WorksheetsLKS Kasus Kontrol
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Studi kasus–kontrol adalah…
Studi yang mengikuti sekelompok individu secara prospektif untuk mengamati kejadian penyakit di masa depan
Studi yang membandingkan kelompok dengan penyakit (kasus) dan tanpa penyakit (kontrol) untuk menilai paparan di masa lalu
Studi yang menilai efek intervensi secara acak pada dua kelompok populasi
Studi pengukuran prevalensi penyakit pada satu waktu tertentu dalam suatu populasi
Studi kohort adalah…
Studi yang mengikuti sekelompok individu berdasarkan status paparan untuk melihat kejadian penyakit di masa depan
Studi yang mengidentifikasi kasus dan kontrol untuk membandingkan paparan penyakit
Studi yang membandingkan populasi berbeda pada satu titik waktu
Studi eksperimental yang menilai efektivitas intervensi
Salah satu kelebihan studi kohort adalah…
Lebih cepat dan lebih murah daripada studi potong lintang
Cocok untuk penyakit yang jarang terjadi
Dapat mengukur insidensi penyakit dan hubungan temporal antara paparan serta penyakit
Risiko bias ingatan sangat tinggi
Salah satu kelemahan studi kasus–kontrol adalah…
Tidak efisien untuk penyakit yang jarang
Membutuhkan sampel yang sangat besar
Rentan terhadap bias ingatan (recall bias)
Dapat secara langsung mengukur insidensi penyakit
Menelusuri riwayat konsumsi gula pada pasien diabetes dan orang sehat.
Kasus Kontrol
Kohort
Mengikuti kelompok pekerja terpapar polusi dan tidak terpapar selama 5 tahun untuk melihat kejadian PPOK
Kasus-Kontrol
Kohort
Membandingkan riwayat aktivitas fisik pada pasien obesitas dan non-obesitas
Kasus-Kontrol
Kohort
Mengelompokkan mahasiswa berdasarkan asupan serat, lalu memantau kejadian konstipasi selama 6 bulan
Kasus-Kontrol
Kohort
Melihat riwayat merokok pada pasien kanker paru dibandingkan kontrol tanpa kanker paru
Kasus-Kontrol
Kohort
Sebuah penelitian kohort dilakukan pada dua kelompok masyarakat berdasarkan pola konsumsi gula. Kelompok pertama terdiri dari 200 orang dengan pola makan tinggi gula, dan 40 di antaranya mengalami penyakit tertentu. Kelompok kedua terdiri dari 200 orang dengan pola makan rendah gula, dan ditemukan 20 kasus penyakit. Berdasarkan data tersebut, tentukan nilai Relative Risk (RR)
1
1,5
2
3
Dalam sebuah penelitian kasus–kontrol, peneliti mengevaluasi hubungan antara aktivitas fisik dan kejadian penyakit kronis. Pada kelompok kasus, dari 120 orang, sebanyak 72 memiliki aktivitas fisik rendah. Pada kelompok kontrol, dari 108 orang, hanya 36 yang memiliki aktivitas fisik rendah. Berdasarkan data tersebut, hitung Odds Ratio (OR)
1
2
3
4
Sebuah studi kohort lain menilai hubungan antara asupan serat dan kejadian gangguan kesehatan. Pada kelompok dengan asupan serat rendah yang terdiri dari 500 orang, 60 mengalami penyakit. Sementara pada kelompok dengan asupan serat tinggi yang juga berjumlah 500 orang, hanya 10 yang mengalami penyakit. Interpretasi hasil penelitian tersebut adalah
Asupan serat rendah meningkatkan risiko penyakit enam kali lipat
Asupan serat rendah tidak berhubungan dengan risiko penyakit
Asupan serat tinggi meningkatkan risiko penyakit enam kali lipat
Penyakit tidak dapat diperkirakan dari asupan serat
Jika nilai RR=1, artinya faktor bersifat
Protektif
Berisiko
Tidak ada asosiasi
Jika OR=0,6, maka faktor yang diteliti bersifat
Protektif
Berisiko
Tidak ada Asosiasi
Jika Nilai OR=2,5, maka faktor yang diteliti bersifat...
Protektif
Berisiko
Tidak ada asosiasi
