wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS SISTEM PELAYANAN KESEHATAN

Total questions: 50

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

1. Pemerintah daerah wajib mengalokasikan 10% APBD untuk kesehatan sebagai bentuk kemandirian fiskal. Jika suatu kabupaten hanya mengalokasikan 6%, apa dampak paling mungkin terhadap sistem pembiayaan daerah?

a)

Menurunnya belanja pegawai kesehatan

b)

Berkurangnya kemampuan memenuhi standar layanan dasar

c)

Meningkatnya defisit BPJS Kesehatan

d)

Menurunnya jumlah tenaga spesialis

2.

Jika terjadi fluktuasi nilai tukar yang tinggi, proyek infrastruktur kesehatan dari pinjaman luar negeri menjadi lebih mahal. Hal ini menunjukkan kelemahan…

a)

Pembiayaan domestik

b)

Pembiayaan luar negeri

c)

Pembiayaan komunitas

d)

Out-of-pocket

3.

Penggunaan green bonds untuk pembangunan fasilitas kesehatan ramah lingkungan termasuk bagian dari…

a)

Pembiayaan tradisional

b)

Pembiayaan berkelanjutan

c)

Pembiayaan berbasis risiko

d)

Hibah internasional

4.

Jika sistem pembayaran berbasis performance-based tidak diterapkan, risiko terbesar adalah…

a)

Mobilisasi pendapatan menurun

b)

Dana tidak tersalurkan secara optimal

c)

Tenaga kesehatan menurun

d)

Hibah internasional berkurang

5.

Ketergantungan pada APBN berlebihan berisiko karena…

a)

Tantangan daerah tidak dapat diakomodasi

b)

Menciptakan defisit BPJS

c)

Memicu ketimpangan akses teknologi

d)

Mengurangi kebutuhan inovasi swasta

6.

Jika pencatatan data kesehatan tidak standar di tingkat daerah, dampak utamanya terhadap sistem pembiayaan nasional adalah…

a)

Pengalokasian anggaran menjadi tidak akurat

b)

BPJS kehilangan peserta

c)

Fasilitas kesehatan kekurangan obat

d)

Jumlah investasi swasta menurun

7.

Dalam konteks UU 1/2022 HKPD, daerah yang tidak mampu mengelola dana kesehatan berisiko…

a)

Tidak mendapatkan DAK

b)

Tidak memperoleh hibah internasional

c)

Tidak dapat mengakses BPJS

d)

Mengalami revisi APBD wajib

8.

Jika sektor swasta kurang terlibat, salah satu dampak jangka panjangnya adalah…

a)

Pertumbuhan fasilitas publik yang tidak terkontrol

b)

Beban fiskal negara meningkat

c)

Penurunan tarif INA-CBGs

d)

Penurunan jumlah PBI

9.

Rendahnya literasi masyarakat terhadap sistem pembiayaan kesehatan menyebabkan…

a)

Overutilization layanan primer

b)

Underutilization layanan JKN

c)

Defisit APBD

d)

Peningkatan pendapatan daerah

10.

Jika pemerintah memperluas penggunaan teknologi digital, implikasinya adalah…

a)

Penurunan klaim JKN

b)

Peningkatan kebutuhan SDM manual

c)

Penurunan tarif layanan

d)

Penurunan biaya administrasi

11.

Jika realisasi anggaran kesehatan daerah rendah meski alokasinya tinggi, penyebab paling logis adalah…

a)

Defisit BPJS

b)

Kekurangan SDM administrasi

c)

Kenaikan biaya obat

d)

Turunnya jumlah pasien

12.

Transfer DAK berbasis kinerja bertujuan agar…

a)

Daerah berlomba meningkatkan output layanan

b)

Pemerintah pusat mengurangi anggaran

c)

Rumah sakit swasta mendapat lebih banyak dana

13.

Jika APBD untuk kesehatan menurun akibat prioritas infrastruktur, kemungkinan dampak pada JKN adalah…

a)

Iuran PBI meningkat

b)

Jumlah rujukan meningkat

c)

Cakupan layanan promotif menurun

d)

Tarif INA-CBGs menurun

14.

Jika defisit BPJS meningkat, solusi paling tepat secara kebijakan adalah…

a)

Mengurangi layanan rujukan

b)

Menaikkan iuran atau subsidi pemerintah

c)

Mengurangi tenaga kesehatan

d)

Menghapus kelas rawat

15.

Peningkatan digitalisasi klaim BPJS akan…

a)

Mempercepat validasi dan mengurangi fraud

b)

Meningkatkan biaya operasional RS

c)

Mengurangi peserta JKN

d)

Membatasi akses FKTP

16.

Ketika pandemi menyebabkan kenaikan biaya layanan, pemerintah perlu…

a)

Mengurangi DAK

b)

Menambah belanja kesehatan dalam APBN

c)

Menghapus BPJS

d)

Mengurangi subsidi PBI

17.

Efisiensi pembiayaan dapat tercapai jika…

a)

RS membatasi jam pelayanan

b)

Sistem pembayaran berbasis kapitasi berjalan optimal

c)

Semua layanan dialihkan ke swasta

d)

Program PBI dihentikan

18.

Pembangunan puskesmas melalui DAK Fisik menunjukkan bahwa pemerintah fokus pada…

a)

Penguatan layanan primer

b)

Pembatasan rumah sakit swasta

c)

Penghapusan BPJS

d)

Penyederhanaan rujukan

19.

Pengelolaan APBN oleh Kementerian Kesehatan harus memastikan bahwa…

a)

Semua dana terpusat di RS

b)

Dana dialokasikan sesuai prioritas nasional

c)

Semua fasilitas diberikan dana sama

d)

Program kuratif dihapus

20.

Jika jumlah peserta JKN meningkat tetapi iuran tidak disesuaikan, dampaknya…

a)

Defisit BPJS meningkat

b)

Mutu layanan meningkat

c)

Rujukan berkurang

d)

Tarif laboratorium turun

21.

Jika biaya layanan swasta jauh lebih tinggi, pasien cenderung membayar out-of-pocket. Konsekuensinya…

a)

Meningkatnya beban biaya rumah tangga

b)

Menurunnya defisit BPJS

c)

Meningkatnya kerja sama PPP

d)

Penggunaan FKTP meningkat

22.

Perusahaan yang memberikan fasilitas kesehatan bagi karyawan memberikan kontribusi pada sistem pembiayaan melalui…

a)

Risk pooling

b)

Financing corporate

c)

Jaminan pemerintah

d)

Sumbangan donatur

23.

Penggunaan telemedicine oleh fasilitas swasta memperluas akses, tetapi dapat menimbulkan masalah jika…

a)

Pengguna banyak

b)

Data kesehatan tidak terintegrasi

c)

Tarif layanan turun

d)

Pasien tidak perlu rujukan

24.

. Jika rumah sakit swasta lebih fokus pada layanan menguntungkan seperti estetika, konsekuensi sistemik adalah…

a)

Pasien BPJS mendapatkan prioritas

b)

Penyakit kronis terabaikan

c)

Tarif obat turun

d)

Tenaga kesehatan tidak diperlukan

25.

Jika sektor swasta mendominasi layanan di perkotaan, masalah utama yang muncul di wilayah rural adalah…

a)

Overcapacity layanan

b)

Kekurangan fasilitas dan aksesibilitas

c)

Tarif obat standar

d)

Tingginya investasi asing

26.

Ketika tenaga medis swasta lebih tinggi gajinya, potensi risiko bagi RS pemerintah adalah…

a)

Peningkatan kebutuhan alat

b)

Migrasi tenaga medis ke sektor swasta

c)

Penurunan permintaan pasien

d)

Kelebihan dokter spesialis

27.

Jika asuransi swasta memperluas cakupan penyakit kritis, efek positifnya bagi sistem nasional adalah…

a)

Mengurangi tekanan pada pembiayaan BPJS

b)

Mengurangi jumlah pasien kaya

c)

Menambah defisit BPJS

d)

Menurunkan tarif rujukan

28.

Mekanisme fee-for-service pada fasilitas swasta berpotensi menyebabkan…

a)

Overutilization layanan

b)

Penurunan biaya obat

c)

Pengurangan tenaga kesehatan

d)

Pembatasan layanan

29.

Keterbatasan modal pada fasilitas swasta berdampak pada…

a)

Berkurangnya inovasi teknologi kesehatan

b)

Penurunan tarif asuransi

c)

Peningkatan kapasitas rawat inap

d)

Meningkatnya peran pemerintah

30.

. Kemitraan swasta-pemerintah (PPP) sangat penting terutama untuk…

a)

Mengurangi rujukan primer

b)

Pembangunan infrastruktur dan alat kesehatan

c)

Menambah PBI

d)

Membatasi asuransi swasta

31.

Rujukan horizontal digunakan ketika…

a)

FKTP tidak memiliki dokter

b)

Fasilitas yang dirujuk tidak memiliki layanan lebih tinggi tetapi setara

c)

Pasien membutuhkan subspesialis

d)

Pasien membutuhkan ICU

32.

. Keterbatasan ambulans di daerah terpencil paling berdampak pada…

a)

Kecepatan rujukan darurat

b)

Biaya rawat inap

c)

Administrasi puskesmas

d)

Penurunan peserta JKN

33.

Jika rujuk balik tidak dilakukan oleh rumah sakit, dampak terbesar adalah…

a)

Biaya BPJS turun

b)

Pasien tidak mau berobat

c)

FKTP menjadi swasta

d)

Kontinuitas perawatan terganggu

34.

Ketiadaan koordinasi antara FKTP dan FKTL menyebabkan…

a)

Penurunan angka rujukan

b)

Tarif layanan turun

c)

Duplikasi pemeriksaan dan inefisiensi biaya

d)

Cakupan imunisasi meningkat

35.

Jika RS tipe C mengalami overload, strategi paling tepat adalah…

a)

Peningkatan kelas rawat

b)

Mengirim pasien kembali ke FKTP

c)

Pengurangan tenaga medis

d)

Meningkatkan rujukan horizontal

36.

Implementasi sistem digital rujukan meningkatkan…

a)

Ketergantungan pada dokter

b)

Akurasi pemilihan fasilitas rujukan

c)

Biaya operasional

37.

Jika pasien memaksa ke RS tanpa rujukan, risiko utama adalah…

a)

Pasien ditolak permanen

b)

Klaim BPJS tidak dibayarkan

c)

Tidak ada akses layanan

d)

Tidak ada risiko

38.

. Kendala SDM rujukan paling berpengaruh pada…

a)

Kualitas analisis medis

b)

Biaya administrasi

c)

Tingkat rujukan balik

d)

Kecepatan koordinasi antar fasilitas

39.

Salah satu indikator keberhasilan sistem rujukan adalah…

a)

Tingginya jumlah rujukan

b)

Banyaknya pasien rawat inap

c)

Ketepatan rujukan sesuai kompetensi fasilitas

d)

Penurunan iuran BPJS

40.

Rujukan darurat tidak memerlukan surat rujukan jika…

a)

Pasien ingin layanan lebih baik

b)

Keluarga tidak setuju dirujuk

c)

Rumah sakit penuh

d)

Pasien pingsan dan membutuhkan penanganan segera

41.

Jika ahli gizi di Puskesmas kekurangan SDM, dampak paling kritis adalah…

a)

Layanan promotif-preventif terganggu

b)

Pasien rujukan berkurang

c)

RS tipe A overload

d)

Tarif gizi meningkat

42.

Ahli gizi klinik sangat berperan dalam kasus pasien ICU karena…

a)

Hanya ahli gizi yang boleh memeriksa pasien

b)

Dokter tidak menangani gizi

c)

Pasien memerlukan intervensi gizi presisi

d)

BPJS mewajibkan

43.

Jika skrining gizi tidak dilakukan pada pasien rawat inap, dampak jangka panjang adalah....

a)

Meningkatnya pasien pulang cepat

b)

Malnutrisi rumah sakit

c)

Penurunan beban BPJS

d)

Biaya layanan turun

44.

Dalam pelayanan primer, ahli gizi berfokus pada…

a)

Terapi diet penyakit kronis berat

b)

Intervensi ICU

c)

Operasi gizi enteral

d)

Kegiatan promotif dan edukasi masyarakat

45.

Ahli gizi yang tidak melakukan monitoring diet pasien berisiko menyebabkan…

a)

Penurunan beban dokter

b)

Kenaikan tarif INA-CBGs

c)

Diet tidak tepat dan komplikasi

d)

Meningkatnya rujukan

46.

Ketimpangan distribusi ahli gizi berdampak pada…

a)

Penurunan referal

b)

RS swasta tutup

c)

Tidak meratanya program gizi masyarakat

d)

Penurunan angka PHBS

47.

Dalam upaya preventif, ahli gizi berperan dalam…

a)

Terapi penyakit kritis

b)

Suplementasi gizi dan surveilans

c)

Penetapan tarif BPJS

d)

Operasi gizi klinik

48.

Kolaborasi lintas profesi diperlukan terutama untuk…

a)

Mengurangi pengeluaran rumah tangga

b)

Mengurangi peran perawat

c)

Menghapus rujukan

d)

Mengoptimalkan intervensi gizi dalam perawatan

49.

Dalam pelayanan sekunder, ahli gizi fokus pada….

a)

Promotif

b)

Konsultasi online

c)

Asuhan gizi klinik dan penyusunan diet

d)

Pengukuran tinggi badan saja

50.

Dalam rehabilitatif, ahli gizi berperan pada…

a)

Diagnosis penyakit

b)

Penetapan tarif BPJS

c)

Pemulihan pasien pasca penyakit kronis

d)

Pemberian edukasi gizi