Font size
WorksheetsEtika Penelitian – Kumpulan Soal (Kelas 13)
Total questions: 85
Worksheet time: 43mins
Tujuan utama etika penelitian adalah untuk:
Mengurangi biaya penelitian
Menjamin manfaat penelitian hanya untuk peneliti
Melindungi partisipan dan memastikan penelitian bermakna
Menjamin publikasi diterima jurnal
Mengatur peran sponsor
Prinsip “do no harm” termasuk dalam konsep:
Justice
Beneficence
Non-maleficence
Respect for persons
Scientific validity
Kelompok berikut dianggap vulnerable KECUALI:
Anak kecil
Tahanan
Pekerja level rendah
Mahasiswa pascasarjana
Orang dengan gangguan kognitif
Yang bukan komponen utama informed consent adalah:
Risiko dan manfaat
Hak untuk menolak
Imbalan materi
Jaminan diterima sebagai pasien prioritas
Privasi dan kerahasiaan
Belmont Report berisi prinsip-prinsip berikut, KECUALI:
Justice
Respect for persons
Beneficence
Autonomy absolut tanpa batas
Non-maleficence
Nuremberg Code menekankan terutama pada:
Hak publikasi peneliti
Persetujuan sukarela
Komersialisasi hasil penelitian
Konflik kepentingan
Plagiarisme
Penelitian dianggap TIDAK etis jika:
Memiliki risiko minimal
Tidak memiliki validitas ilmiah
Mencantumkan proses rekrutmen jelas
Menggunakan metode yang sudah terstandar
Berpotensi memberi manfaat klinis
Contoh unethical writing practice adalah:
Pengutipan relevan
Double publication tanpa izin
Menuliskan semua penulis sesuai kontribusi
Menyertakan ucapan terima kasih
Melaporkan hasil apa adanya
Deklarasi Helsinki mengutamakan:
Kepentingan industri farmasi
Kesetaraan publikasi
Kesejahteraan subjek di atas kepentingan ilmu
Hak peneliti memilih subjek bebas
Standarisasi editorial jurnal
Penelitian dengan manusia boleh dilakukan bila:
Peneliti senior memerintahkan
Sudah disetujui KEPK
Subjek diberi imbalan besar
Peneliti menanggung semua risiko pribadi
Tujuan penelitian tidak jelas
Peran KEPK berikut BENAR, kecuali:
Menilai kualifikasi peneliti
Memberi persetujuan etik
Menghentikan penelitian bila melanggar etik
Mengizinkan pemalsuan data bila risiko kecil
Melakukan audit penelitian
Komponen FINER, kecuali:
Feasible
Interest
Novelty
Ethical
Rationalization
Rekrutmen subjek harus menghindari:
Penjelasan lengkap
Kebebasan memilih
Tekanan atau intimidasi
Penjelasan risiko
Penjelasan tujuan
Yang menandatangani consent untuk anak <18 tahun adalah:
Ketua RT
Saksi penelitian
Orang tua/wali
Tetangga
Subjek itu sendiri
Ethical clearance diperlukan untuk penelitian:
Analisis data publik tanpa identitas
Laboratorium hewan saja
Manusia sebagai subjek
Studi literatur
Survei tanpa pertanyaan sensitif
CIOMS memberi pedoman terutama untuk:
Penelitian hewan
Penelitian biomedis dengan manusia
Penelitian jurnalistik
Penelitian ekonomi
Audit internal rumah sakit
Contoh scientific misconduct adalah:
Statistik jelas
Fabrikasi data
Penggunaan instrumen valid
Pembahasan sesuai hasil
Etika diterapkan
Suatu penelitian etis bila:
Risiko jauh lebih besar dari manfaat
Tidak berhubungan dengan masyarakat
Berdasarkan metode ilmiah yang valid
Tidak menilai risiko
Mengabaikan privacy agar data lebih cepat
Yang dinilai pada protokol penelitian KEPK KECUALI:
Kerahasiaan data
Kualifikasi peneliti
Standar penulisan jurnal
Manajemen risiko
Pemilihan subjek adil
Kerentanan subjek berkaitan dengan:
Kemampuan membuat keputusan
Jumlah peneliti
Sponsor penelitian
Gaya bahasa proposal
Status jurnal
Contoh pelanggaran etika penulisan adalah:
Mengutip sumber terbaru
Menyembunyikan data yang tidak sesuai
Melaporkan hasil lengkap
Menyebutkan metode detail
Mengirimkan ke jurnal yang tepat
Helsinki 1964 lahir karena kasus:
Tuskegee
Perang Vietnam
Skandal Thalidomide
Tragedi Hiroshima
Nuremberg Trial
Tuskegee Study bermasalah karena:
Tidak ada sponsor
Tidak ada publikasi
Tidak memberikan terapi meskipun tersedia
Subjek diberi imbalan besar
Peneliti bukan tenaga medis
Dalam artikel ilmiah, judul harus:
Mengandung promosi penulis
Menyesatkan agar menarik
Sesuai isi penelitian
Digunai sesuai permintaan sponsor
Berisi opini pribadi
Dalam penulisan artikel, semua penulis harus:
Berdasarkan senioritas
Berdasarkan kontribusi
Berdasarkan jabatan
Disetujui sponsor
≥10 orang
Isi informed consent KECUALI:
Durasi penelitian
Manfaat penelitian
Risiko
Hasil pasti penelitian
Hak subjek menolak
Pemanfaatan ulang BBT memerlukan:
Paksaan
Tidak ada informasi pada PSP
Tercantum pada dokumen PSP
Persetujuan sponsor saja
Izin jurnal
KEPK dapat menghentikan penelitian bila:
Peneliti tidak hadir seminar
Terjadi pelanggaran etik
Penelitian terlalu lama
Reviewer sibuk
Penelitian tidak menarik
Nilai ilmiah penting karena:
Memastikan biaya sponsor efektif
Mengurangi kebutuhan subjek
Mencegah penelitian tidak bermakna
Menjamin artikel pasti diterima jurnal
Menghindari konflik antar peneliti
Prinsip Justice mencakup:
Distribusi risiko dan manfaat yang merata
Imbalan besar untuk subjek
Kebebasan mutlak peneliti
Penelitian harus aman 100%
Subjek dipilih berdasarkan kedekatan
Kerahasiaan data meliputi:
Menyimpan identitas tanpa izin
Mengakses data hanya untuk yang berwenang
Membuka identitas subjek untuk publik
Memberikan data lengkap ke sponsor tanpa batas
Upload data ke media sosial untuk transparansi
PSP tidak diperlukan (waiver) bila:
Risiko minimal dan sulit mendapat consent
Peneliti ingin mempercepat waktu
Sponsor menolak
Peneliti tunggal
Subjek setuju lewat telepon
Penelitian tidak boleh dimulai tanpa:
Pendanaan besar
Jumlah sampel minimal
PSP dan EC
Alat laboratorium terbaru
Review jurnal internasional
Metode penelitian harus:
Dirahasiakan untuk menjaga orisinalitas
Disebutkan jelas dan jujur
Ditulis minimalis agar ringkas
Disesuaikan dengan sponsor
Tidak perlu detail
Dalam pembahasan artikel, peneliti harus:
Mengulang narasi tabel
Menonjolkan diri
Menghubungkan hasil dengan ilmu yang ada
Mengabaikan temuan penelitian lain
Menggunakan opini tanpa dasar
Contoh penyalahgunaan kelompok rentan:
Memberi informasi lengkap
Rekrutmen anak tanpa izin orang tua
Menjaga anonimitas
Memberi hak menolak
Menghindari tekanan
Form protokol KEPK mencakup:
Pajak penelitian
Nomor telepon keluarga
Nilai sosial, risiko, desain, analisis
Judul saja
Daftar jurnal target
KEPK menilai konflik kepentingan, artinya:
Mencegah publikasi
Melindungi sponsor
Menilai apakah peneliti memiliki kepentingan pribadi yang memengaruhi penelitian
Memastikan peneliti tidak bergabung organisasi lain
Mengatur pembagian dana
Salah satu indikator penelitian etis adalah:
Peneliti dapat memanipulasi data jika "aman"
Subjek dipilih berdasarkan kenyamanan peneliti
Beban dan manfaat seimbang
Imbalan besar untuk menarik subjek
Tidak ada informed consent
Artikel ilmiah harus memuat pustaka:
Sebanyak mungkin tanpa relevansi
Hanya yang dikutip
Semua buku yang pernah dibaca peneliti
Dari jurnal dengan IF tinggi saja
Yang mendukung hasil saja
Dalam sebuah penelitian intervensi pada lansia, peneliti menawarkan imbalan finansial yang cukup besar dibandingkan pendapatan rata-rata subjek. KEPK menilai imbalan tersebut “undue inducement”. Hal yang perlu diperbaiki adalah:
Mengurangi jumlah sampel
Menghapus informasi risiko
Mengurangi tekanan finansial dalam rekrutmen
Mengganti metode statistik
Menghilangkan pengawasan peneliti
Pada penelitian observasional di puskesmas, peneliti mengambil data rekam medis lengkap termasuk nama dan alamat, ia berjanji “akan menyimpan aman”. KEPK menolak karena:
Tidak ada intervensi
Data mengandung informasi identitas
Penelitian hanya deskriptif
Peneliti bukan dokter
Jumlah data terlalu kecil
Sebuah penelitian ingin mengobservasi interaksi dokter–pasien tanpa pemberitahuan untuk “menghindari bias perilaku”. Secara etik hal ini tidak diperbolehkan karena:
Tidak ada analisis statistik
Tidak ada informed consent
Risiko tinggi
Sponsor menolak
Follow-up sulit
Seorang peneliti ingin meneliti persepsi masyarakat tentang HIV dengan survei online tanpa mengumpulkan identitas. Risiko sangat minimal. Ia kesulitan meminta informed consent tertulis karena platform anonim. Tindakan etik yang paling tepat adalah:
Tidak perlu KEPK
Mengajukan waiver of consent
Meminta tanda tangan digital
Mengganti platform survei
Menambah imbalan untuk peserta
Seorang dokter ingin meneliti efektivitas obat baru yang sedang ia kembangkan bersama perusahaan farmasi. Ia tidak mencantumkan bahwa ia menerima pendanaan dari perusahaan tersebut. Risiko etik terbesar adalah:
Bias statistik
Konflik kepentingan
Penurunan power
Ketidakcukupan sampel
Desain kurang kuat
Seorang mahasiswa meneliti anak sekolah dasar dengan kuesioner kesehatan mental. Ia hanya meminta izin kepala sekolah, tanpa persetujuan orang tua. Kesalahan etiknya adalah:
Tidak ada debriefing
Tidak ada survei pilot
Subjek termasuk kelompok rentan
Instrumen tidak valid
Tidak ada kontrol
Peneliti mengubah hasil salah satu variabel karena menurutnya “tidak logis sehingga perlu diperbaiki”. Ini merupakan contoh:
Selective reporting
Falsification
Redundant publication
Acceptable editing
Post-hoc justification
Dalam penelitian emergency (kegawatdaruratan), pasien tidak sadar dan tidak ada keluarga. Prosedur intervensi harus segera dilakukan. Tindakan etik yang tepat adalah:
Tidak boleh ikut penelitian
Intervensi ditunda sampai keluarga datang
Penelitian dapat dilakukan dengan deferred consent
Pasien dicatat sebagai drop-out
Menggunakan consent dari perawat
Peneliti mengumpulkan data darah untuk pemeriksaan Hb, tetapi kemudian memakai sampel itu untuk pemeriksaan genetik tanpa izin baru. Pelanggaran ini berkaitan dengan:
Ketidakadilan seleksi
Risiko yang tidak seimbang
Penggunaan data/sampel tanpa izin (secondary use)
Konflik kepentingan
Kelemahan metodologi
Sebuah penelitian penyakit langka hanya melibatkan pasien dari RS rujukan tersier. KEPPK menilai external validity rendah, tetapi penelitian tetap etis bila:
Risiko minimal dan kelompok dipilih secara adil
Sampel besar
Peneliti senior
Tidak memakai kuesioner
Sponsor internasional
Peneliti ingin mempublikasikan kembali hasil penelitian lama dengan judul berbeda, tetapi konten sama 90%. Ini termasuk:
Acceptable repetition
Duplicate publication
Transparent referencing
Cross-citation
Fair use practice
Dalam sebuah penelitian uji diagnostik, dokter yang melakukan interpretasi hasil tidak dibutakan terhadap diagnosis klinis pasien. Risiko etik-metodologisnya:
Lead-time bias
Performance bias
Detection bias
Attrition bias
Spectrum bias
Seorang peneliti menggunakan data mahasiswa bimbingannya untuk penelitian pribadi tanpa memberi tahu mereka. Pelanggaran terberatnya adalah:
Statistik tidak memadai
Kurangnya blinding
Penyalahgunaan posisi kuasa dalam rekrutmen
Tidak ada intervensi
Tidak ada sampel kontrol
Saat monitoring, KEPPK menemukan bahwa risiko efek samping lebih tinggi dari yang dilaporkan pada proposal. Langkah paling etis:
Mengganti indikator outcome
Mengurangi jumlah subjek
Menghentikan sementara penelitian (temporary suspension)
Mengganti konselor
Mempercepat publikasi
Peneliti melakukan wawancara mengenai riwayat kekerasan seksual. Subjek menunjukkan tanda stres berat tetapi peneliti tetap melanjutkan sesuai jadwal agar data lengkap. Pelanggaran terjadi pada prinsip:
Justice
Autonomy
Respect for persons & beneficence
Validitas ilmiah
Analisis statistik
Prinsip etika publikasi yang menekankan bahwa laporan harus apa adanya tanpa manipulasi adalah:
Openness
Accountability
Honesty
Justifiability
Rationality
Plagiarisme ide terjadi ketika penulis:
Menggunakan kembali artikel lamanya tanpa sitasi
Mengutip kalimat orang lain verbatim
Mengambil konsep orang lain tanpa atribusi
Tidak menulis daftar pustaka
Mengubah kalimat tanpa mengubah ide
Fabrikasi data berbeda dari falsifikasi karena:
Fabrikasi membuat data palsu, falsifikasi memanipulasi data
Fabrikasi hanya pada grafik, falsifikasi pada teks
Fabrikasi terjadi di jurnal, falsifikasi hanya pada proposal
Fabrikasi tidak melanggar, falsifikasi melanggar
Fabrikasi dilakukan reviewer, falsifikasi dilakukan editor
Guest authorship adalah praktik ketika:
Penulis dicantumkan tanpa kontribusi
Penulis disembunyikan
Nama senior dicantumkan hanya untuk meningkatkan reputasi
Penulis mengedit orang lain
Reviewer ikut menjadi penulis
Ghost authorship menyebabkan masalah etis karena:
Tidak memiliki daftar pustaka
Melanggar prinsip transparansi kontribusi
Membuat artikel lebih panjang
Mengurangi jumlah penulis
Menyulitkan editor
Duplicate publication dapat diterima jika:
Judul diganti seluruhnya
Editor mengetahui dan menyetujuinya
Penulis membuat 10 versi berbeda
Konten dipadatkan
Reviewer memberi izin tidak tertulis
Tujuan utama peer review adalah:
Menilai gaya bahasa
Memastikan keaslian dan kualitas ilmiah
Menentukan besar pendanaan
Mengurangi jumlah artikel
Memeriksa konflik penulis
Salah satu peran institusi dalam etika publikasi adalah:
Menerbitkan jurnal pribadi
Memberikan pelatihan dan mekanisme penanganan pelanggaran
Menghapus kewajiban sitasi
Mengawasi setiap revisi peneliti
Menentukan IF jurnal tujuan
Plagiarisme diri sendiri terjadi ketika:
Ide orang lain disalin
Data dimanipulasi
Menerbitkan ulang karya sendiri tanpa referensi terhadap publikasi asli
Mengambil kalimat sendiri untuk presentasi
Peneliti mengutip artikel sendiri
Teknik terbaik untuk mencegah plagiarisme adalah:
Menggunakan sinonim
Menghindari sitasi
Menggunakan perangkat pendeteksi kesamaan
Menyembunyikan sumber
Menghapus daftar pustaka
Objektivitas dalam publikasi berarti:
Menolak kritik
Menempatkan preferensi pribadi di atas data
Melaporkan berdasarkan bukti, bukan opini
Mengutamakan pengalaman pribadi
Menghindari semua bentuk revisi
Keterbukaan (openness) berarti:
Membuka semua data mentah tanpa penyaringan
Mau menerima kritik dan berbagi sumber daya ilmiah
Tidak melakukan revisi
Menghindari diskusi dengan reviewer
Mengutamakan publikasi cepat
Tujuan utama atribusi yang benar (sitasi) adalah:
Memperbanyak jumlah halaman
Menghindari tanggung jawab
Mengakui kontribusi intelektual orang lain
Membuat daftar pustaka lebih menarik
Mempermudah proses editorial
Peran editor dalam etika publikasi mencakup:
Mengatur besar honor penulis
Memastikan proses review adil dan etis
Memilih reviewer berdasarkan kedekatan
Menerima artikel tanpa memeriksa orisinalitas
Menentukan hasil statistik
Inti pesan dari etika publikasi adalah:
Kecepatan publikasi di atas segalanya
Reputasi pribadi lebih penting daripada integritas
Kejujuran dan integritas untuk menjaga kepercayaan publik
Jumlah publikasi menentukan etika
Semakin banyak reviewer semakin etis
Seorang peneliti menyalin struktur kalimat panjang dari artikel lain tetapi tetap mengganti beberapa kata. Ini terdeteksi oleh Turnitin meski <20%. Tindakan ini termasuk:
Tidak masalah karena persentase kecil
Parafrase tepat
Plagiarisme struktural
Self-archiving
Open copying
Seorang dosen mencantumkan nama profesornya agar artikel lebih mudah diterima, meski profesor tidak berkontribusi. Ini adalah:
Ghost authorship
Guest authorship
Assigned authorship
Cooperative authorship
Pre-approved authorship
Peneliti ingin mengirim artikel yang sama ke dua jurnal berbeda “agar peluang diterima lebih besar”. Ini adalah:
Praktik efisien
Publikasi simultan
Pelanggaran duplicate submission
Bentuk kolaborasi
Bridging publication
Seorang mahasiswa mengedit angka hasil penelitian sedikit agar grafik terlihat lebih “rapi”. Dampaknya secara etik:
Diperbolehkan jika minor
Termasuk falsifikasi data
Masih etis jika ada revisi reviewer
Hanya kesalahan teknis
Termasuk plagiarisme ringan
Peneliti menggunakan gambar mikroskopik lama tetapi memotong bagian yang mengandung artefak agar terlihat lebih konsisten. Ini merupakan:
Editing diperbolehkan
Manipulasi visual → falsifikasi
Revisi estetis
Penyederhanaan data
Pengurangan noise
Sebuah artikel diterima namun salah satu penulis menolak menandatangani persetujuan publikasi final. Editor harus:
Menerbitkan tanpa tanda tangan
Menghapus penulis tersebut
Menunda publikasi sampai semua penulis setuju
Mengganti penulis
Menyuruh reviewer memutuskan
Peneliti menyalin paragraf dari buku teks yang belum digital sehingga tidak terdeteksi plagiarisme. Secara etik:
Diperbolehkan karena tidak terdeteksi
Tidak termasuk plagiarisme
Tetap plagiarisme meski tidak ketahuan sistem
Penggunaan wajar
Bentuk literatur umum
Seorang reviewer mengambil metode dari artikel yang sedang ia review untuk penelitiannya sendiri. Pelanggaran ini termasuk:
Peer review fair use
Konflik kepentingan biasa
Penyalahgunaan kerahasiaan review
Kutipan ilmiah
Replikasi diperbolehkan
Penelitian skripsi dimasukkan sebagai artikel jurnal, tetapi mahasiswa yang mengumpulkan data tidak dicantumkan sebagai penulis. Ini adalah:
Authorship valid
Ethical reduction
Ghost authorship
Self-citation dibolehkan
Keterbukaan data
Editor menemukan kesamaan 40% dengan artikel lain. Penulis mengaku “itu hanya kebetulan karena topiknya sama.” Respon yang tepat:
Menerima alasan penulis
Menolak artikel karena plagiarisme
Menurunkan standar
Meneruskan ke reviewer
Mengizinkan publikasi setelah koreksi minor
Seorang penulis mengunggah versi preprint ke internet, lalu mengirim versi yang sama ke jurnal tanpa memberitahu editor. Ini:
Diperbolehkan
Harus dilaporkan di cover letter
Termasuk plagiarisme
Termasuk fabrikasi
Termasuk guest authorship
Seorang dosen menolak nama mahasiswa sebagai penulis karena kontribusinya “hanya menginput data”. Secara etika:
Betul, input data tidak layak penulis
Salah, karena akuisisi data termasuk kontribusi signifikan
Betul jika mahasiswa belum lulus
Betul jika mahasiswa tidak membayar sebagian biaya penelitian
Salah karena mahasiswa wajib menjadi penulis
Peneliti menggunakan 3 artikel yang tidak ia baca, hanya dari sitasi artikel lain. Ini merupakan:
Plagiarisme terselubung
Kesalahan akademik minor
Citation manipulation
Duplikasi aman
Peer-review bypassing
Dalam artikel, peneliti menyatakan tidak ada konflik kepentingan, padahal ia menerima pendanaan dari perusahaan terkait. Ini:
Kesalahan administratif saja
Conflict of interest concealment
Duplicate authorship
Acceptable practice
Reference padding
Peneliti menambahkan nama kolega yang “membantu memberi motivasi” tanpa kontribusi ilmiah. Ini termasuk:
Gift authorship
Authorship valid
Falsifikasi kontribusi
Revision privilege
Standard authorship
