wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PATOLOGI KLINIK (PEMERIKSAAN AGD)

Total questions: 107

Worksheet time: 54mins

Name
Class
Date
1.

Analisis gas darah arteri merupakan prosedur yang digunakan untuk menentukan:

a)

Tekanan darah dan nadi

b)

Status asam basa, ventilasi, dan oksigenasi pasien

c)

Kadar hemoglobin

d)

Keseimbangan cairan tubuh

2.

AGD merupakan prosedur yang:

a)

Jarang digunakan

b)

Tidak diperlukan pada pasien ICU

c)

Merupakan standar baku untuk menilai ventilasi dan oksigenasi

d)

Digunakan hanya pada pasien sehat

3.

Pemeriksaan AGD dapat membantu menegakkan diagnosis berikut, kecuali:

a)

Gagal napas

b)

Hiperventilasi

c)

Asidosis atau alkalosis metabolik

d)

Hipotensi

4.

Salah satu fungsi AGD adalah untuk:

a)

Menentukan kadar leukosit

b)

Menilai fungsi hepar

c)

Menentukan gangguan asam basa

d)

Menentukan status koagulasi

5.

Kadar normal HCO₃⁻ adalah:

a)

10–20 mmol/L

b)

22–28 mmol/L

c)

28–35 mmol/L

d)

40–50 mmol/L

6.

Pada alkalosis metabolik, HCO₃⁻ akan:

a)

Menurun

b)

Tetap

c)

Meningkat

d)

Tidak dipengaruhi

7.

Nilai Base Excess yang menunjukkan alkalosis metabolik adalah:

a)

BE −5

b)

BE −2

c)

BE +3

d)

BE 0

8.

Kadar pO₂ normal adalah:

a)

40–60 mmHg

b)

60–80 mmHg

c)

80–100 mmHg

d)

100–150 mmHg

9.

Hipoksemia ditandai dengan pO₂:

a)

100 mmHg

b)

> 90%

10.

Saturasi oksigen (SO₂) normal adalah:

a)

> 70%

b)

> 80%

c)

> 90%

d)

> 95%

11.

pH ↓ dan pCO₂ ↑ menunjukkan:

a)

Asidosis respiratorik

b)

Alkalosis respiratorik

c)

Asidosis metabolik

d)

Alkalosis metabolik

12.

pH ↑ dan HCO₃⁻ ↑ menunjukkan:

a)

Asidosis metabolik

b)

Hipoksemia

c)

Alkalosis metabolik

d)

Gangguan respirasi akut

13.

Pada gangguan primer, nilai pCO₂ dan HCO₃⁻:

a)

Selalu berlawanan

b)

Selalu sama arah dengan pH

c)

Tidak memengaruhi interpretasi

d)

Tidak berubah sama sekali

14.

Contoh pH 7,56 (alkalosis), pCO₂ 18 (alkalosis), HCO₃⁻ 20 (asidosis) menunjukkan:

a)

Asidosis respiratorik

b)

Alkalosis metabolik

c)

Alkalosis respiratorik

d)

Asidosis metabolik dengan kompensasi respiratorik

15.

Kompensasi metabolik terjadi bila:

a)

HCO₃⁻ berlawanan arah dengan pH

b)

pCO₂ berlawanan arah dengan pH

c)

Tidak ada perubahan pH

d)

pO₂ menurun

16.

PaO₂ < 8 kPa menunjukkan:

a)

Hiperventilasi

b)

Penurunan oksigenasi yang berat

c)

Asidosis metabolik ringan

d)

Nilai normal

17.

Parameter yang digunakan untuk menilai berat-ringan kondisi pasien, kecuali:

a)

PaCO₂

b)

BE < -10 / HCO₃ < 15

c)

H⁺ > 55 / pH < 7,25

d)

Denyut jantung per menit

18.

Asidosis respiratorik dapat disebabkan oleh:

a)

Hiperventilasi

b)

Obstruksi saluran napas

c)

Infeksi virus

d)

Dehidrasi

19.

Nilai pH normal dalam darah adalah:

a)

7,0–7,4

b)

7,5–7,8

c)

7,35–7,45

d)

6,8–7,2

20.

Gejala klinis dari hipoksemia termasuk:

a)

Semua jawaban benar

b)

Pusing

c)

Sesak napas

d)

Nyeri dada

21.

Pemeriksaan AGD secara teratur berguna untuk:

a)

Menilai kadar hormon tiroid

b)

Mengetahui efektivitas terapi dan mendeteksi perburukan

c)

Menilai fungsi ginjal

d)

Menentukan kadar elektrolit

22.

Pasien yang perlu evaluasi AGD adalah, kecuali:

a)

Pasien dengan ventilator mekanik

b)

Pasien yang mendapat CPAP

c)

Pasien gagal napas

d)

Pasien tanpa keluhan dan kondisi stabil

23.

AGD diperlukan pada pasien berikut, kecuali:

a)

Pasien hiperkapnia kronik dengan terapi O₂

b)

Pasien yang direncanakan mendapat O₂ jangka panjang

c)

Pasien kritis saat operasi toraks

d)

Pasien sehat tanpa kelainan pernapasan

24.

Salah satu kontraindikasi pemeriksaan AGD adalah:

a)

Tidak ada gangguan pembekuan darah

b)

Sirkulasi arteri bilateral yang tidak adekuat

c)

Pasien memakai ventilator

d)

Pasien hipoksemia

25.

Dalam tahap pra-analitik, dokter harus memeriksa formulir untuk memastikan:

a)

Apakah pasien sudah puasa

b)

Apakah sudah ada diagnosis pasien

c)

Apakah pasien alergi obat

d)

Apakah hasil lab sebelumnya normal

26.

Keterangan klinis pasien yang perlu diperhatikan sebelum AGD adalah, kecuali:

a)

Nilai saturasi sebelumnya

b)

Riwayat penggunaan ventilator

c)

Terapi oksigen

d)

Riwayat operasi gigi

27.

Persiapan khusus yang harus dilakukan pasien sebelum AGD adalah:

a)

Puasa 8 jam

b)

Tidak ada persiapan khusus

c)

Minum air putih 1 liter

d)

Menghentikan semua terapi obat

28.

Identifikasi pasien dilakukan dengan cara, kecuali:
a. Memeriksa gelang identitas
b. Mengonfirmasi nama ke pasien/pendamping
c. Menentukan golongan darah pasien
d. Mencocokkan formulir permintaan

a)

a

b)

b

c)

c

d)

d

29.

Lokasi sampling AGD yang paling umum digunakan adalah:
a. Arteri radialis
b. Vena median kubiti
c. Arteri dorsalis pedis
d. Arteri brakialis posterior

a)

a

b)

b

c)

c

d)

d

30.

Pada neonatus, sampel AGD dapat diambil dari:

a)
b. Darah kapiler
b)
d. Arteri karotis
c)
c. Darah vena
d)
a. Vena femoralis
31.

Darah vena dapat digunakan untuk:

a)
a. Menilai kadar glukosa darah
b)
b. Penilaian cepat status metabolik
c)
c. Menilai tekanan darah arteri
d)
d. Menilai kadar karbon dioksida
32.

Pemeriksaan AGD dilakukan sesegera mungkin pada:

a)
a. Pemeriksaan mendalam
b)
c. Pasien dalam kondisi kritis
c)
d. Pasien tidak sadar
d)
b. Keadaan darurat
33.

Setelah terapi oksigen diberikan, AGD diulang setelah:

a)
d. 45 menit
b)
c. 20 menit
c)
a. 15 menit
d)
b. 30 menit
34.

Tes Allen dilakukan untuk:

a)
b. Menilai sirkulasi kolateral arteri radialis
b)
c. Menilai fungsi ginjal
c)
a. Menilai kadar glukosa
d)
d. Menilai tekanan jantung
35.

Sebelum melakukan pungsi arteri, hal berikut harus dilakukan, kecuali:

a)
g. Menyediakan ruang operasi
b)
d. Memberikan anestesi umum
c)
e. Menggunakan anestesi lokal
d)
f. Memastikan identitas pasien
36.

Heparin cair pada spuit harus:

a)
a. Disisakan 2 cc dalam spuit
b)
c. Dibiarkan mengisi seluruh spuit
c)
b. Dibuang sampai hanya membasahi dinding spuit
d)
d. Dicampur dengan larutan saline
37.

Posisi memegang spuit yang benar saat pungsi adalah:

a)
c. Seperti memegang pensil
b)
b. Seperti memegang buku
c)
a. Seperti memegang bola
d)
d. Seperti memegang sendok
38.

Sudut masuk jarum saat pungsi arteri radialis adalah:

a)
b. 30°
b)
d. 90°
c)
c. 45°
d)
a. 10°
39.

Setelah sampel darah masuk dalam spuit:

a)

c. Jarum dicabut dan ditutup dengan karet penutup

b)
a. Darah harus diasipirasi
c)
d. Darah harus dibuang segera
d)
b. Jarum harus ditutup rapat
40.

Salah satu metode pemeriksaan AGD adalah:
a. Metode kolorimetri
b. Metode penyetimbangan Astrup
c. Metode turbidimetri
d. Metode spektrofotometri

a)
d. Metode spektrofotometri
b)

g. Metode penyetimbangan Astrup

c)
f. Metode kromatografi
d)
e. Metode fotometri
41.

Metode pemeriksaan yang menggunakan elektroda spesifik adalah:

a)
Metode fotometri
b)
Metode titrasi
c)
Metode kromatografi
d)
c. Metode elektroda
42.

Asam adalah senyawa yang dapat:

a)
a. Menghasilkan ion H⁺
b)

b. Mendonorkan ion H⁺/proton

c)
c. Mengikat ion OH⁻
d)
d. Menghancurkan karbonat
43.

Basa adalah senyawa yang dapat:
a. Mendonorkan proton
b. Melepaskan ion hydroxyl (OH⁻)
c. Menghilangkan bikarbonat
d. Mengikat hemoglobin

a)
a. Menerima ion hidrogen (H⁺)
b)
c. Menghasilkan karbon dioksida (CO₂)
c)
d. Mengikat oksigen dalam darah
d)
b. Melepaskan ion hydroxyl (OH⁻)
44.

Buffer (penyangga) adalah:
a. Kombinasi asam kuat dan basa kuat
b. Kombinasi asam lemah dan/atau basa lemah serta garamnya
c. Bikarbonat saja
d. Enzim yang mengatur pH

a)
b. Kombinasi asam lemah dan/atau basa lemah serta garamnya
b)
a. Campuran asam lemah dan basa kuat
c)
c. Larutan garam biasa
d)
d. Senyawa yang meningkatkan pH
45.

Peningkatan konsentrasi ion H⁺ disebut:
a. Alkalemia
b. Alkalosis
c. Asidosis
d. Hipoksemia

a)
b. Hiperoksia
b)
c. Asidosis
c)
a. Asidosis respiratorik
d)
d. Hiperkalemia
46.

Rentang pH darah arteri normal adalah:

a. 7,0 – 7,2
b. 7,20 – 7,30
c. 7,35 – 7,45
d. 7,80 – 8,00

a)
a. 6,8 – 7,0
b)
c. 7,35 – 7,45
c)
b. 7,10 – 7,20
d)
d. 8,00 – 8,10
47.

Buffer utama tubuh yang memiliki pH sekitar 6,1 adalah sistem:

a)
b. Fosfat
b)
c. Asam asetat
c)
a. Albumin
d)
d. Natrium klorida
48.

Persamaan Henderson–Hasselbalch digunakan untuk menghitung:

a)
d. Kadar glukosa dalam darah
b)
b. Hubungan pH dengan H₂O dan H₂CO₃
c)
a. Kadar CO₂ total
d)
c. Hubungan pH dengan HCO₃⁻ dan H₂CO₃
49.

Mekanisme respirasi dalam pengaturan asam basa terutama mengatur:

a)
b. PaCO₂
b)
a. H₂O
c)
c. Kalsium
d)
d. Karbon monoksida
50.

Mekanisme ginjal dalam pengaturan pH darah termasuk

a)
d. Pengaturan kadar glukosa
b)
e. Sekresi ion natrium
c)

c. Asidifikasi garam dapar

d)
f. Reabsorpsi asam amino
51.

Base Excess (BE) adalah:

a)
a. Kelebihan karbon dioksida dalam darah
b)
c. Jumlah oksigen dalam darah arteri
c)
d. Kadar glukosa dalam plasma
d)
b. Jumlah asam/basa yang ditambahkan untuk pH darah 7,4
52.

Bila pH < 7,35 disebut:

a)
c. Hiperemia
b)
a. Asfiksia
c)
d. Hipertensi
d)
b. Asidosis
53.

Kadar pCO₂ normal adalah:
a. 20–30 mmHg
b. 25–35 mmHg
c. 35–45 mmHg
d. 45–65 mmHg

a)
a. 10–20 mmHg
b)
b. 30–40 mmHg
c)
d. 50–70 mmHg
d)
c. 35–45 mmHg
54.

Asidosis respiratorik terjadi bila:
a. pCO₂ < 35 mmHg
b. pCO₂ > 45 mmHg
c. HCO₃⁻ turun
d. pH naik

a)
b. pCO₂ > 45 mmHg
b)
d. pH turun
c)
c. HCO₃⁻ meningkat
d)
a. pCO₂ < 30 mmHg
55.

Kadar normal HCO₃⁻ adalah:

a)
b. 22–28 mmol/L
b)
d. 15–25 mmol/L
c)
c. 30–40 mmol/L
d)
a. 5–10 mmol/L
56.

Pada alkalosis metabolik, HCO₃⁻ akan:

a)
c. Meningkat
b)
a. Meningkat drastis
c)
b. Menurun
d)
d. Berkurang
57.

Nilai Base Excess yang menunjukkan alkalosis metabolik adalah:

a)
c. BE +3
b)
d. BE +2
c)
b. BE −4
d)
a. BE +1
58.

Kadar pO₂ normal adalah:

a)
a. 20–40 mmHg
b)
b. 40–60 mmHg
c)
d. 150–200 mmHg
d)
c. 80–100 mmHg
59.

kadar oksigen normal adalah

a)

> 90%

b)
< 70 mmHg
c)
< 40%
d)
a. < 60 mmHg
60.

pH ↓ dan pCO₂ ↑ menunjukkan:

a)
e. Asidosis respiratorik akut
b)
a. Asidosis respiratorik
c)
f. Alkalosis respiratorik kronis
d)
g. Asidosis metabolik respiratorik
61.

pH ↑ dan HCO₃⁻ ↑ menunjukkan:

a)
a. Hiperkalemia
b)
b. Dehidrasi berat
c)
d. Asidosis respiratori
d)
c. Alkalosis metabolik
62.

Pada gangguan primer, nilai pCO₂ dan HCO₃⁻:

a)
Hanya memengaruhi HCO₃⁻ saja
b)
Tidak ada perubahan pada pCO₂
c)
Selalu berlawanan arah dengan pH
d)
a. Selalu berlawanan
63.

Contoh pH 7,56 (alkalosis), pCO₂ 18 (alkalosis), HCO₃⁻ 20 (asidosis) menunjukkan:

a)
a. Asidosis respiratorik
b)
b. Alkalosis metabolik
c)
d. Asidosis metabolik tanpa kompensasi
d)

c. Alkalosis respiratorik dengan kompensasi asidosis metabolik

64.

Kompensasi metabolik terjadi bila:

a)
a. HCO₃⁻ berlawanan arah dengan pH
b)
b. pCO₂ sejalan dengan pH
c)
c. pH meningkat bersamaan dengan HCO₃⁻
d)
d. pO₂ meningkat secara signifikan
65.

Pada asidosis metabolik, kompensasi tubuh yang terjadi adalah:

a)
d. Produksi H⁺ menurun
b)
a. Stimulasi pernapasan → pCO₂ ↑
c)
c. Reabsorpsi HCO₃⁻ meningkat
d)
b. Stimulasi pernapasan → pCO₂ ↓
66.

Pada alkalosis metabolik, kompensasi respirasi yang terjadi adalah:

a)
a. Hiperventilasi → pCO₂ ↓
b)
c. Penurunan H⁺ darah
c)
b. Kenaikan reabsorpsi HCO₃⁻
d)
a. Hipoventilasi → pCO₂ ↑
67.

Pada asidosis respiratorik, ginjal mengompensasi dengan cara:

a)
b. Meningkatkan reabsorpsi HCO₃⁻
b)
c. Mengurangi ekskresi H⁺
c)
a. Meningkatkan ekskresi HCO₃⁻
d)
d. Meningkatkan ventilasi
68.

Pada asidosis metabolik, pH < 7,35 dan HCO₃⁻:

a)
d. Meningkat tajam
b)
a. Menurun drastis
c)
c. Menurun
d)
b. Meningkat sedikit
69.

Formula Winter digunakan untuk:

a)
a. Menentukan pH target pada asidosis respiratorik
b)
b. Menghitung pCO₂ kompensasi pada asidosis metabolik
c)
c. Menghitung kadar glukosa dalam darah
d)
d. Menentukan kadar natrium dalam urine
70.

Pada alkalosis respiratorik akut, perubahan HCO₃⁻ adalah:

a)
a. Naik 2–3 mmol/L per 10 mmHg pCO₂
b)
d. Turun menjadi > 15 mmol/L
c)
c. Naik 1–2 mmol/L per 10 mmHg pCO₂
d)
b. Turun 1–2 mmol/L per 10 mmHg pCO₂
71.

Kelainan paru obstruktif kronis (COPD) menyebabkan:

a)
a. Asidosis metabolik
b)
c. Alkalosis respiratorik
c)
d. Alkalosis metabolik
d)
b. Asidosis respiratorik
72.

Asidosis metabolik dapat disebabkan oleh:

a)
b. Oksidasi karbohidrat tidak sempurna
b)
c. Dehidrasi berat
c)
a. Hipoventilasi berlebihan
d)
d. Pemberian insulin berlebih
73.

Alkalosis metabolik dapat terjadi karena:
a. Asidosis laktat
b. Hiperkloremia
c. Penggunaan antasida berlebihan
d. Hipoventilasi

a)
a. Asidosis respiratorik
b)
b. Hiperkalemia
c)
c. Penggunaan antasida berlebihan
d)
d. Hiperventilasi berlebihan
74.

Anion gap normal berada pada kisaran:

a)
a. 5–10 mmol/L
b)
c. 15–19 mmol/L
c)
d. 25–30 mmol/L
d)
b. 8–16 mmol/L
75.

Rumus menghitung anion gap adalah:

a)
c. Na⁺ − (Cl⁻ + HCO₃⁻)
b)
g. Na⁺ − Cl⁻ + HCO₃⁻
c)
f. (Na⁺ + Cl⁻) − HCO₃⁻
d)
e. Na⁺ + (Cl⁻ − HCO₃⁻)
76.

Anion gap digunakan terutama untuk menentukan penyebab:

a)
d. PCO₂ rendah
b)
b. Alkalosis respiratorik
c)
c. Hiperkalemia
d)
a. Asidosis metabolik
77.

Delta gap dihitung dengan rumus:

a)
d. HCO₃⁻ + AG pasien
b)
c. AG pasien + AG normal
c)
a. AG pasien + HCO₃⁻
d)
b. AG pasien − AG normal
78.

Delta ratio digunakan untuk menilai:

a)
a. Peningkatan pH per penurunan pCO₂
b)
c. Peningkatan AG dibandingkan penurunan HCO₃⁻
c)
b. Keseimbangan pH dan HCO₃⁻
d)
d. Penurunan pCO₂ dibandingkan peningkatan pO₂
79.

Delta ratio < 0,4 menunjukkan:

a)
a. Asidosis respiratorik AG tinggi
b)
c. Alkalosis metabolik
c)
d. DKA dengan hipokloremia
d)
b. Asidosis metabolik AG normal (hiperkloremik)
80.

Gelembung udara dalam sampel akan menyebabkan:

a)
d. HCO₃⁻ menurun
b)
a. pO₂ stabil
c)
c. pCO₂ menurun
d)
b. pO₂ meningkat
81.

Pemberian antikoagulan yang berlebihan menyebabkan:

a)
d. O₂ meningkat menjadi CO₂
b)
a. PCO₂ menurun
c)
c. pH menurun drastis
d)
b. Sampel menjadi terdilusi → pCO₂ menurun
82.

Sampel yang terlambat diperiksa >20 menit pada suhu ruang akan menyebabkan:

a)
b. Penurunan pO₂ dan peningkatan pCO₂
b)
c. HCO₃⁻ turun
c)
a. Penurunan pO₂ dan pCO₂
d)
a. Peningkatan pO₂ dan penurunan pCO₂
83.

pH 7,22 | pCO₂ 15 mmHg | HCO₃⁻ 6 mmol/L

  1. pH 7,22 menunjukkan:

a)
c. Alkalosis
b)
b. Asidosis
c)
d. Hipoksemia
d)
a. Normal
84.

pH 7,22 | pCO₂ 15 mmHg | HCO₃⁻ 6 mmol/L

pCO₂ menurun menunjukkan:

a)
a. Asidosis metabolik
b)
c. Asidosis respiratorik
c)
d. Alkalosis campuran
d)
b. Alkalosis respiratorik
85.

pH 7,22 | pCO₂ 15 mmHg | HCO₃⁻ 6 mmol/L

HCO₃⁻ menurun menunjukkan:
a. Asidosis metabolik
b. Alkalosis respiratorik
c. Alkalosis metabolik
d. Normal

a)
b. Asidosis respiratorik
b)
a. Asidosis metabolik
c)

c. metabolik

d)
d. Alkalosis normal
86.

pH 7,22 | pCO₂ 15 mmHg | HCO₃⁻ 6 mmol/L

Kesimpulan status asam–basa adalah:
a. Alkalosis metabolik dengan kompensasi respiratorik
b. Asidosis metabolik dengan kompensasi alkalosis respiratorik
c. Asidosis respiratorik tanpa kompensasi
d. Alkalosis respiratorik tanpa kompensasi

a)
b. Asidosis metabolik dengan kompensasi alkalosis respiratorik
b)
d. Asidosis respiratorik dengan kompensasi metabolik
c)
c. Alkalosis metabolik tanpa kompensasi
d)
a. Asidosis respiratorik dengan kompensasi metabolik
87.

pH 7,50 | pCO₂ 42 mmHg | HCO₃⁻ 33 mmol/L

  1. pH meningkat menunjukkan:

a)
a. Asidosis
b)
c. Normal
c)
d. Tidak bisa disimpulkan
d)
b. Alkalosis
88.

pH 7,50 | pCO₂ 42 mmHg | HCO₃⁻ 33 mmol/L

  1. pCO₂ normal (35–45 mmHg) berarti:

a)
d. Respirasi normal
b)
c. Kompensasi tidak efektif
c)
a. Gangguan primer metabolik
d)
b. Tidak ada kompensasi respiratorik
89.
  • pH 7,50 | pCO₂ 42 mmHg | HCO₃⁻ 33 mmol/L

  • HCO₃⁻ meningkat menunjukkan:
    a. Asidosis metabolik
    b. Alkalosis metabolik
    c. Asidosis respiratorik
    d. Normal

a)
b. Alkalosis metabolik
b)
c. Asidosis respiratorik
c)
a. Asidosis metabolik
d)
d. Normal
90.

pH 7,50 | pCO₂ 42 mmHg | HCO₃⁻ 33 mmol/L

Status asam–basa kasus ini adalah:

a)
a. Alkalosis metabolik tanpa kompensasi
b)
d. Asidosis respiratorik dengan kompensasi
c)
c. Alkalosis metabolik dengan kompensasi
d)
b. Asidosis respiratorik tanpa kompensasi
91.

pH 7,48 | pCO₂ 32 mmHg | HCO₃⁻ 21 mmol/L

  1. pH meningkat →

a)
d. Hypercapnia
b)
b. Alkalosis
c)
a. Acidosis
d)
c. Neutral
92.

pH 7,48 | pCO₂ 32 mmHg | HCO₃⁻ 21 mmol/L

pCO₂ menurun →
a. Alkalosis respiratorik primer
b. Asidosis respiratorik primer
c. Kompensasi metabolik
d. Tidak penting

a)
a. Alkalosis respiratorik primer
b)
c. Kompensasi respiratorik
c)
b. Asidosis metabolik primer
d)
d. Alkalosis metabolik
93.

pH 7,48 | pCO₂ 32 mmHg | HCO₃⁻ 21 mmol/L

HCO₃⁻ menurun →
a. Asidosis metabolik sekunder
b. Alkalosis metabolik primer
c. Normal
d. Tidak ada gangguan metabolik

a)
b. Alkalosis metabolik primer
b)

d. Asidosis metabolik sekunder

c)
c. Alkalosis respiratorik sekunder
d)
a. Asidosis respiratorik primer
94.

pH 7,48 | pCO₂ 32 mmHg | HCO₃⁻ 21 mmol/L

Status gangguan asam–basa adalah:

a)
c. Alkalosis respiratorik dengan kompensasi asidosis metabolik
b)
d. Asidosis respiratorik dengan kompensasi alkalosis metabolik
c)
a. Asidosis respiratorik dengan kompensasi alkalosis metabolik
d)
b. Alkalosis metabolik dengan kompensasi respiratorik
95.

pH 7,41 | pCO₂ 24 mmHg | HCO₃⁻ 14 mmol/L

pH normal 7,35–7,45 → kondisi ini adalah:

a)
b. Partially compensated
b)
c. Respiratory alkalosis
c)

d. Normal

d)
a. Fully compensated
96.

pH 7,41 | pCO₂ 24 mmHg | HCO₃⁻ 14 mmol/L

pCO₂ menurun menunjukkan:
a. Asidosis respiratorik
b. Alkalosis respiratorik
c. Asidosis metabolik
d. Tidak relevan

a)

Asidosis respiratorik

b)

Alkalosis respiratorik

c)

asidosis respiratorik

d)

tidak relevan

97.

pH 7,41 | pCO₂ 24 mmHg | HCO₃⁻ 14 mmol/L

HCO₃⁻ rendah adalah tanda:
a. Alkalosis metabolik
b. Asidosis metabolik
c. Kompensasi respiratorik
d. Tidak ada gangguan metabolik

a)

Alkalosis metabolik

b)

Asidosis metabolik

c)

Kompensasi

d)

Tidak ada gangguan metabolik

98.

pH 7,41 | pCO₂ 24 mmHg | HCO₃⁻ 14 mmol/L

Status asam–basa:

a)

Alkalosis respiratorik kompensasi sempurna

b)

Asidosis metabolik dengan kompensasi

c)

Asidosis respiratorik tidak terkompensasi

d)

Gangguan campuran

99.

pH 7,10 | pCO₂ 48 mmHg | HCO₃⁻ 16 mmol/L

Status asam basa:

a)

Asidosis respiratorik saja

b)

Asidosis metabolik saja

c)

Gangguan campuran: asidosis respiratorik + asidosis metabolik

d)

Alkalosis respiratorik dengan kompensasi metabolik

100.

pH 7,65 | pCO₂ 31 mmHg | HCO₃⁻ 35 mmol/L

Status asam basa:

a)

a. Gangguan campuran: alkalosis respiratorik + metabolik

b)

b. Asidosis respiratorik

c)

c. Asidosis metabolik

d)

d. Normal

101.

pH 7,24 | pCO₂ 70 mmHg | HCO₃⁻ 24 mmol/L | BE normal

pCO₂ 70 mmHg menunjukkan:
a. Alkalosis respiratorik
b. Asidosis respiratorik
c. Normal
d. Hiperventilasi

a)

a. Alkalosis respiratorik

b)

b. Asidosis respiratorik

c)

c. Normal

d)

d. Hiperventilasi

102.

pH 7,24 | pCO₂ 70 mmHg | HCO₃⁻ 24 mmol/L | BE normal

Status akhir kasus:

a)

a. Asidosis respiratorik tidak terkompensasi

b)

b. Asidosis metabolik tidak terkompensasi

c)

c. Alkalosis respiratorik

d)

d. Asidosis campuran

103.

pH 7,23 | pCO₂ 22 mmHg | HCO₃⁻ 9 mmol/L

Kedua nilai pCO₂ dan HCO₃⁻ sama-sama turun → ini menandakan:

a)

a. Gangguan campuran

b)

b. Gangguan tunggal

c)

c. Normal

d)

d. Tidak bisa dinilai

104.

HCO₃⁻ 9 mmol/L menunjukkan:
a. Asidosis metabolik
b. Alkalosis metabolik
c. Normal
d. Kompensasi respiratorik

a)

a. Asidosis metabolik

b)

b. Alkalosis metabolik

c)

c. Normal

d)

d. Kompensasi respiratorik

105.

pCO₂ 22 mmHg menunjukkan kompensasi:
a. Respiratorik adekuat
b. Tidak ada kompensasi
c. Kompensasi metabolik
d. Gagal kompensasi

a)

a

b)

b

c)

c

d)

d

106.

Delta ratio 2,6 menunjukkan:
a. Asidosis metabolik murni
b. Alkalosis metabolik menyertai
c. Asidosis respiratorik
d. Gangguan campuran asidosis respiratorik

a)

a

b)

b

c)

c

d)

d

107.

pH 7,24 | pCO₂ 60 mmHg | HCO₃⁻ 27 mmol/L

Status akhir kasus:
a. Asidosis respiratorik akut
b. Asidosis metabolik
c. Alkalosis respiratorik
d. Campuran metabolik–respiratorik

a)

a

b)

b

c)

c

d)

d