Font size
WorksheetsUAS Sejarah dan Filsafat Olahraga
Total questions: 25
Worksheet time: 25mins
Hubungan paling mendasar antara sejarah dan filsafat dalam studi olahraga adalah ?
Filsafat menguji teknik olahraga, sementara sejarah mengatur jadwal kompetisi.
Sejarah menyediakan data, filsafat memberi makna dan penafsiran.
Keduanya berdiri sendiri dan jarang saling berhubungan.
Sejarah membahas etika, filsafat membahas kronologi.
Sejarah olahraga berfungsi untuk ?
Menafsirkan nilai moral olahraga
Menyusun teori permainan dari perspektif metafisika
Melacak perkembangan bentuk dan makna olahraga dari masa ke masa.
Menentukan siapa yang paling unggul dalam olahraga.
Filsafat olahraga terutama menyoroti aspek ?
Teknis gerak dan evaluasi performa.
Makna, nilai, dan etika dalam aktivitas olahraga.
Perubahan cuaca saat pertandingan berlangsung.
Strategi pelatih dalam memenangkan pertandingan.
Mengapa sejarah dan filsafat olahraga tidak dapat dipisahkan?
Karena keduanya mempelajari fisika tubuh atlet.
Sejarah menjelaskan apa yang terjadi; filsafat menjelaskan mengapa itu berarti.
Filsafat hanya valid jika ada juara dunia.
Sejarah membutuhkan teori metafisika atletik.
Kajian tentang fair play secara historis menunjukkan bahwa ?
Nilai ini muncul bersamaan dengan penemuan bola.
Fair play adalah nilai bawaan manusia sejak lahir.
Nilai fair play berkembang bertahap mengikuti budaya dan tradisi olahraga tertentu.
Fair play tidak pernah mengalami perubahan.
Konsep “tubuh sebagai instrumen budaya” dalam filsafat olahraga berarti bahwa
Tubuh sepenuhnya lepas dari nilai sosial.
Tubuh hanya berfungsi untuk kompetisi.
Gerak olahraga mencerminkan nilai dan cara hidup masyarakat.
Filsafat tidak membahas tubuh sama sekali.
Apa yang paling tepat menggambarkan evolusi olahraga dari zaman kuno ke modern?
Tidak mengalami perubahan sama sekali.
Selalu dikuasai oleh militer.
Berkembang dari ritual, permainan rakyat, hingga sistem profesional.
Selalu menggunakan teknologi canggih.
Filsafat olahraga menanyakan “Mengapa manusia berolahraga?” Ini termasuk cabang filsafat
Epistemologi
Ontologi
Etika
Aksiologi
Jika filsafat memberi “kompas pemaknaan,” maka sejarah memberi
Peta perjalanan
Lagu penyemangat
Arti Olahraga
Peta Kehidupan
Filsafat olahraga dapat menjelaskan mengapa kekerasan dalam pertandingan dianggap tidak tepat melalui kajian
Etika
Estetika
Logika
Epistemologi
Olimpiade Kuno berasal dari peradaban
Mesir
Yunani
Romawi
Persia
Jika suatu negara menggunakan prestasi olahraga untuk legitimasi politik, maka sejarah olahraga menunjukkan fungsi
estetika
pedagogis
simbolik
rekreasional
Dalam sejarah, transformasi nilai sportivitas banyak dipengaruhi perubahan budaya. Hal ini membuktikan bahwa nilai dalam olahraga bersifat
absolut dan tidak berubah
tidak dapat dianalisis secara filsafat
hanya ditentukan wasit
relatif terhadap konteks zaman
Cabang olahraga yang berasal dari tradisi lokal memperlihatkan bahwa sejarah olahraga berkaitan dengan
konstruksi identitas
efisiensi biomekanis
tuntutan komersialisasi
objektivitas aturan
Jika sejarah mencatat olahraga sebagai alat diplomasi, maka secara filosofis olahraga diposisikan sebagai
aktivitas netral
medium relasi antarnegara
ekspresi individu semata
kegiatan tanpa nilai politik
Perkembangan teknologi wasit video (VAR) menunjukkan hubungan sejarah dan filsafat karena
Teknologi selalu netral
Menjamin kemenangan tim besar
Mengubah nilai keadilan dalam olahraga
Tidak berpengaruh pada moral
Olahraga pada awalnya memiliki fungsi ritual. Hal ini menunjukkan
Olahraga tidak punya sejarah
Fungsi olahraga tidak berubah
Modernitas tidak memengaruhi olahraga
Olahraga berkembang dari nilai-nilai filosofis suatu masyarakat
Komersialisasi olahraga mengubah
Makna kemenangan sebagai nilai moral
Sejarah olahraga menjadi tidak berguna
Peraturan menjadi tidak tetap
Motivasi atlet menjadi lebih spiritual
Sejarah olahraga menunjukkan peran perempuan meningkat karena
Invisible change
Penurunan minat olahraga laki-laki
Perubahan sosial-global menuju kesetaraan
Keputusan federasi tanpa dasar
Analisis kritis terhadap mega-event olahraga (seperti Piala Dunia/Olimpiade) sering menunjukkan efek negatif yang meliputi:
Hanya manfaat ekonomi tanpa konsekuensi sosial
Peningkatan kohesi sosial tanpa biaya
Pengurangan ketimpangan sosial langsung
Pemindahan beban ekonomi ke publik, gentrifikasi, dan legimitasi elit politik
Filsafat disebut sebagai “ibu dari segala ilmu” (the mother of sciences). Jelaskan arti pernyataan tersebut dan bagaimana filsafat berperan dalam membentuk dasar berpikir ilmiah ?
Analisislah pergeseran nilai olahraga dari ritual ke industri. Apa dampaknya terhadap moralitas atlet?
Sejarah olahraga menunjukkan bahwa nilai fair play tidak selalu hadir sejak awal perkembangan olahraga. Jelaskan bagaimana filsafat membantu menafsirkan perubahan nilai tersebut dalam konteks sosial dan budaya ?
Bagaimana peran filsafat dalam mengembalikan keseimbangan antara pengetahuan dan moral pada kehidupan manusia saat ini dari kemajuan teknologi yang tidak selalu diiringi dengan kemajuan moral ?
Bagaimana filsafat dapat memberikan arah baru bagi peradaban manusia agar lebih berkeadaban dan berkeadilan ?
