wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Farmakologi 1 8 Desember 2025

Total questions: 103

Worksheet time: 52mins

Name
Class
Date
1.

Seorang remaja diberikan prometazin sebagai sedatif sebelum pencabutan gigi. Beberapa menit setelah berdiri ia pucat, pusing, tekanan darah 80/4080/40 mmHg, nadi 140×140\times /menit. Manakah interpretasi paling tepat mengenai efek autonom prometazin pada kasus ini?

a)

Stimulasi reseptor α1\alpha1 → vasokonstriksi perifer berat

b)

Blokade reseptor β2\beta2 → bronkokonstriksi dan hipotensi

c)

Blokade reseptor α1\alpha1 → vasodilatasi dan hipotensi ortostatik

d)

Aktivasi reseptor M3\mathrm{M}3 → vasodilatasi endotel dan bradikardi

e)

Aktivasi reseptor β1\beta1 → takikardi dan hipertensi

2.

Pasien 65 tahun dengan hipertrofi prostat jinak mengalami retensi urin setelah meminum obat flu yang mengandung antihistamin generasi pertama dengan efek antimuskarinik kuat. Dokter ingin mengganti dengan obat yang meminimalkan efek pada kandung kemih, tetapi tetap mengurangi gejala alergi. Strategi obat mana yang paling rasional?

a)

Antihistamin generasi pertama dosis diturunkan

b)

Antihistamin generasi pertama dikombinasi α1\alpha1 agonis

c)

Antihistamin generasi kedua yang selektif reseptor H1 perifer

d)

Tambahkan betanekol sebagai agonis muskarinik

e)

Ganti dengan atropin dosis rendah

3.

Pasien asma dengan riwayat glaukoma sudut sempit datang dengan serangan asma akut. Dokter memilih agonis β2\beta2 inhalasi. Manakah pertimbangan terbaik mengapa β2\beta2 agonis inhalasi lebih aman daripada adrenalin subkutan pada pasien ini?

a)

Tidak meningkatkan tekanan intraokular sama sekali

b)

Tidak mempunyai efek pada reseptor β1\beta1 jantung

c)

Efek selektif β2\beta2 bronkus dan minimal α1\alpha1 sehingga risiko peningkatan tekanan intraokular lebih rendah

d)

Menghambat sistem parasimpatis sehingga mencegah midriasis

e)

Sepenuhnya tidak diserap secara sistemik

4.

Pasien keracunan insektisida organofosfat datang dengan miosis, bronkospasme, bronkore, bradikardi, dan kejang. Setelah diazepam dan atropin diberikan, dokter mempertimbangkan pralidoksim. Kapan waktu pemberian pralidoksim yang paling rasional berdasarkan mekanisme farmakologinya?

a)

Kapan saja selama 48 jam pertama karena ikatan dapat selalu diputus

b)

Hanya setelah kejang berhenti

c)

Segera mungkin sebelum kompleks enzim–organofosfat mengalami “aging”

d)

Setelah terapi atropin jangka panjang selesai

e)

Hanya bila tidak ada gejala muskarinik

5.

Pasien pasca operasi mendapat suksinilkolin berulang untuk intubasi dan kemudian mengalami henti jantung akibat hiperkalemia. Ia ternyata memiliki luka bakar luas dan cedera otot beberapa hari sebelumnya. Manakah analisis terbaik untuk menjelaskan kejadian ini?

a)

Luka bakar menginduksi enzim hati yang memetabolisme suksinilkolin

b)

Luka bakar menyebabkan up-regulation reseptor nikotinik ekstra-junctional sehingga keluar K+\mathrm{K}^+ berlebihan

c)

Luka bakar menurunkan sensitivitas reseptor nikotinik terhadap suksinilkolin

d)

Suksinilkolin menghambat pompa Na+/K+\mathrm{Na}^+/\mathrm{K}^+ ATPase secara langsung

e)

Cedera jaringan menurunkan kadar kolinesterase plasma

6.

Pasien 45 tahun dengan riwayat epilepsi terkontrol fenitoin mendapat antibiotik makrolida yang menghambat enzim hepatik. Beberapa hari kemudian muncul ataksia, nistagmus, dan diplopia. Apa keputusan terapi paling tepat berdasarkan analisis interaksi obat?

a)

Naikkan dosis fenitoin

b)

Hentikan fenitoin, ganti dengan benzodiazepin

c)

Turunkan dosis fenitoin sementara dan pantau kadar plasma

d)

Tambahkan barbiturat untuk menstabilkan kejang

e)

Tambahkan asam valproat untuk menurunkan metabolisme fenitoin

7.

Seorang lansia dengan insomnia kronis meminta benzodiazepin kerja panjang. Ia tinggal sendiri, sering bangun malam untuk ke kamar mandi, dan pernah jatuh. Berdasarkan farmakologi benzodiazepin, pilihan mana yang paling tepat untuk menurunkan risiko jatuh?

a)

Diazepam kerja panjang, satu kali malam

b)

Flurazepam karena onset lambat

c)

Triazolam kerja sangat singkat dosis kecil

d)

Hindari benzodiazepin, pilih Z-drug (zolpidem) dosis malam

e)

Midazolam intravena sebelum tidur

8.

Pasien nyeri kanker berat mendapat morfin oral dosis tinggi. Ia mengalami konstipasi berat meskipun dosis morfin tidak dapat dikurangi karena nyeri. Strategi mana yang paling rasional secara farmakologi?

a)

Ganti morfin dengan NSAID

b)

Tambahkan laksatif stimulan dan pelunak feses rutin

c)

Tambahkan nalokson oral dosis tinggi

d)

Hentikan morfin, beri tramadol saja

e)

Beri antagonis opioid kerja panjang sistemik setiap hari

9.

Pasien dengan riwayat gangguan panik berat datang dengan nyeri dada dan palpitasi setelah mengonsumsi beberapa cangkir kopi pekat. Analisis mekanisme yang paling tepat terhadap gejala pasien terkait metilxantin adalah:

a)

Aktivasi reseptor GABA-A

b)

Blokade reseptor adenosin dan peningkatan cAMP di jantung

c)

Inhibisi saluran Ca2+\mathrm{Ca}^{2+} tipe L di miokard

d)

Stimulasi langsung reseptor β2\beta2 bronkus

e)

Aktivasi reseptor opioid μ\mu

10.

Pasien 30 tahun dengan depresi berat yang tidak respons terhadap SSRI direncanakan mendapat antidepresan trisiklik. Ia juga memiliki riwayat glaukoma sudut sempit dan hipertrofi prostat. Manakah rekomendasi terbaik?

a)

Berikan trisiklik dosis penuh karena lebih efektif

b)

Trisiklik dikombinasi β\beta -blokker

c)

Hindari trisiklik karena efek antimuskarinik dan adrenergik dapat memperburuk kondisi mata dan prostat

d)

Tambahkan betanekol untuk mengatasi retensi urin

e)

Terapi kombinasi trisiklik dan MAOI

11.

Fungsi utama sistem saraf otonom dibanding saraf somatik adalah:

a)

Mengontrol terutama otot rangka

b)

Mengatur fungsi organ viseral secara tidak sadar

c)

Hanya mengaktivasi sistem simpatris

d)

Tidak berhubungan dengan refleks baroreseptor

e)

Tidak menggunakan asetilkolin sebagai transmiter

12.

Jalur eferen parasimpatis umumnya terdiri atas:

a)

Satu neuron bermielin panjang ke organ target

b)

Neuron preganglion panjang, postganglion pendek

c)

Neuron preganglion pendek, postganglion panjang

d)

Hanya serabut sensorik

e)

Tidak melewati ganglion

13.

Asetilkolin selalu:

a)

Neurotransmiter di ganglion simpatis dan parasimpatis

b)

Transmiter di ujung saraf simpatis ke organ efektor

c)

Transmiter di medula adrenal

d)

Tidak pernah di ujung saraf motorik somatik

e)

Disebut katekolamin

14.

Obat kolinomimetik yang paling tahan terhadap hidrolisis kolinesterase menurut tabel ester kolin adalah:

a)

Asetilkolin

b)

Metakolin

c)

Karbakol

d)

Betanekol

e)

Nikotin

15.

Pilihan obat terbaik untuk menguji reaktivitas bronkus pada pasien asma pada laboratorium fungsi paru adalah:

a)

Karbakol

b)

Metakolin

c)

Betanekol

d)

Nikotin

e)

Pilokarpin

16.

Obat manakah yang paling tepat untuk merangsang motilitas gastrointestinal pada pasien atonia usus pasca operasi tanpa menstimulasi reseptor nikotinik?

a)

Betanekol

b)

Karbakol

c)

Metakolin

d)

Nikotin

e)

d-Tubokurarin

17.

Efek muskarinik di jantung (M2) terutama menyebabkan:

a)

Peningkatan konduksi AV

b)

Penurunan frekuensi jantung dan konduksi AV

c)

Peningkatan kontraktilitas ventrikel

d)

Vasokonstriksi koroner

e)

Takikardi refleks

18.

Obat antimuskarinik akan memperburuk kondisi mana di bawah ini?

a)

Bradikardi sinus

b)

Asma akut

c)

Glaukoma sudut sempit

d)

Diare sekresi

e)

Bradikardi akibat β\beta -blokker

19.

Pasien keracunan jamur muskarinik (mirip pilokarpin) dengan miosis, bronkospasme, diare berat. Antidot spesifik paling sesuai:

a)

Neostigmin

b)

Fisostigmin

c)

Atropin

d)

Pralidoksim

e)

Edrofonium

20.

Fisostigmin dipilih untuk toksisitas atropin berat karena:

a)

Tidak menembus sawar darah otak

b)

Memiliki nitrogen kuarterner

c)

Lipofilik, dapat menembus SSP

d)

Tidak menghambisi AChE

e)

Hanya bekerja di perifer

21.

Pemeriksaan edrofonium pada miastenia gravis digunakan untuk:

a)

Menyembuhkan penyakit secara permanen

b)

Mengidentifikasi krisis kolinergik vs krisis miastenik

c)

Menghambat reseptor nikotinik

d)

Menghambat reseptor muskarinik

e)

Mengaktivasi reseptor M3

22.

Obat antikolinesterase yang digunakan sebagai profilaksis sebelum pajanan gas saraf organofosfat pada tentara adalah:

a)

Neostigmin

b)

Fisostigmin

c)

Pralidoksim

d)

Piridostigmin

e)

Edrofonium

23.

Yang bukan manifestasi keracunan antikolinesterase organofosfat:

a)

Salivasi berlebihan

b)

Bronkospasme

c)

Midriasis kaku

24.

Kombinasi terapi paling rasional untuk keracunan organofosfat akut berat:

a)

Atropin + neostigmin

b)

Atropin + pralidoksim + diazepam

c)

Fisostigmin saja

d)

Pralidoksim saja

e)

β-bloker + diuretik

25.

Mengapa pralidoksim tidak lagi efektif jika diberikan terlambat pada keracunan organofosfat?

a)

Obat cepat diekskresikan ginjal

b)

Organofosfat sudah dieliminasi

c)

Kompleks enzim–organofosfat mengalami “aging” sehingga ikatan menjadi stabil permanen

d)

Atropin menurunkan efeknya

e)

Reseptor muskarinik telah didesensitisasi

26.

Obat antimuskarinik yang digunakan untuk mengurangi spasme saluran cerna tanpa efek SSP karena tidak menembus sawar darah otak adalah:

a)

Atropin

b)

Skopolamin

c)

Ipratropium

d)

Dicyclomine (senyawa kuarterner)

e)

Oksibutinin

27.

Pasien penyakit Parkinson mendapat antikolinergik sentral. Tujuan utamanya adalah:

a)

Meningkatkan kadar dopamin

b)

Menurunkan aktivitas kolinergik relatif di striatum

c)

Menghambat MAO-B

d)

Menghambat pelepasan glutamat

e)

Mengaktifkan reseptor GABA

28.

Efek atropin dosis tinggi pada jantung:

a)

Bradikardi berat

b)

Blok AV total

c)

Takikardi dengan peningkatan konduksi AV

d)

Tidak ada perubahan

e)

Efek tergantung reseptor β2

29.

Pasien asma dengan PPOK diperburuk mendapat bronkodilator. Obat comodern yang bekerja sebagai antagonis muskarinik inhalasi:

a)

Ipratropium

b)

Propranolol

c)

Epinefrin

d)

Salbutamol

e)

Pilokarpin

30.

Respon jiwa terhadap atropin: pada dosis toksik dapat menyebabkan:

a)

Depresi SSP dan koma

b)

Eksitasi, delirium, halusinasi

c)

Tidak menembus SSP sama sekali

d)

Efek sedatif mirip benzodiazepin

e)

Kejang karena aktivasi GABA

31.

Agonis adrenergik selektif β2 yang digunakan sebagai bronkodilator pendek adalah:

a)

Isoproterenol

b)

Fenilefrin

c)

Dobutamin

d)

Salbutamol

e)

Norepinefrin

32.

Obat yang paling tepat untuk syok anafilaktik akut:

a)

Isoproterenol

b)

Epinefrin

c)

Fenilefrin

d)

Salmeterol

e)

Propranolol

33.

Penggunaan adrenalin pada anestesi lokal bertujuan untuk:

a)

Meningkatkan absorpsi sistemik obat

b)

Memperpendek durasi kerja anestesi

c)

Mengurangi perdarahan lokal dan memperpanjang efek

d)

Menghambat metabolisme hepatik

e)

Menghilangkan nyeri neuropatik

34.

Fenilefrin bekerja terutama pada reseptor:

a)

α1 agonis

b)

α2 agonis

c)

β1 agonis

d)

β2 agonis

e)

Nonselektif α dan β

35.

Pasien hipertensi dengan riwayat asma tidak cocok diberi:

a)

Metoprolol

b)

Propranolol

c)

Amlodipin

d)

Kaptopril

e)

Klonidin

36.

Mekanisme utama clonidin menurunkan tekanan darah:

a)

Blokade reseptor α1 perifer

b)

Agonis reseptor α2 sentral menurunkan outflow simpatis

c)

Antagonis β1 jantung

d)

Vasodilatasi langsung arteriol

e)

Diuresis kuat

37.

Efek pemberian β-bloker tiba-tiba dihentikan setelah digunakan lama:

a)

Tidak terjadi perubahan

b)

Rebound hipertensi dan angina karena up-regulation reseptor β

c)

Hipotensi berat

d)

Bradikardi berat

e)

Sedasi hebat

38.

Obat yang menghambat penyerapan (reuptake) norepinefrin di sinaps adrenergik adalah:

a)

Kokain

b)

Atropin

c)

Fenilefrin

d)

Salbutamol

e)

D-tubokurarin

39.

Reserpin menimbulkan hipotensi dengan cara:

a)

Menghambat pelepasan asetilkolin

b)

Menghabiskan cadangan katekolamin dalam vesikel sinaptik

c)

Menghambat MAO

d)

Agonis β2

e)

Antagonis α1

40.

Efek samping khas reserpin yang membatasi penggunaan klinik:

a)

Insomnia

b)

Depresi berat dan kecenderungan bunuh diri

c)

Bradikardi ringan

d)

Bradikardi dan diare

e)

Takikardi

41.

Obat mana yang paling tepat untuk mengobati kehamilan dengan hipertensi dan pheokromositoma?

a)

Propranolol saja

b)

Fenoksibenzamin dulu lalu β-bloker

c)

β-bloker dulu lalu fenoksibenzamin

d)

Hanya verapamil

e)

Klonidin saja

42.

Nondepolarizing neuromuscular blocker prototipe adalah:

a)

Suksinilkolin

b)

D-tubokurarin

c)

Rocuronium

d)

Pancuronium

e)

Vecuronium

43.

Depolarizing blocker (suksinilkolin) menyebabkan paralisis awal dengan fasikulasi karena:

a)

Agonis kuat reseptor nikotinik menyebabkan depolarisasi yang berkepanjangan

b)

Antagonis kompetitif reseptor nikotinik

c)

Menghambat pelepasan ACh

d)

Menghambat AChE

e)

Menghambat Na+/K+ ATPase

44.

Obat yang dapat membalik blokade neuromuskular nondepolarisasi:

a)

Neostigmin

b)

Atropin

c)

Pralidoksim

d)

Suksinilkolin

e)

Epinefrin

45.

Mengapa suksinilkolin tidak dibalik dengan neostigmin pada fase blok depolarisasi awal?

a)

Neostigmin memecah suksinilkolin

b)

Neostigmin mempertinggi ACh sehingga memperburuk depolarisasi

c)

Neostigmin antagonis reseptor nikotinik

d)

Neostigmin hanya bekerja di SSP

e)

Neostigmin menghambat kolinesterase plasma saja

46.

Pasien dengan defisiensi pseudo-kolinesterase plasma akan mengalami:

a)

Durasi aksi suksinilkolin lebih pendek

b)

Durasi aksi suksinilkolin memanjang

c)

Blokade d-tubokurarin lebih singkat

d)

Tidak ada perubahan respons pada pelemas otot

47.

Obat pelemas otot rangka yang bekerja langsung pada otot (bukan di sinaps) adalah:

a)

D-tubokurarin

b)

Pankuronium

c)

Suksinilkolin

d)

Dantrolen

e)

Diazepam

48.

Dantrolen adalah obat pilihan untuk:

a)

Sindrom neuroleptik maligna

b)

Hipertermia maligna akibat anestetik volatil dan suksinilkolin

c)

Kejang demam

d)

Status epileptikus

e)

Serangan gout akut

49.

Efek samping utama yang perlu diwaspadai pada penggunaan pelemas otot nondepolarisasi yang melepaskan histamin (mis. mivakurium):

a)

Hipotensi dan bronkospasme

b)

Hipertensi dan takikardi

c)

Bradikardi berat

d)

Depresi napas sentral

e)

Hepatotoksisitas

50.

Suksinilkolin dapat menyebabkan bradikardi terutama pada:

a)

Dosis pertama

b)

Dosis kedua yang diberikan dalam 5 menit

c)

Dosis oral

d)

Kombinasi dengan atropin

e)

Pasien hipertensi

51.

Efek samping kardiovaskular utama pankuronium:

a)

Bradikardi

b)

Takikardi karena efek vagolitik

c)

Hipotensi karena pelepasan histamin

d)

Aritmia ventrikel akibat β1 agonis

e)

AV blok

52.

Terapi paling aman untuk pasien dengan gangguan asma yang memerlukan pelemas otot rangka jangka pendek:

a)

D-tubokurarin

b)

Mivakurium

c)

Atrakurium (sedang) dengan pengawasan

d)

Rokuronium dengan minimal pelepasan histamin

e)

Suksinilkolin dosis tinggi berulang

53.

Pada anestesi spinal, urutan blok klinik yang lazim:

a)

Motorik → nyeri → simpatis

b)

Nyeri → suhu → simpatis

c)

Simpatis → nyeri → sentuhan → motorik

d)

Sentuhan → simpatis → motorik

e)

Motorik → simpatis → nyeri

54.

Serat saraf yang paling peka terhadap anestetik lokal:

a)

Serat besar bermielin

b)

Serat kecil bermielin (B dan Aδ)

c)

Serat C tak bermielin tebal

d)

Serat motorik besar

e)

Semua sama

55.

Untuk mengurangi toksisitas sistemik anestetik lokal injeksi, strategi paling rasional adalah:

a)

Menambahkan adrenalin

b)

Menambah dosis

c)

Mengganti dengan anestetik umum

d)

Menggunakan pelarut lebih pekat

e)

Menyuntikkan intravena

56.

Hampir semua obat SSP bekerja dengan memodifikasi:

a)

Konduksi akson jarak jauh saja

b)

Transmisi sinaps (prasinaps dan/atau pascasinaps)

c)

Difusi pasif neurotransmiter

d)

Aliran darah otak saja

e)

Hanya reseptor dopamin

57.

Reseptor GABA-A adalah:

a)

Reseptor metabotropik G-protein

b)

Saluran ion Cl− berpintu-ligan

c)

Saluran Na+ berpintu voltase

d)

Reseptor tirosin kinase

e)

Reseptor nuklir

58.

Benzodiazepin mempotensiasi GABA dengan cara:

a)

Meningkatkan frekuensi pembukaan saluran Cl−

b)

Meningkatkan durasi pembukaan saluran Cl−

c)

Mengaktivasi reseptor GABA tanpa GABA

d)

Menghambat reseptor AMPA

e)

Menghambat metabolisme GABA

59.

Barbiturat pada dosis tinggi dapat:

a)

Tidak mempengaruhi GABA

b)

Bersifat GABA-mimetik, langsung membuka saluran Cl−

c)

Menghambat reseptor GABA-A

d)

Mengaktifkan reseptor GABA-B

e)

Hanya bekerja pada reseptor AMPA

60.

Zolpidem berbeda dari benzodiazepin klasik karena:

a)

Tidak bekerja pada reseptor GABA

b)

Selektif subunit α1 reseptor GABA-A

c)

Menghambat metabolisme GABA

d)

Agonis GABA-B

e)

Menghambat saluran Na+

61.

Pasien insomnia kronis dengan depresi respirasi harus menghindari:

a)

Zolpidem dosis rendah

b)

Melatonin

c)

Diazepam dosis tinggi

d)

Terapi perilaku

e)

Sleep hygiene

62.

Benzodiazepin dengan onset cepat dan durasi pendek paling berisiko menyebabkan:

a)

Rebound insomnia dan gejala putus obat

b)

Hipertensi kronik

c)

Bradikardi

d)

Sindrom serotonin

e)

Agranulositosis

63.

Fenitoin bekerja sebagai antikejang dengan:

a)

Meningkatkan pembukaan saluran Na+ voltase secara terus-menerus

b)

Menghambat pemulihan saluran Na+ voltase dari inaktivasi

c)

Agonis reseptor GABA

d)

Antagonis reseptor NMDA

e)

Menghambat Ca2+ T-type

64.

Obat lini pertama untuk kejang absence:

a)

Fenitoin

b)

Karbamazepin

c)

Etosuksimid

d)

Diazepam

e)

Fenobarbital

65.

Asam valproat memiliki spektrum luas karena:

a)

Hanya menghambat saluran Ca2+

b)

Menghambat saluran Na+ dan Ca2+ T-type serta meningkatkan GABA

c)

Hanya meningkatkan GABA

d)

Hanya antagonis NMDA

e)

Hanya agonis GABA-B

66.

Interaksi penting asam valproat dengan lamotrigin:

a)

Menurunkan kadar lamotrigin → gagal terapi

b)

Meningkatkan kadar lamotrigin → risiko ruam berat

c)

Tidak ada interaksi

d)

Menurunkan risiko ruam

e)

Mencegah hepatotoksisitas

67.

Obat utama untuk status epileptikus awal:

a)

Diazepam atau lorazepam i.v.

b)

Etosuksimid

c)

Lamotrigin

d)

Klonazepam oral

e)

Fenobarbital suppositoria

68.

Strategi farmakoterapi Parkinson yang paling rasional:

a)

Hanya meningkatkan dopamin

b)

Menurunkan aktivitas kolinergik saja

c)

Meningkatkan dopamin dan/atau menurunkan aktivitas kolinergik

d)

Menghambat GABA

e)

Mengaktifkan NMDA

69.

Levodopa diberikan bersama karbidopa dengan tujuan:

a)

Meningkatkan penetrasi darah-otak dan mengurangi efek perifer

b)

Menghambat efek sentral levodopa

c)

Meningkatkan metabolisme levodopa perifer

d)

Mengaktifvasi reseptor GABA

e)

Menurunkan T½ levodopa

70.

Penggunaan jangka panjang levodopa cenderung menyebabkan:

a)

Tidak ada perubahan

b)

Fluktuasi motorik dan diskinesia

c)

Hepatotoksisitas berat

d)

Depresi sumsum tulang

e)

Sindrom serotonin

71.

Agonis dopamin seperti bromokriptin relatif lebih diutamakan pada pasien Parkinson muda karena:

a)

Tidak menimbulkan efek samping

b)

Menghambat MAO-B

c)

Dapat menunda kebutuhan levodopa dosis tinggi

d)

Tidak bekerja pada reseptor dopamin

e)

Menurunkan prolaktin

72.

Obat anti-Parkinson yang menghambat MAO-B selektif:

a)

Selegilin

b)

Entakapon

c)

Bromokriptin

d)

Amantadin

e)

Triheksifenidil

73.

Triheksifenidil paling bermanfaat untuk:

a)

Tremor dominan pada Parkinson

b)

Akinesia berat

c)

Diskinesia akibat levodopa

d)

Sindrom serotonin

e)

Akinetik rigid akinetik

74.

Morfin sebagai agonis opioid μ menyebabkan analgesia terutama dengan:

a)

Meningkatkan pelepasan substansi P

b)

Menghambat pelepasan neurotransmiter nyeri prasinaps dan meningkatkan inhibisi pascasinaps

c)

Mengaktifkan reseptor NMDA

d)

Menurunkan aktivitas GABA

e)

Mengaktifkan reseptor nikotinik

75.

Efek samping opioid yang tidak mengalami toleransi bermakna:

a)

Analgesia

b)

Euforia

c)

Depresi napas

d)

Miosis dan konstipasi

e)

Sedasi

76.

Antagonis opioid yang digunakan untuk overdosis akut:

a)

Metadon

b)

Nalokson

c)

Kodein

d)

Buprenorfin

e)

Tramadol

77.

Metadon digunakan pada program detoksifikasi heroin karena:

a)

Potensi lemah

b)

T½ panjang dan menimbulkan gejala putus obat lebih ringan

c)

Antagonis opioid

d)

Tidak melewati sawar darah otak

e)

Tidak menimbulkan toleransi

78.

Pada anestetik lokal, peningkatan pH jaringan (lebih basa) akan:

a)

Menurunkan fraksi bentuk tak terion → kerja lambat

b)

Meningkatkan fraksi bentuk tak terion → penetrasi saraf lebih cepat

c)

Tidak mengubah efek

d)

Mengurangi potensi

e)

Menghambat metabolisme

79.

Anestetik lokal ester terutama dimetabolisme oleh:

a)

Hati (CYP450)

b)

Pseudo-kolinesterase plasma

c)

Ginjal

d)

Paru

e)

Usus

80.

Efek toksik sistemik awal anestetik lokal pada SSP:

a)

Depresi langsung tanpa fase eksitasi

b)

Eksitasi (gelisah, tremor, kejang) kemudian depresi

c)

Hanya kejang

d)

Hanya koma

e)

Hanya mual

81.

Anestetik umum inhalasi yang paling poten (MAC rendah) cenderung:

a)

Memiliki onset sangat cepat

b)

Memiliki onset lebih lambat bila koefisien darah/gas tinggi

c)

Tidak larut dalam darah

d)

Tidak mempengaruhi SSP

e)

Tidak menimbulkan depresi pernapasan

82.

Inhalasi N2O (nitrous oxide) memiliki karakteristik:

a)

Poten, MAC rendah

b)

Potensi lemah, MAC tinggi, digunakan sebagai adjuvan analgesik

c)

Menekan fungsi jantung berat

d)

Menyebabkan hepatotoksisitas

e)

Hanya digunakan pada hewan

83.

Halotan jarang dipakai karena:

a)

Tidak poten

b)

Hepatotoksisitas idiosinkratik

c)

Tidak larut lemak

d)

Tidak menimbulkan depresi jantung

e)

Tidak menimbulkan mual

84.

Antipsikotik tipikal (mis. haloperidol) mengurangi gejala positif skizofrenia terutama melalui:

a)

Blokade D1 kortikal

b)

Blokade reseptor D2 mesolimbik

c)

Aktivasi reseptor 5-HT

d)

Blokade reseptor muskarinik

e)

Aktivasi reseptor GABA

85.

Efek samping ekstrapiramidal akut (distonia, parkinsonisme) paling berkaitan dengan:

a)

Blokade D2 nigrostriatal

b)

Blokade H1

c)

Blokade α1

d)

Blokade M1

e)

Aktivasi 5-HT1A

86.

Clozapin menurunkan risiko gejala ekstrapiramidal karena:

a)

Hanya memblok M1

b)

Afinitas rendah terhadap D2 dan kuat terhadap 5-HT2A

c)

Hanya memblok D1

d)

Tidak menembus SSP

e)

Potensi lemah

87.

Risiko utama clozapin:

a)

Hepatotoksisitas

b)

Agranulositosis

c)

Pankreatitis

d)

Sindrom serotonin

e)

Nefrotoksisitas

88.

SSRI (mis. fluoksetin) lebih disukai dibanding trisiklik karena:

a)

Lebih poten

b)

Lebih aman pada overdosis, efek antimuskarinik dan kardiotoksisitas lebih rendah

c)

Tidak memiliki interaksi obat

d)

Menimbulkan sedasi kuat

e)

Lebih murah

89.

Kombinasi SSRI dengan MAOI dapat menyebabkan:

a)

Sindrom neuroleptik maligna

b)

Sindrom serotonin (hipertermia, rigiditas, perubahan mental)

c)

Hiperprolaktinemia

d)

Sindrom Cushing

e)

Sindrom putus obat

90.

Litium sebagai penstabil suasana hati memiliki karakteristik penting. Pilih pernyataan yang benar.

a)

Metabolisme hepatik ekstensif

b)

Ekskresi hampir seluruhnya melalui ginjal, dipengaruhi natrium

c)

Ikatan kuat dengan protein plasma

d)

Dapat diberikan aman pada gangguan ginjal berat

e)

Tidak memiliki indeks terapi sempit

91.

Obat yang dapat meningkatkan kadar litium hingga toksik. Pilih satu jawaban yang benar.

a)

Diuretik tiazid

b)

Loop diuretik dosis tinggi

c)

Antasida

d)

Antasida Mg

e)

H2 bloker

92.

Gejala toksisitas litium sedang. Pilih satu jawaban yang benar.

a)

Hanya poliuria

b)

Tremor kasar, ataksia, diare, muntah

c)

Hiperrefleksia ringan

d)

Hanya ruam kulit

e)

Bradikardi ringan

93.

Kokain menimbulkan efek "reward" terutama melalui mekanisme berikut. Pilih satu jawaban yang benar.

a)

Peningkatan pelepasan GABA

b)

Inhibisi pengangkut dopamin (DAT) di nukleus akumbens

c)

Aktivasi reseptor opioid μ

d)

Blokade reseptor NMDA

e)

Aktivasi reseptor 5-HT2A

94.

Amfetamin meningkatkan kadar monoamin sinaptik dengan mekanisme berikut. Pilih satu jawaban yang benar.

a)

Menghambat sintesis dopamin

b)

Membalik kerja transporter monoamin dan menguras vesikel

c)

Menghambat reseptor dopamin

d)

Mengikat reseptor NMDA

e)

Menghambat MAO-B saja

95.

Etanol kronik dapat menyebabkan toleransi sebagian melalui mekanisme berikut. Pilih satu jawaban yang benar.

a)

Penurunan neurotransmisi GABAergik

b)

Peningkatan reseptor NMDA dan saluran Ca2+ voltase

c)

Penurunan reseptor NMDA

d)

Penurunan dopamin mesolimbik

e)

Peningkatan reseptor GABA-A

96.

Naltrekson digunakan pada alkoholisme kronik karena alasan berikut. Pilih satu jawaban yang benar.

a)

Agonis opioid

b)

Antagonis reseptor opioid yang mengurangi reward ketika minum alkohol

c)

Meningkatkan metabolisme alkohol

d)

Menghambat reseptor GABA

e)

Mengaktifvasi reseptor NMDA

97.

Mekanisme utama buspiron sebagai ansiolitik non-benzodiazepin. Pilih satu jawaban yang benar.

a)

Agonis parsial 5-HT1A

b)

Antagonis GABA-A

c)

Agonis GABA-B

d)

Antagonis 5-HT2A

e)

Antagonis dopamin D2 kuat

98.

Keuntungan buspiron dibanding benzodiazepin. Pilih satu jawaban yang benar.

a)

Onset kerja sangat cepat

b)

Tidak menimbulkan sedasi berat dan tidak berpotensi menyebabkan ketergantungan seperti benzodiazepin

c)

Poten sebagai hipnotik

d)

Dapat digunakan untuk kejang

e)

Aman untuk serangan panik akut

99.

Sindrom serotonin dapat dipicu oleh kombinasi berikut. Pilih satu jawaban yang benar.

a)

SSRI + triptan + MAOI

b)

Benzodiazepin + opioid

c)

Opioid + antipsikotik

d)

β-bloker + CCB

e)

Litium + diuretik

100.

Seorang pria 40 tahun dengan riwayat epilepsi fokal tidak terkontrol akan diganti obatnya. Ia punya sirosis hati Child B, dan saat ini minum banyak obat lain yang dimetabolisme hati. Dokter ingin memilih antikejang yang paling aman terhadap fungsi hati dan interaksi obat. Pilihan terbaik adalah:

a)

Fenitoin

b)

Karbamazepin

c)

Asam valproat

d)

Levetirasetam

e)

Fenobarbital

101.

NAMA MAHASISWA

4 lines
102.

NIM MAHASISWA

4 lines
103.

KELAS

4 lines