NEW
Font size
Worksheets1A PKDM
Total questions: 35
Worksheet time: 35mins
Seorang mahasiswa 19 tahun datang ke UKS setelah latihan olahraga intens. Ia tampak napas cepat dangkal, menggunakan otot bantu, namun tidak ditemukan sekret. RR: 28x/menit, SpO₂: 96%. Diagnosis keperawatan yang paling tepat adalah:
Bersihan jalan napas tidak efektif
Pola napas tidak efektif
Gangguan pertukaran gas
Risiko aspirasi
Ventilasi spontan tidak efektif
Seorang pasien 45 tahun dirawat dengan pneumonia. Pasien tampak lemah, batuk tidak efektif, terdengar ronki basah, sekret kental. Intervensi prioritas adalah:
Melatih napas dalam
Mengajarkan batuk efektif
Memberikan cairan minimal
Menganjurkan istirahat total
Memberikan kompres hangat
Pasien dirawat dengan diagnosis Pola Napas Tidak Efektif. Setelah 2 jam intervensi, perawat mengevaluasi hasil. Indikator SLKI yang paling tepat untuk menilai keberhasilan intervensi adalah:
Warna kulit membaik
Tidak ada ronki
Frekuensi napas normal
Sekret berkurang
Batuk efektif
Pasien 25 tahun mengalami sesak ringan karena infeksi saluran napas atas. Perawat ingin memperbaiki ekspansi paru. Posisi terbaik untuk pasien adalah:
Sim’s
Trendelenburg
Fowler tinggi
Semi-Fowler
Prone
Pasien 23 tahun dirawat di ruang perawatan umum. Instruksi: pantau tanda hipoksia. Setelah 30 menit, pasien tampak gelisah, sulit fokus, RR 30x/menit. Tanda awal hipoksia yang paling sesuai adalah:
Bradikardia
Gelisah dan bingung
Sianosis
Apnea
Penurunan tekanan darah
Seorang pasien batuk berdahak dan terdengar ronki kasar. Namun RR normal, SpO₂ 97%, pola napas stabil. Masalah oksigenasi yang paling sesuai adalah:
Pola napas tidak efektif
Gangguan pertukaran gas
Bersihan jalan napas tidak efektif
Ventilasi spontan tidak efektif
Risiko syok
Seorang pasien tiba di IGD dengan keluhan sesak. Perawat melakukan pengkajian awal. Komponen pengkajian yang paling penting untuk menentukan kondisi oksigenasi adalah:
Warna urin
Suhu tubuh
Frekuensi dan pola napas
Tingkat stres pasien
Pola tidur pasien
Seorang mahasiswa keperawatan melakukan pengkajian pada klien laki-laki 45 tahun yang tampak lemah, nafsu makan menurun, dan mengeluh sering “malas makan” sejak 5 hari terakhir. BB turun 2 kg. Hasil pemeriksaan: mukosa mulut kering, klien hanya menghabiskan 25% porsi makan. Berdasarkan data tersebut, diagnosis keperawatan yang paling tepat adalah:
Risiko ketidakseimbangan nutrisi
Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh
Defisit cairan
Intoleransi aktivitas
Bersihan jalan napas tidak efektif
Klien lansia 70 tahun dirawat dengan keluhan sulit mengunyah akibat gigi tanggal dan proses menelan yang melambat. Asupan makan hanya 30% dari kebutuhan harian. Tujuan yang tepat dalam rencana keperawatan adalah:
Klien menunjukkan tanda vital dalam batas normal
Klien dapat mengonsumsi makanan lunak 60–80% porsi
Klien dapat mengunyah makanan keras dengan baik
Pada klien dewasa dengan masalah nutrisi, perawat memberikan tindakan: memposisikan semifowler saat makan, menyediakan lingkungan makan yang tenang, dan membantu klien menyendokkan makanan. Tindakan tersebut termasuk dalam intervensi?
Manajemen cairan
Edukasi diet
Bantuan makan
Manajemen nyeri
Peningkatan mobilitas
Klien 25 tahun mengalami mual saat makan di rumah sakit. Selama 2 hari asupan makanan kurang dari 40%. Perawat ingin meningkatkan nafsu makan klien. Intervensi yang paling tepat:
Memberikan makanan tinggi serat
Menawarkan makanan favorit klien
Membatasi waktu makan hanya 10 menit
Memberikan minuman dingin sebelum makan
Memasang NGT segera
Seorang mahasiswa praktik menemukan klien yang mengatakan, “Saya tidak suka makanan rumah sakit, rasanya hambar.” Klien hanya makan 20% dari porsi. Langkah kritis pertama dalam proses keperawatan adalah:
Menyuruh keluarga membawa makanan dari rumah
Melakukan pengkajian penyebab rendahnya asupan
Mengganti semua menu dengan makanan cair
Meminta dokter menurunkan kebutuhan energi
Menambah porsi makan tanpa menilai kebutuhan
Klien 40 tahun dirawat karena gastritis akut. Keluhan utama: cepat kenyang, tidak nafsu makan. Perawat menargetkan peningkatan status nutrisi dalam 3 hari. Indikator SLKI yang paling sesuai adalah:
Tidak ada nyeri epigastrium
BB stabil atau meningkat
Asupan makan meningkat
Klien mampu berjalan tanpa lelah
Muntah berkurang
Dalam pengkajian, perawat menemukan klien 32 tahun yang tidak mampu menelan makanan padat akibat nyeri tenggorokan. Prioritas intervensi:
Memberikan makanan tinggi protein
Mengajarkan latihan menelan
Mengganti menu menjadi makanan lunak/cair
Meminta keluarga menyuapi
Menunda waktu makan sampai nyeri hilang
Klien 18 tahun baru dioperasi dan tidak nafsu makan. Perawat mengobservasi bahwa lingkungan kamar bau dan berisik. Tindakan awal untuk mendukung nutrisi adalah:
Memperbaiki lingkungan makan agar nyaman
Menawarkan makanan tinggi lemak
Menganjurkan makan sambil berbaring
Perawat mengajarkan klien tentang pentingnya minum cukup untuk menghindari dehidrasi ringan. Klien bertanya, “Bagaimana saya tahu kalau saya sudah cukup minum?” Jawaban edukatif yang tepat:
Jika tidak merasa haus sama sekali
Jika urine berwarna sangat pekat
Jika urine berwarna kuning muda
Jika minum minimal 1 liter sehari
Jika makan buah setiap hari
Pasien 55 tahun menunjukkan tanda-tanda malnutrisi: BB menurun, turgor kulit menurun, rambut kering. Perawat ingin mengidentifikasi langkah awal sebelum membuat rencana makan. Tindakan yang paling tepat adalah:
Menentukan target kenaikan BB mingguan
Mengkaji riwayat diet dan pola makan
Memberikan diet tinggi kalori tinggi protein segera
Meminta ahli gizi menentukan menu
Melakukan timbang berat badan harian setiap 2 jam
Seorang pasien pascaoperasi tampak sangat sulit dibangunkan dan berada dalam kondisi tidur pulas. Perawat menjelaskan bahwa ini adalah fase tidur yang penting untuk pemulihan jaringan. Fase tidur apakah yang sedang dialami pasien?
NREM Tahap 1
NREM Tahap 2
NREM Tahap 3 (Deep Sleep)
REM Sleep
Tidur dangkal
Faktor yang mempengaruhi tidur pada kasus ini adalah…
Faktor emosional
Faktor usia
Faktor lingkungan
Faktor obat
Faktor penyakit fisik
Seorang mahasiswa sulit tidur sejak seminggu terakhir karena stres menghadapi ujian. Ia sering terbangun setelah 1–2 jam tidur. Diagnosis keperawatan yang paling tepat adalah…
Kelelahan
Pola tidur tidak efektif
Risiko cedera
Intoleransi aktivitas
Kurang pengetahuan
Pasien pascaoperasi mengeluh kesulitan tidur karena rasa nyeri pada luka. Ia tampak cemas dan gelisah di malam hari. Intervensi yang tepat adalah…
Membiarkan pasien beristirahat sendiri
Menyiapkan lingkungan terang
Mengajarkan relaksasi napas dalam dan posisi nyaman
Menyarankan pasien berjalan-jalan
Memberi minuman dingin
Seorang lansia mengatakan sering terbangun pada malam hari karena ingin berkemih. Ia juga mengatakan sering tidur siang terlalu lama. Intervensi terbaik dari perawat adalah…
Menambah minum sebelum tidur
Membatasi tidur siang
Menyalakan lampu terang
Menyarankan konsumsi minuman berkafein
Mengizinkan makan berat sebelum tidur
Anak usia 5 tahun sering terbangun sambil menangis akibat mimpi buruk. Orang tua bingung harus berbuat apa. Penanganan terbaik adalah…
Membangunkan anak setiap 30 menit
Menenangkan anak dan memberikan rasa aman
Membiarkan anak menangis
Memberikan kopi agar tidak mengantuk
Mengajak anak menonton film horor
Setelah diberikan edukasi manajemen tidur, pasien melaporkan tidur 7 jam, jarang terbangun, dan bangun dengan perasaan segar. Indikator keberhasilan intervensi adalah…
Status nutrisi
Tingkat kecemasan
Kualitas tidur
Tingkat aktivitas
Toleransi latihan
Seorang pasien laki-laki 70 tahun dirawat dengan diagnosis stroke non-hemoragik. Pasien tampak lemah, kesulitan menggerakkan tangan kanan, dan terbaring lama. Saat dilakukan pemeriksaan, kulit punggung terasa lembab, ada bau tidak sedap, dan ditemukan kotoran di lipatan tubuh. Pasien mengatakan merasa “malas mandi karena tidak bisa bergerak”. Apa diagnosis keperawatan paling tepat terkait kebutuhan personal hygiene?
Risiko infeksi terkait lingkungan rumah sakit
Gangguan mobilitas fisik terkait penurunan kekuatan otot
Defisit perawatan diri: kebersihan diri terkait keterbatasan mobilitas
Intoleransi aktivitas terkait ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen
Kerusakan integritas kulit terkait imobilisasi
Intervensi keperawatan paling tepat dan aman untuk kondisi pasien yang masih mengeluh nyeri jika digerakkan adalah:
Membiarkan pasien istirahat penuh tanpa tindakan kebersihan
Membantu mandi lengkap di kamar mandi dengan pendampingan
Memandikan pasien di tempat tidur dan melakukan perawatan mulut
Menunda personal hygiene hingga pasien tidak nyeri
Mengizinkan keluarga memandikan pasien sendiri tanpa supervisi
Perawat melakukan pengkajian awal pada pasien rawat inap dengan masalah defisit personal hygiene. Pasien tinggal sendiri dan jarang merawat kebersihan diri. Perawat ingin menentukan faktor penyebab defisit hygiene. Data mana yang paling penting untuk menentukan penyebab defisit personal hygiene?
Status nutrisi pasien
Kebiasaan mandi dan merawat diri sebelum sakit
Tanda vital dan status hemodinamik
Pola tidur pasien
Riwayat alergi sabun atau shampoo
Seorang pasien obesitas terbaring lama akibat patah tulang panggul. Perawat menemukan lipatan kulit merah, lembab, dan mulai berbau. Pasien jarang dibersihkan di area lipatan. Tindakan pencegahan paling efektif untuk mengurangi risiko kerusakan kulit adalah:
Mengoleskan lotion pada seluruh tubuh 3×/hari
Menaburkan bedak atau talk di seluruh lipatan kulit
Mengeringkan lipatan kulit dan menjaga area tetap kering & bersih
Memijat area kemerahan untuk memperlancar aliran darah
Menutup lipatan dengan perban lembab
Seorang mahasiswa kos mengeluh gatal di kulit kepala dan ketombe parah. Setelah dikaji, ternyata ia jarang mencuci rambut karena “sibuk kuliah”. Ia meminta edukasi mengenai kebersihan diri. Edukasi paling tepat untuk perawat berikan adalah:
Mencuci rambut hanya bila sudah sangat gatal
Menggunakan air hangat sangat panas untuk mengurangi ketombe
Menjaga kebersihan rambut dengan keramas minimal 2–3 kali/minggu
Menghindari semua produk shampoo agar kulit kepala tidak iritasi
Membiarkan rambut basah agar ketombe berkurang
Seorang pasien laki-laki 40 tahun dirawat karena diabetes tak terkontrol. Selama dirawat, pasien tampak murung, sering menolak makan, dan berkata, “Mungkin ini hukuman Tuhan karena saya tidak menjaga kesehatan.” Perawat ingin membantu pasien mengatasi distress spiritual. Apa intervensi awal yang paling tepat?
Memberikan edukasi diet secara terjadwal
Mengajak pasien berdiskusi tentang pemicu stress fisik
Menanyakan persepsi pasien tentang makna sakit yang dialaminya
Memanggil rohaniawan untuk memberikan pendampingan
Memberikan obat penenang sesuai instruksi dokter
Seorang pasien perempuan 35 tahun dirawat karena fraktur. Ia bekerja sebagai kasir supermarket. Selama dirawat, ia tampak gelisah dan berkata, “Kalau saya tidak kerja, saya bisa kehilangan pekerjaan.” Apa diagnosis keperawatan terpenting berdasarkan kondisi tersebut?
Nyeri akut
Risiko cedera
Gangguan harga diri situasional
Ansietas berhubungan dengan ancaman kehilangan pekerjaan
Gangguan mobilitas fisik
Seorang pasien pria 50 tahun sedang menjalani rehabilitasi pasca stroke. Ia adalah kepala keluarga. Ia mengatakan merasa tidak berguna karena tidak bisa kembali bekerja seperti dulu. Apa intervensi keperawatan yang paling tepat untuk meningkatkan rasa berharga?
Menyarankan pasien pensiun dini
Mengajarkan aktivitas sehari-hari secara bertahap yang dapat ia lakukan mandiri
Memberi tahu bahwa keluarga pasti menerima kondisi apapun
Membatasi pasien agar tidak kelelahan
Menghibur dengan mengatakan bahwa stroke adalah ujian
Pasien laki-laki 28 tahun dirawat karena TB paru. Ia bekerja sebagai guru dan merasa malu karena takut diberhentikan. Ia menghindari bicara dengan teman kerjanya yang datang menjenguk. Apa masalah keperawatan yang paling mungkin muncul?
Isolasi sosial
Gangguan konsep diri
Kerusakan interaksi sosial
Harga diri rendah kronis
Ketidakberdayaan
Pasien menjalani amputasi kaki akibat komplikasi diabetes. Pasien berkata, “Bagaimana saya bisa bekerja lagi? Mungkin ini takdir Tuhan agar saya berhenti.” Apa fokus pengkajian paling penting?
Pola napas
Pola eliminasi
Koping spiritual dan persepsi pasien tentang peran kerja
Nutrisi dan hidrasi
Fungsi kardiovaskular
Seorang pasien lanjut usia berkata, “Saya ingin mendekatkan diri dengan Tuhan. Bisakah saya dengarkan lantunan doa dari ponsel saya?” Namun perawat di ruangan khawatir itu mengganggu pasien lain. Apa tindakan perawat yang tepat?
Melarang pasien karena mengganggu ketertiban
Mengizinkan dengan volume kecil atau menggunakan earphone
Mengizinkan dengan volume normal
Meminta keluarga mematikan ponsel pasien
