islam
64.
Tokoh Ushul Fiqh kontemporer antara lain...
a)
Imam Syafi‘i
b)
Abu Hanifah
c)
Wahbah az-Zuhaili
d)
Malik bin Anas
e)
Ahmad bin Hanbal
65.
Pokok perbedaan metode empat mazhab terdapat pada...
a)
Dalil dan metode istidlal
b)
Bahasa dan budaya
c)
Politik
d)
Akidah
e)
Tradisi sosial
66.
Mazhab Hanafi dikenal lebih...
a)
Tekstual
b)
Rasional
c)
Skriptural
d)
Tradisional
e)
Qath‘i
67.
Mazhab Maliki menekankan pada...
a)
Amal penduduk Madinah
b)
Qiyas logis
c)
Hadis lemah
d)
Ijma Kufah
e)
Istishab
68.
Mazhab Syafi‘i menolak...
a)
Qiyas
b)
Istihsan
c)
Ijma
d)
Sunnah
e)
Al-Qur’an
69.
Mazhab Hanbali lebih mengutamakan...
a)
Qiyas
b)
Istihsan
c)
Nash (Al-Qur’an & Sunnah)
d)
Istislah
e)
Amal Madinah
70.
Talfiq berarti...
a)
Menggabungkan pendapat beberapa mazhab
b)
Menghapus mazhab
c)
Mengikuti satu mazhab
d)
Menolak mazhab
e)
Mengganti hukum
71.
Fanatik mazhab (ta‘assub) berdampak...
a)
Positif untuk kemajuan hukum
b)
Menghambat perkembangan ijtihad
c)
Menumbuhkan kreativitas
d)
Menambah maslahat
e)
Menguatkan maqashid
72.
Kaidah dalam tafsir ahkam bertujuan...
a)
Menafsirkan ayat hukum dengan kaidah Ushul
b)
Menentukan tafsir bahasa
c)
Menilai sanad
d)
Menentukan i‘jaz
e)
Menambah tafsir
73.
Kaidah dalam hadis ahkam berfungsi untuk...
a)
Memahami makna hukum dari hadis
b)
Menilai bahasa hadis
c)
Membedakan mutawatir
d)
Menentukan perawi
e)
Menambah sanad
74.
Kaidah Fiqhiyah adalah...
a)
Kaidah umum hasil induksi hukum-hukum cabang
b)
Kaidah bahasa
c)
Kaidah tafsir
d)
Kaidah logika
e)
Kaidah fatwa
75.
Contoh kaidah fiqhiyyah kulliyyah adalah...
a)
Al-yaqin la yazulu bisy-syak
b)
Al-mansukh yansakh
c)
Al-faqih yuftiyu
d)
Al-amr yufid al-wujub
e)
Al-nahy yufid at-tahrim
76.
Kaidah fiqhiyyah bidang ibadah: “Kesulitan mendatangkan kemudahan” berarti...
a)
Rukhsah diperbolehkan
b)
Semua hukum gugur
c)
Tidak wajib shalat
d)
Wajib tetap berlaku
e)
Sunnah dihapus
77.
Kaidah fiqhiyyah dalam munakahat: “Hukum asal pernikahan adalah mubah” menunjukkan...
a)
Boleh menikah
b)
Wajib menikah
c)
Sunnah menikah
d)
Haram menikah
e)
Makruh menikah
78.
Kaidah fiqhiyyah dalam muamalat: “Asal segala muamalah adalah boleh” menunjukkan...
a)
Larangan transaksi
b)
Kebebasan bertransaksi selama tidak haram
c)
Semua transaksi batal
d)
Tidak perlu akad
e)
Dibatasi qiyas
79.
Kaidah fiqhiyyah dalam mawaris: “Tidak mewarisi karena membunuh” menunjukkan...
a)
Pembunuh tetap dapat warisan
b)
Pembunuh kehilangan hak waris
c)
Pembunuh wajib dizakati
d)
Pembunuh dapat hibah
e)
Tidak berpengaruh
80.
Kaidah fiqhiyyah dalam siyasah: “Tindakan imam terhadap rakyat harus berdasar maslahat” menunjukkan...
a)
Kekuasaan absolut
b)
Kepemimpinan bersyarat maslahat
c)
Imam bebas bertindak
d)
Imam tidak terikat hukum
e)
Tidak berlaku sekarang
81.
Kaidah fiqhiyyah dalam jinayat: “Hukum asal darah manusia haram” menunjukkan...
a)
Dilarang membunuh tanpa hak
b)
Boleh membunuh
c)
Boleh perang bebas
d)
Tidak ada qisas
e)
Tidak ada larangan
82.
Istihsan menurut Hanafi adalah...
a)
Meninggalkan qiyas karena dalil kuat lain
b)
Menolak semua dalil
c)
Menghapus ijma
d)
Mengganti dalil
e)
Menolak hadis
83.
Istishab berarti...
a)
Menetapkan hukum berdasarkan keadaan sebelumnya
b)
Mengubah hukum
c)
Menghapus hukum
d)
Menambah hukum
e)
Menolak hukum
84.
Mashlahah mursalah berarti...
a)
Maslahat tanpa dasar syara’ yang jelas namun tidak bertentangan
b)
Maslahat yang batal
c)
Maslahat pribadi
d)
Maslahat terbatas
e)
Maslahat syadz
85.
‘Urf sebagai sumber hukum digunakan bila...
a)
Tidak bertentangan dengan syara’
b)
Bertentangan dengan nash
c)
Berdasarkan adat lama
d)
Bersifat politik
e)
Tidak memiliki dalil
86.
Sadd adz-Dzara’i berarti...
a)
Menutup jalan menuju kerusakan
b)
Membuka peluang
c)
Menetapkan hukum baru
d)
Menghapus hukum
e)
Membatalkan qiyas
87.
Syar’un man qablana berarti...
a)
Syariat umat terdahulu
b)
Hukum kontemporer
c)
Hukum adat
d)
Qiyas ulama
e)
Kaidah fatwa
88.
Qaul shahabi berarti...
a)
Pendapat sahabat Nabi
b)
Hadis marfu’
c)
Ijma tabi’in
d)
Qiyas imam
e)
Fatwa mufti
89.
Tujuan mempelajari Ushul Fiqh adalah...
a)
Mengetahui hukum tanpa dalil
b)
Memahami metode istinbath hukum
c)
Menghafal ayat
d)
Mengulang pendapat
e)
Mengikuti mazhab
90.
Hubungan Ushul Fiqh dan Fiqh adalah...
a)
Ushul Fiqh dasar teori, Fiqh hasil penerapan
b)
Sama
c)
Tidak berhubungan
d)
Fiqh lebih tinggi
e)
Ushul bagian dari Fiqh
91.
Periode awal Ushul Fiqh ditandai oleh...
a)
Imam Syafi‘i dengan ar-Risalah
b)
Imam Malik
c)
Abu Hanifah
d)
Imam Ahmad
e)
Al-Ghazali
92.
Ijma dalam hukum Islam berarti...
a)
Kesepakatan ulama mujtahid setelah wafat Nabi
b)
Pendapat rakyat
c)
Pendapat sahabat
d)
Tradisi masyarakat
e)
Perintah imam
93.
Qiyas berarti...
a)
Menyamakan hukum karena kesamaan illat
b)
Meniru mazhab
c)
Menambah hukum
d)
Menghapus nash
e)
Menolak dalil
94.
Salah satu syarat qiyas adalah...
a)
Adanya illat yang jelas
b)
Tidak perlu illat
c)
Tidak perlu dalil
d)
Adat masyarakat
e)
Fatwa ulama
95.
Ushul Fiqh disebut “induk hukum Islam” karena...
a)
Menjadi metodologi istinbath semua hukum
b)
Berisi hukum cabang
c)
Hanya teori bahasa
d)
Tidak ada praktik
e)
Hanya tafsir
96.
Kaidah “Adh-dharar yuzal” berarti...
a)
Bahaya harus dihilangkan
b)
Bahaya dibolehkan
c)
Bahaya diabaikan
d)
Bahaya disebarkan
e)
Bahaya disyariatkan
97.
Kaidah “Al-umur bi maqashidiha” berarti...
a)
Segala perkara bergantung niat
b)
Semua hal tanpa niat
c)
Niat tidak penting
d)
Tujuan tak relevan
e)
Amal tanpa niat sah
98.
Kaidah “Al-‘adah muhakkamah” berarti...
a)
Adat bisa menjadi dasar hukum
b)
Adat tidak sah
c)
Adat hanya tradisi
d)
Adat wajib dihapus
e)
Adat dilarang
99.
Kaidah “Al-masyaqqah tajlibu at-taysir” berarti...
a)
Kesulitan mendatangkan kemudahan
b)
Kesulitan wajib diterima
c)
Tidak boleh rukhsah
d)
Kesulitan dibiarkan
e)
Tidak berlaku umum
100.
Kaidah “La darara wa la dirar” berarti...
a)
Tidak boleh membahayakan diri dan orang lain
b)
Boleh menipu
c)
Boleh mencederai
d)
Tidak boleh berdagang
e)
Tidak boleh menikah