wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuesioner Penilaian Literatur dan Metode Penelitian Kebidanan

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Seorang bidan sedang menyusun systematic review tentang efektivitas terapi komplementer untuk mengurangi nyeri persalinan. Dalam hirarki bukti ilmiah, sumber bukti manakah yang paling rendah tingkatannya untuk dimasukkan dalam review ini?

a)

Randomized controlled trial terbaru

b)

Meta-analysis dari studi sejenis

c)

Laporan kasus serial

d)

Clinical practice guideline

e)

Opini ahli terkemuka

2.

Dalam mengevaluasi kualitas sebuah jurnal nasional menggunakan CRAAP Test, kriteria manakah yang paling relevan untuk menilai Accuracy?

a)

Jurnal terindeks SINTA 1

b)

Metode penelitian dijelaskan dengan jelas dan dapat direplikasi

c)

Artikel diterbitkan dalam 2 tahun terakhir

d)

Penulis berasal dari institusi terakreditasi

e)

Topik relevan dengan kebidanan

3.

Seorang mahasiswa kebidanan menggunakan strategi PICO untuk pencarian literatur tentang "Pengaruh konseling laktasi terhadap keberhasilan ASI eksklusif". Manakah yang merupakan O (Outcome) dalam strategi PICO ini?

a)

Ibu postpartum

b)

Konseling laktasi

c)

Tanpa konseling laktasi

d)

Keberhasilan ASI eksklusif

e)

Bidan konselor

4.

Dalam konteks etika penggunaan literatur, penggunaan software Mendeley untuk mengelola sitasi terutama berkontribusi pada aspek apa?

a)

Parafrase otomatis

b)

Pencegahan plagiarisme

c)

Pemeriksaan similarity index

d)

Peningkatan kualitas tulisan

e)

Penyimpanan referensi digital

5.

Sebuah penelitian mixed methods ingin mengembangkan model asuhan kebidanan berbasis keluarga. Desain mixed methods mana yang paling tepat?

a)

Explanatory sequential

b)

Convergent parallel

c)

Exploratory sequential

d)

Embedded

e)

Transformative

6.

Ketika mengevaluasi sebuah artikel tentang "Faktor Determinan Kepatuhan ANC", pertanyaan kritis yang paling penting untuk diajukan terkait Authority adalah apa?

a)

Apakah metode sampling yang digunakan tepat?

b)

Apakah penulis memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang kebidanan?

c)

Apakah instrumen penelitian telah diuji validitasnya?

d)

Apakah analisis data dilakukan dengan benar?

e)

Apakah temuan penelitian konsisten dengan teori?

7.

Seorang bidan ingin mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal internasional bereputasi. Kriteria CRAAP Test manakah yang PALING KRUSIAL untuk diperhatikan?

a)

Currency - artikel harus sangat mutakhir

b)

Relevance - sesuai dengan fokus jurnal

c)

Authority - impact factor jurnal tinggi

d)

Accuracy - metodologi penelitian rigor

e)

Purpose - tidak ada conflict of interest

8.

Dalam konteks diseminasi hasil penelitian, strategi mana yang PALING EFEKTIF untuk menjangkau pembuat kebijakan di tingkat makro?

a)

Publikasi di jurnal internasional

b)

Presentasi di konferensi nasional

c)

Policy brief dan hearing dengan DPR

d)

Media sosial dan blog

e)

Workshop untuk praktisi

9.

Seorang peneliti menggunakan grounded theory untuk mengeksplorasi pengalaman bidan menghadapi dilema etik. Tahap analisis data yang PALING KRITICAL adalah:

a)

Open coding

b)

Axial coding

c)

Theoretical coding

d)

Selective coding

e)

Member checking

10.

Dalam menilai kualitas sebuah clinical practice guideline, pertanyaan evaluatif yang PALING PENTING adalah:

a)

Apakah guideline dikembangkan oleh organisasi profesi terpercaya?

b)

Apakah proses development menggunakan metode yang sistematis dan transparan?

c)

Apakah rekomendasi didasarkan pada systematic review?

d)

Apakah conflict of interest dinyatakan dengan jelas?

e)

Apakah guideline mudah diimplementasikan?

11.

Seorang bidan menggunakan reflective practice untuk menganalisis kasus kompleks. Tahap reflektif yang PALING MENDALAM adalah:

a)

Deskripsi peristiwa

b)

Perasaan dan reaksi

c)

Evaluasi pengalaman

d)

Analisis kritis asumsi

e)

Perencanaan tindakan

12.

Dalam konteks publikasi ilmiah, "novelty" atau kebaruan penelitian kebidanan terutama ditunjukkan melalui:

a)

Penggunaan metode yang kompleks

b)

Kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan praktik kebidanan

c)

Jumlah referensi yang banyak

d)

Analisis statistik yang canggih

e)

Sample size yang besar

13.

Sebuah penelitian kualitatif tentang pengalaman bidan di daerah terpencil menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi yang PALING TEPAT adalah:

a)

Bidan dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun di daerah terpencil

b)

Bidan yang bersedia diwawancara

c)

Bidan dari berbagai latar belakang pendidikan

d)

Bidan dengan sertifikasi profesi terbaru

e)

Bidan yang pernah publikasi ilmiah

14.

Dalam mengevaluasi sebuah randomized controlled trial, asumsi metodologis yang PALING FUNDAMENTAL adalah:

a)

Sample size telah memenuhi perhitungan power

b)

Randomisasi berhasil menciptakan kelompok yang seimbang

c)

Instrumen penelitian telah teruji validitasnya

d)

Analisis statistik dilakukan dengan tepat

e)

Tidak ada missing data yang signifikan

15.

Seorang mahasiswa menggunakan QuillBot untuk parafrase dalam penulisan tesis. Risiko etika PALING BESAR dari praktik ini adalah:

a)

Mengubah makna original teks

b)

Tidak mencantumkan sumber asli

c)

Terdeteksi sebagai plagiarisme

d)

Menurunkan kualitas tulisan

e)

Melanggar hak cipta

16.

Dalam konteks evidence-based practice, hambatan PALING BESAR dalam implementasi temuan penelitian ke praktik klinis adalah:

a)

Kurangnya akses ke database ilmiah

b)

Ketidakcocokan evidence dengan konteks praktik

c)

Keterbatasan waktu bidan

d)

Rendahnya minat bidan terhadap penelitian

e)

Tidak adanya clinical guideline

17.

Sebuah penelitian ingin menguji efektivitas intervensi edukasi kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil. Definisi operasional yang PALING TEPAT untuk variabel terikat adalah:

a)

Edukasi kesehatan mingguan

b)

Skor kuesioner pengetahuan ibu hamil

c)

Frekuensi kunjungan ANC

d)

Kepuasan ibu terhadap pelayanan

e)

Perilaku kesehatan ibu hamil

18.

Dalam critical appraisal sebuah cohort study, pertanyaan kritis yang PALING PENTING tentang "Accuracy" adalah:

a)

Apakah follow-up cukup lama dan lengkap?

b)

Apakah sample size memadai?

c)

Apakah terdapat blinding?

d)

Apakah analisis statistik tepat?

e)

Apakah instrumen pengukuran valid?

19.

Seorang bidan peneliti menggunakan participatory action research untuk meningkatkan kualitas pelayanan ANC. Ciri metodologis yang MEMBEDAKAN pendekatan ini adalah:

a)

Peneliti sebagai instrumen utama

b)

Proses penelitian yang iteratif

c)

Keterlibatan komunitas sebagai co-researcher

d)

Penggunaan multiple methods

e)

Fokus pada perubahan praktik

20.

Dalam menilai kualitas sebuah systematic review, pertanyaan evaluatif yang PALING KRUSIAL adalah:

a)

Apakah pencarian literatur komprehensif dan tanpa bias?

b)

Apakah review dilakukan oleh tim peneliti?

c)

Apakah semua studi included adalah RCT?

d)

Apakah tersedia conflict of interest statement?

e)

Apakah tersedia abstract dalam bahasa Inggris?

21.

Seorang bidan menghadapi dilema etik ketika pasien menolak transfusi darah dengan alasan keyakinan agama. Prinsip etik yang PALING BERKONFLIK dalam kasus ini adalah:

a)

Beneficence vs. Non-maleficence

b)

Autonomy vs. Beneficence

c)

Justice vs. Veracity

d)

Confidentiality vs. Fidelity

e)

Accountability vs. Respect

22.

Dalam analisis kebijakan "alokasi bidan PTT di daerah tertinggal", pendekatan teori politik yang PALING RELEVAN adalah:

a)

Rational choice theory

b)

Institutional theory

c)

Multiple streams framework

d)

Advocacy coalition framework

e)

Policy diffusion theory

23.

Seorang bidan menggunakan framework SBAR untuk analisis situasi kebijakan kesehatan. Bagian "Recommendation" seharusnya berisi:

a)

Deskripsi situasi masalah

b)

Analisis bukti dan data pendukung

c)

Usulan tindakan konkret yang perlu diambil

d)

Identifikasi stakeholder terkait

e)

Evaluasi dampak kebijakan

24.

Dalam konteks politik gender dan kebidanan, isu PALING KRITICAL yang mempengaruhi praktik bidan adalah:

a)

Ketimpangan upah antara bidan dan tenaga kesehatan lain

b)

Marginalisasi peran bidan dalam pengambilan keputusan kesehatan

c)

Kurangnya representasi bidan dalam organisasi profesi

d)

Terbatasnya akses pendidikan bagi calon bidan

e)

Rendahnya status sosial bidan di masyarakat

25.

Sebuah penelitian kualitatif tentang pengalaman bidan menghadapi intervensi birokrasi menggunakan fenomenologi. Asumsi epistemologis yang MENDASARI pendekatan ini adalah:

a)

Realitas dapat diukur secara objektif

b)

Pengalaman subjektif mengandung makna yang penting

c)

Teori harus dibangun dari data empiris

d)

Konteks budaya mempengaruhi perilaku

e)

Perubahan sosial adalah tujuan penelitian

26.

Dalam evaluasi program "kampung KB", pendekatan evaluasi yang PALING TEPAT untuk memahami proses implementasi adalah:

a)

Summative evaluation

b)

Formative evaluation

c)

Impact evaluation

d)

Economic evaluation

e)

Process evaluation

27.

Seorang bidan di puskesmas mengalami konflik peran karena tuntutan administrasi yang menghambat pelayanan langsung. Analisis reflektif kritis yang PALING TEPAT adalah:

a)

Mengidentifikasi penyebab konflik secara sistemik

b)

Mencari transfer ke puskesmas lain

c)

Menyesuaikan dengan tuntutan administrasi

d)

Berkonsultasi dengan atasan langsung

e)

Mengurangi beban kerja klinis

28.

Dalam konteks kebijakan pharmaceutical, keputusan untuk memasukkan misoprostol dalam daftar obat esensial nasional terutama dipengaruhi oleh:

a)

Preferensi pribadi menteri kesehatan

b)

Bukti efektivitas dan keamanan dari studi klinis

c)

Tekanan dari perusahaan farmasi

d)

Ketersediaan anggaran pemerintah

e)

Rekomendasi organisasi profesi kedokteran

29.

Seorang bidan menggunakan model "policy analysis triangle" untuk menganalisis kebijakan KIA. Elemen yang PALING SULIT dianalisis adalah:

a)

Context - konteks politik dan sosial

b)

Content - isi kebijakan

c)

Process - proses pembuatan kebijakan

d)

Actors - aktor yang terlibat

e)

Implementation - implementasi kebijakan

30.

Dalam menghadapi resistensi terhadap perubahan praktik klinis berbasis bukti, strategi PALING EFEKTIF adalah:

a)

Memaksa implementasi dengan peraturan

b)

Memberikan insentif finansial

c)

Membangun kepemilikan dan keterlibatan tim

d)

Menunjuk champion perubahan

e)

Menyediakan pelatihan intensif

31.

Sebuah penelitian tentang implementasi informed consent dalam praktik kebidanan menemukan kesenjangan antara teori dan praktik. Rekomendasi kebijakan yang PALING RELEVAN adalah:

a)

Menambah jumlah bidan

b)

Merevisi format informed consent

c)

Memberikan pelatihan komunikasi etis

d)

Meningkatkan pengawasan

e)

Mengalokasikan anggaran lebih besar

32.

Dalam analisis wacana kritis terhadap pemberitaan media tentang "malpraktik bidan", asumsi ideologis yang PALING MUNGKIN adalah:

a)

Bidan sebagai tenaga kesehatan profesional yang otonom

b)

Media selalu bersikap netral dalam pemberitaan

c)

Masyarakat memiliki pemahaman kesehatan yang memadai

d)

Profesi bidan berada dalam posisi subordinate dalam sistem kesehatan

e)

Regulasi kesehatan sudah memadai

33.

Seorang bidan menggunakan delphi technique untuk menyusun standar kompetensi. Karakteristik METODOLOGIS yang MEMBEDAKAN teknik ini adalah:

a)

Penggunaan kuesioner berputar dengan umpan balik terkontrol

b)

Wawancara mendalam dengan pakar

c)

Diskusi kelompok terfokus

d)

Observasi partisipatif

e)

Analisis dokumen kebijakan

34.

Dalam konteks political economy of health, faktor PALING DOMINAN yang mempengaruhi alokasi sumber daya untuk kesehatan ibu adalah:

a)

Prevalensi penyakit menular

b)

Tekanan politik dan kepentingan ekonomi

c)

Ketersediaan tenaga kesehatan

d)

Evidence based practice

e)

Permintaan masyarakat

35.

Seorang bidan menghadapi konflik nilai antara kode etik profesi dan kebijakan institusi. Pendekatan resolusi konflik yang PALING ETIS adalah:

a)

Mengutamakan kode etik profesi

b)

Menyesuaikan dengan kebijakan institusi

c)

Mencari titik temu melalui deliberasi moral

d)

Melaporkan ke organisasi profesi

e)

Meminta pertimbangan komite etik

36.

Dalam evaluasi program pelatihan emergency obstetric care, level evaluasi Kirkpatrick yang PALING SULIT diukur adalah:

a)

Reaction - kepuasan peserta

b)

Learning - peningkatan pengetahuan

c)

Behavior - perubahan praktik klinis

d)

Results - dampak terhadap outcome pasien

e)

Transfer - aplikasi di tempat kerja

37.

Sebuah studi kebijakan tentang distribusi bidan menggunakan mixed methods. Desain yang PALING TEPAT adalah:

a)

Convergent parallel

b)

Explanatory sequential

c)

Exploratory sequential

38.

Dalam analisis stakeholder kebijakan KIA, kelompok yang PALING SERING terabaikan adalah:

a)

Bidan praktik mandiri

b)

Masyarakat desa terpencil

c)

Dinas kesehatan kabupaten

d)

Organisasi profesi bidan

e)

Akademisi kebidanan

39.

Seorang bidan melakukan advocacy untuk meningkatkan anggaran KIA di tingkat kabupaten. Strategi PALING EFEKTIF adalah:

a)

Demonstrasi dan unjuk rasa

b)

Lobi dengan menggunakan data epidemiologi lokal

c)

Publikasi di media massa

d)

Pelatihan untuk bidan

e)

Konsultasi dengan kementerian

40.

Dalam konteks global health governance, organisasi internasional yang PALING BERPENGARUH terhadap kebijakan kebidanan di Indonesia adalah:

a)

World Bank

b)

International Monetary Fund

c)

World Health Organization

d)

United Nations Population Fund

e)

International Confederation of Midwives