wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KIK Quiz

Total questions: 40

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Seorang wirausaha muda, Risa, berhasil menganalisis peluang usaha di bidang makanan sehat. Namun, ia dihadapkan pada dilema perencanaan produksi: menggunakan mesin otomatis berkapasitas tinggi (investasi besar) atau tenaga kerja manual terampil (biaya variabel tinggi). Jika Risa memiliki karakteristik wirausaha 'Berani Mengambil Risiko' dan 'Perencanaan Jangka Panjang', keputusan perencanaan produksi yang paling tepat untuk diterapkan adalah . . .

a)

Menggunakan tenaga kerja manual untuk meminimalkan risiko investasi awal dan menjaga fleksibilitas, sesuai prinsip kehati-hatian.

b)

Menggunakan mesin otomatis berkapasitas tinggi, karena karakteristik 'Berani Mengambil Risiko' mendukung investasi besar untuk mencapai efisiensi dan dominasi pasar di masa depan.

c)

Menunda produksi hingga mendapatkan investor yang siap menanggung seluruh biaya mesin otomatis, untuk keamanan finansial mutlak.

d)

Menerapkan sistem leasing mesin otomatis, agar risiko investasi awal ditanggung oleh pihak ketiga.

e)

Mengombinasikan 70% manual dan 30% otomatis untuk uji coba pasar, tanpa analisis biaya yang optimal.

2.

Perusahaan 'EcoPack' memiliki Kekuatan (Strength) paten material daur ulang yang kuat, dan Ancaman (Threat) harga bahan baku daur ulang yang fluktuatif . Dalam perencanaan produksi, strategi analisis yang paling efektif untuk memitigasi ancaman dan memaksimalkan kekuatan adalah . . .

a)

Menerapkan strategi reaktif: membeli bahan baku hanya saat harganya rendah, mengabaikan potensi kehabisan stok.

b)

Menjalin kontrak jangka panjang dengan pemasok bahan baku daur ulang untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.

c)

Mengembangkan produk baru yang tidak bergantung pada bahan baku daur ulang.

d)

Mengurangi volume produksi saat harga bahan baku naik.

e)

Mengalihkan produksi ke bahan baku konvensional saat harga daur ulang tinggi.

3.

Sebuah usaha kerajinan tangan memiliki keterbatasan signifikan pada sumber daya 'Machine' dan 'Method'. Produknya unik dan bernilai jual tinggi. Dalam merumuskan perencanaan produksi agar volume meningkat tanpa mengorbankan kualitas dan keunikan, ide inovatif yang paling tepat adalah . . .

a)

Mengganti material baku dengan bahan yang lebih murah, untuk menghemat biaya dan mengalokasikannya ke pembelian mesin mahal.

b)

Menerapkan sistem 'Mass Customization' dengan fokus pada pelatihan 'Man' (SDM) untuk meningkatkan keterampilan, dan menggunakan metode 'alat bantu sederhana' yang dikembangkan sendiri.

c)

Memperkecil ukuran produk agar proses pengerjaan (Method) menjadi lebih cepat dan mengabaikan kebutuhan pasar akan ukuran standar.

d)

Membeli modal sebanyak-banyaknya untuk membeli semua mesin otomatis terbaru tanpa studi kelayakan produksi.

e)

Menjual hak paten desain kepada perusahaan besar yang memiliki mesin canggih.

4.

Sebuah pabrik pengolahan hasil pertanian akan dibangun. Produknya sangat bergantung pada kesegaran bahan baku dan memiliki margin keuntungan tipis. Lokasi A: dekat bahan baku, jauh dari pasar/infrastruktur. Lokasi B: jauh dari bahan baku, dekat pasar/infrastruktur. Lokasi yang harus dipilih adalah . . .

a)

Lokasi B, karena dekat dengan pasar dan infrastruktur yang lebih baik akan menjamin kecepatan pengiriman dan mengurangi biaya transportasi ke konsumen.

b)

Lokasi A, karena kedekatan dengan sumber bahan baku adalah faktor vital untuk produk yang bergantung pada kesegaran, sehingga menjaga kualitas produk adalah prioritas utama (meminimalkan risiko material).

c)

Lokasi B, karena biaya investasi awal di Lokasi A akan jauh lebih mahal untuk membangun infrastruktur dari nol.

d)

Membangun pabrik kecil di Lokasi A untuk pengolahan awal, dan pabrik finishing di Lokasi B untuk pengiriman akhir.

e)

Menghindari kedua lokasi dan memilih lokasi di tengah-tengah tanpa mempertimbangkan infrastruktur.

5.

Andi, seorang wirausaha, menghadapi kegagalan peluncuran produk pertamanya. Berdasarkan karakteristik kerja prestatif, sikap yang harus ia ambil agar kegagalan ini menjadi pelajaran berharga adalah . . .

a)

Menghentikan total ide tersebut karena risiko terlalu tinggi.

b)

Melakukan 'Kerja Mawas Diri' untuk menganalisis kesalahan lalu menyusun 'Creative Imagination' untuk memecahkan masalah baru.

c)

Meluncurkan produk baru yang berbeda tanpa didahului dengan menganalisis kegagalan sebelumnya.

d)

Menarik semua modal yang tersisa dan menggantinya dengan utang baru.

e)

Menyalahkan tim pemasaran karena gagal mendistribusikan produk dan meminta pertanggung jawaban mereka.

6.

Dalam konteks 'Kerja Cerdas', seorang wirausaha harus mampu mengkalkulasi, berkomunikasi, dan negosiasi. Saat merencanakan produksi, aspek 'Kerja Cerdas' yang paling relevan untuk diimplementasikan dalam pengadaan bahan baku adalah . . .

a)

Kalkulasi: Menghitung secara tepat jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan per jam.

b)

Komunikasi: Menyampaikan instruksi kerja yang jelas kepada buruh pabrik.

c)

Komunikasi dan Negosiasi: Menyampaikan mengenai keinginan kerja sama dan mendapatkan harga bahan baku terendah dari pemasok tanpa mempertimbangkan kualitas dan standar produksi.

d)

Kalkulasi dan Negosiasi: Menghitung titik impas (BEP) produksi dan bernegosiasi dengan pemasok untuk mendapatkan harga dan skema pembayaran yang menguntungkan tanpa mengorbankan kualitas.

e)

Komunikasi dan Kalkulasi: Menyebarkan informasi tentang produk melalui media sosial secara masif dan menghitung dengan rinci biaya produksi yang harus dikeluarkan.

7.

Karakteristik wirausaha 'Jujur' menjadi fondasi utama dalam Analisis Peluang Usaha karena . . .

a)

Karena kejujuran menjamin tidak adanya penipuan terhadap konsumen.

b)

Karena dengan jujur, wirausaha berani mengakui keterbatasan modal yang dimiliki.

c)

Agar  wirausaha melakukan analisis SWOT secara objektif, yang menjadi dasar studi kelayakan.

d)

Agar proses negosiasi dengan mitra kerja dapat berjalan lancar.

e)

Agar dapat mengajukan pinjaman modal ke bank dengan mudah.

8.

Dalam konteks perencanaan produksi, perusahaan X ingin meningkatkan output harian hingga 50%. Hasil analisis 5W+1H menunjukkan bahwa 'How' (Bagaimana menjalankan usaha) terhambat oleh proses quality control yang masih manual dan lambat. Solusi Kreasi yang paling efektif untuk mengatasi hambatan 'Method' ini adalah . . .

a)

Menambah jumlah tenaga kerja (Man) pada bagian quality control secara besar-besaran.

b)

Mengurangi standar kualitas produk agar proses pemeriksaan lebih cepat.

c)

Mendesain dan mengimplementasikan sistem check-list visualisasi digital sederhana (Metode baru) dan melatih 1-2 supervisor untuk mengoperasikan alat ukur digital (Machine) semi-otomatis.

d)

Menghentikan produksi saat quality control tidak mampu mengimbangi kecepatan produksi.

e)

Membebankan tugas quality control kepada tim pemasaran untuk menghemat biaya.

9.

Menurut Bygrave, salah satu dari 10 D adalah Distribute (mampu mendistribusikan atau membagi tugas, wewenang, dan kepemilikan). Dalam perencanaan produksi jangka panjang, sifat ini krusial bagi wirausaha yang ingin mencapai skala industri karena . . .

a)

Agar wirausaha bisa bersantai dan tidak perlu mengurus detail produksi harian.

b)

wirausaha fokus pada strategi perusahaan, sementara operasional produksi berjalan efisien di bawah delegasi yang kompeten.

c)

Wirausaha harus fokus pada 'Dollars' sebagai tujuan utama, sehingga urusan produksi diserahkan sepenuhnya kepada orang lain.

d)

Ini membantu meminimalisir risiko keuangan karena kepemilikan dibagikan.

e)

Karena mendistribusikan produk adalah bagian terpenting dari suksesnya usaha.

10.

Hasil analisis Peluang Usaha menunjukkan bahwa produk A memiliki pasar yang besar (Opportunity), tetapi bahan bakunya sulit didapat dan mahal (Threat & Weakness). Jika Anda adalah seorang wirausaha dengan sikap Pantang Menyerah, langkah evaluasi yang paling rasional untuk diambil adalah . . .

a)

Segera secepatnya beralih ke produk lain yang bahan bakunya lebih mudah didapat serta murah, karena risiko kegagalan material terlalu tinggi.

b)

Melakukan 'Kerja Keras' untuk menemukan teknologi yang memungkinkan substitusi bahan baku mahal dengan bahan baku lokal yang lebih murah dengan kualitas yang sama.

c)

Mengandalkan modal besar untuk mengimpor bahan baku yang mahal secara terus-menerus karena kualitas harus dipertahankan.

d)

Memproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas agar kerugian bisa diminimalkan.

e)

Meminta bantuan pemerintah untuk menstabilkan harga bahan baku tersebut.

11.

Studi kelayakan usaha yang komprehensif dianggap sebagai identifikasi dari karakteristik wirausaha 'Details' menurut Bygrave karena . . .

a)

mampu berfokus pada analisis keuangan yang rinci dan mengabaikan detail lainnya.

b)

mampu menganalisis secara rinci dan mencakup analisis menyeluruh dari berbagai aspek usaha.

c)

mampu berfokus pada analisis aspek hukum dan legalitas usaha yang sedang dijalankan.

d)

mampu membantu wirausaha menentukan tujuan secara cepat dalam membangun usaha.

e)

relevan pada saat pemasaran produk, bukan saat perencanaan.

12.

Dalam konteks perencanaan layout produksi, sebuah pabrik memproduksi dua jenis barang: Produk A (volume besar, jenis sedikit) dan Produk B (volume kecil, custom). Layout yang paling efisien untuk diterapkan adalah . . .

a)

Menggunakan Product Layout (Garis/Lini) untuk Produk A, dan Process Layout (Fungsional) untuk Produk B, demi efisiensi optimal.

b)

Menggunakan Fixed Position Layout untuk kedua produk karena lebih fleksibel.

c)

Menggunakan Process Layout untuk kedua produk untuk menyeragamkan proses.

d)

Menggunakan Product Layout untuk kedua produk agar kecepatan produksi maksimal.

e)

Menyewa dua pabrik terpisah, satu untuk A dan satu untuk B.

13.

Seorang wirausaha baru menemukan peluang usaha jasa digital marketing. Ia menyusun perencanaan produksi/operasional dengan mengutamakan pengembangan elemen 'Man' (SDM) dan 'Method' (Metode Kerja). Fokus pada kedua elemen ini lebih penting daripada elemen 'Machine' dan 'Material' di awal usaha jasa ini karena . . .

a)

jasa tidak membutuhkan modal (Money) yang besar.

b)

bergantung pada kualitas intelektual dan kreativitas tim yang diwujudkan melalui alur kerja yang efisien dan adaptif.

c)

elemen 'Machine' (komputer) dan 'Material' (kabel internet) sudah pasti tersedia dan tidak perlu direncanakan.

d)

Hanya elemen 'Man' yang krusial, sedangkan 'Method' dapat diciptakan seiring berjalannya waktu.

e)

fokus pada 'Man' dan 'Method' menjamin perusahaan dapat menjual jasa dengan harga tinggi.

14.

Wirausaha yang sukses ditandai oleh sikap Mandiri dan Optimis. Dalam konteks perencanaan produksi, sikap mandiri wirausaha tersebut diuji secara kritis ketika . . .

a)

ia harus mengambil keputusan mengenai warna produk yang akan diproduksi, tanpa menyalahkan desain lain yang dianggapnya kurang menarik.

b)

ia harus meminjam uang ke bank untuk memperkirakan pengeluaran sebagai perhitungan modal operasional sehari-hari.

c)

ia harus merumuskan ulang seluruh Standard Operating Procedure (SOP) saat gagal uji coba awal tanpa menyalahkan kegagalan pada kondisi ekonomi atau timnya.

d)

ia harus berada di posisi memecat seorang karyawan yang dinilainya berkinerja buruk tanpa diintimidasi oleh pihak lain.

e)

ia berhasil mencapai target penjualan yang ditentukan oleh investor.

15.

Seorang wirausaha menjalankan usaha katering makanan organik. Salah satu tantangan terbesarnya (Threat/Kelemahan) adalah tingginya biaya bahan baku premium. Berdasarkan analisis Break Even Point (BEP) dalam perencanaan produksi/keuangan, strategi evaluasi yang harus ia lakukan untuk mengatasi masalah ini adalah . . .

a)

Mencari bahan baku yang lebih murah meskipun kualitasnya menurun sedikit.

b)

Menganalisis BEP per unit produk, lalu mengabaikan produk yang memiliki kontribusi margin terkecil.

c)

Meningkatkan harga jual (Selling Price) sebesar 50% untuk menutupi kenaikan biaya variabel, tanpa analisis elastisitas permintaan pasar.

d)

Mengurangi biaya tetap (Fixed Cost) seperti sewa dapur dan listrik, karena BEP dipengaruhi oleh biaya tetap dan biaya variabel.

e)

Merumuskan ulang proses masak (Method) untuk meminimalkan food waste, sehingga biaya variabel per porsi dapat ditekan.

16.

Wirausaha dapat menerapkan prinsip 'Kerja Tuntas' pada situasi keterlambatan proyek akibat kesalahan pada flowchart produksi dengan . . .

a)

memperbaiki flowchart produksi dan memastikan setiap tahap dikerjakan hingga selesai

b)

menunda penyelesaian proyek hingga waktu yang tidak ditentukan

c)

mengidentifikasi sumber kesalahan dalam flowchart, memperbaikinya, dan memastikan semua tim memahami SOP baru.

d)

membagi tugas secara acak tanpa memperhatikan urutan kerja

e)

mengabaikan kesalahan pada flowchart dan melanjutkan produksi

17.

Jika sebuah produk memiliki Market yang sangat besar dan Material (bahan baku) yang sangat langka/mahal, wirausaha dapat menciptakan peluang dengan mengoptimalkan elemen 6M lainnya yaitu . . .

a)

Mengoptimalkan 'Machine' dengan mesin otomatis dan mengabaikan 'Man' untuk meminimalkan biaya tenaga kerja.

b)

Menjual produk dengan harga sangat murah untuk menguasai pasar secepat mungkin.

c)

Fokus pada 'Man' (SDM) untuk meningkatkan keterampilan negosiasi harga bahan baku yang mahal.

d)

Fokus pada 'Method' (inovasi proses) untuk mencari bahan pengganti (Material Substitution)

e)

Mengurangi target 'Market' menjadi sangat kecil agar kebutuhan 'Material' juga berkurang.

18.

Karakteristik 'Decision' (Pengambilan Keputusan) menurut Bygrave mengharuskan wirausaha bertindak cepat dan tegas. Dalam tahap perencanaan produksi, karakteristik ini memiliki dampak paling signifikan saat . . .

a)

memilih logo perusahaan untuk materi pemasaran.

b)

menunda pembelian mesin yang baru karena menunggu teknologi model yang lebih canggih rilis.

c)

memutuskan antara perbaikan mahal/lama atau penggantian mesin mahal/cepat ketika breakdown mesin.

d)

memilih vendor lama atau baru untuk pembuatan seragam kerja karyawan.

e)

menyusun laporan keuangan akhir tahun.

19.

Analisis Peluang Usaha menggunakan metode 5W+1H. Dalam perencanaan produksi, pertanyaan yang paling relevan dengan unsur "produk apa yang akan dibuat" dalam konteks penentuan Bill of Material (BOM) adalah . . .

a)

Siapa yang akan mengoperasikan mesin produksi?

b)

Mengapa produk ini lebih baik dari pesaing?

c)

Komponen bahan baku, dan jumlah standar apa saja yang diperlukan untuk menghasilkan satu unit produk jadi?

d)

Di mana pabrik akan didirikan?

e)

Bagaimana urutan proses perakitan dilakukan?

20.

Perusahaan B hendak memproduksi pakaian custom (pesanan khusus) dalam skala kecil. Dalam perencanaan kapasitas produksi, mereka harus memilih antara: (1) Mesin jahit standar yang dioperasikan oleh 10 penjahit terampil, atau (2) 2 Mesin CNC jahit otomatis berharga mahal yang dioperasikan 2 operator. Jika perusahaan sangat memprioritaskan fleksibilitas desain dan sikap wirausaha 'Inovatif', pilihan yang paling rasional adalah . . .

a)

Pilihan (2), karena mesin CNC otomatis lebih mencerminkan inovasi teknologi dan mengurangi ketergantungan pada SDM.

b)

Pilihan (1), karena SDM terampil menawarkan fleksibilitas tertinggi untuk adaptasi desain mendadak, memungkinkan inovasi produk tanpa batasan program mesin otomatis.

c)

Pilihan (2), karena biaya operasional per unit akan jauh lebih rendah.

d)

Mengabaikan kedua pilihan dan berkolaborasi dengan perusahaan penjahit lain.

e)

Pilihan (1), tetapi penjahit harus diganti dengan pekerja part-time agar biaya lebih murah.

21.

Seorang wirausaha menjalankan usaha frozen food yang sangat sensitif terhadap penyimpanan suhu. Dalam perencanaan produksi, alur proses yang efektif menjadi lebih penting daripada kapasitas mesin beku (Machine) yang besar karena . . .

a)

Alur proses (Method) yang buruk (misalnya, terlalu lama di suhu ruangan) akan merusak kualitas produk secara permanen.

b)

Alur proses hanya berdampak pada kecepatan produksi, bukan kualitas produk.

c)

Mesin beku yang besar dapat mengatasi segala kelemahan pada alur proses.

d)

Kapasitas mesin beku selalu dapat ditingkatkan dengan mudah jika ada permintaan pasar yang tinggi.

e)

Fokus harus pada jumlah SDM (Man) yang mengoperasikan, bukan pada Method atau Machine.

22.

Perusahaan C ingin memproduksi sabun mandi herbal. Hasil analisis SWOT menunjukkan Kelemahan utama adalah keterbatasan dana promosi, sementara Peluang terbesarnya adalah trend konsumen yang beralih ke produk alami dan ramah lingkungan. Strategi perencanaan produksi yang paling kreatif untuk mengatasi Kelemahan dan memanfaatkan Peluang tersebut adalah . . .

a)

Menggunakan bahan baku kimia yang murah untuk menghemat Money dan mengalokasikannya ke promosi besar-besaran.

b)

Meningkatkan kualitas SDM di bagian pemasaran dan merekrut influencer untuk promosi.

c)

Mengembangkan produk dengan 'Method' yang menghasilkan nilai keunikan tinggi dan mengandalkan word-of-mouth serta edukasi gratis.

d)

Menghentikan produksi dan beralih ke usaha jasa yang tidak membutuhkan Money besar.

e)

Meminjam Money sebanyak-banyaknya untuk menutupi kelemahan promosi.

23.

Dalam menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk produk baru (Perencanaan Produksi), sikap wirausaha 'Details' sangat krusial untuk diterapkan pada biaya variabel (Variabel Cost) karena . . .

a)

biaya variabel (seperti bahan baku) adalah biaya terkecil, sehingga detailnya mudah dihitung.

b)

penggunaan material per unit, biaya tenaga kerja langsung per unit menentukan titik impas (BEP) dan margin keuntungan produk.

c)

detail biaya tetap (Fixed Cost) lebih sulit dihitung daripada biaya variabel.

d)

Sikap 'Details' hanya relevan untuk perhitungan pajak.

e)

Agar dapat meminjam modal dari bank dengan persyaratan yang lebih mudah karena kelengkapan administrasi yang detail.

24.

Skenario perencanaan produksi yang paling mencerminkan implementasi prinsip 'Kerja Ikhlas' dan 'Kerja Efektif' secara bersamaan adalah . . .

a)

Bekerja lembur setiap hari tanpa pantang menyerah untuk menyelesaikan target produksi, meskipun metode kerjanya tidak efisien.

b)

Mengembangkan sistem penjadwalan produksi yang meminimalkan waktu tunggu (idle time) mesin, meskipun tim harus belajar SOP baru.

c)

Menggunakan modal untuk membeli mesin tercanggih agar pekerjaan menjadi mudah, meskipun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.

d)

Memproduksi barang hanya saat ada pesanan besar dari pelanggan, sisanya berlibur.

e)

Meningkatkan keuntungan perusahaan, meskipun dengan cara mengurangi gaji karyawan untuk menutupi pengeluaran.

25.

Dalam analisis peluang usaha, ditemukan bahwa produk kopi sachet premium memiliki Kelemahan (Weakness): kemasan yang mudah rusak saat pengiriman, dan Ancaman (Threat): pesaing besar yang mendominasi distribusi. Strategi perencanaan produksi yang paling inovatif untuk mengatasi kedua masalah ini adalah . . .

a)

Mengganti kemasan sachet dengan kemasan kaleng (Machine baru) yang lebih mahal, lalu mendistribusikannya melalui agen tunggal di kota besar.

b)

Menciptakan 'Method' baru: memproduksi dalam bentuk bulk (curah) dan berkolaborasi dengan coffeeshop kecil untuk menjualnya sebagai 'kopi signature' mereka.

c)

Menurunkan kualitas kopi agar dapat mengalokasikan dana ke penguatan kemasan.

d)

Fokus pada penguatan SDM (Man) di bagian pengemasan.

e)

Menghentikan produksi kopi sachet dan beralih ke biji kopi utuh.

26.

Perencanaan kapasitas produksi merupakan salah satu pertimbangan terpenting dalam studi kelayakan aspek pemasaran karena . . .

a)

Kapasitas produksi menentukan jumlah tenaga kerja yang harus direkrut.

b)

Kapasitas yang dirancang sesuai prediksi permintaan pasar menjamin ketersediaan barang dan mencegah stock-out atau overstock.

c)

Kapasitas menentukan desain kemasan produk.

d)

Semakin besar kapasitas, semakin murah biaya transportasi per unit.

e)

Kapasitas produksi harus selalu lebih kecil dari permintaan pasar.

27.

Prinsip 'Creative Imagination' mengharuskan wirausaha melihat masalah sebagai peluang. Dalam perencanaan produksi, sebuah perusahaan menghadapi masalah kelebihan limbah produksi (Waste). Ide (Kreasi) yang mencerminkan 'Creative Imagination' untuk mengatasi masalah ini adalah . . .

a)

Membayar denda atas kelebihan limbah sesuai peraturan pemerintah.

b)

Menghentikan produksi barang yang menghasilkan limbah terlalu banyak.

c)

Mengembangkan 'Method' baru untuk mengolah limbah menjadi produk sampingan yang memiliki nilai jual (misalnya: pupuk organik)

d)

Mengurangi jumlah tenaga kerja (Man) di bagian produksi yang menghasilkan limbah.

e)

Menjual limbah kepada pengepul dengan harga yang sangat rendah karena sudah merupakan barang sisa.

28.

Dalam Product Layout (Garis/Lini), setiap stasiun kerja (Work Station) harus memiliki keseimbangan beban kerja yang hampir sama. Keseimbangan lini ini merupakan faktor krusial dalam mencapai efisiensi perencanaan produksi massal karena . . .

a)

Untuk memastikan setiap karyawan memiliki waktu istirahat yang cukup.

b)

Untuk meminimalkan waktu tunggu (idle time) di setiap stasiun dan mencegah terjadinya bottleneck (kemacetan proses).

c)

Untuk memastikan flowchart produksi menjadi lebih lancar serta mudah digambar dan dipahami.

d)

Untuk dapat menerapkan Fixed Position Layout dengan mudah dan stabil.

e)

Untuk menanggulangi mengurangi biaya bahan baku (Material) yang sudah lama di gudang

29.

Jika seorang wirausaha produk barang gagal memenuhi target penjualan (Market), dan hasil analisis 6M menunjukkan bahwa elemen 'Material' dan 'Machine' sudah optimal. Evaluasi paling rasional yang harus difokuskan pada elemen 'Man' dan 'Method' adalah . . .

a)

Mengganti semua mesin yang usianya sudah tua dan menambah jam kerja.

b)

Menambah jam kerja untuk mengoptimalkan produksi tanpa mengubah metode kerja yang digunakan.

c)

Mengurangi harga jual produk sebesar 50% dan melakukan training ulang pada karyawan.

d)

Meningkatkan pelatihan sales dan merumuskan ulang metode promosi untuk menjangkau target pasar yang belum tersentuh.

e)

Mengganti karyawan biasa dengan yang ahli dan meninjau ulang rencana dengan penggunaan mesin baru.

30.

Sikap wirausaha 'Tanggung Jawab' terhadap 'Destiny' bisnisnya diuji ketika ia harus memutuskan apakah akan terus memproduksi produk yang sangat disukai konsumen (Peluang Usaha), tetapi prosesnya menghasilkan polusi yang melanggar hukum. Tindakan Evaluasi yang paling tepat adalah . . .

a)

Terus memproduksi karena keuntungan konsumen lebih penting daripada peraturan lingkungan.

b)

Menghentikan total produksi dan mencari produk baru yang tidak berpolusi agar tidak melanggar dan terjerat hukum.

c)

Mengalokasikan sebagian besar keuntungan untuk merumuskan ulang proses produksi (Method) dan membeli mesin pengolah limbah (Machine) yang memenuhi standar hukum, sebagai bentuk tanggung jawab penuh.

d)

Memindahkan pabrik ke lokasi yang aturannya lebih longgar, dimana areanya masih luas.

e)

Memalsukan laporan lingkungan agar produksi dapat dilanjutkan, meskipun pada kenyataannya polusi masih ada.

31.

Perusahaan D memproduksi keripik kentang. Hasil analisis biaya menunjukkan bahwa biaya pengemasan (biaya variabel) sangat besar dan membebani HPP. Solusi Kreasi yang paling efektif dalam perencanaan produksi untuk mengatasi masalah HPP ini adalah . . .

a)

Mengganti kentang dengan singkong agar biaya bahan baku lebih murah.

b)

Mengembangkan metode in-house packaging (pengemasan sendiri) dengan investasi mesin packaging (Machine) semi-otomatis untuk mengurangi biaya variabel tenaga kerja dan pembelian kemasan dari pihak ketiga.

c)

Menyewa tenaga kerja outsourcing untuk pengemasan dengan upah minimum.

d)

Memproduksi dalam jumlah kecil agar biaya pengemasan juga kecil.

e)

Menyewa tenaga kerja outsourcing untuk pengemasan dengan upah minimum.

32.

Penentuan lokasi pabrik (Perencanaan Produksi) pada Product-Oriented Business (misalnya: tambang) harus didasarkan pada kedekatan bahan baku, sementara pada Market-Oriented Business (misalnya: pusat perbelanjaan) didasarkan pada kedekatan pasar. Hal tersebut karena . . .

a)

Product-Oriented mengutamakan Machine, sedangkan Market-Oriented mengutamakan Man.

b)

biaya transportasi bahan baku tambang lebih besar dan lebih penting dihemat daripada biaya transportasi produk jadi, sementara Market-Oriented biaya distribusi ke konsumen lebih krusial.

c)

Aturan ini hanya berlaku untuk industri jasa, bukan barang. Jadi tidak masalah dimana saja memilih lokasi.

d)

Lokasi hanya ditentukan oleh ketersediaan akan modal (Money), seberaba banyak lokasi tersebut bisa mendatangkan laba.

e)

faktor hukum dan regulasi adalah penentu utama, bukan lokasi bahan baku atau pasar.

33.

Seorang wirausaha dengan sikap 'Macher' (pelaksana yang berorientasi pada hasil) sedang menyusun perencanaan produksi. Ia dihadapkan pada dua pilihan Method: (1) Metode produksi cepat dengan waste 10%, atau (2) Metode produksi lambat dengan waste 1%. Keputusan Evaluasi yang paling mencerminkan 'Macher' yang bertanggung jawab adalah . . .

a)

Memilih (1) karena 'Macher' selalu memilih yang tercepat, mengabaikan biaya waste.

b)

Memilih (2) karena 'Macher' yang efektif harus memilih metode yang paling efisien, karena waste yang tinggi merusak HPP dan keuntungan jangka panjang.

c)

Mengombinasikan kedua metode, yaitu (1) dan (2) secara acak, biar lebih efektif sesuai dengan kondisi yang ada pada perusahaan saat itu.

d)

Menggunakan metode yang lain yaitu memecat semua karyawan yang dianggap tidak mampu bekerja cepat, karena kedua metode tadi masih dianggap kurang tepat.

e)

Menggunakan alternatif pilihan lain, yaitu menunda produksi sampai ditemukan metode dengan waste 0%.

34.

Dalam konteks perencanaan produk jasa, produk yang dijual adalah 'konsultasi bisnis'. Faktor 6M yang memiliki Biaya Tetap (Fixed Cost) paling besar dan Biaya Variabel (Variable Cost) paling kecil adalah . . .

a)

A. Man: Gaji Konsultan Senior (Fixed Cost) dan Biaya Pulsa/Internet (Variable Cost).

b)

B. Machine: Biaya depresiasi komputer (Fixed Cost) dan Biaya cetak dokumen (Variable Cost).

c)

C. Material: Biaya pengadaan alat tulis (Fixed Cost) dan Biaya meeting di luar kantor (Variable Cost).

d)

D. Money: Biaya sewa kantor (Variable Cost) dan Biaya pajak (Fixed Cost).

e)

E. Method: Biaya pelatihan SDM (Fixed Cost) dan Biaya pengembangan SOP (Variable Cost).

35.

Prinsip 'Kerja Cerdas' (Bab 1) menuntut wirausaha untuk merumuskan strategi optimal. Dalam perencanaan produksi, perusahaan harus memilih make or buy decision (membuat sendiri atau membeli dari luar). Keputusan Evaluasi yang paling 'Cerdas' adalah . . .

a)

Mengambil keputusan berdasarkan saran dari karyawan termuda, karena jiwa muda penuh dengan kreativitas dan perhitungan.

b)

Membeli dari luar (Buy) semua komponen, sehingga bisa fokus pada penjualan, mengabaikan kontrol kualitas.

c)

Membuat sendiri komponen keunggulan inti dan membeli dari luar komponen yang tidak strategis (Weakness), setelah analisis biaya/kualitas yang detail.

d)

Menunda keputusan sampai ada investor yang mendanai sepenuhnya, karena risiko besar jika membeli sendiri dari luar dengan modal yang sedikit,

e)

Selalu membuat sendiri (Make) semua komponen karena lebih murah, tanpa mempertimbangkan kualitas dan standar produksi pihak ketiga.

36.

Sebuah perusahaan memiliki Peluang (Opportunity) untuk menembus pasar internasional. Namun, perencanaan produksinya menghadapi Ancaman (Threat) berupa standar kualitas internasional yang sangat ketat. Strategi wirausaha yang menghubungkan sikap 'Berani Mengambil Risiko' dan Perencanaan Kualitas Produksi adalah . . .

a)

Menghentikan rencana pasar internasional karena risiko kegagalan terlalu tinggi, dan menganalisis kembali peluang nasional yang menguntungkan.

b)

Menyusun investasi modal (Money) dan Method (SOP) untuk mencapai standar kualitas tertinggi, demi peluang pasar internasional yang menguntungkan.

c)

Memalsukan sertifikasi kualitas agar dapat lolos standar internasional, sebelum mendapatkan sertifikasi yang asli karena akan menghambat peluang jika harus menunggu.

d)

Menjual produk dengan harga sangat murah di pasar internasional, sehingga mereka tertarik untuk membeli walaupun jika harus menjual secara ilegal.

e)

Hanya menjual produk di pasar lokal yang aturannya longgar, tidak memusingkan dan tidak takut dengan aturan kualitas yang terlalu ketat seperti di pasar internasional.

37.

Keputusan pembelian mesin hari ini harus didasarkan pada visi 5 tahun ke depan karena . . .

a)

mesin yang dibeli hari ini dapat dijual kembali dalam 5 tahun dengan harga yang lebih tinggi.

b)

Agar wirausaha dapat mengklaim depresiasi aset selama 5 tahun.

c)

biaya tenaga kerja (Man) akan meningkat dalam 5 tahun ke depan.

d)

cukup untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan (Market) dan variasi produk di masa depan.

e)

Karena perencanaan produksi hanya berlaku untuk 5 tahun pertama.

38.

Seorang wirausaha muda, Rio, membuka usaha layanan e-commerce kerajinan tangan lokal. Setelah tiga bulan berjalan, ia menghadapi masalah kritis: sistem pembayaran di website utamanya sering mengalami error yang menyebabkan 40% pesanan gagal diproses (Peluang Usaha terhambat oleh Kelemahan Internal).

Berdasarkan Analisis SWOT, kegagalan sistem ini adalah Kelemahan (Weakness) yang berpotensi menjadi Ancaman (Threat) karena menurunkan kepercayaan konsumen. Jika Rio memiliki sikap 'Berani Mengambil Risiko' dan 'Discipline', strategi evaluasi dan tindakan Evaluasi yang paling mencerminkan kedua sikap tersebut adalah . . .

a)

Menutup website dan beralih total ke penjualan melalui media sosial (marketplace), karena meminimalkan risiko teknologi dan menghindari keharusan memperbaiki sistem yang kompleks.

b)

Mengalihkan semua modal (Money) untuk merekrut tim developer baru yang mahal untuk perbaikan cepat, mengabaikan risiko keuangan jangka pendek dan efisiensi biaya.

c)

Menganalisis akar masalah sistem secara mendalam, untuk menawarkan ganti rugi 100% serta diskon besar kepada 40% pelanggan yang gagal bertransaksi sebagai investasi kepercayaan.

d)

Mengabaikan masalah sistem dan fokus pada promosi masif untuk menarik lebih banyak pelanggan baru, dengan harapan pelanggan baru akan mengimbangi pelanggan yang hilang.

e)

Mendelegasikan perbaikan sistem kepada satu karyawan termuda tanpa pengawasan ketat, karena takut menghadapi masalah teknis.

39.

Perusahaan "GreenMeal" ingin memproduksi makanan beku organik (Peluang Usaha) dengan Kelebihan (Strength): permintaan pasar yang tinggi terhadap produk organik, dan Kelemahan (Weakness): bahan baku sayuran organiknya sangat langka dan harganya fluktuatif (Biaya Variabel tinggi).

Wirausaha di balik GreenMeal dikenal memiliki sikap 'Creative Imagination' dan 'Dedication'. Strategi perencanaan produksi yang paling inovatif untuk mengatasi kelemahan material dan memaksimalkan kekuatan pasar adalah . . .

a)

Mengubah 100% bahan baku menjadi non-organik untuk menekan Biaya Variabel, sehingga Dedication pada visi organik diabaikan.

b)

Menghentikan produksi makanan beku dan beralih ke bisnis jasa konsultasi, karena memerlukan modal material yang lebih kecil.

c)

Meminjam uang sebanyak-banyaknya (Money) untuk membeli semua bahan baku langka yang ada, menciptakan monopoli, namun mengabaikan keberlanjutan pasokan jangka panjang.

d)

Berinvestasi (Dedication) pada kerjasama jangka panjang dengan petani lokal untuk mengembangkan sistem pertanian organik tertutup (controlled environment) yang menjamin pasokan stabil.

e)

Menjual produk dengan harga sangat tinggi hanya kepada segmen pasar ultra-mewah, membatasi peluang pasar secara signifikan.

40.

Anda menemukan peluang usaha di bidang desain interior yang memiliki Peluang (Opportunity): tren bekerja dari rumah (work from home), tetapi juga Ancaman (Threat): persaingan harga yang sangat ketat dari desainer lepas (freelancer) internasional.

Jika Anda memiliki sikap 'Kerja Cerdas' dan 'Destiny', perencanaan strategis berikut yang harus menjadi prioritas utama Anda adalah . . .

a)

Mengurangi harga jual hingga 50% di bawah harga pesaing internasional untuk mendapatkan volume pelanggan sebanyak mungkin, mengabaikan Destiny keuntungan jangka panjang.

b)

Fokus pada niche market (pasar spesifik) seperti desain interior ergonomis untuk balita, dan menerapkan Method dengan menggunakan software desain berbasis AI untuk mempercepat proses.

c)

Hanya fokus pada promosi masif di media sosial, menghabiskan modal (Money) tanpa ada perbaikan Method atau penentuan target pasar yang spesifik.

d)

Meniru sepenuhnya gaya desain pesaing internasional, karena ini adalah cara tercepat untuk mendapatkan pelanggan tanpa perlu Kerja Cerdas.

e)

Menginvestasikan modal besar pada aset fisik seperti sewa kantor mewah di pusat kota, mengabaikan fakta bahwa peluang utama adalah WFH.