wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Etika Penelitian – Kumpulan Soal (Kelas 13)

Total questions: 85

Worksheet time: 43mins

Name
Class
Date
1.

Tujuan utama etika penelitian adalah untuk:

a)

Mengurangi biaya penelitian

b)

Menjamin manfaat penelitian hanya untuk peneliti

c)

Melindungi partisipan dan memastikan penelitian bermakna

d)

Menjamin publikasi diterima jurnal

e)

Mengatur peran sponsor

2.

Prinsip “do no harm” termasuk dalam konsep:

a)

Justice

b)

Beneficence

c)

Non-maleficence

d)

Respect for persons

e)

Scientific validity

3.

Kelompok berikut dianggap vulnerable KECUALI:

a)

Anak kecil

b)

Tahanan

c)

Pekerja level rendah

d)

Mahasiswa pascasarjana

e)

Orang dengan gangguan kognitif

4.

Yang bukan komponen utama informed consent adalah:

a)

Risiko dan manfaat

b)

Hak untuk menolak

c)

Imbalan materi

d)

Jaminan diterima sebagai pasien prioritas

e)

Privasi dan kerahasiaan

5.

Belmont Report berisi prinsip-prinsip berikut, KECUALI:

a)

Justice

b)

Respect for persons

c)

Beneficence

d)

Autonomy absolut tanpa batas

e)

Non-maleficence

6.

Nuremberg Code menekankan terutama pada:

a)

Hak publikasi peneliti

b)

Persetujuan sukarela

c)

Komersialisasi hasil penelitian

d)

Konflik kepentingan

e)

Plagiarisme

7.

Penelitian dianggap TIDAK etis jika:

a)

Memiliki risiko minimal

b)

Tidak memiliki validitas ilmiah

c)

Mencantumkan proses rekrutmen jelas

d)

Menggunakan metode yang sudah terstandar

e)

Berpotensi memberi manfaat klinis

8.

Contoh unethical writing practice adalah:

a)

Pengutipan relevan

b)

Double publication tanpa izin

c)

Menuliskan semua penulis sesuai kontribusi

d)

Menyertakan ucapan terima kasih

e)

Melaporkan hasil apa adanya

9.

Deklarasi Helsinki mengutamakan:

a)

Kepentingan industri farmasi

b)

Kesetaraan publikasi

c)

Kesejahteraan subjek di atas kepentingan ilmu

d)

Hak peneliti memilih subjek bebas

e)

Standarisasi editorial jurnal

10.

Penelitian dengan manusia boleh dilakukan bila:

a)

Peneliti senior memerintahkan

b)

Sudah disetujui KEPK

c)

Subjek diberi imbalan besar

d)

Peneliti menanggung semua risiko pribadi

e)

Tujuan penelitian tidak jelas

11.

Peran KEPK berikut BENAR, kecuali:

a)

Menilai kualifikasi peneliti

b)

Memberi persetujuan etik

c)

Menghentikan penelitian bila melanggar etik

d)

Mengizinkan pemalsuan data bila risiko kecil

e)

Melakukan audit penelitian

12.

Komponen FINER, kecuali:

a)

Feasible

b)

Interest

c)

Novelty

d)

Ethical

e)

Rationalization

13.

Rekrutmen subjek harus menghindari:

a)

Penjelasan lengkap

b)

Kebebasan memilih

c)

Tekanan atau intimidasi

d)

Penjelasan risiko

e)

Penjelasan tujuan

14.

Yang menandatangani consent untuk anak <18 tahun adalah:

a)

Ketua RT

b)

Saksi penelitian

c)

Orang tua/wali

d)

Tetangga

e)

Subjek itu sendiri

15.

Ethical clearance diperlukan untuk penelitian:

a)

Analisis data publik tanpa identitas

b)

Laboratorium hewan saja

c)

Manusia sebagai subjek

d)

Studi literatur

e)

Survei tanpa pertanyaan sensitif

16.

CIOMS memberi pedoman terutama untuk:

a)

Penelitian hewan

b)

Penelitian biomedis dengan manusia

c)

Penelitian jurnalistik

d)

Penelitian ekonomi

e)

Audit internal rumah sakit

17.

Contoh scientific misconduct adalah:

a)

Statistik jelas

b)

Fabrikasi data

c)

Penggunaan instrumen valid

d)

Pembahasan sesuai hasil

e)

Etika diterapkan

18.

Suatu penelitian etis bila:

a)

Risiko jauh lebih besar dari manfaat

b)

Tidak berhubungan dengan masyarakat

c)

Berdasarkan metode ilmiah yang valid

d)

Tidak menilai risiko

e)

Mengabaikan privacy agar data lebih cepat

19.

Yang dinilai pada protokol penelitian KEPK KECUALI:

a)

Kerahasiaan data

b)

Kualifikasi peneliti

c)

Standar penulisan jurnal

d)

Manajemen risiko

e)

Pemilihan subjek adil

20.

Kerentanan subjek berkaitan dengan:

a)

Kemampuan membuat keputusan

b)

Jumlah peneliti

c)

Sponsor penelitian

d)

Gaya bahasa proposal

e)

Status jurnal

21.

Contoh pelanggaran etika penulisan adalah:

a)

Mengutip sumber terbaru

b)

Menyembunyikan data yang tidak sesuai

c)

Melaporkan hasil lengkap

d)

Menyebutkan metode detail

e)

Mengirimkan ke jurnal yang tepat

22.

Helsinki 1964 lahir karena kasus:

a)

Tuskegee

b)

Perang Vietnam

c)

Skandal Thalidomide

d)

Tragedi Hiroshima

e)

Nuremberg Trial

23.

Tuskegee Study bermasalah karena:

a)

Tidak ada sponsor

b)

Tidak ada publikasi

c)

Tidak memberikan terapi meskipun tersedia

d)

Subjek diberi imbalan besar

e)

Peneliti bukan tenaga medis

24.

Dalam artikel ilmiah, judul harus:

a)

Mengandung promosi penulis

b)

Menyesatkan agar menarik

c)

Sesuai isi penelitian

d)

Digunai sesuai permintaan sponsor

e)

Berisi opini pribadi

25.

Dalam penulisan artikel, semua penulis harus:

a)

Berdasarkan senioritas

b)

Berdasarkan kontribusi

c)

Berdasarkan jabatan

d)

Disetujui sponsor

e)

≥10 orang

26.

Isi informed consent KECUALI:

a)

Durasi penelitian

b)

Manfaat penelitian

c)

Risiko

d)

Hasil pasti penelitian

e)

Hak subjek menolak

27.

Pemanfaatan ulang BBT memerlukan:

a)

Paksaan

b)

Tidak ada informasi pada PSP

c)

Tercantum pada dokumen PSP

d)

Persetujuan sponsor saja

e)

Izin jurnal

28.

KEPK dapat menghentikan penelitian bila:

a)

Peneliti tidak hadir seminar

b)

Terjadi pelanggaran etik

c)

Penelitian terlalu lama

d)

Reviewer sibuk

e)

Penelitian tidak menarik

29.

Nilai ilmiah penting karena:

a)

Memastikan biaya sponsor efektif

b)

Mengurangi kebutuhan subjek

c)

Mencegah penelitian tidak bermakna

d)

Menjamin artikel pasti diterima jurnal

e)

Menghindari konflik antar peneliti

30.

Prinsip Justice mencakup:

a)

Distribusi risiko dan manfaat yang merata

b)

Imbalan besar untuk subjek

c)

Kebebasan mutlak peneliti

d)

Penelitian harus aman 100%100\%

e)

Subjek dipilih berdasarkan kedekatan

31.

Kerahasiaan data meliputi:

a)

Menyimpan identitas tanpa izin

b)

Mengakses data hanya untuk yang berwenang

c)

Membuka identitas subjek untuk publik

d)

Memberikan data lengkap ke sponsor tanpa batas

e)

Upload data ke media sosial untuk transparansi

32.

PSP tidak diperlukan (waiver) bila:

a)

Risiko minimal dan sulit mendapat consent

b)

Peneliti ingin mempercepat waktu

c)

Sponsor menolak

d)

Peneliti tunggal

e)

Subjek setuju lewat telepon

33.

Penelitian tidak boleh dimulai tanpa:

a)

Pendanaan besar

b)

Jumlah sampel minimal

c)

PSP dan EC

d)

Alat laboratorium terbaru

e)

Review jurnal internasional

34.

Metode penelitian harus:

a)

Dirahasiakan untuk menjaga orisinalitas

b)

Disebutkan jelas dan jujur

c)

Ditulis minimalis agar ringkas

d)

Disesuaikan dengan sponsor

e)

Tidak perlu detail

35.

Dalam pembahasan artikel, peneliti harus:

a)

Mengulang narasi tabel

b)

Menonjolkan diri

c)

Menghubungkan hasil dengan ilmu yang ada

d)

Mengabaikan temuan penelitian lain

e)

Menggunakan opini tanpa dasar

36.

Contoh penyalahgunaan kelompok rentan:

a)

Memberi informasi lengkap

b)

Rekrutmen anak tanpa izin orang tua

c)

Menjaga anonimitas

d)

Memberi hak menolak

e)

Menghindari tekanan

37.

Form protokol KEPK mencakup:

a)

Pajak penelitian

b)

Nomor telepon keluarga

c)

Nilai sosial, risiko, desain, analisis

d)

Judul saja

e)

Daftar jurnal target

38.

KEPK menilai konflik kepentingan, artinya:

a)

Mencegah publikasi

b)

Melindungi sponsor

c)

Menilai apakah peneliti memiliki kepentingan pribadi yang memengaruhi penelitian

d)

Memastikan peneliti tidak bergabung organisasi lain

e)

Mengatur pembagian dana

39.

Salah satu indikator penelitian etis adalah:

a)

Peneliti dapat memanipulasi data jika "aman"

b)

Subjek dipilih berdasarkan kenyamanan peneliti

c)

Beban dan manfaat seimbang

d)

Imbalan besar untuk menarik subjek

e)

Tidak ada informed consent

40.

Artikel ilmiah harus memuat pustaka:

a)

Sebanyak mungkin tanpa relevansi

b)

Hanya yang dikutip

c)

Semua buku yang pernah dibaca peneliti

d)

Dari jurnal dengan IF tinggi saja

e)

Yang mendukung hasil saja

41.

Dalam sebuah penelitian intervensi pada lansia, peneliti menawarkan imbalan finansial yang cukup besar dibandingkan pendapatan rata-rata subjek. KEPK menilai imbalan tersebut “undue inducement”. Hal yang perlu diperbaiki adalah:

a)

Mengurangi jumlah sampel

b)

Menghapus informasi risiko

c)

Mengurangi tekanan finansial dalam rekrutmen

d)

Mengganti metode statistik

e)

Menghilangkan pengawasan peneliti

42.

Pada penelitian observasional di puskesmas, peneliti mengambil data rekam medis lengkap termasuk nama dan alamat, ia berjanji “akan menyimpan aman”. KEPK menolak karena:

a)

Tidak ada intervensi

b)

Data mengandung informasi identitas

c)

Penelitian hanya deskriptif

d)

Peneliti bukan dokter

e)

Jumlah data terlalu kecil

43.

Sebuah penelitian ingin mengobservasi interaksi dokter–pasien tanpa pemberitahuan untuk “menghindari bias perilaku”. Secara etik hal ini tidak diperbolehkan karena:

a)

Tidak ada analisis statistik

b)

Tidak ada informed consent

c)

Risiko tinggi

d)

Sponsor menolak

e)

Follow-up sulit

44.

Seorang peneliti ingin meneliti persepsi masyarakat tentang HIV dengan survei online tanpa mengumpulkan identitas. Risiko sangat minimal. Ia kesulitan meminta informed consent tertulis karena platform anonim. Tindakan etik yang paling tepat adalah:

a)

Tidak perlu KEPK

b)

Mengajukan waiver of consent

c)

Meminta tanda tangan digital

d)

Mengganti platform survei

e)

Menambah imbalan untuk peserta

45.

Seorang dokter ingin meneliti efektivitas obat baru yang sedang ia kembangkan bersama perusahaan farmasi. Ia tidak mencantumkan bahwa ia menerima pendanaan dari perusahaan tersebut. Risiko etik terbesar adalah:

a)

Bias statistik

b)

Konflik kepentingan

c)

Penurunan power

d)

Ketidakcukupan sampel

e)

Desain kurang kuat

46.

Seorang mahasiswa meneliti anak sekolah dasar dengan kuesioner kesehatan mental. Ia hanya meminta izin kepala sekolah, tanpa persetujuan orang tua. Kesalahan etiknya adalah:

a)

Tidak ada debriefing

b)

Tidak ada survei pilot

c)

Subjek termasuk kelompok rentan

d)

Instrumen tidak valid

e)

Tidak ada kontrol

47.

Peneliti mengubah hasil salah satu variabel karena menurutnya “tidak logis sehingga perlu diperbaiki”. Ini merupakan contoh:

a)

Selective reporting

b)

Falsification

c)

Redundant publication

d)

Acceptable editing

e)

Post-hoc justification

48.

Dalam penelitian emergency (kegawatdaruratan), pasien tidak sadar dan tidak ada keluarga. Prosedur intervensi harus segera dilakukan. Tindakan etik yang tepat adalah:

a)

Tidak boleh ikut penelitian

b)

Intervensi ditunda sampai keluarga datang

c)

Penelitian dapat dilakukan dengan deferred consent

d)

Pasien dicatat sebagai drop-out

e)

Menggunakan consent dari perawat

49.

Peneliti mengumpulkan data darah untuk pemeriksaan Hb, tetapi kemudian memakai sampel itu untuk pemeriksaan genetik tanpa izin baru. Pelanggaran ini berkaitan dengan:

a)

Ketidakadilan seleksi

b)

Risiko yang tidak seimbang

c)

Penggunaan data/sampel tanpa izin (secondary use)

d)

Konflik kepentingan

e)

Kelemahan metodologi

50.

Sebuah penelitian penyakit langka hanya melibatkan pasien dari RS rujukan tersier. KEPPK menilai external validity rendah, tetapi penelitian tetap etis bila:

a)

Risiko minimal dan kelompok dipilih secara adil

b)

Sampel besar

c)

Peneliti senior

d)

Tidak memakai kuesioner

e)

Sponsor internasional

51.

Peneliti ingin mempublikasikan kembali hasil penelitian lama dengan judul berbeda, tetapi konten sama 90%. Ini termasuk:

a)

Acceptable repetition

b)

Duplicate publication

c)

Transparent referencing

d)

Cross-citation

e)

Fair use practice

52.

Dalam sebuah penelitian uji diagnostik, dokter yang melakukan interpretasi hasil tidak dibutakan terhadap diagnosis klinis pasien. Risiko etik-metodologisnya:

a)

Lead-time bias

b)

Performance bias

c)

Detection bias

d)

Attrition bias

e)

Spectrum bias

53.

Seorang peneliti menggunakan data mahasiswa bimbingannya untuk penelitian pribadi tanpa memberi tahu mereka. Pelanggaran terberatnya adalah:

a)

Statistik tidak memadai

b)

Kurangnya blinding

c)

Penyalahgunaan posisi kuasa dalam rekrutmen

d)

Tidak ada intervensi

e)

Tidak ada sampel kontrol

54.

Saat monitoring, KEPPK menemukan bahwa risiko efek samping lebih tinggi dari yang dilaporkan pada proposal. Langkah paling etis:

a)

Mengganti indikator outcome

b)

Mengurangi jumlah subjek

c)

Menghentikan sementara penelitian (temporary suspension)

d)

Mengganti konselor

e)

Mempercepat publikasi

55.

Peneliti melakukan wawancara mengenai riwayat kekerasan seksual. Subjek menunjukkan tanda stres berat tetapi peneliti tetap melanjutkan sesuai jadwal agar data lengkap. Pelanggaran terjadi pada prinsip:

a)

Justice

b)

Autonomy

c)

Respect for persons & beneficence

d)

Validitas ilmiah

e)

Analisis statistik

56.

Prinsip etika publikasi yang menekankan bahwa laporan harus apa adanya tanpa manipulasi adalah:

a)

Openness

b)

Accountability

c)

Honesty

d)

Justifiability

e)

Rationality

57.

Plagiarisme ide terjadi ketika penulis:

a)

Menggunakan kembali artikel lamanya tanpa sitasi

b)

Mengutip kalimat orang lain verbatim

c)

Mengambil konsep orang lain tanpa atribusi

d)

Tidak menulis daftar pustaka

e)

Mengubah kalimat tanpa mengubah ide

58.

Fabrikasi data berbeda dari falsifikasi karena:

a)

Fabrikasi membuat data palsu, falsifikasi memanipulasi data

b)

Fabrikasi hanya pada grafik, falsifikasi pada teks

c)

Fabrikasi terjadi di jurnal, falsifikasi hanya pada proposal

d)

Fabrikasi tidak melanggar, falsifikasi melanggar

e)

Fabrikasi dilakukan reviewer, falsifikasi dilakukan editor

59.

Guest authorship adalah praktik ketika:

a)

Penulis dicantumkan tanpa kontribusi

b)

Penulis disembunyikan

c)

Nama senior dicantumkan hanya untuk meningkatkan reputasi

d)

Penulis mengedit orang lain

e)

Reviewer ikut menjadi penulis

60.

Ghost authorship menyebabkan masalah etis karena:

a)

Tidak memiliki daftar pustaka

b)

Melanggar prinsip transparansi kontribusi

c)

Membuat artikel lebih panjang

d)

Mengurangi jumlah penulis

e)

Menyulitkan editor

61.

Duplicate publication dapat diterima jika:

a)

Judul diganti seluruhnya

b)

Editor mengetahui dan menyetujuinya

c)

Penulis membuat 10 versi berbeda

d)

Konten dipadatkan

e)

Reviewer memberi izin tidak tertulis

62.

Tujuan utama peer review adalah:

a)

Menilai gaya bahasa

b)

Memastikan keaslian dan kualitas ilmiah

c)

Menentukan besar pendanaan

d)

Mengurangi jumlah artikel

e)

Memeriksa konflik penulis

63.

Salah satu peran institusi dalam etika publikasi adalah:

a)

Menerbitkan jurnal pribadi

b)

Memberikan pelatihan dan mekanisme penanganan pelanggaran

c)

Menghapus kewajiban sitasi

d)

Mengawasi setiap revisi peneliti

e)

Menentukan IF jurnal tujuan

64.

Plagiarisme diri sendiri terjadi ketika:

a)

Ide orang lain disalin

b)

Data dimanipulasi

c)

Menerbitkan ulang karya sendiri tanpa referensi terhadap publikasi asli

d)

Mengambil kalimat sendiri untuk presentasi

e)

Peneliti mengutip artikel sendiri

65.

Teknik terbaik untuk mencegah plagiarisme adalah:

a)

Menggunakan sinonim

b)

Menghindari sitasi

c)

Menggunakan perangkat pendeteksi kesamaan

d)

Menyembunyikan sumber

e)

Menghapus daftar pustaka

66.

Objektivitas dalam publikasi berarti:

a)

Menolak kritik

b)

Menempatkan preferensi pribadi di atas data

c)

Melaporkan berdasarkan bukti, bukan opini

d)

Mengutamakan pengalaman pribadi

e)

Menghindari semua bentuk revisi

67.

Keterbukaan (openness) berarti:

a)

Membuka semua data mentah tanpa penyaringan

b)

Mau menerima kritik dan berbagi sumber daya ilmiah

c)

Tidak melakukan revisi

d)

Menghindari diskusi dengan reviewer

e)

Mengutamakan publikasi cepat

68.

Tujuan utama atribusi yang benar (sitasi) adalah:

a)

Memperbanyak jumlah halaman

b)

Menghindari tanggung jawab

c)

Mengakui kontribusi intelektual orang lain

d)

Membuat daftar pustaka lebih menarik

e)

Mempermudah proses editorial

69.

Peran editor dalam etika publikasi mencakup:

a)

Mengatur besar honor penulis

b)

Memastikan proses review adil dan etis

c)

Memilih reviewer berdasarkan kedekatan

d)

Menerima artikel tanpa memeriksa orisinalitas

e)

Menentukan hasil statistik

70.

Inti pesan dari etika publikasi adalah:

a)

Kecepatan publikasi di atas segalanya

b)

Reputasi pribadi lebih penting daripada integritas

c)

Kejujuran dan integritas untuk menjaga kepercayaan publik

d)

Jumlah publikasi menentukan etika

e)

Semakin banyak reviewer semakin etis

71.

Seorang peneliti menyalin struktur kalimat panjang dari artikel lain tetapi tetap mengganti beberapa kata. Ini terdeteksi oleh Turnitin meski <20%. Tindakan ini termasuk:

a)

Tidak masalah karena persentase kecil

b)

Parafrase tepat

c)

Plagiarisme struktural

d)

Self-archiving

e)

Open copying

72.

Seorang dosen mencantumkan nama profesornya agar artikel lebih mudah diterima, meski profesor tidak berkontribusi. Ini adalah:

a)

Ghost authorship

b)

Guest authorship

c)

Assigned authorship

d)

Cooperative authorship

e)

Pre-approved authorship

73.

Peneliti ingin mengirim artikel yang sama ke dua jurnal berbeda “agar peluang diterima lebih besar”. Ini adalah:

a)

Praktik efisien

b)

Publikasi simultan

c)

Pelanggaran duplicate submission

d)

Bentuk kolaborasi

e)

Bridging publication

74.

Seorang mahasiswa mengedit angka hasil penelitian sedikit agar grafik terlihat lebih “rapi”. Dampaknya secara etik:

a)

Diperbolehkan jika minor

b)

Termasuk falsifikasi data

c)

Masih etis jika ada revisi reviewer

d)

Hanya kesalahan teknis

e)

Termasuk plagiarisme ringan

75.

Peneliti menggunakan gambar mikroskopik lama tetapi memotong bagian yang mengandung artefak agar terlihat lebih konsisten. Ini merupakan:

a)

Editing diperbolehkan

b)

Manipulasi visual → falsifikasi

c)

Revisi estetis

d)

Penyederhanaan data

e)

Pengurangan noise

76.

Sebuah artikel diterima namun salah satu penulis menolak menandatangani persetujuan publikasi final. Editor harus:

a)

Menerbitkan tanpa tanda tangan

b)

Menghapus penulis tersebut

c)

Menunda publikasi sampai semua penulis setuju

d)

Mengganti penulis

e)

Menyuruh reviewer memutuskan

77.

Peneliti menyalin paragraf dari buku teks yang belum digital sehingga tidak terdeteksi plagiarisme. Secara etik:

a)

Diperbolehkan karena tidak terdeteksi

b)

Tidak termasuk plagiarisme

c)

Tetap plagiarisme meski tidak ketahuan sistem

d)

Penggunaan wajar

e)

Bentuk literatur umum

78.

Seorang reviewer mengambil metode dari artikel yang sedang ia review untuk penelitiannya sendiri. Pelanggaran ini termasuk:

a)

Peer review fair use

b)

Konflik kepentingan biasa

c)

Penyalahgunaan kerahasiaan review

d)

Kutipan ilmiah

e)

Replikasi diperbolehkan

79.

Penelitian skripsi dimasukkan sebagai artikel jurnal, tetapi mahasiswa yang mengumpulkan data tidak dicantumkan sebagai penulis. Ini adalah:

a)

Authorship valid

b)

Ethical reduction

c)

Ghost authorship

d)

Self-citation dibolehkan

e)

Keterbukaan data

80.

Editor menemukan kesamaan 40% dengan artikel lain. Penulis mengaku “itu hanya kebetulan karena topiknya sama.” Respon yang tepat:

a)

Menerima alasan penulis

b)

Menolak artikel karena plagiarisme

c)

Menurunkan standar

d)

Meneruskan ke reviewer

e)

Mengizinkan publikasi setelah koreksi minor

81.

Seorang penulis mengunggah versi preprint ke internet, lalu mengirim versi yang sama ke jurnal tanpa memberitahu editor. Ini:

a)

Diperbolehkan

b)

Harus dilaporkan di cover letter

c)

Termasuk plagiarisme

d)

Termasuk fabrikasi

e)

Termasuk guest authorship

82.

Seorang dosen menolak nama mahasiswa sebagai penulis karena kontribusinya “hanya menginput data”. Secara etika:

a)

Betul, input data tidak layak penulis

b)

Salah, karena akuisisi data termasuk kontribusi signifikan

c)

Betul jika mahasiswa belum lulus

d)

Betul jika mahasiswa tidak membayar sebagian biaya penelitian

e)

Salah karena mahasiswa wajib menjadi penulis

83.

Peneliti menggunakan 3 artikel yang tidak ia baca, hanya dari sitasi artikel lain. Ini merupakan:

a)

Plagiarisme terselubung

b)

Kesalahan akademik minor

c)

Citation manipulation

d)

Duplikasi aman

e)

Peer-review bypassing

84.

Dalam artikel, peneliti menyatakan tidak ada konflik kepentingan, padahal ia menerima pendanaan dari perusahaan terkait. Ini:

a)

Kesalahan administratif saja

b)

Conflict of interest concealment

c)

Duplicate authorship

d)

Acceptable practice

e)

Reference padding

85.

Peneliti menambahkan nama kolega yang “membantu memberi motivasi” tanpa kontribusi ilmiah. Ini termasuk:

a)

Gift authorship

b)

Authorship valid

c)

Falsifikasi kontribusi

d)

Revision privilege

e)

Standard authorship