wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS TF STERIL GANJIL 2025/2026

Total questions: 40

Worksheet time: 3600secs

Name
Class
Date
1.

Sediaan parenteral yang ditujukan penggunaannya secara intravena dan dikemas dalam kemasan volume 100 mL atau lebih merupakan definisi dari

a)

Large Volume Parenteral (LVP)

b)

Small Volume Parenteral (SVP)

c)

Sediaan injeksi

d)

Sediaan dosis tunggal

e)

Sediaan dosis ganda

2.

Susi akan melakukan formulasi untuk membuat sediaan injeksi dalam bentuk larutan injeksi. Data preformulasi yang paling utama dari zat aktif yang harus dikaji agar dapat membuat sediaan berbentuk larutan adalah data…

a)

Dosis zat aktif

b)

Kelarutan zat aktif

c)

pH zat aktif

d)

Rute pemberian zat aktif

e)

Bentuk kompleks zat aktif

3.

Injeksi insulin berbentuk pen merupakan salah satu contoh injeksi volume kecil yang dapat diadministrasikan secara mandiri oleh pasien yang telah diberikan edukasi oleh tenaga kesehatan. Volume administrasi insulin yang sedikit (± 3 mL) memungkinkan insulin diberikan melalui rute…

a)

Intramuscular

b)

Intradermal

c)

Subkutan

d)

Intraarticular

e)

Intraepidural

4.

Pelarut pembawa dalam sediaan steril dibagi menjadi pembawa mengandung air dan non air. Salah satu contoh pembawa non air yang tidak dapat bercampur dengan air adalah…

a)

Etanol

b)

Gliserin

c)

Propilenglikol

d)

Minyak lemak

e)

Polietilenglikol

5.

Beberapa sediaan steril perlu ditambahkan pengawet salah satunya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Contoh pengawet untuk pembawa minyak adalah…

a)

Benzil alcohol

b)

Kresol

c)

Fenol

d)

Klorheksidin

e)

Tokoferol

6.

Contoh dari LVP yang berupa larutan dalam jumlah besar yang digunakan di luar sistem peredaran darah, misalnya untuk mencuci luka sayatan bedah atau jaringan tubuh adalah…

a)

Larutan irigasi

b)

Larutan dialysis

c)

Larutan nutrisi parenteral

d)

Larutan infus

e)

Larutan elektrolit

7.

LVP merupakan sediaan steril yang diberikan ke pasien dalam volume pemberian yang besar, sehingga terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanan, kualitas, dan efikasi dari LVP. Berikut ini yang bukan syarat LVP adalah…

a)

Bebas pyrogen

b)

Aseptik

c)

Steril

d)

Bebas partikulat asing

e)

Dikemas dalam dosis tunggal

8.

Terdapat beberapa indikasi penggunaan LVP pada pasien. Berikut ini yang bukan indikasi penggunaan LVP adalah…

a)

Terapi pemeliharaan pada pasien yang akan atau sudah dioperasi

b)

Pasien yang tidak dapat menerima cairan, elektrolit, atau nutrisi secara oral

c)

Pengatur tekanan osmosis dalam tubuh

d)

Pasien yang kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah yang besar

e)

A.   Pasien yang melakukan proses dialysis darah

9.

Salah satu contoh dari LVP adalah infus IV ringer laktat. Berikut ini adalah komposisi yang ada dalam infus IV ringer laktat, kecuali…

a)

Natrium klorida

b)

Natrium laktat

c)

Kalium klorida

d)

Natrium benzoate

e)

Kalsium klorida

10.

Pada formulasi sediaan infus, terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan, salah satunya adalah parameter fisiologis tubuh. Berikut ini yang merupakan parameter fisiologi yang dipertimbangkan dalam formulasi infus adalah…

a)

Kelarutan dan pH zat aktif

b)

Penggunaan dapar

c)

Pengaruh Cahaya dan suhu penyimpanan

d)

Penggunaan antioksidan

e)

Kebutuhan anion dan kation tubuh

11.

Seorang mahasiswa sedang melakukan perhitungan osmolaritas infus yang mengandung KCl dan dekstrosa. Ternyata dari hasil perhitungan diperoleh nilai osmolaritasnya 212 mOsmol/L sedangkan target osmolaritasnya adalah 280 mOsmol/L, sehingga kesimpulan nilai tonisitasnya adalah…

a)

Hipotonis, perlu penambahan NaCl setara dengan 68 mOsmol/L

b)

Hipotonis, tidak perlu penambahan NaCl

c)

Isotonis

d)

Hipertonis, perlu penambahan NaCl setara dengan 68 mOsmol/L

e)

Hipertonis, tidak perlu penambahan NaCl

12.

Sediaan steril SVP dapat dikemas dalam beberapa jenis wadah. Berikut ini yang bukan contoh wadah SVP adalah…

a)

Ampul

b)

IV Piggybag

c)

Vial

d)

Pre filled syringe

e)

Botol plastik

13.

Pengisian serbuk (powder filling) pada suspensi parenteral dapat dilakukan dengan netode penghilangan air dari produk yang sudah dibekukan dan ditempatkan dibawah vakum, sehingga es berubah dari padat menjadi uap. Metode ini disebut dengan…

a)

Metode kristalisasi

b)

Metode spray drying

c)

Metode freeze drying

d)

Metode semprot kering

e)

Metode pemanasan

14.

Seorang mahasiswa sedang membuat injeksi Vitamin C di laboratorium dengan volume 1 mL per ampul. Volume yang harus dilebihkan pada sediaan tersebut adalah…

a)

0,7 mL

b)

0,5 mL

c)

0,3 mL

d)

0,1 mL

e)

0,05 mL

15.

Evaluasi akhir pada sediaan steril SVP yang tidak wajib dilakukan adalah…

a)

Uji pH

b)

Uji Organoleptic

c)

Uji partikulat asing

d)

Uji kadar zat aktif

e)

Uji endotoksin

16.

Berikut ini yang bukan merupakan zat tambahan yang dapat ditambahkan ke dalam sediaan steril adalah…

a)

Bahan pengikat

b)

Preservatif antibakteri

c)

Antioksidan

d)

Agen pengkhelat

e)

Pengatur tonisitas

17.

Pada formulasi sediaan obat tetes mata perlu ditambahkan bahan eksipien yang dapat meningkatkan waktu kontak obat dengan bagian mata. Contoh eksipien yang memiliki fungsi tersebut adalah…

a)

Fenil etil alcohol

b)

Metilselulosa

c)

Dapar fosfat

d)

Dinatrium edetat

e)

Asetilsistein

18.

Evaluasi pH pada sediaan obat tetes mata harus menghasilkan hasil evaluasi yang memenuhi syarat. Syarat pH cairan mata yang ideal adalah…

a)

3

b)

5

c)

7,4

d)

9

e)

11

19.

Tonisitas sediaan juga harus diperhatikan dalam formulasi sediaan untuk mata. Rentang tonisitas yang dapat diterima oleh mata adalah…

a)

0,2 - 0,3%

b)

0,3 - 0,4%

c)

0,5 - 0,6%

d)

0,9 - 1%

e)

0,7 - 0,8%

20.

PT.Suka Farma akan memproduksi produk steril ophthalmic. Syarat utama yang harus dipenuhi oleh sediaan tersebut adalah…

a)

Steril

b)

Jernih

c)

Tidak mengandung partikel kasar yang bersifat iritan

d)

Isotonis dan isohidris

e)

Semua benar

21.

Evaluasi akhir pada obat tetes mata untuk melihat ada tidaknya partikel dalam sediaan dan jernih atau tidaknya sediaan adalah uji…

a)

Kejernihan

b)

Organoleptik

c)

Stabilitas

d)

Tonisitas

e)

Viskositas

22.

Pada sediaan salep mata, eksipien paraffin cair berfungsi sebagai…

a)

Antioksidan

b)

Basis salep

c)

Pengawet

d)

Peningkat viskositas

e)

Dapar

23.

Umar sedang melakukan evaluasi kebocoran pada salep mata. Dari 10 tube salep yang diuji ternyata 1 tube tidak memenuhi persyaratan uji kebocoran, maka…

a)

Sediaan tidak memenuhi peryaratan

b)

Uji diulangi dengan penambahan 30 tube salep

c)

Uji diulangi dengan penambahan 20 tube salep

d)

Uji diulangi dengan pengurangan 5 tube salep

e)

Uji diulangi dengan mengganti prosedur pengujian

24.

Salah satu evaluasi akhir pada salep mata dilakukan dengan mengoleskan salep pada telapak tangan, kemudian diteteskan dengan sejumlah volume air dan dicatat volume air yang terpakai dari buret. Pengujian ini disebut dengan…

a)

Uji daya proteksi

b)

Uji stabilitas

c)

Uji daya sebar

d)

Uji daya lekat

e)

Uji daya cuci

25.

Evaluasi akhir sediaan salep mata yang dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kemudahan salep keluar dari wadah disebut dengan uji…

a)

Uji extrudability

b)

Uji heating cooling

c)

Uji pH

d)

Uji homogenitas

e)

Uji freeze thaw

26.

Cara sterilisasi pada sediaan salep dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut, kecuali…

a)

Sterilisasi awal dengan oven

b)

Sterilisasi akhir dengan oven

c)

Sterilisasi awal dengan autoklaf

d)

Pengerjaan secara aseptis

e)

Sterilisasi awal dengan radiasi

27.

Obat yang diadministrasikan melalui hidung memiliki beberapa jenis bentuk sediaan. Berikut ini yang tidak termasuk jenis obat yang diadministrasikan lewat hidung adalah…

a)

Obat tetes hidung

b)

Obat spray hidung

c)

Emulsi

d)

Inhaler

e)

Salep

28.

Pada formula umum sediaan obat tetes hidung, terkadang perlu ditambahkan zat pendapar. Fungsi penambahan zat pendapar pada sediaan obat tetes hidung adalah…

a)

Untuk meminimalisis pertumbuhan mikroba pada sediaan

b)

Untuk meningkatkan viskositas sediaan

c)

Menjaga stabilitas sediaan dari pengaruh cahaya

d)

Menjaga pH sediaan agar sesuai dengan pH sekresi cairan hidung

e)

Menjaga tonisitas sediaan

29.

Tujuan penambahan bahan pengental pada sediaan obat tetes hidung diantaranya adalah…

a)

Meningkatkan kelarutan zat aktif dan eksipien dalam formula

b)

Menghasilkan sediaan dengan kapasitas buffer yang baik

c)

Menghambat pertumbuhan bakteri

d)

Meningkatkan ketercampuran antar bahan yang digunakan

e)

Menghasilkan kekentalan sediaan yang mirip dengan viskositas mucus hidung

30.

(1) NaCl

(2) Sorbitol

(3) Dekstrosa

(4) Benzalkonium klorida

Zat pengisotonis yang dapat digunakan pada sediaan obat tetes hidung adalah…

a)

(1) dan (3)

b)

(1) dan (2)

c)

(1) dan (4)

d)

(2) dan (3)

e)

(3) dan (4)

31.

Seorang mahasiswa sedang membuat formulasi obat tetes hidung. pH target untuk sediaan obat tetes hidung harus berada pada rentang…

a)

2,5 – 3,5

b)

5,5 – 7,5

c)

3,5 – 4,5

d)

9,5 – 10,5

e)

11,5 – 12,5

32.

Obat tetes hidung yang diberikan dengan cara menempatkan ujung nozzle dalam nostril hidung, kemudian wadah ditekan secara perlahan agar obat dapat keluar adalah obat tetes hidung dengan jenis…

a)

Obat tetes

b)

Salep

c)

Spray hidung

d)

Jelly

e)

Inhaler

33.

Obat tetes telinga diformulasikan dengan menggunakan beberapa zat tambahan. Berikut ini adalah zat tambahan pada sediaan obat tetes telinga, kecuali…

a)

Pengawet

b)

Pendapar

c)

Pengental

d)

Lubrikan

e)

Surfaktan

34.

Eksipien dalam sediaan obat tetes telinga yang berfungsi untuk membantu penyebaran sediaan dalam rongga telinga serta untuk mengikat kotoran pada telinga adalah…

a)

Pengawet

b)

Pendapar

c)

Pengental

d)

Lubrikan

e)

Surfaktan

35.

Contoh cairan pembawa atau pelarut yang dapat digunakan dalam sediaan obat tetes telinga adalah…

a)

Propilenglikol

b)

Tween 80

c)

Sorbitol

d)

Dekstrosa

e)

Natrium Bisulfit

36.

Lidokain dan benzokain yang ditambahkan dalam obat tetes telinga berfungsi sebagai…

a)

Antifungi

b)

Anastesi lokal

c)

Antibiotik

d)

Antidiuretik

e)

Desinfektan

37.

Viskositas menjadi parameter yang penting dalam formulasi sediaan obat tetes telinga. Jika viskositas sediaan obat tetes telinga terlalu tinggi, maka…

a)

Obat akan mengiritasi telinga

b)

Obat akan mudah menyebar di rongga telinga

c)

Obat tidak dapat memasuki rongga telinga bagian dalam

d)

Obat tidak akan bermasalah

e)

Obat dapat lebih awet dalam penyimpanannya

38.

Injeksi volume kecil dapat dibuat dengan sterilisasi menggunakan filtrasi membrane. Ukuran membrane filter yang digunakan adalah…

a)

0,1 µm dan 0,2 µm

b)

0,5 µm dan 0,7 µm

c)

0,1 cm dan 0,5 cm

d)

0,22 µm dan 0,45 µm

e)

0,5 cm dan 1 cm

39.

Sediaan steril volume besar dapat digunakan untuk beberapa tujuan, yaitu…

a)

Dialisis

b)

Irigasi

c)

Minum

d)

Semua benar

e)

A dan B benar

40.

Pada sediaan salep mata, pemilihan basis salep yang tepat akan menentukan kualitas salep yang dihasilkan. Berikut ini yang bukan termasuk syarat basis salep mata adalah…

a)

Basis salep tidak boleh mengiritasi mata

b)

Basis salep membantu difusi obat dalam cairan mata

c)

Basis salep memiliki titik lebur yang mendekati suhu tubuh

d)

Basis salep inkompatibel terhadap zat aktif

e)

Basis salep bebas dari partikel kasar