WorksheetsKeselamatan dan Proses Dasar Mesin Bubut (Kelas 11)
Total questions: 35
Worksheet time: 18mins
Alat pelindung diri (APD) yang wajib digunakan saat bekerja di mesin bubut adalah...
Sarung tangan, topi, dan sandal
Kacamata safety, sepatu safety, dan baju kerja
Helm, masker, dan celana pendek
Sarung tangan tebal dan kaos oblong
Topi baseball dan sepatu olahraga
Hal yang TIDAK boleh dilakukan saat mesin bubut sedang beroperasi adalah...
Mengukur benda kerja dengan jangka sorong
Membersihkan chip dengan kuas
Mengamati proses pemotongan dari jarak aman
Memeriksa putaran mesin dengan tachometer
Mengganti pahat setelah mesin berhenti
Fungsi utama coolant dalam proses pembubutan adalah...
Menambah kecepatan putaran mesin
Mendinginkan pahat dan benda kerja serta sebagai pelumas
Mempercepat proses pengerjaan
Membersihkan lantai kerja
Mengurangi getaran mesin
Posisi berdiri yang benar saat mengoperasikan mesin bubut adalah...
Tepat di depan chuck/cekam
Di samping mesin dengan jarak aman
Di belakang mesin
Duduk di atas mesin
Bersandar pada mesin
Tindakan pertama yang harus dilakukan jika terjadi kecelakaan kerja di bengkel adalah...
Melanjutkan pekerjaan
Mematikan mesin dan memberikan pertolongan pertama
Meninggalkan lokasi kejadian
Membersihkan area kerja
Melaporkan ke polisi
Bagian mesin bubut yang berfungsi untuk mencekam/mengikat benda kerja adalah...
Tailstock
Carriage
Chuck
Tool post
Bed
Operasi pembubutan yang menghasilkan permukaan rata tegak lurus terhadap sumbu benda kerja disebut...
Turning
Facing
Drilling
Boring
Threading
Pahat bubut HSS adalah singkatan dari...
High Speed Steel
Hard Surface Steel
Heavy Steel Standard
High Strength Steel
Hard Sharp Steel
Sudut rake (sudut geram) pada pahat bubut berfungsi untuk...
Menambah kekuatan pahat
Memudahkan pembuangan geram dan mengurangi gaya pemotongan
Mempercepat keausan pahat
Mengurangi kecepatan potong
Menambah getaran
Kecepatan potong (Cutting Speed) dalam pembubutan dipengaruhi oleh...
Diameter benda kerja dan putaran mesin
Panjang benda kerja saja
Jenis coolant yang digunakan
Warna benda kerja
Berat benda kerja
Proses membuat lubang pada benda kerja yang sudah ada lubang dasarnya disebut...
Drilling
Boring
Reaming
Tapping
Facing
Center lathe adalah jenis mesin bubut yang digunakan untuk...
Produksi massal otomatis
Pekerjaan pembubutan umum secara manual
Membubut benda kerja sangat besar
Hanya untuk membuat ulir
Pekerjaan CNC saja
Tailstock pada mesin bubut berfungsi untuk...
Mencekam benda kerja
Menahan ujung benda kerja dan memasang mata bor
Mengatur kecepatan putaran
Mengganti pahat
Mengatur arah putaran
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur diameter dalam, luar, dan kedalaman dengan ketelitian 0,05 mm atau 0,02 mm adalah...
Mistar baja
Jangka sorong (Vernier Caliper)
Mikrometer
Dial indicator
Busur derajat
Ketelitian mikrometer luar standar adalah...
1 mm
0,1 mm
0,01 mm
0,02 mm
0,5 mm
Bagian pada jangka sorong yang menunjukkan pembacaan pecahan milimeter adalah...
Rahang tetap
Skala utama
Skala nonius (vernier)
Depth gauge
Baut pengunci
Alat ukur yang digunakan untuk memeriksa kesejajaran dan kerataan permukaan benda kerja adalah...
Jangka sorong
Mikrometer
Dial indicator
Mistar baja
Busur derajat
Sebelum menggunakan mikrometer, hal yang harus dilakukan adalah...
Langsung mengukur benda kerja
Mengkalibrasi dengan mengecek titik nol
Memutar thimble sekencang-kencangnya
Membersihkan dengan oli
Merendam dalam air
Alat ukur yang cocok untuk mengukur kedalaman alur pada benda kerja adalah...
Mistar baja
Depth gauge pada jangka sorong
Mikrometer luar
Busur derajat
Penggaris segitiga
Perawatan yang tepat untuk alat ukur presisi adalah...
Disimpan sembarangan di dalam toolbox
Dibersihkan dan disimpan di tempat khusus yang kering
Dicuci dengan air sabun setiap hari
Dibiarkan di mesin bubut
Direndam dalam coolant
Material benda kerja yang paling mudah dibubut adalah
Baja karbon tinggi yang sudah dikeraskan
Aluminium
Baja tahan karat
Titanium
Cast iron keras
Tanda bahaya di bengkel yang berwarna merah menunjukkan
Jalur evakuasi
Peralatan keselamatan
Larangan atau bahaya
Peringatan umum
Informasi
Rumus untuk menghitung kecepatan potong Vc pada mesin bubut adalah
Vc = π × d × n / 100
Vc = π × d × n / 1000
Vc = d × n
Vc = π × n / d
Vc = 1000 × d / n
Outside micrometer digunakan untuk mengukur
Diameter dalam
Kedalaman
Diameter luar
Sudut
Ulir
Gerakan yang menghasilkan pemakanan otomatis pada mesin bubut adalah
Hand wheel
Apron dan sadel dengan feed rod
Chuck
Tailstock
Tool post saja
Coolant yang paling umum digunakan untuk pembubutan baja adalah
Air biasa
Oli murni
Emulsi (campuran oli dan air)
Solar
Bensin
Hal yang harus diperiksa sebelum mengoperasikan mesin bubut adalah
Hanya kebersihan mesin
Kondisi oli, baut pengikat, pahat, dan sistem safety
Warna mesin
Hanya kecepatan putaran
Suhu ruangan
Live center dan dead center pada tailstock berfungsi untuk
Mencekam benda kerja
Menopang ujung benda kerja yang panjang
Membuat lubang
Mengukur diameter
Memotong benda kerja
Keausan pahat bubut yang berlebihan dapat disebabkan oleh
Kecepatan potong terlalu rendah
Kecepatan potong terlalu tinggi dan kurangnya coolant
Benda kerja terlalu pendek
Menggunakan kacamata safety
Mesin terlalu bersih
Perbedaan antara roughing dan finishing dalam pembubutan adalah
Tidak ada perbedaan
Roughing menggunakan depth of cut besar dan kecepatan lebih rendah, sedangkan finishing menggunakan depth of cut kecil untuk menghasilkan permukaan halus
Roughing hanya untuk non-logam, finishing untuk logam
Roughing menggunakan pahat karbida saja, finishing menggunakan pahat HSS
Seorang operator mesin bubut akan membubut baja ST 37 dengan diameter 40 mm, putaran mesin 500 rpm. Jika kecepatan potong yang direkomendasikan 25 m/menit, analisis kondisi tersebut dan tentukan tindakan yang tepat!
Kondisi sudah tepat, langsung kerjakan
Putaran terlalu tinggi, turunkan menjadi ±200 rpm
Putaran terlalu rendah, naikkan menjadi 800 rpm
Ganti material benda kerja
Tidak perlu dihitung, gunakan feeling saja
Dalam proses pembubutan, ditemukan hasil permukaan benda kerja bergelombang (chatter marks). Berdasarkan analisis masalah, apa penyebab PALING MUNGKIN dan solusinya?
Pahat terlalu tajam → ganti pahat tumpul
Getaran pada sistem (pahat terlalu menjorok/benda kerja tidak kencang) → kurangi overhang pahat, kencangkan cekaman, kurangi depth of cut
Kecepatan potong terlalu rendah → naikkan drastis
Coolant terlalu banyak → hentikan coolant
Diameter benda kerja terlalu besar → potong lebih pendek
Seorang teknisi harus membubut poros dengan toleransi diameter Ø25 ± 0,02 mm. Alat ukur yang tersedia: mistar baja (ketelitian 0,5 mm), jangka sorong (0,05 mm), mikrometer luar (0,01 mm), dan dial indicator (0,01 mm). Evaluasi dan tentukan strategi pengukuran yang PALING TEPAT!
Cukup gunakan mistar baja karena paling praktis
Gunakan jangka sorong karena sudah cukup teliti
Gunakan mikrometer untuk mengukur diameter, karena ketelitiannya 0,01 mm memenuhi toleransi ±0,02 mm
Gunakan kombinasi semua alat ukur
Tidak perlu alat ukur, cukup visual
Sebuah komponen berbentuk silinder bertingkat akan dibubut dengan urutan: Facing → Roughing → Finishing. Jika terjadi kesalahan dan benda kerja terpotong 2 mm lebih pendek dari ukuran saat proses facing, analisis dampaknya dan tentukan keputusan terbaik!
Lanjutkan proses, tidak masalah karena hanya 2 mm
Stop proses, evaluasi apakah masih dalam toleransi gambar kerja. Jika tidak, benda kerja reject dan harus dibuat ulang
Tambahkan material dengan pengelasan
Ubah semua ukuran di gambar kerja
Putar benda kerja dan facing ulang sisi lain
Dalam pembubutan produksi massal, diperlukan efisiensi waktu namun tetap menjaga kualitas. Diberikan kondisi: benda kerja aluminium Ø50 mm, panjang 100 mm, harus dibubut menjadi Ø45 mm. Manakah strategi pemakanan yang PALING EFISIEN?
Satu kali pemakanan langsung 2,5 mm per sisi dengan finishing pass
Roughing: 2 mm per sisi (1-2 pass), Finishing: 0,5 mm per sisi (1 pass) dengan parameter berbeda
Banyak pass dengan pemakanan kecil 0,2 mm agar aman
Langsung finishing pass 2,5 mm per sisi untuk hasil halus
Acak saja asal selesai
