Font size
WorksheetsPATOLOGI KLINIK (PEMERIKSAAN AGD)
Total questions: 107
Worksheet time: 54mins
Analisis gas darah arteri merupakan prosedur yang digunakan untuk menentukan:
Tekanan darah dan nadi
Status asam basa, ventilasi, dan oksigenasi pasien
Kadar hemoglobin
Keseimbangan cairan tubuh
AGD merupakan prosedur yang:
Jarang digunakan
Tidak diperlukan pada pasien ICU
Merupakan standar baku untuk menilai ventilasi dan oksigenasi
Digunakan hanya pada pasien sehat
Pemeriksaan AGD dapat membantu menegakkan diagnosis berikut, kecuali:
Gagal napas
Hiperventilasi
Asidosis atau alkalosis metabolik
Hipotensi
Salah satu fungsi AGD adalah untuk:
Menentukan kadar leukosit
Menilai fungsi hepar
Menentukan gangguan asam basa
Menentukan status koagulasi
Kadar normal HCO₃⁻ adalah:
10–20 mmol/L
22–28 mmol/L
28–35 mmol/L
40–50 mmol/L
Pada alkalosis metabolik, HCO₃⁻ akan:
Menurun
Tetap
Meningkat
Tidak dipengaruhi
Nilai Base Excess yang menunjukkan alkalosis metabolik adalah:
BE −5
BE −2
BE +3
BE 0
Kadar pO₂ normal adalah:
40–60 mmHg
60–80 mmHg
80–100 mmHg
100–150 mmHg
Hipoksemia ditandai dengan pO₂:
100 mmHg
> 90%
Saturasi oksigen (SO₂) normal adalah:
> 70%
> 80%
> 90%
> 95%
pH ↓ dan pCO₂ ↑ menunjukkan:
Asidosis respiratorik
Alkalosis respiratorik
Asidosis metabolik
Alkalosis metabolik
pH ↑ dan HCO₃⁻ ↑ menunjukkan:
Asidosis metabolik
Hipoksemia
Alkalosis metabolik
Gangguan respirasi akut
Pada gangguan primer, nilai pCO₂ dan HCO₃⁻:
Selalu berlawanan
Selalu sama arah dengan pH
Tidak memengaruhi interpretasi
Tidak berubah sama sekali
Contoh pH 7,56 (alkalosis), pCO₂ 18 (alkalosis), HCO₃⁻ 20 (asidosis) menunjukkan:
Asidosis respiratorik
Alkalosis metabolik
Alkalosis respiratorik
Asidosis metabolik dengan kompensasi respiratorik
Kompensasi metabolik terjadi bila:
HCO₃⁻ berlawanan arah dengan pH
pCO₂ berlawanan arah dengan pH
Tidak ada perubahan pH
pO₂ menurun
PaO₂ < 8 kPa menunjukkan:
Hiperventilasi
Penurunan oksigenasi yang berat
Asidosis metabolik ringan
Nilai normal
Parameter yang digunakan untuk menilai berat-ringan kondisi pasien, kecuali:
PaCO₂
BE < -10 / HCO₃ < 15
H⁺ > 55 / pH < 7,25
Denyut jantung per menit
Asidosis respiratorik dapat disebabkan oleh:
Hiperventilasi
Obstruksi saluran napas
Infeksi virus
Dehidrasi
Nilai pH normal dalam darah adalah:
7,0–7,4
7,5–7,8
7,35–7,45
6,8–7,2
Gejala klinis dari hipoksemia termasuk:
Semua jawaban benar
Pusing
Sesak napas
Nyeri dada
Pemeriksaan AGD secara teratur berguna untuk:
Menilai kadar hormon tiroid
Mengetahui efektivitas terapi dan mendeteksi perburukan
Menilai fungsi ginjal
Menentukan kadar elektrolit
Pasien yang perlu evaluasi AGD adalah, kecuali:
Pasien dengan ventilator mekanik
Pasien yang mendapat CPAP
Pasien gagal napas
Pasien tanpa keluhan dan kondisi stabil
AGD diperlukan pada pasien berikut, kecuali:
Pasien hiperkapnia kronik dengan terapi O₂
Pasien yang direncanakan mendapat O₂ jangka panjang
Pasien kritis saat operasi toraks
Pasien sehat tanpa kelainan pernapasan
Salah satu kontraindikasi pemeriksaan AGD adalah:
Tidak ada gangguan pembekuan darah
Sirkulasi arteri bilateral yang tidak adekuat
Pasien memakai ventilator
Pasien hipoksemia
Dalam tahap pra-analitik, dokter harus memeriksa formulir untuk memastikan:
Apakah pasien sudah puasa
Apakah sudah ada diagnosis pasien
Apakah pasien alergi obat
Apakah hasil lab sebelumnya normal
Keterangan klinis pasien yang perlu diperhatikan sebelum AGD adalah, kecuali:
Nilai saturasi sebelumnya
Riwayat penggunaan ventilator
Terapi oksigen
Riwayat operasi gigi
Persiapan khusus yang harus dilakukan pasien sebelum AGD adalah:
Puasa 8 jam
Tidak ada persiapan khusus
Minum air putih 1 liter
Menghentikan semua terapi obat
Identifikasi pasien dilakukan dengan cara, kecuali:
a. Memeriksa gelang identitas
b. Mengonfirmasi nama ke pasien/pendamping
c. Menentukan golongan darah pasien
d. Mencocokkan formulir permintaan
a
b
c
d
Lokasi sampling AGD yang paling umum digunakan adalah:
a. Arteri radialis
b. Vena median kubiti
c. Arteri dorsalis pedis
d. Arteri brakialis posterior
a
b
c
d
Pada neonatus, sampel AGD dapat diambil dari:
Darah vena dapat digunakan untuk:
Pemeriksaan AGD dilakukan sesegera mungkin pada:
Setelah terapi oksigen diberikan, AGD diulang setelah:
Tes Allen dilakukan untuk:
Sebelum melakukan pungsi arteri, hal berikut harus dilakukan, kecuali:
Heparin cair pada spuit harus:
Posisi memegang spuit yang benar saat pungsi adalah:
Sudut masuk jarum saat pungsi arteri radialis adalah:
Setelah sampel darah masuk dalam spuit:
c. Jarum dicabut dan ditutup dengan karet penutup
Salah satu metode pemeriksaan AGD adalah:
a. Metode kolorimetri
b. Metode penyetimbangan Astrup
c. Metode turbidimetri
d. Metode spektrofotometri
g. Metode penyetimbangan Astrup
Metode pemeriksaan yang menggunakan elektroda spesifik adalah:
Asam adalah senyawa yang dapat:
b. Mendonorkan ion H⁺/proton
Basa adalah senyawa yang dapat:
a. Mendonorkan proton
b. Melepaskan ion hydroxyl (OH⁻)
c. Menghilangkan bikarbonat
d. Mengikat hemoglobin
Buffer (penyangga) adalah:
a. Kombinasi asam kuat dan basa kuat
b. Kombinasi asam lemah dan/atau basa lemah serta garamnya
c. Bikarbonat saja
d. Enzim yang mengatur pH
Peningkatan konsentrasi ion H⁺ disebut:
a. Alkalemia
b. Alkalosis
c. Asidosis
d. Hipoksemia
Rentang pH darah arteri normal adalah:
a. 7,0 – 7,2
b. 7,20 – 7,30
c. 7,35 – 7,45
d. 7,80 – 8,00
Buffer utama tubuh yang memiliki pH sekitar 6,1 adalah sistem:
Persamaan Henderson–Hasselbalch digunakan untuk menghitung:
Mekanisme respirasi dalam pengaturan asam basa terutama mengatur:
Mekanisme ginjal dalam pengaturan pH darah termasuk
c. Asidifikasi garam dapar
Base Excess (BE) adalah:
Bila pH < 7,35 disebut:
Kadar pCO₂ normal adalah:
a. 20–30 mmHg
b. 25–35 mmHg
c. 35–45 mmHg
d. 45–65 mmHg
Asidosis respiratorik terjadi bila:
a. pCO₂ < 35 mmHg
b. pCO₂ > 45 mmHg
c. HCO₃⁻ turun
d. pH naik
Kadar normal HCO₃⁻ adalah:
Pada alkalosis metabolik, HCO₃⁻ akan:
Nilai Base Excess yang menunjukkan alkalosis metabolik adalah:
Kadar pO₂ normal adalah:
kadar oksigen normal adalah
> 90%
pH ↓ dan pCO₂ ↑ menunjukkan:
pH ↑ dan HCO₃⁻ ↑ menunjukkan:
Pada gangguan primer, nilai pCO₂ dan HCO₃⁻:
Contoh pH 7,56 (alkalosis), pCO₂ 18 (alkalosis), HCO₃⁻ 20 (asidosis) menunjukkan:
c. Alkalosis respiratorik dengan kompensasi asidosis metabolik
Kompensasi metabolik terjadi bila:
Pada asidosis metabolik, kompensasi tubuh yang terjadi adalah:
Pada alkalosis metabolik, kompensasi respirasi yang terjadi adalah:
Pada asidosis respiratorik, ginjal mengompensasi dengan cara:
Pada asidosis metabolik, pH < 7,35 dan HCO₃⁻:
Formula Winter digunakan untuk:
Pada alkalosis respiratorik akut, perubahan HCO₃⁻ adalah:
Kelainan paru obstruktif kronis (COPD) menyebabkan:
Asidosis metabolik dapat disebabkan oleh:
Alkalosis metabolik dapat terjadi karena:
a. Asidosis laktat
b. Hiperkloremia
c. Penggunaan antasida berlebihan
d. Hipoventilasi
Anion gap normal berada pada kisaran:
Rumus menghitung anion gap adalah:
Anion gap digunakan terutama untuk menentukan penyebab:
Delta gap dihitung dengan rumus:
Delta ratio digunakan untuk menilai:
Delta ratio < 0,4 menunjukkan:
Gelembung udara dalam sampel akan menyebabkan:
Pemberian antikoagulan yang berlebihan menyebabkan:
Sampel yang terlambat diperiksa >20 menit pada suhu ruang akan menyebabkan:
pH 7,22 | pCO₂ 15 mmHg | HCO₃⁻ 6 mmol/L
pH 7,22 menunjukkan:
pH 7,22 | pCO₂ 15 mmHg | HCO₃⁻ 6 mmol/L
pCO₂ menurun menunjukkan:
pH 7,22 | pCO₂ 15 mmHg | HCO₃⁻ 6 mmol/L
HCO₃⁻ menurun menunjukkan:
a. Asidosis metabolik
b. Alkalosis respiratorik
c. Alkalosis metabolik
d. Normal
c. metabolik
pH 7,22 | pCO₂ 15 mmHg | HCO₃⁻ 6 mmol/L
Kesimpulan status asam–basa adalah:
a. Alkalosis metabolik dengan kompensasi respiratorik
b. Asidosis metabolik dengan kompensasi alkalosis respiratorik
c. Asidosis respiratorik tanpa kompensasi
d. Alkalosis respiratorik tanpa kompensasi
pH 7,50 | pCO₂ 42 mmHg | HCO₃⁻ 33 mmol/L
pH meningkat menunjukkan:
pH 7,50 | pCO₂ 42 mmHg | HCO₃⁻ 33 mmol/L
pCO₂ normal (35–45 mmHg) berarti:
pH 7,50 | pCO₂ 42 mmHg | HCO₃⁻ 33 mmol/L
HCO₃⁻ meningkat menunjukkan:
a. Asidosis metabolik
b. Alkalosis metabolik
c. Asidosis respiratorik
d. Normal
pH 7,50 | pCO₂ 42 mmHg | HCO₃⁻ 33 mmol/L
Status asam–basa kasus ini adalah:
pH 7,48 | pCO₂ 32 mmHg | HCO₃⁻ 21 mmol/L
pH meningkat →
pH 7,48 | pCO₂ 32 mmHg | HCO₃⁻ 21 mmol/L
pCO₂ menurun →
a. Alkalosis respiratorik primer
b. Asidosis respiratorik primer
c. Kompensasi metabolik
d. Tidak penting
pH 7,48 | pCO₂ 32 mmHg | HCO₃⁻ 21 mmol/L
HCO₃⁻ menurun →
a. Asidosis metabolik sekunder
b. Alkalosis metabolik primer
c. Normal
d. Tidak ada gangguan metabolik
d. Asidosis metabolik sekunder
pH 7,48 | pCO₂ 32 mmHg | HCO₃⁻ 21 mmol/L
Status gangguan asam–basa adalah:
pH 7,41 | pCO₂ 24 mmHg | HCO₃⁻ 14 mmol/L
pH normal 7,35–7,45 → kondisi ini adalah:
d. Normal
pH 7,41 | pCO₂ 24 mmHg | HCO₃⁻ 14 mmol/L
pCO₂ menurun menunjukkan:
a. Asidosis respiratorik
b. Alkalosis respiratorik
c. Asidosis metabolik
d. Tidak relevan
Asidosis respiratorik
Alkalosis respiratorik
asidosis respiratorik
tidak relevan
pH 7,41 | pCO₂ 24 mmHg | HCO₃⁻ 14 mmol/L
HCO₃⁻ rendah adalah tanda:
a. Alkalosis metabolik
b. Asidosis metabolik
c. Kompensasi respiratorik
d. Tidak ada gangguan metabolik
Alkalosis metabolik
Asidosis metabolik
Kompensasi
Tidak ada gangguan metabolik
pH 7,41 | pCO₂ 24 mmHg | HCO₃⁻ 14 mmol/L
Status asam–basa:
Alkalosis respiratorik kompensasi sempurna
Asidosis metabolik dengan kompensasi
Asidosis respiratorik tidak terkompensasi
Gangguan campuran
pH 7,10 | pCO₂ 48 mmHg | HCO₃⁻ 16 mmol/L
Status asam basa:
Asidosis respiratorik saja
Asidosis metabolik saja
Gangguan campuran: asidosis respiratorik + asidosis metabolik
Alkalosis respiratorik dengan kompensasi metabolik
pH 7,65 | pCO₂ 31 mmHg | HCO₃⁻ 35 mmol/L
Status asam basa:
a. Gangguan campuran: alkalosis respiratorik + metabolik
b. Asidosis respiratorik
c. Asidosis metabolik
d. Normal
pH 7,24 | pCO₂ 70 mmHg | HCO₃⁻ 24 mmol/L | BE normal
pCO₂ 70 mmHg menunjukkan:
a. Alkalosis respiratorik
b. Asidosis respiratorik
c. Normal
d. Hiperventilasi
a. Alkalosis respiratorik
b. Asidosis respiratorik
c. Normal
d. Hiperventilasi
pH 7,24 | pCO₂ 70 mmHg | HCO₃⁻ 24 mmol/L | BE normal
Status akhir kasus:
a. Asidosis respiratorik tidak terkompensasi
b. Asidosis metabolik tidak terkompensasi
c. Alkalosis respiratorik
d. Asidosis campuran
pH 7,23 | pCO₂ 22 mmHg | HCO₃⁻ 9 mmol/L
Kedua nilai pCO₂ dan HCO₃⁻ sama-sama turun → ini menandakan:
a. Gangguan campuran
b. Gangguan tunggal
c. Normal
d. Tidak bisa dinilai
HCO₃⁻ 9 mmol/L menunjukkan:
a. Asidosis metabolik
b. Alkalosis metabolik
c. Normal
d. Kompensasi respiratorik
a. Asidosis metabolik
b. Alkalosis metabolik
c. Normal
d. Kompensasi respiratorik
pCO₂ 22 mmHg menunjukkan kompensasi:
a. Respiratorik adekuat
b. Tidak ada kompensasi
c. Kompensasi metabolik
d. Gagal kompensasi
a
b
c
d
Delta ratio 2,6 menunjukkan:
a. Asidosis metabolik murni
b. Alkalosis metabolik menyertai
c. Asidosis respiratorik
d. Gangguan campuran asidosis respiratorik
a
b
c
d
pH 7,24 | pCO₂ 60 mmHg | HCO₃⁻ 27 mmol/L
Status akhir kasus:
a. Asidosis respiratorik akut
b. Asidosis metabolik
c. Alkalosis respiratorik
d. Campuran metabolik–respiratorik
a
b
c
d
