Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pre-Test Pembekalan PBL

Total questions: 34

Worksheet time: 26mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan filosofis utama dari pengintegrasian PBL 1 (Diagnosis Komunitas) dan PBL 2 (Analisis Sistem Institusi) dalam satu siklus praktik?

a)

Mempercepat durasi praktik agar mahasiswa cepat lulus.

b)

Menghasilkan rekomendasi intervensi yang bersifat sistemik dan berbasis bukti, menghubungkan masalah di hulu dan hilir.

c)

Mengurangi bobot SKS PBL agar mahasiswa dapat mengambil mata kuliah lain.

d)

Memisahkan pertanggungjawaban data primer dan data sekunder secara tegas.

2.

Apa tindakan etis yang paling dilarang (DON'Ts) bagi mahasiswa saat berinteraksi dengan petugas Puskesmas atau tokoh masyarakat terkait temuan data lapangan?

a)

Menggunakan pakaian non-seragam saat wawancara di desa.

b)

Mengubah data mentah agar sesuai dengan hipotesis awal kelompok.

c)

Menyalahkan atau menjustifikasi kinerja Puskesmas di depan tokoh masyarakat.

d)

Tidak mencatat waktu kedatangan dan kepulangan di Buku Log.

3.

Keterampilan komunikasi yang paling mendasar untuk mendapatkan izin dan kepercayaan dari Kader Posyandu pada awal PBL 1 disebut sebagai?

a)

Negotiation Skill

b)

Rapport Building

c)

Community Diagnosis

d)

Verbal Jargon

4.

Dalam konteks akuntabilitas DPL, apa peran krusial dari tanda tangan Pembimbing Lapangan (PL) Komunitas atau Puskesmas pada Lembar Monitoring DPL?

a)

Menjadi penentu tunggal nilai akhir mahasiswa di mata kuliah PBL.

b)

Sebagai bukti otentikasi bahwa DPL telah benar-benar hadir dan berkoordinasi di lokasi praktik.

c)

Menyediakan data sekunder yang diperlukan untuk analisis PBL 2.

d)

Menyetujui permohonan dana BOK yang diajukan oleh kelompok mahasiswa.

5.

Menurut panduan PBL 2, sumber data utama yang digunakan mahasiswa untuk mengisi Formulir Audit K3 Institusi Puskesmas adalah:

a)

Wawancara mendalam dengan Kepala Puskesmas.

b)

Data PWS (Pemantauan Wilayah Setempat) Puskesmas

c)

Observasi Langsung oleh Mahasiswa di area Puskesmas

d)

Buku Kohort dan Laporan Bulanan Program.

6.

Dalam aspek pengelolaan limbah medis pada Audit K3 Puskesmas, temuan apa yang segera diklasifikasikan sebagai temuan 'Tidak Sesuai' dan berpotensi menjadi Masalah Prioritas Institusi (MPI)?

a)

Tidak adanya petugas khusus yang menangani limbah medis

b)

Tempat sampah infeksius dan non-infeksius tidak dipilah di area publik atau TPS sementara terbuka

c)

Volume limbah non-medis melebihi volume limbah medis.

d)

Wadah limbah infeksius tidak diberi kode warna yang jelas.

7.

Pada Formulir Audit K3, item 'Ergonomi Kerja' secara spesifik bertujuan untuk menganalisis:

a)

Ketersediaan alat berat untuk mengangkat arsip di gudang.

b)

Kondisi kerja staf administrasi, posisi duduk, pencahayaan, dan penataan arsip.

c)

Kecukupan cairan pembersih dan desinfektan di seluruh Puskesmas.

d)

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di ruang laboratorium.

8.

Jika Mahasiswa menemukan hasil 'Tidak Sesuai' pada item K3 (Formulir Audit K3), bagaimana hasil temuan tersebut dikonversi menjadi Masalah Prioritas Institusi (MPI)?

a)

Hasil 'Tidak Sesuai' diabaikan karena fokus hanya pada masalah di masyarakat (MPK).

b)

Hasil 'Tidak Sesuai' secara otomatis menjadi Pernyataan Masalah Institusi (MPI).

c)

Hasil 'Tidak Sesuai' hanya menjadi MPI jika memiliki kaitan langsung dengan MPK dari PBL 1.

d)

Mahasiswa hanya mencatatnya sebagai 'Catatan Tambahan', bukan MPI.

9.

Puskesmas memiliki SOP K3 yang lengkap, tetapi Staf Kesling mengaku belum pernah mendapatkan pelatihan K3 rutin dalam setahun terakhir. Dalam analisis manajemen (POAC), kendala ini paling tepat dikategorikan sebagai hambatan:

a)

Anggaran (Money)

b)

SDM (Man)

c)

Metode (Method)

d)

Koordinasi (Coordination)

10.

Ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap warga secara negara minimal adalah

a)

PWS

b)

Cohor

c)

SPM

11.

SPM Kesehatan daerah kabupaten/kota, menurut PP nomor 2 tahun 2018 adalah

a)

10 pelayanan

b)

12 pelayanan

c)

14 pelayanan

12.

Focus integrase layanan kesehatan primer adalah

a)

Pelayanan berbasis siklus hidup

b)

Pelayanan berbasis program

c)

Pelayanan berbasis jangkauan kegiatan

13.

Dalam manajemen perencanaan, dasar analisis beban penyakit berasal dari…

a)

Klaster 1

b)

Klaster 2 dan Klaster 3

c)

Dinas Kesehatan

14.

Dalam pelayanan terintegrasi di posyandu, siapa yang melakukan kunjungan rumah untuk mencari missing services?

a)

Perawat Puskesmas

b)

Kader Posyandu

c)

Dokter

15.

Siapa penanggung jawab klaster yang membidangi surveilans, penanggulangan penyakit, dan pengawasan kualitas lingkungan?

a)

Klaster 2

b)

Klaster 3

c)

Klaster 4

16.

Dalam perencanaan Puskesmas, data hasil PWS tingkat desa diteruskan oleh siapa?

a)

Puskesmas ke Dinkes

b)

Puskesmas ke desa dan kader

c)

Posyandu ke Puskesmas

17.

Data capaian imunisasi Puskesmas menunjukkan deviasi –18% dari target SPM. Setelah ditelusuri, ditemukan bahwa kohort balita tidak lengkap dan kader tidak melakukan recall. Apa langkah pertama dalam perencanaan yang paling tepat dilakukan oleh penanggung jawab program?

a)

Menyusun SOP baru imunisasi

b)

Melakukan pelatihan kader terlebih dahulu

c)

Melakukan analisis akar masalah (root cause) dan PWS

18.

Puskesmas ingin meningkatkan cakupan hipertensi terkontrol, namun data menunjukkan banyak pasien tidak datang kontrol ulang. Apa strategi manajerial paling efektif yang harus masuk dalam dokumen perencanaan?

a)

Menambah alat tensi

b)

Membangun sistem reminder dan kunjungan rumah terjadwal

c)

Menambah ruang tunggu

19.

Dalam rapat perencanaan, ditemukan perbedaan data PWS KIA antara desa dan Puskesmas. Apa implikasi manajerial yang harus dilakukan Kepala Puskesmas?

a)

Menyerahkan data desa sebagai data final

b)

Memperbaiki sistem integrasi dan validasi data lintas klaster

c)

Meminta desa untuk melaporkan ulang setiap bulan

20.

Klaster 1 menemukan bahwa pelayanan internal Puskesmas sering tidak jalan karena distribusi tugas tidak jelas. Apa solusi perencanaan yang paling tepat untuk dimasukkan dalam POA?

a)

Menyusun uraian tugas (job description) dan SOP lintas klaster

b)

Mengadakan promosi kesehatan lebih banyak

c)

Memindahkan staf antar ruangan setiap hari

21.

Puskesmas ingin mengurangi angka drop out imunisasi. Setelah dianalisis, penyebab utama adalah kurangnya koordinasi antara Promkes, KIA, dan klaster wilayah. Apa strategi perencanaan terbaik?

a)

Membuat media KIE sebanyak mungkin

b)

Integrasi kunjungan rumah, data sasaran, dan reminder dalam satu alur kerja lintas program

c)

Menambah jumlah vaksin

22.

Dalam penyusunan RUK-RPK, ditemukan bahwa tidak semua program memasukkan data beban penyakit dalam perencanaan. Apa langkah penyelesaian masalah paling sistemik?

a)

Menyusun pedoman integrasi data dalam perencanaan lintas program

b)

Mengurangi jumlah kegiatan

c)

Mengganti penanggung jawab program

23.

Di poli umum, pasien menunggu terlalu lama. Observasi menunjukkan alur triase tidak berjalan, skrining tidak dilakukan, dan staf sering berpindah ruangan. Masalah prioritas institusi yang pal

4 lines
24.

Di poli umum, pasien menunggu terlalu lama. Observasi menunjukkan alur triase tidak berjalan, skrining tidak dilakukan, dan staf sering berpindah ruangan. Masalah prioritas institusi yang paling tepat adalah…

a)

Banyaknya pasien harian

b)

Ketidaktertiban alur pelayanan UKP

c)

Dokter hanya satu orang.

25.

Angka rujukan non-medis meningkat (rujukan karena “tidak bisa pemeriksaan” padahal tersedia). Hasil wawancara menunjukkan petugas baru tidak memahami kompetensi layanan primer. Alternatif intervensi manajerial yang paling tepat adalah…

a)

Orientasi dan pelatihan kompetensi layanan klinis primer

b)

Menambah ruang pemeriksaan

c)

Membuat jam buka lebih panjang

26.

Cakupan imunisasi dasar lengkap hanya 72%. Data menunjukkan drop-out tinggi dan tidak ada pemetaan sasaran. Rumusan masalah yang tepat adalah…

a)

Kader sering tidak hadir

b)

Cakupan imunisasi rendah karena sistem pencatatan dan pelacakan sasaran tidak berjalan

c)

Posyandu jarang buka

27.

Desa X memiliki 20 balita stunting. Audit menunjukkan: kader tidak dilatih 2 tahun terakhir, tidak ada home visit, dan data e-PPGBM tidak lengkap. Apa prioritas masalah terbaik?

a)

Banyaknya balita stunting

b)

Ketidakmampuan kader membuat MP-ASI

c)

Sistem pemantauan dan tindak lanjut stunting tidak berjalan

28.

Dari pernyataan berikut mana yang benar…

a)

Data primer adalah data yang sudah tersedia berupa catatan atau laporan

b)

Data primer contohnya adalah data rekam medik atau kartu status pasien

c)

Data sekunder adalah data yang sudah tersedia berupa catatan atau laporan

d)

Data sekunder adalah data yang di ambil dari lembar resep

29.

Dari pernyataan berikut mana yang benar…

a)

Salah satu contoh alat pengumpul data adalah angket

b)

Salah satu contoh alat pengumpul data adalah kuesioner

c)

Salah satu contoh alat pengumpul data adalah pengukuran

d)

Salah satu contoh alat pengumpul data adalah observasi

30.

Dari pernyataan berikut mana yang benar…

a)

Cara pengumpulan data yaitu wawancara, angket, observasi & pengukuran

b)

Cara pengumpulan data umur dilakukan dengan pengukuran

c)

Cara pengumpulan data imunisasi balita dilakukan melalui posyandu

d)

Cara pengumpulan data pengetahuan dilakukan melalui observasi

31.

Cara pengumpulan data untuk mengukur perilaku dapat dilakukan dengan ….

a)

Angket

b)

Pengukuran

c)

Observasi

d)

Penelusuran data sekunder

32.

Metode pengumpulan data penelitian melalui pengamatan dengan cara peneliti ikut terlibat dalam kegiatan sehari-hari responden, merupakan bentuk observasi…

a)

Langsung

b)

Biasa

c)

Kelompok

d)

Partisipasi

33.

Pada metode skoring Urgency, Seriousness, Growth (USG), kata Growth memiliki pengertian yaitu…

a)

Seberapa mendesak masalah tersebut harus ditangani

b)

Seberapa serius dampak masalah tersebut jika tidak segera diatasi

c)

Seberapa cepat masalah tersebut akan bertumbuh atau memburuk jika dibiarkan

d)

Seberapa luas masalah tersebut mempengaruhi daerah tertentu

34.

Pada metode skoring Urgency, Seriousness, Growth (USG), kata Urgency memiliki pengertian yaitu…

a)

Seberapa mendesak masalah tersebut harus ditangani

b)

Seberapa serius dampak masalah tersebut jika tidak segera diatasi

c)

Seberapa cepat masalah tersebut akan bertumbuh atau memburuk jika dibiarkan

d)

Seberapa luas masalah tersebut mempengaruhi daerah tertentu