wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Psikiatri - Tema 11

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Apa aspek utama yang menandai gangguan perkembangan psikologis?

a)

Hambatan perkembangan yang berkaitan maturasi sistem saraf pusat sejak dini.

b)

Hambatan fungsi yang terkait keterbatasan stimulasi belajar pada masa awal.

c)

Hambatan perilaku yang timbul karena tekanan sosial pada lingkungan sekolah.

d)

Hambatan kognitif yang terjadi akibat perubahan hormon pada masa pertumbuhan.

e)

Hambatan adaptif yang berhubungan dengan pola asuh tidak konsisten di rumah.

2.

Mengapa konsistensi gejala penting dalam diagnosis gangguan perkembangan?

a)

Karena gejala dapat dinilai dari satu kali observasi sederhana.

b)

Karena gejala harus dipastikan bertahan stabil dalam periode perkembangan.

c)

Karena gejala berubah cepat sehingga perlu pemeriksaan harian.

d)

Karena gejala sepenuhnya dipengaruhi faktor situasional.

e)

Karena gejala hanya terlihat saat anak mengikuti kegiatan akademik.

3.

Apa perbedaan utama antara gangguan perkembangan psikologis dan retardasi mental?

a)

Gangguan perkembangan dipicu faktor psikososial, retardasi mental bersifat genetik.

b)

Gangguan perkembangan berdampak pada domain spesifik, retardasi mental berdampak global.

c)

Gangguan perkembangan bersifat sementara, retardasi mental bersifat reversibel.

d)

Gangguan perkembangan hanya muncul usia dini, retardasi mental muncul saat sekolah.

e)

Gangguan perkembangan selalu disertai IQ tinggi, retardasi mental IQ normal.

4.

Apa implikasi klinis dari onset gangguan perkembangan yang muncul pada usia dini?

a)

Intervensi hanya diberikan saat anak memasuki pendidikan formal.

b)

Diagnosis tidak dapat ditegakkan sebelum usia lima tahun.

c)

Evaluasi perkembangan perlu dilakukan meskipun gejala belum tampak jelas.

d)

Gejala yang muncul setelah usia dini dianggap tidak bermakna.

e)

Pemeriksaan hanya diperlukan jika disertai kelainan neurologis berat.

5.

Mengapa gangguan perkembangan tidak dapat dijelaskan semata oleh kurangnya kesempatan belajar?

a)

Karena kesempatan belajar tidak berpengaruh pada proses perkembangan.

b)

Karena gangguan perkembangan hanya dipengaruhi kondisi medis berat.

c)

Karena kesempatan belajar menentukan seluruh hasil evaluasi perkembangan

d)

Karena gangguan tetap muncul meskipun lingkungan memberi stimulasi memadai.

e)

Karena kesempatan belajar tidak terkait perkembangan bahasa.

6.

Kriteria diagnostik gangguan perkembangan menekankan pola gejala yang muncul pada periode perkembangan awal. Fokus utama dari kriteria ini adalah pada aspek:

a)

Ketetapan gejala sejak masa kanak-kanak awal.

b)

Konsistensi fungsi perilaku lintas situasi sosial.

c)

Perubahan kemampuan yang dipengaruhi tekanan lingkungan.

d)

Variasi respons kognitif akibat pola asuh keluarga.

e)

Penurunan fungsi adaptif saat menghadapi tuntutan akademik.

7.

Pada ICD-10, gangguan perkembangan bicara dan bahasa diklasifikasikan ke dalam kelompok:

a)

Gangguan perkembangan psikologis yang mencakup bahasa.

b)

Gangguan perilaku masa kanak-kanak yang mencakup komunikasi.

c)

Gangguan psikologis non-spesifik yang terkait linguistik.

d)

Gangguan emosi anak yang berhubungan kemampuan verbal.

e)

Gangguan interaksi sosial yang memengaruhi bahasa.

8.

Dalam PPDGJ-III, gangguan perkembangan khusus umumnya ditandai oleh:

a)

Penurunan global kemampuan adaptif dalam seluruh domain

b)

Kendala sosial yang terutama dipengaruhi faktor keluarga

c)

Hambatan spesifik pada fungsi belajar yang tidak menyeluruh

d)

Perubahan perilaku yang bersifat situasional dan fluktuatif

e)

Ketidakmampuan mengikuti tuntutan akademik karena tekanan

9.

Kategori Specific Developmental Disorders pada ICD-10 mencakup kondisi dengan ciri utama:

a)

Kesulitan komunikasi karena gangguan sensorik

b)

Respons perilaku yang berubah akibat tekanan lingkungan

c)

Hambatan intelektual menyeluruh dengan keterbatasan adaptif

d)

Gangguan pada satu domain perkembangan dengan kecerdasan relatif norma

e)

Penurunan fungsi belajar yang disertai faktor emosional berat

10.

Salah satu ciri kategorisasi ICD-10 pada gangguan perkembangan adalah:

a)

Klasifikasi berbasis respons terhadap intervensi pendidikan

b)

Penekanan pada variasi emosi dalam konteks pembelajaran

c)

Pengelompokan berdasarkan tingkat hambatan adaptif sosial

d)

Penggabungan seluruh gangguan dalam satu kategori global

e)

Pemisahan yang jelas antara gangguan bahasa, motorik, dan belajar

11.

Dalam DSM-III, gangguan perkembangan pertama kali dipisahkan sebagai kategori yang berfokus pada:

a)

Penurunan kemampuan sosial karena tekanan akademik

b)

Variasi perilaku yang dipengaruhi pola asuh

c)

Hambatan adaptif pada fase transisi sekolah

d)

Perubahan emosional yang dipicu stres lingkungan

e)

Hambatan perkembangan yang bermula pada masa kanak-kanak

12.

Pada DSM-IV, kategori Learning Disorders dibedakan berdasarkan:

a)

Hambatan sosial yang memengaruhi kemampuan belajar

b)

Kesulitan spesifik pada membaca, menulis, atau matematika

c)

Ketidakmampuan mengikuti kegiatan akademik secara menyeluruh

d)

Pola perilaku yang berubah akibat tuntutan sekolah

e)

Faktor keluarga yang menentukan prestasi pendidikan

13.

Dalam DSM-5, gangguan perkembangan neurologis digabung dalam satu bagian karena:

a)

Memiliki mekanisme dan penanganan yang sama

b)

Kesamaan faktor resiko, gejala, dan diagnosis

c)

Terdapat kesamaan pola onset, mekanisme, dan profil defisit

d)

Memiliki pola dan kecenderungan perilaku yang sama

e)

Sama-sama memiliki faktor yang dipengaruhi oleh tuntutan lingkungan

14.

Perubahan besar pada DSM-5 terkait gangguan perkembangan bahasa adalah:

a)

Pengalihan gangguan bahasa ke kategori neurokognitif

b)

Pemisahan setiap gangguan menjadi kategori lebih kecil

c)

Penghapusan label gangguan bahasa sebagai diagnosis klinis

d)

Penyatuan kelainan bahasa ekspresif dan reseptif

e)

Penggantian kriteria dengan penilaian adaptif sosial

15.

Dalam DSM-III, kategori Pervasive Developmental Disorders dibedakan dari gangguan lain karena:

a)

Perubahan perilaku selalu bersifat sementara

b)

Gangguan terutama dipengaruhi pola relasi keluarga

c)

Hambatan hanya muncul pada situasi tertentu

d)

Perubahan perilaku selalu bersifat sementara meskipun sangat kuat mengganggu

e)

Gangguan melibatkan hambatan menyeluruh pada interaksi dan komunikasi

16.

Dalam DSM-5, beberapa diagnosis lama digabung untuk meningkatkan kejelasan klinis. Prinsip utama penggabungan ini adalah:

a)

Variasi perilaku yang dipengaruhi interaksi keluarga

b)

Perbedaan respons terhadap intervensi pendidikan

c)

Konsistensi mekanisme neurobiologis dan profil defisit

d)

Kesulitan anak dalam situasi sosial tertentu

e)

Perubahan kemampuan yang dipengaruhi stres sekolah

17.

Pada DSM-IV, gangguan perkembangan motorik termasuk ke dalam:

a)

Gangguan perkembangan koordinasi

b)

Gangguan kemampuan belajar umum

c)

Gangguan kecemasan masa kanak-kanak

d)

Gangguan adaptasi sosial kompleks

e)

Gangguan emosi anak yang memengaruhi motorik

18.

Salah satu ciri klinis gangguan perkembangan motorik adalah:

a)

Penurunan kemampuan akademik akibat gangguan emosi yang berat

b)

Hambatan pada koordinasi gerak halus meskipun kecerdasan normal

c)

Reaksi fisik yang berubah ketika menghadapi tuntutan sosial tinggi

d)

Kesulitan beraktivitas karena kelelahan yang dipicu stres sekolah

e)

Keterbatasan gerak yang terutama disebabkan kurangnya latihan fisik

19.

Pada gangguan belajar spesifik, manifestasi klinis yang sering dijumpai adalah:

a)

Respons negatif terhadap metode pengajaran yang kurang variatif

b)

Ketidakseimbangan emosi yang muncul dalam lingkungan akademik

c)

Penurunan nilai pelajaran akibat tekanan sosial teman sebaya

d)

Kesulitan membaca atau berhitung meskipun kesempatan belajar memadai

e)

Penurunan minat belajar yang terutama dipengaruhi relasi keluarga

20.

Diagnosis banding antara gangguan bahasa dan gangguan pendengaran dilakukan untuk memastikan bahwa:

a)

Gangguan verbal tidak timbul karena pola asuh otoriter

b)

Perubahan bahasa tidak berkaitan tekanan akademik berlebihan

c)

Kesulitan bicara tidak dipengaruhi metode pembelajaran tertentu

d)

Hambatan komunikasi bukan disebabkan gangguan sensorik primer

e)

Kesulitan interaksi tidak berkaitan kurangnya motivasi sosial

21.

Risiko gangguan perkembangan motorik meningkat pada anak dengan:

a)

Riwayat keterlambatan perkembangan awal pada fase bayi

b)

Perubahan aktivitas bermain akibat jadwal sekolah padat

c)

Situasi keluarga yang menuntut aktivitas rumah lebih intens

d)

Pengalaman sosial yang kurang mendukung keterampilan kelompok

e)

Motivasi belajar rendah pada berbagai kegiatan akademik

22.

Faktor genetik berperan pada gangguan belajar karena:

a)

Pengalaman akademik sering kali menyerupai pola orang tua

b)

Adanya kecenderungan familial yang memengaruhi proses neurokognitif

c)

Sosialisasi keluarga membentuk pola belajar yang serupa

d)

Keterlibatan orang tua dalam pendidikan sering kali tidak merata

e)

Pola komunikasi keluarga mempengaruhi strategi belajar anak

23.

Faktor risiko prenatal yang sering dikaitkan dengan gangguan perkembangan adalah:

a)

Perubahan kondisi emosional ibu pada trimester akhir

b)

Relasi sosial ibu yang kurang mendukung persiapan melahirkan

c)

Aktivitas fisik ibu yang terlalu padat selama kehamilan

d)

Paparan zat berbahaya yang memengaruhi perkembangan saraf

e)

Perubahan kondisi emosional ibu pada trimester akhir

24.

Penanganan gangguan bahasa biasanya melibatkan:

a)

Konseling emosional yang berfokus pada hubungan sosial

b)

Modifikasi perilaku yang dilakukan melalui penguatan positif

c)

Latihan membaca yang diberikan secara bertahap sesuai usia

d)

Terapi bicara yang berfokus pada struktur dan fungsi bahasa

e)

Penyesuaian kurikulum untuk meningkatkan keterampilan akademik

25.

Pada gangguan belajar spesifik, strategi penanganan penting mencakup:

a)

Pemberian obat stimulan untuk meningkatkan kapasitas intelektual

b)

Penjadwalan ulang kelas agar suasana belajar menjadi lebih tenang

c)

Penambahan beban tugas agar anak terbiasa menghadapi tuntutan

d)

Penerapan latihan fisik untuk meningkatkan ketahanan akademik

e)

Instruksi akademik terarah yang menyesuaikan kebutuhan anak