NEW
Font size
WorksheetsPENYAKIT DALAM (SINDROMA CUSHING)
Total questions: 31
Worksheet time: 16mins
Kelenjar adrenal terletak pada posisi berikut:
Intraperitoneal, di anterior ginjal
Retroperitoneal, di sisi superomedial ginjal
Retroperitoneal, melekat pada permukaan inferior hati
Infraperitoneal, melekat pada panggul
Bentuk kelenjar adrenal kiri adalah:
Piramidal
Oval
Bulan sabit
Sferis
Zona fasciculata merupakan bagian dari:
Medula adrenal
Korteks adrenal
Jaringan ikat perinephric
Zona penghasil katekolamin
Hormon berikut diproduksi oleh medula adrenal:
Aldosteron
Estrogen
Norepinefrin
Progesteron
Zona glomerulosa dominan menghasilkan:
Kortisol
Aldosteron
DHEA
Epinefrin
Cortisol terutama berikatan dengan protein plasma berikut:
Albumin
Hemoglobin
Transcortin
Globulin nonspecific
Mineralokortikoid bekerja pada reseptor:
Glukokortikoid receptor
Androgen receptor
Mineralokortikoid receptor
Estrogen receptor
Kortisol memiliki efek berikut, kecuali:
Meningkatkan glukoneogenesis
Memiliki efek antiinflamasi
Menurunkan kadar glukosa darah
Mengatur metabolisme protein
Aldosteron bekerja terutama pada:
Jaringan adiposa
Ginjal
Otot skeletal
Kulit
Stimulasi hipotalamus oleh stres menyebabkan pelepasan:
ACTH
CRH
TSH
ADH
CRH bekerja pada:
Korteks adrenal
Medula adrenal
Hipofisis anterior
Ginjal
Cushing’s disease didefinisikan sebagai:
Peningkatan kortisol akibat tumor adrenal
Peningkatan kortisol akibat sekresi ACTH dari tumor hipofisis
Efek samping terapi steroid jangka panjang
Produksi kortisol berlebih yang ACTH independent
Adrenal Cushing’s syndrome disebabkan oleh:
Tumor hipofisis
Pemakaian steroid jangka panjang
Lesi primer pada adrenal
Produksi ACTH ektopik
Pada Cushing ACTH-independent, pola hormon yang muncul adalah:
ACTH meningkat, kortisol meningkat
ACTH menurun, kortisol meningkat
ACTH meningkat, kortisol menurun
ACTH normal, kortisol normal
Penyebab tersering Cushing's syndrome adalah:
Adrenocortical carcinoma
Ektopik ACTH
Cushing’s disease
Nodular adrenal hyperplasia
Temuan klinis khas sindrom Cushing adalah:
Hipopigmentasi kulit
Moon face
Bradikardi
Penurunan lemak sentral
Manifestasi pada sistem otot meliputi:
Hipertrofi otot proksimal
Kram akibat hiperkalemia
Kelemahan otot proksimal
Tremor kasar
Hiperkortisolisme menyebabkan hiperglikemia melalui mekanisme:
Penurunan glukoneogenesis
Peningkatan sensitivitas insulin
Peningkatan glukoneogenesis dan resistensi insulin
Penurunan lipolisis
Hiperkortisolisme menyebabkan osteoporosis karena:
Peningkatan absorbsi kalsium usus
Penurunan reab
Hiperkortisolisme menyebabkan osteoporosis karena:
Peningkatan absorbsi kalsium usus
Penurunan reabsorpsi kalsium ginjal
Penurunan aktivitas osteoklas
Penurunan pelepasan PTH
Skrining Cushing direkomendasikan pada:
Pasien hipertensi ringan usia 60 tahun
Anak dengan pertumbuhan tinggi cepat tetapi berat turun
Pasien muda dengan osteoporosis tanpa sebab jelas
Semua pasien obesitas
Indikasi skrining lain yang tepat adalah:
Pasien dengan gejala ringan tanpa progresi
Incidentaloma adrenal menyerupai adenoma
Hiperglikemia sementara
Pasien dengan riwayat steroid 1 minggu
Tujuan pemberian low-dose dexamethasone (1 mg) pada malam hari adalah untuk:
Menghambat sekresi ACTH secara maksimal
Menilai kemampuan korteks adrenal menghasilkan aldosteron
Menilai kemampuan supresi kortisol
Menstimulasi sekresi CRH
Hasil low-dose dexamethasone test tidak menekan kadar kortisol. Langkah diagnosis selanjutnya adalah:
Pemeriksaan definisi ulang kadar aldosteron
High-dose dexamethasone suppression test
Pemeriksaan insulin tolerance test
CRH stimulation test langsung
High-dose dexamethasone menyebabkan supresi kortisol. Interpretasi yang paling sesuai adalah:
Cushing’s disease
Adrenal Cushing
Ectopic ACTH syndrome
Hiperaldosteronisme
Kadar ACTH yang rendah dengan tidak adanya supresi kortisol pada high-dose dexamethasone mengarah pada:
Cushing’s disease
Ectopic ACTH syndrome
Adrenal Cushing’s syndrome
Hiperpituitarisme
ACTH normal–tinggi tetapi tidak terjadi supresi pada high-dose dexamethasone. Kemungkinan diagnosis:
Cushing’s disease
Ectopic ACTH syndrome
Adrenal tumor
Addison disease
Jika kadar ACTH normal–tinggi dan terjadi supresi pada high-dose dexamethasone, maka pemeriksaan lanjutan yang diperlukan adalah:
CT scan abdomen
MRI hipofisis
Petrosal venous sampling
USG adrenal
Terapi definitif untuk Cushing disease adalah:
Adrenalectomy
Reseksi tumor pituitari
Terapi ketoconazole
Pemberian steroid jangka panjang
Obat berikut bekerja menghambat sintesis kortisol:
Ketoconazole
Spironolactone
Desmopressin
Insulin
Seorang pasien Cushing dengan tekanan darah tinggi dan hiperglikemia memerlukan terapi suportif berupa:
Antihistamin dan analgetik
Antihipertensi dan anti-diabetes
Antikoagulan dan antibiotik
Antidepresan dan sedatif
