NEW
Font size
WorksheetsQuiz Miniblok Psikiatri - SGD 2
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Keluhan utama Pak Ahmad berupa lupa menaruh barang, tersesat di lingkungan familiar, dan tidak mengenali tetangga paling sesuai dengan gangguan:
Afek
Atensi
Memori
Persepsi
Insight
Istilah demensia paling tepat didefinisikan sebagai:
Gangguan kesadaran akut yang fluktuatif
Penurunan progresif fungsi kognitif yang mengganggu aktivitas harian
Gangguan memori sementara akibat stres
Gangguan atensi tanpa gangguan memori
Penurunan intelegensi sejak lahir
Perbedaan paling penting antara delirium dan demensia adalah:
Delirium bersifat kronik
Demensia selalu reversibel
Delirium bersifat akut dan fluktuatif
Demensia selalu disertai gangguan kesadaran
Delirium tidak memengaruhi atensi
Gangguan orientasi waktu pada Pak Ahmad ditunjukkan oleh:
Tidak mengenali istrinya
Lupa nama cucu
Bingung menentukan waktu salat
Mudah marah
Tekanan darah tinggi
Fungsi kognitif yang pertama kali terganggu pada demensia umumnya adalah:
Memori jangka panjang
Bahasa ekspresif
Memori jangka pendek
Fungsi motorik
Kesadaran
Riwayat stroke dan hipertensi pada Pak Ahmad paling mendukung diagnosis:
Penyakit Alzheimer
Demensia vaskular
Gangguan amnestik
Delirium metabolik
Depresi mayor
Mekanisme utama demensia vaskular adalah:
Penumpukan plak beta-amiloid
Degenerasi neuron hipokampus primer
Kerusakan pembuluh darah otak
Gangguan neurotransmiter serotonin
Inflamasi autoimun
Perubahan emosi cepat berupa tertawa lalu menangis tanpa sebab jelas disebut:
Afek tumpul
Afek datar
Labil afek
Afek tidak sesuai
Distimia
Bagian otak yang berperan penting dalam regulasi emosi dan perilaku adalah:
Serebelum
Medula oblongata
Sistem limbik
Ganglia basalis
Talamus
Gangguan fungsi eksekutif ditandai dengan kesulitan:
Mengingat kejadian masa kecil
Mengenali wajah
Merencanakan dan mengorganisasi aktivitas
Mendengar suara
Mengendalikan tekanan darah
Tekanan darah 160/100 mmHg pada Pak Ahmad merupakan:
Temuan tidak relevan
Faktor protektif demensia
Faktor risiko gangguan kognitif
Akibat demensia
Efek samping obat
Pemeriksaan status mental yang paling penting pada kasus ini adalah penilaian:
Afek saja
Orientasi dan memori
Persepsi auditorik
Proses pikir abstrak saja
Insight religius
Kesadaran Pak Ahmad digambarkan sebagai:
Menurun
Fluktuatif
Sadar penuh
Stupor
Somnolen
Temuan sadar penuh namun disorientasi waktu lebih konsisten dengan:
Delirium
Demensia
Psikosis
Depresi psikotik
Gangguan kepribadian
Gangguan mental pada kasus ini diklasifikasikan sebagai:
Gangguan mood
Gangguan cemas
Gangguan mental organik
Gangguan kepribadian
Gangguan psikotik primer
Penyebab biologis gangguan kognitif pada lansia meliputi semua berikut, KECUALI:
Hipoksia
Penyakit vaskular
Gangguan metabolik
Stres akademik
Neurodegenerasi
Perubahan perilaku berupa menjadi pendiam dan mudah tersinggung menunjukkan gangguan pada:
Afek dan perilaku
Persepsi
Motorik
Kesadaran
Bahasa reseptif
Peran keluarga dalam perawatan pasien dengan demensia adalah:
Menggantikan seluruh keputusan medis
Mengisolasi pasien
Memberi dukungan dan menjaga keselamatan
Menghindari interaksi
Menghentikan aktivitas sosial pasien
Risiko keselamatan utama pada Pak Ahmad adalah:
Bunuh diri
Agresi berat
Tersesat dan cedera
Penyalahgunaan zat
Halusinasi
Gangguan memori akibat kerusakan otak disebut:
Gangguan afektif
Gangguan psikotik
Disfungsi kognitif
Distimia
Fobia
Dalam MSE, kemampuan mengenali orang, tempat, dan waktu disebut:
Atensi
Memori
Orientasi
Insight
Persepsi
Gangguan afek pada pasien demensia biasanya bersifat:
Primer dan berdiri sendiri
Sekunder akibat kerusakan otak
Akibat konflik psikodinamik
Tidak berhubungan dengan kognisi
Selalu disertai waham
Pendekatan komunikasi terbaik pada pasien lansia dengan gangguan kognitif adalah:
Konfrontatif
Menguji ingatan terus-menerus
Empatik dan sederhana
Mengabaikan pasien
Berbicara cepat
Nilai Islam yang paling relevan dalam merawat pasien lansia dengan demensia adalah:
Kecepatan tindakan
Birrul walidain
Kompetisi
Ketegasan hukum
Efisiensi biaya
Ayat QS. An-Nahl:70 menekankan bahwa penurunan daya ingat pada usia lanjut adalah:
Aib sosial
Hukuman moral
Sunnatullah kehidupan
Kesalahan keluarga
Penyakit yang harus disembunyikan
Tujuan utama pemeriksaan status mental pada kasus ini adalah:
Menetapkan terapi farmakologis
Menilai derajat penurunan kognitif
Menentukan prognosis pasti
Menilai kepribadian
Menguji kepatuhan
Gangguan memori progresif tanpa fluktuasi kesadaran menunjang diagnosis:
Delirium
Demensia
Gangguan amnestik akut
Psikosis
Depresi
Faktor risiko non-modifiable pada kasus ini adalah:
Hipertensi
Diabetes
Usia lanjut
Kontrol gula darah
Dukungan keluarga
Pendekatan ideal penatalaksanaan gangguan mental organik mencakup:
Obat saja
Psikoterapi saja
Biologis dan psikososial
Spiritualitas saja
Observasi tanpa intervensi
Makna utama Skenario 2 bagi mahasiswa kedokteran adalah:
Menghafal klasifikasi demensia
Menentukan diagnosis cepat
Memahami hubungan otak, perilaku, dan martabat manusia
Fokus pada obat kognitif
Menghindari pasien lansia
