NEW
Font size
WorksheetsUAS TF STERIL GANJIL 2025/2026
Total questions: 40
Worksheet time: 3600secs
Sediaan parenteral yang ditujukan penggunaannya secara intravena dan dikemas dalam kemasan volume 100 mL atau lebih merupakan definisi dari
Large Volume Parenteral (LVP)
Small Volume Parenteral (SVP)
Sediaan injeksi
Sediaan dosis tunggal
Sediaan dosis ganda
Susi akan melakukan formulasi untuk membuat sediaan injeksi dalam bentuk larutan injeksi. Data preformulasi yang paling utama dari zat aktif yang harus dikaji agar dapat membuat sediaan berbentuk larutan adalah data…
Dosis zat aktif
Kelarutan zat aktif
pH zat aktif
Rute pemberian zat aktif
Bentuk kompleks zat aktif
Injeksi insulin berbentuk pen merupakan salah satu contoh injeksi volume kecil yang dapat diadministrasikan secara mandiri oleh pasien yang telah diberikan edukasi oleh tenaga kesehatan. Volume administrasi insulin yang sedikit (± 3 mL) memungkinkan insulin diberikan melalui rute…
Intramuscular
Intradermal
Subkutan
Intraarticular
Intraepidural
Pelarut pembawa dalam sediaan steril dibagi menjadi pembawa mengandung air dan non air. Salah satu contoh pembawa non air yang tidak dapat bercampur dengan air adalah…
Etanol
Gliserin
Propilenglikol
Minyak lemak
Polietilenglikol
Beberapa sediaan steril perlu ditambahkan pengawet salah satunya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Contoh pengawet untuk pembawa minyak adalah…
Benzil alcohol
Kresol
Fenol
Klorheksidin
Tokoferol
Contoh dari LVP yang berupa larutan dalam jumlah besar yang digunakan di luar sistem peredaran darah, misalnya untuk mencuci luka sayatan bedah atau jaringan tubuh adalah…
Larutan irigasi
Larutan dialysis
Larutan nutrisi parenteral
Larutan infus
Larutan elektrolit
LVP merupakan sediaan steril yang diberikan ke pasien dalam volume pemberian yang besar, sehingga terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanan, kualitas, dan efikasi dari LVP. Berikut ini yang bukan syarat LVP adalah…
Bebas pyrogen
Aseptik
Steril
Bebas partikulat asing
Dikemas dalam dosis tunggal
Terdapat beberapa indikasi penggunaan LVP pada pasien. Berikut ini yang bukan indikasi penggunaan LVP adalah…
Terapi pemeliharaan pada pasien yang akan atau sudah dioperasi
Pasien yang tidak dapat menerima cairan, elektrolit, atau nutrisi secara oral
Pengatur tekanan osmosis dalam tubuh
Pasien yang kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah yang besar
A. Pasien yang melakukan proses dialysis darah
Salah satu contoh dari LVP adalah infus IV ringer laktat. Berikut ini adalah komposisi yang ada dalam infus IV ringer laktat, kecuali…
Natrium klorida
Natrium laktat
Kalium klorida
Natrium benzoate
Kalsium klorida
Pada formulasi sediaan infus, terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan, salah satunya adalah parameter fisiologis tubuh. Berikut ini yang merupakan parameter fisiologi yang dipertimbangkan dalam formulasi infus adalah…
Kelarutan dan pH zat aktif
Penggunaan dapar
Pengaruh Cahaya dan suhu penyimpanan
Penggunaan antioksidan
Kebutuhan anion dan kation tubuh
Seorang mahasiswa sedang melakukan perhitungan osmolaritas infus yang mengandung KCl dan dekstrosa. Ternyata dari hasil perhitungan diperoleh nilai osmolaritasnya 212 mOsmol/L sedangkan target osmolaritasnya adalah 280 mOsmol/L, sehingga kesimpulan nilai tonisitasnya adalah…
Hipotonis, perlu penambahan NaCl setara dengan 68 mOsmol/L
Hipotonis, tidak perlu penambahan NaCl
Isotonis
Hipertonis, perlu penambahan NaCl setara dengan 68 mOsmol/L
Hipertonis, tidak perlu penambahan NaCl
Sediaan steril SVP dapat dikemas dalam beberapa jenis wadah. Berikut ini yang bukan contoh wadah SVP adalah…
Ampul
IV Piggybag
Vial
Pre filled syringe
Botol plastik
Pengisian serbuk (powder filling) pada suspensi parenteral dapat dilakukan dengan netode penghilangan air dari produk yang sudah dibekukan dan ditempatkan dibawah vakum, sehingga es berubah dari padat menjadi uap. Metode ini disebut dengan…
Metode kristalisasi
Metode spray drying
Metode freeze drying
Metode semprot kering
Metode pemanasan
Seorang mahasiswa sedang membuat injeksi Vitamin C di laboratorium dengan volume 1 mL per ampul. Volume yang harus dilebihkan pada sediaan tersebut adalah…
0,7 mL
0,5 mL
0,3 mL
0,1 mL
0,05 mL
Evaluasi akhir pada sediaan steril SVP yang tidak wajib dilakukan adalah…
Uji pH
Uji Organoleptic
Uji partikulat asing
Uji kadar zat aktif
Uji endotoksin
Berikut ini yang bukan merupakan zat tambahan yang dapat ditambahkan ke dalam sediaan steril adalah…
Bahan pengikat
Preservatif antibakteri
Antioksidan
Agen pengkhelat
Pengatur tonisitas
Pada formulasi sediaan obat tetes mata perlu ditambahkan bahan eksipien yang dapat meningkatkan waktu kontak obat dengan bagian mata. Contoh eksipien yang memiliki fungsi tersebut adalah…
Fenil etil alcohol
Metilselulosa
Dapar fosfat
Dinatrium edetat
Asetilsistein
Evaluasi pH pada sediaan obat tetes mata harus menghasilkan hasil evaluasi yang memenuhi syarat. Syarat pH cairan mata yang ideal adalah…
3
5
7,4
9
11
Tonisitas sediaan juga harus diperhatikan dalam formulasi sediaan untuk mata. Rentang tonisitas yang dapat diterima oleh mata adalah…
0,2 - 0,3%
0,3 - 0,4%
0,5 - 0,6%
0,9 - 1%
0,7 - 0,8%
PT.Suka Farma akan memproduksi produk steril ophthalmic. Syarat utama yang harus dipenuhi oleh sediaan tersebut adalah…
Steril
Jernih
Tidak mengandung partikel kasar yang bersifat iritan
Isotonis dan isohidris
Semua benar
Evaluasi akhir pada obat tetes mata untuk melihat ada tidaknya partikel dalam sediaan dan jernih atau tidaknya sediaan adalah uji…
Kejernihan
Organoleptik
Stabilitas
Tonisitas
Viskositas
Pada sediaan salep mata, eksipien paraffin cair berfungsi sebagai…
Antioksidan
Basis salep
Pengawet
Peningkat viskositas
Dapar
Umar sedang melakukan evaluasi kebocoran pada salep mata. Dari 10 tube salep yang diuji ternyata 1 tube tidak memenuhi persyaratan uji kebocoran, maka…
Sediaan tidak memenuhi peryaratan
Uji diulangi dengan penambahan 30 tube salep
Uji diulangi dengan penambahan 20 tube salep
Uji diulangi dengan pengurangan 5 tube salep
Uji diulangi dengan mengganti prosedur pengujian
Salah satu evaluasi akhir pada salep mata dilakukan dengan mengoleskan salep pada telapak tangan, kemudian diteteskan dengan sejumlah volume air dan dicatat volume air yang terpakai dari buret. Pengujian ini disebut dengan…
Uji daya proteksi
Uji stabilitas
Uji daya sebar
Uji daya lekat
Uji daya cuci
Evaluasi akhir sediaan salep mata yang dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kemudahan salep keluar dari wadah disebut dengan uji…
Uji extrudability
Uji heating cooling
Uji pH
Uji homogenitas
Uji freeze thaw
Cara sterilisasi pada sediaan salep dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut, kecuali…
Sterilisasi awal dengan oven
Sterilisasi akhir dengan oven
Sterilisasi awal dengan autoklaf
Pengerjaan secara aseptis
Sterilisasi awal dengan radiasi
Obat yang diadministrasikan melalui hidung memiliki beberapa jenis bentuk sediaan. Berikut ini yang tidak termasuk jenis obat yang diadministrasikan lewat hidung adalah…
Obat tetes hidung
Obat spray hidung
Emulsi
Inhaler
Salep
Pada formula umum sediaan obat tetes hidung, terkadang perlu ditambahkan zat pendapar. Fungsi penambahan zat pendapar pada sediaan obat tetes hidung adalah…
Untuk meminimalisis pertumbuhan mikroba pada sediaan
Untuk meningkatkan viskositas sediaan
Menjaga stabilitas sediaan dari pengaruh cahaya
Menjaga pH sediaan agar sesuai dengan pH sekresi cairan hidung
Menjaga tonisitas sediaan
Tujuan penambahan bahan pengental pada sediaan obat tetes hidung diantaranya adalah…
Meningkatkan kelarutan zat aktif dan eksipien dalam formula
Menghasilkan sediaan dengan kapasitas buffer yang baik
Menghambat pertumbuhan bakteri
Meningkatkan ketercampuran antar bahan yang digunakan
Menghasilkan kekentalan sediaan yang mirip dengan viskositas mucus hidung
(1) NaCl
(2) Sorbitol
(3) Dekstrosa
(4) Benzalkonium klorida
Zat pengisotonis yang dapat digunakan pada sediaan obat tetes hidung adalah…
(1) dan (3)
(1) dan (2)
(1) dan (4)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
Seorang mahasiswa sedang membuat formulasi obat tetes hidung. pH target untuk sediaan obat tetes hidung harus berada pada rentang…
2,5 – 3,5
5,5 – 7,5
3,5 – 4,5
9,5 – 10,5
11,5 – 12,5
Obat tetes hidung yang diberikan dengan cara menempatkan ujung nozzle dalam nostril hidung, kemudian wadah ditekan secara perlahan agar obat dapat keluar adalah obat tetes hidung dengan jenis…
Obat tetes
Salep
Spray hidung
Jelly
Inhaler
Obat tetes telinga diformulasikan dengan menggunakan beberapa zat tambahan. Berikut ini adalah zat tambahan pada sediaan obat tetes telinga, kecuali…
Pengawet
Pendapar
Pengental
Lubrikan
Surfaktan
Eksipien dalam sediaan obat tetes telinga yang berfungsi untuk membantu penyebaran sediaan dalam rongga telinga serta untuk mengikat kotoran pada telinga adalah…
Pengawet
Pendapar
Pengental
Lubrikan
Surfaktan
Contoh cairan pembawa atau pelarut yang dapat digunakan dalam sediaan obat tetes telinga adalah…
Propilenglikol
Tween 80
Sorbitol
Dekstrosa
Natrium Bisulfit
Lidokain dan benzokain yang ditambahkan dalam obat tetes telinga berfungsi sebagai…
Antifungi
Anastesi lokal
Antibiotik
Antidiuretik
Desinfektan
Viskositas menjadi parameter yang penting dalam formulasi sediaan obat tetes telinga. Jika viskositas sediaan obat tetes telinga terlalu tinggi, maka…
Obat akan mengiritasi telinga
Obat akan mudah menyebar di rongga telinga
Obat tidak dapat memasuki rongga telinga bagian dalam
Obat tidak akan bermasalah
Obat dapat lebih awet dalam penyimpanannya
Injeksi volume kecil dapat dibuat dengan sterilisasi menggunakan filtrasi membrane. Ukuran membrane filter yang digunakan adalah…
0,1 µm dan 0,2 µm
0,5 µm dan 0,7 µm
0,1 cm dan 0,5 cm
0,22 µm dan 0,45 µm
0,5 cm dan 1 cm
Sediaan steril volume besar dapat digunakan untuk beberapa tujuan, yaitu…
Dialisis
Irigasi
Minum
Semua benar
A dan B benar
Pada sediaan salep mata, pemilihan basis salep yang tepat akan menentukan kualitas salep yang dihasilkan. Berikut ini yang bukan termasuk syarat basis salep mata adalah…
Basis salep tidak boleh mengiritasi mata
Basis salep membantu difusi obat dalam cairan mata
Basis salep memiliki titik lebur yang mendekati suhu tubuh
Basis salep inkompatibel terhadap zat aktif
Basis salep bebas dari partikel kasar
