NEW
Font size
WorksheetsPsikiatri - Tema 11
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Apa aspek utama yang menandai gangguan perkembangan psikologis?
Hambatan perkembangan yang berkaitan maturasi sistem saraf pusat sejak dini.
Hambatan fungsi yang terkait keterbatasan stimulasi belajar pada masa awal.
Hambatan perilaku yang timbul karena tekanan sosial pada lingkungan sekolah.
Hambatan kognitif yang terjadi akibat perubahan hormon pada masa pertumbuhan.
Hambatan adaptif yang berhubungan dengan pola asuh tidak konsisten di rumah.
Mengapa konsistensi gejala penting dalam diagnosis gangguan perkembangan?
Karena gejala dapat dinilai dari satu kali observasi sederhana.
Karena gejala harus dipastikan bertahan stabil dalam periode perkembangan.
Karena gejala berubah cepat sehingga perlu pemeriksaan harian.
Karena gejala sepenuhnya dipengaruhi faktor situasional.
Karena gejala hanya terlihat saat anak mengikuti kegiatan akademik.
Apa perbedaan utama antara gangguan perkembangan psikologis dan retardasi mental?
Gangguan perkembangan dipicu faktor psikososial, retardasi mental bersifat genetik.
Gangguan perkembangan berdampak pada domain spesifik, retardasi mental berdampak global.
Gangguan perkembangan bersifat sementara, retardasi mental bersifat reversibel.
Gangguan perkembangan hanya muncul usia dini, retardasi mental muncul saat sekolah.
Gangguan perkembangan selalu disertai IQ tinggi, retardasi mental IQ normal.
Apa implikasi klinis dari onset gangguan perkembangan yang muncul pada usia dini?
Intervensi hanya diberikan saat anak memasuki pendidikan formal.
Diagnosis tidak dapat ditegakkan sebelum usia lima tahun.
Evaluasi perkembangan perlu dilakukan meskipun gejala belum tampak jelas.
Gejala yang muncul setelah usia dini dianggap tidak bermakna.
Pemeriksaan hanya diperlukan jika disertai kelainan neurologis berat.
Mengapa gangguan perkembangan tidak dapat dijelaskan semata oleh kurangnya kesempatan belajar?
Karena kesempatan belajar tidak berpengaruh pada proses perkembangan.
Karena gangguan perkembangan hanya dipengaruhi kondisi medis berat.
Karena kesempatan belajar menentukan seluruh hasil evaluasi perkembangan
Karena gangguan tetap muncul meskipun lingkungan memberi stimulasi memadai.
Karena kesempatan belajar tidak terkait perkembangan bahasa.
Kriteria diagnostik gangguan perkembangan menekankan pola gejala yang muncul pada periode perkembangan awal. Fokus utama dari kriteria ini adalah pada aspek:
Ketetapan gejala sejak masa kanak-kanak awal.
Konsistensi fungsi perilaku lintas situasi sosial.
Perubahan kemampuan yang dipengaruhi tekanan lingkungan.
Variasi respons kognitif akibat pola asuh keluarga.
Penurunan fungsi adaptif saat menghadapi tuntutan akademik.
Pada ICD-10, gangguan perkembangan bicara dan bahasa diklasifikasikan ke dalam kelompok:
Gangguan perkembangan psikologis yang mencakup bahasa.
Gangguan perilaku masa kanak-kanak yang mencakup komunikasi.
Gangguan psikologis non-spesifik yang terkait linguistik.
Gangguan emosi anak yang berhubungan kemampuan verbal.
Gangguan interaksi sosial yang memengaruhi bahasa.
Dalam PPDGJ-III, gangguan perkembangan khusus umumnya ditandai oleh:
Penurunan global kemampuan adaptif dalam seluruh domain
Kendala sosial yang terutama dipengaruhi faktor keluarga
Hambatan spesifik pada fungsi belajar yang tidak menyeluruh
Perubahan perilaku yang bersifat situasional dan fluktuatif
Ketidakmampuan mengikuti tuntutan akademik karena tekanan
Kategori Specific Developmental Disorders pada ICD-10 mencakup kondisi dengan ciri utama:
Kesulitan komunikasi karena gangguan sensorik
Respons perilaku yang berubah akibat tekanan lingkungan
Hambatan intelektual menyeluruh dengan keterbatasan adaptif
Gangguan pada satu domain perkembangan dengan kecerdasan relatif norma
Penurunan fungsi belajar yang disertai faktor emosional berat
Salah satu ciri kategorisasi ICD-10 pada gangguan perkembangan adalah:
Klasifikasi berbasis respons terhadap intervensi pendidikan
Penekanan pada variasi emosi dalam konteks pembelajaran
Pengelompokan berdasarkan tingkat hambatan adaptif sosial
Penggabungan seluruh gangguan dalam satu kategori global
Pemisahan yang jelas antara gangguan bahasa, motorik, dan belajar
Dalam DSM-III, gangguan perkembangan pertama kali dipisahkan sebagai kategori yang berfokus pada:
Penurunan kemampuan sosial karena tekanan akademik
Variasi perilaku yang dipengaruhi pola asuh
Hambatan adaptif pada fase transisi sekolah
Perubahan emosional yang dipicu stres lingkungan
Hambatan perkembangan yang bermula pada masa kanak-kanak
Pada DSM-IV, kategori Learning Disorders dibedakan berdasarkan:
Hambatan sosial yang memengaruhi kemampuan belajar
Kesulitan spesifik pada membaca, menulis, atau matematika
Ketidakmampuan mengikuti kegiatan akademik secara menyeluruh
Pola perilaku yang berubah akibat tuntutan sekolah
Faktor keluarga yang menentukan prestasi pendidikan
Dalam DSM-5, gangguan perkembangan neurologis digabung dalam satu bagian karena:
Memiliki mekanisme dan penanganan yang sama
Kesamaan faktor resiko, gejala, dan diagnosis
Terdapat kesamaan pola onset, mekanisme, dan profil defisit
Memiliki pola dan kecenderungan perilaku yang sama
Sama-sama memiliki faktor yang dipengaruhi oleh tuntutan lingkungan
Perubahan besar pada DSM-5 terkait gangguan perkembangan bahasa adalah:
Pengalihan gangguan bahasa ke kategori neurokognitif
Pemisahan setiap gangguan menjadi kategori lebih kecil
Penghapusan label gangguan bahasa sebagai diagnosis klinis
Penyatuan kelainan bahasa ekspresif dan reseptif
Penggantian kriteria dengan penilaian adaptif sosial
Dalam DSM-III, kategori Pervasive Developmental Disorders dibedakan dari gangguan lain karena:
Perubahan perilaku selalu bersifat sementara
Gangguan terutama dipengaruhi pola relasi keluarga
Hambatan hanya muncul pada situasi tertentu
Perubahan perilaku selalu bersifat sementara meskipun sangat kuat mengganggu
Gangguan melibatkan hambatan menyeluruh pada interaksi dan komunikasi
Dalam DSM-5, beberapa diagnosis lama digabung untuk meningkatkan kejelasan klinis. Prinsip utama penggabungan ini adalah:
Variasi perilaku yang dipengaruhi interaksi keluarga
Perbedaan respons terhadap intervensi pendidikan
Konsistensi mekanisme neurobiologis dan profil defisit
Kesulitan anak dalam situasi sosial tertentu
Perubahan kemampuan yang dipengaruhi stres sekolah
Pada DSM-IV, gangguan perkembangan motorik termasuk ke dalam:
Gangguan perkembangan koordinasi
Gangguan kemampuan belajar umum
Gangguan kecemasan masa kanak-kanak
Gangguan adaptasi sosial kompleks
Gangguan emosi anak yang memengaruhi motorik
Salah satu ciri klinis gangguan perkembangan motorik adalah:
Penurunan kemampuan akademik akibat gangguan emosi yang berat
Hambatan pada koordinasi gerak halus meskipun kecerdasan normal
Reaksi fisik yang berubah ketika menghadapi tuntutan sosial tinggi
Kesulitan beraktivitas karena kelelahan yang dipicu stres sekolah
Keterbatasan gerak yang terutama disebabkan kurangnya latihan fisik
Pada gangguan belajar spesifik, manifestasi klinis yang sering dijumpai adalah:
Respons negatif terhadap metode pengajaran yang kurang variatif
Ketidakseimbangan emosi yang muncul dalam lingkungan akademik
Penurunan nilai pelajaran akibat tekanan sosial teman sebaya
Kesulitan membaca atau berhitung meskipun kesempatan belajar memadai
Penurunan minat belajar yang terutama dipengaruhi relasi keluarga
Diagnosis banding antara gangguan bahasa dan gangguan pendengaran dilakukan untuk memastikan bahwa:
Gangguan verbal tidak timbul karena pola asuh otoriter
Perubahan bahasa tidak berkaitan tekanan akademik berlebihan
Kesulitan bicara tidak dipengaruhi metode pembelajaran tertentu
Hambatan komunikasi bukan disebabkan gangguan sensorik primer
Kesulitan interaksi tidak berkaitan kurangnya motivasi sosial
Risiko gangguan perkembangan motorik meningkat pada anak dengan:
Riwayat keterlambatan perkembangan awal pada fase bayi
Perubahan aktivitas bermain akibat jadwal sekolah padat
Situasi keluarga yang menuntut aktivitas rumah lebih intens
Pengalaman sosial yang kurang mendukung keterampilan kelompok
Motivasi belajar rendah pada berbagai kegiatan akademik
Faktor genetik berperan pada gangguan belajar karena:
Pengalaman akademik sering kali menyerupai pola orang tua
Adanya kecenderungan familial yang memengaruhi proses neurokognitif
Sosialisasi keluarga membentuk pola belajar yang serupa
Keterlibatan orang tua dalam pendidikan sering kali tidak merata
Pola komunikasi keluarga mempengaruhi strategi belajar anak
Faktor risiko prenatal yang sering dikaitkan dengan gangguan perkembangan adalah:
Perubahan kondisi emosional ibu pada trimester akhir
Relasi sosial ibu yang kurang mendukung persiapan melahirkan
Aktivitas fisik ibu yang terlalu padat selama kehamilan
Paparan zat berbahaya yang memengaruhi perkembangan saraf
Perubahan kondisi emosional ibu pada trimester akhir
Penanganan gangguan bahasa biasanya melibatkan:
Konseling emosional yang berfokus pada hubungan sosial
Modifikasi perilaku yang dilakukan melalui penguatan positif
Latihan membaca yang diberikan secara bertahap sesuai usia
Terapi bicara yang berfokus pada struktur dan fungsi bahasa
Penyesuaian kurikulum untuk meningkatkan keterampilan akademik
Pada gangguan belajar spesifik, strategi penanganan penting mencakup:
Pemberian obat stimulan untuk meningkatkan kapasitas intelektual
Penjadwalan ulang kelas agar suasana belajar menjadi lebih tenang
Penambahan beban tugas agar anak terbiasa menghadapi tuntutan
Penerapan latihan fisik untuk meningkatkan ketahanan akademik
Instruksi akademik terarah yang menyesuaikan kebutuhan anak
