wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Geokomputasi

Total questions: 45

Worksheet time: 1hrs 5mins

Name
Class
Date
1.

Tujuan utama ESDA adalah

a)

Menetapkan model kausal sebelum eksplorasi

b)

Mengidentifikasi pola spasial (autokorelasi/heterogenitas) secara interaktif tanpa asumsi kuat

c)

Menormalisasi seluruh variabel ke z-score

d)

Memilih proyeksi peta equal-area

e)

Melakukan uji hipotesis parametrik penuh

2.

Pernyataan paling tepat tentang perbedaan EDA dan ESDA adalah

a)

ESDA menggantikan seluruh prosedur EDA klasik

b)

ESDA menambahkan struktur lokasi & ketetanggaan pada eksplorasi yang sama-sama minim asumsi

c)

ESDA hanya berlaku untuk data kategorik

d)

ESDA menolak penggunaan grafik dinamis

e)

ESDA mensyaratkan model deterministik terlebih dahulu

3.

‘Spatial autocorrelation’ bermakna

a)

Hubungan dua variabel independen tanpa komponen geografi

b)

Kemiripan nilai di lokasi yang berdekatan secara geografis karena proses spasial

c)

Perbedaan rata-rata antar wilayah dari satu variabel

d)

Korelasi waktu-ke-waktu pada satu titik pengamatan yang diamati secara geografis

e)

Hubungan nilai terhadap jarak Euclidean saja

4.

‘Spatial heterogeneity’ mengacu pada

a)

Keseragaman pola di setiap zona kajian

b)

Adanya cluster lokasi yang menunjukkan hubungan berbeda

c)

Variasi musiman semata pada satu titik ukur

d)

Bias proyeksi peta terhadap bentuk poligon

e)

Noise acak dalam pengukuran sensor pada setiap zona kajian

5.

Yang paling menggambarkan geostatistical data adalah

a)

Poligon administratif dengan matriks bobot tetangga

b)

Titik sampel atas proses kontinu yang dianalisis berbasis jarak

c)

Raster DEM dengan LDD

d)

Layer vektor jalan dan bangunan

e)

Kategori kelas penggunaan lahan

6.

Ciri lattice data ialah

a)

Observasi titik acak dari medan kontinu tanpa tetangga

b)

Unit diskret dengan relasi ketetanggaan terdefinisi dalam spatial weights

c)

Hanya data citra resolusi tinggi

d)

Grid selalu berbentuk bujur sangkar

e)

Kumpulan koordinat GPS tanpa atribut

7.

SCDF (Spatial Cumulative Distribution Function) dipakai untuk

a)

Mengukur kemiripan nilai terhadap jarak (variogram)

b)

Memeriksa bagaimana nilai tersebar kumulatif di ruang dan apakah terkonsentrasi

c)

Menentukan jenis bobot queen/rook

d)

Mengganti datum ke WGS84

e)

Menaksir koefisien Moran secara global

8.

‘Spatial box plot/box map’ bermanfaat untuk

a)

Memilih proyeksi konformal

b)

Menggabungkan ringkasan kuartil/outlier dengan peta untuk menemukan lokasi menyimpang

c)

Menghitung jarak murni antara centroids

d)

Menentukan bandwidth kernel adaptif

e)

Menguji hipotesis kausal lintas variabel

9.

Pertanyaan utama yang dijawab variogram cloud plot adalah

a)

Apakah jarak yang lebih dekat cenderung memiliki nilai lebih mirip

b)

Apakah kategori poligon membentuk klaster

c)

Apakah bobot queen selalu lebih baik dari rook

d)

Apakah autokorelasi hilang bila bobot dinolkan

e)

Apakah proyeksi UTM mengubah nilai numerik dari suatu data

10.

Moran scatterplot memvisualisasikan

a)

Nilai suatu lokasi terhadap lag spasial

b)

Dua variabel kategorik pada wilayah yang sama

c)

Nilai suatu lokasi terhadap jarak Euclidean

d)

Residual terhadap prediktor regresi

e)

Nilai terhadap waktu untuk musiman

11.

Fungsi LISA ialah

a)

Mengukur autokorelasi global semata

b)

Mengidentifikasi pola lokal yang mungkin tertutup pola global

c)

Menstandardkan proyeksi peta agar equal-area

d)

Menentukan ukuran sampel minimum

e)

Membersihkan noise otomatis tanpa inspeksi

12.

Multivariate spatial association berfokus pada

a)

Hubungan satu variabel dengan waktu

b)

Keterkaitan spasial simultan antara dua atau lebih variabel dalam ruang

c)

Kausalitas deterministik antar variabel terhadap ruang dan waktu

d)

Pemilihan proyeksi equal area

e)

Penaksiran median global semata

13.

Cross-variogram digunakan untuk

a)

Mendeskripsikan keterkaitan spasial antara dua variabel sebagai fungsi jarak

b)

Menaksir parameter SAR pada lattice

c)

Menentukan bobot binary untuk queen

d)

Mengukur autokorelasi global saja

e)

Memilih kernel Gaussian

14.

Karakteristik ‘loose coupling’ ESDA–GIS adalah

a)

Komunikasi real-time antar aplikasi dengan RPC

b)

Pertukaran file manual antar sistem terpisah

c)

Scripting internal penuh di GIS

d)

Tanpa data geospasial

e)

Berbasis cloud wajib

15.

‘Close coupling’ ESDA–GIS berarti

a)

Tidak ada integrasi antarsistem

b)

Koneksi langsung/remote procedure calls untuk linked views responsif

c)

Ekspor–impor file saja

d)

Visualisasi statis tanpa brushing

e)

Spreadsheet offline

16.

Pendekatan ‘encompassing’ (scripting) menandakan

a)

ESDA diimplementasi sebagai skrip di dalam GIS sehingga fungsi tersedia native

b)

ESDA berdiri di luar GIS tanpa integrasi sehingga fungsi tidak tersedia secara native

c)

ESDA tanpa peta sama sekali

d)

ESDA hanya tabel numerik

e)

ESDA berbasis kertas

17.

Tantangan utama Spatial Weights Matrix (W) untuk big data adalah

a)

Ukuran matriks selalu sangat kecil sehingga analisis dapat berjalan dengan sangat efisien

b)

Ukuran dapat sangat besar sehingga memerlukan representasi sparse dan algoritma efisien

c)

Tidak memiliki simetri

d)

Tidak dapat dibobotkan

e)

Tidak memengaruhi perhitungan Moran

18.

Kompleksitas menghitung distance matrix penuh untuk n titik adalah

a)

O(n)O(n)

b)

O(logn)O(\log n)

c)

O(n2)O(n^2)

19.

‘Linked views’ & ‘brushing’ menunjukkan bahwa

a)

Highlight di satu grafik tidak mempengaruhi tampilan lain

b)

Subset yang disorot pada satu tampilan otomatis ditandai pada tampilan lain, termasuk peta

c)

Hanya bekerja di tabel non-spasial

d)

Memerlukan raster saja

e)

Tidak kompatibel dengan LISA

20.

Arsitektur client–server dalam GIS web, pernyataan yang benar

a)

Client menyimpan & memproses semua data, server berfokus pada antarmuka dan interaksi pengguna

b)

Server menyimpan/memproses, client berfokus pada antarmuka dan interaksi pengguna

c)

Keduanya harus offline

d)

Server hanya menampilkan peta statis

e)

Client selalu perangkat mobile

21.

OOP dalam GIS bermanfaat karena

a)

Kode menjadi kurang modular

b)

Objek memberi modularitas

c)

Menghapus konsep pewarisan

d)

Menghilangkan kelas turunan

e)

Tidak cocok untuk data spasial

22.

Distributed computing relevan ketika

a)

Rendering ringan single-thread

b)

Analisis spasial besar perlu diparalelkan ke banyak node

c)

Jaringan tidak digunakan sama sekali

d)

Hanya menyimpan metadata

e)

Menghapus file log

23.

Definisi tepat Virtual Environments (VE) ialah

a)

Peta 2D statis tanpa interaksi

b)

Simulasi digital yang memungkinkan partisipasi & navigasi pengguna

c)

Daftar layer GIS

d)

Antarmuka spreadsheet untuk spatial join

e)

Pustaka simbol kartografi

24.

Tiga aktivitas kunci VE adalah

a)

Rasterisasi–Vektorisasi–Proyeksi

b)

Representasi–Pemodelan–Koneksi

c)

Input–Output–Storage

d)

Scan–Digitize–Plot

e)

Cetak–Publikasi–Arsip

25.

Jenis VE menurut koneksi/penggunaan mencakup

a)

Hanya immersive dengan headset

b)

Immersive, semi-immersive, dan web

c)

Hanya 2D tanpa audio

d)

Hanya mobile AR

e)

Single-user lokal saja

26.

‘Navigasi’ dalam VE mencakup

a)

Rotasi 3D semata

b)

Urutan akses informasi, gerak dalam scene, & peta mental pengguna

c)

Pengaturan proyeksi saja

d)

Pengubahan warna layer

e)

Penamaan file

27.

Kolaborasi multi-pengguna efektif bila

a)

Tidak ada aturan interaksi

b)

Ada protokol terkait tugas VE & keputusan bersama

c)

Avatar memiliki konteks tugas yang jelas dan interaktif

d)

Komunikasi pasif tanpa log

e)

Voting dihilangkan

28.

Fungsi analitik dalam VE berarti

a)

VE hanya visual tanpa kalkulasi dan proses analitik dilakukan diluar VE saja

b)

Integrasi analitik GIS sebagai bagian dari lingkungan

c)

Analitik dilakukan di luar VE saja

d)

Hanya ekspor CSV

e)

Tambah label semata

29.

‘Manipulasi & desain’ di VE mengacu pada

a)

Mengubah tema warna

b)

Mengendalikan parameter model, eksplorasi sensitivitas/optimisasi, & visualisasi ruang solusi

c)

Mengunci layer permanen

d)

Editing metadata saja

e)

Membekukan kamera

30.

GIS statis vs dinamis; pernyataan yang tepat

a)

Statis selalu 3D; dinamis selalu 2D

b)

Statis memberi ‘snapshot’; dinamis merangkai operasi yang didorong time series

c)

Dinamis tidak menerima raster

d)

Keduanya identik dalam eksekusi

e)

Statis tidak bisa divisualkan

31.

PCRaster berperan sebagai

a)

Pengganti basisdata relasional

b)

Bahasa pemodelan dinamis berbasis raster yang menjembatani GIS komersial & model off-line

c)

Editor vektor topologi

d)

Engine rendering 3D

e)

Modul simbolisasi

32.

Komponen PCRaster yang mengatur iterasi waktu adalah

a)

Binding

b)

Areamap

c)

Timer

d)

Dynamic

e)

Initial

33.

Contoh ‘neighbourhood interactions’ raster mencakup

a)

Perubahan datum geodesi

b)

Interpolasi dari sel tetangga

c)

Penamaan layer

d)

Ekspor PDF

e)

Styling legenda

34.

Operasi topologi untuk hidrologi meliputi

a)

Reklasifikasi warna poligon

b)

Derivasi jaringan aliran & LDD dari DEM agar aliran terarah dan konservasi massa

c)

Penghapusan label

d)

Penambahan gradien warna

e)

Penggabungan tabel atribut

35.

‘Time-driven processes’ umumnya dibagi menjadi

a)

Statis vs dinamis

b)

Proses titik lokal vs proses spasial 2D/3D dengan interaksi

c)

Raster vs vektor

d)

Grid vs TIN

e)

Harian vs musiman

36.

Pernyataan benar terkait deterministik, stokastik, empiris adalah

a)

Deterministik tanpa parameter; stokastik selalu normal

b)

Deterministik: parameter terdefinisi; stokastik: variasi kompleks; empiris: tren+noise

c)

Empiris tidak memerlukan data

d)

Stokastik selalu white-noise

e)

Deterministik: parameter tidak terdefinisi; stokastik: variasi sederhana; empiris: tren+noise

37.

Konsep REA (Representative Elementary Area) menandakan

a)

Skala mikro paling stabil untuk semua proses

b)

Pada skala tertentu variabilitas respon menurun sehingga model lebih stabil

c)

REA hanya berlaku untuk sungai tropis

d)

REA menghapus ketidakpastian parameter sehingga model lebih akurat

e)

REA identik dengan ukuran grid

38.

‘Equifinality’ dalam geomorfologi berarti…

a)

Satu parameter menghasilkan banyak keluaran berbeda

b)

Banyak kombinasi parameter memberi keluaran serupa

c)

Semua solusi unik

d)

Parameter harus tunggal

e)

Tidak ada variabilitas

39.

Validasi ‘multiple response’ berarti…

a)

Menguji satu indikator keluaran saja

b)

Menguji beberapa keluaran dan variabel proses internal

c)

Mengandalkan RMSE global semata

d)

Mengabaikan variabel proses

e)

Visualisasi peta saja

40.

TOPMODEL berfokus pada…

a)

Evolusi bentuk lahan tektonik jangka panjang untuk memahami model perubahan

b)

Area jenuh berbasis indeks topografi untuk respon hidrologi DAS

c)

Rheologi debris flow

d)

Isostasi elastik

e)

Difusi vegetasi

41.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan EDA dan ESDA, serta apa yang membedakan antara keduanya. Sertakan contoh untuk masing2 minimal satu.

4 lines
42.

Buatlah skenario VE kolaboratif untuk perencanaan kota: paparkan representation–modelling–connection, protokol navigasi/kolaborasi (chat/voting), dan fungsi analitik/kontrol model di VE.

4 lines
43.

Jelaskan struktur program dari PCRaster serta prinsip yang digunakan sebagai acuan good modelling oleh Casti (1997)!

4 lines
44.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan ubiquitous computing dan

hyperinteractivity, serta berikan contoh pemanfaatannya!

4 lines
45.

Jelaskan apa yang anda ketahui tentang LISA (Local Indicators of Spatial Association) meliputi makna, tujuan, alasan pemanfaatan, dan sertakan satu contoh!

4 lines