wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UJI COBA TAM BAHASA ARAB

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Dalam ilmu sharaf, istilah wazan “فَعَّالٌ” yang digunakan untuk membentuk shigat mubalaghah termasuk kategori

a)

shigat mubalaghah dari fi‘il tsulatsi mujarrad dengan tambahan alif dan ta’ marbuthah

b)

shigat mubalaghah dari fi‘il tsulatsi mazid ruba‘i dengan tambahan huruf ta’

c)

shigat mubalaghah dari fi‘il tsulatsi mazid tsulatsi dengan tambahan huruf alif

d)

shigat mubalaghah dari fi‘il tsulatsi mujarrad dengan tambahan huruf ya’ dan ta’

e)

shigat mubalaghah dari fi‘il tsulatsi mazid bila huruf dengan tambahan alif dan nun

2.

Penggunaan bina’ majhul pada fi‘il mazid fii harf dengan wazan “اِسْتَفْعَلَ” menghasilkan pola

a)

اُسْتُفْعِلَ

b)

اِسْتَفْعِلَ

c)

تُسْتَفْعِلُ

d)

اَسْتَفْعِلَ

e)

اِسْتَفْعِلُوا

3.

Fi‘il madhi “يَكْرِمُ” jika diubah ke dalam bina’ mudhari‘ majhul menjadi

a)

يُكْرَمُ

b)

يُكْرِمُ

c)

تُكْرِمُ

d)

تُكْرَمُ

e)

يُكْرَمْ

4.

Kata “مُسْتَفْعَلٌ” termasuk isim maf‘ul dari fi‘il

a)

اِسْتَفْعَلَ – مُسْتَفْعَلٌ (wazn اِسْتِفْعَال)

b)

اِفْعَلَ – مُفْعَلٌ (wazn اِفْعَال)

c)

أَفْعَلَ – مُفْعَلٌ (wazn أَفْعَال)

d)

فَاعَلَ – مُفَاعَلٌ (wazn مُفَاعَل)

e)

تَفَعَّلَ – مُتَفَعِّلٌ (wazn تَفَعُّل)

5.

Jumlah ashghar yang terdiri atas mubtada’ dan khabar yang keduanya berupa fi‘il disebut

a)

jumlah fi‘liyyah muta‘alliqqah

b)

jumlah ismiyyah muhaddah

c)

jumlah fi‘liyyah musta’nalah

d)

jumlah ismiyyah mufidah

e)

jumlah fi‘liyyah mu‘allaqah

6.

Dalam nahwu, kedudukan “الكتابَ” pada kalimat زَيْدٌ قَرَأَ الْكِتَابَ adalah

a)

maf‘ul bihi manshub dengan fathah

b)

maf‘ul bihi manshub dengan alif

c)

maf‘ul bihi marfu‘ dengan dhammah

d)

maf‘ul bihi majrur dengan kasrah

e)

maf‘ul bihi majzum dengan sukun

7.

Kalimat “إِنَّ زَيْدًا قَائِمٌ” termasuk jumlah ismiyyah karena

a)

dimulai dengan fi‘il

b)

dimulai dengan huruf nashab inna

c)

dimulai dengan huruf jar

d)

dimulai dengan huruf ‘athaf

e)

dimulai dengan ism dhamir

8.

I‘rab “المُدَرِّسِينَ” dalam kalimat “أَكْرِمْتُ المُدَرِّسِينَ” adalah

a)

maf‘ul bihi manshub dengan ya’ dan nun

b)

maf‘ul bihi manshub dengan alif dan nun

c)

maf‘ul bihi manshub dengan kasrah

d)

maf‘ul bihi marfu‘ dengan waw dan nun

e)

maf‘ul bihi majrur dengan ya’ dan nun

9.

Shilah maushul yang berupa jumlah fi‘liyyah harus mempunyai ‘aid yang kembali kepada

a)

maushul itu sendiri

b)

khabar

c)

mubtada’

d)

fi‘il

e)

harf jar

10.

Contoh badal istymial yang paling tepat adalah

a)

جَاءَنِي أَخُوكَ زَيْدٌ

b)

زُرْتُ رِزْقَكَ أَخَاكَ

c)

مَرَرْتُ بِزَيْدٍ أَبِيكَ

d)

أَكْرِمْتُ الطَّالِبَ عِلْمَهُ

e)

صَوَّتُ الْكِتَابَ الْقُرْآنَ

11.

Majaz mursal dengan hubungan “al-juz’iyyah” contohnya adalah

a)

رَأَيْتُ شُجَاعًا (maksudnya orang pemberani)

b)

أَكَلْتُ السُّنَانَ (dari roti)

c)

جَاءَ الشِّتَاءُ (musim dingin)

d)

مَرَرْتُ بِبَيْتٍ (rumah)

e)

سَمِعْتُ الْقُرْآنَ

12.

Dalam ilmu bayan, tashbih yang menggunakan أَدَاةُ التَّشْبِيهِ مَحْذُوفَةٌ disebut

a)

tashbih mursal

b)

tashbih baligh

c)

tashbih tamtsil

d)

tashbih mursal

e)

tashbih tasybih

13.

Istilah untuk penyusunan kata yang indah dan sesuai dengan situasi pembaca dalam ilmu bayan disebut

a)

‘ilm al-ma’ani

b)

‘ilm al-bayan

c)

‘ilm al-badi’

d)

‘ilm al-‘arudh

e)

‘ilm al-qafiyah

14.

Dalam ilmu lughah, istilah untuk perubahan makna karena perubahan zaman disebut

a)

musytarak lafdzi

b)

intiqal al-ma‘na

c)

tasarruf al-lughah

d)

majaz lughawi

e)

intiqal al-lafzh

15.

Kata “مَشْرِبٌ” termasuk kategori

a)

isim makan

b)

isim zaman

c)

isim alat

d)

isim maf‘ul

e)

isim fa‘il

16.

Perbedaan makna antara “رَأْس” (kepala) dan “رَئِيس” (ketua) disebut

a)

musytarak lafdzi

b)

mutawatir lafdzi

c)

mutabaayin

d)

mutaradif

e)

istilah

17.

Fenomena “عَيْنٌ” yang bisa bermakna mata, mata air, mata uang, dan mata-mata disebut

a)

musytarak lafdzi

b)

musytarak ma’nawi

c)

mutaradif

d)

intiqal ma‘na

e)

tasarruf lughawi

18.

Istilah untuk kata yang maknanya bertentangan secara mutlak seperti لَيِّن dan قَاسٍ adalah

a)

addad

b)

mutadadd

c)

mutabaayin

d)

mutaradif

e)

musytarak

19.

Urutan pengajaran empat keterampilan bahasa Arab yang paling sesuai dengan pendekatan integratif adalah

a)

istima’ → kalam → qira’ah → kitabah

b)

qira’ah → kitabah → istima’ → kalam

c)

istima’ → qira’ah → kalam → kitabah

d)

kalam → istima’ → qira’ah → kitabah

e)

kitabah → qira’ah → istima’ → kalam

20.

Keterampilan yang paling tepat diajarkan pertama kali kepada pemula level dasar adalah

a)

istima‘ (menyimak)

b)

kalam (berbicara)

c)

qira‘ah (membaca)

d)

kitabah (menulis)

e)

terjemah

21.

Media pembelajaran yang paling efektif untuk melatih maharah kalam level mutawassith adalah

a)

role-play dan simulasi

b)

diktat dan latihan terjemah

c)

membaca nyaring teks panjang

d)

latihan nahwu-sharaf intensif

e)

menghafal kosakata

22.

Strategi pengajaran kitabah dengan pendekatan process writing meliputi tahapan

a)

planning → drafting → revising → editing → publishing

b)

drafting → planning → revising → editing → publishing

c)

revising → planning → drafting → editing → publishing

d)

planning → revising → drafting → editing → publishing

e)

publishing → planning → drafting → revising → editing

23.

Penilaian maharah kalam yang paling otentik dan sesuai KL-6 adalah

a)

tes oral berbasis proyek dan portofolio

b)

tes pilihan ganda tentang kosakata

c)

tes terjemahan kalimat

d)

tes mengisi titik-titik

e)

tes hafalan mufrodat

24.

Pendekatan pembelajaran bahasa Arab yang menekankan penggunaan bahasa secara nyata dalam konteks disebut

a)

communicative language teaching

b)

grammar-translation method

c)

audio-lingual method

d)

direct method

e)

reading method

25.

Model pembelajaran bahasa Arab yang mengintegrasikan empat keterampilan sekaligus disebut

a)

integrated skill approach

b)

segregated skill approach

c)

skill-based approach

d)

content-based instruction

e)

task-based language teaching

26.

Tahapan pembelajaran qira’ah dengan teknik skimming dan scanning yang benar adalah

a)

pre-reading → while-reading → post-reading

b)

while-reading → pre-reading → post-reading

c)

post-reading → pre-reading → while-reading

d)

pre-reading → post-reading → while-reading

e)

while-reading → post-reading → pre-reading

27.

Media paling tepat untuk melatih maharah istima‘ level mutaqaddim adalah

a)

podcast dan video berbahasa Arab autentik

b)

rekaman pengajar membaca teks

c)

lagu anak-anak Arab

d)

dialog buatan guru

e)

cerita pendek tertulis

28.

Prinsip utama dalam pembelajaran bahasa Arab menurut modul adalah

a)

al-i‘tibar bil-ma‘na la bil-lafzh

b)

al-i‘tibar bil-lafzh la bil-ma‘na

c)

al-i‘tibar bil-qiyas la bil-sama‘

d)

al-i‘tibar bil-sama‘ la bil-qiyas

e)

al-i‘tibar bil-makna la bil-mabna

29.

Nilai karakter Profil Pelajar Pancasila yang paling relevan diintegrasikan dalam pembelajaran bahasa Arab adalah

a)

berkebhinekaan global

b)

bernalar kritis

c)

mandiri

d)

bergotong royong

e)

beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia

30.

Cara paling efektif mengintegrasikan nilai “jujur” dalam maharah kitabah adalah

a)

meminta siswa menulis esai tentang pentingnya kejujuran dengan contoh nyata

b)

memberikan latihan terjemah kalimat tentang jujur

c)

menghafal kosakata kejujuran

d)

membuat dialog tentang kejujuran

e)

membaca teks tentang kebohongan

31.

Nilai “tanggung jawab” paling tepat diajarkan melalui pembelajaran

a)

proyek kelompok membuat majalah Arab

b)

tes individu pilihan ganda

c)

menghafal mufrodat

d)

latihan nahwu intensif

e)

terjemah kalimat

32.

Integrasi nilai “peduli sosial” paling tepat melalui kegiatan

a)

diskusi tentang masalah sosial menggunakan bahasa Arab

b)

latihan sharaf

c)

menghafal balaghah

d)

tes istima‘

e)

latihan qira’ah individu

33.

Pilar moderasi beragama yang berkaitan dengan sikap tengah-tengah antara ifrat dan tafrith adalah

a)

tawassuth

b)

tasamuh

c)

i‘tidal

d)

tawazun

e)

musawah

34.

Pilar yang menekankan sikap toleransi aktif adalah

a)

tasamuh

b)

tawassuth

c)

i‘tidal

d)

tawazun

e)

islah

35.

Pilar utama moderasi beragama menurut Kemenag RI yang disebutkan pada hal. 209 adalah

a)

tawassut (sikap pertengahan antara ifrat dan tafrit)

b)

tasâmuh (toleransi aktif)

c)

i‘tidâl (keadilan)

d)

tawâzun (keseimbangan)

e)

ta‘âwun (kerjasama)

36.

Dalam modul hal. 211, sikap “ghuluw fi al-dîn” paling tepat dikategorikan sebagai lawan dari pilar

a)

tasâmuh

b)

tawassut

c)

i‘tidâl

d)

tawâzun

e)

ta‘âwun

37.

Contoh sikap yang mencerminkan pilar “tasâmuh” dalam pembelajaran bahasa Arab di sekolah umum adalah

a)

mengajarkan hanya teks-teks keagamaan dari satu mazhab

b)

mengizinkan siswa non-muslim membaca teks Arab tanpa kewajiban memahami makna agamanya

c)

mewajibkan semua siswa menghafal Al-Qur’an

d)

melarang diskusi tentang perbedaan pendapat ulama

e)

memaksa siswa non-muslim memakai jilbab saat pelajaran

38.

Pilar “tawâzun” dalam konteks pembelajaran bahasa Arab paling tepat diwujudkan melalui

a)

hanya mengajarkan bahasa Arab untuk memahami Al-Qur’an dan Hadis

b)

hanya mengajarkan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi sehari-hari

c)

hanya mengajarkan nahwu-sharaf tanpa mahârah

d)

mengajarkan bahasa Arab sekaligus untuk memahami teks agama dan komunikasi global dengan proporsi seimbang

e)

mengajarkan hanya mahârah kalam tanpa qirâ’ah turast

39.

Menurut tabel hal. 218, sikap “takfîr” (mengkafirkan sesama muslim) termasuk bentuk ekstremisme yang bertentangan dengan pilar

a)

tasâmuh

b)

i‘tidâl

c)

tawassut

d)

tawâzun

e)

ta‘adudiyyah

40.

Strategi paling tepat untuk menginternalisasi nilai moderasi beragama melalui mahârah qirâ’ah adalah

a)

hanya memilih teks yang sesuai dengan mazhab tertentu

b)

memilih teks Arab yang beragam dari berbagai periode dan aliran pemikiran Islam

c)

memilih teks hanya dari abad ke-20

d)

memilih teks hanya dari penulis non-Arab

e)

memilih teks yang paling sulit tanpa mempedulikan isinya

41.

Dalam pembelajaran bahasa Arab, sikap “i‘tidâl” paling konkret diwujudkan ketika guru

a)

tidak memaksakan pendapat pribadi dalam menafsirkan teks agama

b)

memaksakan siswa mengikuti pendapat mazhab guru

c)

menghindari semua diskusi tentang perbedaan pendapat

d)

hanya mengajarkan pendapat mazhab tertentu sebagai satu-satunya yang benar

e)

melarang siswa membaca kitab kuning

42.

Contoh kegiatan pembelajaran bahasa Arab yang paling mencerminkan semangat “al-hiwâr wa al-ta‘âwun” dalam moderasi beragama adalah

a)

lomba pidato Arab individu

b)

debat Arab antar kelompok tentang tema toleransi

c)

menghafal mufrodât sendirian

d)

proyek kelompok lintas agama membuat video dialog berbahasa Arab tentang kerukunan

e)

menulis esai individu tentang kebenaran satu agama

43.

Contoh majaz mursal dengan hubungan “الْكُلِّيَّةُ وَالْجُزْئِيَّةُ” yang disebutkan di modul adalah

a)

A. شَرِبْتُ الْمَاءَ (maksudnya gelasnya)

b)

B. أَكَلْتُ الثُّلُثَ (dari roti)

c)

C. رَأَيْتُ أَسَدًا (orang pemberani)

d)

D. جَاءَ الرَّبِيْعُ (musim semi)

e)

E. مَرَرْتُ بِالْبَيْتِ (penduduknya)

44.

(Topik 3 – Ilmu Balaghah, hal. 68)

Kinayah yang termasuk “كِنَايَةٌ عَنْ صِفَةٍ” menurut tabel modul adalah:

a)

A. قَصِيرُ الْيَدِ (bakhil)

b)

B. طَوِيلُ اللِّسَانِ (banyak omong)

c)

C. ثَقِيلُ الظِّلِّ (membosankan)

d)

D. وَاسِعُ الْأُفُقِ (berpikiran luas)

e)

E. خَفِيفُ الْمَحْفَظَةِ (miskin)

45.

(Topik 6 – Pembelajaran Bahasa, hal. 172)

Pendekatan pembelajaran bahasa Arab yang paling menekankan “الاعتبار بالمعنى لا باللفظ” adalah:

a)

A. Communicative Language Teaching (CLT)

b)

B. Grammar-Translation Method

c)

C. Audio-Lingual Method

d)

D. Total Physical Response

e)

E. Reading Method

46.

(Topik 7 – Pendidikan Karakter, hal. 200–201) Integrasi nilai “Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia” paling tepat dilakukan melalui:

a)

A. memilih teks-turast Arab yang mengandung akhlak karimah lalu mendiskusikan dan merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari

b)

B. hanya melatih sharaf dan nahwu tanpa membahas makna

c)

C. menggunakan teks Arab modern yang netral agama

d)

D. menghafal mufrodat akhlak tanpa konteks

e)

E. menerjemahkan hadis tanpa refleksi pribadi

47.

(Topik 8 – Moderasi Beragama, hal. 216)

Pilar moderasi beragama yang paling bertentangan dengan sikap “ghulūw” dan “takfīr” secara langsung adalah:

a)

A. التَّوَسُّطُ

b)

B. التَّسَامُحُ

c)

C. الاعْتِدَالُ

d)

D. التَّوَازُنُ

e)

E. التَّعَاوُنُ

48.

(Topik 7 – Pendidikan Karakter, hal. 204)

Nilai Profil Pelajar Pancasila yang paling relevan dan paling banyak diintegrasikan melalui teks-turast Arab adalah:

a)

A. Bernalar Kritis

b)

B. Gotong Royong

c)

C. Mandiri

d)

D. Berkebhinekaan Global

e)

E. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia

49.

(Topik 8 – Moderasi Beragama, hal. 222)

Implementasi pilar “تَوَازُنٌ” dalam pembelajaran bahasa Arab paling tepat dilakukan dengan

a)

A. menyeimbangkan pengajaran bahasa Arab untuk tujuan agama dan komunikasi global secara proporsional

b)

B. hanya mengajarkan bahasa Arab untuk memahami teks agama

c)

C. hanya mengajarkan bahasa Arab untuk komunikasi sehari-hari

d)

D. hanya mengajarkan nahwu-sharaf tanpa mahārah

e)

E. hanya mengajarkan qira’ah turast tanpa kalam

50.

(Topik 6 – Pembelajaran Bahasa, hal. 172)

Pendekatan pembelajaran bahasa Arab yang paling menekankan “الاعتبار بالمعنى لا باللفظ” adalah:

a)

A. Communicative Language Teaching (CLT)

b)

B. Grammar-Translation Method

c)

C. Audio-Lingual Method

d)

D. Total Physical Response

e)

E. Reading Method